• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMAAFAN PADA KORBAN PERKOSAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMAAFAN PADA KORBAN PERKOSAAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEMAAFAN PADA KORBAN

PERKOSAAN

SKRIPSI

Guna Memenuhi Persyaratan

Ujian Sarjana Psikologi

Oleh :

RAHMI SYOFIA

031301013

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul Pemaafan pada Korban Perkosaan adalah hasil karya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar keserjanaan di suatu perguruan tinggi manapun.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan ilmiah.

Apabila dikemudian hari ditemukan adanya kecurangan di dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi pecabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Medan, Desember 2007

(3)

ABSTRAK

Fakultas Psikologi

Universitas Sumetera Utara, Desember 2007 Rahmi Syofia

Pemafaan pada Korban Perkosaan Ix+153+lampiran

Bibliografi 39 (1994-2007)

Perkosaan merupakan peristiwa yang mengakibatkan beban masalah yang berat bagi korban yang mengalaminya. Pada umumnya korban perkosaan akan mengalami trauma psikis yang itensif dan berat setelah kejadian (Harsono dkk dalam Fausiah, 2002). Korban perkosaan biasanya akan bereksi terhadap kejadian baik ketika perkosaan terjadi maupu reaksi setelah perkosaan. Bentuk reaksi biasanya adalah emosional seperti syok, rasa tidak percaya, marah, malu, menyalahkan diri sendiri, kacau, bingung, ataupun histeris. Semua respon emosional tersebut akan mempengaruhi bagaimana mereka memaafkan kejadian dan pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemaafan pada korban perkosaan. Menjawab masalah ini, digunakan teori proses pemaafan dari Enright dan coyle (1998) yang terdiri dari empat fase; fase membuka kembali, fase memutuskan, fase bekerja dalam pemaafan dan fase pendalaman, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemaafan dan dimensi pemaafan yang dikemukan oleh Baumeister, Exline & Sommer (dalam Worthington, 1998) yang terdiri dari dimensi interpersonal dan intrapsikis.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dengan metode ini dapat memahami gejala tingkah laku manusia menurut sudut pandang responden penelitian. Selain itu, masing-masing individu memiliki keunikan tersendiri dalam melakukan pemaafan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi yang dilakukan selama wawancara berlangsung. Responden dalam penelitian ini adalah korban perkosaan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum kedua responden dapat memaafkan secara intrapsikis, tetapi jika pemaafan itu ditunjukan secara interpersonal terhadap setiap pelaku, maka kedua responden memiliki perbedaan. Responden A belum bisa memutuskan untuk memaafkan pelaku, sedangkan respoden B sudah bisa memutuskan untuk memaafkan pelaku dengan syarat pelakulah yang minta maaf kepadanya terlebih dahulu.

Saran dari penelitian ini bagi korban perkosaan adalah agar dapat memaafkan kejadian dan pelaku dengan mengubah pola pikirnya tentang perkosaan dan mengembangkan empati kepada pelaku, karena empati adalah hal yang berperan dalam pemaafan. Bagi pihak pendamping korban perkosaan agar lebih memperhatikan kondisi psikis korban dibandingkan pendampingan hukum di pengadilan.

(4)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahim, segala puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Illahi Rabbi, berkat petunjuk dan kasih sayang-Nya, penulis dapat menyelesaikan proposal yang berjudul “Pemaafan pada Korban Perkosaan”. Shalawat dan salam kepada Rosulullah SAW, semoga kesabaran beliau dapat menjadi contoh teladan dalam perjalanan proposal ini dan kerja-kerja selanjutnya.

Terima kasih penulis ucapkan kepada :

1. Ibunda tercinta (Almh) Hj. Zaimar (semoga Allah SWT selalu membahagiakanmu di tempat yang mulia) terima kasih atas semangat dan kasih sayang yang sampai saat ini masih bisa ananda rasakan walaupun kita telah dipisahkan alam (ananda sangat bangga telah diberi kesempatan lahir dari rahimmu yang mulia dan semoga Allah SWT memuliakanmu disana), saya bangga jadi putri mu.

2. Bapak dr.Chairul Yoel, Sp.A(K) selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Raras Sutatminingsih, M.Si., psikolog yang dengan sabar, telah banyak meluangkan waktu dan pikiran dalam memberikan petunjuk, saran, bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan baik.

4. Kepada dosen penguji saya, Ibu Irna Minauli, M.Si dan Ibu Ika Sari Dewi, S.Psi, Psikolog yang telah bersedia menjadi penguji skripsi saya ini, terima

(5)

kasih kesempatan dan waktunya, semoga dengan keikhlasan ibu diberikan barakah-Nya, amin.

