• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI SUSPENSI BOGIE NT 11 (K5) PADA GERBONG KERETA API

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI SUSPENSI BOGIE NT 11 (K5) PADA GERBONG KERETA API"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

“ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI SUSPENSI

“ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI SUSPENSI BOGIE

BOGIE

 NT 11 (K5) PA

 NT 11 (K5) PADA GERBONG KERETA API”

DA GERBONG KERETA API”

Disusun oleh:

Disusun oleh:

 Nama

 Nama

: Andar

: Andar Kusuma

Kusuma Zulyanto

Zulyanto

 NPM

 NPM

: (3331090619)

: (3331090619)

JJu

urru

ussaan

n

:

: T

Teek

kn

niik

k M

Meessiin

n

D

Do

osseen

n

:

: D

DR

R,

, N

Ni

i K

Keettu

ut

t C

Caattu

urrw

waattii,

, S

ST

T..,

, M

MT

T

JURUS

JURUSAN MES

AN MESIN -

IN - FAKU

FAKULTAS TEKN

LTAS TEKNIK 

IK 

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

CILEGON-BANTEN

CILEGON-BANTEN

2012

2012

(2)

ABSTRAK 

ABSTRAK 

Dalam perkembangannya ada beberapa jenis konstruksi suspensi kereta api Dalam perkembangannya ada beberapa jenis konstruksi suspensi kereta api atau disebut

atau disebut boogieboogie kenyamanan penumpang dan keselamatan kereta banyak kenyamanan penumpang dan keselamatan kereta banyak  dipengaruhi oleh konstruksi suspensi baik pada gerbong maupun lokomotif. Pada dipengaruhi oleh konstruksi suspensi baik pada gerbong maupun lokomotif. Pada dasarnya suspensi kereta dapat menggunakan suspensi berupa pegas keong maupun dasarnya suspensi kereta dapat menggunakan suspensi berupa pegas keong maupun  pegas

 pegas daun, ada beberapa jenis boogie yang banydaun, ada beberapa jenis boogie yang banyak digunakan, yaitu:ak digunakan, yaitu:

1) Bogie Pennsylvania (K2) 1) Bogie Pennsylvania (K2) 2) Bogie Cradle (K3)

2) Bogie Cradle (K3)

3) Bogie SIG atau NT.504 (K4) 3) Bogie SIG atau NT.504 (K4) 4. Bogie NT 11 (K5) 4. Bogie NT 11 (K5) 5. Bogie Ferrostahl (K6) 5. Bogie Ferrostahl (K6) 6. Bogie Gorlitz (K7) 6. Bogie Gorlitz (K7) 7. Bogie NT 60 (K8) 7. Bogie NT 60 (K8) 8. Bogie Bolsterless (K9) 8. Bogie Bolsterless (K9)

Boogie NT11 (K5), adalah boogie yang paling banyak digunakan oleh kereta Boogie NT11 (K5), adalah boogie yang paling banyak digunakan oleh kereta api di

api di indonesia, hal ini yang indonesia, hal ini yang menarik penulis untuk menarik penulis untuk nelakukan penelitian mengenainelakukan penelitian mengenai kostruksi suspensi dari boogie tersebut. Karena tentu PT KAI, sebagai operator  kostruksi suspensi dari boogie tersebut. Karena tentu PT KAI, sebagai operator  tunggal kereta api di Indonesia, memiliki alasan mengapa lebih banyak armada tunggal kereta api di Indonesia, memiliki alasan mengapa lebih banyak armada kereta yang me

kereta yang menggunggunakannakan boogboogie tipe ini.ie tipe ini. Tentu konTentu konstrukstruksi boogie harsi boogie harus memenuhus memenuhii  persyaratan

 persyaratan kelayakan kelayakan dan dan keamanan, keamanan, yang yang meliputi meliputi kekuatan kekuatan konstruksi, konstruksi, suspensi,suspensi, maupun, kecocokan spesifikasi disesuaikan dengan tipe rel yang ada di Indonesia maupun, kecocokan spesifikasi disesuaikan dengan tipe rel yang ada di Indonesia

Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan berapa kekuatan konstruksi Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan berapa kekuatan konstruksi  boogie

 boogie dan sdan suspensinya, uspensinya, umur umur pakai pakai ideal, ideal, efektifitas efektifitas produksi dan produksi dan perawatan,perawatan, sertaserta kondisi ideal operasionalnya, dari hal tersebut maka dapat disimpulkan apakah kondisi ideal operasionalnya, dari hal tersebut maka dapat disimpulkan apakah  boogie tersebut memang layak digunakan di In

