• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan TPAH Eksplorasi q

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan TPAH Eksplorasi q"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI

TEKNOLOGI PRODUKSI PRODUKSI AGENS AGENS HAHAYYAATITI “EKSPLORASI AGENS HAYATI”

“EKSPLORASI AGENS HAYATI”

N

Naammaa : : DDeevviitta a RRaattnnaassaarrii N

NIIMM : : 1144550044002200111111119977 K

Keelloommppookk : : BB11  Asisten

 Asisten : Lania !a: Lania !artikartika

JURUSAN

JURUSAN HAMA HAMA DAN DAN PENYPENYAKIT AKIT TUMBUHANTUMBUHAN PROGRAM STUDI

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLAGROEKOTEKNOLOGIOGI FAKULTAS PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG MALANG 2017 2017

(2)

I.

I. PENPENDAHDAHULUULUANAN

1.

1.11 LaLatatar Br Belaelakakangng Pe

Petatani ni sesejajauh uh inini i dadalalam m memengngenendadalilikakan n hahama ma tatananamaman n dedengnganan me

mengnggugunanakakan n ininsesektktisisidida a kikimimia. a. DaDalalam m pepengnggugunanaanannynya a bibiasasananyaya men

mengguggunaknakan an dendengan gan dosdosis is yanyang g tintinggiggi, , adaadapulpula a yanyang g menmengungunakaakannynnyaa dic

dicampampur ur dendengan gan pespestisitisida da lailain. n. Hal Hal ini ini akaakan n menmengakgakibaibatjatjan n timtimbulbulnyanya dam

dampak pak penpengguggunaanaan n pestpestisiisida da sepseperterti i : : gejgejala ala resiresistesten, n, resuresurjerjensi nsi hamhama,a, terb

terbunuunuhnyhnya a musmusuh uh alamalami, i, menmeningingkatkatnya nya resiresidu du padpada a hasihasil, l, menmencemcemariari lingkungan dan gangguan kesehatan bagi pengguna (Direktorat Perlindungan lingkungan dan gangguan kesehatan bagi pengguna (Direktorat Perlindungan 

anaman Hortikultura, anaman Hortikultura, !""#$.!""#$. Pen

Pengguggunaanaan n pestpestisiisida da dapdapat at dikdikuraurangi ngi dendengan gan menmengguggunaknakan an caracara  pengendalian

 pengendalian yang yang aman aman dan dan ramah ramah lingkungan, lingkungan, seperti seperti penggunaan penggunaan musuhmusuh alam

alami, i, parparasitasitoidoid, , dan dan jamjamur ur ententomoomopatpatogeogen. n. DenDengan gan penpengguggunaanaan n caracara  pengendalian

 pengendalian yang yang aman aman dan dan ramah ramah ini ini dapat dapat mengurangi mengurangi kerusakankerusakan lingkungan akibat p

lingkungan akibat pengunaan pestisida kimia. engunaan pestisida kimia. Pengendalian hayati juga dPengendalian hayati juga dapatapat di

digugunanakakan n ununtutuk k memengngenendadalilikakan n hahama ma sesehihingngga ga dadapapat t memengngururanangigi  penggunaan

 penggunaan pestisida. pestisida. Pengendalian Pengendalian hayati hayati yang yang meman%aatkan meman%aatkan %aktor %aktor   pengendali yang sudah ada sepperti musuh alami.

 pengendali yang sudah ada sepperti musuh alami. &egia

&egiatan tan eksploeksplorasi rasi merupmerupakan langkah akan langkah a'al a'al dari pelaksanaan teknikdari pelaksanaan teknik teknik pengendalian hayati. &egiatan eksplorasi dapat dilakukan dengan cara teknik pengendalian hayati. &egiatan eksplorasi dapat dilakukan dengan cara men

mencari cari spespesimsimen en di di laplapangangan, an, berberupa upa seraseranggngga a yanyang g diddiduga uga terterin%in%ekseksii cen

cendada'a'an n enentotomomopapatotogegen, n, dadan n seseranrangggga a yayang ng sesehahat t (t(tididak ak teterinrin%ek%eksisi cen

cenda'da'an$an$, , bagbagian ian tantanamaaman n (da(daun,un,akaakar,r,batbatangang$ $ dan dan tantanah ah di di seksekelilelilinging tanaman ()eyling, *.+., !""$.

tanaman ()eyling, *.+., !""$. 1

1.!.! uujujuanan

ujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut : ujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut : a. -ntuk mengetahui cara eksplorasi agens hayati a. -ntuk mengetahui cara eksplorasi agens hayati  b. -ntuk mengetahui hasil eksplorasi agens hayati  b. -ntuk mengetahui hasil eksplorasi agens hayati

c. -ntuk mengetahui man%aat eksplorasi agens hayati c. -ntuk mengetahui man%aat eksplorasi agens hayati

(3)

1. )an%aat

)an%aat dari praktikum ini kita dapat mengetahui cara eksplorasi, mendapatkan hasil eksplorasi dan dapat mengetahui man%aat eksplorasi agens hayati.