5. Ibu Lili Garliah, M.si, Psikolog selaku dosen pembimbing akademik. Terimakasih atas waktu, nasehat, bimbingan dan arahannya selama ini. 6. Keluargaku yang kusayangi dan kucintai; Ajo Pir (hidup harus berjuang

Jo!!!) , Uda Era ( da, mi yakin jalan yang baru lebih baik dari pada yang dulu), Akak Meri (akak ibu yang paling sabar n telaten, kak kurangan pamberang nyo, hehehe...) Abang Uli (bang mokasi atas subsidi tiap bulannyo, dengan tangung jawab yang abang ambiak mimi bisa manggapai cita-cita mimi, oh yo bang jan banyak bapikia hehehe....), mas Bekti, ayang Depi, uni At, Shiva, Wahyu, Bayu, Dino, Kaila. Terima kasih atas semangat, perhatian dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini. Juga selalu memberikan do’anya yang menjadi kekuatan terbesar untuk ku berdiri.

7. Keluarga Diawarman (Cakni Eti, kan Yenni, ang Wikan, Thoriq, Alda, Mak Ita) sebagai keluarga kedua ku terima kasih atas cinta dan kasih sayang kalian.

8. Keluarga Sumarman SE (ibu, Welly, Pipi, Ade, Fadly) terima kasih atas semangat yang diberikan, cinta dan kasih sayangnya (rumah kedua ku kalau pulkam hehehe...).

9. Kak Atika Meiruliza, S.Psi, LSM PKPA, yang telah membantu saya dalam pendampingan penelitian ini dan data yang saya perlukan.

(6)

10. Buat kedua sampel saya, terima kasih telah mau menjadi sampel penelitian ini dan terbuka terhadap saya, tanpa kalian penelitian ini sulit berjalan. Buat adek sampel yang ga jadi (dek kakak salut dengan perjuangan mu untuk bangkit walaupun itu sulit).

11. Sahabat-sahabatku Welly (yang menjadi saudara ku), Renia (ik..., lo jangan santai kalilah hidup), Mala (makasi buat doa dan semangatnya). 12. Teman-temanku; TeamBush (Indra, Rio, Suwarno, Bobby, Frans, Yulia,

Nani, Ulfi, Susi, Nita, Cici, Surti) klen mang busuk hehehe. Inanda, Depi, Jay (sesama Forgiveness). Kak Gerin, liak, Sane, Yayak, Ahmad dan teman-teman stambuk 2003.

13. Buat Imam & Tini (aku gak nyangka ceritanya sampai begini) terima kasih atas support dan semangat yang diberikan.

14. Semua pihak yang telah mendukung penelitian ini, terutama Tarmidi S.Psi dan Vivi (terimakasih membantu saya dalam mencari buku), yang telah memberi bantuan dalam penyelesaian tugas ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam skripsi ini, oleh karena itu penulis mengharapkan masukan dan saran yang membangun dari semua pihak guna menyempurnakan penelitian ini. Akhirnya, kepada Allah penulis berserah diri. Semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, amiin.

Medan, Mei 2007 Penulis

(7)

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... iv BAB I PENDAHULUAN ... 1

I.A. Latar Belakang Masalah ... 1

I.B . Perumusan Masalah... 12

I.C. Tujuan Penelitian ... 12

I.D. Manfaat penelitian ... 12

I.E. Sistematika Penulisan ... 13

BAB II LANDASAN TEORI ... 15

II.A. Pemaafan ... 15

II.A.1. Definisi Pemaafan ... 15

II.A.2. Dimensi Pemaafan ... 17

II.A.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Seseorang Untuk Memaafkan ... 22

II.A.4. Proses dalam Pemaafan ... 25

II.B. Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Kekerasan Seksual/Perkosaan ... 27

II.B.1.Kekerasan terhadap Perempuan ... 27

(8)

II.B.3. Jenis-jenis Perkosaan ... 31

II.B.4. Reaksi Korban Pemerkosaan ... 34

II.C.Dinamika Pemafaan pada Korban Perkosaan ... 37

BAB III METODE PENELITIAN ... 42

III.A. Pendekatan Kualitatif ... 42

III.A.1. Kredibilitas, Transferabilitas (Generalisasi), Dependability (Reliabilitas), dan Konfirmabilitas (Obyektivitas) dalam Pendekatan Kualitatif ... 44

