• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan Clinical Pathways Rumah Sakit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penyusunan Clinical Pathways Rumah Sakit"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Penyusunan

Clinical Pathways

Rumah Sakit

Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MA

Ketua Komite Medik

RSUP Fatmawati, Jakarta.

Pendahuluan

Sebagaimana telah dituangkan dalam Undang Undang RI Nomor 36 Tahun

2009 tentang Kesehatan bahwa tujuan pembiayaan kesehatan adalah untuk

penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah

yang mencukupi, teralokasi secara adil, dan termanfaatkan secara berhasil

guna dan berdaya guna untuk menjamin terselenggaranya pembangunan

kesehatan agar meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi

tingginya

1

. Pembiayaan kesehatan tersebut terdiri dari unsur sumber, alokasi

dan pemanfaatan.

2

Sumber pembiayaan bisa berasal dari pemerintah (pusat

dan daerah), masyarakat, swasta dan sumber lain.

3

Karena keterbatasan

anggaran kesehatan dari pemerintah (pusat 5% dan daerah 10% dari anggaran

pendapatan dan belanja negara di luar gaji)

4

dimana dua pertiganya

diperuntukan untuk kepentingan layanan publik

5

, maka peran serta swasta

sangat besar dan alokasi pembiayaan kesehatannya melalui sistem jaminan

sosial nasional dan/atau asuransi kesehatan komersial.

6

Saat ini di tanah air telah terbit dan berlaku berbagai perundangan dan

peraturan yang menyangkut kesehatan dan profesi medis antara lain Undang

Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang

Undang RI Nomor RI 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan

Nasional, Undang Undang RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik

(termasuk kesehatan), Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang

Kesejahteraan Sosial, Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang

Disampaikan pada Workshop Penyusunan Clinical Pathways RS Bethesda Yogyakarta, 14-15 Mei 2010.

1 Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 170 Ayat 1. 2

Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 170 Ayat 2. 3

Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 170 Auat 3. 4

Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 171 Ayat 1 dan 2. 5

Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 171 Ayat 3. 6

(2)

Kesehatan, dan terakhir Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang

Rumah Sakit.

Inti dari tujuan Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik

Kedokteran yakni:

7

1. Memberikan perlindungan kepada pasien (patient safety)

2. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang

diberikan

3. Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter.

dan inti tujuan Undang Undang Nomor RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang

Rumah Sakit yakni:

8

1. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan

kesehatan

2. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat,

lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit

3. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah

sakit; dan

4. Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya

manusia rumah sakit, dan Rumah Sakit.

Tujuan dari Undang Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik

Kedokteran adalah – memberikan perlindungan terhadap pasien,

mempertahankan/meningkatkan mutu pelayanan medis dan memberikan

perlindungan hukum kepada masyarakat dan dokter

9

serta dalam

melaksanakan praktiknya wajib mengikuti standar pelayanan kedokteran,

10

wajib menyelenggarakan kendali mutu

11-12

dan kendali biaya

3

melalui kegiatan

audit medis

13

yang dilaksanakan oleh organisasi profesi

14

, untuk tingkat

rumah sakit oleh kelompok seprofesi (SMF) dan Komite Medik.

15

7 Undang Undang RI No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 3. 8 Undang Undang RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Pasal 3. 9 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 3.

10 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 44 Ayat 1 dan penjelasannya.

11 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 1 dan penjelasannya.

12 Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Bab IV Subsistem Upaya Kesehatan.

13 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 2 dan penjelasannya.

(3)

Standar Pelayanan Medis/Kedokteran

Standar Pelayanan Medis/Kedokteran tidak identik dengan Buku Ajar,

Text-books ataupun catatan kuliah yang digunakan di perguruan tinggi. Karena

Standar Pelayanan Medis merupakan alat/bahan yang diimplementasikan pada

pasien; sedangkan buku ajar,

text-books, jurnal, bahan seminar maupun

pengalaman pribadi adalah sebagai bahan rujukan/referensi dalam menyusun

Standar Pelayanan Medis.

Standar Pelayanan Medis di rumah sakit pada umumnya dapat diadopsi dari

Pedoman/Standar Pelayanan Medis yang telah dibuat oleh organisasi profesi

masing masing, tinggal dicocokkan dan disesuaikan dengan kondisi sarana dan

kompetensi yang ada di rumah sakit. Bila Pedoman/Standar Pelayanan Medis

yang telah dibuat oleh organisasi profesi tersebut sesuai dengan kondisi

rumah sakit – maka tinggal disepakati oleh anggota profesi (SMF) terkait dan

disahkan penggunaannya di rumah sakit oleh direktur rumah sakit tersebut.

Namun bila Pedoman/Standar Pelayanan Medis yang telah dibuat oleh

organisasi profesi tersebut belum ada atau tidak sesuai dengan kondisi rumah

sakit atau dalam Pedoman/Standar Pelayanan Medis dari profesi belum

mencantumkan jenis penyakit yang sesuai dengan keadaan epidemiologi

penyakit di daerah/rumah sakit tersebut – maka profesi di rumah sakit

tersebut wajib membuat Standar Pelayanan Medis untuk rumah sakit

tersebut dan disahkan penggunaannya di rumah sakit oleh direktur rumah

sakit.

Dalam menyusun Standar Pelayanan Medis untuk rumah sakit - profesi medis

memberikan pelayanan keprofesiannya secara efektif (clinical effectiveness)

dalam hal menegakkan diagnosis dan memberikan terapi berdasarkan

pendekatan

evidence-based medicine. Secara ringkasnya langkah tersebut

sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.

14 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 49 Ayat 3 dan

penjelasannya.

15 Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 496/Menkes/ SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit.

(4)

Gambar 1. Langkah umum dalam kajian literatur melalui pendekatan

evidence-based, tingkat evidens dan rekomendasi dalam bentuk standar pelayanan

medis dan atau standar prosedur operasional.

(5)

Format Standar Pelayanan Medis

Nomor : ...

SMF : ...

Rumah Sakit : ...

1. Judul/topik : ………

2. Tanggal/Nomor/Update: ………../………../……….

3. Skop pengguna: dokter umum/spesialis/konsultan*

4. Sumber informasi/literatur/bahan acuan:

i. ………..

ii. ………..

iii. ………..

iv. ………..

v. ………..