(4)

II. TINJAUAN PUSTAKA

!.1 /ksplorasi 0gens Hayati

!.1.1 Pengertian /ksplorasi 0gens Hayati

 /ksplorasi merupakan langkah a'al dari pelaksanaan teknikteknik 

 pengendalian hayati. &egiatan ini didasarkan atas %enomena alam bah'a ada hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara 2P dan musuh alaminya, jika ada tekanan pada lingkungan yang ekstrem tentunya keberadaan musuh alami akan terguncang ()eyling, *.+., !""$.

!.1.! )acam macam )etode /ksplorasi 0gens Hayati !.! 3amur /ntomopatogen

!.!.1 Pengertian 3amur /ntomopatogen

3amur yang memiliki kemampuan untuk mengin%eksi dan menyebabkan penyakit pada serangga hama dikenal sebagai jamur  entomopatogen (-ntung, 144$.

!.!.! )acam macam 3amur /ntomopatogen 5 6ambar  a. Metharizium anisopliae

7enda'an  Metarhizium anisopliae, misalnya, diketahui dapat mengin%eksi beberapa jenis serangga dari ordo 7oleoptera, Lepidoptera, Homoptera, Hemiptera, dan 8soptera. (Lee dan Hou 14#49 omero et al. 1449 Lu; et al. 144#9 &anga et al. !""9 <track !""$. *amun M. anisopliae paling e%ekti% bila digunakan untuk mengendalikan hama dari ordo 8soptera (<track !""$. Hal ini karena adanya hubungan perilaku antara serangga inang dengan kee%ekti%an cenda'an entomopatogen.

&ecoa yang terserang M. anisopliae b. Verticillium lecanii

Diisolasi dari 'alang sangit (Leptocori;a acuta$ e%ekti%  terhadap hama pengisap polong kedelai iptortus linearis (Prayogo

(5)

!""=$ dengan menyebabkan mortalitas yang cukup tinggi dan biji yang rusak relati% rendah. 7enda'an +. lecanii juga dapat mengkolonisasi telur . linearis sehingga banyak telur yang tidak  menetas (Prayogo !""=9 Prayogo et al. !""=$.

c. Beauveria bassiana

)ampu mengin%eksi beberapa jenis serangga hama, terutama dari ordo Lepidoptera, Hemiptera, Homoptera, dan 7oleoptera (+arela dan )orales 144>9 Hardaningsih dan Prayogo !""19 Prayogo et al. !""!b$. *amun, cenda'an tersebut lebih e%ekti% mengendalikan hama dari ordo 7oleoptera (+arela dan )orales 144>$.

Belalang terkena B. basiana !.!. )ekanisme 8n%eksi 3amur /ntomopatogen

8n%eksi jamur entomopatogen pada serangga terjadi akibat adanya kontak konidia (konidiospora$ secara pasi% dengan bantuan angin. &onidia menetrasi kutikula serangga dengan bantuan en;im pengurai (Bateman et al. 1449 Bateman et al. 1449 ?eron 14#19 <tarnes et al . 144$. /n;im tersebut antara lain kitinase, lipase, amilase, protease, serta

