• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

66 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Tipe Penelitian

3.1.1 Pendekatan Penelitian

Penelitian berjudul Analisis Komparasi Kegiatan Kampanye Humas Produk Kosmetik terhadap Brand Awarness ini menggunakan pedeketan Kuantitatif. Pendeketan Kuantitatif merupakan pendeketan yang digunakan untuk penelitian yang memiliki konsep, proporsisi, variabel, teori, hipotesis, dan definisi operasional (Machmud, 2016:49).

Menurut Kriyantono (2014: 56) , Penelitian Kuantitatif memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Antara peneliti dengan subjek harus memiliki hubungan yang jauh. Hal ini bertujuan untuk menjaga ke objektifitasan. Alat ukur pendekatan kuantitatif harus dijaga ke objektifitasannya.

2. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dilakukan untuk menguji teori dan hipotesis. Data hanya digunakan sebagai alat untuk membuktikan teori. Apabila data yang dihasilkan menolak teori atau hipotesis, diteliti lagi terlebih daul apakah ada kesalahan dalam teknik samplingnya, atau dalam denifisi operasional yang menyebabkan kuisionar yang kurang akurat.

3. Penelitian harus dapat digeneralisasikan, sehingga sampel harus merepresentasikan seluruh populasi, dan alat ukur yang valid dan reriabel.

(2)

67 4. Prosedur penelitian bersifat rasional-empiris. Maksudnya adalah penelitian berangkat dari konsep dan teori. Konsep dan teori tersebut nantinya akan dibuktikan dengan data yang diperoleh.

Dari penjelasan tersebut, dijelaskan bahwa pendeketan kuantitatif merupakan pendeketan yang menggunakan angka dan statistik dalam pengolahannya karena, penelitian kuantitatif meneliti sekelompok masyarakat bukan per individu seperti penelitian lainnya. Sehingga, pendekatan Kuantitatif merupakan pendeketan yang cocok untuk penelitian ini.

3.1.2 Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini merupakan tipe eksplanatif yang bersifat komparatif. Peneliti memilih tipe eksplanatif karena menjelaskan mengapa sesuatu dapat terjadi, sehingga memungkinkan untuk mengetahui adanya hubungan sebab akibat (hubungan antar variabel) serta bertujuan untuk menguji hipotesis dan hubungan sebab akibat (Ruslan, 2010:13-14) Tipe penelitian eksplanatif juga mampu menjelaskan penyebab munculnya suatu fenomena dan akibat dari munculnya fenomena tersebut (Eriyanto, 2014:65).

Sedangkan yang dimaksud dengan bersifat komparatif yaitu penelitian bertujuan untuk mencari adakah perbedaan antara variable yang diuji ataukah tidak. (Sugiyono 2014:199). Oleh karena itu dengan menggunakan tipe penelitian eksplanatif yang bersifat komparatif asosiatif, dengan harapan dapat menemukan apakah ada perbedaan antara variable yang diuji, yaitu variable brand awareness.

3.2. Populasi dan Sampel

3.2.1 Populasi

Populasi menurut Sugiyono dalam Kriyantono (2014:153), merupakan sesuatu yang terdiri dari objek dan subjek yang dapat

(3)

68 digeneralisaikan dan mempunyai kuantitas serta karakteristik yang telah ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi dapat berupa manusia, organisasi, media massa (surat kabar, televisi, medi sosial, dan lainnya) kata-kata, simbol-simbol non verbal, dan lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan segala sesuatu yang akan diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang tahun angkatan 2017 sebagai populasi dari penelitian.

Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang didirikan pada 28 Juli 1986 dan Terakreditasi A dari BAN-PT sejak tahun 2013. Ilmu Komunikasi UMM menjadi Best School of Communication and Management versi Majalah Mix pada tahun 2013, 2014, dan 2015.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi tahun 2017 sudah tentu tidak asing dengan Brand Awarness. Diarenakan mahasiswa tahun 2017 merupakan mahasiswa semester 8 yang telah menempuh mata kuliah Dasar-dasar Public Relations, Komunikasi Pemasaran, Sosial Marketing, dan Research for PR. Sehingga mahasiswa tidak asing dengan kampanye humas dan brand awareness. Karena penelitian ini mengambil dua kampanye dari dua perusahaan yang berbeda, maka peneliti membuat kriteria untuk populasi penelitian, yaitu Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2017 yang megetahui kedua kampanye yang akan diambil dalam penelitian ini, yaitu Againts Animal Testing dan #CantikdariHati.