(3)

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1

1.. LaLatatar Br Belelakakanangg

Kereta api adalah salah satu moda angkutan massal yang paling populer di Kereta api adalah salah satu moda angkutan massal yang paling populer di seluruh penjuru dunia, bahkan di eropa moda transportasi ini menjadi moda seluruh penjuru dunia, bahkan di eropa moda transportasi ini menjadi moda traspor

trasportasi tasi favorifavorit t selain selain transptransportasi ortasi penerbpenerbanganangan, , karena karena kemampkemampuannyauannya yangyang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar dengan waktu tempuh yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar dengan waktu tempuh yang relatif singkat. Salah satu komponen penting dari kereta adalah boogie, atau relatif singkat. Salah satu komponen penting dari kereta adalah boogie, atau konstruksi suspensi dan roda kereta, ada berbagai macam boogie yang digunakan konstruksi suspensi dan roda kereta, ada berbagai macam boogie yang digunakan oleh kereta api, tetapi yang menjadi obyek penelitian adalah boogie tipe NT 11 (K5), oleh kereta api, tetapi yang menjadi obyek penelitian adalah boogie tipe NT 11 (K5), karena lebih dari separuh populasi kereta di Indonesia, menggunakan boogie tipe ini, karena lebih dari separuh populasi kereta di Indonesia, menggunakan boogie tipe ini, tentu ada alasan kuat mengapa PT KAI, selaku operator tunggal kereta api di tentu ada alasan kuat mengapa PT KAI, selaku operator tunggal kereta api di Indonesia, memilih menggunakan boogie tipe ini, baik dari sisi kekuatan konstruksi, Indonesia, memilih menggunakan boogie tipe ini, baik dari sisi kekuatan konstruksi, suspensi, maupun

suspensi, maupun efektivitasefektivitas dari sisi proddari sisi produksi maupun uksi maupun perawatan.perawatan.

2

2.. RuRumumusasan Man Masasalalahh

Permasalahan yang akan diteliti meliputi Permasalahan yang akan diteliti meliputi 1.

1. KekKekuatuatan koan konstnstrukruksi bosi boogiogie NT 1e NT 11 (K51 (K5).). 2.

2. DesDesain ain koskostrutruksi ksi suspsuspensensi boi boogiogie.e. 3.

3. ProProses ses proprodukduksi si dan dan perperawatawatan.an. 4.

4. KeKekukuataatan kon kompmpononenen pepegagas dan ps dan pororosos.. 5.

5. KoKondndisi oisi opeperasrasioionanal idel idealal.. 6.

(4)

3

3.. BaBatatasasan Man Masasalalahh

Panelitian ini hanya akan meneliti tentang: Panelitian ini hanya akan meneliti tentang: 1.

1. GayGaya-ga-gaya aya yanyang teg terjadrjadi pai pada bda boogoogieie 2.

2. KekKekuatuatan matan materiaerial yang dl yang diguigunaknakan padan pada booga boogie.ie. 3.

3. PerhitPerhitungan ungan batas kbatas ketahanaetahanan dan n dan umur umur pakai pakai ideal bideal boogieoogie.. 4.

4. ProProses prses produoduksi dksi dan pean perawrawatan atan booboogiegie..

4.

4. TuTujujuan an PePenenelilititianan

Tujuan penelitian ini adalah: Tujuan penelitian ini adalah: 1.

1. MenMenententukaukann gaygaya-ga-gaya aya yanyang teg terjadrjadi pai pada bda boogoogie.ie. 2.

2. MenMenententukaukan ban batas ktas ketahetahanaanan dan dan umn umur pur pakaiakai booboogiegie.. 3.

(5)

LANDASAN TEORI

LANDASAN TEORI

1

1.. FuFungngsi si BoBoooggieie

Bogie pada sarana perkeretaapian mempunyai fungsi masing-masing sesuai Bogie pada sarana perkeretaapian mempunyai fungsi masing-masing sesuai dengan kegunaannya, mulai dari angkutan penumpang, angkutan barang hingga dengan kegunaannya, mulai dari angkutan penumpang, angkutan barang hingga waktu tempuh y

waktu tempuh yang akan ang akan di capai oleh di capai oleh kereta tersebut. Berikutkereta tersebut. Berikut fungsi secara umumfungsi secara umum dari bogie. Meningkatkan kapasitas muat Suatu kereta/gerbong yang menggunakan dari bogie. Meningkatkan kapasitas muat Suatu kereta/gerbong yang menggunakan  bogie

 bogie mempunyai mempunyai kapasitas kapasitas muat muat 2 2 kali kali lipat lipat atau atau lebih lebih dibandingkan dibandingkan dengandengan kereta/g

kereta/gerbonerbong duag dua gandgandar. Dengan demikar. Dengan demikian daya angkutanian daya angkutanya meningkya meningkat, yaituat, yaitu  jumlah

 jumlah penumpang penumpang untuk untuk kereta kereta dan dan tonase tonase untuk untuk gerbong gerbong barang. barang. Terlebih Terlebih lagilagi apab

apabila diila digungunakan siakan sistem dustem duo bogo bogieie [8 gan[8 gandardar]. Pad]. Pada gerboa gerbong barng barangang maka daya muatnya akan meningkat menjadi 4 kali lipat. Memudahkan perjalanan maka daya muatnya akan meningkat menjadi 4 kali lipat. Memudahkan perjalanan melalui tikun

melalui tikungan. Kebutgan. Kebutuhan angkuuhan angkutantan penupenumpang memerlmpang memerllukan kapaslukan kapasitas tempatitas tempat duduk yang besar pada kereta, KRL, dan KRD ; kebutuhan angkutan barang dengan duduk yang besar pada kereta, KRL, dan KRD ; kebutuhan angkutan barang dengan volume besar serta meningkatnya daya pada lokomotif akan mengharuskan sarana volume besar serta meningkatnya daya pada lokomotif akan mengharuskan sarana tersebut dibuat lebih panjang. Dengan adanya konstruksi bogie, maka kendaraan tersebut dibuat lebih panjang. Dengan adanya konstruksi bogie, maka kendaraan yang panjang akan mudah pada waktu melalui tikungan, karena adanya sumbu yang panjang akan mudah pada waktu melalui tikungan, karena adanya sumbu tempat berputar antara bogie dan body, yang disebut pivot. Demikian juga pada tempat berputar antara bogie dan body, yang disebut pivot. Demikian juga pada waktu sarana melalui wesel untuk berpindah jalur bogie akan berputar terhadap body waktu sarana melalui wesel untuk berpindah jalur bogie akan berputar terhadap body sesuai dengan radiuslengkung jalan rel yang di lewati. Meningkatkan kecepatan dan sesuai dengan radiuslengkung jalan rel yang di lewati. Meningkatkan kecepatan dan kenyamanan kendaraan. Konstruksi bogie memungkinkan pemakaian/pemasangan kenyamanan kendaraan. Konstruksi bogie memungkinkan pemakaian/pemasangan susun

susunan pegas yang lebih banyan pegas yang lebih banyak antara rodaak antara roda dan rangka bodan rangka bogie serta antara bogiegie serta antara bogie dengan body[badan] sarana kereta api. Dengan adanya pemasangan pegas yang lebih dengan body[badan] sarana kereta api. Dengan adanya pemasangan pegas yang lebih  banyak

 banyak maka maka kenyamanan kenyamanan akan akan meningkat, meningkat, dengan dengan demikian demikian kecepatan kecepatan kereta kereta apiapi  juga

 juga dapat dapat ditingkatkan. ditingkatkan. Pemegasan Pemegasan pada pada bogie. bogie. Pada Pada umumnya umumnya sistem sistem pemegasanpemegasan sarana ber-bogie yang terdiri dari sistem pemegasan primer dari sistem pemegasan sarana ber-bogie yang terdiri dari sistem pemegasan primer dari sistem pemegasan sekunder lebih sempurna dibandingkan dengan kendaraan rel tanpa bogie[bergandar  sekunder lebih sempurna dibandingkan dengan kendaraan rel tanpa bogie[bergandar  dua] yang hanya mempunyai satu tingkat pemegasan saja. Pemegasan yang dua] yang hanya mempunyai satu tingkat pemegasan saja. Pemegasan yang dimaksud adalah terdiri dari pegas dan peredam. Pegas dapat berupa pegas ulir, dimaksud adalah terdiri dari pegas dan peredam. Pegas dapat berupa pegas ulir,  pegas daun [leaf spring], pegas torsi [

 pegas daun [leaf spring], pegas torsi [torsion spring], pegas karet [rubber spring] atautorsion spring], pegas karet [rubber spring] atau  pegas

 pegas udara udara [air [air spring] spring] sedangkan sedangkan peredam peredam dapat dapat berupa berupa peredam peredam hidraulis hidraulis atauatau  peredam gesek.

