vi
Judul : Pengaruh Pengendalian Intern Kredit, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar
Nama : Ni Wayan Jessy Janawati NIM : 1306305045
Abstrak
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) adalah lembaga keuangan milik desa pakraman yang melaksanakan kegiatan usaha di lingkungan desa dan untuk krama desa. LPD dalam melakukan kegiatan operasionalnya, memiliki tujuan utama yaitu menciptakan kemakmuran untuk krama desa dan dapat mencapai tingkat kemampulabaan yang maksimal. Perkembangan LPD di Kota Denpasar sepuluh tahun terakhir menunjukkan trend positif baik dari sisi asset, kredit yang disalurkan, maupun laba yang diperoleh. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian intern kredit, likuiditas, dan ukuran perusahaan pada kemampulabaan LPD di Kota Denpasar.
Penelitian ini dilakukan pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar. Sampel penelitian diperoleh sebanyak 35 dengan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Tingkat pengendalian intern kredit diukur dengan menyebarkan kuesioner ke masing-masing LPD di Kota Denpasar, likuiditas diukur dengan menggunakan Loan to Deposit Ratio (LDR), ukuran perusahaan dengan Ln total asset, dan kemampulabaan diukur dengan rasio Return on Asset (ROA). Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh pada kemampulabaan LPD di Kota Denpasar. Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa pengendalian intern kredit dan likuiditas berpengaruh positif terhadap kemampulabaan, namun variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada kemampulabaan.
LPD perlu menerapkan sistem pengendalian intern kredit, menjaga likuiditas serta mengoptimalkan asset sehingga kemampulabaan yang baik dapat dicapai. Kemampulabaan LPD yang meningkat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa pakraman dan dapat menerapkan konsep Tri Hita Karana.
Kata kunci: LPD, kemampulabaan, pengendalian intern kredit, likuiditas, ukuran perusahaan
vii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Kegunaan Penelitian... 8
1.5 Sistematika Penulisan... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 11
2.1.1 Teori Sinyal (Signalling Theory) ... 11
2.1.2 Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kota Denpasar .... 12
2.1.3 Kredit ... 14
2.1.4 Pengendalian Intern Kredit ... 17
2.1.5 Likuiditas ... 28
2.1.6 Teori Manajemen Likuiditas ... 30
2.1.7 Ukuran Perusahaan ... 32
2.1.8 Kemampulabaan ... 33
2.2 Hipotesis Penelitian ... 35
2.2.1 Pengaruh Pengendalian Intern Kredit pada Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar ... 35
2.2.2 Pengaruh Likuiditas pada Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar ... 36
2.2.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar ... 37
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 38
3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian ... 39
3.3 Objek Penelitian ... 40
3.4 Identifikasi Variabel ... 40
3.5 Definisi Operasional Variabel ... 40
3.6 Jenis dan Sumber Data ... 44
viii
3.6.2 Sumber Data ... 44
1.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 45
1.8 Metode Pengumpulan Data ... 46
1.9 Teknik Analisis Data ... 46
3.9.1 Intervalisasi Data ... 46
3.9.2 Uji Instrumen Penelitian ... 47
3.9.3 Uji Statistik Deskriptif ... 48
3.9.4 Uji Asumsi Klasik ... 49
3.9.5 Analisis Regresi Linear Berganda ... 50
3.9.6 Uji Signifikansi Koefisien Regresi ... 51
3.9.7 Koefisien Determinasi (R2)... 52
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian ... 53
4.2 Karakteristik Responden ... 54
4.3 Analisis Statistik Deskriptif ... 55
4.4 Hasil Pengujian Instrumen Penelitian ... 56
4.4.1rHasil Uji Validitas ... 58
4.4.2rHasil Uji Reliabilitas ... 60
4.5 Hasil Uji Asumsi Klasik ... 60