(6)

racun dari golongan dekstruksin dan mikotoksin yang menghambat energi dan protein. 0kibat gangguan toksin tersebut gerakan serangga menjadi lambat, perilaku tidak tenang, kejangkejang dan akhirnya mati. <etelah serangga mati, jamur mebentuk klamidiospor di dalam tubuh serangga (anada dan &aya 1449 Lee dan Hou 14#49 ?reimoser et al. !""$. Patogen serangga mempunyai perilaku spesi%ik di udara, air, dan yang lain. <pora bakteri, proto;oa, dan mikrosporidia selalu cepat berada di ba'ah suspensi air. 0kan tetapi spora cenda'an yang sangat kecil dan ringan akan terba'a angin. &arakeristik spesi%ik dari stadia in%ekti%   patogen dipengaruhi oleh bagaimana patogen itu kontak dan mengin%eksi

inangnya. 8n%eksi jamur entomopathogen dapat terjadi melalui sistem  perna%asan serangga dan celah antara segmen tubuh dan bagian cauda (ekor$ serangga (7larson dan 7harnley 144>9 Butt et al. 144=$. Dari dalam tubuh serangga tumbuh hi%a yang menyebar melalui haemocoel (?le@ner et al. 14#>$. &emampuan stadia in%ekti% patogen untuk surAiAe di luar inangnya adalah %aktor utama dalam pengembangan mikrobial insektisida. Bioinsektisida tidak toksik bagi manusia dan Aertebarta lainnya

(7)

III. METODOLOGI

888.10lat  Bahan

a. /ksplorasi 3amur /ntomopatogen dengan )etode -mpan <erangga ( Insect   Bait Method $

0lat :

1. Cadahtoples : sebagai 'adah serangga !. 7a'an petri : sebagai tempat media . Pinset : sebagai p

=. &ain kasa : sebagai penutup

E. imbangan : untuk menimpang sampel >. 0yakan >"" mesh : untuk mengayak tanah . Bunsen : untuk sterilisasi

#. 2bjek glass : untuk pengamatan 4. 7oAer glass : untuk pengamatan

1". &amera : untuk mendokumentasikan

11. 0lat tulis : untuk mencatat hasil pengamatan Bahan:

1. <ampel tanah : sebagai sampel pengamatan

!. -lat hongkong instar  : sebagai spesimen metode umpan serangga . 0Fuades steril : untuk sterilisasi

=. 0lkohol "G : untuk sterilisasi

E. *a27l 1G : untuk membersihkan dari kotoran >. )edia PD0 : sebagai media tumbuh jamur   b. 8solasi Bakteri dan 3amur dengan )etode Dilution Plate

0lat :

1. )ikrotube 1,E ml : untuk 'adah

!. )ikropipet : untuk mengambil larutan . ip : untuk 'adah

=. abung reaksi : untuk tempat pengenceran E. imbangan analitik : untuk menimbang sampel >. Laminar air %lo' cabinet : untuk sterilisasi

. Bunsen : untuk sterilisasi alat #. 0lkohol "G : untuk sterilisasi Bahan

1. <ampel tanah : untuk spesimen yang diamati !. 0Fuades steril : untuk pelarut tanah

(8)

. *utrient agar : untuk media isolat bakteri =. Potato de@trose agar (pda$: untuk media isolat jamur  c. Puri%ikasi Bakteri dan 3amur 

 0lat :

1. 2se : untuk mengambil koloni jamur, bakteri !. 0lkohol "G : untuk sterilisasi

.  Laminar Air Flow Cabinet : untuk tempat sterilisasi =. Bunsen : untuk sterilisasi alat Bahan

1. )edia pertumbuhan : sebagai media tumbuh jamur dan bakteri  *0 dan PD0

!. Hasil isolasi : untuk puri%ikasi jamur dan bakteri 888.! Langkah &erja

 III.2.1 )etode -mpan <erangga

)enyiapkan alat dan bahan. <ampel tanah dibersihkan dari perakaran tanaman dan diayak dengan ayakan >"" mesh. )enimbang sampel tanah sebanyak "" gr. <ampel tanah dimasukkan ke dalam 'adah .anah dilembabkan dengan aFuades steril. <ebanyak 1" ekor ulat hongkong instar   dimasukkan ke dalam 'adah yang berisi tanah. Cadah ditutup dengan  potongan kain kasa dan disimpan ditempat gelap. 0mati selama 1 minggu.  III.2.2 )etode illlution !late

