1 • Memilih subyek penelitian 2 • Mempersempit topik
Pilih subjek dengan seksama.
Ingatlah waktu yang anda miliki untuk menulis skripsi Batasi panjang tulisan skripsi
Anda diminta untuk membatasi sumber, materi skripsi
dan pembaca.
Cek di perpustakaan, internet,dll untuk memastikan
jumlah informasi yang memadai.
Menulis skripsi akan lebih mudah bila anda memilih
subyek yang menarik bagi peneliti, sudah dipahami peneliti, bisa membentuk opini atau sudut pandang terhadap subyek tersebut.
Hindari subyek yang kontroversial dan sensasional dan
tidak relevan dengan akademisi, terlalu teknikal dan hanya menyatakan kembali materi riset.
Topik penelitian adalah apa yang ingin anda sajikan tentang subyek. Untuk mempersempit topik, anda harus membaca artikel yang
melatarbelakangi subyek yang anda pilih. Cari referensi awal: artikel, ensiklopedi, buku, dll.
Fokus pada ide utama, kemudian cobalah menjawab pertanyaan
berikut:
Apakah isu utama skripsi anda
Apakah opini anda terkait dengan topik tersebut
Mengapa subyek skripsi anda adalah hal yang penting
(kontroversial, menarik)?
Bagaimana masalah atau issue penelitian bisa dikembangkan?
Kapan ? Di mana?
Jawaban jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu untuk mempersempit topik penelitian.
Contoh:
Topik : Olah raga itu menyenangkan Terlalu luas
Berenang itu menyenangkan. Lebih baik tetapi tetap terlalu luas Persempit topik dengan pertanyaan:
• Olah raga apa yang menyenangkan..? • Mengapa berenang menyenangkan?
Mempersempit topik akan lebih rumit untuk penelitian terlalu luas. Cek ensiklopedia, artikel dan sumber lain yang umum untuk
memperoleh informasi yang luas tentang subyek penelitian anda. Cek di perpustakaan sumber sumber informasi yang relevan untuk penelitian anda.
Jika anda memperoleh informasi ini, baca sumber- sumber yang ada untuk mendapatkan informasi umum tentang subyek penelitian.
Sebelum anda memulai melakukan penelitian
untuk skripsi, anda perlu untuk menyusun sebuah
pernyataan yang menggambarkan sudut pandang
yang akan anda sampaikan dan dukung dalam
penelitian.
Karena tujuan akhir penelitian adalah untuk
membuktikan validitas skripsi, pernyataan
penelitian/ hipotesis sebaiknya mampu
mengendalikan ide penelitian.
Pengendalian ide penelitian akan membatasi
pemilihan sumber materi yang relevan dan
penulisan.
Contoh
Pernyataan/ hipotesis penelitian: Kebudayaan Yunani Kuno
Terefleksi dalam kehidupan Yunani terkini.
Ide pengendali ada pada fasa: tereflesikan dalam
Peneliti akan mencari sumber yang menggambarkan budaya
Yunani Kuno dan karakteristik dari kebudayaan Yunani modern
dan memperbandingkan kesamaan antara keduanya.
Pernyataan penelitian tidak boleh fakta yang tidak terbantahkan
(indisputable fact) atau opini yang tidak bisa dibuktikan
(insupportable opinion).
Misalnya:
USA merupakan negara pertama yang mendarat di bulan
[indisputable fact]
JD Salinger dalam Rye adalah novel yang paling menarik
Referensi awal adalah daftar sumber informasi yang potensial.
Sumber informasi ini akan membantu untuk
mengalokasikan artikel dan buku yang relevan untuk topik skripsi.
Evaluasi sumber potensial yang diperlukan. Sumber
potensial ini harus terkait dengan topik skripsi.
Update sumber tersebut.
Cek ketersediaan sumber materi
Perhatikan penulis, peneliti yang memiliki karya terkenal
sesuai topik penelitian. Baca penelitian tersebut untuk
menentukan sudut pandang anda. Apakah artikel tersebut terlalu teknikal atau sederhana.
Kumpulkan material skripsi. Lalu evaluasi. Gunakan bab/
Rencana kegiatan penelitian adalah hal yang penting karena akan memberikan urutan penulisan penelitian. Jika penelitian dilakukan maka kita perlu untuk
mengkaji rencana apabila kekurangan informasi
mengenai topik atau informasi yang saling bertentangan. Rencana kegiatan ini juga akan memberikan titik awal
yang bagus dan penting sebelum kita mulai menulis. Diawali dengan membuat daftar topik dibaca, kemudian
bagi dalam ide besar itu dalam topik utama dan subtopik.
Contoh:
Pernyataan/ hipotesis penelitian: Kebudayaan Yunani Kuno direfleksikan dalam kebudayaan Yunani di masa kini.
Working outline: Yunani Kuno Yunani Modern Agama Keyakinan Keluarga Struktur keluarga Benda Seni
Setelah memperoleh bahan dan mempersiapkan garis
besar penelitian, maka kembangkan ide dengan
membuat catatan.
Buat catatan ini seperti membuat indeks. Beri judul
pada tiap item dengan topik yang sesuai, sehingga
memudahkan untuk mempersiapkan garis besar
penelitian.
Tiap item ini juga dicantumkan sumber referensi dari
materi yang telah dibaca sebelumnya. Hal ini
dipergunakan untuk memudahkan pencarian ide dan
sitasi dari semua material yang tersedia, walaupun
mungkin bukan berupa kutipan langsung.
Usahakan membuat catatan dengan kalimat sendiri,
gunakan kuotasi langsung hanya jika diperlukan
(untuk menghindari plagiarisme).
•
Garis besar akhir serupa dengan
garis besar sebelumnya, tetapi
lebih kompleks, tiap topik dibagi
menjadi beberapa subtopik dan
dikembangkan.
•
Kembangkan outline penelitian
dengan gunakan working
outline dan catatan penelitian.
•
Kembangkan working outline
dengan membaginya menjadi
subtopik yang lebih detil sesuai
dengan ide penelitian.
•
Pastikan korelasi antara working
outline dengan catatan
penelitian untuk membatasi
pengembangan ide penelitian.
Setelah melengkapi outline akhir, mulai menulis
keseluruhan draf. Penting untuk mengingat bahwa draf ini
akan direvisi.
Pada saat ini jangan terlalu kuatir terkait dengan tata tulis.
Sebaiknya fokuskn dulu pada konten penelitian, mengikuti
outline yang telah dibuat dan mengembangkan ide dengan
informasi yang ada pada catatan yang telah dibuat.
Penelitian terdiri dari 3 bagian utama:
Pendahuluan. Berisi tentang pernyataan penelitian, ringkasan ide
utama, menangkap ketertarikan pembaca.
Badan Penelitian. Berisi pengembangan setiap bagian garis besar
penelitian. Dengan mengikuti outline yang telah disusun dan bekerja melalui catatan yang telah dibuat membuat
pengembangan badan tulisan menjadi lebih mudah dilakukan dengan menyusunnya sesuai dengan outline yang ada.
Kesimpulan. Berisi ringkasan temuan penelitian dan menyatakan
•
Ketika drat telah dibuat, baca lagi dan revisi.
•
Berikan perhatian khusus pada konten dan
mengorganisasi penelitian
•
Apakah tiap paragraf memiliki kalimat yang terkait
dengan topik penelitian
•
Apakah tiap ide didukung dengan bukti?
•
Apakah ada transisi yang jelas antara satu bagian dengan
bagian yang lain, dari kalimat yang disusun dengan
kutipan yang dipergunakan?
•
Apakah ada transisi yang jelas untuk mengindikasikan
pada pembaca bahwa satu ide telah selesai dan ide yang
lain dimulai
•
Draf akhir dikembangkan dari draf yang telah
dibuat pada langkah 8 dan telah direvisi.
•
Draf akhir merupakan keseluruhan penelitian
secara lengkap mulai dari halaman judul sampai
dengan lampiran penelitian.
•
Sesuaikan draf akhir dengan tata tulis dan gaya
selingkung penelitian yang diharuskan.
•
Pastikan minim dari kesalahan tulis.
•
Perhatikan sitasi dan referensi untuk menghindari
tuduhan plagiat
Memuat latar belakang permasalahan, esensi topik yang dibahas,
tujuan pembahasan dan manfaatnya bagi penerapan, pengembangan, pembudayaan ilmu pengetahuan, teknologi.
Latar belakang penelitian mengungkapkan keingintahuan mahasiswa tentang fenomena/gejala yang menarik untuk diteliti dengan
menunjukkan signifikansi penelitian bagi pengembangan pengetahuan ilmiah.
Empat komponen latar belakang masalah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Adanya gejala tentang permasalahan yang akan diteliti.
2. Relevansi dan intensitas pengaruh masalah yang diteliti terhadap
aspek ilmu (teknik, sosial, ekonomi, budaya, politik, seni, agama) dengan segala akibat yang ditimbulkannya.
3. Keserasian pendekatan metodologis yang digunakan. 4. Gambaran kegunaan hasil penelitian
Dari pihak peneliti, pengungkapan bagian
ini dapat didasarkan atas pertanyaan
berikut:
Tentang topik yang diteliti, apa-apa saja
informasi yang telah diketahui, baik
teoretis maupun faktual;
Berdasarkan informasi yang diperoleh,
adakah ditemukan adanya
permasalahan;
Dari permasalahan yang dapat
diidentifikasi, bagian mana yang
menarik untuk diteliti;
Apakah mungkin secara teknis masalah
Identifikasi Masalah. Identifikasi masalah adalah inti
fenomena yang akan diteliti sebagai akibat adanya
kesenjangan teori dan realita
Maksud dan/atau Tujuan Penelitian. Maksud
penelitian mengungkapkan arah dan tujuan
umum apa yang akan dicapai dalam penelitian.
Tujuan penelitian mengetengahkan
indikator-indikator/aspek-aspek yang hendak ditemukan
dalam penelitian, terutamaberkaitan dengan
variabel-variabel yang akan diteliti.
Kegunaan Penelitian. Penjelasan tentang manfaat
penelitian yang dilakukan, baik manfaat teoretis
maupun manfaat praktis hasil penelitian
Bab ini menjelaskan teori yang relevan dengan masalah yang
diteliti.
Uraian tentang data sekunder/tersier yang diperoleh dari
jurnal-jurnal ilmiah atau hasil penelitian pihak lain yang dapat dijadikan asumsi-asumsi yang memungkinkan terjadinya penalaran untuk menjawab masalah yang diajukan peneliti.
Pembahasan lebih dari satu teori atau data sekunder/tersier
untuk membahas permasalahan yang menjadi topik skripsi, sepanjang teori–teori dan/atau data sekunder/tersier itu berkaitan.
Tinjauan pustaka merupakan hasil telusuran tentang kepustakaan
yang mengupas topik penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan diteliti.
Bukti pendukung bahwa topik atau materi yang diteliti memang
merupakan suatu permasalahan yang penting karena juga merupakan hal yang dikaji banyak orang, sebagaimana ditunjukkan oleh kepustakaan yang dirujuk.
Kepustakaan juga dapat berupa teknik, metode, taktik, strategi,
Kerangka Pemikiran
Pada prinsipnya kerangka pemikiran pada penelitian
deduktif (deductive/operational research) dikemukakan
(beberapa) dalil, hukum, teori yang relevan dengan
masalah yang diteliti sehingga memunculkan asumsi-
asumsi dan proposisi yang kemudian kalau mungkin dapat
dirumuskan ke dalam hipotesis operasional atau hipotesis
yang dapat diuji ( testable/operational hypothesis).
Pada penelitian induktif ( inductive research ) kerangka
pemikiran berdasarkan dugaan sementara, yaitu adanya
kaitan-kaitan tertentu dalam variabel masalah, tetapi tidak
dapat didedukasi dari teori. Jadi, hipotesis tidak
diturunkan terlebih dahulu, tetapi hipotesis dihasilkan dari
data yang disebut benang merah”, yaitu percerminan alur
runtut pikir peneliti.
Metodologi penelitian mengungkapkan secara ringkas rancangan
penelitian, prosedur penelitian, alat ukur yang
digunakanparameter yang diamati, sampel, teknik analisis, dan metode ujinya.
Penelitian ilmiah wajib memenuhi asas dapat diulang (repeatable)
dan dapat menghasilkan hasil penelitian yang sama (reproduceable).
Bahan dan Metode Penelitian harus diuraikan dengan jelas dan
rinci sehingga jika ada orang yang memiliki kompetensi yang samaingin melakukan penelitian yang sama, ia akan dapat
mengikuti semua prosedur penelitian dan akan memperoleh hasil yang relatif sama pula.
Deskripsikan secara lebih rinci dan runtut rancangan penelitian,
prosedur penelitian, teknik penarikan sampel dan kriterianya (termasuk populasinya), penetapan variabel penelitian dan definisi operasional penelitian, teknik analisis dan metode lainnya.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Subbab ini menguraikan di mana penelitian dilakukan (kota,
daerah, desa, laboratorium, sekolah, perusahaan, klinik, rumah sakit, panti asuhan dsb.).
Selain itu, menguraikan jadwal dan lamanya penelitian yang
dilakukan
Bab ini memberikan gambaran umum mengenai objek penelitian,
khususnya keadaan objek penelitian yang dikaitkan dengan judul skripsi atau permasalahan yang diteliti
Hasil penelitian adalah bagian yang menyajikan hasil dari penelitian
dalam bentuk data.
Data hasil penelitian:
Uraian/ deksripsi
Ilustrasi (gambar, foto, diagram, grafik, tabel, dll.).
Data tabel dan grafik berupa self explanatory. Artinya, semua keterangan
harus ada pada tabel dan grafik tersebut sehingga pembaca dapat memahaminya tanpa harus mengacu ke teks/naskah.
Pembahasan bukanlah mengulang data yang ditampilkan dalam bentuk
uraian kalimat, melainkan berupa arti (meaning) data yang diperoleh.
Perbandingan hasil yang diperoleh dengan data pengetahuan (hasil riset
orang lain) yang sudah dipublikasikan, kemudian menjelaskan implikasi data yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan atau pemanfaatannya.
Temuan atau informasi yang diperoleh dapat dikaitkan dengan tujuan
penelitian (impikasi hasil penelitian) atau dibandingkan dengan hasil penelitian orang lain yang telah dipublikasikan.
Simpulan : kristalisasi hasil analisis dan intepretasi.
Simpulan ini harus terlebih dahulu dibahas dalam bagian
Pembahasan sehingga apa yang dikemukakan dalam bagian
Simpulan tidak merupakan pernyataan yang muncul secara tiba-tiba.
Ringkas dan padat.
Tidak memberikan penafsiran lain. Simpulan bisa berupa:
Pendapat baru
Pengukuhan pendapat lama, Koreksi atas pendapat lama Menumbangkan pendapat.
Saran tidak merupakan pernyataan yang muncul tiba-tiba akan
tetapi merupakan kelanjutan dari simpulan.
Saran merupakan anjuran yang menyangkut aspek operasional,
kebijakan, ataupun konseptual.
Saran hendaknya bersifat konkret, realistis, bernilai keilmuan