5. Nama Reviewer/Penelaah kritis:

i. ………...

ii. ………...

iii. ………

6. Tingkat eviden: ………

7. Hasil Telaah/Rekomendasi:

………

………

………

………

……….dst

8. Tingkat Rekomendasi: ………….

9. Indikator klinis : ………

(6)

Proses selanjutnya setelah menyusun Standar Pelayanan Medis Rumah Sakit

adalah membuat

Clinical Pathways sebagai salah satu komponen dari Sistem

Casemix (INA DRG) yang saat ini dipergunakan untuk Jaminan Pemeliharaan

Kesehatan (Jamkesmas) di rumah sakit.

Menjaga mutu layanan medis (dalam hal ini quality assurance di bidang profesi

medis) yang mencakup standar pelayanan medis, audit medis dan peningkatan

mutu berkesinambungan. Maka diperlukan suatu instrumen yang dapat

merangkum seluruh kegiatan dan upaya tersebut di atas dalam

penyelenggaraan layanan kesehatan di rumah sakit melalui Clinical Pathways.

Clinical Pathways tersebut merupakan kombinasi pertemuan antar Clinical

Governance dan Sistem Pembiayaan Casemix. INA-DRG adalah versi

Departemen Kesehatan RI untuk sistem pembiayaan berdasarkan pendekatan

sistem casemix. Sistem casemix adalah suatu cara sistem pembiayaan

berdasarkan pengelompokan jenis diagnosis kasus yang homogen. Secara

ringkasnya sistem casemix terdiri dari 3 komponen utama – yakni kodefikasi

diagnosis (ICD 10) dan prosedur tindakan (ICD 9 CM), pembiayaan (costing)

yang dapat berupa

top-down approach, activity based costing dan atau

kombinasi keduanya, dan

clinical pathways. Untuk saat ini INA-DRG yang

disusun berdasarkan data dari 15 rumah sakit vertikal Depkes RI (tipe A, B

dan rumah sakit khusus) telah berhasil membuat 23 MDC

(Major Diagnostic

Categories). Upaya tersebut memang belum sempurna dan belum

mencerminkan realitas keadaan seluruh pelosok tanah air – namun sebagai

titik tonggak awal, hal tersebut merupakan suatu keberhasilan dalam

membuat suatu sistem pembiayaan layanan kesehatan rumah sakit dan usaha

baik menuju kepastian dan dapat diperbaiki serta ditingkatkan kualitas

maupun validitas datanya yang representatif untuk Indonesia. Sebagai sistem

yang baru lahir INA-DRG akan terus bergulir dan berkembang sesuai

tuntutan perkembangan layanan kesehatan baik nasional maupun regional.

16

Sistem Casemix adalah suatu cara mengelola sumber daya rumah sakit

seefektif mungkin dalam memberikan layanan kesehatan yang terjangkau

16

Firmanda D. Sosialisasi INA DRG: Konsep INA-DRG dan keterkaitannya dengan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Disampaikan pada Acara Rapat Kerja Kesehatan daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2009 di Hotel Grand Elite Kompleks Riau Business Centre, Pekanbaru 2 – 5 Maret 2009.

(7)

kepada masyarakat berdasarkan pengelompokkan spektrum diagosis penyakit

yang homogen dan prosedur tindakan yang diberikan.

17,18,19,20,21

Casemix is a crucial tool that will help in managing healthcare

resources effectively, and in so doing keep healthcare

affordable. It is a fairer means of allocating resources as it

takes into account the wide spectrum of disease conditions,

their varying degrees of severity, and significant patient

variables such as age and gender. Changing needs and disease

patterns are considered under the Casemix system. The

dynamism and responsiveness of the Casemix system stem

from the fact that Casemix allocation rules are based on data

collected from actual service provider workload and

community disease patterns in the local context. Therefore

refine and adjust the system when necessary to suit specific

circumstances.

1-5

Secara ringkas INA-DRG adalah variasi sistem casemix untuk Indonesia yang

disusun berdasarkan data dari 15 rumah sakit vertikal, mempergunakan ICD

10 untuk diagnosis dan ICD 9 CM untuk prosedur tindakan serta biaya

berdasarkan tarif yang berlaku pada waktu tersebut. (Gambar 2)

17 Goldman L. Cost-Effectiveness in a flat world — Can ICDs help the United States get rhythm? N

Engl J Med 2005;353(14 ):1513-5.

18 Dana B Mukame DB, Zwanziger J, Bamezai A. Hospital competition, resource allocation and quality of care. BMC Health Services Research 2002; 2(10): 1472-81.

19 Diane Rowland D. Medicaid — Implications for the health safety net.N Engl J Med

2005;353(14):1439-41.

20 Greally C. After 12 years of Casemix in Ireland, a major review leading to its modernisation and expansion as a central pillar in hospital funding policy. Ireland Department of Health, 2004.

21 Casemix Unit Department of Health and Children. Casemix Measurement in Irish Hospitals. Ireland Department of Health, 2005.

(8)

Gambar 2. INA-DRG : Sistem casemix versi Indonesia dengan berbagai

komponen ICD 10, ICD 9 CM, costing dan clinical pathways.

Untuk masa yang akan datang, bila telah berhasil terkumpul seluruh

clinical

pathways – maka INA DRG akan lebih disempurnakan dengan menghitung

DRG

Relative Weight dan Casemix Index serta Base Rate setiap

pengelompokkan jenis penyakit sebagaimana dalam Gambar 3 sebagi contoh;

dan selanjutnya dapat membandingkan (benchmarking) cost efficiency antar

rumah sakit dalam memberkan layanan kesehatan yang sama.

(9)

Gambar 3. Contoh penghitungan DRG RW, CMI dan

Base Rate dari setiap

clinical pathways serta implementasi biaya setelah dilakukan penyesuaian

(adjustment) anggaran yang tersedia.

(10)

Sehingga secara ringkas akan peranan profesi dalam sistem pembiayaan

Casemix INA DRG dapat dilihat sebagaimana dalam Gambar 4 berikut.

