• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N NOMOR 175/PDT/2017/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N NOMOR 175/PDT/2017/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman 1 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

P U T U S A N

NOMOR 175/PDT/2017/PT.BDG.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam peradilan tingkat banding telah memberi putusan sebagai berikut dibawah ini dalam perkara antara :

NY. RINA AMALIA, pekerjaan wiraswasta, beralamat di Jalan Sidomukti No.308 D, RT.002, RW.011, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying, Kota Bandung, dalam hal ini diwakili oleh Kuasa Hukumnya YOGA INDRA, S.H., Advokat dan Konsultan Hukum beralamat kantor di Jalan Ranggamalela No.15 Bandung, berdasarkan Surat Kuasa Hukum tanggal 16 Mei 2016, selanjutnya sebagai Pembanding semula Pembantah;

Lawan :

1. H.MOCH. ADE TEJA SUKMANA, pekerjaan wiraswasta, ber alamat di Jalan Sidomukti No.308 F/L ,RT.002, RW.011, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, selanjutnya sebagai Terbanding I semula Terbantah I ;

2. PT.BANK MUAMALAT INDONESIA Tbk CABANG DAGO BANDUNG, beralamat di Jalan Ir.H.Juanda No.98 A Kota Bandung, selanjutnya sebagai Terbanding II semula Terbantah II;

3. KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) BANDUNG, beralamat di Gedung N lantai 3 Gedung Keuangan Negara, Jalan Asia Afrika No.114 Bandung, selanjutnya sebagai Terbanding III semula Turut Terbantah;

(2)

Halaman 2 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

Pengadilan Tinggi tersebut;

Membaca, Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat tanggal 11 April 2017, Nomor 175/PEN.PDT/2017/PT.BDG. tentang Penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini;

Telah membaca berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini;

TENTANG DUDUK PERKARANYA

Menimbang, bahwa Pembanding semula Pembantah dengan surat bantahannya tertangal 28 September 2015 yang telah diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 28 September 2015 , dibawah Register perkara Nomor 415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg, telah mengajukan bantahan terhadap Terbantah dan Turut Terbantah sebagai berikut :

1. Bahwa Pembantah pada awalnya adalah selaku pemilik atas sebidang

tanah seluas 672 M2 SHM No.1799 yang terletak di jalan Sidomukti No.308

RT.002, RW.011, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung ;

2. Bahwa kemudian pada bulan Agustus tahun 2004 Terbantah I membeli

sebagian tanah milik Pembantah a quo seluas 115 M2 dengan harga yang

disepakati yaitu sebesar Rp.230.000.000,00 (dua ratus tiga puluh juta rupiah) , dan bahwa terhadap tanah yang dibeli oleh Terbantah I aquo saat ini telah berdiri bangunan dan telah bersertifikat ;

3. Bahwa dari pembelian a quo sebagamana telah diuraikan pada angka 2 posita diatas, pada faktanya Terbantah-I baru membayar sebagaian saja atas transaksi a quo yaitu sebesar Rp.150.000.000,00(seratus lima puluh juta rupiah) ;

4. Bahwa yang menjadi permasalahan adalah Pembantah mengetahui perihal rumah Terbantah-I a quo akan disita/dijual melalui Pelelangan oleh Terbantah -II , yang mana Pembantah mengetahui perihal penjualan melalui lelang tersebut yaitu dari Surat Kabar/Harian Galamedia terbitan hari Kamis tanggal 17 September 2015 pada halaman 2 (dua) .Yang menjadi Pembantah khawatir yaitu apabila rumah terbantah I rumah a quo terjual dalam lelang a quo, maka Pembantah akan sangat dirugikan karena pada

(3)

Halaman 3 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

faktanya Terbantah-I belum melunasi seluruh kewajibannya atas sisa transaksi Jual Beli tanah a quo kepada Pembantah ;

5. Bahwa berdasarkan yang telah diungkapkan oleh Pembantah, maka dengan ini Pembantah mensomier kepada Terbantah-I untuk melunasi seluruh kewajibannya tersebut kepada Pembantah yaitu sebesar Rp.80.000.000,00 (delapan puluh juta rupiah) dan dalam hal ini juga Pembantah mohon agar pelaksanaan lelang atas tanah dan bangunan milik Terbantah-I a quo ditunda dan/atau dibatalkan sampai dengan Terbantah I melunasi seluruh kewajibannya kepada Pembantah ;

6. Bahwa Pembantah dalam hal ini mensomier dan menuntut kepada Terbantah-I untuk membayar kepada Pembantah atas biaya/uang

keterlambatan pelunasan transaksisebidang tanah seluas 115 M2 yang

terletak di Jl.Sidomukti Noo.308 F/L RT.002/011, kelurahan Sukaluyu,

Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, yaitu sebesar

Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) ;

