• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian

3.1.1 Subyek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas IV ini berjumlah 7 Anak yang terdiri dari 7 siswa laki-laki.SD Inpres 12 Kapadiri Kecamatan Sup Nin Kabupaten Raja Ampat.Pada mata pelajaran Matematika semester 2 dengan kompetensi dasar menyederhanakan pecahan berbagai bentuk pecahan.Kondisi sosial siswa adalah sebagian besar orang tua/wali bermata pencaharian bertani, buruh ada sebagian yang menjadi TKI di luar negeri.Kondisi ini menyebabkan perhatian orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya masih kurang.Kurang memperhatikan perkembangan pembelajaran anaknya.Khususnya perhatian belajar siswa dirumah apalagi membantu membimbing anak belajar di rumah.Dengan demikian motivasi untuk belajar sangat rendah.Peneliti adalah guru kelas IV SD Inpres 12 Kapadiri.

3.1.2 Lokasi Penelitian

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas IV SD Inpres 12 Kapadiri Distrik Sup Nin Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat.Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas IV SD Inpres 12 Kapadiri Distrik Sup Nin Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.Pemilihan tempat penelitian adalah penelitian sebagai guru kelas tempat bertugas.

3.1.3 Jadwal Pelaksanaan

Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2012-2013, antara bulan September sampai dengan bulan Oktober 2012 dan rencana berlangsung secara berkesinambungan, dengan agenda kegiatan sbb :

(2)

28

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Penyusunan Proposal dan

Perencanaan P P P P 2 Proses pembelajaran P P P 3 Evaluasi P 4 Pengumpulan Data P 5 Analisis Data P 6 Penyusunan Hasil P Minggu Ke No Kegiatan

3.2 Variabel dan Definisi Operasional

Variabel yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.

3.2.1 Variabel Bebas

Variabel bebas adalah merupakan Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (X).

3.2.2 Variabel Terikat

Variabel dependen/terikat adalah merupakan variable yang dipengaruhi menjadi akibat karena adanya variable bebas. Variabel dependen/terikat dalam penelitian ini adalah Hasil belajar Matematika siswa kelas IV (Y).

3.3 Prosedur Penelitian

3.3.1 Prosedur Tindakan Siklus I a. Perencanaan

Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam tahapan perencanaan adalah : a. Menelaah materi pelajaran matematika SD

b. Membuat skenario pembelajaran

c. Membuat lembar observasi untuk melihat kondisi proses belajar mengajar

d. Melaksanakan tes akhir untuk melihat perkembangan siswa setelah menerapkan penggunaan model pembelajaran berbasis masalah.

(3)

29 b. Tindakan

1) Pendahuluan

Padakegiatan pendahuluan ini, guru melaksanakan tahap 1 model PBL yaitu : mengorientasikan siswa pada situasi masalah. Pada tahap ini yang perlu dilakukan guru adalah sebagai berikut.

i. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar, yaitu siswa dapat mendiskusikan masalah dan alternatif pemecahannya dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai oleh tiap siswa, yaitu siswa akan dapat menjumlahkan 2 pecahan yang berpenyebut sama. ii. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempu yaitu

mendiskusikan masalah dan alternatif pemecahannya dan presentasi laporan hasil pelaksanaan tugas.

iii. Guru mengingatkan hakekat tugas yang harus dilaksanakan oleh tiap kelompok, yaitu menyajikan situasi masalah prosedur yang jelas dan melibatkan siswa dalam identifikasi masalah.

2) Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti ini, guru melaksanakan tahap 2, 3 dan 4 model PBL. Pada tahap 2: mengorganisasi siswa untuk belajar, yang perlu dilakukan guru adalah sebagai berikut.

a) Siswa dan guru membuat kesepakatan tentang cara/teknik, waktu dan aturan penilaian dalam kegiatan presentasi laporan.

b) Mengembangkan keterampilan kolaborasi antar siswa dalam kegiatan penyelidikan dengan kegiatan penyelidikan perlu dilakukan secara bersama. Untuk itu, guru perlu mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 4 sampai 5 siswa.

c) Siswa bekerja dalam kelompok menyelesaikan permasalahan yang diajukan guru (permasalahan 1, 2, dan 3). Masing-masing

(4)

30

kelompok membahas permasalahan 1. Apabila dalam kelas terdapat 6 kelompok, maka tiap 2 kelompok akan membahas permasalahan yang sama.

d) Guru perlu mengupayakan agar semua siswa aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan penyelidikan, dan semua penyelidikan akan menghasilkan penyelesaian masalah umum yang telah dipilih atau ditetapkan oleh guru dan siswa. Jika tugas penyelidikan dirasa sulit bagi siswa, maka tugas guru adalah membantu siswa menghubungkan tugas dan aktivitas penyelidikan.