4.6 Uji Statistik F ... 63
4.7 Uji Statistik t ... 64
4.8 Koefisien Determinasi (R2) ... 66
4.9 Pembahasan Hasil Penelitian ... 66
4.9.1 Pengaruh Pengendalian Intern Kredit pada Kemampulabaan LPD ... 66
4.9.2 Pengaruh Likuiditas pada Kemampulabaan LPD ... 68
4.9.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan ... 68
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 70
5.2 Saran ... 71
DAFTAR RUJUKAN... 72
ix
DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
1.1 Perkembangan LPD Kota Denpasar Tahun 2007-2016 ... 5
4.1 Karakteristik Responden Penelitian LPD di Kota Denpasar... 55
4.2 Hasil Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 56
4.3 Uji Validitas Instrumen ... 59
4.4 Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 60
4.5 Hasil Uji Normalitas ... 61
4.6 Hasil Uji Multikolinearitas ... 62
4.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 63
4.8 Hasil Uji Statistik F ... 63
4.9 Hasil Uji Statistik t ... 64
x
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Halaman
xi
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Halaman
1. Daftar Hasil Penelitian Terdahulu ... 77
2. Daftar Sampel Penelitian ... 80
3. Data Variabel Likuiditas, Ukuran Perusahaan dan Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar Tahun 2016 ... 81
4. Kuesioner Penelitian ... 82
5. Karakteristik Responden Penelitian ... 89
6. Tabulasi Data Ordinal Kuesioner Pengendalian Intern Kredit ... 90
7. Tabulasi Data Interval Kuesioner Pengendalian Intern Kredit .. 91
8. Hasil Uji Validitas ... 93
9. Hasil Uji Reliabilitas ... 96
10. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 99
11. Hasil Uji Normalitas... 100
12. Hasil Uji Multikolinearitas ... 101
13. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 102
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Masyarakat Bali sebelum membentuk Lembaga Perkreditan Desa (LPD)
memang sudah memiliki tradisi pengelolaan keuangan secara bersama-sama yang
disebut pacingkreman. Dana pacingkreman dikelola banjar dan digunakan untuk
memenuhi kebutuhan segala kegiatan banjar, seperti pembangunan banjar,
upacara piodalan (peringatan hari pendirian pura) ataupun dana suka duka krama
ketika ada yang meninggal dunia atau menggelar hajatan. Tradisi inilah yang
menimbulkan inisiatif Gubernur Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra untuk
membentuk Lembaga Perkreditan Desa pada tahun 1984. Tujuannya adalah untuk
mendirikan lembaga yang mampu bersaing dengan sektor perbankan, tetapi
diintegrasikan ke dalam warisan budaya Bali berupa desa pakraman. Surat
Keputusan (SK) Gubernur Nomor 972 Tahun 1984 mengatur mengenai proyek
pendirian Lembaga Perkreditan Desa di Provinsi Daerah Tingkat I Bali.
Selanjutnya, melalui Peraturan Daerah Bali Nomor 2 Tahun 1988 tentang
Lembaga Perkreditan Desa ditentukan bahwa desa pakraman sebagai pemilik dan
wilayah operasional Lembaga Perkreditan Desa (Seibel, 2008).
Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 11 Tahun 2013, Lembaga
Perkreditan Desa (LPD) adalah lembaga keuangan milik desa pakraman yang
melaksanakan kegiatan usaha di lingkungan desa dan untuk krama desa. Krama
2
pakraman dan atau bertempat tinggal di wilayah desa atau banjar pakraman atau
di tempat lain yang menjadi warga desa atau banjar pakraman. Perkembangan
perekonomian pada tingkat regional maupun nasional bahkan global menuntut
kinerja LPD yang semakin kompetitif pada masa mendatang, hal ini dapat dilihat
dari kepengurusan LPD, badan pengawas, sistem pengendalian intern, masyarakat
yang diarahkan untuk meningkatkan dan memberdayakan potensi ekonomi lokal
yang pada gilirannya mampu meningkatkan daya saing serta kesejahteraan desa
pakraman.
