DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL DALAM ………... i
PRASYARAT GELAR ………... ii
LEMBAR PERSETUJUAN ………... iii
PENETAPAN PANITIA PENGUJI ………...….. iv
UCAPAN TERIMA KASIH ………...………. v
ABSTRAK ……… viii
ABSTRAC ……… ix
RINGKASAN ………... x
DAFTAR ISI ………... xiii
DAFTAR TABEL ……….... xvi
DAFTAR GAMBAR ……….... xvii
BAB I PENDAHULUAN ……… 1 1.1 Latar Belakang ……….. 1 1.2 Rumusan Masalah ………. 6 1.3 Tujuan Penelitian ……….. 7 1.3.1 Tujuan Umum ………. 7 1.3.2 Tujuan Khusus ………. 7 1.4 Manfaat Penelitian ……… 8 1.4.1 Manfaat Teoritis ……….. 8 1.4.2 Manfaat Praktis ………... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN ……….. 10
2.1 Tinjauan Pustaka ………... 10
2.2 Konsep ……….. 14
2.2.2 Industri Kreatif ……… 16
2.2.3 Pariwisata Budaya ………... 17
2.2.4 Spa Tradisional ……… 18
2.3 Landasan Teori ……….. 18
2.3.1 Teori Persepsi ……….. 19
2.3.2 Teori Pariwisata Berkelanjutan ………... 22
2.4 Model Penelitian ………... 23
BAB III METODE PENELITIAN ……….. 25
3.1 Rancangan Penelitian ……… 25
3.2 Pendekatan Penelitian ………... 25
3.3 Lokasi Penelitian ………... 26
3.4 Instrumen Pengumpulan Data ………... 27
3.5 Jenis dan Sumber Data ……….. 28
3.5.1 Jenis Data ……… 29
3.5.2 Sumber Data ……… 29
3.6 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ……… 30
3.6.1 Teknik Observasi ………. 30
3.6.2 Teknik Wawancara ……….. 31
3.6.3 Teknik Dokumentasi ………... 32
3.7 Teknik Analisis Data ………. 32
3.8 Teknik Penyajian Hasil Analisis ………... 33
BAB IV GAMBARAN UMUM UTAMA SPICE NATURAL AROMATHERAPY ………. 34
4.1 Gambaran Umum ……….. 34
4.2 Sejarah Umum Spice Natural Aromatherapy ……… 34
4.3 Fasilitas Produksi ……….. 36
4.4 Tim Utama Spice Natural Aromatherapy ………. 37
4.5 Misi dan Visi Utama Spice Natural Aromatherapy ………….. 38
BAB V JENIS-JENIS PRODUK DAN KREATIVITAS UTAMA SPICE
NATURAL AROMATHERAPY ………. 41
5.1 Produk Utama Spice Natural Aromatherapy 1989-1990 …….. 41
5.2 Produk Utama Spice Natural Aromatherapy 2000-Sekarang ... 46
BAB VI PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PRODUK AROMATHERAPY UTAMA SPICE NATURAL AROMATHERAPY YANG MEMANFAATKAN BAHAN REMPAH TRADISIONAL ……….. 61
6.1 Gambaran Umum Responden ………... 61
6.2 Persepsi Responden Terhadap Produk Utama Spice Natural Aromatherapy ……… 73
BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ……….. 76
7.1 Simpulan ………... 76
7.2 Saran ……….. 78
DAFTAR PUSTAKA ………... 79
ABSTRAK
PERKEMBANGAN PRODUK DAN PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PRODUK AROMATERAPI ‘UTAMA SPICE NATURAL
AROMATHERAPY’ DI PENGOSEKAN UBUD,BALI
Penelitian ini menganalisis produk usaha aromaterapi sebagai salah satu industri kreatif diyakini berkorelasi positif dengan pengembangan pariwisata karena melalui produk usaha aromaterapi rempah-rempah tradisional diperkenalkan kepada wisatawan nusantara dan mancanegara.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menerapkan teori persepsi dan teori pariwisata berkelanjutan serta beberapa teori pendukung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis produk, pemanfaatan jenis rempah-rempah pada produk, dan persepsi wisatawan terhadap produk aromaterapi Utama Spice Aromatherapy.
