1
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMK
M. Iwal Mursalin1 & Samidjo2
E-mail: 1[email protected]; & 2[email protected];.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah kejuruan, memahami bagaimana melaksanakan pembelajaran berbasis proyek di sekolah kejuruan, dan memahami komponen apa saja yang perlu disiapkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek di SMK. sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penunjang dari jurnal, artikel dan penelitian sebelumnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMK. Peningkatan persentase hasil belajar siswa menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMK. Dengan pembelajaran berbasis proyek, persentase rata-rata hasil belajar siswa meningkat, dan rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan pembelajaran berbasis proyek adalah 73,65 meningkat menjadi 81,19. Nilai rata-rata pembelajaran berbasis item sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis item memiliki persentase pertumbuhan yang signifikan sebesar 9,97%.
Kata kunci: Project Based Learning, Implementasi, Hasil Belajar
Abstract The research aims to analyse the Project Based Learning model to improve student learning outcomes in , it has been known to implement Project Based Learning of vocational school (SMK), the researcher has known the components of needs to be prepared in implementing Project Based Learning of vocational school (SMK). The research method used a descriptive analysis method. The type and sources of data used in this study were secondary data from journals, articles, well being previous research. The data collection technique in this study used to literature study techniques. This research result used of the Project Based Learning methods can be improved student learning outcomes in vocational school (SMK). The percentage of increasing student learning outcomes showed that the Project Based Learning model increased student learning outcomes in vocational school (SMK). The average percentage to increase of learning students outcomes by using learning Project Based Learning, the average student learning outcomes before using Project Based Learning 73.65 increased to 81.19. The average value before learning Project-Based Learning and the learning conducted or the Project Based
Learning underwent achievement significantly for about 9.97%.
2 Pendahuluan
Proses pembelajaran haruslah berfokus kepada peran aktif peserta didik, sedangkan peran pendidik adalah sebagai sarana pembantu dan pendorong peserta didik dalam belajar, oleh karena itu perlu dibangun model pembelajaran alternatif yang memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran di kelas. Type pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik akan merefleksikan aktivitas dan hasil belajar siswa. Proses pembelajaran di kelas saat ini masih menggunakan guru sebagai sumber pengetahuan utama, sedangkan metode tradisional (ceramah) menjadi pilihan utama akan mempengaruhi pembelajaran siswa. Output yang diraih tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan proses pembelajaran masih kurang efektif.
Metode tradisional atau metode ceramah didalam pembelajaran, yang bercirikan ceramah disertai penjelasan. Melalui metode pembelajaran tradisional, siswa hanya berkomunikasi satu arah terhadap penjelasan sang pendidik dan dituntut mengerjakan pekerjaan rumah saat pengajar memberikan latihan kepada siswa. Metode yang cenderung digunakan didalam pembelajaran konsep tradisional berupa metode: pekerjaan rumah, tanya jawab ceramah dan diskusi.
Pembelajaran dengan sistem proyek merupakan metode pembelajaran yang mengacu kepada pekerjaan yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar. Project based learning merupakan sebuah metode pembelajaran yang terus disempurnakan didalam kegiatan mengajar. Pembelajaran berbasis proyek didefinisikan secara linguistik sebagai model pembelajaran yang mengacu kepada pengadaan proyek pembelajaran atau penelitian mikro. Menurut CORD et al., Dalam Fathurrohman (2015: 118), pembelajaran berdasarkan proyek merupakan model pembelajaran inovatif yang merujuk dan berpedoman kepada pembelajaran kontekstual dengan berbagai bentuk kegiatan. Fokus pembelajaran mengacu kepada tujuan basis konsep disiplin ilmu, sehingga siswa mampu berpartisipasi didalam penguraian berbagai permasalahan dan investigasi, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk bekerja secara mandiri membangun pengetahuannya sendiri dan mencapai puncak produksi. produk berwujud.
Untuk melakukan studi kasus perlu adanya pembinaan dan dukungan terhadap setiap output proses penelitian yang lampau, selanjutnya lakukan pembandingan yang mwengacu kepada hasil penelitian lampau (yaitu Puguh Waluyo (2014)) dalam jurnalnya yang berjudul "Project-based learning Pengaruh model terhadap hasil belajar siswa SMKN 1 Madiun terhadap kemampuan mengoperasikan pengontrol Plc. Output hasil belajar dari Penelitian, merekfleksikan bahwasannya kelas eksperimen yang menerapkan metode pengolahan PjBL memiliki rata-rata 57,12 dan 80,15 sedangkan pada kelompok kontrol. rata-rata 61.875 Nilai akhir 71.25 Untuk kelas eksperimen tingkat selisih 23.3 sedangkan untuk kelas kontrol tingkat selisih 9.375 angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. Hasil uji t menunjukkan kinerja akademik mengalami peningkatan, nilai t sebesar 5,015, dan query pada tabel t taraf signifikansi (α) sebesar 0,05 = 1,67. Dengan demikian, hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran berbasis item memiliki hasil lebih tinggi daripada model pembelajaran tradisional.
