• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

12 2.1 Tinjauan Teoritis

2.1.1 Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya, serta hasil yang dicapai selama periode tertentu. Laporan keuangan dapat dijadikan media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan, dimana laporan keuangan tersebut terdiri dari neraca, perhitungan rugi laba, ikhtisar laba ditahan dan laporan posisi keuangan.

Munawir(2010:5), pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan laba-rugi serta laporan perubahan ekuitas. Neraca menunjukkan atau menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggan tertentu. Sedangkan perhitungan (laporan) la-rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama periode tertentu, dan laporan perubahan ekuitas menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan ekuitas perusahaan..

Kasmir (2015:7) laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.Laporan keuangan dibuat per periode, misalnya tiga bulan, atau

(2)

enam bulan untuk kepentingan internal perusahaan. Sementara itu, untuk laporan lebih luas dilakukan satu tahun sekali.

Bambang Riyanto (2012:327), Laporan Financial(Financial Statement), memberikan ikhtisar mengenai keadaan financial suatu perusahaan, dimana Neraca (Balance Sheets) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan Rugi dan Laba (Income Statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama periode tertentu, selama satu tahun.

Laporan keuangan keuangan merupakan hasil akhir proses akutansi keuangan yang menyajikan berbagai informasi tentang aktivitas ekonomi suatu perusahaan. Informasi tersebut ditunjukkan bagi semua pihak, baik ekstern maupun intern, pihak ekstern perusahaanadalah pihak luar yang berkepentingan terhadap perusahaan. Pihak ekstern terdiri atas para pemegang saham, investor yang ingin menanamkan sahamnya dalam perusahaan, dan pihak lain yang menggunakan laporan keuangan untuk kepentingannya.

Analisa atas laporan keuangan pada hakekatnya adalah untuk mengadakan penilaian atas keadaan atau posisi keuangan perusahaan pada suatu saat dan perubahan posisi keuangan atau kemajuan suatu perusahaan melalui laporan keuangan yang bersangkutan.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah laporan yang digunakan untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan

(3)

dan hasil yang telah dicapai secara kuantitatif pada semua pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan. Laporan keuangan secara tidak langsung memperlihatkan keadaan financial perusahaan yang dapat digunakan sebagai acuan perusahaan dimasa yang akan datang.

1. Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Standar Akutansi Keuangan (2009), tujuan dari laporan keuangan adalah :

1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.

3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Menurut Munawir (2010:31) tujuan analisis laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah tercapai perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dan dianalisa lebih lanjut sehingga akan dapat diperoleh data yang akan dapat mendukung keputusan yang akan diambil.

(4)

Fahmi (2012:5), mengatakan tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutukan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka dalam satuan moneter.

Menurut Kasmir (2012 : 11) tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan yaitu:

1. Memberikan informasi tentang jenis dan juga aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3. Memberikan informasi tentang jenis dsn jumlah pendapatan aayang diperoleh pada suatu periode tertentu.

4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu.

5. Memberikan informasi tentanf perubahan –perubahan yang terjadi pada aktiva,pasiva dan modal perusahaan.

6. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan. 7. Informasi keuangan lainnya.

2. Jenis dan Bentuk Laporan Keuangan

Menurut Kasmir (2012 : 9), secara umum ada lima jenis laporan keuangan yang biasa disusun, yaitu :

(5)

1. Balance sheet(Neraca)

Balance sheet(Neraca) merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Artinya dari posisi keuanagan dimaksudkan adalah posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan passiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.

2. Income Statement(Laporan Laba Rugi)

Income Statement(Laporan Laba Rugi) merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Di dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Kemudian, juga tergambar jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu dengan jumlah tertentu.

3. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.

4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas. Laporan kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash out) selama periode tertentu. Kas masuk terdiri dari uang yang masuk keperusahaan, seperti hasil

(6)

penjualan atau penerimaan lainnya, sedangkan kas keluar merupakan sejumlah jumlah pengeluaran dan jenis-jenis pengeluarannya seperti pembayaran biaya operasional perusahaan.

5. Laporan Cacatan atas Laporan Keuangan

Laporan cacatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informas apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadang ada komponen atau nilai dalam laporan keungan yang perlu diberi penjelasan terlebih dulu sehingga jelas.

3. Karakteristik Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akutan Indonesia (2009:5-8), laporan keuangan yang berguna bagi pemakai informasi harus terdapat empat karakteristik pokok yaitu:

1. Dapat dipahami

Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memilki pengetahuan yang memadai tentan aktivitas ekonomi dan bisnis, akutansi serta kemauan untuk mempelajari informasidengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.

