• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Teori titik tetap merupakan salah satu hasil penelitian dalam bidang mate-matika analisis yang memiliki cukup banyak aplikasi. Salah satu aplikasi teori tersebut adalah untuk membuktikan eksistensi penyelesaian suatu sistem persamaan diferensial. Goebel dan Kirk (1990) menyatakan bahwa teorema titik tetap berawal dari ditemukannya Prinsip Kontraksi Banach (Banach Contraction Principle) dalam sebuah tesis pada tahun 1922, yaitu teorema titik tetap untuk pemetaan kontrak-si. Seiring dengan perkembangan zaman banyak para peneliti yang memperumum teori titik tetap, mulai dari mengubah jenis pemetaannya sampai mengubah ruang pembicaraannya, misalnya ruang metrik cone, ruang metrik parsial, ruang modular, dan lain-lain.

Pada tahun 1996, Kada, Suzuki dan Takahashi (1996) memperkenalkan kon-sep jarak-ω pada ruang metrik, yang merupakan perumuman dari metrik. Jika p merupakan jarak-ω, maka p(x, x) = 0 dan p(x, y) = p(y, x) tidak selalu berlaku seperti pada metrik. Apabila (X, d) ruang metrik, pemetaan T : X → X disebut pemetaan kontraksi jika terdapat r ∈ [0, 1) sehingga d(T (x), T (y)) ≤ rd(x, y), sedangkan dengan menggunakan konsep jarak-ω, pemetaan T : X → X dise-but pemetaan kontraksi-p jika terdapat r ∈ [0, 1) dan jarak-ω p pada X sehingga p(T (x), T (y)) ≤ rp(x, y). Berbagai teorema titik tetap telah banyak dikembangkan ke konsep jarak-ω. Suzuki dan Takahashi (1996) melanjutkan penelitian mere-ka dan memberimere-kan teorema titik tetap untuk pemetaan kontraksi bernilai banyak terhadap jarak-ω pada ruang metrik lengkap. Lebih lanjut, Suzuki dan Takahashi (1996) membuktikan karakterisasi ruang metrik lengkap terkait dengan pemetaan yang memiliki titik tetap terhadap jarak-ω.

(2)

Selain itu dapat juga dilakukan perumuman pada ruang dan pemetaan kon-traksinya sekaligus, seperti yang dilakukan Kutbi dan Sintunavarat (2014). Hussain dkk (2014) memperkenalkan konsep ruang metrik lengkap-α. Dari konsep ruang metrik lengkap-α tersebut, Kutbi dan Sintunavarat (2014) memberikan teorema titik tetap pemetaan kontraksi bernilai banyak yang diperumum di ruang metrik lengkap-α. Karena konsep jarak-ω lebih umum daripada metrik maka diharapkan aplikasi yang dihasilkan semakin luas. Dengan memperhatikan uraian di atas, dalam tesis ini akan dipelajari mengenai teori titik tetap dengan menggunakan konsep jarak-ω. 1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam tesis ini adalah :

1. Eksistensi titik tetap dari beberapa jenis pemetaan yang terkait jarak-ω pada ruang metrik lengkap, di antaranya adalah pemetaan kontraksi-p.

2. Karakterisasi kelengkapan suatu ruang metrik berdasarkan pemetaan kontraksi-p yang memiliki titik tetakontraksi-p.

3. Eksistensi titik tetap untuk beberapa jenis pemetaan terkait jarak-ω pada ru-ang metrik lengkap-α. Kemudian beberapa teorema titik tetap yru-ang selama ini pada ruang metrik lengkap, akan diperumum menjadi ruang metrik lengkap-α, yang selanjutnya akan diteliti pembuktiannya.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Selain untuk memenuhi syarat kelulusan Program Magister (S2) Program Studi Matematika Universitas Gadjah Mada, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari eksistensi titik tetap pada ruang metrik dengan menggunakan konsep jarak-ω, dan mengetahui perumuman pemetaan kontraksi terkait dengan jarak-ω, serta memberikan beberapa teorema titik tetap pada ruang metrik yang terkait de-ngan jarak-ω.