)enimbang tanah sampel yang akan digunakan sebanyak 1 gram dengan menggunakan timbangan analitik. Dalam melaksanakan semua kegiatan pengenceran dilakukan pada kondisi aseptis dimana tangan, alat dan lingkungan harus bebas dan telah disemprot dengan menggunakan alkohol "G. &egiatan dilution plate dilakukan di dalam L0?7. )emasukkan 1 gram tanah ke dalam mikrotube yang berisi aFuades steril sebanyak 1""" l dan dihomogenkan. <etelah itu, digunakan metode dilution plate 1"dengan menggunakan mikrotube untuk mendapatkan

 bakteri patogen serangga dan 1" untuk mendapatkan jamur patogen

serangga. &emudian hasil larutan yang telah homogen diambil dengan menggunakan mikropipet sebanyak ",1 ml ke dalam tabung reaksi yang  berisi aFuades steril sebanyak 4 ml dan seterusnya hingga pada tabung

reaksi yang ketujuh untuk bakteri dan ketiga untuk jamur. Dari larutan  pengenceran yang ketujuh, dilakukan penanaman bakteri dengan memasukkan larutan tersebut sebanyak 1 ml ke dalam media *0 (*atrium

(9)

0gar$ dan pada tabung ketiga diambil 1 ml dan ditanam pada media PD0 (Potato De@trose 0gar$. <etelah kolonikoloni petogen serangga tumbuh tumbuh, maka dilakukan puri%ikasi menggunakan jarum ose untuk  mendapatkan satu spesies atogen serangga. Pada tahap terakhir dilakukan identi%ikasi patogen serangga sesuai karakteristik.

 III.2." 8solasi 3amur /ntomopatogen

)engambil larAa yang terin%eksi oleh jamur entomopatogen. LarAa disterilisasi menggunakan *a27l 1G selama  menit. Dibilas dengan aFuades steril sebanyak  kali, lalu dikeringkan diatas tissue steril. LarAa diisolasi pada media PD0. Diinkubasi selama  hari. Puri%ikasi untuk  memperoleh biakan murni.

 III.2.# Puri%ikasi 3amur /ntomopatogen

)enyiapkan alat dan bahan untuk puri%ikasi jamur entomopatogen. 0mbil koloni pada media isolat dengan menggunakan jarum ose. &emudian  pindahkan pada media yang baru untuk hasil puri%ikasi nanti. 0mati selama

 hari.

 III.2.$ 8denti%ikasi 3amur /ntomopatogen

)enyiapkan biakan jamur entomopatogen. )engambil sedikit media dan diletakkan diatas objek glass. )engambil konidia jamur entomopatogen dan diletakkan diatas media pada objek glass dengan jarum ose. )enutup dengan coAer glass. )asukkan dalam ca'an petri yang berisi tissue yang sudah dilembabkan. 8nkubasi selama  hari. 0mati dengan menggunakan mikroskop

(10)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

8+.1 7iri )akroskopis 3amur yang didapatkan (6ambar Dokumentasi 5 Bandingkan dengan literatur $

6ambar 1. Dokumentasi sampel 1 6ambar !. Metarhizium (ri;elia,!"1E$ Pada sampel 1 ini tanah yang digunakan yaitu tanah organik pada lahan  jagung di desa emas Batu. Pada sampel ini didapatkan hasil tenebrio yang  berhasil terparasiti oleh jamur entomopatogen. 0dapun ciri makroskopis yang terlihat yaitu pada koloni jamur ber'arna putih kekuningan, eleAasi raised dengan bentuk irregular, batas %ili%orm yang opacity agak transparan dengan ukuran diameter = cm serta permukaan yang halus. )enurut ri;elia (!"1E$  bah'a koloni isolat  Metarhizium dengan 'arna kuning kehijauan dan putih

kekuningan. Hasil ini sesuai dengan literatur.

6ambar . Dokumentasi sampel ! 6ambar =. Fusarium sp (Iulianto,!"1E$ Pada sampel ! lahan organik tanaman 'ortel, tenebrio ditemukan hasil  jamur yaitu dengan ciri eleAasi raised ber'arna putih, bentuk %ilamentous,  batar %ili%orm dan opasity yang tidak ber'arna serta permukaan halus. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bah'a jamur ini yaitu Fusarium sp. Hal ini sesuai dengan <astrahidayat (14#4$, jamur yang ditumbuhkan pada medium PD0 mulamula miselium ber'arna putih, semakin tua 'arna

(11)

menjadi krem atau kuning pucat, dalam keadaan tertentu ber'arna merah muda agak ungu dengan miselium bersekat dan membentuk percabangan.

6ambar E. Dokumentasi sampel 

Pada sampel  tanah lahan organik tanaman sa'i diketahui hasil dari tenebrio dengan ciri makroskopis yaitu 'arna koloni putih, bentuk irreguler,  batas %ili%orm eleAasi raised opacity tidak transparan dengan permukaan yang

halus. Berdasarkan ciri ini masih belum diketahui jenis jamur yang ditemukan.