(6)

o Sistem pemegasan Primer Yang dimaksud dengan sistem pemegasan primer adalah o Sistem pemegasan Primer Yang dimaksud dengan sistem pemegasan primer adalah  pemegasan

 pemegasan antara antara perangkat perangkat roda roda dan dan rangka rangka bogie. bogie. Fungsi Fungsi dari dari sistem sistem pemegasanpemegasan  primer

 primer adalah adalah untuk menampung untuk menampung kejutan-kejutan, kejutan-kejutan, gaya-gaya impak gaya-gaya impak langsung akibatlangsung akibat ketidak rataan rel, sambungan rel, wesel dan gangguan lain, karena perangkat roda ketidak rataan rel, sambungan rel, wesel dan gangguan lain, karena perangkat roda adalah bagian yang langsung berinteraksi dengan jalan rel[track]. adalah bagian yang langsung berinteraksi dengan jalan rel[track]. Pada pemegasan primer terdapat alas pembatas gerak[stooper]yang di usahakan Pada pemegasan primer terdapat alas pembatas gerak[stooper]yang di usahakan dalam tingkat desain agar tidak saling bersentuhan. Namun bila terjadi gaya impak  dalam tingkat desain agar tidak saling bersentuhan. Namun bila terjadi gaya impak  yang berlebihan atau ketidakrataan yang berlebihan[overload]dari yang direncanakan yang berlebihan atau ketidakrataan yang berlebihan[overload]dari yang direncanakan maka alat pembatas bisa saling bersentuhan.

maka alat pembatas bisa saling bersentuhan.

o Sistem pemegasan Sekunder. Sistem pemegasan sekunder, adalah sistem o Sistem pemegasan Sekunder. Sistem pemegasan sekunder, adalah sistem  pemegasan

 pemegasan antara antara badan badan kendaraankendaraan dengan dengan rangka rangka bogie. bogie. Pemegasan Pemegasan sekunder sekunder   berperan

 berperan penting penting dalam dalam menentukan menentukan kualitas kualitas kenyamanan kenyamanan sarana, sarana, disampingdisamping dilengkapi oleh pemegasan primer. Pada sistem pemegasan sekunder dilengkapi dilengkapi oleh pemegasan primer. Pada sistem pemegasan sekunder dilengkapi dengan peredam kejut baik pada arah vertikal maupun arah leteral. dengan peredam kejut baik pada arah vertikal maupun arah leteral. Gangguan-gangguan dari ketidakrataan rel, kejutan-kejutan, impak, gerakan, dan gaya-gaya di gangguan dari ketidakrataan rel, kejutan-kejutan, impak, gerakan, dan gaya-gaya di tikungan, serta gerakan sinusoida[snake motion] pada jalan lurus akan diredam oleh tikungan, serta gerakan sinusoida[snake motion] pada jalan lurus akan diredam oleh sistem pemegasan sekunder untuk kemudian baru dirasakan oleh badan kendaraan. sistem pemegasan sekunder untuk kemudian baru dirasakan oleh badan kendaraan. Walaupun demikian, bila gaya impak atau ketidakrataa

Walaupun demikian, bila gaya impak atau ketidakrataan rel yang dapat menimbulkann rel yang dapat menimbulkan  beban

 beban berlebih[overload] berlebih[overload] dari dari yang yang direncanakan, direncanakan, sehingga sehingga berakibat berakibat alasalas  pembatas[stooper

 pembatas[stooper baja] baja] bersentuhan. bersentuhan. Meskipun Meskipun demikian demikian menyentuhnya menyentuhnya stooper stooper  harus diusahakan sejarang mungkin. Selain dari sistem pemegasan, maka gangguan harus diusahakan sejarang mungkin. Selain dari sistem pemegasan, maka gangguan

 juga dapat diatasi

 juga dapat diatasikonstruksi ayunan, konstruksi pendulum atau konstruksi tiltingkonstruksi ayunan, konstruksi pendulum atau konstruksi tilting

2

2.. JeJennis is –– jejeninis s bobogigiee a

a..)) BBooggiie e PPeennnnssyyllvvaanniia a ((KK22))

Bogie ini sudah hampir punah, pernah digunakan pada kereta kelas 3 (K3) Bogie ini sudah hampir punah, pernah digunakan pada kereta kelas 3 (K3) dan kereta bagasi (B) yang dibuat sekitar tahun 1954. Bogie ini merupakan dan kereta bagasi (B) yang dibuat sekitar tahun 1954. Bogie ini merupakan satu-satunya jenis bogie yang menggunakan batang penghubung antara periuk  satu-satunya jenis bogie yang menggunakan batang penghubung antara periuk  gandar yang satu dengan yang lainnya. Pegas primer menggunakan pegas ulir  gandar yang satu dengan yang lainnya. Pegas primer menggunakan pegas ulir  sedangkan pegas sekunder menggunakan pegas daun, tanpa dilengkapi sedangkan pegas sekunder menggunakan pegas daun, tanpa dilengkapi  peredam kejut (

