PENGGUNAAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

Teks penuh

(1)

288

PENGGUNAAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED

READING AND COMPOSITION DALAM MENINGKATKAN

HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

Supriyono

SMP Negeri 1 Secanggang, kab. Langkat

Abstract: The purpose of this study are: (1) To improve the ability of reading comprehension to find ideas in the articles of students in class IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang district. Langkat TP.2016/2017; (2) To improve the ability to read comprehension to find ideas in the article after the implementation of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method in learning Indonesian Language Students in Class IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang kab. Langkat TP.2016 / 2017. The result of the improvement of learning resulted in the following results: (1) First cycle of 32 students obtained only 14 people (43.7%) categorized thoroughly, (2) In second cycle, from 32 students obtained only 28 people (87.5%) Are completely categorized. Implementation of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method can improve reading comprehension ability to find idea in article significantly.

Keywords: Cooperative Integrated Reading and Composition, reading, summing up ideas

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk meningkatkan kemampuan kemampuan membaca pemahaman untuk menemukan gagasan dalam artikel siswa di kelas IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang kab. Langkat academic year 2016/2017; (2) Untuk peningkatan kemampuan membaca pemahaman untuk menemukan gagasan dalam artikel setelah penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa di Kelas IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang discrit Langkat academic year 2016/2017. Hasil perbaikan pembelajaran diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Siklus I dari 32 orang siswa diperoleh hanya 14 orang (43,7%) yang dikategorikan tuntas, (2) Pada Siklus II, dari 32 orang siswa diperoleh hanya 28 orang (87,5%) yang dikategorikan tuntas. Penerapan metode Cooperatif Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman untuk menemukan gagasan dalam artikel secara signifikan.

Kata kunci: Cooperative Integrated Reading and Composition, membaca, menyimpulkan gagasan

(2)

289 Membaca adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, karena keterampilan ini memiliki banyak fungsi dalam kehidupan manusia, bahkan membaca merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan akademik seseorang. Sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan disajikan dalam bentuk bahasa tulis sehingga menuntut anak harus melakukan aktivitas membaca guna memperoleh pengetahuan.

Proses belajar yang paling efektif dilakukan melalui kegiatan membaca. Masyarakat yang gemar membaca akan memperoleh penge-tahuan dan wawasan baru yang dapat meningkatkan kecerdasannya sehing-ga mereka lebih mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang. Membaca semakin penting dalam

kehidupan masyarakat yang kompleks karena setiap aspek kehi-dupan melibatkan kegiatan membaca. Walaupun informasi dapat ditemukan melalui media lain seperti media audio visual, tetapi peran membaca tidak dapat digantikan sepenuhnya. Oleh karena itu, keterampilan membaca harus mendapat perhatian lebih terutama pada saat siswa berada di bangku sekolah dasar agar kemampuan membaca siswa dapat berkembang dengan baik di masa depan Pembelajaran membaca di SMP mempunyai peranan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Melalui pembelajaran membaca, guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar, dan kreatifitas anak.

Tujuan akhir dari membaca adalah memahami isi bacaan, tetapi kenyataan yang ada belum semua

siswa dapat mencapai tujuan tersebut. Banyak anak yang dapat membaca lancar suatu bahan bacaan tetapi tidak memahami isi bahan bacaan tersebut. Membaca pemahaman merupakan salah satu aspek kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar terutama pada kelas lanjut. Melalui kegiatan ini siswa dapat memperoleh informasi secara aktif reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca, seseorang akan memperoleh informasi, mem-peroleh ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman baru .

Refleksi dari pembelajaran selama ini yang dilakukan di SMP Negeri 1 Secanggang Kab. Langkat khususnya di kelas IX-7, minat siswa dalam membaca artikel sangat kurang dan tidak intens untuk membaca, apalagi kalau dilihat dari kelancara membacanya masih kurang. Poin terpenting dari membaca adalah siswa paham apa yang terlah dibacanya, hal ini juga kelihatanya masih belum maksimal dilakukan siswa SMP Negeri 1 Secanggang. Satu lagi kelemahan yang sering dihadapi yaitu siswa kesulitan menemukan gagasan dari artikel dan buku yang mereka baca.

Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dan kesulitan menemukan gagasan disebabkan oleh beberapa faktor, baik dari guru maupun dari siswa sendiri. Faktor-faktor tersebut misalnya, model dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih konven-sional, minat baca siswa rendah, dan kurangnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca, Berdasarkan hasil wawancara singkat setelah pembelajaran, ada beberapa

(3)

290 masalah yang diungkapkan siswa. Masalah tersebut diantaranya adalah siswa merasa jenuh dengan pembelajaran membaca sehingga mereka kurang antusias untuk mengikuti. Dalam setiap pembelajaran membaca, guru hanya memberi bahan bacaan kemudian menugaskan siswa untuk membaca dalam hati dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan sesuai dengan isi bahan bacaan. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang dalam setiap kesempatan pembela-jaran membaca sehingga siswa merasa bosan dan kurang berminat. Guru juga hanya menyuruh siswa membaca sendiri tanpa adanya arahan dan bimbingan cara membaca yang benar, sehingga siswa tidak bersungguh-sungguh dan hanya membaca sekilas saja. Selanjutnya berdasarkan peng-amatan, apabila salah satu siswa diminta untuk membacakan untuk teman-temannya, siswa yang lain banyak yang gaduh dan bermain sendiri, sehingga bahan bacaan yang dibacakan kurang disimak dengan baik. Proses belajar mengajar yang didominasi guru dengan metode ceramah dan penugasan individual kurang tepat diterapkan dalam pembelajaran membaca pemahaman. Karena pembelajaran menjadi tidak menarik dan membuat siswa merasa jenuh serta terbebani, suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Dalam kondisi dan situasi seperti itu, kemampuan siswa untuk menerima dan memahami materi pelajaran pun tidak maksimal. Hal tersebut tercermin dari nilai tes yang belum memuaskan. Oleh karena itu kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang, perlu ditingkat-kan dengan menerapditingkat-kan metode

pembelajaran yang baru dan berbeda dari pembelajaran sebelumnya, agar kemampuan membaca pemahaman siswa dapat meningkat, sehingga membantu mereka dalam mata pelajaran yang lain. Karena kemampuan membaca tidak hanya digunakan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia saja melainkan seluruh mata pelajaran. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan di dalam dunia pendidikan, terciptalah berbagai model dan metode yang inovatif dalam pembelajaran. Bermacam-macam model dan metode tersebut dapat menjadi solusi dari permasa-lahan yang dihadapi oleh guru untuk menjadikan siswa aktif dan kreatif selama pembelajaran, mengubah paradigma pembelajaran dari teacher centered learning (pembelajaran yang berpusat pada guru) menjadi student centered learning (pembelajaran yang berpusat pada siswa) Dalam mengajar, guru mungkin menggunakan lebih dari satu strategi dan pendekatan. Mereka memilih teknik dan materi berdasar-kan sejumlah pendekatan untuk kebutuhan siswa secara individu di dalam kelas.Tidak ada satupun pendekatan terbaik untuk siswa dan guru (Klein,1991; Burns,1996 dalam Rahim, 2008:31). Beberapa model dan metode pembelajaran yang dijadikan solusi diantaranya model pembelajarn kooperatif dengan metode jigsaw, STAD, CIRC, GI, dan lain-lain. Untuk memecahkan permasalahan tersebut di atas peneliti menetapkan alternatif tindakan untuk meningkatkan kemam-puan membaca pemahaman dengan menggunakan metode Cooperative

Integrated Reading and

Composition (CIRC). Menurut Slavin, tujuan utama CIRC khususnya dalam

(4)

291 menggunakan tim kooperatif ialah membantu siswa belajar membaca pemahaman yang luas untuk SMP. Siswa bekerja dalam tim kooperatif belajar mengidentifi-kasi lima hal yang penting dari cerita naratif, yaitu perwatakan, setting, masalah, usaha untuk memecahkan masalah, akhir dari pemecahan masalah (Rahim, 2008).

METODE

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang kab. Langkat yang berjumlah 32 orang, 12 orang laki-laki dan 20 orang perempuan dengan alamat jl. Sicanggang No.124, Sicang-gang, kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Selama perbaikan pembe-lajaran dilaksanakan, penulis selaku peneliti yang membutuhkan teman sejawat untuk melakukan observer mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan mencatat hal-hal yang penting untuk perbaikan pembelajaran.

HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I

Hasil temuan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan Metode Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compo-sition (CIRC) di kelas IX-7. Kompe-tensi dasar memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif, membaca intensi, dan membaca cepat dan standar kompetensi menemukan gagasan dari beberapa artikel dan

buku melalui kegiatan membaca ekstensif, menyimpulkan gagasan utama suatu teks dengan membaca cepat ± 300 kata per menit, setelah melaksanakan pembelajaran dan dilakukan proses penilaian diperoleh data hasil belajar siswa tertuang pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil Kemampuan Siklus I

Uraian Hasil

Nilai Terendah 50

Nilai Tertinggi 100 Persentase Ketuntasan 43,75%

Dari tabel 1 diperoleh bahwa nilai kemampuan membaca dan menyimpulkan gagasan utama dalam teks pada siklus I mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang. Dari 32 orang siswa diperoleh hanya 14 orang (43,7%) yang dikategorikan tuntas dan 18 tidak tuntas (56,25%). Dari hasil refleksi dengan teman yang menilai dan melakukan refleksi ditemukan bahwa 12 orang membaca dengan lancar teks yang diberikan dan menyelesaikannya tepat waktu, 14 orang membaca selesai teks yang disediakan dengan tuntas namun belum lancar, 3 orang membaca lancar namun tidak menyelesaikan bacaan tepat waktu dan ditemukan 3 orang yang membaca sangat tidak lancar sehingga tidak mampu menyelesaikan membaca teks yang telah disediakan.