Gambar 4. Peran profesi dengan membuat Clinical Pathways dalam INA DRG

sebagai sistem pembiayaan Casemix.

22

22 Firmanda D. Peran Profesi IDAI dan Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia dalam Sistem Pembiayaan Casemix. Disampaikan pada acara pertemuan perhimpunan profesi dan kolegium dengan P2JK di Bali 23-25 November 2009 dan di Batam 7-9 April 2010.

(11)

Clinical Pathways

Definisi

Clinical Pathways (CP) adalah suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu

yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan

standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan

hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah

sakit.

23,24,25

Prinsip prinsip dalam menyusun Clinical Pathways

Dalam membuat

Clinical Pathways penanganan kasus pasien rawat inap di

rumah sakit harus bersifat:

a. Seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan harus secara

terpadu/integrasi dan berorientasi fokus terhadap pasien

(Patient

Focused Care) serta berkesinambungan (continuous of care)

b. Melibatkan seluruh profesi (dokter, perawat/bidan, penata,

laboratoris dan farmasis)

c. Dalam batasan waktu yang telah ditentukan sesuai dengan keadaan

perjalanan penyakit pasien dan dicatat dalam bentuk periode harian

(untuk kasus rawat inap) atau jam (untuk kasus gawat darurat di unit

emergensi).

d. Pencatatan CP seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan kepada pasien

secara terpadu dan berkesinambungan tersebut dalam bentuk

dokumen yang merupakan bagian dari Rekam Medis.

e. Setiap penyimpangan langkah dalam penerapan CP dicatat sebagai

varians dan dilakukan kajian analisis dalam bentuk audit.

23 Firmanda D. Pedoman Penyusunan Clinical Pathways dalam rangka implementasi Sistem DRGs Casemix di rumah sakit. Disampaikan dalam Sidang Pleno Komite Medik RS Fatmawati, Jakarta 7 Oktober 2005.

24 Firmanda D. Clinical Pathways: Peran profesi medis dalam rangka menyusun Sistem DRGs Casemix di rumah sakit. Disampakan pada kunjungan lapangan ke RSUP Adam Malik Medan 22 Desember 2005, RSUP Hasan Sadikin Bandung 23 Desember 2005 dan Evaluasi Penyusunan Clinical Pathways dalam rangka penyempurnaan Pedoman DRGs Casemix Depkes RI, Hotel Grand Cempaka Jakarta 29 Desember 2005.

25 Firmanda D, Pratiwi Andayani, Nuraini Irma Susanti, Srie Enggar KD dkk. Clinical Pathways Kesehatan Anak dalam rangka implementasi Sistem DRGs Casemix di RS Fatmawati, Jakarta 2006.

(12)

f. Varians tersebut dapat karena kondisi perjalanan penyakit, penyakit

penyerta atau komplikasi maupun kesalahan medis (medical errors).

g. Varians tersebut dipergunakan sebagai salah satu parameter dalam

rangka mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan.

Clinical Pathways tersebut dapat merupakan suatu Standar Prosedur

Operasional yang merangkum:

a. Profesi medis: Standar Pelayanan Medis dari setiap Kelompok Staf

Medis/Staf Medis Fungsional (SMF) klinis dan penunjang.

b. Profesi keperawatan: Asuhan Keperawatan

c. Profesi farmasi: Unit Dose Daily dan Stop Ordering

d. Alur Pelayanan Pasien Rawat Inap dan Operasi dari Sistem Kelompok

Staf Medis/Staf Medis Fungsional (SMF), Instalasi dan Sistem

Manajemen Rumah Sakit.

Langkah langkah penyusunan Clinical Pathways

Langkah langkah dalam menyusun Format

Clinical Pathways yang harus

diperhatikan:

1. Komponen yang harus dicakup sebagaimana definisi dari Clinical

Pathways

2. Manfaatkan data yang telah ada di lapangan rumah sakit dan kondisi

setempat

26

seperti data Laporan RL2 (Data Keadaan Morbiditas

Pasien) yang dibuat setiap rumah sakit berdasarkan Buku Petunjuk

Pengisian, Pengolahan dan Penyajian Data Rumah Sakit

27

dan sensus

harian untuk:

a. Penetapan judul/topik Clinical Pathways yang akan dibuat.

b. Penetapan lama hari rawat.

3. Untuk variabel tindakan dan obat obatan mengacu kepada Standar

Pelayanan Medis, Standar Prosedur Operasional dan Daftar Standar

Formularium yang telah ada di rumah sakit setempat, Bila perlu

standar standar tersebut dapat dilakukan revisi sesuai kesepakatan

setempat.

26 Firmanda D. Kodefikasi ICD 10 dan ICD 9 CM: indikator mutu rekam medik dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Disampaikan pada Sosialisasi Pola Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes RI di Hotel Panghegar Bandung 1-3 Juni 2006.

27 Departemen Kesehatan RI. Buku Petunjuk Pengisian, Pengolahan dan Penyajian Data Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes RI, Jakarta 2005.

(13)

4. Pergunakan Buku ICD 10 untuk hal kodefikasi diagnosis dan ICD 9 CM

untuk hal tindakan prosedur sesuai dengan profesi/SMF masing

masing.

26

Persiapan dalam penyusunan Clinical Pathways

Agar dalam menyusun

Clinical Pathways terarah dan mencapai sasaran serta

efisien waktu, maka diperlukan kerjasama dan koordinasi antar profesi di

SMF, Instalasi Rawat Inap (mulai dari gawat darurat, ruangan rawat inap,

ruangan tindakan, instalasi bedah, ICU/PICU/NICU) dan sarana penunjang

(instalasi gizi, farmasi, rekam medik, akuntasi keuangan, radiologi dan

sebagainya).

1. Profesi Medis – mempersiapkan Standar Pelayanan Medis (SPM/SPO)

sesuai dengan bidang keahliannya. Profesi Medis dari setiap divisi

berdasarkan data dari rekam medis diatas - mempersiapkan

SPM/SPO, bila belum ada dapat menyusun dulu SPM/SPOnya sesuai

kesepakatan.

2. Profesi Rekam Medis/Koder – mempersiapkan buku ICD 10 dan ICD 9

CM, Laporan RL1 sampai dengan 6 (terutama RL2). Profesi Rekam

Medis membuat daftar 5 - 10 penyakit utama dan tersering dari setiap

divisi SMF/Instalasi dengan kode ICD 10 serta rerata lama hari rawat

berdasarkan data laporan morbiditas RL2.

3. Profesi Perawat – mempersiapkan Asuhan Keperawatan.

4. Profesi Farmasi – mempersiapkan Daftar Formularium, sistem

unit

dose dan stop ordering.

5. Profesi Akuntasi/Keuangan – mempersiapkan Daftar Tarif rumah sakit

Setiap varians yang didapatkan akan dilakukan tindak lanjut dalam bentuk

pelaksanaan audit medis.

Berikut beberapa contoh dari

Clinical Pathways Kesehatan Anak RSUP

Fatmawati Jakarta untuk Program Jamkesmas :

(14)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

DEMAM BERDARAH DENGUE

2009

Nama Pasien:

……… ……… Umur: ………..kg Berat Badan: Tinggi Badan: …………..cm ……….Nomor Rekam Medis:

Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 5 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam masuk:

………. Tgl/Jam keluar: ………. ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. ……… Biaya (Rp) Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3 Hari Rawat 4 Hari Rawat 5

Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Diagnosis:  Penyakit Utama ………. ……… ……… ……… ………  Penyakit Penyerta ………. ……… ……… ……… ………  Komplikasi ………. ……… ……… ……… ……… Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) …………..  Konsultasi ………. ……… ……… ……… ……… …………..

Pemeriksaan Penunjang: Hb,Ht,Trb, Leukosit

DTL, U, F Hb,Ht,Trb, Leu Hb,Ht,Trb, Leu CXR RLD Hb,Ht,Trb, Leu Ig G/ Ig M Hb,Ht,Trb, Leuko

…………..

Tindakan: Pasang IVFD - - - Angkat IVFD

…………..

Obat obatan:  Parasetamol 3 x …mg  IVFD:………… cc/hr ………. (+ ) / ( -) ………. (+ ) / ( -) ………. (+ ) / ( -) ………. (+ ) / ( -) ………. (+ ) / ( -) ………. ………. Nutrisi: ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Mobilisasi: ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Hasil (Outcome):  Febris (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-)  Perdarahan (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-)  Syok (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) Pendidikan/Rencana

Pemulangan: Tanda perdarahan Banyak minum Banyak minum Tanda perdarahan

Banyak minum Tanda perdarahan

Sanitasi

Imunisasi Kontrol poliklinik

Varians:

……….

………

……….

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

Jumlah Biaya Nama Perawat:

………  Utama Diagnosis Akhir: Demam Berdarah Dengue Kode ICD 10 A 91  Visite/Konsul: Anamnesis Jenis Tindakan: Kode ICD 9 – CM 89.0 Nama Dokter:

………  Penyerta ………. ……… ……….. ………..   Visite/Konsul: P. Fisik Pemeriksaan mikroskop darah 89.7 90.5 Nama Pelaksana

Verifikasi: ………

 Komplikasi ………. ………..  Pemasangan IVFD 99.2

(15)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

DIARE AKUT

2009

Nama Pasien:

……… ……… Umur: ………..kg Berat Badan: Tinggi Badan: …………..cm ……….Nomor Rekam Medis:

Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 3 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. ………. Biaya (Rp): Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3

Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Diagnosis:  Penyakit Utama ………. ………. ……….  Penyakit Penyerta ………. ………. ……….  Komplikasi ………. ………. ………. Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) ………  Konsultasi ………. ………. ………. ………

Pemeriksaan Penunjang:  DTL, Urin lengkap  AGD dan Elektrolit  Analisis Feses  Tes Mt

AGD dan Elektrolit Baca Tes Mt ………

Tindakan: Pasang IVFD Angkat IVFD ………

Obat obatan:  Oralit  IVFD::………cc/hr  ……… ………. ……….. ……….. ………. ……….. ……….. ………. ……….. ……….. ……… Nutrisi: ………. ………. ………. ……… Mobilisasi: ………. ………. ………. ……… Hasil (Outcome):  Kesadaran ………. ………. ……….  Febris (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-)  Tanda dehidrasi (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) Pendidikan/Rencana

Pemulangan: Banyak minum Sanitasi Imunisasi Gizi Kontrol poliklinik

Varians: ……… ……… ……… Jumlah Biaya Nama Perawat: ………. Nama Dokter: ………. Nama Pelaksana Verfikasi: ………

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Diare Akut A 08.4  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5  Komplikasi ……… ………..  AGD dan elektrolit

……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

(16)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

PNEUMONIA

2009

Nama Pasien:

……… ……… Umur: ………..kg Berat Badan: Tinggi Badan: …………..cm ……….Nomor Rekam Medis:

Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 5 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. ………. Biaya (Rp): Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3 Hari Rawat 4 Hari Rawat 5

Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Diagnosis:  Penyakit Utama ………. ……… ……… ……… ………  Penyakit Penyerta ………. ……… ……… ……… ………  Komplikasi ………. ……… ……… ……… ……… Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) …………..  Konsultasi ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Pemeriksaan Penunjang:  DTL  AGD  CXR PA  AGD

 Tes Mt - Baca Tes Mt - …………..

Tindakan:  Oksigen

 Pasang IVFD - - Angkat IVFD - …………..

Obat obatan:  Inj. Ampiciilin 4 x ..…mg  Inj. Kemicetine 4 x … mg  :………..  ……… ………. ………. ………. ………. ……… ……… ……… ………….. ……… ……… ……… ………….. ……… ……… ……… ………….. ……… ……… ……… ………….. ………… ………… ………… ………….. Nutrisi: ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Mobilisasi: ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Hasil (Outcome):  Kesadaran ………. ……… ……… ……… ………  Febris (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-)  Sesak (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) (+) / (-) Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan penyakit. Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik

Varians: ………. ……… ……… ……… ……… Jumlah Biaya Nama Perawat: ……….. Nama Dokter: ……….. Pelaksana Verifikasi: ………

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Pneumonia J 18.0  Visite/Konsul: Anamnesis & PF 89.0 dan 89.7  Penyerta ……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

……… ………..  Foto toraks PA 87.44

 Komplikasi ……… ………..  Pemasangan IVFD & Inj. obat 99.2

(17)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

DEMAM TIFOID

2009

Nama Pasien:

……… ……… Umur: ………..kg Berat Badan: Tinggi Badan: …………..cm ……….Nomor Rekam Medis:

Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 10 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. HR 1 HR 2 HR 3 HR 4 HR 5 HR 6 HR 7 HR 8 HR 9 HR 10 HS… HS… HS… HS… HS… HS… HS… HS… HS… HS… Diagnosis:  Penyakit Utama A 01.10  Penyakit Penyerta ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..  Komplikasi ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. …………..  Konsultasi ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………….. Pemeriksaan Penunjang: DTL, U, F Widal, Tes Mt, Biakan empedu darah, Typhi dot (Ig M & Ig G) Baca Tes Mt

…………..

Tindakan: ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………….. Obat obatan:  Kloramfenikol 4 x .…mg  Parasetamol 3 x …. mg ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

…………..

Nutrisi: Makanan lunak Makanan biasa …………..

Mobilisasi: Tirah Baring ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………….. Hasil (Outcome):

 Kesadaran ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..  Febris + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / -  Tanda abdomen akut + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / - + / - Pendidikan/ R. Pemulangan: Penjelasan penyakit Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik Varians: ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……… Nama Pelaksana Verifikasi: ………

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM

 Utama Demam Tifoid A 01.0  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5  Komplikasi ……… ………..  Pemasangan IVFD & Inj. obat 99.2

……… ………..  Serologi Widal dan Igm IgG (typhi dot) ……… ………..  Biakan empedu darah

(18)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

BAYI BARU LAHIR

2009

Nama Pasien: ……… No. Rekam Medis: ………. Tgl Lahir: ……… Jam ………. Jenis Kelamin:

……….. Cara Lahir: ……… ……….gram Berat Lahir: Panjang Badan: …………..cm ………cm Lingkar Kepala: ………. Nilai Apgar: Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 3 hari

Aktivitas Pelayanan

R. Rawat

……….

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3

Diagnosis:  Utama ………. ……… ……….  Penyerta ………. ……… ……….  Komplikasi ………. ……… ………. Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) ………..  Konsultasi ………. ……… ………. ………..

Pemeriksaan Penunjang: DTL, Gula Darah Skrining TSH ………..

Tindakan: Perawatan tali pusat

……….. ……… Perawatan tali pusat ……… Perawatan tali pusat ………..

Obat obatan: Inj. Vit. K1 1 mg IM atau Vit. K1 2 mg oral - ………..

Nutrisi: ASI ad libitum ASI ad libitum ASI ad libitum

Mobilisasi: Hasil (Outcome):  Kesadaran ………. ……… ……….  Febris (+) / ( -) (+) / ( -) (+) / ( -)  Sesak (+) / ( -) (+) / ( -) (+) / ( -)  Sianosis (+) / ( -) (+) / ( -) (+) / ( -)  Ikterus (+) / ( -) (+) / ( -) (+) / ( -) Pendidikan/Rencana Pemulangan:

 Perawatan bayi dan tali pusat

 Perawatan mamae  Tentang ASI

 Imunisasi  Kontrol poliklinik

Varians: ………. ………. ……… ……… ………. ……… Jumlah Biaya Nama Perawat: ………. Nama Dokter: ………. Nama Pelaksana Verifikasi: ……….

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama ……….. ………  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

 Komplikasi ……… ………..  ASI 99.98

……… ………..  Injeksi obat Vitamin K1 99.2

(19)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

KEJANG DEMAM

2009

Nama Pasien:

……… ……… Umur: ………..kg Berat Badan: Tinggi Badan: …………..cm ……….Nomor Rekam Medis:

Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 3 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): …………..

Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3

Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Diagnosis:  Penyakit Utama

……….

……….

……….

 Penyakit Penyerta

……….

……….

……….

 Komplikasi

……….

……….

……….

Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) ………  Konsultasi

……….

……….

……….

………

Pemeriksaan Penunjang: DTL, Urin, Feses, AGD, Gula Darah dan Elektrolit Pungsi Lumbal, Tes Mt

AGD dan Elektrolit Baca Tes Mt

………

Tindakan: Pasang IVFD Angkat IVFD ………

Obat obatan:  Parasetamol 3 x …mg atau Ibuprofen 3 x … mg  Diazepam 2 x ….mg  IVFD::………cc/hr  ……… ………. ……….. ……….. ……….. ……….. ………. ……….. ……….. ……….. ………. ………. ……….. ……….. ……….. ………. ………. Nutrisi:

……….

……….

……….

………. Mobilisasi:

……….

……….

……….

……… Hasil (Outcome):  Kesadaran

……….

……….

……….

 Febris (+) / ( -) (+) / ( -) (+) / ( -)  Kejang (+) / ( -) (+) / ( -) (+) / ( -)  Defisit neurologis (+) / ( -) (+) / ( -) (+) / ( -) Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan penyakit. Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik

Varians: ……… ……… ……… Jumlah Biaya Nama Perawat: ………. Nama Dokter: ………. Nama Pelaksana Verifikasi: ………..

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Diare Akut A 09  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5  Komplikasi ……… ………..  AGD, ula Darah dan elektrolit

……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

(20)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

MORBILI

2009

Nama Pasien:

……… ……… Umur: ………..kg Berat Badan: Tinggi Badan: …………..cm ……….Nomor Rekam Medis:

Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 5 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3 Hari Rawat 4 Hari Rawat 5

Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Diagnosis:  Penyakit Utama ……… ……… ……… ……… ………  Penyakit Penyerta ……… ……… ……… ……… ………  Komplikasi ……… ……… ……… ……… ……… Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) ………  Konsultasi ……… ……… ……… ……… ……… ……….. Pemeriksaan Penunjang: DTL, U, F ……… ……… ……… ……… ……….. Tindakan: ……… ……… ……… ……….. Obat obatan:  Parasetamol 3 x …mg  Vitamin A 100 000 IU  Talk Salisilik ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….. Nutrisi: ……… ……… ……… ……… ……… ……….. Mobilisasi: ……… ……… ……… ……… ……… ……….. Hasil (Outcome):  Kesadaran ……… ……… ……… ……… ………  Febris (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -)  Sesak (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan penyakit. Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik

Varians: ……… ……… ……… ……… ……… Jumlah Biaya Nama Perawat: ………. Nama Dokter: ………. Nama Pelaksana Verifikasi: ………..