(7)

b)

b) Bogie Bogie Cradle Cradle (K3)(K3)

Bogie ini juga sudah hampir punah, masih ada pada kereta ukur DINW-1 atau Bogie ini juga sudah hampir punah, masih ada pada kereta ukur DINW-1 atau U-25301 buatan tahun 1925 yang telah mengalami modifikasi dari plain U-25301 buatan tahun 1925 yang telah mengalami modifikasi dari plain  bearing menja

 bearing menjadidi roller bearing roller bearing , dan sekarang berada di BY MRI. Selain itu,, dan sekarang berada di BY MRI. Selain itu, KA Inspeksi Divre I Sumatra Utara juga menggunakan bogie Cradle. Pegas KA Inspeksi Divre I Sumatra Utara juga menggunakan bogie Cradle. Pegas  primer

 primer dikombinasikan dikombinasikan dengan dengan pegas pegas ulir, ulir, sedangkan sedangkan pegas pegas sekunder sekunder  menggunan pegas daun tanpa dilengkapi peredam kejut. menggunan pegas daun tanpa dilengkapi peredam kejut.

c)

c) Bogie SIG Bogie SIG atau NT.504 atau NT.504 (K4)(K4)

Digunakan pada kereta penumpang kelas 3 (K3) dan populasinya tinggal Digunakan pada kereta penumpang kelas 3 (K3) dan populasinya tinggal sedikit, yaitu p

sedikit, yaitu pada kereta buatan tahun ada kereta buatan tahun 1963/1964.1963/1964. Pegas primer pada Pegas primer pada bogiebogie ini adalah pegas ulir yang dilengkapi peredam kejut yang berfungsi juga ini adalah pegas ulir yang dilengkapi peredam kejut yang berfungsi juga sebagai pengarah gandar (

sebagai pengarah gandar (aaxxllee gguuiiddee), sedangkan pegas sekunder ), sedangkan pegas sekunder  menggunakan pegas torsi tanpa peredam kejut.

menggunakan pegas torsi tanpa peredam kejut. d)

d) Bogie NT Bogie NT 11 11 (K5)(K5)

Bogie NT 11 adalah bogie dengan populasi terbanyak di Indonesia, dan Bogie NT 11 adalah bogie dengan populasi terbanyak di Indonesia, dan digunakan pada kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi. Bogie ini mengunakan digunakan pada kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi. Bogie ini mengunakan  pegas ulir sebagai primer

 pegas ulir sebagai primer maupun sekunder, yang dilengkapi dengan peredammaupun sekunder, yang dilengkapi dengan peredam kejut arah vertikal pada pemegasan sekunder. Kereta-kereta yang kejut arah vertikal pada pemegasan sekunder. Kereta-kereta yang menggunakan bogie NT 11 diproduksi oleh berbagai pabrik Yugoslavia, menggunakan bogie NT 11 diproduksi oleh berbagai pabrik Yugoslavia, Hongaria, Jepang, PT. INKA (Indonesia). Selama ini dinilai bahwa bogie NT Hongaria, Jepang, PT. INKA (Indonesia). Selama ini dinilai bahwa bogie NT 11 merupakan jenis bogie yang paling sesuai dengan kondisi jalan rel di 11 merupakan jenis bogie yang paling sesuai dengan kondisi jalan rel di Indonesia. Kereta-kereta baru dari PT INKA seperti Gajayana, Harina, Argo Indonesia. Kereta-kereta baru dari PT INKA seperti Gajayana, Harina, Argo Gede, dan kereta kelas 3 mengggunakan bogie K5 yang sepenuhnya Gede, dan kereta kelas 3 mengggunakan bogie K5 yang sepenuhnya dirancang dan dibat PT INKA yaitu TB 398 ( Triler Bogie desain K3 tahun dirancang dan dibat PT INKA yaitu TB 398 ( Triler Bogie desain K3 tahun 1998).