7. Bahwa agar bantahan ini tidak menjadi sia-sia (illusoir) , maka Pembantah dalam hal ini memohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 A bandung melalui Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk berkenan meletakkan Sita Bersama terhadap sebidang tanah seluas

115 M2 berikut bangunan diatasnya yang terletak di Jl.Sidomukti No.308 F/L

RT.002/011 Kelutahan Sukaluyu, kecamatan Cbeunying Kaler, Kota Bandung ;

Berdasarkan yang telah Pembantah uriaikan diatas, maka dengan ini Pembantah mohon kepada Ketua Pengadilan negeri Kelas 1A bandung melalui Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk berkenan memutuskan sebagai berikut :

DALAM PROVISI :

Bahwa sebelum adanya utusan putusan yang tetap dalam perkara ini, maka Pembantah dengan ini memohon kepada Ketua Pengadilan Negeri kelas 1A Bandung melalui Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memberikan penetapan Provisi yaitu membatalkan dan/atau setidak-tidaknya menunda pelaksanaan lelang eksekusi hak tanggungan sampai dengan adanya putusan yang tetap dalam perkara ini terhadap : sebidang tanah

(4)

Halaman 4 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

F/L RT.002/011, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung ;

PRIMAIR :

1. Mengabulkan bantahan Pembantah ;

2. Menyatakan Pembantah adalah Pembantah yang benar ;

3. Menghukum terbantah-I untuk melunasi seluruh sisa transaksi Jual Beli

sebidang tanah seluas 115 M2 yaitu sebesar Rp.80.000.000,00 (delapan

puluh juta rupiah) kepada Pembantah secara tunai dan sekaligus ;

4. Menghukum terbantah –I untuk membayar kepada Pembantah secara tunai dan seketika atas uang keterlambatan pelunasan transaksi jual beli

sebidang tanah seluas 115 M2 yang terletak di Jalan Sidomukti No.308 F/L

RT.002/011, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, yaitu sebesar Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) ;

5. Memerintahkan secara hukum kepada PT.Bank Muamalat Indonesia Tbk (Terbantah II) untuk membatalkan dan atau setidaknya menunda pelaksanaan lelang eksekusi hak tanggungan terhadap agunan /jaminan milik Terbantah I samapai dengan adanya putusan yang tetap dalam perkara ini dan/atau sampai dengan Terbantah I melunasi seluruh kewajibannya kepada Pembantah ;

6. Memerintahkan secara hukum kepada Kantor pelayanan Kekayaan Negera dan Lelang Bandung (Turut Terbantah) untuk membatalkan dan atau setidak-tidaknya menunda pelaksanaan lelang eksekusi hak tanggungan terhadap agunan/jaminan milik Terbantah I sampai adanya putusan yang tetap dalam perkara ini dan/atau sampai dengan Terbantah I melunasi seluruh kewajibannya kepada Pembantah ;

7. Membebankan biaya perkara ini menurut hukum. SUBSIDAIR :

Bahwa apabila Pengadilan Negeri Bandung berpendapat lain, mohon memberikan putusan yang seadil-adilnya ( Ex aequo et bono ) ;

Menimbang, bahwa terhadap Bantahan dari Pembantah tersebut pihak Terbantah I telah mengajukan jawaban secara tertulis tertanggal 25 Januari 2015 yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa TERBANTAH I pada prinsipnya menolak semua dalil-dalil yang telah diajukan oleh PEMBANTAH dalam BANTAHANYA, kecuali terhadap hal-hal

(5)

Halaman 5 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

yang tidak disangkal atau terhadap hal-hal yang diakui secara tegas oleh TERBANTAH I.

2. Bahwa benar TERBANTAH I, semula telah membeli tanah dari

PEMBANTAH pada bulan Agustus 2004 seluas 115 M2 dengan harga Rp.

230.000.000,- (dua ratus tiga puluh juta rupiah) dan telah dibayar oleh TERBANTAH I kepada PEMBANTAH sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah).

3. Bahwa meskipun TERBANTAH I belum melunasi sebagaian harga tanah kepada PEMBANTAH yaitu sebesar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) tetapi dengan dibayarnya sebagian besar harga tanah tersebut maka hak milik atas tanah a quo telah berpindah dari PEMBANTAH kepada TERBANTAH I, hal ini diperkuat dengan suatu kenyataan bahwa atas tanah tersebut telah terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama TERBANTAH I, sehingga TERBANTAH I kemudian menjadikan tanah tersebut sebagai jaminan dalam Perjanjian Kredit dengan TERBANTAH II.