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Morbili B 05  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5  Komplikasi ……… ………..  Pemeriksaan rutin urin dan feses

……… ………..  ……… ……..

(21)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

HIPERBILIRUBINEMIA NEONATAL

2009

Nama Pasien: ……… No. Rekam Medis: ………. Tgl Lahir: ……… Jam ………. Jenis Kelamin:

……….. Cara Lahir: ……… ……….gram Berat Lahir: Panjang Badan: …………..cm ………cm Lingkar Kepala: ………. Nilai Apgar: Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 3 hari

Aktivitas Pelayanan

R. Rawat

……….

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): …………..

Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3

Diagnosis:  Utama ………. ……… ……….  Penyerta ………. ……… ……….  Komplikasi ………. ……… ………. Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) ……….  Konsultasi ………. ……… ………. ……….

Pemeriksaan Penunjang: DTL, Gula Darah, Bilirubin total (direk dan indirek), Preparat apusan darah, G6PD, Gol. Darah ibu dan bayi (ABO dan Rhesus), Uji Coombs

Bilirubin total

(direk dan indirek) ……….

Tindakan: Terapi sinar

Perawatan tali pusat Perawatan tali pusat ……….

Obat obatan: Vit. K1 1 mg IM atau oral 2 mg - ……….

Nutrisi: ASI ad libitum ASI ad libitum ASI ad libitum

Mobilisasi: ………. ……… ………. Hasil (Outcome):  Kesadaran ………. ……… ……….  Febris (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -)  Sesak (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -)  Sianosis (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -)  Ikterus (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) Pendidikan/Rencana

Pemulangan:   Perawatan bayi dan tali pusat Perawatan mamae  Tentang ASI  Imunisasi  Kontrol poliklinik Varians: ……….……. ……… ………. Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……… Nama Pelaksana Verifikasi: ………

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Hiperbilirubinemia P 59  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

 Komplikasi ……… ………..  ASI 99.98

……… ………..  Injeksi obat 99.2

(22)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

BRONKIOLITIS AKUT

2009

Nama Pasien:

……… ……… Umur: ………..kg Berat Badan: Tinggi Badan: …………..cm ……….Nomor Rekam Medis:

Diagnosis Awal: ………. Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 5 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3 Hari Rawat 4 Hari Rawat 5

Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Diagnosis:  Penyakit Utama ………. ……… ……… ……… ………  Penyakit Penyerta ………. ……… ……… ……… ………  Komplikasi ………. ……… ……… ……… ……… Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) …………..  Konsultasi ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Pemeriksaan Penunjang:  DTL  AGD  CXR PA  AGD

 Tes Mt - Baca Tes Mt - …………..

Tindakan:  Oksigen

 Pasang IVFD - - Angkat IVFD - …………..

Obat obatan:  Inj. Ampiciilin 4 x ..…mg  Inj. Kemicetine 4 x … mg  :………..  ……… ………. ………. ………. ………. ……… ……… ……… ………….. ……… ……… ……… ………….. ……… ……… ……… ………….. ……… ……… ……… ………….. ………… ………… ………… ………….. Nutrisi: ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Mobilisasi: ………. ……… ……… ……… ……… ………….. Hasil (Outcome):  Kesadaran ………. ……… ……… ……… ………  Febris (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -)  Sesak (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan penyakit. Gizi dan imunisasi Kontrol poliklinik

Varians: ………. ………. ………. ……… ………. ……… ……… ……… ……….. ……… Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……… Nama Pelaksana Verifikasi: ………

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Bronkiolitis Akut J 21  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

 Komplikasi ……… ………..  Foto toraks PA 87.44

……… ………..  Pemasangan IVFD & Inj. obat 99.2

(23)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

TUBERKULOSIS PARU

2009

Nama Pasien: ……… Umur:………… Berat Badan:…..kg Tinggi Badan: …..cm No. Rekam Medis:………….

Diagnosis Awal: ……… Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 5 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. HR 1 HR 2 HR 3 HR 4 HR 5 HR 6 HR 7 HR 8 HR 9 HR 10 HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. Diagnosis:  Penyakit Utama ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……...  Penyakit Penyerta ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……...  Komplikasi ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) ……….  Konsultasi ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ………. Pemeriksaan Penunjang:  DTL, Urin, Feses

 AGD, Gula Darah dan Elektrolit  Tes Mt  Foto toraks PA ……… ……… ……….. ………. ……… ……… ……….. ………. ……… ……… ……….. ………. ……… ……… ……….. ………. ……… ……… ……….. ………. ………  Tindakan: IVFD:…cc/hr ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……… Obat obatan:  INH 1 x ….mg  Rifampisin 1 x …mg  Pirazinamid 2 x … mg ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……….. ……… Nutrisi: ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... Mobilisasi: ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... Hasil (Outcome):  Kesadaran ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……...  Febris (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -)  Defisit neurologis (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) (+ ) / ( -) Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan Penyakit Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik Varians: ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……….. Nama Pelaksana Verifikasi: ………..

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Tuberkulosis Paru A 16  Visite/Konsul Anamnesis & P F 89.0 dan 89.7  Penyerta ……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

……… ………..  AGD, Gula Darah dan elektrolit

 Komplikasi ……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

(24)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

MENINGITIS TUBERKULOSIS

2009

Nama Pasien: ……… Umur:………… Berat Badan:…..kg Tinggi Badan: …..cm No. Rekam Medis:………….