(3)

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memperdalam dan memperluas wawasan mengenai teorema titik tetap, khususnya yang terkait dengan jarak-ω. Se-lanjutnya hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengem-bangan teori titik tetap sehingga dapat digunakan oleh cabang-cabang ilmu yang aplikatif yang membutuhkan konsep mengenai jarak-ω dan teori titik tetap.

1.4. Tinjauan Pustaka

Teori titik tetap merupakan salah satu teori yang mempunyai peranan dan aplikasi cukup penting dalam banyak bidang. Dalam mempelajari teori titik tetap, diperlukan beberapa konsep pada ruang metrik. Konsep-konsep di ruang metrik dapat dibaca di Royden (1989). Selanjutnya, pembahasan tentang teori titik tetap dijelaskan secara lengkap oleh Agarwal, dkk (2004) dan Almezel, dkk (2014).

Penelitian mengenai teori titik tetap dikembangkan lebih lanjut oleh Meir dan Keeler (1969), Suzuki dan Takahashi (1996) dan Falset, dkk (2009). Dalam pa-per Meir dan Keeler (1996), digunakan pemetaan yang lebih umum dari pemetaan kontraksi yang selanjutnya disebut pemetaan Keeler. Dengan pemetaan Meir-Keeler, dapat dibuktikan eksistensi titik tetap suatu pemetaan sama halnya dengan pemetaan kontraksi Banach. Kemudian pada tahun 1996, diperkenalkan teorema titik tetap yang menggunakan konsep jarak-ω dalam suatu ruang metrik. Bebe-rapa jenis pemetaan pada teorema titik tetap dimodifikasi dari terkait metrik men-jadi terkait jarak-ω, yaitu pemetaan kontraksi Banach, kontraksi Nadler, dan lain-lain. Mengingat setiap metrik merupakan jarak-ω, maka teorema titik tetap yang dihasilkan lebih umum daripada teorema titik tetap yang selama ini hanya terkait metrik. Lebih lanjut diberikan karakterisasi ruang metrik lengkap berdasarkan peme-taan yang memiliki titik tetap (Suzuki dan Takahashi,1996).

Penelitian mengenai titik tetap terkait jarak-ω terus bermunculan dengan mengembangkan jenis pemetaannya, salah satunya dikembangkan oleh Falset, dkk (2009), yang memberikan jenis pemetaan yang lebih umum daripada pemetaan (kontraksi-p) yang diberikan Suzuki dan Takahashi (2009). Berbeda dengan

(4)

pemeta-an kontraksi-p ypemeta-ang dikenalkpemeta-an Suzuki dpemeta-an Takahashi (2009) ypemeta-ang menggunakpemeta-an konstanta pada kontraksinya, Falset, dkk (2009) menggunakan fungsi dari R ke R pada jenis pemetaannya. Selanjutnya beberapa teorema titik tetap yang diberikan oleh Latif dan Abdou (2009) dan (2011), Bano dan Naheed (2012) dan Mohammadi dkk (2013) menggunakan jenis pemetaan yang lebih umum dari kontraksi-p berni-lai banyak. Untuk memahami teorema titik tetap terkait jarak-ω, diperlukan pema-haman mengenai limit inferior dan fungsi semikontinu yang dijelaskan di dalam McShane (1947).

Selanjutnya, Hussain dkk (2014) memperkenalkan konsep ruang metrik leng-kap-α yaitu kelengkapan suatu ruang metrik yang bergantung terhadap suatu fungsi α. Dari konsep ruang metrik lengkap-α tersebut, Kutbi dan Sintunavarat (2014) mengembangkan teorema titik tetap pada ruang metrik dengan menggunakan kon-sep jarak-ω, yaitu dengan menambahkan suatu pemetaan α sehingga memperumum kontraksi yang dikenalkan oleh Suzuki dan Takahashi (1996), dan memperumum dari ruang metrik lengkap menjadi ruang metrik lengkap-α.