Metode observasi diterapkan dalam penelitian ini yang diawali dengan survei awal ke objek peneliti yang berada di daerah Sanur. Pengumpulan data penelitian ini melalui penyebaran 25 kuesioner yang diisi oleh pelanggan perusahaan tersebut. Analisis data berdasar pada teori persepsi dan teori pariwisata berkelanjutan. Hasil analisis data dipresentasikan secara deskriptif naratif dan juga dalam bentuk tabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis produk aromaterapi Utama Spice Aromateraphy sangat beragam mulai dari perawatan untuk rambut, wajah, dan tubuh seperti: pelembab, lulur, masker, dan minyak alami. Persepsi wisatawan terhadap produk aromaterapi Utama Spice Aromateraphy cukup baik dan diminati oleh konsumen dalam hal ini wisatawan karena produk yang berbahan dasar alam yang berkualitas sehingga aman digunakan.
ABSTRACT
PRODUCT DEVELOPMENT AND TOURISTS PERCEPTION OF AROMATHERAPY PRODUCTS “UTAMA SPICE NATURAL
AROMATHERAPY” AT PENGOSEKAN UBUD,BALI
This study analyzes the aromatherapy business products as one of the creative industries is believed to be positively correlated with the development of tourism as through business products aromatherapy traditional spices introduced to domestic and foreign tourists.
This is a qualitative study which apply the theory of perception and the theory of sustainable tourism and some other supporting theories. The objectives of the study are to identify the type of product, the function of traditional spices used in the products, and the tourists’ perception of the products. Observation method is applied in this study that begins with the initial survey to Utama Spice Aromatherapy located at Sanur. The data is collected through the distribution of 25 questionnaires filled out by the company's customers. Data analysis is based on the theory of perception and theory of sustainable tourism. The results of the data analysis is presented in descriptive narrative and also in table form.
The results showed that different types of aromatherapy products Utama Spice Aromatherapy very diverse ranging from treatments for hair, face and body such as: moisturizers, scrubs, masks, and natural oils. The tourists' perception of aromatherapy products Utama Spice Aromatherapy demand by consumers due to the quality of the products are made of qualified traditional and natural spiceswhich make the products are safe to be consumed.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pariwisata berbasis industri dan ekonomi kreatif adalah jenis pariwisata yang memiliki dampak positif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama masyarakat yang terlibat secara langsung dalam industri pariwisata.Salah satunya adalah masyarakat perajin cenderamata. Pariwisata industri dan ekonomi kreatif ini dapat berkembang menjadi pariwisata yang berkelanjutan guna meningkatkan kreativitas perajin cenderamata dalam menghasilkan suatu produk agar bisa diterima oleh pasar baik di tingkat nasional maupun internasional.
Jenis industri pariwisata ini di samping dapat diandalkan untuk meningkatkan devisa negara juga bertujuan menambah jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara dengan harapan kebersediaan para wisatawan membelanjakan penghasilan mereka di Bali. Industri kreatif berkembang, jumlah wisatawan bertambah, nilai transaksi cenderamata meningkat diharapkan mampu memperbaiki penghasilan yang pada akhirnya memberikan dampak positif khususnya pada kesejahteraan perajin cenderamata dan masyarakat secara umum.
Pulau Bali merupakan salah satu destinasi andalan pariwisata Indonesiadiharapkan dapat meningkatkan devisa negara melalui industri kreatif dengan kreativitas perajin cenderamata berbasis budaya yang berkolerasi dengan ekonomi kreatif dan industri kreatif, sebagaimana telah disebutkan salah satunya
berupa kerajinan cenderamata. Kerajinan yang dapat dijadikan cenderamata seperti aneka macam produk perawatan tubuh dari usaha aromaterapi yang menggunakan bahan dasar rempah-rempah (sabun, lulur, masker, minyak, dan sebagainya), kipas (kain, kayu, bahan daur ulang), perhiasan (emas, perak, kuningan, tembaga), kerajinan berbahan kayu (patung, furniture), lukisan, kain (songket, endek, batik) serta produk kreativitas lainnya.
Dalam buku yang berjudul Aromatherapy A Lifetime Guide to Healing with Essential Oils, Cooksley (1996: 3-4) menyatakan:
“Aromatheraphy is more thoroughly defined as the skilled and controlled use of essential oils for physical and emotional health and wellbeing. Science is now confirming what has been known for centuries: essential oils have healing properties on both physical and emotional levels.”
Walaupun Cooksley tidak berbicara tentang industri kreatif pernyataan Cooksley tersebut dapat digunakan sebagai acuan bahwa aromaterapi dimaknai sebagai pemanfaatan minyak esensial atau minyak atsiri untuk kesehatan tubuh secara fisik dan juga emosi karena minyak esensial mengandung zat-zat untuk penyembuhan untuk fisik dan emosi. Berkenaan dengan fakta yang ada pada minyak atsiri yang bermanfaat untuk aromaterapi maka kandungan yang bermanfaat tersebut digunakan dalam industri aromaterapi.