(8)

e)

e) Bogie Bogie Ferrostahl Ferrostahl (K6)(K6)

Bogie Ferrostahl digunakan pada kereta kelas 3 dan kereta makan kelas 3 Bogie Ferrostahl digunakan pada kereta kelas 3 dan kereta makan kelas 3 (KM 3) dengan populasi tinggal sedikit, dibuat pada 1965/1966 di Jerman. (KM 3) dengan populasi tinggal sedikit, dibuat pada 1965/1966 di Jerman. Pegas primer pada bogie ini menggunakan pegas ulir dan pegas sekunder  Pegas primer pada bogie ini menggunakan pegas ulir dan pegas sekunder  adalah pegas daun tanpa dilengkapi peredam kejut.

adalah pegas daun tanpa dilengkapi peredam kejut.

f)

f) Bogie Bogie Gorlitz Gorlitz (K7)(K7)

Bogie Gorlitz digunakan pada kereta eksekutif, bisnis, maupun ekonomi Bogie Gorlitz digunakan pada kereta eksekutif, bisnis, maupun ekonomi dengan populasinya yang tidak begitu banyak. Pegas primer aupun sekunder  dengan populasinya yang tidak begitu banyak. Pegas primer aupun sekunder  menggunakan pegas ulir dan dilengkapi dengan peredam kejut arah vertikal menggunakan pegas ulir dan dilengkapi dengan peredam kejut arah vertikal dan lateral. Bogie Gorlitz merupakan bogie yang tidak mengunakan pelat dan lateral. Bogie Gorlitz merupakan bogie yang tidak mengunakan pelat gesek

gesek sebagai pensebagai pengarah periugarah periuk gandar.k gandar. g)

g) Bogie NT Bogie NT 60 (K860 (K8))

Bogie NT 60 adalah bogie generasi baru yang dibuat PT INKA untuk kereta Bogie NT 60 adalah bogie generasi baru yang dibuat PT INKA untuk kereta kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Pegas primer menggunakan pegas karet kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi. Pegas primer menggunakan pegas karet ((connical rubber bonded connical rubber bonded ) dan pegas sekunder menggunakan pegas ulir yang) dan pegas sekunder menggunakan pegas ulir yang dilengkapi peredam kejut. Bogie NT 60 merupakan bogie pertama, tanpa dilengkapi peredam kejut. Bogie NT 60 merupakan bogie pertama, tanpa menggunakan pelat gesek pada pengarah gandar

menggunakan pelat gesek pada pengarah gandar maupun batang ayun.maupun batang ayun. h)

h) Bogie Bogie Bolsterless Bolsterless (K9)(K9)

Bogie Bolsterless adalah bogie generasi terbaru pada kereta penumpang yang Bogie Bolsterless adalah bogie generasi terbaru pada kereta penumpang yang dibuat pada tahun 1997 untuk kelas eksekutif Kereta pada KA Argo Bromo dibuat pada tahun 1997 untuk kelas eksekutif Kereta pada KA Argo Bromo Anggrek, Argo Muria, dan Argo Sindoro. Pada bogie ini digunakan pegas Anggrek, Argo Muria, dan Argo Sindoro. Pada bogie ini digunakan pegas karet konus sebagai primer dan pegas udara (Air Spring) sebagai pegas karet konus sebagai primer dan pegas udara (Air Spring) sebagai pegas sekunder dilengkap dengan peredam kejut dan anti roll device.

(9)

Gambar 1. Bogie tipe NT11 (K5) Gambar 1. Bogie tipe NT11 (K5)

Gambar 2. Bogie K5 terpasang

(10)

Dari data spesifikasi pegas ulir bogie luar: Dari data spesifikasi pegas ulir bogie luar:

KetKetinginggiangian pegpegasas terstersebuebutt daldalamam keakeadaadaann tantanpapa bebbeban,an, lo lo yayaitu itu 361 361 mm mm atau atau samsamaa

denga

dengan tinggi pegas dibln tinggi pegas diblok, lbok, lb ditambditambah defleksi maksah defleksi maksimum, fimum, f ditambditambah jarak antar ah jarak antar  lilitan pagas yang berdekatan (0,1

lilitan pagas yang berdekatan (0,1 dikali jumlah total lilitan pegasdikali jumlah total lilitan pegas ,n’ dikurangi satu).,n’ dikurangi satu).

KKeettiinnggggiiaann ppaaddaa ssaaatat ppememasasanangganan ppadadaa bbooggiiee kkeerretetaa,, llpp aatatauu ddiisesebbuutt ppuullaa ttiinnggggii

 presetting

 presetting adalah adalah sebesar sebesar 285 285 mm mm dengan dengan beban beban presetting presetting 2280 2280 Kg, Kg, PemberianPemberian  beban

 beban presetting presetting ini ini dapat dapat meningkatkan meningkatkan batas batas elastis elastis sehingga sehingga akan akan meningkatkanmeningkatkan  pula

 pula kapasitas kapasitas beban beban yang dapat yang dapat diterimanya. Ketiditerimanya. Ketinggian pegas nggian pegas ulir ulir bogie luar bogie luar yangyang diizin

diizinkan pada saat operasi kerjakan pada saat operasi kerjanya, li adalah 259 mm dengannya, li adalah 259 mm dengan beban makbeban maksimumsimum yang diizinkan 3078 Kg.

yang diizinkan 3078 Kg.

