Laporan praktikum
Sitohisto teknologi
Di susun oleh :
Dian lestari 1804034015
D-IV ANALIS KESEHAATAN
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
BAB I PENDAHULUAN a. Latar belakang
Histologi berasal dari bahasa Yunani yaitu histos yang berarti jaringan dan logos yang berarti ilmu. Jadi histologi berarti suatu ilmu yang menguraikanstruktur dari hewan secara terperinci dan hubungan antara struktur pengorganisasian sel dan jaringan serta fungsi-fungsi yang mereka lakukan.Jaringan merupakan sekumpulan sel yang tersimpan dalam suatu kerangkastruktur atau matriks yang mempunyai suatu kesatuan organisasi yang mampumempertahankan keutuhan dan penyesuaian terhadap lingkungan diluar batasdirinya (Bavelander, 1998). Menurut Wikipedia I (2009), histologi adalah bidang biologi yang mempelajari tentang struktur jaringan secara detail menggunakanmikroskoppada sediaan jaringan yang dipotong tipis. Histologi dapat juga disebut sebagai ilmu anatomimikroskopis.
Histologi adalah studi tentang jaringan tubuh dan bagaimana jaringan ini diatur untuk membentuk organ tubuh dengan melibatkan semua aspek biologi jaringan, 15 dengan mempelajari jaringan penyusun tubuh, kimia jaringan dan sel dipelajari dengan metode analitik mikroskopik dan kimia. Zat-zat kimia di dalam jaringan dan sel dapat dikenali dengan reaksi kimia yang menghasilkan senyawa berwarna tak dapat larut, diamati dengan mikroskop cahaya atau penghamburan elektron oleh presipitat yang dapat diamati menggunakan mikroskop elektron (Harjana, 2011; Mescher, 2016).
Jaringan adalah kumpulan dari sel-sel sejenis atau berlainan jenis termasuk matrik antar selnya yang mendukung fungsi organ atau sistem tertentu. Meskipun sangat komplek tubuh mamalia hanya tersusun oleh 4 jenis jaringan yaitu jaringan: epitel, penyambung/pengikat, otot dan saraf (Harjana, 2011). Umumnya jaringan tak berwarna sehingga sulit untuk memeriksa jaringan yang tidak diwarnai di bawah mikroskop. Oleh karena itu telah dilakukan metode-metode pewarnaan jaringan yangmemungkinkan dapat diidentifikasi komponen-komponennya. Pewamaan hematoksilin dan eosin atau biasa disebut H&E adalah jenis pewarnaan rutin yang paling umum dipakai dalam proses pembuatan preparat histopatologi (Munthia, 2001).
Histologi amat berguna dalam mempelajari fungsi fisiologi sel-sel dalam tubuh, baik manusia, hewan, serta tumbuhan, dan dalam bentuk histopatologi ia berguna dalam penegakan diagnosis penyakit yang melibatkan perubahan fungsi fisiologi dan deformasi organ. Sebagai contoh, di bidang kedokteran, kehadiran tumor memerlukan hasil pemeriksaan contoh (sampel) jaringan. Di bidang pertanian, pemeriksaan kondisi jaringan pengangkut dapat mendukung diagnosis serangan hawar daun tembakau. Dalam mempelajari ilmu histology terdapat sediaan atau preparat, yang dalam pembuatannya disebut mikroteknik. Pembuatan sediaan jaringan tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan seperti fiksasi, pemendaman dan pemotongan kemudian pemulasan atau pewarnaan.a
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A ANESTESI
Anestesi adalah keadaan ketidaksadaran yang diinduksi pada hewan. Anastesi diperlukan terutama sebelum hewan itu dibedah, ada tiga tahapan anestesi yaitu analgesia (penghilang rasa sakit), amnesia (hilangnya memori) dan imobilisasi. Obat yang digunakan untuk mencapai anestesi biasanya memiliki efek yang berbeda-beda. Beberapa obat dapat digunakan secara individual untuk mencapai semua komponen anastesi, lainnya hanya dapat bersifat analgesik atau sedatif dan dapat digunakan secara individual atau dalam kombinasi dengan obat lain untuk mencapai anestesi penuh.