Industri aromaterapi bisa dikatakan termasuk industri kreatif karena memerlukan keterampilan (skill) dan penakaran (controlled) yang sangat teliti dalam menghasilkan suatu produk yang bertujuan untuk peningkatan kualitas kesehatan, perawatan serta relaksasi pikiran dan raga. Keterampilan dan ketelitian dalam pemanfaatan dan pengolahan minyak esensial yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan tentu juga membutuhkan kreativitas agar mampu menghasilkan berbagai macam produk. Kreativitas yang menghasilkan beragam produk berkualitas diyakini berdampak pada perluasan pasar yang akhirnya meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan pelakunya.
United Nation Development Project (UNDP) dalam laporannya terdapat pernyataan-pernyataan seperti berikut:
”In a recent variant of creative economy thinking, some argue that the cultural and creative industries not only drive growth through the creation of value, but have also become key elements of the innovation system of theentire economy. According to this viewpoint, their primary significance stems not only from the contribution of creative industries to economic value, but also from the ways in which they stimulate the emergence of new ideas or technologies, and the processes of transformative change (UNDP, 2013: 23).” “The creative economy should be seen, therefore, “as acomplex system that derives its ‘economic value’ from the facilitation of economic evolution – a system that manufactures attention, complexity, identity and adaptation though the primary resource of creativity.”3 In this view,the cultural and creative industries are trailblazers, nurturing overarching societal dispositions which stimulate creativity and innovation, working to the benefit of all (UNDP, 2013: 23).”
Pemikiran lain yang digunakan sebagai acuan karena industri kreatif merupakan salah satu dari program unggulan pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ekonomi yang berbasis pada kreativitas bertujuan agar pelaku usaha terus melakukan inovasi sehingga produk-produk yang dihasilkan diterima oleh pasar yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan mereka yang ikut terlibat di dalamnya.
Berdasarkan beberapa pernyataan di atas dipandang tepat memilih industri aromaterapi sebagai salah satu jenis industri kreatif untuk dijadikan topik penelitian. Industri kreatif yang dipilih sebagai topik penelitian ini adalah usaha
aromaterapi yang berbahan dasar rempah-rempah tradisional (rempah-rempah yang tumbuh di Bali dan di daerah lain di Indonesia). Penelitian ini penting dilakukan karena beberapa alasan bahwa pariwisata berbasis industri dan ekonomi kreatif mendorong masyarakat meningkatkan kreativitasnya untuk menghasilkan beragam produk aromaterapi yang menggunakan bahan dasar rempah-rempah tradisional. Pemanfaatan rempah-rempah sebagai usaha yang kreatif meningkatkan nilai ekonomisnya dan juga pemertahanan budaya luluran yang dalam budaya Bali disebut maboreh.
Pemilihan usaha aromaterapi sebagai topik penelitian karena juga berkaitan dengan wisata Spa yang sangat memerlukan produk-produk aromaterapi baik sebagai pemenuhan kebutuhan utama dalam perawatan tubuh untuk kesehatan, keindahan, kecantikan, relaksasi, dan sekaligus bisa digunakan sebagai cenderamata. Aromaterapi merupakan olahan atau campuran produk dari minyak esensialdengan senyawa aromatik lainnya yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan seperti rempah-rempah, buah-buahan, berbagai jenis bunga yang bertujuan memberikan pengaruh yang positif (senang, riang, bahagia, semangat, rilek) terhadap suasana hati atau kesehatan seseorang terutama mereka yang sedang melakukan perawatan Spa. Aroma yang dikeluarkan oleh aromaterapi membuat konsumen dan juga wisatawan yang berwisata Spa dipercaya dapat memberikan efek relaksasi terhadap saraf-saraf dan otot-otot yang tegang setelah lelah beraktivitas. Di sisi lain, aromaterapi bisa digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif yang dapat menenangkan pikiran.
Produk usaha aromaterapi sebagai salah satu industri kreatif juga berkorelasi positif dengan pengembangan pariwisata karena melalui produk usaha aromaterapi rempah-rempah tradisional diperkenalkan kepada wisatawan baik nusantara ataupun mancanegara yang juga bisa digunakan sebagai cenderamata. Produk-produk tersebut yang hampir seluruhnya menggunakan bahan-bahan alami dapat dipastikan tidak menimbulkan dampak yang negatif. Oleh karena itu, produk-produk tersebut dapat digunakan oleh wisatawan itu sendiri baik untuk kesehatan, perawatan, relaksasi dan juga bisa dipasarkan ke usaha-usaha Spa di hotel, resort, vila maupun Spa yang dikelola secara mandiri. Kondisi ini dibuktikan dengan tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha aromaterapi di Bali antara lain: Utama Spice Natural Aromatherapy, Bali Tangi, Bali Alus, Bali Ratih, dan sebagainya.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus dengan memilih Utama Spice Natural Aromatherapy sebagai lokasi penelitian. Utama Spice Natural Aromateraphy sebagai salah satu usaha aromaterapi yang ada di Bali menggunakan minyak esensial, rempah-rempah, dan bahan-bahan alami lainnya sebagai bahan dasar utama dari produksinya.Tiga alasan dasar dipilihnya Utama Spice Aromatherapy adalah (1) produk-produk Utama Spice Natural Aromatherapy menggunakan bahan rempah tradisional berupa boreh guna melestarikan tradisi budaya yaitu budaya “Maboreh”; (2) bahan dasar rempah-rempah tradisional lokal digunakan secara maksimal dan 99% tidak mengandung bahan kimia; (3) untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran tentang persepsi wisatawan terhadap produk aromaterapi dalam pariwisata berbasis industri dan ekonomi kreatif.
Ditengah serbuan dan derasnya produk aromaterapi berbahan kimia, Utama Spice NaturalAromateraphy tetap mampu bertahan dengan konsep back to nature seperti dijelaskan sebelumnya. Utama Spice Natural Aromateraphy tidak pernah ragu untuk memanfaatkan bahan-bahan dari alam untuk produknya dan memiliki komitmen yang sangat tinggi serta mulia dalam memelihara lingkungan dan melestarikan budaya untuk kesejahteraan umat manusia. Kreativitas dan motivasi yang tinggi serta jalinan kerjasama yang harmonis antara pemilik usaha dan pekerja menghasilkan produk-produk yang kreatif dan inovatif sehingga diterima oleh pasar. Inilah alasan yang mendasar dipilihnya Utama Spice Natural Aromateraphy sebagai lokasi penelitian.
1.2Rumusan Masalah
Penjelasan pada latar belakang tentang dampak positif usaha aromaterapi untuk menunjang industri kreatif digunakan sebagai dasar atas dua masalah yang diformulasikan yaitu:
1. Bagaimanakah perkembangan jenis-jenis produk dan kreativitas Utama Spice Natural Aromatherapy dalam menghasilkan produk-produk kreatif bagi kemajuan pariwisata?
2. Bagaimanakah persepsi wisatawan terhadap produk aromaterapi Utama Spice Natural Aromatherapy yang memanfaatkan bahan rempah tradisional?
Pada hakikatnya, penelitian merupakan suatu aktivitas untuk mendapatkan keterangan dalam rangka memperoleh fakta dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Sesuai dengan dua rumusan masalah di atas penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis produk, pemanfaatan jenis rempah-rempah pada produk, dan mengetahui persepsi wisatawan terhadap produk usaha Utama Spice Natural Aromatherapy. Pemerolehan data penelitian yang objektif dilakukan wawancara mendalam dengan pemilik usaha Utama Spice Natural Aromatherapy dan penyebaran kuesioner untuk konsumen.
1.3.1 Tujuan Umum
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai keberadaan dan fungsi aromaterapi sebagai salah satu industri pariwisata minat khusus berbasis industri dan ekonomi kreatif yang dapat berkembang dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan di Bali.
1.3.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui perkembanganjenis-jenis produk dan kreativitas Utama Spice NaturalAromatherapy dalam menghasilkan produk-produk kreatif bagi kemajuan pariwisata.
2. Untuk mengetahui persepsi wisatawan nusantara dan mancanegara terhadap produk Utama Spice Natural Aromatherapy yang memanfaatkan bahan rempah tradisional.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis yang dijelaskan seperti di bawah ini.
1.4.1 Manfaat Teoretis
Manfaat teoretis hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara akademis dan teoretis untuk kajian pariwisata khususnya yang berkaitan dengan industri kreatif dengan penggunanaan bahan rempah-rempah tradisional nusantara dalam usaha aromaterapi.
2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian sejenis dengan topik, perspektif, dan permasalahan yang berbeda.
1.4.2 Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang produk aromaterapi sebagai salah satu produk usaha kreatif berbasis industri dan ekonomi kreatif yang mampu berkembang dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan.
2. Hasil penelitian ini menguatkan tujuan sebagai pelestarian budaya, peningkatan kesehatan, peningkatan peluang dan kesempatan kerja yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya yang terlibat secara langsung dalam industri pariwisata.
3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan produksi kepada petani rempah-rempah.