6ambar >. Dokumentasi <ampel = 6ambar . &enampakan makroskopis 6usna'aty, et al. (!"1=$

Pada sampel = tanah lahan organik tomat diketahui hasil pengamatan makroskopis dari jamur ini yaitu eleAasi raised, bentuk irregular, batas undulate, 'arna kuning, ukuran 1,E cm, opacity agak transparan, dan  permukaan halus. 0kan tetapi dalam hasil ini belum diketahui jamur yang

(12)

8+.! 7iri )ikroskopis 3amur yang didapatkan (6ambar Dokumentasi 5 Bandingkan dengan literatur$

6ambar #. Dokumentasi sampel 1 6ambar 4. Metarhizium (ri;elia, !"1E$ Pada sampel 1 ini diketahui hasil pengamatan mikroskopis berupa konidia yang bentuk rantai, bentunya panjang oAoid. Dari pengamatan miroskopis jamur ini adalah  Metarhizium anisopliae. )enurut Barnett dan Hunter (144#$ dan, Bischo%% et al (!"">$, dan <helton (!"1"$. )ereka mengemukakan bah'a hi%a somatik kelihatan putih, tetapi bila massa konidia telah matang maka nampak 'arna hijau ;aitun konidio%or hialin, bercabang9  phialidephialide bisa secara tunggal, berpasangan, atau aluralur berputar9

konidia di produksi dalam bentuk rantai, berbentuk oAoid panjang, bersel satu, hialin atau agak ber'arna.

6ambar 1" Dokumentasi hasil 6ambar 11. &enampakan )ikroskopis 6usna'aty, et al. (!"1=$ Pada <ampel ! diketahui hasil pengamatan mikroskopis berupa hi%a hialin memanjang dan tidak bersekat. &onidio%or yang dibentuk bercabang menyerupai piramida. erdapat %ialin yang tebal dan pendek jadi jamur ini disimpulkan mirip dengan %richoderma sp. )enurut 6usna'aty, et al. (!"1=$ karakterisasi secara mikroskopis yakni bentuk konidio%or, %ialid dan konidia

(13)

6ambar 1!. Dokumentasi hasil 6ambar 1. &enampakan

makrokodia dan mikrokonidia  Fusarium sp (?adly,!"1=$

Pada sampel  diketahui hasil pengamatan berupa berbentuk sabit,  bentuk basil mikrokonidia pada jamur ini berbentuk agak bulat pendek.

sehingga dapat dikatakan jamur ini adalah Fusarium sp. )ikrokonidia terlihat  pendek cenderung agak bulat atau meruncing pada setiap akhir. 0pikal  berbentuk sel pendek pada beberapa isolat (Burgess et al.&14#4$. )enurut <emangun (!"">$ bah'a makrokonidia terlihat panjang, berbentuk seperti sabit dan biasanya memiliki tiga sampai empat septa, mikrokonidia agak bulat atau meruncing pada setiap akhir.

6ambar 1=. Dokumentasi Hasil 6ambar 1E. &enampakan mikroskopis (ri;elia, !"1E$

Pada sampel = diketahui hasil pengamatan mikroskopis yaitu Hi%a memanjang dan tidak bersekat. 3amur ini mirip dengan penampakan mikroskopis dari DiAisi 7hytridiomycota yang perkembangbiakan aseksualnya dengan motile spora dan seksualnya sporangiospora. )enurut ri;elia (!"1E$, &onidio%or cenda'an berbentuk tegak dan tunggal dengan

(14)

ujung konidio%or yang meruncing. Pada ujung konidio%or terdapat konidia yang berbentuk bulat,bersel satu dan ber'arna hialin.

6ambar 1>. Dokumentasi Hasil 6ambar 1. &enampakan mikroskopis (0hmad, !""#$

Pada hasil dilution plate diketahui yaitu 3amur ini memiliki hi%a yang memanjang dan bersekat. Pada pengamatan mikroskopis tampak banyak  spora disekitar hi%a. 7iriciri dari jamur seperti itu adalah Beauveria bassiana. )enurut ri;elia (!"1E$, &onidio%or cenda'an berbentuk tegak dan tunggal dengan ujung konidio%or yang meruncing. Pada ujung konidio%or terdapat konidia yang berbentuk bulat,bersel satu dan ber'arna hialin.