B. JENIS-JENIS ANASTESI
Antara lain dengan pemakaian asam barbiturat dan derivatnya campuran barbiturat magnesium sulfat dan larutan etanasi t-61
pada kebanyakan euthanasia baik secara estetika maupun secara ilmiah sodium pentobarbital dan derivat barbiturat lainnya paling sering digunakan dan merupakan zat pilihan biasanya diberikan secara intravena pemberian secara intravena peritoneal merupakan kontraindikasi walaupun tidak dianjurkan cukup relatif cukup efektif bila diberikan secara intrakardial pemberian dengan cara ini memerlukan keahlian khusus untuk menentukan jantung dengan tepat dan dianjurkan pemberian obat penenang sebelumnya bila tidak tepat mengenai jantung absorpsi obat rendah sehingga kematian terhambat karena concert efek anastetik yang dihasilkan amat lambat
pada ayam dapat digunakan kloral hidrat dan ketamin hidroklorida secara intraperitoneal zat ini termasuk anastetik yang disosiatif sehingga tidak kehilangan refleks kedip pada stadium anestetik
pada pemberian larutan t61 yang mengandung anastetik lokal secara intravena atau intrakardial yang berdaya kerja seperti kerja obat yang mempunyai efek paralyze pada pusat pernapasan dan efek relaksasi pada otot kerangka menekan kuat SSP dan menyebabkan ketidak sadaran atau kematian otak
Dengan pemakaian MgSO4 sebagai neuromuscular blocking agent zat ini tidak dapat dipakai sebagai anastetik karena tidak menekan SSP pada pemakaian zat MgSO4 ini harus selalu didahului dengan pemberian barbiturat Untuk menimbulkan ketidaksadaran pemberian secara cepat dengan dosis yang cukup besar akan menyebabkan segera terjadinya henti jantung aplikasinya hanya dapat dilakukan secara intravena pemberian secara intraperitoneal merupakan kontraindikasi
Pemakaian eter atau kloroform relatif tidak mahal bila dibandingkan dengan menggunakan halothane metoksifluran dan nitroksida walaupun tidak diperlukan sekali Mungkin diperlukan bantuan peralatan khusus untuk mengurangi pemborosan biaya dan kontaminasi terhadap lingkungan sistem tempat pembuangan yang memadai harus pula dipertimbangkan
Eter merupakan bahan yang mudah meledak dan mudah terbakar perlu dilakukan tindakan pencegahan yang tepat pada waktu membuka kontainer diusahakan jangan diperlukan dekat api atau dekat peralatan listrik yang tidak memadai pemakaian kloroform tidak dianjurkan pada koloni koloni rodent karena mempunyai efek toksik pada hati ginjal alat kelamin jantan dan juga bersifat karsinogenik
Efek terhadap jaringan dapat terjadi secara langsung atau tak langsung pada pemeriksaan secara histologi dengan elektro mikroskop dapat berakibat hanya pada komponen bagian intravaskuler saja atau dapat terjadi sedemikian cepat maka tidak tampak adanya perubahan histologi atau terdapat perubahan yang minimal sekali
secara umum efek langsung euthanasia terhadap jaringan tidak jelas terutama pada zat-zat farmakologis yang bersifat non inhalan perubahan yang terjadi pada euthanasia yang menyebabkan anoksia tergantung dari kecepatan induksi dan terjadinya perubahan gas di dalam darah pada keadaan anoksia pada pengamatan secara makro mungkin akan terlihat bendungan pulmoner dan udema yang tingkatnya tergantung pada kecepatan kematian
pada anjing yang mati karena menderita hipoksia pada anastesi dekompresi cepat dapat ditemukan badan-badan lamr dan di dalam sel pure dari cerebrum rangkaian perubahan
biokimia dan morfologi dari sel-sel neuron dan sel-sel glial belum diketahui secara rinci tidak tampak adanya perubahan yang jelas pada saluran pernapasan yang mengalami hipoksia
preparat barbiturat yang disuntikkan secara intravaskuler akan terionisasi derajat ionisasinya tergantung dari konstanta di disosiasi obat dan PH darah obat yang tidak terionisasi akan mengalami penitrasi ke dalam sel kemudian akan terdisosiasi lagi dan kemudian akan terjadi ikatan obat dengan sel kemudian akan terdisosiasi lagi dan kemudian akan terjadi ikatan obat dengan sel organ belum pernah digambarkan perubahan jaringan yang disebabkan karena penitrasi barbiturat ke dalam sel atau ikatan dengan Protein plasma membentuk lingkungan obat yang terikat dan tidak terikat di dalam sirkulasi darah dan limfa sehingga limfa tampak membesar dan berwarna biru kehitaman
BAB III PROSEDUR
Alat
1. Seperangkat alat bedah 2. Jarum pentul 3. Toples 4. kapas Bahan 1. eter 2. tikus 3. nacl 0,9%
4. larutan fiksasi , alcohol .formaldehyde , asam pikrat dll Prosedur kerja
A. Pembuatan Preparat Histologi dengan tehnik sayatan. Pembuatan preparat histologi dengan tehnik sayatan adalah suatu cara membuat preparat histologi menggunakan embedding dalam parafin dan mikrotom putar untuk menyayat. Adapaun tahapan atau persiapan yang herus dilakukan untuk membuat preparat histologi dengan tehnik sayatan adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan hewan percobaan untuk dibius Sebelum melakukan pembiusan terhadap hewan percobaan, terlebih dahulu yang harus dipersiapkan adalah : Menyediakan kapas yang sudah dibasahi dengan eter sebagai bahan pembius hewan percobaan.
a. Memasukkan kapas yang sudah dibasahi dengan eter ka dalam wadah pembiusan. b. Memasukan hewan percobaan ke dalam wadah pembiusan.
c. Menutup wadah, lalu hewan percobaan yang ada didalam wadah diamati hingga terlihat lemas.
2. Pengambilan Organ / Jaringan Organ ataupun jaringan yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan dalam pengamatan.
a. telentangkan hewan di baki bedah
b. keempat kaki di tusuk dengan jarum pentul
c. ambil pisau bedah , angkat kulit abdomen dengan pinset lalu bedah pelan pelan yg akan terlihat adalah bagian kulit dan jaringan ikat lalu ada otot lalu lapisan otot di bedah dan akan terlihat oran organnya lalu ambil dengan hati-hati
3. Pencucian Pencucian organ dilakukan dengan cara memasukkan organ yang diinginkan ke dalam larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%). Lalu keringkan dengan tissue
4.Fiksasi Fiksasi adalah suatu usaha untuk mempertahankan elemen – elemen sel atau jaringan agar tetap pada tempatnya dan tidak mengalami perubahan bentuk maupun ukuran. Fiksasi berfungsi untuk
mempertahankan bentuk jaringan sedemikian rupa sehingga perubahan bentuk / struktur sel jaringan yang terjadi hanya sekecil mungkin, menembus jaringan dengan cepat, bersifat mordent (mengikat) dan membantu indeks refraksi
Soal
a. Jika dibutuhlsn larutan garam fisiologis 0,9% ssbanyak 1000 mL, berapa gr NaCl yg ditimbang diket