4. Bahwa sisa pembayaran tanah yang belum dilunasi, sebesar Rp.80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah), adalah merupakan hutang yang harus dibayar oleh TERBANTAH I kepada PEMBANTAH , maka dengan demikian secara hukum tidak menghalangi TERBANTAH untuk menjadikan obyek tanah a quo sebagai jaminan perjanjian kredit antara TERBANTAH I dengan TERBANTAH II.

5. Bahwa TERBANTAH I sebenarnya bukan tidak berniat melunasi sisa pembayaran tanah a quo kepada PEMBANTAH tetapi oleh karena kondisi keuangan TERBANTAH I belum memungkinkan maka pelunasan sisa pembayaran tersebut belum dapat ter realisasi.

6. Bahwa pada prinsipnya TERBANTAH I tidak keberatan apabila tanah yang dijadikan jaminan perjanjian kredit kepada TERBANTAH II dilakukan pelelangan oleh TURUT TERBANTAH, akan tetapi hal tersebut hanya bisa dilakukan apabila TERBANTAH I telah dapat melunasi sisa pembayaran atas tanah a quo kepada PEMBANTAH.

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dengan ini TERBANTAH I mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim untuk memeriksa dan selanjutnya memutus perkara ini sebagai berikut :

(6)

Halaman 6 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

2. Menghukum PEMBANTAH untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

Menimbang, bahwa terhadap bantahan dari Pembantah tersebut Terbantah II telah mengajukan Jawaban secara tertulis tertanggal 18 Januari 2016 yang pada pokoknya sebagai berikut :

I. BANTAHAN PEMBANTAH MENGANDUNG CACAT HUKUM SALAH PIHAK (ERROR IN PERSONA).

1. Bahwa dalil Pembantah angka 1,2,3,5 dan 6 dalam bantahannya mengemukakan mengenai hubungan hutang piutang antara Pembantah dengan terbantah I, yang oleh Pembantah dinyatakan karena adanya hubungan Perjanjian Jual Beli Sertipikat Hak Milik Nomor 1799 yang terletak di jalan Sidomukti No.308 RT.002/011, kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung ( “ SHM 1799 “) ;

2. Bahwa hubungan hutang piutang antara Pembantah dengan Terbantah I tidak pernah diketahui oleh atau melibatkan Terbantah I, sehingga oleh karenanya Terbantah II bukan merupakan pihak dalam hubungan hutang piutang sebagaimana di dalilkan oleh Pelawan, dengan demikian tidak terdapat dasar dan alasan bagi Pembantah untuk menjadikan terbantah II sebagai pihak dalam perkara a quo ;

3. Bahwa bantahan Pembantah yang mengikutsertakan Terbantah II sebagai pihak dalam perkara a quo tanpa ada hubungan hukum antara Terbantah I dengan Pembantah, mengakibatkan bantahan Pembantah mengandung cacat formil salah pihak (error in persona) sehingga sudah seharusnya dan sepatutnya Majelis yang memeriksa perkara a quo menyatakan bantahan Pembantah tidak dapat diterima (Niet Onvenkelijk Verkaard).

DALAM POKOK PERKARA:

1. Bahwa Terbantah II mohon terlebih dahku agar segala sesuatu yang diuraikan pada bagian eksepsi diatas, secara mutatis mutandis menjadi satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dengan pokok perkara ini.

2. Bahwa Terbantah II dengan tegas menolak seluruh posita Pembantah, kecuali terhadap hal-hal yang secara tegas diakui oleh Terbantah II dan Terbukti kebenarannya menurut hukum ;

(7)

Halaman 7 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

II. TIDAK ADA HUBUNGAN HUKUM ANTARA PEMBANTAH DENGAN TERBANTAH II.

1. Bahwa Terbantah II menolahk dengan tegas seluruh posita Pembantah,karena yang di dalilkan Pembantah itu hanya dapat diketahui kebenaran hukumnya oleh Terbantah I, sehingga Terbantah II tidakterkait dan bukan merupakan pihak dalam permasalahan hukum yang diuraikan oleh Pembantah tersebut;

2. Bahwa Terbantah II tidak pernah mengetahui dan tidak pernah ikut serta dalam perbuatan hukum hutang piutang yang diuraikan Pembantah dalam bantahnnya, .pembantah hanya mempunyai hubungan hukum dengan Terbantah I, sehingga tidak terdapat dasar dan alasan bagi pembantah untuk mengajukan tuntutan terhadap Terbantah II (vide petitum angka 2 dan 3). Hal ini juga merujuk pada pendapat ahli hukum sebagai berikut :

- Prof.Subekti, S.H., dalam bukunya hukum Perjanjian , cetakan ke XII hal.1 menyatakan “ bahwa suatu pengikatan adalah suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak lain dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu ;

- Prof.DR.Sudikno Mertokusumo, S.H. dalam bukunya Hukum Acara Perdata Indonesia, cetakan ketiga tahun Tahun 1981 halaman 32 yaitu : “ hanya kepentingan yang cukup dan layak serta mempunyai dasar hukum sajalah yang dapat diterima sebagai dasar tuntutan hak “ ;

Dari definisi pengertian dan pendapat yang diberikan oleh Prof. Subekti, S.H., dan Prof.Dr. Sudiknomertokusumo, S.H., tersebut, suatu tuntutan hanya dapat diajukan apabila terdapat hubungan hukum antara pihak yang menuntut dengan pihak yang dituntut. Karena Terbantah II bukan pihak dalam perjanjian hutang piutang dan tidak pernah mengetahui apalagi terlibat dalam Perjanjian hutang piutang antara Pembantah dengan Terbantah I, maka tidak terdapat hubungan hukum apapun antara Pembatan dengan terbantah II sebagai pihak dalam perkara a quo

3. Berdasarkan fakta hukum yang didukung dengan pendapat ahli sebagaimana diuraikan diatas, terbukti tidak ada hubungan hukum antara Pembantah dengan terbantah II, dan karenanya, demi kepastian hukum , maka bantaha Pembantah a quo haruslah ditolak untuk seluruhnya ;

(8)

Halaman 8 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

III. TERBANTAH I ADALAH NASABAH PEMBIAYAAN TERBANTAH II YANG TELAH MENYERAHKAN JAMINAN BERUPA ASET MILIK TERBANTAH I SENDIRI.

1. Bahwa Terbantah II telah memberikan fasilitas pembiayaan kepada Terbantah I untuk pembelian material renovasi, sebagaimana tertuang dalam Akta Pembiayaan Al Murabahah Nomor 10 01 tanggal 01 Desember 2011 dan Nomor 49 tanggal 11 Juni 2012, masing-masing dibuat dihadapan Gofy Handikawati, S.H., Notaris di bandung ;

2. Bahwa untukmenjamin pembayaran kembali fasilitas yang telah diterima Terbantah I, maka Terbantah I telah menerahkan Sertipikat Hak Milik No. 2010/Sekaluyu ( “ SHM 2010 “) kepada Terbantah II yang selanjutnya telah diikat dengan hal tanggungan sebagaimana sertipikat Hak Tanggungan No. 14509/2011, dan No. 445/2013 yang diterbitkan Kantor Pertanahan Kota bandung ( “ jaminan”) ;

3. Bahwa Terbantah I adalah pemilik atas objek Jaminan yang berasal dari pemisahan SHM 1799 karena Jual Beli Jual Beli sebagian oleh terbantah I dari Pembantah, sebagaimana Akta Jual Beli No.92/2004 tanggal 14 April 2014. SHM 2010 merupakan bukti kepemilikan Terbantah I sesuai ketentuan Pasal 1 angka 20 Perauran Pemerintah No.24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah ( “ PP Pendaftaran Tanah “ );

4. Bahwa sebagai pemilik maka perbuatan Twerbantah I menjaminkan SHM 2010 merupakan perbuatan yang bersesuaian dengan hak dan kewenangan sebagai pemilik atas SHM 2010 , oleh karenanya sebagaimana ketentuan Pasal 570 KUHPerdata jo Pasal 19 ayat(2) huruf C dan Pasal 25 Undang-undang No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) Jo Pasal 32 dan Pasal 37 PP Pendaftaran Tanah Jo Pasal 8 Undang-undang No.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas tanah Setta Benda-benda yang berkaitan dengan Tanah (UUHT) .

IV. PEMBANTAH MEMPUNYAI ITIKAD BURUK UNTUK MENGHAMBAT PROSES EKSEKUSI LELANG JAMINAN.

1. Bahwa apabila dicermati dengan seksama, bahwa proses jual beli yang diakui oleh Pembantah telah dilakukan pada tahun 2004, dan pada tahun

(9)

Halaman 9 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

yang sama juga telah terbit SHM 2010 atas nama Terbantah I , sejalan dengan itu berdasarkan UUPA, tindakan hukum berupa Jual Beli bersifat terang dan tunai , oleh karenanya dengan terbitnya SHM 2010 atas nama Terbantah I maka sudah cukup membuktikan bahwa proses jual beli telah selesai dan tidak ada yang tertuang ;

2. Bahwa bantahan yang diajukan Pembantah dengan mengemukakan alasan kekuarangan pembayaran harga jual beli objek Jaminan memperlihatkan dan membuktikan itikad buruk Pembantah yang membantu dan bersama-sama dengan Terbantah I mengupayakan pembatalan atau setidak-tidaknya penundaan proses eksekusi lelang jaminan quad non juka jual beli antara Pembantah dengan terbantah I belum selesai , seyogyanya pembantah mengajukan pembatalan atas bukti kepemilikan Terbantah I karena Pasal 32 ayat (2) PP Pendaftaran Tanah memberikan ruang dan waktu bagi Terbantah untuk membatalkannya, hal mana sama sekali tidak dimintakan oleh Pembantah dalam petitum bantahannya ;

3. Bahwa itikad buruk Pembantah juga terbukti dengan baru diajukan bantahan a quo setelah lewat waktu 12 (duabelas) tahun Sejak jual beli dilakukan dan ketika Terbantah II akan melakukan eksekusi objek Jaminan, padahala seyogyanya Pembantah dapat saja mengajukan tuntutan kepada Terbantah I untuk membeyarkan kekurangan harga jual beli sebagaimana petitum Pembantah angka -3 dan 4 tanpa perlu melibatkan Terbantah II dan menunda proses eksekusi lelang jaminan yang dilakukan Terbantah II ;

4. Bahwa berdasarkan penjelasan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa motif utama Pembantah memgajukan bantahan atas eksekusi lelang objek jaminan milik Terbantah I hanyalah untuk menunda lelang jaminan yang dilakukan oleh Terbantah II. Oleh karena didasarioleh itikad buruk Pembantah, maka bantahan yang diajukan Pembantah tersebut haruslah ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima oleh yang mulia majelis Hakim pemeriksa perkara a quo ;

V. TERBANTAH I TELAH WANPRESTASI DAN SEBAGAI PEMEGANG HAK TANGGUNGAN TERBANTAH II HARUS DILINDUNGI OLEH HUKUM.

(10)

Halaman 10 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

1. BAHWA FASILITAS PEMBIAYAAN Terbantah I telah jatuh tempo namun tidak ada penyelesaian dari terbantah I, sehingga Terbantah II memberikan surat peringatan hingga sommasi lelang kepadaTerbantah I I sebagai berikut :

- Surat peringatan I No.111/BMCI/C.DAGO/IV/ tanggal 27 April 2014; - Surat peringatan II No.330/BMI/C-DAGO/VII/2014 tanggal 17 Juli 2014 ; - Surat peringatan III No.379/BMI/C-DAGO/VIII/2014 tanggal 20 Agustus

2014 ;

- Surat Somasi Lelang.

2. Bahwa karena Terbantah I tidak memenuhi kewajibannya walaupun telah diperingatkan berkali-kali, maka Terbantah II telah mengajukan permohonan lelang eksekusi jaminan kepada Turut Terbantah dan mengumumkan pelaksanaan lelang diharian surat kabar dan menginformasikkannyapada Terbantah I (Surat Pemberitahuan Lelang) ;

3. Bahwa penjelasan umum UUHT telah menjelaskan pengaturan mengenai lembaga hak jaminan atas tanah yang kut dengan ciri-ciri, sebagai berikut : a. Memberikan kedudukan yang diutamakan atau mendahului kepada

pemegangnya ;

b. Selalu mengikuti obyek yang dijaminkan dalam tangan siapa pun obyek itu berada ;

c. Memenuhi asas spesialitas dan publisitas sehingga dapat mengikat pihak ketiga dan memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan;

d. Mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya ;

4. Bahwa mengingat karakter Terbantah I yang tidak baik dan hingga kolektibilitas Terbantah I menjadi macet, maka Terbantah II mengambil jalan penyelesaian pembiayaan dengan penjualan Obyek Hak Tanggungan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 6 UUHT yang menyatakan :

“Bahwa pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut apabila debitur cidera janji”.

5. Bahwa karena Terbantah I telah wanprstasi dan hak tanggungan telah diikat dengan sempurna sampai dengan diterbitkannya Sertipikat Hak

(11)

Halaman 11 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

Tanggungan No.14509/2011 dan No.445/2013, maka asas sebagaimana dalam UUHT serta dasar hukum yang telah Terbantah II sampaikan

tersebut diatas haruslah diteggakkan untuk melindungi para pemegang hak tanggungan termasuk Terbantah II, terutama dari upaya Pembantah dalam gugatan a quo ;

Berdasarkan dalil-dalil dan uraian yang telah dikemukakan diatas, Terbantah II mohon kepada Yang terhormat Majelis Hakim Pengadilan negeri Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara a quo kiranya berkenan memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

1. Mengabulkan eksepsi Terbantah II untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan gugatan Pembantah ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima ( Niet Onvenkelijk Verklaard)

DALAM POKOK PERKARA :