Untuk kemampuan siswa dalam menyimpulkan gagasan utama dalam teks ditemukan bahwa 9 orang menjawa pertanyaan dengan benar, 17 orang menjawab pertanyaan kurang benar dan 6 orang menjawab pertanyaan salah. Dari hasil tersebut

(5)

292 dapat disimpulkan bahwa pembela-jaran belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal untuk itu perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya, dengan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan hasil dari refleksi yang dilakukan peneliti dengan rekan sejawat.

Siklus II

Setelah melakukan refleksi kekurangan yang terjadi di siklus I dan merancang pembelajaran kembali dengan memperbaiki kelemahan pada siklus I maka hasil temuan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran CIRC di kelas IX-7, pada siklus II diperoleh data hasil belajar siswa seperti pada tabel 2.

Tabel 2. Hasil Kemampuan Siklus II

Uraian Hasil

Nilai Terendah 50

Nilai Tertinggi 100 Persentase Ketuntasan 87,5%

Dari tabel 2 diketahui bahwa nilai kemampuan membaca dan menyimpulkan gagasan utama dalam teks pada siklus I mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX-7 SMP Negeri 1 Secanggang. Dari 32 orang siswa diperoleh hanya 28 orang atau sekitar (87,5%) yang dikategorikan tuntas dan 4 tidak tuntas atau sekitar (12,5%). Dari hasil refleksi dengan teman yang menilai dan melakukan refleksi ditemukan bahwa 18 orang membaca dengan lancar teks yang diberikan dan menyelesaikannya tepat waktu, 10 orang membaca selesai teks yang disediakan dengan tuntas namun belum lancar, 4 orang membaca lancar

namun tidak menyelesaikan bacaan tepat waktu.

Untuk kemampuan siswa dalam menyimpulkan gagasan utama dalam teks ditemukan bahwa 23 orang menjawa pertanyaan dengan benar, 9 orang menjawab pertanyaan kurang benar.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Siklus I dari 32 orang siswa diperoleh hanya 14 orang atau sekitar (43,7%) yang dikategori-kan tuntas dan 18 tidak tuntas atau sekitar (56,25%). Dari hasil refleksi dengan teman yang menilai dan melakukan refleksi ditemukan bahwa 12 orang membaca dengan lancar teks yang diberikan dan menyelesaikannya tepat waktu, 14 orang membaca selesai teks yang disediakan dengan tuntas namun belum lancar, 3 orang membaca lancar namun tidak menyelesaikan bacaan tepat waktu dan dite-mukan 3 orang yang membaca sangat tidak lancar sehingga tidak mampu menyelesaikan membaca teks yang telah disediakan. Untuk kemampuan siswa dalam me-nyimpulkan gagasan utama dalam teks ditemukan bahwa 9 orang menjawa pertanyaan dengan benar, 17 orang menjawab per-tanyaan kurang benar dan 6 orang menjawab pertanyaan salah. 2. Siklus II, dari 32 orang siswa

diperoleh hanya 28 orang atau sekitar (87,5%) yang

(6)

dikategori-293 kan tuntas dan 4 tidak tuntas atau sekitar (12,5%). Dari hasil refleksi dengan teman yang menilai dan melakukan refleksi ditemukan bahwa 18 orang membaca dengan lancar teks yang diberikan dan menyelesaikannya tepat waktu, 10 orang membaca selesai teks yang disediakan dengan tuntas namun belum

lancar, 4 orang membaca lancar namun tidak menyelesaikan bacaan tepat waktu. Untuk kemampuan siswa dalam me-nyimpulkan gagasan utama dalam teks ditemukan bahwa 23 orang menjawa pertanyaan dengan benar, 9 orang menjawab per-tanyaan kurang benar.

DAFTAR PUSTAKA

Iskandarwassid & Sunendar, D. 2013. Strategi Pembelajaran

Bahasa. Bandung: Remaja

Rosda Karya.

Rahim, F.2008. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Sadhono, K. & Slamet, St. Y. 2012. Meningkatkan Keteram-pilan Berbahasa Indonesia (Teori dan Aplikasi). Bandung: Karya.

Somadayo, S. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Mem-baca. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Tarigan, H. G. 2008. Membaca: sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:

Angkasa.

Wasisto, A. 2013. Publikasi Karya

Ilmiah dalam Peningkatan

Keprofesionalan

Berkela-njutan (PKB). Yogyakarta: Graha Cendekia.

(7)

294

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :