• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

vi

Judul : Pengaruh Pengendalian Intern Kredit, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar

Nama : Ni Wayan Jessy Janawati NIM : 1306305045

Abstrak

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) adalah lembaga keuangan milik desa pakraman yang melaksanakan kegiatan usaha di lingkungan desa dan untuk krama desa. LPD dalam melakukan kegiatan operasionalnya, memiliki tujuan utama yaitu menciptakan kemakmuran untuk krama desa dan dapat mencapai tingkat kemampulabaan yang maksimal. Perkembangan LPD di Kota Denpasar sepuluh tahun terakhir menunjukkan trend positif baik dari sisi asset, kredit yang disalurkan, maupun laba yang diperoleh. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian intern kredit, likuiditas, dan ukuran perusahaan pada kemampulabaan LPD di Kota Denpasar.

Penelitian ini dilakukan pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar. Sampel penelitian diperoleh sebanyak 35 dengan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Tingkat pengendalian intern kredit diukur dengan menyebarkan kuesioner ke masing-masing LPD di Kota Denpasar, likuiditas diukur dengan menggunakan Loan to Deposit Ratio (LDR), ukuran perusahaan dengan Ln total asset, dan kemampulabaan diukur dengan rasio Return on Asset (ROA). Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh pada kemampulabaan LPD di Kota Denpasar. Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa pengendalian intern kredit dan likuiditas berpengaruh positif terhadap kemampulabaan, namun variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada kemampulabaan.

LPD perlu menerapkan sistem pengendalian intern kredit, menjaga likuiditas serta mengoptimalkan asset sehingga kemampulabaan yang baik dapat dicapai. Kemampulabaan LPD yang meningkat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa pakraman dan dapat menerapkan konsep Tri Hita Karana.

Kata kunci: LPD, kemampulabaan, pengendalian intern kredit, likuiditas, ukuran perusahaan

(2)

vii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Kegunaan Penelitian... 8

1.5 Sistematika Penulisan... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep ... 11

2.1.1 Teori Sinyal (Signalling Theory) ... 11

2.1.2 Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kota Denpasar .... 12

2.1.3 Kredit ... 14

2.1.4 Pengendalian Intern Kredit ... 17

2.1.5 Likuiditas ... 28

2.1.6 Teori Manajemen Likuiditas ... 30

2.1.7 Ukuran Perusahaan ... 32

2.1.8 Kemampulabaan ... 33

2.2 Hipotesis Penelitian ... 35

2.2.1 Pengaruh Pengendalian Intern Kredit pada Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar ... 35

2.2.2 Pengaruh Likuiditas pada Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar ... 36

2.2.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar ... 37

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 38

3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian ... 39

3.3 Objek Penelitian ... 40

3.4 Identifikasi Variabel ... 40

3.5 Definisi Operasional Variabel ... 40

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 44

(3)

viii

3.6.2 Sumber Data ... 44

1.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 45

1.8 Metode Pengumpulan Data ... 46

1.9 Teknik Analisis Data ... 46

3.9.1 Intervalisasi Data ... 46

3.9.2 Uji Instrumen Penelitian ... 47

3.9.3 Uji Statistik Deskriptif ... 48

3.9.4 Uji Asumsi Klasik ... 49

3.9.5 Analisis Regresi Linear Berganda ... 50

3.9.6 Uji Signifikansi Koefisien Regresi ... 51

3.9.7 Koefisien Determinasi (R2)... 52

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian ... 53

4.2 Karakteristik Responden ... 54

4.3 Analisis Statistik Deskriptif ... 55

4.4 Hasil Pengujian Instrumen Penelitian ... 56

4.4.1rHasil Uji Validitas ... 58

4.4.2rHasil Uji Reliabilitas ... 60

4.5 Hasil Uji Asumsi Klasik ... 60

4.6 Uji Statistik F ... 63

4.7 Uji Statistik t ... 64

4.8 Koefisien Determinasi (R2) ... 66

4.9 Pembahasan Hasil Penelitian ... 66

4.9.1 Pengaruh Pengendalian Intern Kredit pada Kemampulabaan LPD ... 66

4.9.2 Pengaruh Likuiditas pada Kemampulabaan LPD ... 68

4.9.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan ... 68

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 70

5.2 Saran ... 71

DAFTAR RUJUKAN... 72

(4)

ix

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

1.1 Perkembangan LPD Kota Denpasar Tahun 2007-2016 ... 5

4.1 Karakteristik Responden Penelitian LPD di Kota Denpasar... 55

4.2 Hasil Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 56

4.3 Uji Validitas Instrumen ... 59

4.4 Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 60

4.5 Hasil Uji Normalitas ... 61

4.6 Hasil Uji Multikolinearitas ... 62

4.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 63

4.8 Hasil Uji Statistik F ... 63

4.9 Hasil Uji Statistik t ... 64

(5)

x

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

(6)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1. Daftar Hasil Penelitian Terdahulu ... 77

2. Daftar Sampel Penelitian ... 80

3. Data Variabel Likuiditas, Ukuran Perusahaan dan Kemampulabaan LPD di Kota Denpasar Tahun 2016 ... 81

4. Kuesioner Penelitian ... 82

5. Karakteristik Responden Penelitian ... 89

6. Tabulasi Data Ordinal Kuesioner Pengendalian Intern Kredit ... 90

7. Tabulasi Data Interval Kuesioner Pengendalian Intern Kredit .. 91

8. Hasil Uji Validitas ... 93

9. Hasil Uji Reliabilitas ... 96

10. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 99

11. Hasil Uji Normalitas... 100

12. Hasil Uji Multikolinearitas ... 101

13. Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 102

(7)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Masyarakat Bali sebelum membentuk Lembaga Perkreditan Desa (LPD)

memang sudah memiliki tradisi pengelolaan keuangan secara bersama-sama yang

disebut pacingkreman. Dana pacingkreman dikelola banjar dan digunakan untuk

memenuhi kebutuhan segala kegiatan banjar, seperti pembangunan banjar,

upacara piodalan (peringatan hari pendirian pura) ataupun dana suka duka krama

ketika ada yang meninggal dunia atau menggelar hajatan. Tradisi inilah yang

menimbulkan inisiatif Gubernur Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra untuk

membentuk Lembaga Perkreditan Desa pada tahun 1984. Tujuannya adalah untuk

mendirikan lembaga yang mampu bersaing dengan sektor perbankan, tetapi

diintegrasikan ke dalam warisan budaya Bali berupa desa pakraman. Surat

Keputusan (SK) Gubernur Nomor 972 Tahun 1984 mengatur mengenai proyek

pendirian Lembaga Perkreditan Desa di Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

Selanjutnya, melalui Peraturan Daerah Bali Nomor 2 Tahun 1988 tentang

Lembaga Perkreditan Desa ditentukan bahwa desa pakraman sebagai pemilik dan

wilayah operasional Lembaga Perkreditan Desa (Seibel, 2008).

Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 11 Tahun 2013, Lembaga

Perkreditan Desa (LPD) adalah lembaga keuangan milik desa pakraman yang

melaksanakan kegiatan usaha di lingkungan desa dan untuk krama desa. Krama

(8)

2

pakraman dan atau bertempat tinggal di wilayah desa atau banjar pakraman atau

di tempat lain yang menjadi warga desa atau banjar pakraman. Perkembangan

perekonomian pada tingkat regional maupun nasional bahkan global menuntut

kinerja LPD yang semakin kompetitif pada masa mendatang, hal ini dapat dilihat

dari kepengurusan LPD, badan pengawas, sistem pengendalian intern, masyarakat

yang diarahkan untuk meningkatkan dan memberdayakan potensi ekonomi lokal

yang pada gilirannya mampu meningkatkan daya saing serta kesejahteraan desa

pakraman.

Fungsi utama LPD adalah menghimpun dana masyarakat melalui tabungan

yang terarah dan mengalokasikan kembali dana tersebut dengan menggerakan

semua sumber daya yang tersedia sehingga mencapai tingkat kemampulabaan

yang memadai. Kemampulabaan merupakan kemampuan LPD untuk memperoleh

laba dan potensi untuk memperoleh penghasilan pada masa yang akan datang.

Kemampulabaan perusahaan dapat disebut juga dengan profitabilitas (Hermawan

dan Wahyuaji, 2013).

LPD dalam melakukan kegiatan operasionalnya, memiliki tujuan utama

yaitu menciptakan kemakmuran untuk krama desa dan dapat mencapai tingkat

kemampulabaan yang maksimal. Menurut Putra dan Wirajaya (2013) besar

kecilnya peranan LPD dalam menunjang pembangunan desa adat di Kota

Denpasar tergantung dari kemampuan LPD itu sendiri dalam mengelola usahanya.

Mengukur kinerja suatu LPD yang paling tepat adalah dengan kemampulabaan

(9)

3

yang baik dari sebuah LPD, yang berarti bahwa LPD telah beroperasi secara

efektif dan efisien serta memungkinkan untuk memperluas usahanya.

Kegiatan utama Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar adalah

pemberian kredit, dan merupakan sumber pendapatan utama bagi LPD. Kredit

merupakan aktiva lancar yang relatif likuid dan merupakan sumber pendapatan

utama bagi LPD, mengalir dan masuk setiap saat, mudah dipindah tangankan dan

mudah diselewengkan. Sementara itu, aktivitas LPD sehari-hari sangat tergantung

pada ketersediaan modal kerja yang tertanam dalam kredit. LPD dengan

memberikan kredit kepada masyarakat berarti terjadi penangguhan penerimaan

uang. Pemberian kredit yang dilakukan terlalu besar dapat menyebabkan

terjadinya pemupukan modal kerja pada kredit, sehingga akan memberikan

pengaruh kurang baik terhadap LPD. Penimbunan modal kerja akan

mempengaruhi pendanaan perusahaan dalam menjalankan aktivitas usahanya

yang secara langsung maupun tidak langsung menghambat operasional

perusahaan (Wahyuningtyas, 2007).

Mengingat penyaluran kredit ini tergolong aktiva produktif atau tingkat

penerimaannya tinggi maka konsekuensi penyaluran kredit mempunyai risiko

yang cukup tinggi. Untuk itu kredit harus dikelola secara baik dengan

menggunakan prinsip kehati-hatian agar tidak mengganggu kelancaran

operasional perusahaan. Aktivitas pemberian kredit dalam hal ini sangat penting

karena menyangkut modal kerja dalam kredit dan likuiditas serta berpengaruh

terhadap kemampulabaan yang akan dicapai. Semakin besar proporsi pemberian

(10)

4

semakin besar resikonya tetapi bersamaan dengan itu juga memperbesar

kemampulabaan LPD. Pengendalian intern kredit yang baik diperlukan sehingga

kredit yang diberikan dapat kembali tepat waktu bersama dengan bunganya.

Kredit yang disalurkan oleh LPD perlu dikendalikan untuk menjaga

likuiditas LPD. Likuiditas merupakan besarnya dana yang likuid yang disediakan

oleh LPD untuk memenuhi penarikan yang dilakukan oleh nasabah, baik

penarikan dana tabungan maupun penarikan dana untuk pencairan kredit yang

telah disetujui. Likuiditas LPD dapat diukur menggunakan Loan to Deposit Ratio

(LDR). Besar kecilnya rasio LDR suatu LPD akan mempengaruhi

kemampulabaan LPD. Semakin tinggi LDR akan semakin tinggi tingkat

keuntungan perusahaan karena penempatan dana berupa kredit yang diberikan

semakin meningkat, sehingga pendapatan bunga akan semakin meningkat pula

(Setiadi, 2010).

Ukuran LPD menjadi salah satu tolak ukur suatu LPD dalam memperoleh

laba. Ukuran perusahaan dapat ditentukan oleh beberapa hal, antara lain total

aktiva, penjualan, dan modal. Semakin besar ukuran LPD, maka semakin banyak

sumber daya dan dana yang dapat digunakan dalam perusahaan, khususnya dalam

pemberian kredit kepada nasabah. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan

logaritma dari total aktiva lancar dan aktiva tidak lancar yang dimiliki LPD pada

akhir tahun buku. Total asset dipilih sebagai proksi dari variabel ukuran

perusahaan dikarenakan total asset lebih stabil dan representatif dalam

menunjukkan ukuran perusahaan dibanding kapitalisasi pasar dan penjualan yang

(11)

5

LPD dalam kurun waktu kurang lebih 20 (dua puluh) tahun telah

menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, baik dari sisi jumlah maupun dari

sisi perkembangan usahanya. Terdapat 35 buah desa pakraman di Kota Denpasar

dan secara keseluruhan telah terdapat 35 LPD yang berarti seluruh desa pakraman

di Kota Denpasar memiliki LPD. Perkembangan LPD di Kota Denpasar 10 tahun

terakhir menunjukkan trend positif baik dari sisi asset, kredit yang disalurkan,

maupun laba yang diperoleh. Tabel 1.1 berikut ini menunjukkan perkembangan

LPD Kota Denpasar tahun 2007-2016.

Tabel 1.1 Perkembangan LPD Kota Denpasar Tahun 2007-2016 (dalam Ribuan Rupiah)

Tahun Aktiva Pinjaman Diberikan Dana Pihak Ketiga Laba 2007 286.908.372 188.813.185 240.229.635 13.328.681 2008 357.977.099 234.497.151 221.386.343 15.512.438 2009 436.333.652 314.944.623 347.959.885 19.157.225 2010 525.290.553 393.788.974 420.091.136 24.528.170 2011 666.944.950 475.600.009 540.339.913 29.989.467 2012 839.471.857 598.184.174 686.121.066 36.374.419 2013 1.007.327.469 775.006.137 821.769.030 45.290.266 2014 1.179.967.305 933.462.026 951.617.017 55.667.022 2015 1.383.896.375 1.109.998.494 1.112.860.941 64.996.208 2016 1.625.610.986 1.244.928.476 1.311.639.046 70.217.525 Sumber: LPLPD Kota Denpasar, data diolah (2017)

Tahun 2016 LPD di Kota Denpasar dengan asset Rp 1,6 triliun dan laba

mencapai Rp 70 Miliar dialokasikan sebagai cadangan modal 60%, dana

pembangunan desa 20%, jasa produksi 10%, dana pemberdayaan 5% dan dana

(12)

6

dalam permodalan masyarakat serta turut berperan dalam pengembangan desa

adat di Kota Denpasar.

Berdasarkan fakta tersebut, peneliti ingin mengetahui apakah trend positif

tersebut sebagai dampak dari meningkatnya pengendalian intern kredit, likuiditas,

dan ukuruan perusahaan yang akan mempengaruhi tingkat kemampulabaannya.

Penelitian mengenai pengaruh pengendalian intern kredit pada kemampulabaan

telah dilakukan Dewi (2013) dan Hayati (2005) yang menemukan bahwa

pengendalian intern kredit berpengaruh terhadap kemampulabaan. Penelitian yang

dilakukan Hidayat (2016), Ferdian (2016), Prasanjaya (2013), Dasih (2014), dan

Agustiningrum (2012), menemukan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap

kemampulabaan. Penelitian mengenai pengaruh ukuran perusahaan terhadap

kemampulabaan telah dilakukan Koriawan (2014), Ferdian (2014), serta John dan

Adebayo (2013) yang menemukan bukti empiris bahwa ukuran perusahaan

berpengaruh positif terhadap kemampulabaan, sedangkan penelitian yang

dilakukan Aladwan (2015), menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh

negatif terhadap kemampulabaan.

Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti tertarik untuk menguji kembali

apakah pengendalian intern kredit, likuiditas, dan ukuran perusahaan berpengaruh

terhadap kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar. Ukuran

perusahaan penting untuk diteliti karena ukuran perusahaan dapat menjadi salah

satu tolak ukur suatu perusahaan dalam memperoleh laba (Asih dan Adiputra,

2014). Penelitian terhadap likuiditas dan pengendalian intern kredit di LPD Kota

(13)

7

diterapkan dengan efektif atau belum, hal ini terkait dengan kemampulabaan.

Pengendalian intern kredit termasuk dalam pengendalian akuntansi, sasaran utama

pengendalian intern kredit adalah mengelola kredit dengan baik dalam perusahaan

(LPD Kota Denpasar), melindungi asset, memastikan ketepatan dan keandalan

data informasi akuntansi, mendorong efisiensi di semua operasi dan mendorong

kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur yang ditetapkan manajemen

(Mulyadi:2001).

Kemampulabaan LPD yang meningkat diharapkan dapat mendorong

pertumbuhan ekonomi di desa pakraman dan dapat menerapkan konsep Tri Hita

Karana. Motivasi dalam penelitian ini adalah untuk menguji kembali faktor-faktor

yang mempengaruhi kemampulabaan LPD di Kota Denpasar. Berdasarkan latar

belakang di atas, maka judul yang diangkat dalam penelitian ini adalah

“Pengaruh Pengendalian Intern Kredit, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan pada Kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar”.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka

yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini adalah:

1) Bagaimana pengaruh pengendalian intern kredit pada kemampulabaan

Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar?

2) Bagaimana pengaruh likuiditas pada kemampulabaan Lembaga Perkreditan

Desa di Kota Denpasar?

3) Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan pada kemampulabaan Lembaga

(14)

8 1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah penelitian di atas, maka

tujuan dari penelitian ini antara lain:

1) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh pengendalian intern kredit pada

kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar.

2) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh likuiditas pada kemampulabaan

Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar.

3) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh ukuran perusahaan pada

kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar.

1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dijelaskan, maka hasil penelitian

ini diharapkan dapat memberikan manfaat, secara teoritis maupun praktis sebagai

berikut:

1) Kegunaan Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi bagi

pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya mengenai pemahaman yang

lebih luas mengenai pengaruh pengendalian intern kredit, likuiditas dan

ukuran perusahaan pada kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa. Selain

itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian

empiris dan dijadikan perbandingan, pengembangan, dan penyempurnaan dari

(15)

9 2) Kegunaan Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan, informasi,

acuan dan referensi kepada manajemen atau pengurus Lembaga Perkreditan

Desa mengenai pengaruh pengendalian intern kredit, likuiditas dan ukuran

perusahaan pada kemampulabaan Lembaga Perkreditan Desa.

1.5 Sistematika Penulisan

Pembahasan skripsi disusun berdasarkan urutan beberapa bab secara

sistematis sehingga antara bab yang lainnya mempunyai hubungan yang erat.

Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Bab ini menguraikan pendahuluan yang mengemukakan latar

belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kegunaan penelitian

serta menguraikan sistematika penulisan.

Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian

Bab ini menguraikan berbagai landasan teori yang ada hubungannya

dengan pokok permasalahan yaitu mengenai pengendalian intern

kredit, likuiditas, dan ukuran perusahaan pada Lembaga Perkreditan

Desa (LPD) di Kota Denpasar.

Bab III Metode Penelitian

Bab ini menguraikan metodologi penelitian yang meliputi desain

penelitian, lokasi atau ruang lingkup wilayah penelitian, obyek

(16)

10

sumber data, populasi, sampel dan metode penentuan sampel, metode

pengumpulan data, serta teknik analisis data.

Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian

Bab ini menguraikan gambaran umum daerah penelitian, hasil analisis

statistik, dan pembahasan mengenai hasil analisis statistik yang

diperoleh.

Bab V Simpulan dan Saran

Bab ini menguraikan simpulan yang diperoleh dari hasil penulisan

yang telah dibahas dalam bab sebelumnya serta saran-saran yang

Gambar

Tabel 1.1 Perkembangan LPD Kota Denpasar Tahun 2007-2016   (dalam Ribuan Rupiah)

Referensi

Dokumen terkait

In measuring phase the sequences (i.e. patterns) of HO and LAU zones can be determined and stored in database on each road. There are operating solutions and IPRs based

Kegiatan pengorganisasian berupa kegiatan mengatur dan menyusun organisasi yang akan melaksanakan pembangunan, termasuk mengatur hubungan kerja diantara unsur-unsur

[r]

Setelah memahami dan menganalisis penelitian di atas, maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Persoalan pendidikan akhlak hingga saat ini masih harus diutamakan,

Kami juga akan memberikan dukungan dan pantauan kepada yang bersangkutan dalam mengikuti dan memenuhi tugas-tugas selama pelaksanaan diklat online. Demikian

Modul ini berfungsi untuk merekam penerimaan surat yang disampaikan kepada wajib

Data hasil pretes dan postes yang telah diperoleh akan dianalisis untuk melihat bagaimana efektivitas model pembelajaran reflektif untuk meningkatkan pemahaman

Penelitian mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas aman