8+. Peran Penting 3amur yang didapat (Bandingkan dengan literatur$

3amur  Metarhizium& Beuvaria&  dan %ricoderma memiliki peran yang  berman%aat yaitu sebagi agen hayati pengendali serangga. )enurut Ianti (!"1$, 3amur entomopatogen  Metarhizium anisopliae dikenal sebagai agen hayati pengendali serangga hama, karena jamur ini memiliki spektrum  pengendalian yang sangat luas dapat mengin%eksi beberapa jenis serangga seperti <capteriscus sp., semut api, <alenopsis inAicta, 2ryctes rhinocerus, Phyllophaga sp., dan 7etana nitida. )enurut ri;elia (!"1E$, 7enda'an %richoderma sp. merupakan mikroorganisme tanah bersi%at sapro%it yang secara alami menyerang cenda'an patogen dan bersi%at menguntungkan bagi tanaman. 7enda'an %richoderma sp. merupakan salah satu jenis cenda'an yang banyak dijumpai hampir pada semua jenis tanah dan pada berbagai habitat yang merupakan salah satu jenis cenda'an yang dapat diman%aatkan sebagai agens hayati pengendali patogen tanah. 7enda'an ini dapat  berkembang biak dengan cepat pada daerah perakaran tanaman.

(15)
(16)

V.PENUTUP

+.1 &esimpulan

Dalam praktikum eksplorasi agens hayati ini sampel tanah yang digunakan yaitu pada lahan organik 'ortel, jagung, sa'i dan tomat. Dari  beberapa sampel tanah ini ditemukan jamur yang berbedabeda. Pada sampel 1 jamur  Metarhizium& sampel ! %ricoderma sp. pada sampel  Fusarium sp dan pada sampel = adalah jamur Beuvaria. Peranan dari jamur ini yaitu sebagi agen hayati pengendali.

(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

DAFTAR PUSTAKA

Barnett. 14>". 8lustrated 6enera 2% 8mper%ecty ?ungi.<econd /dition. Burgess Publishing 7ompany. !=1 hlm

Burgess, L.C., *elson, P./.  <ummerell, B.0. (14#4b$. +ariability and stabilyty o% morphological characters in  Fusarium o'(sporum. M(colo)ia #1 : #1##!!.

?adly, )uhammad. !"1=. 8nsidensi Penyakit Layu ?usarium pada anaman omat ( L(copersicum esculentum )ill$ di &ecamatan Lango'an Barat. )anado: 3urusan Hama dan Penyakit umbuhan ?akultas Pertanian -niAersitas <0) atulangi.

6usna'aty et al., !"1=. &arakterisasi )or%ologi %ichoderma spp. 8ndigenus <ula'esi enggara. 3urnal 0groteknos. +ol =. *o !. Hal #4.

Ha'ks'orth DL, <utton B7, 0ins'orth 67. 14#. Dictionary o% he ?ungi. /ngland: 7ommon'ealth )ycological 8nstitute.

Luangsaard et al. !"">. %he Collection& Isolation& and %a'onom( o* Invertebrate+  !hato)enic Fun)i JCorkshop )anualK Pathum hani: *<D.

)eyling, *icolai + dan /ilenberg 3orgen. !"". /cology o% he /ntomopathogenic ?ungi BeauAeria bassiana and )etarhi;ium anisopliae in emperate 0groecosystem: Potential %or 7onserAation Biological 7ontrol. 3ournal 2% Biological 7ontrol. =: 1=E1EE.

Prayogo I. !"">. -paya mempertahankan kee%ekti%an cenda'an entomopatogen untuk mengendalikan hama tanaman pangan. 3. Litbang Pertanian !E: =E=

<astrahidayat, 8. . 14#>. 8lmu Penyakit umbuhan. -saha *asional.<urabaya. ri;elia et al., !"1E. &eanekaragaman cenda'an entomopatogen pada rhi;ps%er 

 berbagai tanaman sayuran. P2< </) *0< )0<I B82D8+ 8*D2*. +ol 1. *o E. Hal 44#1""=.

-ntung, &. (144$. Pengantar Pengelolaan Hama erpadu. Iogyakarta: 6adjah )ada -niAersity Press

(23)

Ianti,8tat. !"1. Pengaruh 3amur /ntomopatogen  Metarhizium Anisopliae erhadap )ortalitas <erangga Penyerbuk %ri)ona ,p. Bandung : -niAersitas 8slam <unan 6unung Djati Bandung.

Referensi

Dokumen terkait