Mengacu kepada uraian di atas dengan menunjukkan bukti hasil penelitian sebelumnya tentang hasil belajar dan pembelajaran berbasis proyek, ditegaskan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar harus memperhatikan metode pembelajaran karena memiliki andil terhadap output pembelajaran. Maka, latar belakang hasil penelitian sebelumnya mengacu kepada metode pembelajaran berbasis proyek dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk mengembangkan jurnal sebagai bahan pustaka dan melakukan penelitian, sehingga peneliti dapat secara aktif melakukan
3
studi kasus terhadap metode ini, dalam hal ini Penulis berkeyakinan bahwa dengan menggunakan Proyek pembelajaran dasar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk menjawab hipotesis tersebut, penulis tertarik untuk melakukan studi kasus dari berbagai sumber dengan tujuan menganalisis penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek.
Metode Pembelajaran Project Based Learning.
Menurut Wena (2011: 145), “Pembelajaran dengan acuan proyek atau pembelajaran basis proyek merupakan model yang melibatkan peserta didik didalam pembelajaran dan transfer pengetahuan.” Model pembelajaran berbasis proyek mirip dengan pembelajaran berbasis masalah karena pembelajaran dimulai berdasarkan masalah, serta menekankan lingkungan aktif siswa untuk kolaborasi atau kegiatan belajar kelompok memiliki ciri perbedaan pada bentuk objeknya. Pembelajaran berbasis masalah memerlukan hasil suatu pengungkapan masalah, pengumpulan dan analisis data, sedangkan didalam pembelajaran berbasis proyek siswa lebih dimotivasi mengarah kepada kegiatan desain, antara lain: pekerjaan formulasi, desain, Hitung, bawa keluar pekerjaan, dan evaluasi hasilnya. Menurut Al-Tabany (2015: 44), Berbasis proyek didalam pembelajaran bertujuan merangsang motivasi, mengolah sekaligus meningkatkan output proses belajar peserta didik dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu dalam situasi aktual.
Mengacu kepada berbagai pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek adalah contoh bentuk pembelajaran yang menekankan pada peserta didik secara aktif menyelesaikan proyek yang telah disepakati, sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan dalam proses pembelajaran.
Tabel 1.1: Step-step Pembelajaran Berbasis Proyek
No Langkah-Langkah Kegiatan
1 Mulailah dengan pertanyaan dasar
Menyelenggarakan berbagai topik yang mempunyai kaitan dengan dengan kedaan riil dunia, diawali dengan penelitian yang mendalam. Ajukan beberapa pertanyaan dasar untuk menstimulasi tanggapan, ide, kritik dan pengetahuan peserta didik terhadap topik yang akan diajukan.
2 Merencanakan skema bentuk kerja proyek
Rencana tersebut berisi tata tertib dan tata kerja, dengan menghubungkan berbagai opsional topik, menentukan berbagai kegiatan pendukung, memberikan reaksi atas berbagai bentuk pertanyaan dasar, dan memiliki pengetahuan akan jenis alat dan bahan yang selanjutnya dapat memberikan input untuk terselesaikannya proyek..
3 Buatlah skedul acara Pengajar dan siswa bekerja sama untuk menyusun jadwal secara sistematis. Skedul bertujuan untuk merencanakan jumlah waktu proses pengerjaan proyek.
4 4 Pantau pertumbuhan tiap step
proyek siswa
Memantau aktivitas siswa selama penyelesaian proyek sekaligus sebagai fasilitator merupakan salah satu tanggungjawab dari Pendidik.
5 Menilai pekerjaan siswa Tujuan evaluasi adalah membantu peserta didik mengukur pencapaian standar, memiliki peran didalam penilaian progres setiap siswa, memberikan
feedback terhadap ketercapaian pemahaman peserta
didik, dan mendorong pendidik merumuskan model-model pembelajaran berkelanjutan.
6 Menilai potensi belajar peserta didik
Mengacu kepada tahap akhir proses belajar, pendidik dan peserta didik dituntut melakukan refleksi terhadap hasil proses kegiatan dan proyek. Langkah penyalinan dilakukan berkelompok ataupun mandiri. Di dalam fase ini, peserta didik dituntut untuk mengutarakan perasaan dan berbagai bentuk pengalamannya selama menempuh tahapan penyelesaian proyek.
Sumber (George Lucas, 2005) dalam Al-Tabany (2015:52-53) Metode Penelitian
Bentuk penelitian yang diterapkan didalam artikel berikut ini berupa tinjauan pustaka. Tipe pengambilan data didalam penelitian berikut berupa pemanfaatan teknologi penelitian kepustakaan, yaitu teknologi yang mengumpulkan sumber daya yang relevan dan mendukung penelitian peneliti, baik teknologi tersebut bersumber dari buku, jurnal, hasil penelitian atau sumber tertulis lain yang relevan. Fokus pada penelitian yang diteliti.
Analisis Data.
Mengacu kepada metode analisis deskriptif, yakni menganalisis hasil keluaran data. Skema penelitian adalah sebagai berikut: 1. Data dikumpulkan, 2. Data diproses, 3. Data dianalisis, dan 4. Keluaran hasil proses data.
Hasil dan Pembahasan
Mengacu kepada hasil pencarian artikel, literatur dan buku yang berfokus dan berhubungan dengan metode pembelajaran Project Based Learning setelah dilakukan identifikasi, didapatan 8 jurnal penelitian yang relevan dengan tujuan literature review. Artikel ini berfokus terhadap hasil belajar siswa SMK yang mengacu kepada metode Project Based Learning.
Tabel 1.6 Presentase Peningkatan Hasil Belajar Siswa No. Nama Peneliti Skor
Pretest Skor Postest Peningkatan Skor Peningkatan (%) 1. Kiki.dkk. 69,67 84,51 14,84 21,30% 2. Puguh Wulyono 71,25 80,15 8,9 12,50% 3. Heri Mulyono dkk. 72,67 81.20 8,53 11,73%
4. Dany Dwi Saputra dkk. 68,11 74,08 5,97 8,76%
5. Rizka dkk. 79,32 83,47 4,15 5,23%
5
7. Etris Mabruroh 82,00 83,00 1,00 1,21%
8. Ervan dkk. 76,36. 84,69 8,33 10,90%
Mean 73,65 81,19 7,20 9,97%
Berdasarkan Tabel 1.6, persentase optimalisasi hasil belajar siswa di atas merefleksikan model belajar berbasis proyek mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK. Dengan model belajar berbasis proyek, persentase rata-rata keluaran proses belajar peserta didik meningkat, dan rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum menggunakan model belajar berbasis proyek adalah 73,65 meningkat menjadi 81,19. Rata-rata kolagen tulang pada metode belajar berbasis proyek sebelum dan sesudah penerapan model belajar berbasis proyek meningkat secara signifikan sebesar 9,97%. Hal ini terlihat dari hasil analisis uji beda. Berikut adalah hasil keluaran uji paired sample T test yaitu:
Tabel 1.8 Korelasi sampel berpasangan menunjukkan bahwa uji korelasi menunjukkan adanya korelasi antara pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi 0,168 yang berarti nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Maka jika Ho diterima dan Ha ditolak, dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pre-test dan post-test, karena bilangan pada area 0,168, dan tidak menolak (tidak menolak) Ho berarti menerima. (menerima) Ho
7 Tabel 1.9 Paired Samples Test
Tabel uji sampel berpasangan menunjukkan bahwa t hitung sebesar -5,037 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah sebelum penerapan model belajar berbasis proyek digunakan, dan setelah model belajar berbasis proyek diterapkan, maka hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Walaupun secara singkat dibaca berdasarkan harga signifikan (p) (dimana p value = 0,002, dimana p value lebih kecil dari (p <0,05)), maka Ha dapat diterima dan Ho dapat ditolak, namun dapat disimpulkan bahwa hasil pre-test dan Perbedaan antara data hasil belajar siswa nanti.
Simpulan
Berdasarkan rujukan berbagai pustaka dan analisis hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa setiap penelitian yang dilakukan memiliki persentase peningkatan hasil yang tidak menentu/tidak sama. Analisis penulis terhadap penelitian dengan hasil yang berbeda-beda bahwasannya disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal peserta didik, antara lain berupa: kesehatan, minat, bakat, kecerdasan, kondisi fisik, sedangkan faktor eksternal peserta didik berupa: faktor keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat (hubungan dengan siswa, anak-anak, ataupun tetangga. Latar belakang lokasi penelitian juga akan mempengaruhi hasil penelitian yang diperoleh karena berasal dari berbagai bidang. .
Peningkatan persentase hasil belajar siswa menunjukkan bahwa metode belajar berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMK. Dengan pembelajaran berbasis proyek, persentase rata-rata hasil belajar siswa meningkat, dan rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan model belajar berbasis proyek adalah 73,65 meningkat menjadi 81,19. Rata-rata kolagen tulang pada pembelajaran berbasis proyek sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis proyek meningkat secara signifikan sebesar 9,97%.
Saran
Adapun masukan dari penulis, antara lain sebagai berikut: (1) Bagi peserta didik, semoga siswa tetap semangat dan semangat belajarnya; (2) Bagi guru, atas upayanya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam setiap pembelajaran, Peran guru harus mampu mengkoordinasikan dan membimbing siswa bagaimana mengikuti dan mengembangkan keterampilannya sendiri, karena pada kenyataannya setiap siswa memiliki potensi yang terpendam, tergantung bagaimana peran guru tersebut untuk mengembangkan dan menggali potensi tersebut. (3) Bagi sekolah diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dan kinerja guru dalam mengajar.
8
DAFTAR PUSTAKA
A Amirudin, S Setuju (2018). Development of multimedia-based learning media interactive on a subject of cooling systems in Vocational School of Industry
Yogyakarta.. Taman Vokasi 6 (2), 176-182
Al-Tabany, Trianto Ibnu Badar. 2015. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif,
Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group.
Dany, Nanik. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil
Belajar Pada Kompetensi Dasar Menerapkan Dan Menganalisis Prosedur Pemasangan Bekisting Kayu Untuk Kolom, Balok, Dan Pelat Lantai Di Smk Negeri 1 Sidoarjo. Jurnal,
Universitas Negeri Surabaya.
Djafar, Tengku Zahara. 2001. Kontribusi Strategi Pembelajaran Terhadap Hasil
Belajar. Yogyakarta: Andi.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2014. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Ervan Dwi Rizkyanto, Joko. 2011. Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Hasil
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Listrik Di Smk Al-Azhar Menganti Gresik. Jurnal, Universitas Negeri Surabaya
Etris Mabruroh.2018. Pengaruh Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Keterampilan
Dalam Membuat Animasi Stop Motion Pada Mata Pelajaran Teknik Animasi 2D Bagi Siswa Kelas XI Di SMKN 1 Pungging Kabupaten Mojokerto. Jurnal. Universitas Negeri
Surabaya
Heri Mulyono, Evi Erdi Agustin. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Di Smk Muhammadiyah 1 Padang. Jurnal. STKIP PGRI Sumatera Barat
Kamdi, Waras. 2008. Project-Based Learning:Pendekatan Pembelajaran Inovatif. Malang: Universitas Malang,
Kiki Okta Dwi Utama & Sukaswanto. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based
Learning Terhadap Hasil Belajar Dan Keaktifan Belajar Siswa Di Smk Negeri 1 Ngawen.
Jurnal. Universitas Negeri Yogyakarta
Majid, Abdul. 2014. Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset Nizamuddin. 2019.Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Mata
Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Penerbangan AAG Adisujipto. Skripsi, tidak diterbitkan.
Yogyakarta: UST.
Puguh Waluyo. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil
Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Mengoperasikan Pengendali Plc Di SMKN 1 Madiun. Jurnal, Universitas Negeri Surabaya
Purwanto, Edy. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ridwan Abdullah. 2015. pembelajaran saintifik untuk implementasi kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Rizka, Arwizet K. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil
Belajar Gambar Teknik Kelas X Smk Negeri 1 Pariaman. Junal. Universitas Negeri
Padang, Indonesia.
Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Sanjaya, Wina. 20014. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sanjaya, Wina. 2015. Perencanaan dan Desain sistem pembelajaran. Jakarta: Prenada Media. Setuju, dan priyanto, S. (2015). Penerapan Media Pembelajaran Multimedia Dalam Upaya
Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Mesin 1 Kelas X di SMK Muhammadiyah Prambanan. Taman Vokasi UST. 1,(1),84-94.
Suprihatiningrum, Jamail. 2016. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sudjana, Nana. 2009. Penilain Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaj Rosdakarya.
9