1. Menolak gugatan Pembantah untuk seluruhnya ;

2. Menghukum Pembantah untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.

Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Menimbang, bahwa terhadap bantahan dari Pembantah tersebut pihak Turut Terbantah telah mengajukan Jawabannya diterima tanggal 25 Januari 2015 ;

DALAM EKSEPSI: Error in Objecto :

1. Bahwa gugatan yang diajukan Pembantah adalah terkait pelaksanaan lelang atas sebidang tanah SHM No.1799 atas nama Terbantah I ;

2. Bahwa Turut Terbantah tidak pernah melaksanakan lelang atas sebidang tanah SHM No.1799 , tersebut sehingga objek gugatan Pembantah menjadi kabur ;

3. Bahwa berdasarkan hak tersebut, Turut terbantah mohon agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung yang memeriksa ddan mengadili perkara a quo untuk menolak gugatan Pembantah ;

(12)

Halaman 12 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

Eksepsi Obscuur Libel :

1. Berdasarkan literratur hukum acaraPerdata, disebutkan bahwa surat gugatan dapat dikatakan obscuur libel , didasarkan pada factor-faktor tertentu, antara lain :

a. Tidak jelasnya dasar hukum dalil gugatan ; b. Tidak jelasnya objek sengketa ;

c. Petitum gugatan tidak jelas;

d. Pertentangan antara posita dengan petitum.

2. Bahwa pada point 4 halaman 2 dalam gugatannya Pembantah mengetahui perihal penjualan melalui lelang dari surat kabar/harian Galamedia terbitan hari Kamis tanggal 17 september 2015 ;

3. Bahwa perlu Turut terbantah sampaikan, pelaksanaan lelang yang telah diumumkan melalui surat kabar Galamedia tanggal 17 september 2015 ,

adalah pelaksanaan lelang objek berupa sebidang tanah seluas 65 M2

berikut bangunan dan segala sesuatu yang berdiri diatasnya sesuai dengan SHM No.2010/Kel.Sukaluyu tercatat atas nama Mochamad Ade Tejasukmana (Terbantah I) , pada tanggal 1 Oktober 2015 ;

4. Bahwa sedangkan objek sengketa dalam bantahan ini adalah sebidang tanah seluas 672 M2 SHM No.1799 yang terletak di Jalan Sidomukti No.308 RT.002/011, Kelurahan Sukaluyu, kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung ;

5. Bahwa terdapat perbedaan nomor Sertifikat Hak Milik dan luas bidang tanah, antara objek sengketa berbeda dengan objek yang dimaksud dalam pengumuman lelang di surat kabar Harian Galamedia tanggal 17 september 2015 ;

6. Bahwa dengan demikian bantahan Pembantah tidak jelasnya objek sengketanya.hal ini menyebebkan gugatan dapat dikatakan obscuur libel , maka cukup beralasan jika Turut Terbantah mohon kepada majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk menolak atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan para Pembantah tidak dapat diterima (Niet ontvankelijk Verklaard).

DALAM POKOK PERKARA:

1. Bahwa apa yang diuraikan dalam eksepsi di atas, mohon juga dianggap telah termasuk dalam pokok perkara ini, serta turut Terbantah menolak

(13)

Halaman 13 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

dengan tegas dalil-dalil Pembantah, kecuali terhadap ada yang diakui secara tegas kebenarannya ;

2. Bahwa pada intinya gugatan tersebut berisi.

a. Para Pembantah dalam bantahannnya memohon kepada Majelis Hakim agar KPKNL Bandung (Turut Terbantah) untuk membatalkan adan atau setidak-tidaknya menunda pelaksanaan lelang eksekusi hak tanggungan milik Terbantah I ;

b. Bahwa yang menjadi objek sengketa adalah sebidang tanah seluas 672 M2

SHM No.1799 yang terletak di Jl.Sidomukti No.308 RT.002/011 Kelurahan Sukaluyu Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandungyang dibeli oleh Terbantah I dari Pembantah, namun Terbantah I belum menyelesaikan pembayaran Jual Beli tersebut ;

3. Bahwa Turut Terbantah selaku instansi pelaksana lelang belum pernah mendapat permohonan pelaksanaan eksekusi Pasal 6 Undang-undang Hak

tanggungan , atas objek sebidang tanah seluas 672 M2 SHM No.1799 yang

terletak di Jl. Sidomukti No.308 RT.002/011 Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying, Kota Bandung;

4. Bahwa benar Turut Terbantah pada tanggal 01 Oktober 2015 telah melaksanakan lelang eksekusi berdasarkan Pasal 6 UUHT atas

permohonan dari PT.Bank Muamalat Indonesia Tbk, Cabang

Dago/Terbantah II terhadap sebidang tanah seluas 65 M2 berikut bangunan

dan segala sesuatu yang berdiri diatasnya sesuai dengan SHM No. 2010/Kel.Sukaluyu tercatat atas nama Mochamad Ade Tejasukmana (Terbantah II), terletak di Sukaluyu RT. 002 RW. 11 (setempat lebih dikenal dengan Jalan Sidomukti No.308 F/L RT. 02 RW. 11, Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Wilayah Cibeunying, Kota Bandung, sesuai dengan Surat Permohonan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Nomor : 035/BC-DAGO/MEMO/VII/2015 tanggal 4 Agustus 2015 ;

5. Bahwa berdasarkan catatan SHM Nomor : 2010/Sukaluyu, bahwa SHM

Nomor : 2010/Sukaluyu luas 65 M2 merupakan pecahan dari SHM

1799/Sukaluyu ;

6. Bahwa yang menjadi objek lelang pada pengumuman di Harian Galamedia tanggal 17 september 2015 , adalah SHM No.2010/Sukaluyu yang luasnya

(14)

Halaman 14 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

65 M2, yang telah dibebankan Hak Tanggungan oleh Bank Muamalat,

dengan Sertipikat Hak Tanggungan Hak Tanggungan yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kota Bandung Nomor : 14509/2011 tanggal 27 Desember 2011 dan No. 445/2013 tanggal 18 Januari 2013 serta Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor : 76/2011 tanggal 01 Desember 2011 dan Nomor : 133/2013 tanggal 12 Juni 2012 ;

7. Bahwa dikarenakan Turut Terbantah tidak pernah melaksanakan lelang atas objek sengketa, maka dengan ini Turut Terbantah tidak akan menanggapi bantahan Pembantah untuk selebihnya.

Maka berdasarkan alasanalasan tersebut diatas, Turut terbantah mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk menjatuhkan putusan dengan amar sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI:

1. Menerima eksepsi Turut Terbantah ;

2. Menyatakan gugatan Pembantah obscuur libel ;

3. Menyatakan gugatan Pembantah tidak dapat diterima (Niet ontvankelijk Verklaard).

DALAM POKOK PERKARA : Primair.

1. Menolak gugatan gugatan Pembantah untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Pembantah tidak dapat diterima (Niet Onvankelijk Verlkaard);

2. Menghukum Pembantah untuk membayar biaya perkara yang timbul. Sekunder.

Apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung berpendapat lain, mohon keadilan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Mengutip serta memperhatikan tentang hal-hal yang tercantum dan terurai dalam turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Bandung tanggal 10 Mei 2016 Nomor 415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. yang amar selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

DALAM EKSEPSI :

- Menerima eksepsi Terbantah II dan Turut Terbantah.

(15)

Halaman 15 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

DALAM POKOK PERKARA :

- Menyatakan bantahan Pembantah tidak dapat diterima ((Niet Ontvakelijk Verklaard).

- Menghukum Pembantah untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp.1.961.000,00 (satu juta Sembilan ratus enam puluh satu ribu rupiah).

Menimbang, bahwa berdasarkan relaas pemberitahuan putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor: 415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. yang dibuat oleh Juru Sita Pengganti pada Pengadilan Negeri Bandung telah memberitahukan secara sah dan seksama kepada Turut Terbantah dan Terbantah II masing-masing pada tanggal 24 Mei 2016 dan tanggal 25 Mei 2016 tentang isi amar putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. tanggal 10 Mei 2016;

Menimbang, bahwa sesuai dengan risalah pernyataan permohonan banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Bandung, pada hari Selasa tanggal 17 Mei 2016 Pembanding semula Pembantah melalui kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan banding terhadap putusan

Pengadilan Negeri Bandung tanggal 10 Mei 2016, Nomor

415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. untuk diperiksa dan diputus dalam peradilan tingkat banding ;

Menimbang, bahwa berdasarkan relaas pemberitahuan pernyataan banding Nomor : 415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. yang dibuat oleh Juru Sita Pengganti pada Pengadilan Negeri Bandung yang menyatakan bahwa pada tanggal 3 Juni 2016 dan tanggal 7 Juni 2016 permohonan banding tersebut telah diberitahukan secara sah dan seksama masing-masing kepada Terbanding II semula Terbantah II, Terbanding III semula Turut Terbantah dan Terbanding I semula Terbantah I;

Menimbang, bahwa berdasarkan relaas pemberitahuan memeriksa berkas (inzage) perkara Nomor : 415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. yang dibuat oleh Juru Sita Pengganti pada Pengadilan Negeri Bandung, telah memberitahukan secara sah dan seksama kepada pihak Pembanding semula Penggugat melalui kuasa hukumnya pada tanggal 2 Maret 2017, kepada Terbanding II semula Terbantah II dan Terbanding III semula Turut Terbantah masing-masing pada tanggal 22 Februari 2017 dan kepada Terbanding I semula Terbantah I pada

(16)

Halaman 16 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

tanggal 7 Maret 2017, untuk mempelajari berkas perkara sebelum berkas perkara tersebut dikirim ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUMNYA

Menimbang, bahwa permohonan banding dari Pembanding semula Pembantah telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi persyaratan yang ditentukan Undang-Undang, oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim tingkat banding membaca mempelajari, meneliti dengan seksama berkas perkara dan salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Bandung, Nomor 415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. tanggal 10 Mei 2016, maka Majelis Hakim tingkat banding berpendapat bahwa pertimbangan hukum dan alasan Majelis Hakim tingkat pertama dalam putusannya sudah tepat dan benar, oleh karena itu pertimbangan dan alasan-alasan tersebut diambil alih dijadikan sebagai pertimbangan dan alasan-alasannya sendiri oleh Majelis Hakim tingkat banding dalam memutus perkara ini ditingkat banding ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 415/Pdt.Bth/2015/ PN.Bdg. tanggal 10 Mei 2016 , dapat dipertahankan dan harus dikuatkan; Menimbang, bahwa oleh karena pihak Pembanding semula Pembantah tetap berada di pihak yang dikalahkan sesuai dengan ketentuan pasal 181 HIR baik dalam pengadilan tingkat pertama maupun di tingkat banding, maka semua biaya dalam kedua tingkat pengadilan dibebankan kepadanya;

Mengingat, peraturan hukum dari Perundang-undangan yang berlaku khususnya Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman jo. Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan di Jawa Dan Madura serta KUHPerdata;

MENGADILI :

(17)

Halaman 17 dari 17 halaman putusan Nomor 175/PDT/2017/PT.BDG

2. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor

415/Pdt.Bth/2015/PN.Bdg. tanggal 10 Mei 2016 yang dimohonkan banding tersebut;

3. Menghukum Pembanding semula Pembantah untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan yang ditingkat banding ditetapkan sejumlah Rp.150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah);

Demikian diputus dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim, pada hari Selasa tanggal 25 April 2017 oleh kami Sulaiman, S.H., M.H. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jawa Barat selaku Ketua Majelis dengan Firzal Arzy, S.H., M.H. dan Tumpak Situmorang, S.H., M.H. masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut pada hari Selasa tanggal 2 Mei 2017 diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis tersebut dengan dihadiri Hakim-hakim anggota, serta dibantu oleh Saleha, Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi tersebut akan tetapi tanpa dihadiri oleh kedua belah pihak yang berperkara.

Hakim Anggota, Hakim Ketua,

ttd. ttd,

Firzal Arzy, S.H., M.H. Sulaiman, S.H., M.H.

ttd.

Tumpak Situmorang, S.H., M.H. Panitera Pengganti,

ttd. Saleha.

Perincian biaya perkara :

1. Redaksi Penetapan … Rp. 5.000,00 2. Meterai Penetapan ……Rp. 6.000,00 3. Pemberkasan ………… Rp. 139.000,00 +

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa terhadap memori banding dari Pembanding II semula Penggugat I dan Penggugat II tersebut, Terbanding/Tergugat I dan Tergugat II, Turut

Bahwa dalil Penggugat poin 7 (8?) untuk memohon sita jaminan (CB) atas tanah milik Tergugat tidak benar dan tidak beralasan hukum, karena dasar gugatan yang didalilkan

Menimbang, bahwa oleh karena objek terperkara tidak pernah disita oleh Pengadilan Tingkat Pertama maka gugatan Rekonpensi menyangkut sita jaminan atas tanah yang menjadi

Bukti P2 tersebut dinilai tidak mendukung dalil gugatan Penggugat II yang mendalilkan objek sengketa II berasal dari Hak Ulayat, akan tetapi tidak jelas masyarakat Hukum Adat

eksekusi, apabila pihak yang kalah tidak mau secara sukarela menyerahkan objek sengketa kepada pihak yang memang dalam suatu perkara oleh karena itu objek sengketa

Bahwa, berdasarkan hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Gugatan dari PENGGUGAT KONPENSI sangat tidak berdasar dan mengada-ada serta terkesan untuk lari dari

Menimbang, bahwa dari pertimbangan tersebut diatas, terdapat perbedaan objek sengketa, sehingga apa yang dimaksud dalam dalil gugatan para Penggugat tidak dapat dibantah

1) Bahwa berdasarkan putusan Judex Factie tingkat pertama No.78/Pdt.G/2014/PN.Bdg, maka Turut Terbanding berpendapat bahwa Pembanding telah melakukan perbuatan