Diagnosis Awal: ……… Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 10 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. HR 1 HR 2 HR 3 HR 4 HR 5 HR 6 HR 7 HR 8 HR 9 HR 10 HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. Diagnosis:  Penyakit Utama …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Penyakit Penyerta …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Komplikasi …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……….  Konsultasi …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ………. Pemeriksaan Penunjang: DTL, Urin, Feses, AGD,

LP, Tes Mt, CXR PA, CT Scan ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……… Tindakan: IVFD:…cc/hr …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……… Obat obatan:  Parasetamol 3 x … mg  Diazepam 2 x ….mg  INH 1 x ….mg  Rifampisin 1 x …mg  Pirazinamid 2 x … mg  Prednison 3 x ..mg …….. …….. …….. …….. …….. …….. ……… ……… ……… ……… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……… Nutrisi: …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Mobilisasi: …….. …… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Hasil (Outcome):  Kesadaran ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Febris ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Kejang ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Defisit neurologis ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan Penyakit Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik

Varians: ……. …….. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….…….. Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……….. Nama Pelaksana Verifikasi: ………..

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Meningitis Tuberkulosis A 17  Visite/Konsul Anamnesis & P F 89.0 dan 89.7  Penyerta ……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

……… ………..  AGD, Gula Darah dan elektrolit

 Komplikasi ……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

……… ………..  Pungsi Lumbal ……… ………..  CT Scan

(25)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

MENINGITIS BAKTERIALIS

2009

Nama Pasien: ……… Umur:………… Berat Badan:…..kg Tinggi Badan: …..cm No. Rekam Medis:………….

Diagnosis Awal: ……… Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 10 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. HR 1 HR 2 HR 3 HR 4 HR 5 HR 6 HR 7 HR 8 HR 9 HR 10 HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. Diagnosis:  Penyakit Utama ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Penyakit Penyerta ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Komplikasi ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……….  Konsultasi ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ………. Pemeriksaan Penunjang:

DTL, Urin, Feses, AGD, LP

Tes Mt, CXR PA, CT Scan ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ………. Tindakan: IVFD:…cc/hr ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……… Obat obatan:  Parasetamol 3 x … mg  Diazepam 2 x ….mg  Ampicillin 6 x ….mg  Kemicetine 4 x …mg  Metilprednisolon 3 x ..mg  ……… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……… Nutrisi: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Mobilisasi: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Hasil (Outcome):  Kesadaran ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Febris ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Kejang ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Defisit neurologis ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan Penyakit Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik

Varians: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……….. Nama Pelaksana Verifikasi: ………..

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Meningitis Bakterialis G 00  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5  Komplikasi ……… ………..  AGD, Gula Darah dan elektrolit

……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

……… ………..  Pungsi Lumbal ……… ………..  CT Scan

(26)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

ENSEFALITIS

2009

Nama Pasien: ……… Umur:………… Berat Badan:…..kg Tinggi Badan: …..cm No. Rekam Medis:………….

Diagnosis Awal: ……… Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 5 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. Hari Rawat 1 Hari Rawat 2 Hari Rawat 3 Hari Rawat 4 Hari Rawat 5

Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Hari Sakit: … Diagnosis:  Penyakit Utama ……….. ……….. ……….. ……….. ………..  Penyakit Penyerta ……… ……… ……… ……… ………  Komplikasi ……… ……… ……… ……… ……… Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter ………. ………. ………. ………. ………. ……….  Konsultasi ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………. Pemeriksaan Penunjang: DTL, Urin, Feses, AGD, LP

Tes Mt, CXR PA, CT Scan ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……….

Tindakan: IVFD:…cc/hr Pasang IVFD ……….. ……….. ……….. Angkat IVFD Obat obatan:  Parasetamol 3 x … mg  Diazepam 2 x ….mg  Ampicillin 4 x ….mg  Kemicetine 4 x …mg  Metilprednisolon 3 x ..mg  ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… Nutrisi: Mobilisasi: Hasil (Outcome):  Kesadaran ……….. ……….. ……….. ……….. ………..  Febris ……… ……… ……… ……… ………  Kejang ……… ……… ……… ……… ………  Defisit neurologis ………. ………. ………. ………. ……….

Pendidikan/R. Pemulangan:

Penjelasan penyakit.

Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik

Varians: ………. ………. ………. ………. ………. Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……….. Nama Pelaksana Verifikasi: ………..

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Ensefalitis G 04  Visite/Konsul: Anamnesis 89.0  Penyerta ……… ………..  Visite/Konsul Pemeriksaan Fisik 89.7

……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5  Komplikasi ……… ………..  AGD, Gula Darah dan elektrolit

……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

(27)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

EFUSI PLEURA TUBERKULOSIS

2009

Nama Pasien: ……… Umur:………… Berat Badan:…..kg Tinggi Badan: …..cm No. Rekam Medis:………….

Diagnosis Awal: ……… Kode ICD 10 :……… Rencana rawat : 10 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. HR 1 HR 2 HR 3 HR 4 HR 5 HR 6 HR 7 HR 8 HR 9 HR 10 HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. Diagnosis:  Penyakit Utama ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Penyakit Penyerta ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Komplikasi ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……….  Konsultasi ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ………. Pemeriksaan Penunjang:

DTL, Urin, Feses, AGD, Pungsi Pleura Tes Mt, CXR PA, USG Paru

…… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………. Tindakan:  IVFD:…cc/hr  Pungsi pleura ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……... ……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……...……... ……… Obat obatan:  Parasetamol 3 x … mg  INH 1 x ….mg  Rifampisin 1 x …mg  Pirazinamid 2 x … mg  Prednison 3 x ..mg ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……… Nutrisi: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Mobilisasi: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Hasil (Outcome):  Kesadaran ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Febris ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Defisit neurologis ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Pendidikan/R. Pemulangan: Penjelasan Penyakit Gizi dan Imunisasi Kontrol poliklinik Varians: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……… . Nama Pelaksana Verifikasi: ………

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM

 Utama Efusi Pleura Tuberkulosis A 15.6  Visite/Konsul Anamnesis , P F 89.0 89.7  Penyerta ……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

……… ………..  AGD, Gula Darah dan elektrolit

 Komplikasi ……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

……… ………..  Pungsi Lumbal

(28)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

EFUSI PLEURA BAKTERIALIS

2009

Nama Pasien: ……… Umur:………… Berat Badan:…..kg Tinggi Badan: …..cm No. Rekam Medis:………….