KetKetinginggiangian jikjikaa antaantarr lilililitantan pegpegasas terstersebuebut saling bet saling bersenrsentuhtuhan atau disan atau disebuebut tinggit tinggi

diblok, lb adalah 205,2 mm atau sama dengan diameter kawat pegas,d dikali jumlah diblok, lb adalah 205,2 mm atau sama dengan diameter kawat pegas,d dikali jumlah total lilitan pegas, n’ , dengan beban 4672 Kg.

total lilitan pegas, n’ , dengan beban 4672 Kg.

KoKonsnstantantata pepegagasnsnyaya,, C2C2 yayaituitu sebsebesaesarr 3030 KgKg/m/mmm yayang merng merupupakakan nilan nilai dariai dari

 perbandingan beban, F terhadap defleksi, f .  perbandingan beban, F terhadap defleksi, f .

KekKekuatauatann gesgeserer lulluluh,uh,ττ yy sebesar sebesar 82,5 82,5 Kg/mmKg/mm22atau mempunyai kekuatan luluh,atau mempunyai kekuatan luluh, σ

σyy sebesar sebesar 165 165 Kg/mmKg/mm22..

TegTeganganganan gesgeser,er,ττ yang bekerja pada pegas ulir tersebutyang bekerja pada pegas ulir tersebut

 pada berbagai ketinggian pegas. Tegangan geser tersebut merupakan tegangan

 pada berbagai ketinggian pegas. Tegangan geser tersebut merupakan tegangan geser geser  total dari penjumlahan tegangan geser yang ditimbulkan akibat momen puntir yang total dari penjumlahan tegangan geser yang ditimbulkan akibat momen puntir yang  bekerja pada pegas ulir tersebut,

 bekerja pada pegas ulir tersebut,ττ 11

ditambah tegangan geser yang ditimbulkan akibat

ditambah tegangan geser yang ditimbulkan akibat pembebanan,pembebanan, ττ22 τ = τ τ = τ11+ τ+ τ22 = 8FD = 8FD33 / Π/ Πdd33+ + 4F 4F / / ΠdΠd = 8FD = 8FD/ Π d/ Π d33 ( 1 + d / 2D )( 1 + d / 2D ) = 8FD / = 8FD / ΠΠdd33( 1 + 1 / 2m )( 1 + 1 / 2m )

(11)

dimana, m adalah indeks pegas atau perbandingan diameter rata-rata lilitan pegas, D dimana, m adalah indeks pegas atau perbandingan diameter rata-rata lilitan pegas, D dan diameter kawat pegas, d .

dan diameter kawat pegas, d .

IIndndekekss pepegagas,s, mm dadariri pepegagass ululirir bobogigiee luluarar tetersrsebebutut adadalalahah sesebebesasarr 6,6,11 ninilalaii inindedeksks

 pegas tersebut akan sangat berhubungan dengan n

 pegas tersebut akan sangat berhubungan dengan nilai faktor koreksi tegangan Wahl,ilai faktor koreksi tegangan Wahl, yaitu:

yaitu:

k = 4m-1 / 4m-4 + 0,615 / m k = 4m-1 / 4m-4 + 0,615 / m

sehingga, tegangan geser yang bekerja pada pegas ulir dapat ditulis: sehingga, tegangan geser yang bekerja pada pegas ulir dapat ditulis:

τ = 8FD / Π d. k  τ = 8FD / Π d. k 

 persamaan diatas telah memperhitungkan efek tegangan

 persamaan diatas telah memperhitungkan efek tegangan geser langsung yang terjadigeser langsung yang terjadi  pada kedua sisi lilitan pegas. Selain dari pada itu, indeks pegas akan berhubung  pada kedua sisi lilitan pegas. Selain dari pada itu, indeks pegas akan berhubunganan  pula dengan tahapan proses dalam pembuatan pegas tersebut.

 pula dengan tahapan proses dalam pembuatan pegas tersebut.

Gambar 3. Pegas kompresi pada bogie Gambar 3. Pegas kompresi pada bogie

Gambar 4. Diagram gaya saat kereta menikung Gambar 4. Diagram gaya saat kereta menikung

(12)

Contoh perhitungan poros Contoh perhitungan poros

(13)

METODOLOGI METODOLOGI

Tahapan p

Tahapan penelitian yang enelitian yang akan dakan dilakukanilakukan adalah:adalah: 1.

1. PePengngumumpupulan dlan data meata meliplipututi:i: a.

a. StudStudi pui pustaka, staka, yaityaitu mu mencari encari bahan bahan rujukrujukan yan yang ang sesuai sesuai dengadengan on obyek byek   penelitian yaitu tentang konstruksi susupensi bogie

 penelitian yaitu tentang konstruksi susupensi bogie kereta api.kereta api.  b.

 b. Riset Riset lapangan, lapangan, meliputi meliputi pengambilan pengambilan data data langsung langsung dapat dapat dilakukan dilakukan di di PTPT KAI, sebagai operator, maupun di PT INKA, sebagai produsen bogie jenis KAI, sebagai operator, maupun di PT INKA, sebagai produsen bogie jenis  NT11 (K5)

 NT11 (K5) c.

c. WawWawancaancara maura maupun dpun diskiskusi deusi dengangan dosn dosen mauen maupun tepun tenagnaga ahli yana ahli yang lebg lebihih mengetahui tentang judul yang sedang diteliti.

mengetahui tentang judul yang sedang diteliti. 2.

2. PePengngololahahan dan datata mela melipipututi:i: a.

a. MelakuMelakukan kkan kalkulaalkulasi dari datsi dari data tekna teknis yang is yang telah didtelah didapat sebapat sebelumnyelumnya, mela, meliputiiputi kalkulasi sistem pegas, kekuatan material, gaya-gaya yang terjadi dan faktor  kalkulasi sistem pegas, kekuatan material, gaya-gaya yang terjadi dan faktor  keamanan serta keselamatan yang patut dicermati.

keamanan serta keselamatan yang patut dicermati.  b.

 b. Konsultasi dengan dosen maupun Konsultasi dengan dosen maupun tenaga ahli.tenaga ahli. c.

c. MenganMenganalisis alisis data hadata hasil penelsil penelitian ditian dan menyan menyimpulkimpulkan pan poin-poin-poin penoin penting yating yangng didapat, serta memberikan rekomendasi yang sesuai dengan hasil penelitian. didapat, serta memberikan rekomendasi yang sesuai dengan hasil penelitian. 3.

(14)

JADWAL KEGIATAN JADWAL KEGIATAN kegiatan kegiatan Pengumpulan data Pengumpulan data Pengolahan data Pengolahan data Penyusunan Penyusunan kesimpulan dan kesimpulan dan  pemeriksaan  pemeriksaan kembali kembali  publikasi  publikasi waktu

(15)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

E.P,Popov,

E.P,Popov, Mekanika Teknik  Mekanika Teknik , Jakarta: Erlangga, 1989, Jakarta: Erlangga, 1989 www.gm-marka.web.id www.gm-marka.web.id www.inka.co.id www.inka.co.id http://riandito.wordpress.com/ http://riandito.wordpress.com/

Gambar

Gambar 2. Bogie K5 terpasang
Gambar 4. Diagram gaya saat kereta menikungGambar 4. Diagram gaya saat kereta menikung

Referensi

Dokumen terkait

Karena peron merupakan tempat menunggu penumpang untuk naik ke kereta, maka keadaan peron ekonomi memiliki banyak tanaman yang digunakan sebagai filter dari lokomotif,

Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi V Purwokerto juga mengoperasikan kereta api kelas bisnis, yaitu KA Sawunggalih yang melayani kebutuhan masyarakat yang akan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu menganalisis bagaimana model permintaan jasa kereta api Argo Parahyangan kelas

Data yang dikumpulkan antara lain: (1) jumlah penumpang kereta api kelas ekonomi di Daerah Operasional VI Yogyakarta tahun 2004-2008; (2) jumlah penumpang kereta api kelas bisnis

Apakah area kritis roda kereta akibat pembebanan terletak pada asnaff atau astap, selain tersebut didapatkan nilai tegangan maksimum yang terjadi pada simulasi kasus

Metode yang tepat untuk menentukan dan memodelkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat okupansi penumpang kereta api kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif

Terdapat dua macam motif yang mempengaruhi seseorang untuk naik di atas atap kereta yaitu motif sebab yang terdiri dari faktor ekonomi, kondisi gerbong yang tidak nyaman,

Oleh karena itu pengusul Tugas Akhir tertarik untuk melakukan analisis temperatur dan aliran udara di sistem tata udara pada gerbong kereta api penumpang kelas ekonomi