Pada tahap 3: Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. yang periu dilakukan gurú adalah sebagai berikut.

a) Teknik penyelidikan dalam rangka memecahkan masalah dapat dilakukan secara kelompok kecil. Pada intinya kegiatan penyelidikan mencakup: pengumpulan data apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan bagaimana langkah pemecahannya.

b) Guru memberi kesempatan luas kepada siswa untuk berfikir dan bertindak menurut cara masing-masing dan guru berperan sebagai fasilitator.

c) Guru berkeliling untuk mengamati, memotivasi dan memfasilitasi serta membantu siswa yang memerlukan.

Pada tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, hal yang perlu diperhatikan guru adalah sebagai berikut.

a) Secara kelompok siswa mempresentasikan hasil pelaksanaan tugas atau hasil pekerjaan/penyelesaian masalah dan alasan atas jawaban permasalahan di depan kelas. Dengan bimbingan guru, kelompok lain menanggapi atau mengkomunikasikan tugas presentasi laporan atau hasil kerja kelompok yang mendapat tugas.

(5)

31

mengacu pada jawaban siswa danmelalui tanya jawab membahas penyelesaianmasalahyang seharusnya. Berikut ini akan dikemukakan alternatif jawaban siswa dalam kelompok terkait dengan3 permasalahan yang diajukan guru.

c) Siswa dan guru menyimpulkan garis besar ísi hasil peíaksanaan kegiatan tiap kelompok.

d) Mengacu pada penyelesaian jawaban siswa, gurú dan siswamembuatpenegasanataukesimpulancara menjumlahkan 2 pecahan berpenyebut sama.Pada langkah ini, siswa dalam kelompok disuruh mengumpulkan bentukpenjumlahan 2 pecahan yang sama penyebutnya dan yang berbeda penyebutnyadari hasil yang diperoleh. Dari duakelompokpenjumlahan, kelompokpenjumlahan 2 pecahan sama penyebut digunakan guru dan siswa untukmengingat kembali tentang cara menjumlah 2 pecahan yang sama penyebutnya.

Sebagai contoh adalah berikut ini.

Kesimpulan: Penyebut pecahan yang dijumlah merupakan kelipatan penyebut yang lain  ambil penyebut yang besar sebagai penyebut pecahan hasil (ini yang disampaikan pada siswa apabila siswa belum belajar tentang KPKJ.Penyebut hasil adalah KPK dari penyebut pecahan yang dijumlah (Ini juga dapat disampaikan apabila siswa sudah belajar tentang KPK)

3) Penutup

Pada kegiatan penutup ini, guru melaksanakan tahap 5 model PBL. Pada tahap 5: menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, yang perlu dilakukan guru adalah sebagai berikut.

a) Guru dan siswa membuat penegasan atau kesimpulan cara menentukan hasilpenjumlahan2bilanganberbeda penyebut. Sebagai contoh adalah: "Untuk menjumlahkan 2 pecahan berbeda penyebut

(6)

32

dapat dilakukan denganmenyamakan penyebut langkahnya seperti mencari pecahan yang senilai dan pecahan dapat dijumlah setelah sama penyebutnya."

b) Denganbimbinganguru,secarakelompoksiswa mengkomunikasikan pengalamannya dalam melaksanakan tugas dan mengevaluasi kinerja masing-masing, sebagai refleksi selama mengikuti pembelajaran.

c) Siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.

c. Observasi

Observasi (pengamatan) dilakukan selama pelaksanaan tindakan berlangsung untuk mengetahui jalannya pembelajaran. Peneliti dibantu oleh pengamat selama observasi berlangsung. Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan pada setiap pertemuan dengan menggunakan pedoman observasi keterlaksanaan pembelajaran yang telah disiapkan. Selain itu, observasi juga dilakukan untuk mengetahui kreativitas siswa dalam pemecahan masalah matematika setiap pertemuannya.

