• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III AKUNTABILITAS KINERJA"

Copied!
183
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Pengukuran Capaian Kinerja

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari pimpinan instansi/lembaga atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Dalam Instansi/Lembaga pemerintahan lebih jelasnya akan menyampaikan akuntabilitas kinerja sesuai dengan aturan dan tatanan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat selaku pengemban amanah masyarakat Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kewajiban menyampaikan akuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang dibuat sesuai ketentuan yang terkandung dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 mengenai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diukur berdasarkan Tingkat Pencapaian Sasaran, Untuk mengetahui gambaran mengenai Tingkat Pencapaian Sasaran dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam penetapan kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014 dengan realisasinya. Setelah diperoleh nilai-nilai kuantitatif, maka analisis kualitatif akan digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mendukung ataupun memperlemah kinerja.

(2)

Untuk mempermudah interprestasi atas pencapaian sasaran dan program/kegiatan serta indikator makro diberlakukan nilai disertai makna dari nilai tersebut yaitu :

> 100 = Sangat Baik > 80 ─ 100 = Baik

50 – 80 = Cukup < 50 = Kurang

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisa pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

Tingkat Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014 berdasarkan hasil pengukurannya dapat diilustrasikan dalam tabel sebagai berikut :

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

3.2 . Analisis Capaian Kinerja

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Secara umum melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2009–2014.

Uraian lebih lanjut terhadap pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 3.1

Analisis Capaian Sasaran 1

Meningkatnya Kualitas Pemahaman Keagamaan Masyarakat, Toleransi, dan Peran Kelembagaan

No. Indikator Sasaran Satuan

Realisasi Tahun 2013 Tahun 2014 Target Realisasi Capaian Kinerja

1. Minuman keras dan narkoba % - - - -

2. Penanganan penderita HIV / AIDS Orang 102 0 132 100

Berdasarkan hasil analisis terhadap Pencapaian Sasaran 1, Meningkatnya Kualitas Pemahaman Keagamaan Masyarakat, Toleransi, dan Peran Kelembagaan di atas, diperoleh bahwa ada 2 (dua) Indikator sasaran yang ditetapkan pada tahun kelima pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2010-2014. Capaian Kinerja untuk Indikator Minuman Keras dan Narkoba di tahun 2014 tidak memiliki target, namun program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lombok Barat di tahun 2014 untuk menurunkan penyakit masyarakat yang berhubungan dengan minuman keras dan narkoba ini yaitu :

1) Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT) pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 39.569.000 dengan realisasi sebesar Rp. 39.569.000 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan miras & narkoba b) Penyuluhan pencegahan eksploitasi anak dibawah umur

c) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

(8)

a) Terselenggaranya penyuluhan/sosialisasi penyalahgunaan atau bahaya minuman keras dan narkoba

b) Terselenggaranya penyuluhan pencegahan eksploitasi anak dibawah umur

c) Terlaksananya kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemberantasan penyakit masyarakat seperti peredaran/penggunaan miras dan narkoba dan eksploitasi anak dibawah umur.

2) Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT) pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 50.400.000 dengan realisasi sebesar Rp. 48.715.000 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Penyuluhan Pencegahan Peredaran / Pengguna Minuman Keras dan Narkoba

b) Penyuluhan Pencegahan Berkembangnya Praktek Prostitusi c) Penyuluhan Pencegahan dan Penertiban Aksi Premanisme Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terkendalinya peredaran/pengguna Minuman Keras dan narkoba di masyarakat

b) Tercegahnya semakin meluas praktek prostitusi. c) Terkendalinya aksi-aksi Premanisme

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pengetahuan terhadap dampak penyakit masyarakat seperti Narkoba, Miras dan Prostitusi sehingga tingkat pemberantasan penyakit masyarakat meningkat.

Indikator lainnya dalam sasaran 1 yaitu Indikator Penanganan Penderita HIV/AIDS, merupakan salah satu tujuan MDGs dalam urusan kesehatan. Dalam mencapai sasaran RPJMD 2010-2014, Kabupaten Lombok Barat menargetkan 0 orang pada penanganan penderita HIV/AIDS dengan

(9)

realisasi 132 orang dengan rincian 65 orang penderita HIV dan 67 orang penderita AIDS. Ini menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten Lombok Barat sangat responsive terhadap terjadinya kasus HIV/AIDS sehingga penanganannya mencapai 100% (132 kasus). Walaupun penanganan penderita HIV/AIDS sudah baik, namun peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS yang terjadi dari tahun sebelumnya perlu mendapat perhatian yang lebih tinggi.

Dalam upaya Penanganan Penderita HIV/AIDS telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan, diantaranya oleh Dinas Kesehatan melalui Program :

1) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 381.795.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.377.360.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat b) Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat

c) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terselenggaranya promosi dan informasi sadar hidup bersih dan sehat b) Terwujudnya masyarakat yang sadar tentang pola hidup bersih sehat c) Tersusunya hasil monitoring dan evaluasi pola hidup bersih dan sehat Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terwujudnya kesehatan masyarkat yang mandiri dalam membangun kesehatan.

2) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dengan anggaran sebesar Rp. 98.300.000 dan realisasi sebesar Rp. 93.658.750 atau sebesar 95,28 %

b) Peningkatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dengan anggaran sebesar Rp. 55.835.000 dan realisasi sebesar Rp. 55.265.000 atau sebesar 98,98 %

(10)

a) Tercegah dan tertanggulanginya berbagai macam penyakit menular. b) Terwujudnya masyarakat yang faham tentang pencegahan dan

pemberantasan penyakit menular.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah persentase terlayaninya masyarakat melalui pemerikasaan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular sehingga pemberantasan dan pencegahan penularan penyakit dapat terlaksana.

Program lainnya dilaksanakan oleh Satpol PP dengan program Peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (PEKAT) dengan kegiatan penyuluhan pencegahan berkembangnya praktek prostitusi dengan anggaran sebesar Rp. 16.800.000,- dan realisasi Rp. 16.285.000,- atau sebesar 96,93 %. Output dari kegiatan ini adalah pembinaan/operasi prostitusi.

Beberapa permasalahan terkait dengan penanganan HIV/AIDS yaitu kurangnya koordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS baik yang melibatkan tokoh agama, masyarakat, lembaga pendidikan, masyarakat/orang tua dan seluruh stekholder terkait dalam rangka komunikasi dan edukasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, permasalahan lainnya yaitu ketersediaan anggaran untuk mendukung pembinaan/operasi prostitusi yang masih minim, sehingga pembinaan dalam bentuk operasi yang dilakukan oleh Satpol PP belum efektif.

Berdasarkan tabel 3.1 di atas, perbandingan realisasi pencapaian sasaran 1 (Meningkatnya Kualitas Pemahaman Keagamaan Masyarakat, Toleransi, dan Peran Kelembagaan) pada tahun 2013 dan tahun 2014, terdapat peningkatan realisasi kinerja yakni pada indikator penanganan penderita HIV/AIDS menjadi 132 orang (HIV = 65 orang dan AIDS = 67 orang dengan realisasi tahun sebelumnya yaitu 102 orang (HIV = 50 orang dan AIDS = 52 orang). Sedangkan untuk indikator minuman keras dan narkoba yakni pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 tidak ditetapkan target kinerjanya dalam RPJMD Kabupaten Lombok Barat.

