BAB VI KONSEP DESAIN
4.1 Landasan Teori
4.1.1 Teori Desain Buku
Dari sekian banyaknya penerbit – penerbit sekarang ini, jumlah buku yang diproduksi makin banyak juga. Maka dari itu dalam tugas akhir ini buku yang akan dibuat juga akan didesain semenarik mungkin. Dari mulai cover dan packaging. Karena itu sangat penting untuk menarik pembeli atau consumer. Jika kita lihat, rata – rata konsumen tertarik pada cover dan packaging terlebih dahulu. Setelah itu mereka akan tertuju pada isi dan informasi buku tersebut.
Dalam buku On Book Design karya Richard Hendel faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain buku adalah :
Ada yang menganggap berbagai masalah yang ditimbulkan dalam pembuatan buku, yaitu pemilhan ukuran buku dan bentuk, pemilihan typeface pada teks dan penempatannya dan penentuan tipografi yang detail pada semua bagian buku.
4.1.2 Teori Desain Komunikasi Visual
Desain Komunikasi Visual dalam terapannya sebagai ilmu komunikasi yang memiliki fungsi dalam komunikasi :
• To identify
• To inform
• To persuade
Suatu karya desain komunikasi visual memiliki struktur yang sama dengan karya seni murni. Satu hal yang menjadi perbedaan mendasar adalah karena desain komunikasi visual memiliki tujuan dan fungsi yaitu komunikasi, maka nilai yang juga penting adalah komunikatif. Suatu desain yang memiliki struktur dan kualitas yang baik, apabila tidak komunikatif dapat dikatakan gagal.
Masalah yang harus dipecahkan secara komunikasi visual 1. Cermat menangkap perhatian masyarakat
3. Mengetahui titik perhatian dan motivasi
4. Mengkarakterisasikan maksud dan manfaat dari ide dan jasa yang dikomunikasikan
Dengan mengidentifikasikan ( identity ) target audience, maka dapat dirumuskan hal – hal yang dapat menjadi fokus dalam desain komunikasi visual. Dalam kaitannya dengan tujuan meningkatkan kunjungan target audience maka hal hal menjadi fokus adalah hal hal yang menarik minat mereka untuk datang.
Dari hal hal yang terangkum, maka dapat diinformasikan (inform) kepada target audience melalui media media promosi (persuade) dengan media media promosi yang tepat dan menarik. Diharapkan dengan promosi yang menarik, dapat menarik minat audience dan berhasil menaikkan jumlah target audience.
4.1.3 Teori Tipografi
Menurut Byrony Gomez (2007, p63 ) dalam bukunya ”Graphic Design Referenced”, mengungkapkan bahwa setidaknya kita harus menguasai ilmu tipografi terlebih dahulu sebelum pada tahap perancangan sebuah desain. Karena didalam ilmu tipografi ada banyak cara dalam menyampaikan pesan atau mengkomunikasikan secara visual.
Menurut Timothy Samara dalam buku Typography Workbook (A Real – World Guide To Using Type in Graphic Design), faktor faktor yang perlu diperhatikan dalam tipografi diantaranya adalah :
• Legibility, yaitu mudah dibaca. Penting dalam penyampaian pesan dan gagasan.
• Readability, yaitu dapat dibaca • Visibility, mudah diliat
• Clarity, Jelas
4.1.4 Teori Warna
Selain tipografi, warna juga memiliki peran penting dalam desain. Warna mempunyai kekuatan untuk menciptakan emosi, mengekspresikan kepribadian, serta sebagai acuan dalam ingatan. Adalah seorang desainer untuk memahami dalam mengkomposisikan warna dan mengkategorikan warna dalam penerapannya, hal ini disebabkan warna mempunyai konotasi yang berbeda disetiap kebudayaan dan masyarakat yang berbeda. Seperti yang dikatakan Byrony Gomez dan Arumin Vit dalam buku Graphic Design
Referenced, bahwa warna juga digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk memberikan kesan pada simbol – simbol tersebut.
Menurut Hideaki Cijiwa (Color Harmony), terdapat 5 panduan warna didalamnya, yaitu : • Warm color • Cool Color • Light color • Dark color • Vivid color • Dull color
Mood yang digunakan pada buku biografi Aksan Sjuman ini adalah Elegan dan Modern yang terlihat ekspresif dan simple. Sesuai dengan kepribadian Aksan Sjuman yang pembawaannya sangat tenang dan sederhana. Pilihan warna yang digunakan mengacu pada buku Color Harmony, page 88- 92 Rockport, 1987 adalah Achromatic Hues, 2 kombinasi warna yang menggunakan diatas warna hitam, abu-abu dan putih akan terlihat harmonis.
4.1.5 Teori Layout
Dalam buku “ Making and Breaking The Grid “ karya Timothy Samara memberikan pendapat tentang modular grid yang menjelaskan tentang grid yang mempunyai beberapa kolom modul untuk melayput. Modular grid ini dapat membuat layput yang tidak beratur dan berantakan antara menggunakan body text dan image. Tetapi layoutnya masih memiliki keteraturan. Berangkat dari pemikiran itu, layout yang fleksibel mempunyai ciri-ciri yang tidak terstruktur, paham pada keteraturan tetapi tidak menyukai adanya struktur-struktur baku dan pemikiran yang konvesional. Gambar berikut adalah layout yang berada pada Biografi Aksan Sjuman :
Gambar 4.1
Berikut adalah contoh karya Atelier & Jana
Gambar 4.2
Dan berikut adalah teori yang dimuat pada buku “ Making and Breaking The Grid “ karya Timothy Samara ( hal.28-29 )
Gambar 4.3 4.1.6 Teori Ilustrasi
Menurut Columbia Encyclopedia, ilustrasi, yaitu jenis gambar atau hiasan yang digunakan bersama dengan teks untuk memperindah tampilan atau untuk memperjelas artinya. Ilustrasi sama tuanya dengan menulis, dan juga berasal dari pictograph tersebut. Dengan munculnya pencetakan, seni yang dilukis dengan tangan pencahayaan menurun sebagai alat ilustrasi buku.
Ilustrasi yang akan digunakan pada perancangan buku biografi ini adalah realis, tetapi hanya menggunakan outline atau line art dan dengan percampuran watercolor. Penggunaan ilustrasi ini untuk memberikan kesan modern. Pilihan ilustrasi yang digunakan mengacu pada seniman Sir Shadow yang juga menggunakan tekhnik line art.
4.1.7 Teori Fotografi
Menurut Anif Putramijaya, fotografi adalah dua kata yang berarti photos dan graphos, dimana arti secara harfiahnya adalah “Melukis dengan Cahaya”. Didalam kategori dunia fotografi kita akan menemui salah satunya adalah fotografi makro, yang mana pada saat ini sedang mengalami perkembangan yang sangat signifikan dansangat menarik untuk di pelajari serta di dalami. Mengapa Makro? Jawabannya mungkin banyak sekali, dan bahkan tidak akan mencukupi bila disebutkan semuanya disini. Secara garis besarnya fotografi makro diperlukan antara lain:
a. Untuk bahan scientific, identifikasi species (satwa/tumbuh-tumbuhan dll). b. Untuk engineering, metallurgy, manufacture
c. Untuk tujuan promosi/marketing suatu benda/hewan/tumbuh-tumbuhan. d. Untuk keindahan, bahwa di dunia ini ada makhluk lain ciptaan Tuhan yang
tidak biasa kita melihat keindahannya dengan mata biasa.
4.2 Strategi Kreatif
4.2.1 Strategi Komunikasi 4.2.1.1 Fakta Kunci
• Buku biografi tentang Aksan Sjuman belum pernah ada yang membuat, sehingga buku ini akan dibuat menjadi yang pertama. • Kurangnya masyarakat yang tahu tentang Aksan Sjuman, meskipun
ia adalah salah satu musisi yang terkenal. Tetapi masyarakat memiliki respon yang positif untuk megetahui Aksan Sjuman lebih jauh.
• Kepribadian Aksan Sjuman yang gemar sekali memakai warna hitam itu yang memiliki kepribadian introvert, dan ia lebih condong kearah jazz yang bernuansa swing
• Di kalangan para penikmat jazz, Aksan Sjuman sangat dikenal oleh masyarakat. Dengan adanya buku biografi mengenai Aksan Sjuman ini, namanya akan lebih dikenal secara umum.
4.2.1.2 Visual Approach
Penyampaian yang ada dalam buku ini dibuat secara atraktif dan komunikatif, namun tetap memakai layout dan ilustrasi yang di dukung oleh grid system. Sehingga dalam penyampaian pesan pun dapat terasa sesuai dengan karakteristik dari Aksan Sjuman sendiri.
4.2.1.3 Communication Objective
Memperkenalkan seorang tokoh musisi jazz di Indonesia, yaitu Aksan Sjuman yang seorang drummer melalui buku biografi ini kepada masyarakat selain pecinta jazz.
4.2.1.4 Rational Benefit
Memberi pengetahuan kepada target tentang perjalanan hidup seorang musisi Jazz melalui buku ini.