Observasi kreativitas siswa dalam pemecahan masalah matematika dilaksanakan dengan menggunakan lembar observasi kreativitas pemecahan masalah matematika yang telah dipersiapkan.

(7)

33 d. Refleksi

Pada akhir siklus diadakan refleksi terhadap hal-hal yang diperoleh baik dari hasil observasi dan evaluasi dikumpul kemudian dianalisis. Kekurangan-kekurangan yang telah terjadi pada siklus 1 diperbaiki pada siklus berikutnya.

Refleksi merupakan langkah untuk mengevaluasi semua kegiatan yang dilakukan dalam penelitian. Refleksi dilakukan berdasarkan hasil observasi untuk memperoleh masukan, saran-saran mengenai pelaksanaan tindakan digunakan untuk perbaikan dan sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan adanya refleksi, peneliti dan guru dapat mengetahui kekurangan dari siklus pertama sehingga dapat dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya.

e. Prosedur Tindakan Siklus II

Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II ini relatif sama dengan penelitian yang dilaksanakan pada siklus I memperhatikan dengan kenyataan yang ditemukan dilapangan sebagai tindak lanjutnya.

f. Perencanaan

Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap perencanaan adalah : a. Menganalisa hasil temuan dalam refleksi pada siklus I.

b. Membuat skenario pembelajaran disesuaikan berdasarkan temuan siklus I

c. Menyiapkan lembar permasalahan dalam LKS.

d. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati proses belajar mengajar berlangsung di kelas ketika penggunaan model pembelajaran berbasis masalah diaplikasikan.

(8)

34 g. Pelaksanaan

Pertemuan 1(Senin, 16 April 2012)

a. Pra pembelajaran

1. Mempersiapkan media dan perangkat pembelajaran.

2. Mengkondisikansiswa agar siap melaksanakan pembelajaran. b. Kegiatan awal

Setelah seluruh siswa dikondisikan untuk melaksanakan pembelajaran : 1. Guru mengawali kegiatan dengan menyampaikan materidan

tujuan pembelajaran.

2. Untuk mengetahui kondisi awal siswa dan guru menyampaikan appersepsi dengan tanya jawab.

c. Kegiatan inti 1) Ekplorasi

a) Siswa menggali informasi awal tentang penjumlahan bilangan pecahan yang berpenyebut sama dari kajian buku ajar.

b) Siswa menemukan solusi awal tentang penjumlahan bilangan penyebut yang sama dari demonstrasi guru yang menggunakan media kotak dengan deskripsi sebagai berikut :

i. Penjumlahan pecahan berpenyebut tidak sama :

2) Elaborasi

a) Siswa menyelesaikan tugas kelompok dengan melakukan praktek penjumlahan bilangan pecahan penyebut tidak sama menggunakan media kotak dengan fasilitas dari guru.

b) Siswa menyelesaikan tugas kelompok dengan melakukan praktek pengurangan bilangan pecahan penyebut tidak sama menggunakan media kotak dengan fasilitas dari guru tadi. c) Siswa membuat laporan kegiatan yang telah dilakukan secara

(9)

35

3) Konfirmasi

a) Guru bersama siswa membuat kesimpulan hasil eksperimen tentang penjumlahan bilangan pecahan.

b) Guru memberikan umpan balik berupa penguatan dalam bentuk lisan, isyarat dan hadiah.

c) Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran untuk memperoleh pengalaman belajar.

Pertemuan 2(Selasa, 18 April 2012)

a. Pra pembelajaran

1. Mempersiapkan perangkat penilaian.

2. Mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan tes siklus 2. b. Kegiatan awal

Setelah seluruh siswa dikondisikan untuk melaksanakan tes siklus 2 : 1. Guru mengawali kegiatan dengan menyampaikan peraturan

pelaksanaan tes.

2. Membagikan naskah soal tes kepada seluruh peserta. c. Kegiatan inti

1. Siswa melaksanakan tes siklus 2.

2. Siswa mengumpulkan lembar jawab tes. d. Kegiatan Akhir

Guru menyampaikan pengumuman waktu pengumuman hasil tes siklus 2 dan pelaksanaan tidak lanjut (perbaikan dan pengayaan).

ii. Siswa yang mendapat nilai dibawah KKM (60) akan mengikuti perbaikan.

iii. Siswa yang memperoleh nilai sama dengan atau lebih dari KKM (60) akan mengikuti pengayaan.

Pertemuan 3(Rabu, 20 April 2012)

a. Pra pembelajaran

(10)

36

2. Mengkondisikan ruang kelas dan mengubah formasi bangku menjadi dua kelompok.

b. Kegiatan awal

1. Mengumpulkan hasil tes siklus 2.

2. Mengelompokkan secara terpisah siswa yang mengikuti perbaikan dan pengayaan, membagikan naskah soal tes kepada seluruh peserta.

3. Siswa yang mengikuti perbaikan menempati barisan bangku sebelah kiri dan siswa yang mengikuti pengayaan berada di sebelah kanan.

4. Menyampaikan tujuan diadakan tindak lanjut. c. Kegiatan inti

Tindakan perbaikan

a. Siswa mengulang pembelajaran materi penjumlahan bilangan pecahan pada bagian yang umumnya belum dipahami oleh sebagian besar siswa (penjumlahan pecahan penyebut tidak sama) dengan bimbingan guru.

b. Siswa mengikuti remedial.

Tindakan pengayaan

Siswa menyelesaikan soal pemecahan masalah (soal cerita) tentang penjumlahan bilangan

d. Kegiatan Akhir

iv. Guru mengumumkan hasil tindak lanjut v. Guru menyampaikan evaluasi

h. Observasi

Peneliti dibantu oleh pengamat selama observasi berlangsung untuk mengisi format lembar observasi penyajian pembelajaran guru dan pengamatan prosespembalajaran siswa. Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan tindakan pada setiap pertemuan dengan

(11)

37

menggunakan pedoman observasi keterlaksanaan pembelajaran yang telah disiapkan. Selain itu, observasi juga dilakukan untuk mengetahui kreativitas siswa dalam pemecahan masalah matematika setiap pertemuannya.

Observasi kreativitas siswa dalam pemecahan masalah matematika dilaksanakan dengan menggunakan lembar observasi kreativitas pemecahan masalah matematika yang telah dipersiapkan sama halnya pada observasi siklus I.

i. Refleksi

Pada akhir siklus diadakan refleksi terhadap hal-hal yang diperoleh baik dan hasil observasi dan evaluasi dikumpul kemudian dianalisis. Kekurangan-kekurangan yang telah terjadi pada siklus 1 diperbaiki pada siklus II.

Refleksi merupakan langkah untuk mengevaluasi semua kegiatan yang dilakukan dalam penelitian. Refleksi dilakukan berdasarkan hasil observasi untuk memperoleh masukan, saran-saran mengenai pelaksanaan tindakan digunakan untuk perbaikan dan sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan adanya refleksi, peneliti dan guru dapat mengetahui kekurangan dan siklus pertama sehingga dapat dilakukan perbaikan pada siklus II. Dalam kegian refleksi ini juga mengadakan wawancara kepada sampel beberapa siswa setelah pelaksanaan tindakan yaitu: siswa yang tak tuntas, mengalami ketuntasan dan telah tuntas sebelum pelaksanan penelitian. Mereka diajak wawancara seputar pembelajaran yang telah dilaksanakan tentang kesan, latar belakang penyebab dan perolehan nilai hasil masing-masing yang telah terlaksana, perasaannya ketika mekikuti pelajaran dan hal-hal lain terkait keadaan siswa ketika proses pembelajaran.

(12)

38 3.4 Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV SD Inpres 12 Kapadiri Kecamatan Sup Nin Kabupaten Raja Ampat Papua Barat serta teman sejawat yaitu guru kelas V sebagai tim kolaborasi. Penelitian ini kami menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknis tes maupun teknik non tes.

3.4.1 TeknikPengumpulan Data

a. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran matematika yang membahas operasi hitung bilangan pecahan di kelas IV SD Inpres 12 Kapadiri sebagai subyek penelitian untuk mendapat gambaran secara langsung tentang kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Observasi dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan siswa dalam mempersiapkan dan menerima pelajaran dari guru selama proses belajar mengajar berlangsung.

b. Wawancara

Wawancara dilakukan antara guru sebagai peneliti dengan observer serta peneliti dengan siswa yang berperan sebagai tutorsebaya. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kelebihan dan kekurangan serta kendala yang ditemukan pada saat penerapan pembelajaran berbasis masalah (PBL). c. Hasil Tes Formatif

Tes hasil belajar diperlukan untuk mengukur tingkat ketercapaian penggunaanpembelajaran berbasismasalah dalam pembelajaran matematika bentuk cerita. Alat pengumpulan data yang berupa teknis tes di bagi menjadi dua yaitu butir soal tes untuk sikius 1 dan butir soal tes untuk sikius 2.

3.4.2 Validasi Data

Validasi data bergantung pada validasi instrumennya. Data yang bebentuk angka (Kuantitatif) menggunakan validitas teoritik artinya data berupa hasil belajar siswa antar sikius. Data kualitatif (observasi) di validasi melalui triangulasi: triangulasi sumber, data berasal dari beberapa sumber.

(13)

39

Data juga diperoleh dengan menggunakan face validality yang artinya peneliti dan observer melakukan cross cheek data.

3.5 Analisis Data

Berdasarkan data yang terkumpul, maka analisis data yang dapat dilakukan adalah hasil observasi dan hasil tes. .Hasil observasi akan dianalisis dengan langkah sebagai berikut:

a) Reduksi.

Reduksi data meliputi proses memilih, memusatkan, menyederhanakan, meringkas, dan mengubah data yang terekam atau tertulis di lapangan. Tidak hanya merangkum data saja, tapi juga harus mengubah data untuk dimengerti sesuai pokok masalah yang akan dituju.

b)Pemaparan Data.

Data-data hasil reduksi kemudian dipaparkan dalam bentuk paragraf-paragraf yang saling berhubungan (narasi) yang diperjelas melalui matriks, grafik atau diagram. Pemaparan data berfungsi untuk membantu kita merencanakan tindakan selanjutnya.

Data hasil tes. Data hasil tes akan dianalisis dengan statistik diskriptif, yaitu membandingkan, verifikasi dan dihubungkan dengan penelitian data sebelum tindakan dan data nilai tes setelah dilaksanakan tindakan (siklus 1 dan nilai tes setelah siklus 2).

Setelah melalui tahapan-tahapan penelitian, maka untuk selanjutnyapenarikankesimpulanmerupakanupayapencarian makna data,mencatat keteraturan danpenggolongan data. Data yang terkumpul disajikan secara sistematis dan diberi makna.

Untuk mengetahui nilai rata-rata kelas pada pre test maupun pos test tiap siklus digunakan rumus: ∑

∑ = Jumlah nilai siswa dlaam satu kelas N = Jumlah siswa dalam satu kelas

R = Nilai rata-rata

(14)

40

Yang menjadi indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah apabila terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Inpres 12 Kapadiri 02 Kecamatan Sup Nin setelah menerapkan pembelajaran dengan metode pembelajaran berbasis masalah. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah nilai rata-rata kelas siswa mata pelajaran Matematika dengan KKM 60 yaitu ≥ 70% mengalami ketuntasan belajar.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap parameter logam berat Timbal (Pb) pada sampel sedimen pada titik 1 – 5 diperoleh konsentrasi logam berat Timbal

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa total nilai seluruh jawaban 1.441 dengan 1.225 nilai jawaban mengatakan sangat setuju (SS), 204 nilai jawaban mengatakan setuju (S),

Untuk mencapai sasaran strategis Tersedianya kebijakan pembangunan yang efektif bidang pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat KP melalui

Menurut Jonathan Sarwono,(2006: 37), “Korelasi digunakan untuk melihat kuat lemahnya hubungan antara variabel bebas dan tergantung”. Kuat lemahnya hubungan antara variabel

feedback.. Kegiatan komunikasi melalui media massa dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terorganisasi. Penyampaian pesan melalui media massa dilakukan secara

Metode yang digunakan dalam penelitian tahun pertama ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) Pembuatan hewan model kanker mammae yang diinduksi DMBA, (2) Eksplorasi dosis

Puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, karya tulis yang berjudul “Efektivitas Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.)) dalam Meningkatkan

Selain mempersiapkan usaha dan memperkirakan tingkat keberhasilan, wirausaha harus siap untuk menghadapi resiko kegagalan dalam menjalankan usahanya serta bagaimana