(11)

Tabel 3.2

Analisis Capaian Sasaran 2

Terwujudnya Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Kebudayaan Daerah

Berdasarkan hasil analisis terhadap Pencapaian Sasaran 2, Terwujudnya Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Kebudayaan Daerah di atas, diperoleh bahwa ada 1 (Satu) Indikator sasaran yang ditetapkan pada tahun kelima pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2010-2014. Capaian Kinerja pada Indikator sasaran Penanganan Konflik SARA memiliki target sebanyak 2 kasus dengan capaian realisasi sebesar 0 kasus (tidak terdapat kasus sara yang terjadi pada tahun 2014), ini berarti indikator sasaran penanganan konflik SARA capaian kinerjanya mencapai 200% atau dapat dikatakan Indikator telah bernilai Sangat baik. Penurunan kasus SARA ini dicapai melalui Program :

1) Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 299.791.000 dengan realisasi anggaran mencapai Rp. 299.489.000 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pengendalian Keamanan Lingkungan b) Peningkatan forum pembauran kebangsaan c) Identifikasi dan pemetaan konflik

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah : a) Tercapainya pengendalian keamanan lingkungan

b) Terlaksananya pengendalian gangguan terhadap IPOLEKPEM c) Terlaksananya Identifikasi Konflik IPOLEKPEM

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya keamanan dan kenyamanan lingkungan dari gangguan dan konflik.

No. Indikator Sasaran Satuan

Realisasi Tahun

2013

Tahun 2014

Target Realisasi Capaian Kinerja

(12)

2) Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mendapat alokasi anggaran Rp. 23.020.000 dengan realisasi sebesar Rp. 23.020.000 yang dilaksanakan melalui kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terwujudnya rencana kerja penanganan kantrantibmas yang mantap.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah penurunan presentase tindak kejahatan di masyarakat.

3) Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 18.069.000 dengan realisasi sebesar Rp. 18.069.000 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Peningkatan toleransi dan kerukunan kehidupan beragama b) Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur bangsa Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terlaksananya kegiatan sosialisasi kerukunan kehidupan beragama dan lintas organisasi

b) Terlaksananya sosialisasi Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur bangsa

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

4) Program Pendidikan Politik Masyarakat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.116.007.000 dengan realisasi sebesar Rp. 115.923.500 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan b) Penyusunan data base LSM dan Ormas c) Penyaluran bantuan keuangan partai politik

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terlaksananya kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pemilu, LSM, Ormas dan Parpol

(13)

b) Tersusunnya data base lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Ormas c) Terlaksananya penyaluran Bantuan keuangan kepada 12 parpol

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu sehingga terselenggaranya Pilkada secara aman, tertib lancar dan sesuai dengan rencana dan terwujudnya pengetahuan masyarakat tentang Pilkada dan Pemilu.

5) Program Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 247.830.000 dengan realisasi sebesar Rp. 243.749.000 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pembangunan Pos Jaga/Ronda

b) Pengendalian Kebisingan dan Gangguan dari kegiatan Masyarakat c) Pengendalian Keamanan Lingkungan

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah : a) Tersedianya Pos Jaga/Ronda

b) Terkendalinya kebisingan dan gangguan dari kegiatan masyarakat c) Terkendalinya keamanan lingkungan

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kondisi lingkungan yang kondusif sehingga nyaman untuk pelaksanaan kegiatan masyarakat.

6) Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 1.515.436.000 dengan realisasi sebesar Rp. 1.193.598.500 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pengawasan Pengendalian dan Evaluasi Kegiatan Polisi Pamong Praja b) Peningkatan Kerjasama dengan aparat keamanan dalam tekhnik

pencegahan kejahatan

c) Kerjasama Pengembangan Kemampuan Aparat Polisi pamong Praja dengan TNI/Polri dan Kejaksaan

(14)

d) Peningkatan Kapasitas aparat dalam rangka pelaksanaan Siskamswarkarsa

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terselenggaranya pembinaan dan pengawasan kegiatan polisi pamong praja

b) Terjalinnya kerjasama dengan aparat keamanan dalam tehnik pencegahan kejahatan.

c) Terwujudnya kerjasama penegakkan Peraturan Daerah (Perda)

d) Terwujudnya aparat yang mampu membina pelaksanaan siskamswakarsa

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya ketentraman dan ketertiban masyarakat serta pencegahan tindakan kriminal di masyarakat.

7) Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp. 242.100.000 dengan realisasi sebesar Rp. 242.100.000 yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pembentukan Satuan Keamanan Lingkungan di Masyarakat.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terbentuk Satuan Keamanan Lingkungan di Masyarakat.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya peran aktif masyarakat dalam menjaga ketentraman dan ketertiban di lingkungannya.

Berdasarkan tabel 3.2 di atas, Indikator pencapaian sasaran 2 (Terwujudnya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Budaya Daerah) pada tahun 2013 dan tahun 2014 untuk indikator konflik SARA, sama-sama memiliki realisasi kinerja sebesar 100 % (sepanjang tahun 2013 dan 2014 kondisi keamanan Kabupaten Lombok Barat relatif kondusif atau tidak ada konflik SARA yang terjadi).

(15)

Tabel 3.3

Analisis Capaian Sasaran 3

Terwujudnya Masyarakat yang Demokratis, Kreatif dan Responsif terhadap Perubahan Sosial

No. Indikator Sasaran satuan

Realisasi Tahun 2013 Tahun 2014 Target Realisasi Capaian Kinerja 1. Tingkat Partisipasi perempuan

dalam pelayanan publik

% 40,46 30,09 40,46 134,46 2. Berfungsinya pusat layanan

perempuan dan anak

Unit 4,00 4,00 3,00 75,00 3 Penemuan Teknologi Tepat

Guna (TTG)

Unit 9,00 9,00 9,00 100,00 4 Pemanfaatan Teknologi Tepat

Guna (TTG)

Unit 9,00 9,00 9,00 100,00

Berdasarkan hasil analisis terhadap Pencapaian Sasaran 3, Terwujudnya Masyarakat yang Demokratis, Kreatif dan Responsif terhadap Perubahan Sosial di atas, terdapat 4 (empat) Indikator sasaran yang ditetapkan pada tahun kelima pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2010-2014. Rata-rata capaian kinerja dari sasaran 3 mencapai 108,62 % dengan klasifikasi Sangat Baik, yang mana nilai pada Indikator sasaran tingkat partisipasi perempuan dalam pelayanan publik memiliki target sebesar 30,09 % dengan realisasi sebesar 40,46 %, ini berarti indikator sasaran tingkat partisipasi perempuan dalam pelayanan publik capaian kinerjanya mencapai 134,46 % atau dapat dikatakan Indikator telah bernilai Sangat Baik.

Indikator sasaran berfungsinya pusat layanan perempuan dan anak memiliki target sebesar 4 (empat) unit dengan realisasi sebesar 3 (tiga) unit, ini berarti indikator sasaran berfungsinya pusat layanan perempuan dan anak capaian kinerjanya mencapai 75 persen atau dapat dikatakan Indikator telah bernilai baik. Pusat layanan perempuan dan anak dimaksud yaitu Pusat Layanan terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Lembaga Perlindungan Anak, dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga Berbasis Masyarakat (LK3BM).

Capaian kinerja sasaran tingkat partisipasi perempuan dalam pelayanan publik dan berfungsinya pusat layanan perempuan dan anak

(16)

dapat tercapai dengan baik karena didukung oleh beberapa program kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) Kabupaten Lombok Barat, yaitu :

1) Program Penguatan Kelembagaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.91.196.740,00 dengan realisasi sebesar Rp.74.916.000,00 atau 82,15 % yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Evaluasi pelaksanaan PUG

b) Pengembangan system informasi gender dan anak

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terlaksananya pertemuan tim teknis, tim focal point dan evaluasi pelaksanaan PUG di 32 SKPD se Lombok Barat

b) Terlaksananya sosialisasi tentang kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan anak bagi seluruh SKPD, GOW, TP-PKK kabupaten dan kecamatan dan tersedianya data terpilah gender dan anak.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terwujudnya jaringan kerja dalam peningkatan kesetaraan dan keadilan gender.

2) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.29.842.000,00 dan telah terealisasi sebesar Rp. 28.748.000,00, atau 96,33 %

Program ini dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pelaksanaan kebijakan perlindingan perempuan di daerah

b) Fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terlaksananya sosialisasi kepada 132 orang peserta di Kecamatan Batulayar, Gunungsari dan Kediri tentan peraturan perundang-undangan perlindungan perempuan dan anak

b) Terdatanya kasus perlindungan perempuan terhadap kekerasan yang terjadi serta terlaksananya pertemuan tim penangaan kasus tersebut.

(17)

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terlaksananya perlindungan perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan yang terjadi.

3) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.12.045.500,00 dengan realisasi sebesar Rp.10.003.500,00 atau 83,05 % yang dilaksanakan melalui kegiatan Diklat peningkatan peran serta dan kesetaraan gender.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pelatihan perencanaan dan pengaggaran responsive gender (PPRG) bagi focal point / Kasubbag program di 11 (sebelas) SKPD di Kabupaten Lombok Barat.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terwujudnya peningkatan peran serta dan kesetaraan gender.

Sedangkan anggaran yang dialokasikan untuk mendukung program dan kegiatan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pada Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.76.856.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.72.775.450,00 atau 94,69% yang dilaksanakan melalui kegiatan Pertemuan, Pembinaan dan Pemberdayaan serta Perlindungan Perempuan dan anak.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah pertemuan, pembinaan dan pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak sebanyak 4 kali pertemuan.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah persentase jumlah perempuan dan anak yang terbina dan diberdayakan serta dilindungi.

2) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.205.248.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.195.946.400,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan Pembinaan Organisasi Perempuan.

(18)

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah jumlah organisasi perempuan yang terbina sebanyak 5 kelompok dan 35 kali pembinaan.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah persentase peran serta organisasi wanita dalam pembangunan.

Indikator penemuan Teknologi Tepat Guna (TTG) memiliki target sebanyak 9 unit dengan capaian realisasi sebesar 9 unit, ini berarti indikator sasaran penemuan Teknologi Tepat Guna (TTG) capaian kinerjanya mencapai 100,00 % atau dapat dikatakan Indikator nilai baik.

Indikator pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) memiliki target sebanyak 9 unit dengan capaian realisasi sebesar 9 unit, ini berarti indikator sasaran penemuan Teknologi Tepat Guna (TTG) capaian kinerjanya mencapai 100,00 % atau dapat dikatakan Indikator nilai baik.

Capaian kinerja sasaran penemuan dan pemanfaatan Teknologi tepat guna (TTG) dapat tercapai dengan baik karena didukung oleh beberapa program kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yaitu kegiatan Gelar Teknologi Tepat guna (TTG) di 10 kecamatan. 9 teknologi tepat guna dimaksud yaitu :

1. Scroll Saw/gergaji serbaguna bidang pertukangan. 2. Alat pemotong rotan

Kedua teknologi tepat guna di atas dihasilkan oleh seorang warga Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi bernama mangunsidi. Sedangkan teknologi tepat guna berikut dihasilkan oleh siswa-siswa SMK 3 Lingsar yaitu :

3. Alat pembangkit listrik 4. Turbin ulin

5. Motor gocart serbaguna

6. Water walen law head/alat untuk mempermudah penyulingan air galon. 7. Sablon digital.

8. Alat pembuat Pin.

(19)

Program dan kegiatan yang dilakukan untuk mendukung urusan pemberdayaan masyarakat desa dibidang teknologi tepat guna dilaksanakan melalui program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan dengan kegiatan Gelar TTG Nasional output dari kegiatan tersebut yaitu terinventarisirnya 9 temuan tekhnologi tepat guna (TTG) di Kabupaten Lombok Barat.

Pemasalahan dalam pencapaian kinerja penemuan dan pemanfaatan teknologi tepat guna ini adalah belum optimalnya koordinasi dengan instansi/lembaga atau perorangan terkait dengan temuan TTG yang ada di Kab. Lombok Barat.

Tabel 3.4

Analisis Capaian Sasaran 4

Menjamin Pemerataan Pemenuhan Pendidikan Dasar, Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Keterampilan Masyarakat serta Menurunnya

Buta Aksara

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap Pencapaian Sasaran 4, Menjamin Pemerataan Pemenuhan Pendidikan Dasar, Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Keterampilan Masyarakat serta

No. Indikator Sasaran Satuan

Realisasi Tahun 2013 Tahun 2014 Target Realisasi Capaian Kinerja 1. Angka melek huruf % 78,59 75.43 79,22 105,02 2. Rata – rata lama sekolah Thn 6,10 6,9 6,11 88,55 3. Angka Partisipasi Murni (APM)

- SD / MI / Paket A % 98,82 99,99 98,91 98,91 - SMP / MTS / Paket B % 82,40 99,90 82,78 82,86 - SMA / SMK / MA / Paket C % 62,89 84,50 65,32 77,30 4. Angka Partisipasi Kasar (APK)

- SD / MI / Paket A % 104,16 113.78 103,83 91,25 - SMP / MTS / Paket B % 109,30 127,20 108,12 85,00 - SMA / SMK / MA / Paket C % 76,38 85,10 76,77 90,21 5. Angka Putus Sekolah (APS) :

- SD / MI / Paket A % 0,17 0,00 0,16 84,00 - SMP / MTS / Paket B % 0,41 0,00 0,40 60,00 - SMA / SMK / MA / Paket C % 0,26 0,00 0,16 84,00 6. Prosporsi murid kelas yang

berhasil menyelesaikan sembilan tahun pendidikan dasar.

(20)

Menurunnya Buta Aksara di atas, terdapat 7 (tujuh) Indikator sasaran yang ditetapkan pada tahun kelima pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2010-2014. Rata-rata capaian Kinerja dari sasaran 4 yaitu 87,24 persen dengan klasifikasi Baik.

Berdasarkaan tabel 3.4 sasaran 4 (Menjamin pemerataan pemenuhan pendidikan dasar, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan keterampilan masyarakat serta menurunnya buta aksara) pada tahun 2014 terjadi peningkatan dan penurunan realisasi kinerja dibanadingkan dengan tahun sebelumnya, dengan rincian sebagai berikut :

1) Indikator Angka Melek Huruf (AMH), Pada tahun 2013 mencapai 78,59% dan mengalami peningkatan 0,63% pada tahun 2014 menjadi 79,22%

2) Indikator Rata-Rata Lama Sekolah/Mean Years School (MYS), capaian pada tahun 2014 yakni sebesar 6,11 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2013 yang sebesar 6,10 tahun.

3) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI,Paket A, pada tahun 2013 mencapai 98,82% dan meningkat sebesar 0,09% pada tahun 2014 menjadi 98,91%.

4) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs, Paket B, pada tahun 2013 capaiannya sebesar 82,40% sementara itu pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 0,38% menjadi 82,78%

5) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA Paket C, mengalami peningkatan pada tahun 2014 sebesar 2,43% dari 62,89% pada tahun 2013 menjadi 65,32% pada tahun2014.

6) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI, Paket A Mencapai 103,83% pada tahun 2014, menurun sebesar 0,33% dari tahun 2013 yaitu sebesar 104,16%.

7) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs,Paket B pada tahun 2014 mencapai 108,12%, menurun sebesar 1,18% dari tahun 2013 yaitu sebesar 109,30%.

(21)

8) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA Paket C, pada tahun 2014 mencapai 76,77%, meningkat sebesar 0,39% dari tahun 2013 yaitu sebesar 76,38%.

9) Indikator Angka Putus Sekolah SD/MI, mengalami penurunan pada tahun 2014 menjadi 0,16% dari tahun sebelumnya yang mencapai 0,17%. 10) Indikator Angka Putus Sekolah SMP/MTs, mengalami penurunan dari

tahun 2013 sebesar 0,41% menjadi 0,4% pada tahun 2014.

11) Indikator Angka Putus Sekolah SMA/SMK/MA, mengalami penurunan dari tahun 2013 yakni 0,26% menjadi 0,16% pada tahun 2014 atau mengalami penurunan sebesar 0,10%.

12) Indikator Proporsi murid kelas 1 yang berhasil menyelesaikan Sembilan tahun pendidikan dasar, mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebesar 99,75% menjadi 99,76% pada tahun 2014.

Tabel 3.5

Analisis Capaian Sasaran 5

Terwujudnya Pendidikan Berkualitas dan yang Berdaya Saing Global

No. Indikator Sasaran Satuan

Realisasi Tahun 2013 Tahun 2014 Target Realisasi Capaian Kinerja 1. Angka melanjutkan sekolah

- SD / MI / Paket A % 116,27 115.20 116,95 101,52 - SMP / MTS / Paket B % 114,21 100.00 104,01 104,01

- SMA / SMK / MA / Paket C % - - - -

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap Pencapaian Sasaran 5, Terwujudnya Pendidikan Berkualitas dan yang Berdaya Saing Global, terdapat 1 (satu) Indikator sasaran yang ditetapkan pada tahun kelima pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2010-2014 dengan 3 (tiga) sub indikator. Capaian Kinerja dari sasaran 5 mencapai 102,76 % dengan klasifikasi Sangat Baik, dengan rincian indikator Angka melanjutkan sekolah SD/MI/Paket A memiliki target sebesar 115,20 % dengan capaian realisasi sebesar 116,95 %, ini berarti indikator capaian kinerjanya 101,52 % atau klasifikasi pencapaian indikator telah bernilai sangat baik.

(22)

Indikator Angka melanjutkan sekolah SMP/MTs/Paket B memiliki target sebesar 100,00 % dengan capaian realisasi sebesar 104,01 %, ini berarti indikator capaian kinerjanya 104,01 % atau klasifikasi pencapaian indikator telah bernilai baik. Sedangkan Indikator Angka melanjutkan sekolah SMA/SMK/MA/Paket C tidak memiliki target yang ditetapkan.

Permasalahan secara khusus dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang pendidikan selama tahun anggaran 2014 dalam upaya pencapaian sasaran ke 4 dan 5 adalah sebagai berikut :

1) Kegiatan dan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat yang dilaksanakan pada tahun 2014 yang bersumber pada Dana DAK yaitu Bidang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mengalami keterlambatan pelaksanaan dikarenakan Juklak dan Juknis yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlambat sehingga menghambat progress realisasi anggarannya.

2) Realisasi anggaran Belanja Langsung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lombok Barat menurun sebesar 21,84% dari 95,83% pada tahun 2013 menjadi 73,99% pada tahun 2014 ini, hal tersebut dikarenakan beberapa kegiatan pengadaan yang bersumber dari dana DAK 2014 mengalami gagal tender dengan total nilai sebesar Rp.8.579.047.000,00 antara lain :

1. Belanja Modal Alat Pendidikan SD sebesar Rp. 2.159.430.000 2. Belanja Modal Alat Pendidikan SMP sebesar Rp. 1.327.000.000 3. Pengadaan Buku Pegangan Siswa SD sebesar Rp. 3.273.725.000 4. Pengadaan Alat Pendidikan SD (DAK

infrastruktur) sebesar

Rp. 675.292.000

5. Belanja Modal peralatan Praktek Teknologi Rekayasa dan Non Rekayasa SMK sebesar

Rp. 1.143.600.000

3) Kegiatan Pembangunan GOR Mini Kecamatan Gerung tidak dapat diselesaikan sebagaimana mestinya sesuai dengan waktu yang dijadwalkan baik realisasi fisik maupun penyerapan anggarannya. Hal ini disebabkan oleh kinerja pihak penyedia (rekanan) yang kurang baik sehingga

(23)

pelaksanaan pembangunan tersebut harus dihentikan dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2015.

4) Kegiatan dan program yang menunjang percepatan pencapaian peningkatan Angka Partisipasi Sekolah untuk jenjang pendidikan menengah masih memerlukan anggaran yang cukup besar sehingga diharapkan mampu meningkatkan APK/APM Pendidikan Menengah yang relatif masih rendah.

Langkah –langkah yang di ambil dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi dalam urusan pendidikan antara lain:

1) Perencanaan dan persiapan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersumber dari Dana DAK jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan lebih awal sehingga dalam pelaksanaannya dapat tepat waktu. 2) Proses pemilihan penyedia barang/jasa perlu lebih selektif.

3) Pemerataan dan perluasan akses pendidikan dengan membangun Unit Sekolah Baru (USB) untuk jenjang yang lebih tinggi khususnya jenjang SMA / SMK sehingga akan dapat menampung siswa –siswa yang ada di sekitar sekolah dan akan dapat memberikan dampak dalam rangka peningkatan APK dan APM khususnya APK dan APM yang masih sangat rendah untuk jenjang SMA /SMK

4) Meningkatkan peran serta masyarakat dan komite sekolah dalam pembangunan pendidikan termasuk dalam pembiayaan pendidikan, penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat serta dalam peningkatan mutu layanan pendidikan melalui pelaksanaan Program BOS yang tepat sasaran, pelaksanaan KKG/MGMP dalam rangka peningkatan mutu guru.