Diagnosis Awal: ……… Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 10 hari Aktivitas Pelayanan ……….

R. Rawat

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): ………….. HR 1 HR 2 HR 3 HR 4 HR 5 HR 6 HR 7 HR 8 HR 9 HR 10 HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. HS….. Diagnosis:  Penyakit Utama ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Penyakit Penyerta ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Komplikasi ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……….  Konsultasi ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……….. Pemeriksaan Penunjang:

DTL, Urin, Feses, AGD, Tes Mt, CXR PA, USG Paru Biakan cairan pleura

……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... …….. ……... ……... …….. ……... ……... …….. ……... ……... …….. ……... ……... ……... ……… Tindakan:  Pungsi pleura  WSD …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. …….. ……. ……… Obat obatan:  Ampicillin 4 x … mg  Kemicetine 4 x ….mg  Prednison 3 x ..mg  ……… ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……… Nutrisi: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Mobilisasi: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Hasil (Outcome):  Kesadaran ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Febris ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……...  Sesak napas ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Pendidikan Penjelasan Penjelasan Gizi & Imunisasi Gizi & Imunisasi Kontrol poliklinik Varians: ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... ……... Jumlah Biaya Nama Perawat: ……… Nama Dokter: ……… Nama Pelaksana Verifikasi: ………

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Efusi Pleura Bakterialis J 90  Visite/Konsul Anamnesis & P F 89.0 dan 89.7  Penyerta ……… ………..  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5

……… ………..  AGD, Gula Darah dan elektrolit

 Komplikasi ……… ………..  Pemasangan IVFD 99.2

……… ………..  Pungsi Pleura

 Foto toraks PA USG Paru 87.44 ……… ………..  WSD Paru

Nama Pelaksana Verifikasi:

(29)

CLINICAL PATHWAYS JAMKESMAS

SMF KESEHATAN ANAK RS FATMAWATI JAKARTA

MALNUTRISI ENERGI PROTEIN DERAJAT BERAT (GIZI BURUK)

2009

Nama Pasien: ……… Umur:………… Berat Badan:…..kg Tinggi Badan: …..cm No. Rekam Medis:………….

Diagnosis Awal: ……… Kode ICD 10 : ……… Rencana rawat : 4 Minggu Aktivitas Pelayanan

R. Rawat

……….

Tgl/Jam msk:

……… ……… Tgl/Jam klr: ……... hari Lama Rwt Kelas: …….. Tarif/hr (Rp): …………. Biaya (Rp): …………..

Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV

Diagnosis:  Penyakit Utama ……… ……… ……… ………  Penyakit Penyerta ……… ……… ……… ………  Komplikasi ……… ……… ……… ……… Asessmen Klinis:  Pemeriksaan dokter ……… ……… ……… ……… ………  Konsultasi ……… ……… ……… ……… ………

Pemeriksaan Penunjang: DTL, Urin, Feses, Albumin, Globulin, Eektrolit,

Tansferin, Feritin, Profil Lemak, CXR PA, EKG. ……… ……… ……… ……… ……… Tindakan:  IVFD: …..cc/hari  TPN: … kkal/hari ………. ……….. ………. ……….. ………. ……….. ………. ……….. ………. Obat obatan: ………. ……….. ………. ……….. ………. ……….. ………. ……….. ………. Nutrisi: ………. ……….. ………. ……….. ………. ……….. ………. ……….. ………. Mobilisasi: ………. ………. ………. ………. ………. Hasil (Outcome):  BB, LLA ………. ……… ………. ……….

Pendidikan: Gizi dan cara pemberian makanan

Imunisasi. Kontrol Polilinik

Varians: ……… ……… ……… ……… ………. ……… Jumlah Biaya Nama Perawat: ………. Nama Dokter: ……… Nama Pelaksana Verifikasi: ……….

Diagnosis Akhir: ICD 10 Jenis Tindakan: ICD 9 – CM  Utama Kwashiorkor E40  Visite/Konsul Anamnesis & PF 89.0 dan 89.7

Marasmus E41  Pemeriksaan mikroskop darah 90.5 Marasmik Kwashiorkor E42  Pemasangan IVFD 99.2

 Penyerta ……… ………..  Foto toraks PA 87.44

……… ………..  AGD, Gula Darah, elektrolit ………….

 Komplikasi ……… ………..  EKG ………….

Gambar

Gambar 1. Langkah umum dalam kajian literatur melalui pendekatan evidence- evidence-based,  tingkat  evidens  dan  rekomendasi  dalam  bentuk  standar  pelayanan  medis dan atau standar prosedur operasional
Gambar  2.  INA-DRG  :  Sistem  casemix  versi  Indonesia  dengan  berbagai  komponen ICD 10, ICD 9 CM, costing dan clinical pathways
Gambar  3.  Contoh  penghitungan  DRG  RW,  CMI  dan  Base  Rate  dari  setiap  clinical  pathways  serta  implementasi  biaya  setelah  dilakukan  penyesuaian  (adjustment) anggaran yang tersedia
Gambar 4. Peran profesi dengan membuat Clinical Pathways dalam INA DRG  sebagai sistem pembiayaan Casemix

Referensi

Dokumen terkait

Dalam bab ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai analisa pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Malang dalam memutus perkara Nomor

Kompetensi dasar merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik pada setiap mata pelajaran di kelas tertentu dan dapat dijadikan acuan oleh guru untuk membuat

Ketiga sumbu kristal dari sistam ini sama panjang dan semuanya saling tegak

layaknya tukang bunga serta tidak membawa bunga dan Arswendo merupakan tamu penting yaitu anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) gadungan. Hal ini sesuai

Impor Produk Kehutanan Sementara (Rekomendasi Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) .. Surat Pernyataan yang

Kegiatan pembelajaran yang ada di dalam buku siswa lebih merupakan contoh yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran.. Guru diharapkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desain Dashboard Information System untuk PAR mencakup Key Performance Indicator (KPI) yang diperlukan untuk tingkat keberhasilan dan manfaat

Dengan sifat-sifat penelitian kualitatif seperti yang diungkapkan menunjukkan bahwa jenis pendekatan ini dapat mengakomodir kebutuhan penelitian ini yang lebih