(4)

69 Tabel 3.1

Sampel Penelitian

KETERANGAN JUMLAH

Mahasiswa yang mengetahui kampanye Againts Animal Testing saja

13

Mahasiswa yang mengetahui kampanye #CantikdariHati saja

85

Mahasiswa yang mengetahui kampanye keduanya 38

Mahasiswa yang tidak mengetahui kampanye keduanya

27

TOTAL 163

Tabel 1 - Sampel Penelitian Sumber: hasil pra survey peneliti

Melalui tabel diatas, dapat diketahui dari 163 mahasiswa yang menjawab pra survey, 13 diantaranya hanya mengetahui kampanye Againts Animal Testing saja, 85 lainnya hanya mengetahui kampanye #CantikdariHati saja, 38 mahasiswa mengetahui kedua kampaye baik kampanye Againts Animal Testing maupun #CantikdariHati, sisanya tidak menyetahui keduanya. Maka, jumlah populasi didapatkan yaitu berjumlah 38 mahasiswa.

3.2.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari keseluruhan populasi yang telah ditentukan untuk diteliti. Sampel dibutuhkan karena penelitian kuantitatif bersifat dapat digeneralisasikan sehingga membutuhkan perwakilan yang

(5)

70 merepresentasikan keseluruhan populasi. Dengan adanya sampel, peneliti dapat menjelaskan sifat atau fenomena tanpa harus meneliti keseluruhan populasi (Kriyantono, 2014:153-154).

Adapun Syarat-syarat dalam penentuan sampel menurut Bungin (2017:114) adalah:

1. Keseragaman populasi. peneliti harus dapat menemukan kesamaan dari kebanyakan populasi. semakin beragampopulasi maka akan semakin mudah dalam menarik garis tengah.

2. Peneliti harus mampu mengenali sifat-sifat populasi yang akan diteliti 3. Menentukan presisi yang dikehendaki. Presisi tergantung pada tenaga, biaya, waktu, karena untuk meneliti seluruh populasi membutuhkan waktu tenaga dan biaya yang banyak.

4. Menggunakan teknik sampling yang tepat.

Dalam penelitian ini, dikarenakan jumlah populasi kurang dari 100, maka peneliti menggunakan total sampling. Total sampling merupakan sampling yang mengambil seluruh jumlah populasi (kriyantono, 2014:161) sehingga dalam penelitian ini, jumlah sampel yang didapat yaitu 40.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data menurut Kriyantono (2014:95) merupakan cara peneliti untuk mengumpulkan data penelitian. Kegiatan pengumpulan data harus dikerjakan dengan baik agar data yang didapatkan bisa menjelaskan permasalahan penelitian.

Dalam penelitian ini, menggunakan angket atau kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data dikarenakan banyaknya objek yang harus diteliti.

(6)

71 Karena angket berupa pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada responden, angket dapat diisi dengan kehadiran peneliti mau pun tidak. Angket juga dapat dikirim kepada responden dan dikembalikan ke peneliti secara langsung maupun dikirim (Kriyantono, 2014:97). Pengisian angket juga dapat dilakukan secara serentak, sehingga mempermudah dalam pengumpulan data. Jenis angket yang dipilih adalah angket tertutup. Angket tertutup merupakan jenis angket dimana jawaban sudah diberikan kepada responden, sehingga responden hanya perlu memilih satu dari banyak jawaban alternatif yang tersedia. Karena jawaban alternatif sudah ada, maka akan mempermudah peneliti untuk mengolah data serta dapat menghemat waktu. Keakutaran angket tertutup juga lebih besar dari pada jenis angket lainnya. Kriyantono (2014:98-99)

Agar angket yang akan digunakan menghasilkan sesuatu yang diinginkan, maka diperlukan instrumen penelitian. Instrumen penelitian membuat kegiatan pengumpulan data menjadi sistematis sehingga hasil yang didapatkan lebih rinci. Penelitian ini menggunakan jenis instrumen pengumpulan data skala atau yang juga disebut dengan Skala Likert. Skala Likert merupakan skala untuk mengukur tingkat kesetujuan dan ketidak setujuan (Ruslan, 2010:210). Berikut adalah skala yang akan digunakan:

Tabel 3.2

Skala Likert Kuisioner PILIHAN JAWABAN SKOR

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Ragu-ragu 3

(7)

72

Sangat Tidak Setuju 1

Tabel 2 - Skala Likert

3.3.1 Data Primer

Data Primer adalah data yang didapat langsung dari sumbernya. Data primer dapat berbentuk opini individual maupun kelompok, hasil observasi terhadap benda fisik, fenomena-fenomena, maupun hasil dari satu pengujian (Ruslan 2010:138). Dengan begitu, data primer dari penelitian ini adalah hasil angket mahasiswa.

3.3.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data tidak langsung yang didapatkan dari media perantara. Data sekunder biasanya berbentuk laporan dokumentasi sebuah lembaga tertentu yng telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan data mahasiswa ilmu komunikasi 2017, dan situs media yang melampirkan kegiatan kampanye humas The Body Shop dan Wardah berupa instagram, website, dan juga portal berita.

3.4 Teknik Analisa Data

Analisa data merupakan ketika peneliti melakukan pengolahan data yang diporoleh untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Menurut Maleong dalam Kriyantono (2014:166) kegiatan mengelompokkan data menjadi pola, kategori, dan satuan uraian dasar agar ditemukan tema, sehingga dapat dirumuskan hipotesis kerja yang diinginkan di penelitian. Sehingga teknik analisa data dibutuhkan untuk membantu peneliti dalam mengolah data untuk memperoleh hasil yang menjawwab rumusan masalah dalam penelitian ini. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

3.4.1 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) merupakan teknik analisa data yang berfungsi untuk mengukur seberapa besar sumbangan pengaruh yang

(8)

73 disebabkan oleh variable bebas terhadap variable terikat. Koefisien determinasi juga menghitung persentase pengaruh yang dihasilkan. Mencari hasil determinasi (R2) disesuaikan dengan rumus berikut:

𝑅2 = 1 − (1 − 𝑅2) [ 𝑛 − 1 𝑛 − 𝑘 − 1]

Apabila nilai R2 sebesar 0, maka tidak ada pengaruh antara variable x terhdap variable y. apabila nilai R2 adalah 1, maka variable x berpengaruh terhadap variable y (Surgiarto, 2006:259-260)

3.4.2 Regresi Linear Sederhana

Regresi Linear Sederhana merupakan bagian dari analisis regresi yang digunakan apabila hubungan antara dua variabel dalam penelitian mempunyai hubungan sebab akibat (kausal). Regresi Linear Sederhana digunakan apabila peneliti telah mengetahui mana variabel bebas an variabel terikat. Selain itu regresi linear sederhana dapat mengukur ke arah mana variable independen akan membawa pengaruh terhadap variable dependen. Dalam penelitian dengan judul Analisis Komparatif Pengaruh Kegiatan Kampanye Humas terhadap Brand Awarness ini telah diketahui bahwa Kegiatan Kampanye merupakan variabel x atau variabel bebas, sedangkan Brand Awarness merupakan variabel y atau variabel terikat. Teknik Regresi Linear Sederhana ini menggunakan Rumus yaitu: Y = a + bX

Keterangan:

Y = Dependen yang akan diprediksi (subjek dalamvariabel tidak bebas)

a = Nilai intercept (bila harga X=0)

b = Angka peningkatan atau penurunan variabel X = Variabel bebas

(9)

74 3.4.3 Uji T Independensi

Uji T independensi atau Independent T-test merupakan uji yang digunakan untuk menguji hiposis perbandingan. Uji T Independensi dapat mencari apakah terdapat perbedaan yang signifikan antar variable. Cara menggunakan teknik uji T independensi adalah dengan membandingkan nilai uji t. sehingga perlu dipakukan perhitungan nilai uji t terlebih dahulu. Rumus menghitung nilai uji t adalah:

𝑡 =

𝑋1−𝑋2 √(𝑛1−1)𝑠12+𝑛2−1)𝑠2² 𝑛1+𝑛2−2 ( 1 𝑛1+ 1 𝑛2)

Setelah itu nilai uji t dibandingkan dengan nilai t tabel yang apabila t hitung lebih kecil atau sama dengan t tabel, maka tidak terdapat perbedaan antar variable yang diuji. (Sugiyono, 2014:196-199)

3.5 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

3.5.1 Uji Validitas

Uji validitas merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh suatu instrumen penelitian mengukur apa yang ingin diukur. Menurut Ardial (2014:460) penelitian dikatakan valid apabila dalam menentukan alat ukur, merumuskan instrumen, dan pemilihan konsep tidak ada yang keluar dari apa yang akan diteliti dengan kata lain dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, dan tidak keluar dari topik tersebut.

Untuk menguji validitas, digunakan rumus korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut:

Г = 𝑛(∑𝑋𝑌) − (∑𝑋 ∑𝑌)

(10)

75 Keterangan: r : Koefisien kolerasi n : jumlah sampel X : variabel x Y : variabel y 3.5.2 Uji Reliabilitas

Menurut Umar dalam Ardial (2014:469-470) ketika alat ukur yang digunakan memberikan hasil yang sama untuk pengukuran fenomena yang berbeda, sehingga uji ehabilias dapat dilakukan apabila alat ukurnya valid. Menurut Wahyuni (qmc.binus.ac.id) kuisioner yang reliable adalah kuisioner yang dapat menghasilkan jawaban yang konsisten dari waktu ke waktu. Reliabilitas yang tinggi apabila nilai Alpha Cronbach mendekati angka 1, atau sudah cukup memuaskan apabila menghasilkan angka ≥ 0.60. Dikarenakan skala yang digunakan dalam kuisioner berbentuk skala bertingkat, maka uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach, yaitu:

𝑟11= [ 𝑛

(𝑛 − 1)] [1 − ∑𝜎𝑡2

𝜎𝑡2 ] Keterangan:

r11 : realibilitas yang dicari

n : jumlah pertanyaan yang diuji

∑σt2 : jumlah varian butir

(11)

76 3.6 Waktu dan Tempat Penelitian

Pengumpulan data penelitian ini akan dilakukan pada bulan September 2020 hingga selesai.

Dikarenakan penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai teknik pengumpulan datanya, maka tempat penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang.

Mengutip dari Surakhmad (1994:141-142) dalam Andi Prastowo (2014: 176) Kuisioner membutuhkan data dari sejumlah unit atau individu dan dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan sehingga, mengambil

Universitas Muhammadiyah Malang yang merupakan tempat

Gambar

Tabel 1 - Sampel Penelitian  Sumber: hasil pra survey peneliti
Tabel 2 - Skala Likert

Referensi

Dokumen terkait

a) Mengambil dua materi yang berbeda berdasarkan tingkat kesulitan yang similar. Peneliti mengambil materi memindahkan sudut dan melukis sudut, kemudian divalidasi oleh satu

Untuk penelitian penulis mengambil sampelnya sebagian dari populasi sehingga disebut penelitian sempel. Dalam penelitian ini sempel yang akan digunakan adalah sempel

total sampling sesuai dengan kriteria yang ditentukan peneliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa.. keperawatan angkatan 2012 yang memiliki

Penyajian data adalah pengelompokan fakta yang memungkinkan peneliti membuat penilaian dan mengambil tindakan. Penyajian data ini merupakan kumpulan organisasi

Persiapan yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah menentukan dua kelompok sebagai sampel yang terdiri dari 1 kelompok TGT dan 1 kelompok STAD, membuat instrumen

Populasi merupakan objek dalam penelitian ini dengan menentukan populasi maka peneliti akan mampu melakukan pengolahan data dan untuk mempermudahkan pengolahan data

Berdasarkan pembahasan di atas, berhubung jumlah populasi dalam penelitian ini kurang dari 100 orang maka penulis mengambil semua jumlah populasi yang ada sebanyak

Dari jumlah populasi tersebut peneliti mengambil 8 orang putra yang berumur 18-21 tahun dengan kemampuan bermain tenis lapangan yang dianggap homogen untuk dijadikan