III. B. Subjek, Informan dan Lokasi Penelitian ... 49

III.B.1. Karakteristik Partisipan Penelitian ... 50

III.B.2. Teknik Sampling ... 50

III.B.3. Jumlah Partisipan Penelitian ... 50

III.B.4. Lokasi Penelitian ... 51

III.C. Metode Pengumpulan Data ... 58

III.C.1.Wawancara ... 51

III.D. Alat Bantu Pengumpulan Data ... 53

III.D.1. Alat Perekam (tape recorder) ... 53

III.D.2. Pedoman Wawancara ... 54

III.D.3. Catatan Lapangan... 54

III.E. Prosedur Penelitian ... 55

III.E.1. Tahap Pralapangan ... 55

III.E.2. Tahap Pelaksanaan Penelitian ... 56

(9)

III.F. Teknik dan Prosedur Pengolahan Data ... 58

BAB IV ANALISA DAN INTERPRETASI ... 60

IV.A. Responden A IV.A.1. Deskripsi Data Responden A ... 60

IV.A.2. Observasi Umum Responden A... 62

IV.A.3. Data Wawancara Responden A ... 67

IV.A.4. Interpretasi Responden A ... 81

IV.B. Responden B ... 97

IV.B.1. Deskripsi Data Responden B ... 97

IV.B.2. Observasi Umum Responden B ... 98

IV.B.3. Data Wawancara Responden B ... 101

IV.B.4. Interpretasi Responden A ... 110

IV.C. Analisa Data Responden Berdasarkan Allo Anamnesa ... 124

IV.C.1. Responden A ... 124

IV.C.2. Responden B ... 126

IV.C.3. Interpretasi Berdasarkan Allo Anamnesa ... 127

IV.D. Analisa Data Antar Responden ... 128

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN ... 135

V.A. Kesimpulan ... 135

V.B. Diskusi ... 145

V.C. Saran ... 147

V.C.1. Saran Praktis ... 147

(10)

DAFTAR PUSTAKA ... 150

(11)

DAFTAR TABEL

Skema 1. Dinamika Pemaafan pada Korban Perkosaan... 40

Tabel 1. Dua Dimensi Pemaafan dan Kombinasi yang Dapat terjadi... 23

Tabel 2. Proses Pemaafan………... 26

Tabel 3. Identitas Responden A………. 61

Tabel 4. Waktu Wawancara Responden A………. 62

Tabel 5. Kesimpulan Hasil Wawancara Responden A……….. 91

Tabel 6. Identitas Responden B……….. 97

Tabel 7. Waktu Wawancara Responden B………. 98

Tabel 8. Kesimpulan Hasil Wawancara Responden B……….. 119

Tabel 9. Analisa Banding Antar Responden Berdasarkan Reaksi Korban Perkosaan, Proses Pemaafan, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemaafan Serta Dimensi Pemaafan……… 128

(12)

DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A Verbatim Subjek 1 Verbatim Subjek 2 LAMPIRAN B Pedoman Wawancara LAMPIRAN C

Verbatim Allo Anamnesa

LAMPIRAN D

Surat Bukti Penelitian Surat Pernyataan

Referensi

Dokumen terkait

PERAN DINAS KESEHATAN KOTA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN ABORSI KORBAN

Tidaklah menjadi hal yang mustahil jika seorang remaja korban perkosaan yang mengalami trauma sekali pun mampu mengadakan penyesuaian sosial dengan baik, karena banyak

Pada ketiga informan terlihat adanya keinginan untuk memaafkan pasangan yang disertai dengan afeksi terhadap pasangan seperti rasa empati maupun cinta, yang mana kemudian

Akan tetapi penerimaan diri Y terkadang berubah apabila teringat dengan kejadian perkosaan yang dialami sebab Y merasa tidak kuat menahan beban mental apabila ia

Seminar Nasional Tentang Aspek Perlindungan Hukum Bagi Korban Perkosaan, ( Gangguan Psikiatrik Korban Perkosaan ), Fakultas Hukum Universitas Sebelas maret, Surakarta,

“Analisis Yuridis Tentang Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana Perkosaan Terkait dengan Hak-hak Korban Serta Kewajiban Negara Dalam Memenuhi Hak-Hak Korban

Sebagai upaya perlindungan terhadap korban perkosaan yang kemudian hamil akibat dari perkosaan yang dialaminya, tentunya PP ini cukup mendukung dalam hal memberikan perlindungan

Kedua, dalam upaya mewujudkan keadilan restoratif terhadap korban perkosaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A, tidak hanya mangandalkan pendampingan hukum