Fungsi utama LPD adalah menghimpun dana masyarakat melalui tabungan
yang terarah dan mengalokasikan kembali dana tersebut dengan menggerakan
semua sumber daya yang tersedia sehingga mencapai tingkat kemampulabaan
yang memadai. Kemampulabaan merupakan kemampuan LPD untuk memperoleh
laba dan potensi untuk memperoleh penghasilan pada masa yang akan datang.
Kemampulabaan perusahaan dapat disebut juga dengan profitabilitas (Hermawan
dan Wahyuaji, 2013).
LPD dalam melakukan kegiatan operasionalnya, memiliki tujuan utama
yaitu menciptakan kemakmuran untuk krama desa dan dapat mencapai tingkat
kemampulabaan yang maksimal. Menurut Putra dan Wirajaya (2013) besar
kecilnya peranan LPD dalam menunjang pembangunan desa adat di Kota
Denpasar tergantung dari kemampuan LPD itu sendiri dalam mengelola usahanya.
Mengukur kinerja suatu LPD yang paling tepat adalah dengan kemampulabaan
3
yang baik dari sebuah LPD, yang berarti bahwa LPD telah beroperasi secara
efektif dan efisien serta memungkinkan untuk memperluas usahanya.
Kegiatan utama Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar adalah
pemberian kredit, dan merupakan sumber pendapatan utama bagi LPD. Kredit
merupakan aktiva lancar yang relatif likuid dan merupakan sumber pendapatan
utama bagi LPD, mengalir dan masuk setiap saat, mudah dipindah tangankan dan
mudah diselewengkan. Sementara itu, aktivitas LPD sehari-hari sangat tergantung
pada ketersediaan modal kerja yang tertanam dalam kredit. LPD dengan
memberikan kredit kepada masyarakat berarti terjadi penangguhan penerimaan
uang. Pemberian kredit yang dilakukan terlalu besar dapat menyebabkan
terjadinya pemupukan modal kerja pada kredit, sehingga akan memberikan
pengaruh kurang baik terhadap LPD. Penimbunan modal kerja akan
mempengaruhi pendanaan perusahaan dalam menjalankan aktivitas usahanya
yang secara langsung maupun tidak langsung menghambat operasional
perusahaan (Wahyuningtyas, 2007).
Mengingat penyaluran kredit ini tergolong aktiva produktif atau tingkat
penerimaannya tinggi maka konsekuensi penyaluran kredit mempunyai risiko
yang cukup tinggi. Untuk itu kredit harus dikelola secara baik dengan
menggunakan prinsip kehati-hatian agar tidak mengganggu kelancaran
operasional perusahaan. Aktivitas pemberian kredit dalam hal ini sangat penting
karena menyangkut modal kerja dalam kredit dan likuiditas serta berpengaruh
terhadap kemampulabaan yang akan dicapai. Semakin besar proporsi pemberian
4
semakin besar resikonya tetapi bersamaan dengan itu juga memperbesar
kemampulabaan LPD. Pengendalian intern kredit yang baik diperlukan sehingga
kredit yang diberikan dapat kembali tepat waktu bersama dengan bunganya.
Kredit yang disalurkan oleh LPD perlu dikendalikan untuk menjaga
likuiditas LPD. Likuiditas merupakan besarnya dana yang likuid yang disediakan
oleh LPD untuk memenuhi penarikan yang dilakukan oleh nasabah, baik
penarikan dana tabungan maupun penarikan dana untuk pencairan kredit yang
telah disetujui. Likuiditas LPD dapat diukur menggunakan Loan to Deposit Ratio
(LDR). Besar kecilnya rasio LDR suatu LPD akan mempengaruhi
kemampulabaan LPD. Semakin tinggi LDR akan semakin tinggi tingkat
keuntungan perusahaan karena penempatan dana berupa kredit yang diberikan
semakin meningkat, sehingga pendapatan bunga akan semakin meningkat pula
(Setiadi, 2010).