4.2.1.5 Emotional Benefit
Buku ini salah satu media yang wajib untuk dimiliki para pencinta musik Jazz di Indonesia khususnya dan memberikan gambaran tentang perjalanan karir musik Aksan Sjuman sampai saat ini.
4.2.1.6 Big Idea Atraktif 4.2.1.7 Keyword Drum Jazz Swing 4.2.1.8 Positioning
Sebuah buku yang mendokumentasikan sebuah perjalanan, pemikiran-pemikiran, kisah, lingkungan dari seorang drummer jazz Aksan Sjuman.
4.2.2 Tujuan Komunikasi
To Identify : Mengidentifikasi profile Aksan Sjuman supaya target audience memahami maksud pesan komunikasi.
To Inform : Menginformasikan kepada target audience tentang buku perjalanan Aksan Sjuman
To Persuade : Mengajak para target audience untuk megetahui salah satu drummer jazz ternama di Indonesia, Aksan Sjuman
4.2.3 Profile Target a. Geografi
Domisili : Kota Besar Indonesia Wilayah : Jabodetabek
Kepadatan : Perkotaan, pusat kota Iklim : Daerah tropis perkotaan
b. Demografi
Usia : 22-35 tahun
Kelamin : Laki-laki dan perempuan
Pekerjaan : Mahasiswa, Karyawan dan Musisi Kelas Sosial : B - A (menengah keatas)
Kepercayaan : Semua agama Suku/Etnis : Semua suku
c. Psikologi
Gaya hidup : suka mengunjungi cafe atau jazz lounge, mengoleksi cd-cd musik jazz, mendengarkan lagu-lagu jazz (swing), suka membaca buku.
Kepribadian : Pandai bersosialisi, berpendidikan
4.3 Strategi Desain
4.3.1 Tone and Manner
Elegant : Sentuhan warna – warna yang achromatic yang memeberikan kesan elegant, yakni hitam, abu – abu dan putih.
Simple : Tampilan desain yang minimalis dan unik, dengan gabungan antara fotografi dan desain. Begitu juga pemakaian warna hijau yang menunjukkan kesan simple pada kepribadian Aksan Sjuman.
Modern : Pemakaian ilustrasi yang berbaur dengan warna – warna cerah, yaitu, magenta, biru, dan hijau akan menimbulkan kesan yang modern. Agar tampilan buku memiliki nunasa ekspresif.
4.3.2 Strategi Verbal
Penulisan dan isi di dalam buku ini akan menggunakan sedikit sentuhan gaya non-formal, agar memberikan kesan bebas dalam berekspresi tetapi tetap mudah dicerna oleh masyarakat luas, baik kalangan tua ataupun muda di Indonesia.
4.3.3 Strategi Visual
Unsur-unsur desain yang dipih dalam pembuatan buku biografi Aksan Sjuman ini adalah :
4.3.3.1 Warna
Warna-warna yang dipilih dalam pembuatan buku ini ada beberapa yang membedakan antara warna primer dan sekunder. Warna primer lebih dominan dengan warna hitam, hijau, dan abu-abu agar memberikan kesan elegant. Warna sekunder meliputi warna- warna cerah seperti, biru dan magenta yang memberikan kesan yang ekspresif. 4.3.3.2 Tipografi
Tipografi yang digunakan adalah Valencia (Regular) dan Luballin (Demi) typeface sebagai elemen visual dan display yang memberikan kesan elegan dan modern. Pada bodytext, typeface menggunakan DIN (regular dan light), karena san serif lebih mudah dibaca daripada jenis huruf Serif. Tipografi lain yang digunakan, antara lain : Helvetica, Jazz Easy Regular, Neou dan Courier.
4.3.3.3 Ilustrasi
Gaya ilustrasi dalam buku ini berupa gaya ilustrasi line art, sesuai dengan referensi yang berpacu pada Sir Shadow yang menggunakan tekhnik line art dan percampuran menggunakan watercolor atau juga menggunakan komputerisasi digital. Ilustrasi yang memberikan kesan modern dan dipadukan dengan warna – warna cerah.
4.3.3.4 Fotografi
Fotografi yang ditampilkan adalah dokumentasi asli beberapa pihak seperti dari Aksan Sjuman dan beberapa rekannya, serta dokumentasi asli milik pribadi. Dan ada pula beberapa foto yang diambil dari website atau majalah-majalah yang sudah pernah terbit.
4.4 Pemilihan Items
Dalam membuat sebuah buku biografi ini juga diperlukan beberapa items pendukung, yaitu : • Buku • Packaging Buku • Stick Drum • Pembatas Buku • Postcard • Poster