Pencapaian Indikator pada sasaran ke- 4 dan ke- 5, tidak lepas dari capaian kinerja dalam standar pelayananan minimal bidang pendidikan di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014, dengan rincian sebagaimana tercantum dalam tabel berikut :

(24)

A. Pelayanan Pendidikan Dasar oleh kabupaten

1). Tersedianya satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki yaitu maksimal 3 km untuk SD dan 6 km untuk SMP dari kelompok permukiman permanen di daerah terpencil :

No Uraian Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. kelompok permukiman

permanen yang sudah dilayani SD/ MI dalam jarak kurang dari 3 km

100% 100% 100% 100% 100%

2. kelompok permukiman

permanen yang sudah dilayani SMP/ MTs dalam jarak kurang dari 6 km

52,58% 57,75% 58,44% 61,15%

75.03%

2) Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar untuk SD tidak melebihi 32 orang, dan untuk SMP tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan belajar tersedia satu ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk peserta didik dan guru, serta papan tulis.

a. SD/ MI yang semua rombongan belajar (rombel)nya tidak melebihi 32 orang

No. Uraian Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 73,2% 73,12% 73,76% 75,05% 77,68% 2. MI 98,78% 100% 100% 100% 100%

b. SD/ MI yang telah memenuhi kebutuhan ruang kelas, meja/ kursi, dan papan tulis untuk setiap rombel

No. Uraian Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1 SD 100% 100% 100% 100% 100% 2 MI 100% 100% 100% 100% 100%

c. SMP/ MTs yang semua rombel-nya tidak melebihi 36 orang

No. Uraian Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1 SMP 94,87% 96,1% 96,1% 97,59% 98.80% 2 MTs 95,7% 95,92% 97,96% 97,96% 97,96%

(25)

d. SMP/ MTs yang telah memenuhi kebutuhan ruang kelas meja/ kursi, dan papan tulis untuk setiap rombel

No. Uraian Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1 SMP 100% 100% 100% 100% 100% 2 MTs 100% 100% 100% 100% 100%

3). Di setiap SMP tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik.

a. SMP/ MTs yang memiliki ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk 36 peserta didik

No. Uraian Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 39,74% 45,45% 48,05% 51,81% 67.47% 2 MTs 23,66% 24,49% 24,49% 24,49% 41.84%

b. SMP/ MTs yang memiliki satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik

No. Uraian Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 39,74% 45,45% 48,05% 51,81% 56,63% 2 MTs 23,66% 24,49% 24,49% 24,49% 26,,53%

4). Di setiap SD dan SMP tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan lainnya; dan setiap SMP tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru.

a. SD/ MI yang memiliki satu ruang guru dan dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah/ madrasah dan staf kependidikan lainnya

No. Jenjang Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 78,03% 78,03% 78,72% 80,00% 82,03% 2. MI 79,27% 79,78% 80,90% 80,90% 80,90%

(26)

b. SMP/ MTs yang memiliki satu ruang guru dan dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, dan staf kependidikan lainnya

5). Di setiap SD tersedia satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan enam orang guru untuk setiap satuan pendidikan, dan untuk daerah khusus empat orang guru setiap satuan pendidikan

a. SD/ MI yang memiliki satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik

No. Jenjang Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 98,27% 98,27% 98,54% 98.55% 98,84% 2 MI 100% 100% 100% 100% 100%

b. SD/ MI yang memiliki 6 (enam) orang guru [atau 4 (empat) orang guru untuk daerah khusus

No. Jenjang Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 98,27% 98,27% 99,13% 98,55% 98,84% 2. MI 100% 100% 100% 100% 100%

Jika dilihat dari setiap SD satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan enam orang guru untuk setiap satuan pendidikan, dan untuk daerah khusus empat orang guru setiap satuan pendidikan periode 2010, 2011, 2012, 2013 hingga semester I Tahun 2014 dengan penjelasan sebagai berikut :

Pemenuhan 1 orang guru untuk setiap 32 peserta didik telah dilakukan namun untuk target capaian jumlah guru mencapai 100% dalam setiap satuan pendidikan terjadi kelebihan jumlah guru itupun terjadi pada setiap SD di kabupaten Lombok Barat baik guru PNS maupun Non PNS, sehingga diperlukan pemerataan agar tidak terjadi penumpukan guru dalam setiap satuan pendidikan dan pembagian jumlah jam mengajar dapat dilakukan dengan wajar

No. Jenjang Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 69,23% 72,73% 75,32% 77,11% 81,93% 2. MTs 72,04% 73,47% 73,47% 73,47% 75,51%

(27)

sesuai dengan jumlah maksimum jam mengajar yang telah ditentukan dalam pedoman penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar.

6). Di setiap SMP tersedia satu orang guru untuk setiap mata pelajaran, dan untuk daerah khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran a. SMP/ MTs yang memiliki guru untuk setiap mata pelajaran [atau untuk

daerah khusus 1 (satu) guru untuk setiap rumpun mata pelajaran]

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 83,33% 87,01% 87,01% 89,16% 91,57% 2 MTs 68,82% 69,39% 73,74% 73,47% 74,49%

7). Di setiap SD tersedia dua orang guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan dua orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik

a. SD/ MI yang memiliki 2 orang guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D-IV

No. Jenjang Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 58,38% 60,69% 62,10% 74,20% 85,80% 2 MI 97,56% 97,75% 100% 100% 100%

b. SD/ MI yang memiliki 2 orang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik

No. Jenjang Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 59,83% 60,69% 62,10% 73,91% 77.68% 2 MI 18,29% 24,27% 39,33% 39,33% 47.19%

8). Di setiap SMP tersedia guru dengan kualifikasi akademik S1 atau D-IV sebanyak 70% dan separuh di antaranya (35% dari keseluruhan guru) telah memiliki sertifikat pendidik, untuk daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%

a. SMP/MTs yang memiliki guru dengan kualifikasi S1 atau D-IV ≥ 70% [untuk daerah khusus ≥ 40%]

(28)

No. Jenjang Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 92,31% 93,51% 93,51% 95,18% 97.59% 2 MTs 68,82% 74,49% 81,36% 81,36% 82.65%

b. SMP/MTs yang memiliki guru dengan kualifikasi S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik ≥ 35% [untuk daerah khusus ≥ 20%

U

untuk pencapaian target SPM, pada tahun 2014 Dinas Pendidikan telah melakukan workshop sertifikasi guru dan program profesi guru yang dilaksanakan secara bertahap bagi guru yang belum memiliki sertifikat profesi guru.

9). Di setiap SMP tersedia guru dengan kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris

a. SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia,Bahasa Inggris dan PKn

No. Jenjang Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 38,46% 42,86% 45,45% 50,60% 62.65% 2 MTs 4,30% 5,10% 5,10% 7,14% 42.86%

10). Di setiap kabupaten semua kepala SD berkualifikasi akademik S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik

a. Kepala SD/MI yang berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah bersertifikat pendidik

No. Jenjang Tahun

2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 41,03% 45,45% 48,05% 50,60% 78,31% 2 MTs 6,45% 6,12% 16,33% 16,33% 53,06%

(29)

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 58,67% 60,69% 62,39% 84,06% 87.54% 2 MI 19,51% 24,72% 35,96% 40,45% 50.56%

11). Di setiap kabupaten semua kepala SMP berkualifikasi akademik S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik

a. SMP/MTs yang memilki Kepala SMP/Mtsberkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik;

12). Di setiap kabupaten semua pengawas sekolah dan madrasah memiliki kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik a. pengawas sekolah dan madrasah memiliki kualifikasi akademik S-1 atau

D-IV dan telah memiliki sertifikat Pendidik

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 68,06% 79,17% 91,67% 94,29% 95,71% 2 MI 44,44% 66,67% 88,89% 88,89% 88,89%

13). Pemerintah kabupaten memiliki rencana dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif.

a. kab/ kota memiliki rencana dan telah melaksanakan kegiatan untuk membantu sekolah mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2 SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100% No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SMP 62,82% 72,73% 79,22% 80,72% 81,93% 2 MTs 24,73% 34,69% 46,94% 46,94% 48,98%

(30)

14). Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama tiga jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan

a. SD atau MI yang mendapat kunjungan oleh pengawas satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan selama ≥ 3 jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan

b. SMP atau MTs yang mendapat kunjungan oleh pengawas satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan selama ≥ 3 jam untuk melakukan supervisi dan pembinaan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009, pengawas melakukan pengawasan ke satuan pendidikan minimal 5 (lima) sekolah/madrasah binaan untuk daerah khusus atau paling sedikit 10 (sepuluh) sekolah/madrasah binaan untuk daerah yang bukan daerah khusus yang dilakukan dalam setiap 1 (satu) bulan. Dan setiap kunjungan pengawas melaksanakan pembinaan, pemantauan dan penilaian baik kegiatan supervisi akademik atau kegiatan supervisi manajerial yang meliputi pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dimana pelaksanaan tersebut membutuhkan waktu 3 jam atau lebih dalam setiap satuan pendidikan.

Rata-rata capaian masing-masing jenis pelayanan pada SPM bidang Pendidikan Dasar yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota tahun 2013 dan tahun 2014 serta perbandingannya dengan target nasional dapat dilihat pada grafik berikut :

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 60,69% 62,14% 65,01% 67,25% 74.20% 2. MI 39,02% 40,45% 41,57% 43,83% 51.69%

(31)

Grafik 3.1

Capaian SPM Bidang Pendidikan Dasar Jenis Pelayanan Dasar oleh Pemerintah Kab/Kota

(32)

Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata capaian SPM Bidang Pendidikan Dasar yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota pada Tahun 2014 sebesar 78.08 %, meningkat dari tahun sebelumnya yakni tahun 2013 sebesar 72.01 %. Walaupun demikian, capaian target tersebut belum memenuhi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar 100%.

B. Pelayanan pendidikan dasar oleh satuan pendidikan :

15). setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan, dengan perbandingan satu set untuk setiap peserta didik;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% % 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

16). Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap perserta didik;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

17). Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan bahan yang terdiri dari model kerangka manusia, model tubuh manusia, bola dunia (globe), contoh peralatan optik, kit IPA untuk eksperimen dasar, dan poster/carta IPA;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 56,07% 57,23% 61,22% 62,32% 68.70% 2. MI 31,71% 33,71% 33,71% 33,71% 46.07%

(33)

18). Setiap SD/MI memiliki 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi, dan setiap SMP/MTs memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD 63,01% 64,74% 66,76% 67,83% 70.72% 2. MI 52,44% 51,69% 56,18% 56,18% 60.67% 3. SMP 61,54% 66,23% 70,13% 72,29% 75.90% n4. MTs 48,39% 50% 56,12% 56,12% 59.18%

19). setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

20). satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut : a) Kelas I – II : 18 jam per minggu;

b) Kelas III : 24 jam per minggu;

c) Kelas IV - VI : 27 jam per minggu; atau d) Kelas VII - IX : 27 jam per minggu;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

(34)

21). Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

22). Setiap guru menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

23). setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

24). Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

25). Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik;

(35)

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

26). Kepala sekolah atau madrasah menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas kabupaten/kota atau Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota pada setiap akhir semester;

No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

27). setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS) No. Jenjang Pendidikan Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 1. SD/MI 100% 100% 100% 100% 100% 2. SMP/MTs 100% 100% 100% 100% 100%

Rata-rata capaian masing-masing jenis pelayanan pada SPM bidang Pendidikan Dasar yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan tahun 2013 dan tahun 2014 serta perbandingannya dengan target nasional dapat dilihat pada grafik berikut :

(36)

Grafik 3.2

Capaian SPM Bidang Pendidikan Dasar Jenis Pelayanan Dasar oleh Satuan Pendidikan

Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata capaian SPM Bidang Pendidikan Dasar yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan pada

(37)

Tahun 2014 sebesar 94.15 %, meningkat dari tahun sebelumnya yakni tahun 2013 sebesar 93.16 %. Walaupun demikian, capaian target tersebut belum memenuhi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar 100%.

Dari dua jenis pelayanan bidang pendidikan dengan 27 indikator SPM yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupatan dan satuan pendidikan sebagaimana tersebut di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata capaian SPM Bidang Pendidikan di Kabupaten Lombok Barat sampai dengan tahun 2014 sebesar 86.12% dari target nasional yang ditetapkan yakni 100%.

Tabel 3. 6

Analisis Capaian Sasaran 6

Terwujudnya Peningkatan Komponen Derajat Kesehatan Masyarakat

No. Indikator Sasaran Satuan

Realisasi Tahun 2013 Tahun 2014 Target Realisasi Capaian Kinerja 1. Usia harapan hidup Tahun 61,28 61,7 62,13 100,7 2. Angka Kematian Bayi (AKB) /1000 KH 90 17 60 -211,7 3. Angka Kematian Ibu (AKI ) /100000KH 10 125 7 194,4 4. Balita dengan gizi buruk % 3,54 3 3,54* 82,0 5. Proporsi penduduk yang berada di

bawah garis konsumsi minimum

- Penemuan Kasus TB % 41,2 65 41,6 64,0

- Cakupan Penemuan ISPA % 97,30 100 85,74 85,74 - Annual Malaria Insedence

(AMI) - - - - -

- Annual parasite Insedence

(API) % 0,31 0.6 0,32 53,3

6. Contracepshy User (CU) % 70,28 40 67 167,5

Berdasarkan hasil analisis terhadap Pencapaian Sasaran 6, Terwujudnya Peningkatan Komponen Derajat Kesehatan Masyarakat

atas, terdapat 6 (enam) Indikator sasaran yang ditetapkan pada tahun kelima pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2010-2014. Rata-rata capaian Kinerja dari sasaran 6 mencapai 66,99 % dengan klasifikasi cukup, dengan rincian indikator usia Harapan Hidup memiliki target sebesar 61,70 tahun dengan capaian realisasi sebesar 62,13 tahun, ini berarti indikator capaian kinerjanya 100,7 % atau klasifikasi pencapaian indikator telah bernilai baik.