1.5. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Penulis lebih banyak melengkapi bukti-bukti yang diberikan dalam jurnal-jurnal terkait. Se-lain itu, dilakukan modifikasi pada beberapa teorema titik tetap yang sudah ada den-gan mengubah sedikit jenis pemetaannya dan mengurangi beberapa syarat. Adapun perumuman teorema pada pemetaan terkait metrik ke pemetaan terkait jarak-ω. Se-belum masuk pada materi terkait jarak-ω, terlebih dahulu dipelajari konsep ruang metrik dan semikontinu bawah, diantaranya definisi dari ruang metrik dan jarak-ω serta sifat-sifat yang akan digunakan pada teorema titik tetap. Selanjutnya, juga akan dipelajari mengenai teori titik tetap pada ruang metrik lengkap, dimulai den-gan definisi titik tetap, definisi kontraksi dan definisi kontraksi yang diperumum.

Selanjutnya dipelajari definisi dari jarak-ω dan eksistensi titik tetap dengan menggunakan konsep jarak-ω. Pada teorema yang akan dipelajari, pemetaan yang

(5)

akan sering digunakan adalah pemetaan bernilai banyak (multivalued mapping). Lebih lanjut, jenis pemetaan yang akan digunakan adalah jenis pemetaan yang lebih umum dari kontraksi yang dikenalkan oleh Banach, salah satunya adalah kontraksi-p. Kemudian, dari pemetaan kontraksi-p, diperoleh karakterisasi kelengkapan suatu ruang metrik berdasarkan pemetaan kontraksi-p yang memiliki titik tetap.

Dalam tesis ini juga diberikan konsep ruang metrik lengkap-α yang lebih umum daripada ruang metrik lengkap. Dari definisi kontraksi-p pada pemetaan bernilai banyak, dibahas juga jenis pemetaan yang lebih umum dari kontraksi terse-but. Dari definisi kontraksi tersebut, akan dicari eksistensi titik tetap di ruang metrik lengkap-α.

1.6. Sistematika Penulisan

Pada penulisan tesis ini, penulis membagi menjadi empat bab. Pertama adalah Bab I yaitu Pendahuluan. Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, dan metodolo-gi penelitian. Selanjutnya adalah Bab II yaitu Dasar Teori. Dalam dasar teori berisi mengenai pengertian dari ruang metrik dan semikontinu bawah. Selanjutnya diberikan pengertian pemetaan kontraksi dan perumumannya dalam ruang metrik dan beberapa teorema titik tetap untuk pemetaan-pemetaan tersebut. Terakhir diberi-kan definisi dan sifat-sifat dari jarak-ω yang adiberi-kan digunadiberi-kan pada teorema titik tetap terkait jarak-ω.

Berikutnya adalah Bab III yaitu Teorema Titik Tetap. Bab ini terdiri dari dua subbab. Subbab pertama membahas tentang teorema titik tetap pada ruang metrik lengkap terkait jarak-ω. Sementara itu pada subbab kedua berisi teorema titik tetap pada ruang metrik yang diperumum dengan suatu fungsi α pada ruang metrik lengkap-α. Terakhir Bab IV yaitu Penutup. Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran guna penelitian lebih lanjut.

Referensi

Dokumen terkait

PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA KOMPRESI INVERTED ELIAS GAMMA DAN CAPOCELLI CODE PADA FILE

MENJADI PERMASALAHAN YANG SERIUS DAN SANGAT RENTAN MENIMPA PARA PETANI // MESKIPUN BUKAN DOMISILI KERJANYA/BADAN USAHA LOGISTIK (BULOG)/ BERHARAP ADA PERBAIKAN DARI SEGALA LINI

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Peningkatan Kesadaran Hukum Tata Dan Tertib Berlalu Lintas Perspektif Undang – Undang Nor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan

Peneliti menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan penyesalan adalah kondisi ketika konsumen melakukan perbandingan antara keputusan yang telah dibuat dengan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, keabsahan akta notaris meliputi bentuk isi, kewenangan pejabat yang membuat, serta pembuatannya harus memenuhi

Setelah melakukan perhitungan dengan menggunakan metode simpleks dan diketahui pada tabel optimal bahwa jika perusahaan ingin memperoleh laba yang maksimal, maka perusahaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam publikasi tersebut belum memuaskan karena terdapat beberapa kesalahan, seperti kesalahan penulisan kata

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan lingkungan sosial terhadap perencanaan keuangan pegawai, maka disimpulkan bahwa