Ukuran LPD menjadi salah satu tolak ukur suatu LPD dalam memperoleh
laba. Ukuran perusahaan dapat ditentukan oleh beberapa hal, antara lain total
aktiva, penjualan, dan modal. Semakin besar ukuran LPD, maka semakin banyak
sumber daya dan dana yang dapat digunakan dalam perusahaan, khususnya dalam
pemberian kredit kepada nasabah. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan
logaritma dari total aktiva lancar dan aktiva tidak lancar yang dimiliki LPD pada
akhir tahun buku. Total asset dipilih sebagai proksi dari variabel ukuran
perusahaan dikarenakan total asset lebih stabil dan representatif dalam
menunjukkan ukuran perusahaan dibanding kapitalisasi pasar dan penjualan yang
5
LPD dalam kurun waktu kurang lebih 20 (dua puluh) tahun telah
menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, baik dari sisi jumlah maupun dari
sisi perkembangan usahanya. Terdapat 35 buah desa pakraman di Kota Denpasar
dan secara keseluruhan telah terdapat 35 LPD yang berarti seluruh desa pakraman
di Kota Denpasar memiliki LPD. Perkembangan LPD di Kota Denpasar 10 tahun
terakhir menunjukkan trend positif baik dari sisi asset, kredit yang disalurkan,
maupun laba yang diperoleh. Tabel 1.1 berikut ini menunjukkan perkembangan
LPD Kota Denpasar tahun 2007-2016.
Tabel 1.1 Perkembangan LPD Kota Denpasar Tahun 2007-2016 (dalam Ribuan Rupiah)
Tahun Aktiva Pinjaman Diberikan Dana Pihak Ketiga Laba 2007 286.908.372 188.813.185 240.229.635 13.328.681 2008 357.977.099 234.497.151 221.386.343 15.512.438 2009 436.333.652 314.944.623 347.959.885 19.157.225 2010 525.290.553 393.788.974 420.091.136 24.528.170 2011 666.944.950 475.600.009 540.339.913 29.989.467 2012 839.471.857 598.184.174 686.121.066 36.374.419 2013 1.007.327.469 775.006.137 821.769.030 45.290.266 2014 1.179.967.305 933.462.026 951.617.017 55.667.022 2015 1.383.896.375 1.109.998.494 1.112.860.941 64.996.208 2016 1.625.610.986 1.244.928.476 1.311.639.046 70.217.525 Sumber: LPLPD Kota Denpasar, data diolah (2017)
Tahun 2016 LPD di Kota Denpasar dengan asset Rp 1,6 triliun dan laba
mencapai Rp 70 Miliar dialokasikan sebagai cadangan modal 60%, dana
pembangunan desa 20%, jasa produksi 10%, dana pemberdayaan 5% dan dana
6
dalam permodalan masyarakat serta turut berperan dalam pengembangan desa
adat di Kota Denpasar.
Berdasarkan fakta tersebut, peneliti ingin mengetahui apakah trend positif
tersebut sebagai dampak dari meningkatnya pengendalian intern kredit, likuiditas,
dan ukuruan perusahaan yang akan mempengaruhi tingkat kemampulabaannya.
Penelitian mengenai pengaruh pengendalian intern kredit pada kemampulabaan
telah dilakukan Dewi (2013) dan Hayati (2005) yang menemukan bahwa
pengendalian intern kredit berpengaruh terhadap kemampulabaan. Penelitian yang
dilakukan Hidayat (2016), Ferdian (2016), Prasanjaya (2013), Dasih (2014), dan
Agustiningrum (2012), menemukan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap
kemampulabaan. Penelitian mengenai pengaruh ukuran perusahaan terhadap
kemampulabaan telah dilakukan Koriawan (2014), Ferdian (2014), serta John dan
Adebayo (2013) yang menemukan bukti empiris bahwa ukuran perusahaan
berpengaruh positif terhadap kemampulabaan, sedangkan penelitian yang
dilakukan Aladwan (2015), menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh
negatif terhadap kemampulabaan.
Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk menguji kembali
apakah pengendalian intern kredit, likuiditas, dan ukuran perusahaan berpengaruh
terhadap kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar. Ukuran
perusahaan penting untuk diteliti karena ukuran perusahaan dapat menjadi salah
satu tolak ukur suatu perusahaan dalam memperoleh laba (Asih dan Adiputra,
2014). Penelitian terhadap likuiditas dan pengendalian intern kredit di LPD Kota
7
diterapkan dengan efektif atau belum, hal ini terkait dengan kemampulabaan.
Pengendalian intern kredit termasuk dalam pengendalian akuntansi, sasaran utama
pengendalian intern kredit adalah mengelola kredit dengan baik dalam perusahaan
(LPD Kota Denpasar), melindungi asset, memastikan ketepatan dan keandalan
data informasi akuntansi, mendorong efisiensi di semua operasi dan mendorong
kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur yang ditetapkan manajemen
(Mulyadi:2001).
Kemampulabaan LPD yang meningkat diharapkan dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi di desa pakraman dan dapat menerapkan konsep Tri Hita
Karana. Motivasi dalam penelitian ini adalah untuk menguji kembali faktor-faktor
yang mempengaruhi kemampulabaan LPD di Kota Denpasar. Berdasarkan latar
belakang di atas, maka judul yang diangkat dalam penelitian ini adalah
“Pengaruh Pengendalian Intern Kredit, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar”.
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka
yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah:
1) Bagaimana pengaruh pengendalian intern kredit pada kemampulabaan
Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar?
2) Bagaimana pengaruh likuiditas pada kemampulabaan Lembaga Perkreditan
Desa di Kota Denpasar?
3) Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan pada kemampulabaan Lembaga
8 1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah penelitian di atas, maka
tujuan dari penelitian ini antara lain:
1) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh pengendalian intern kredit pada
kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar.
2) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh likuiditas pada kemampulabaan
Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar.
3) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh ukuran perusahaan pada
kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar.
1.4 Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dijelaskan, maka hasil penelitian
ini diharapkan dapat memberikan manfaat, secara teoritis maupun praktis sebagai
berikut:
1) Kegunaan Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi bagi
pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya mengenai pemahaman yang
lebih luas mengenai pengaruh pengendalian intern kredit, likuiditas dan
ukuran perusahaan pada kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa. Selain
itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian
empiris dan dijadikan perbandingan, pengembangan, dan penyempurnaan dari
9 2) Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan, informasi,
acuan dan referensi kepada manajemen atau pengurus Lembaga Perkreditan
Desa mengenai pengaruh pengendalian intern kredit, likuiditas dan ukuran
perusahaan pada kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa.
1.5 Sistematika Penulisan
Pembahasan skripsi disusun berdasarkan urutan beberapa bab secara
sistematis sehingga antara bab yang lainnya mempunyai hubungan yang erat.
Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan pendahuluan yang mengemukakan latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kegunaan penelitian
serta menguraikan sistematika penulisan.
Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian
Bab ini menguraikan berbagai landasan teori yang ada hubungannya
dengan pokok permasalahan yaitu mengenai pengendalian intern
kredit, likuiditas, dan ukuran perusahaan pada Lembaga Perkreditan
Desa (LPD) di Kota Denpasar.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini menguraikan metodologi penelitian yang meliputi desain
penelitian, lokasi atau ruang lingkup wilayah penelitian, obyek
10
sumber data, populasi, sampel dan metode penentuan sampel, metode
pengumpulan data, serta teknik analisis data.
Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian
Bab ini menguraikan gambaran umum daerah penelitian, hasil analisis
statistik, dan pembahasan mengenai hasil analisis statistik yang
diperoleh.
Bab V Simpulan dan Saran
Bab ini menguraikan simpulan yang diperoleh dari hasil penulisan
yang telah dibahas dalam bab sebelumnya serta saran-saran yang