(7)

2. Relevan

Informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dala proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depab , menegaskan,atau mengkoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu. Peran informasi dalam peramalan (prediktive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain.

3. Keandalan

Informasi harus juga bersifat andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajianyang tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.

4. Dapat dibandingkan

Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antara periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antara perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan secara relatif. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan, transaksia, dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk perusahaan bersangkutan, antar periode perusahaan yang sama dan untuk perusahaan yang berbeda.

(8)

4. Keterbatasan Laporan Keuangan

Menurut Munawir (2010:9) keterbatasan laporan keuangan antara lain: 1. Lapaoran keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya

merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan final.

2. Laporan keuangan menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya berdifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dengan standarat nilai yang mungkin berbeda dan berubah-ubah.

3. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu dimana daya beli (puchasing power) uang tersebut menurun, dibandinaga dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukkan atau mencerminkan unit yang dijual semakin besar, mungkin kenaikan tersebut disebabkan naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti kenaikan harga-harga.

4. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan suatu uang.

2.1.2 Analisis Rasio Keuangan

Menurut kasmir (2012:104), Rasio keuangan merupakankegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan

(9)

cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan.

Menurut Munawir (2010: 106)Future oriented atau berorientasi dengan masa depan, artinya bahwa dengan analisa ratio keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk meramalkan keadaan keuangan serta hasil usaha dimasa yang akan datang. Dengan angka-angka ratio historis atau kalau memungkinkan dengan angka rasio industri (yang dilengkapi dengan data lainnya) dapat digunakan sebagai dasar untuk penyusunan laporan keuangan yang diproyeksikan yang merupakan salah satu bentuk perencanaan keuangan perusahaan.

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2011:97) rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan(berarti).

Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. Dengan penyerderhanna ini kita dapat menilai secara cepat hubungan antara pos dan dapat membandingkannya dengan rasio lain. Sehingga kita dapat memperolehinformasi dan memberikan penilaian. Rasio keuangan merupakan suatu perhitungan rasio dengan menggunakan laporan keuangan yang berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kondisi keuangan dan

(10)

kinerja perusahaan. Perbandingan dapat dilakukan antar satu pos yang ada di antara laporan keuangan.

Rasio keuangan merupakan alat utama untuk melakukan analisis keuangan dan memilki beberapa kegunaan. Analisis rasio keuangan adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi antara satu dengan lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap keadaan suatau perusahaan. Rasio keuangan telh digunakan untuk membandingkan data keuangan perusahaan di berbagai titik dalam waktu atau membandingkan data keuangan perusahaan di berbagai titik dalam waktu atau dengan perusahaan lain. Rasio Keuangan sering digunakan untuk memberikan petunjuk untuk sejumlah pertanyaan concering kesehatan keuangan perusahaan.

1. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalahrasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik dengan hubungan penjualan, asset maupun laba rugi modal sendiri. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalahnet profit margin, return on assets, return on equity, gross profit margin.

a. Net Profit Margin

Net profit margin adalah rasio yang digunakan untuk menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih

(11)

pada tingkat penjualan tertentu (Hanafi dan Halim, 2012:81). Rumus yang digunakan adalah :

Net Profit Margin= Laba Bersih Penjualan

b. Return On Asset

Return On Asset adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu (Hanafi dan Halim, 2012:81). Rumus yang digunakan adalah :

Return On Asset = Laba Bersih Total Aktiva

c. Return On Equity

Return On Equity adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih berdasarkan modal saham tertentu (Hanafi dan Halim, 2012:82). Rumus yang digunakan adalah :

Return On Equity = Laba Bersih Modal Sendiri

d. Gross Profit Margin

Gross Profit Margin adalah rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk mengendalikan biaya persediaan atau biaya operasi

(12)

barang maupun untuk meneruskan kenaikan harga lewat penjualan kepada pelanggan (Fahmi, 2013:136). Rumus yang digunakan adalah :

Gross Profit Margin = Laba Kotor Penjualan

2. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi jangka pendeknya secara tepat waktu. Rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah current ratio, quick ratio, dan cash ratio.

a. Current Ratio

Current ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar (Hanafi dan Halim, 2012:75). Current ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Current ratio = Aktiva Lancar Hutang Lancar

b. Quick Ratio

Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaannya (Hanafi dan Halim, 2012:75). Quick ratio dapat dihitung dengan rumus:

Quick ratio= Aktiva Lancar - Persediaan Hutang Lancar

(13)

c. Cash ratio

Cash ratio adalah rasio yang digunakan untuk melunasi hutang yang harus segera dilunasi dengan menggunakan kas yang tersedia dalam perusahaan. Cash ratio dapat dihitung dengan rumus:

Cash Ratio=

Kas Hutang Lancar

3. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana efisiensi perusahaan sehubungan dengan pengelolaan asset perusahaan untuk memperoleh penjualan. Rasio aktivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalahfixed assets turn over dan total assets turn over.

a. Fixed Assets Turn Over

Fixed assets turn overadalah rasio yang digunakanuntuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode (Hanafi dan Halim, 2012:78). Fixed assets turn overdapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Fixed Assets Turn Over= Penjualan Total Aktiva Tetap

b. Total Asset Turn Over

Total asset turn over menunjukkan efektivitas penggunaan seluruh harta perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan atau menggambarkan berapa rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan (Hanafi dan Halim,

(14)

2012:78). Total asset turn over dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Total Asset Turn Over = Penjualan Total Aktiva

2.1.3 Tujuan dan Manfaat Analisis Rasio Keuangan

Kasmir (2015:197-198) rasio profitabilitas,rasio likuiditas, dan rasio aktivitas memiliki tujuan danmanfaat, tidak hanya bagi pihak pemilik usaha atau manajemen saja, tetapi juga bagi pihak diluar perusahaan, terutama pihak-pihak yang memiliki hubungan atau kepentingan dengan perusahaan.Tujuan penggunaan rasio profitabilitas dan rasio likuiditas bagi perusahaan, maupu bagi pihak luar perusahaan, yaitu:

1. Rasio Profitabilitas

Kasmir (2012:197-198) tujuan dan manfaat rasio profitabilitas bagi perusahaan maupun pihak lain adalah:

a. Mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

b. Menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

c. Menilai perkembanganlaba dari waktu ke waktu.

d. Menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. e. Mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan

baik modal pinjaman maupun modal sendiri.

f. Mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri.

(15)

2. Rasio Likuiditas

Kasmir (2012:132) perhitungan rasio likuiditas memberikan cukup banyak manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Tujuan dan manfaat rasio likuiditas adalah:

a. Mengukur kemampuan perusahaan menbayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditaguh. Artinya, kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuaijadwal batas waktu yang telah ditetapkan (tanggal dan bulan tertentu)

b. Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan. Artinya, jumlah kewajiban yang berumur di bawah satu tahun atau sama dengan satu tahun, dibandingkan dengan total aktiva lancar.

c. Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang. Dalam hal ini aktiva lancar dikurangi sediaan dan utang yang dianggap likuditasnya lebih rendah

d. Mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.

e. Mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

f. Sebagai alat perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.

(16)

g. Melihat kondisi dan posisi liukuiditas perusahaan dari bwaktu ke waktu dengan membandingkan untuk beberapa periode.

h. Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini.

3. Rasio Aktivitas

Dalam praktinya rasio aktivitas yang digunakan perusahaan memiliki beberapa tujuan dan manfaat yang hendak dicapai. Rasio aktivitas juga memberikan banyak manfaat bagi kepentingan perusahaan maupun bagi pihak luar perusahaan, untuk masa sekarang maupun yang akan datang.

Beberapa tujuan dan manfaat yang hendak dicapai perusahaan dari penggunaan rasio aktivitas adalah:

a. Untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu tahun periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.

b. Untuk menghitung hari rata-rata penagihan piutang, dimana hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.

c. Untuk menghitung berapa hari rata-rata persediaan tersimpan dalam gudang.

(17)

d. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan.

e. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode.

f. Untuk mengukur penggunaan semula aktiva pesrusahaan dibandingkan dengan penjualan.

2.1.4 Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan

Menurut Harahap (2010: 289) keterbatasan analisis rasio keuangan adalah :

1. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya.

2. Keterbatasan yang dimiliki akutansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik seperti ini :

a. Bahan perhitunganrasio atau laporan keuangan itu banyak menggandung taksiran dan judgment yang dapat dinilai bias atau subjektif.

b. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan harga pasar.

c. Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio. d. Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akutansi bisa

(18)

3. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia, akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.

4. Sulit jika data yang tersedia tidak singkron.

5. Dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik dan standar akutansi yang dipakai tidak sama. Oleh karenanya jika dilakukan perbandingan bisa menimbulkan kesalahan.

Menurut Kamaludin dan Rini Indriani (2011:50), keterbatasan dari informasi analisa rasio ini adalah sebagai berikut :

1. Rasio keuangan didasarkan pada informasi akuntansi yang dihasilkan melalui prinsip-prinsip akuntansi yang dianut perusahaan, sedangkan data tersebut dapat ditafsir dengan berbagai macam cara dan bahkan bias dimanipulasi.

2. Rasio keuangan dapat mencerminkan suatu kondisi yang luar biasa dimasa lampau, sebagai contoh penjualan meningkat 200%. Apabila tidak diselidiki lebih lanjut dengan data pendukung, maka hasilnya bias karena bisa saja penjualan meningkat bukan disebabkan unit terjualnya yang meningkat tetapi harga barang tersebut sudah naik 200% sehingga menimbulkan penarikan kesimpulan yang salah.

3. Sulit untuk ditemukan ukuran rasio standar yang memberikan arti tidak kabur sebagai dasar perbandingan.

(19)

2.1.5 Pengertian Kinerja Keuangan

Menurut Fahmi (2011: 2), kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dan menggunakan secara baik dan benar.

Menurut Prastowo yang dikutip oleh Prayitno (2010:9) menyebutkan unsur dari kenerja keuangan perusahaan adalah unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja perusahaan yang disajikan pada laporan laba rugi, penghasilan bersih seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagian dasar bagi ukuran lainnya.

Dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan perlu dikaitkan antara organisasi perusahaan dengan pusat pertanggung jawaban. Dalam melihat organisasi perusahaan dapat diketahui besarnya tanggung jawab manajer yang diwujudkan dalam bentuk prestasi kerja keuangan. Namundemikian mengatur besarnya tanggung jawab sekaligus mengukur prestasi keuangan tidaklah mudah sebab ada yang dapat diukur dengan mudah danda nadala yang sukar untuk diukur perusahaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen karena menyangkut pemanfaatan modal, efisiensi dan rentabilitas dari kegiatan perusahaan.

Kinerja keuangan yaitu alat untuk mengukur prestasi kerja keuangan perusahaan melalui struktur pemodalnya. Penilaian kinerja perusahaanharus diketahui output maupun inputnya. Output adalah hasil dari suatu kinerja karyawan perusahaan. Sedangkan input adalah keterampilan atau alat yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut.

(20)

1. Tujuan Kinerja Keuangan

Tujuan laporan keuangan menurut Kasmir (2013:11), adalah sebagai berikut:

1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan.

2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3. Memberikan informasikan tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.

4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.

7. Informasi keuangan lainnya.

2. Hubungan Rasio Keuangan dengan Kinerja Keuangan

Menurut Fahmi (2014:108) menyatakan rasio keuangan dan kinerja keuangan mempunyai hubungan yang erat. Rasio keuangan sangat banyak jumlahnya dan setiap rasio itu mempunyai kegunannya masing-masing. Bagi investor, akan melihat rasio dengan penggunaan yang paling sesuai dengan analisis yang akan dilakukan. Jika rasio tersebut tidak

(21)

mempresentasikan tujuan dari analisis yang akan dilakukan maka rasio tersebut tidak akan dipergunakan, karena dalam konsep keuangan dengan namanya flexibilitas, artinya rumus atau berbagi bentuk formula yang dipergunakan harusnya disesuaikan dengan kasus yang diteliti.

2.1.6 Penelitian Terdahulu

Dalam menyusun penelitian diperlukan review penelitian yang terdahulu. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa tidak semua hasil analisis itu menunjukkan hasil yang baik. Selain itu juga untuk memberitahukan bahwa analisis rasio yang meliputi Profitabilitas, Likuiditas dan Aktivitas itu sangat bermanfaat untuk digunakan dalam mengambil suatu keputusan. Maka dari itu review yang diambil tidak jauh beda dengan masalah diatas. Review yang diambil antara lain:

(22)

Tabel 3

Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti

Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian

Nilasari (2008)

Analisis Rasio

Keuangan Sebagai Alat Penilaian Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Unilever Indonesia Tbk. Periode 2002-2007 (Studi pada Pojok Bursa Efek Indonesia UMM)

Independen: Rasio Keuangan

Dependen: Kinerja Keuangan

Secara umum hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan PT. Unilever Indonesia Tbk. berfluktuasi. Anwar (2011) Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Mega Indah Sari Makassar Independen: Rasio Keuangan Dependen: Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil perhitungan kinerja keuangan secara umum yaitu rasio aktivitas dan profitabilitas, kedua rasio tersebut setelah dianalisis mengalami peningkatan. Halimahton (2013) Dampak rasio keuangan terhadap kinerja keuangan perusahaan kimia lyondell basell industri

Independen: Rasio keuangan Dependen: kinerja keuangan Hasil menunjukkan bahwa CR, QR, DR dan NPM memiliki hubungan positif sementara DTER dan OPM memiliki hubungan negatif dengan kinerja keuangan perusahaan. Di antara rasio,CR, DR dan NPM menunnjukan dampak signifikan tertinggi pada kinerja perusahaan. Sinisa (2012) Mengukur Likuiditas

Pada Pasar Saham: dampak Rasio Pada Likuiditas Independen: mengukur likuditas Dependen: rasio likuiditas penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan yang diukur berdasarkan kapitalisasi pasar, jumlah saham ditempatkan dan

(23)

mencapai volume mempengaruhi rasio likuiditas. Makalah ini menggunakan regresi berganda, dan matriks korelasi menunjukkan ketergantungan antar variabel likuiditas. Ada koefisien korelasi yang kuat antara variabel likuiditas dan rasio likuiditas, hasil secara statistik significan.

Sumber: Penelitian dahulu yang diolah.

2.2 Rerangka Pemikiran

Menurut Sugiyono (2011:60) mengemukakan bahwa kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasikan sebagai hal yang penting jadi dengan demikian maka kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran atau suatu bentuk proses dari keseluruhan dari penelitian yang dilakukan. Untuk memudahkan penganalisisan pada penelitian ini maka diperlukan rerangka konseptual penelitian sebagai berikut:

(24)

Gambar 2 Rerangka Konseptual

2.3 Perumusan Hipotesis

Menurut Sugiyono (2013: 96), perumusan hipotesis merupakan langkah ketiga dalam penelitian setelah mengemukakan kerangka berfikir dan landasan teori. Hipotesis merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diteliti. Hipotesis disusun dan diuji untuk menunjukkan benar atau salah dengan cara terbebas dari nilai dan pendapat peneliti yang menyusun dan mengujinya.

Dalam penelitian ini, penulis tidak menggunakan hipotesis karena penelitian ini dilakukan untuk mengetahui baik atau tidaknya kinerja

Rasio Profitabilitas (Prof)

1. Net Profit Margin (NPM) 2. Return On Asset (ROA) 3. Return On Equity (ROE) 4. Gross Profit Margin (GPM)

Rasio Likuiditas (Lkw) 1. Current Ratio 2. Quick Ratio 3. Cash Ratio

Rasio Aktivitas (Akt)

1. Fixed Assets Turn Over 2. Total Asset Turnover

Kinerja Keuangan (KK)

(25)

keuangan PT. Unilever Indonesia, Tbk bukan untuk menguji pengaruh atau hubungan antar variabel.

Gambar

Gambar 2  Rerangka Konseptual

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan sektor yang mengalami persentase peningkatan penduduk yang bekerja tertinggi adalah Sektor Listrik, Gas dan Air Minum yang naik sebesar 34,60 persen atau bertambah 0,5

Besaran Iuran yang wajib dibayar oleh Badan Usaha yang melakukan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa pada Ruas Transmisi dan/atau pada Wilayah Jaringan

Hal ini sesuai dengan apa yang telah diungkapkan Zacharia (2007), Saepuzaman (2011) dan Smith (2010) bahwa pembelajaran dengan kombinasi real dan virtual lab memberikan hasil

Satuan untuk intensitas penerangan adalah lux(lx), dengan simbol huruf E [2]. Dalam rancangan sistem penerangan untuk bangunan iradiator ini digunakan sistem

bahwa dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan maka dipandang perlu untuk melakukan pemekaran beberapa kecamatan

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh citra toko secara simultan dan parsial yang terdiri dari product, pricing, atmosphere, personel, dan

Fenome na me ningkatnya nilai ke- kuatan patah dengan bertambahnya kompo- sisi perekat baik perekat kulit kayu akasia maupun gambir disebabkan karena adanya kandungan

Untuk mengetahui reduksi kebisingan oleh barrier perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan jenis dan spesifikasi barrier di wilayah penelitian.