(38)

Indikator Angka Kematian Bayi (AKB) memiliki target sebesar 17/1.000 KH dengan capaian realisasi sebesar 60/1.000 KH (angka kematian dilaporkan dari Puskesmas di Kabupaten Lombok Barat), ini berarti indikator capaian kinerja sebesar -211,7 % atau dalam klasifikasi kinerja rendah (walaupun pencapaian kinerja pada sektor ini menunnjukkan kinerja yang cukup signifikan yaitu 90/1.000 KH pada tahun 2013 menjadi 60/1.000 KH pada tahun 2014.

Sedangkan Indikator Angka Kematian Ibu (AKI) memiliki target sebesar 125/100.000 KH dengan capaian realisasi sebesar 7/100.000 KH (angka kematian dilaporkan dari Puskesmas di Kabupaten Lombok Barat). ini berarti capaian kinerja sebesar 194,4 % dengan klasifikasi sangat baik.

Indikator Balita dengan gizi buruk memiliki target sebesar 3 % dengan capaian realisasi sebesar 3,54 % (*data pada tahun 2013, karena hasil survei dari dinas Kesehatan Provinsi untuk indikator ini belum didapatkan), ini berarti indikator capaian kinerjanya 82,0 % atau klasifikasi pencapaian indikator telah bernilai baik.

Indikator Proporsi penduduk yang berda di bawah garis konsumsi minimum terdiri dari 3 (tiga) sub indikator kinerja yaitu penemuan kasus TB dengan target 65,00 % sebesar dan capaian realisasi sebesar 41,6 %, indikator cakupan penemuan ISPA dengan target sebesar 100,00 % dan realisasi sebesar 85,74 %, indikator annual parasite incidence (API) dengan target sebesar 0,6 % dan realisasi sebesar 0,32 % (untuk indikator Annual Malaria Insedence/AMI pada bidang kesehatan sudah tidak digunakan lagi). Rata-rata capaian indikator kinerja proporsi penduduk di bawah garis konsumsi minimum mencapai 67,68 % atau masuk dalam kategori cukup baik .

Indikator Contracepshy User memiliki target sebesar 40,00 % dengan capaian realisasi sebesar 67 %, ini berarti indikator capaian kinerjanya 167,5 % atau klasifikasi pencapaian indikator telah bernilai sangat baik. Program kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat terkait dengan pencapaian sasaran ke 6 RPJMD Kabupaten Lombok Barat Tahun 2010 – 2014, antara lain :

(39)

Program yang dilaksanakan pada Dinas Kesehatan :

1) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp.2.895.788.726,00 dan terealisasi sebesar Rp.2.696.207.634,00. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan

b) Peningkatan Pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan

c) Peningkatan Keterjangkauan Harga Obat Perbekalan Kesehatan Terutama untuk Penduduk Miskin

d) Peningkatan Mutu Pelayanan Farmasi Komunitas & Rumah Sakit e) Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan f) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

2) Program Upaya Kesehatan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.23.559.101.781,00 dan terealisasis sebesar Rp.16.989.810.138,00. Program ini dilaksanaakan melalui kegiatan :

a) Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas dan Jaringannya b) Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan

c) Pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan

d) Pengadaan Peralatan dan Perbekalan Kesehatan Termasuk Obat Generik Essensial

e) Peningkatan Kesehatan Masyarakat

f) Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan g) Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan

h) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

i) Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan

3) Program Pengawasan Obat dan Makanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.44.116.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.42.590.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Peningkatan Pemberdayaan Konsumen/Masyarakat di Bidang Obat dan Makanan

(40)

4) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 381.795.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.377.360.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat b) Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat

c) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

5) Program Perbaikan Gizi Masyarakat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.200.663.000,00 dan terealiasasi sebesar Rp.191.828.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Penyusunan Peta Informasi Masyarakat Kurang Gizi

b) Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A, dan Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya

c) Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencapaian Keluarga Sadar Gizi d) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

6) Program Pengembangan Lingkungan Sehat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.90.785.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.90.785.000,00 dan dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat b) Penyuluhan Menciptakan Lingkungan Sehat c) Sosialisasi Kebijakan Lingkungan Sehat d) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

7) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dengan alokasi anggaran sebesar Rp.378.503.550,00 dan terealisasi sebesar Rp.371.392.300,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular b) Pelayanan Pemeriksaan Haji

c) Peningkatan Imunisasi

d) Peningkatan Surveylance Epideminologi dan Penanggulangan Wabah e) Peningkatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pencegahan dan

(41)

8) Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.439.685.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.425.108.791,00 dengan kegiatan:

a) Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan

b) Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan

c) Pembangunan dan Pemutakhiran Data Dasar Standar Pelayanan Kesehatan

d) Penyusunan Standar Analisis Belanja Pelayanan Kesehatan e) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

f) Pelayanan dan Pengembangan Laboratoium Dinas Kesehatan Klinik. 9) Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin mendapat alokasi

anggaran sebesar Rp.58.025.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.62.389.400,00 atau 99,64% yang dilaksanakan melalui kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan.

10) Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu & Jaringannya yang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.8.694.879.893,00 dengan realisasi Rp.8.368.942.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pembangunan Puskesmas

b) Pembangunan Puskesmas Pembantu c) Pengadaan Puskesmas Keliling

d) Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Puskesmas e) Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas Pembantu/ Polindes f) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

g) Rehab Sedang/Berat Puskesmas

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Pembangunan/rekonstruksi Puskesmas Meninting, pemagaran Puskesmas Banyumulek, penataan lingkungan puskesmas Banyumulek, pemagaran puskesmas Gunungsari

b) Pembangunan/rekonstruksi Pustu Menjut Kec. Sekotong, Pustu Giri Sasak Kec. Gerung, Pustu Giri Sasak Kec. Kuripan, Pustu Peteluan Indah

(42)

Kec. Lingsar, Pustu Tawun Kec. Sekotong, Pustu Langko Kec. Lingsar, Pustu Banyu Urip Kec. Gerung, Poskesdes Cendi Manik Kec. Sekotong, Poskesdes Kuranji Dalang Kec. Labuapi,

c) Pengadaan Puskel sebanyak 3 unit

d) Rehab sedang/berat Puskesmas Pembantu :  Pustu Punikan Kec. Lingsar

 Pustu Beleke Kecamatan Gerung

e) Rehab sedang/berat Puskesmas Sedau Kec. Narmada

f) Tersedianya laporan hasil monitoring dan evaluasi yang akurat. g) Terlaksananya rehabilitasi puskesmas

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya persentase cakupan kunjungan/pelayanan masyarakat di fasilitas pelayanan kesehatan dasar dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai.

11) Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata dengan alokasi anggaran sebesar Rp.1.838.160.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.1.835.375.000,00 melalui kegiatan Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Narmada.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terbangunnya 1 unit Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Narmada.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terlayaninya masyarakat melalui fasilitas layanan kesehatan lanjutan dengan fasilitas yang memadai.

12) Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.16.656.540.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.13.681.894.717,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan Kemitraan Jaminan Kesehatan.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pelayanan kesehatan masyarakat miskin melalui program BPJS sebanyak 348.356 peserta.

(43)

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah persentase masyarakat miskin di Kabupaten Lombok Barat yang terlayani program BPJS.

13) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita dengan alokasi anggaran sebesar Rp.24.375.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.24.075.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pelatihan dan Pendidikan Perawatan Anak Balita b) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Terlaksananya pelatihan, sosialisasi terkait pemeliharaan kesehatan ibu hamil, bersalin dan menyusui serta kesehatan bayi dan anak prasekolah b) Tersusunnya laporan hasil monev yang lengkap dan akurat

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pemahaman masyarakat terkait pemeliharaan kesehatan ibu hamil, bersalin dan menyusui serta kesehatan bayi dan anak prasekolah sehingga peningkatan kesehatan dapat terlaksana.

14) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia dengan alokasi anggaran sebesar Rp.18.550.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.17.600.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan b) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

15) Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.21.980.000,00 dan terealisasi seluruhnya yang dilaksanakan melalui kegiatan Pengawasan dan Pengendalian Keamanan dan Kesehatan Makanan Restoran

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang diperiksa adalah sebesar 71,17% atau sebanyak 595 TPM dari 836 TPM yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Dari 595 TPM yang diperiksa, TPM yang memenuhi persyaratan pada tahun 2014 adalah sebanyak 524 tempatssn ebesar 88,70% dari target 85%.

(44)

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalaa peningkatan mutu dan kualitas kesehatan makanan yang beredar di wilayah Kabupaten Lombok Barat

16) Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak dengan alokasi anggaran sebesar Rp.123.185.000,00 dan terealisasi sebesar Rp.122.510.000,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Penyuluhan Kesehatan bagi Ibu Hamil dari Keluarga Kurang Mampu b) Pertolongan Persalinan bagi Ibu Melahirkan dan Anak

Program kegiatan yang dilaksanakan pada RSUD patut Patuh Patju, antara lain :

1) Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.9.691.801.612,00 dengan realisasi sebesar Rp. 9.309.785.500,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Pengadaan parasarana dan peralatan PONEK rumah sakit b) Pengadaan prasarana dan peralatan IGD rumah sakit

c) Pengadaan fasilitas instalasi pengelolaan limbah rumah sakit

d) Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan penyediaan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok

e) Pengadaan peralatan dan bahan bank dara rumah sakit (BDRS) Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah : a) Tersedianya 1 paket peralatan PONEK Rumah Sakit

b) Tersedianya 1 paket peralatan medis di ruang IGD

c) Terbangunnya bangunan gudang limbah B3 dan peralatan IPAL

d) Tersedianya 1 paket fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita akibat dampak asap rokok

e) Tersedianya bahan kimia untuk bank darah rumah sakit selama 1 tahun. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah peningkatan persentase daya tamping pasien serta kualitas pelayanan di masing – masing fasilitas rumah sakit yang ada.

(45)

2) Program Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.30.000.000,00 dan telah terealisasi seluruhnya yang dilaksanakan melalui kegiatan pemeliharaan rutin/berkala alat –alat kesehatan rumah sakit.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya pemeliharaan alat –alat kesehatan rumah sakit selama 1 tahun.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terpeliharanya alat –alat kesehatan rumah sakit agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

3) Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.26.599.391.333,47 dengan realisasi sebesar Rp. 30.596.842.741,00 yang dilaksanakan melalui kegiatan pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terselenggaranya pelayanan kepada masyarkaat untuk layanan kesehatan lanjutan di RSUD PPP sesuai statusnya sebagai BLUD.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya mutu pelayanan rumah sakit sebagai BLUD kepada masyarakat.

Program kegiatan yang dilaksanakan pada BKB-PP, antara lain :

Dari anggaran yang dialokasikan untuk mendukung program dan kegiatan urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera pada BKBPP Kabupaten Lombok Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.268.585.217,00 dan terealisasi sebesar Rp.2.061.447.927,00 atau 90,87% dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Program Keluarga Berencana mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.366.722.130,00 dengan realisasi sebesar Rp.331.622.450,00 atau 90,43 % yang dilaksanakan melalui kegiatan :

a) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin b) Pelayanan KIE/teknik motivasi dan konseling program KB/KS c) Pembinaan keluarga berencana (Harganas Tk. Nasional)

(46)

d) Pengelolaan data dan informasi program KB e) Pengadaan BKB KIT (DAK)

f) Peningkatan kapasitas dan lomba peserta KB lestari

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah :

a) Pemasangan alat kontrasepsi bariu bagi keluarga miskin sebanyak 1562 akseptor baru dari 2010 akseptor yang ditargetkan

b) Pelaksanaan penerbitan bulletin 12 edisi, screen baliho, spanduk, informasi melalui media massa dan KIE melalui pemutaran film di 60 desa.

c) Pelaksanaan peringatan Harganas ke XXI tingkat nasional di Surabaya Provinsi Jawa Timur pada tanggal 12 s/d 14 Juni 2014

d) Pendataan keluarga tahun 2014 di Kabupaten Lombok Barat e) Pengadaan BKB KIT sebanyak 9 unit

f) Peningkatan kapasitas dan lomba KB lestari di 10 kecamatan

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan dan KB.

2) Program Pelayanan Kontrasepsi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.356.835.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.261.419.500,00 atau 73,26 % yang dilaksanakan melalui kegiatan Pengadaan sarana pelayanan klinik KB.

Keluaran (Output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah pengadaan implant removal KIT sebanyak 20 paket dan pengadaan Obgyn Bed sebanyak 20 unit.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pelayanan dan jumlah akseptor KB.

3) Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB/KS yang Mandiri mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.30.883.697,00 dengan realisasi sebesar Rp.27.383.500,00 atau 88,67 % yang dilaksanakan melalui kegiatan :

Gambar

Tabel 3.37  Realisasi Pendapatan Daerah
Tabel 3.38  Realisasi Belanja Daerah
Tabel 3.39  Realisasi Pembiayaan Daerah

Referensi

Dokumen terkait

Indikator Kinerja 6:Persentase pegawai yang mengikuti diklat PIM tepat waktu Realisasi Indikator Kinerja 6 tahun 2015 adalah sebesar 100% dari target yang telah ditetapkan sebesar

Setelah dilakukan uji normalitas dan ternyata kedua data yag diperoleh merupakan data yang normal kemudian dilakukan uji t sampel berpasangan dan diperoleh harga

(i) Aset diakui dalam neraca jika kemungkinan manfaat ekonominya di masa depan akan mengalir ke entitas dan aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2016 tentang Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Kalimantan (Berita Negara Republik

Persentase Penanganan Sampah Tahun 2020. diketahui realisasi capaian indikator kinerja yaitu %. Jika dibanding target yang telah ditetapkan sebesar 90%, maka pencapaian ini

Bab III Akuntabilitas Kinerja Hal 38 Untuk tahun 2015 realisasi IKU ini adalah 2,71 kali perhari sedangkan target yang ditetapkan untuk tahun 2015 adalah sebesar 3 kali

Fraksi kemudian diisolasi lebih lanjut menggunakan metode kromatografi lapis tipis preparatif dengan cara menotolkan fraksi pada lempeng dengan ukuran yang lebih besar yaitu 20

Memperhatikan capaian target Indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (KIM) untuk tahun 2018 sebesar 85% dan membandingkan dengan realisasi capaian kinerja sebesar