• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2017"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

Perkembangan Indeks Harga

Konsumen Juli 2017

Juli 2017 Nusa Tenggara Timur mengalami deflasi sebesar 0,16

persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,99.

Dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang

mengalami deflasi sebesar 0,22 persen dengan IHK 129,91

sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,30 persen

dengan IHK 122,94 persen

.

Deflasi Juli 2017 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya

penurunan indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok

pengeluaran, dimana kelompok pengeluaran Transpor, komunikasi

dan jasa keuangan mengalami deflasi tertinggi sebesar 3,23 persen

yang diikuti kelompok Pendididkan, rekreasi dan olahraga sebesar

0,05 persen. Kelompok bahan makanan mengalami inflasi tertinggi

sebesar 1,35 persen.

Dari 82 kota sampel IHK Nasional, terdapat 59 kota yang

mengalami inflasi dan sisanya, 23 kota mengalami deflasi. Inflasi

tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44 persen dan terendah

terjadi di Kota Meulaboh dengan inflasi sebesar 0,01 persen.

Sedangkan deflasi terbesar terjadi pada kota Merauke sebesar

1,50 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Metro dan

Probolinggo sebesar 0,07 persen.

Juli 2017 Nusa

Tenggara Timur

deflasi 0,16

persen

(2)

2

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

A.

Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur pada Juli 2017 mengalami deflasi sebesar 0,16 persen setelah bulan

sebelumnya, Juni 2017, mengalami inflasi sebesar 0,51 persen. Deflasi ini terjadi disebabkan oleh

turunnya indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang

mengalami penurunan indeks harga tertinggi terjadi pada kelompok Transpor, komunikasi dan jasa

keuangan yang turun sebesar 3,23 persen diikuti oleh kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang

turun sebesar 0,05 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga tertinggi

adalah kelompok bahan makanan yang mengalami kenaikan sebesar 1,35 persen.

Tabel 1.

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Juli 2017, Tahun Kalender 2017 dan Year on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

*) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya, **) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan Juli 2016

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Juli 2017*) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Des 2016 Juni 2017 Juli 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 128,12 129.19 128.99 -0.16 0.68 2.61 1 Bahan Makanan 126,74 120.84 122.48 1.35 -3.37 1.98

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 144,46 146.70 147.85 0.78 2.34 3.64 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 123,63 126.56 126.54 -0.02 2.35 3.48

4 Sandang 125,04 127.47 127.70 0.18 2.13 3.26

5 Kesehatan 115,73 116.36 116.52 0.14 0.68 2.10

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 126,99 127.32 127.25 -0.05 0.21 2.97 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 130,11 138.20 133.73 -3.23 2.78 1.06

(3)

3

Gambar 1.

Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Nusa Tenggara Timur Juli 2017

1.35 0.78 -0.02 0.18 0.14 -0.05 -3.23 -0.16 -4.00 -3.00 -2.00 -1.00 0.00 1.00 2.00 Bhn Makanan Makanan Jadi

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Umum

Deflasi yang terjadi pada Juli 2017 ini searah dengan yang terjadi di Juli 2016 yang lalu yang juga

mengalami deflasi. Jika di Juli 2016 terjadi deflasi sebesar 0,32 persen, maka Juli 2017 terjadi deflasi

sebesar 0,16 persen.

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Nusa Tenggara Timur Juli 2016 – Juli 2017 -0.32 -0.80 -0.17 0.19 0.79 1.92 0.74 0.15 -0.79 0.24 -0.01 0.51 -0.16 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50

Jul'16 Agt'16 Sep'16 Okt'16 Nov'16 Des'16 Jan'17 Feb'17 Mar'17 Apr'17 Mei'17 Jun'17 Jul'17

%

Menurut kelompok pengeluaran, pemberi andil terbesar dalam pembentukan deflasi di Nusa Tenggara Timur bulan Juli 2017 adalah kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil negatif sebesar 0,60 persen, disusul kelompok perumahan, listrik, gas dan air bersih sebesar 0,01 persen. Kelompok Bahan makanan memberikan andil positif bagi inflasi bulan Juli sebesar 0,32 persen.

(4)

4

Tabel 2.

Inflasi dan Andil Inflasi Nusa Tenggara Timur Juli 2017

Kelompok Pengeluaran Juli 2017 Perubahan (%) Andil (%) (1) (2) (3) Umum -0.16 Bahan Makanan 1.35 0.32

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.78 0.11

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar -0.02 -0.01

Sandang 0.18 0.01

Kesehatan 0.14 0.01

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga -0.05 0.00

Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -3.23 -0.60

B. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Kupang

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan Juli 2017, Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,22 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 130,20 pada bulan Juni 2017 menjadi 129,91 pada Juli 2017.

Tabel 3.

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Kupang Juli 2017, Tahun Kalender 2017 dan Year on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Juli 2017*) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Des 2016 Juni 2017 Juli 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 129,07 130.20 129.91 -0.22 0.65 2.32 1 Bahan Makanan 128,73 122.53 124.32 1.46 -3.43 1.40

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

Tembakau 144,23 146.46 147.71 0.85 2.41 3.68

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 124,17 126.97 126.97 0.00 2.25 3.25

4 Sandang 126,87 129.10 129.13 0.02 1.78 2.81

5 Kesehatan 115,85 116.06 116.02 -0.03 0.15 1.45

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 124,60 124.89 124.80 -0.07 0.16 3.13 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 132,60 141.40 136.26 -3.64 2.76 0.93

*) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya, **) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan Juli 2016

(5)

5

Gambar 3.

Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Kupang Juli 2017

1.46 0.85 0.00 0.02 -0.03 -0.07 -3.64 -0.22 -4.00 -3.00 -2.00 -1.00 0.00 1.00 2.00 Bhn Makanan Makanan Jadi

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Umum

%

Deflasi Juli 2017 didorong oleh penurunan indeks harga pada tiga dari tujuh kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks tertinggi terjadi pada kelompok kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,64 persen diikuti oleh kelompok pendidikan dan kesehatan yang masing-masing turun sebesar 0,07 dan 0,03 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga adalah kelompok bahan makanan, makanan jadi dan sandang yang naik masing-masing sebesar 1,46, 0,85 dan 0,02 persen.

Gambar 4.

Perkembangan Inflasi Kota Kupang Juli 2016 – Juli 2017

-0.35 -0.87 -0.37 0.18 0.76 1.96 0.79 0.18 -0.87 0.29 -0.06 0.55 -0.22 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50

Jul'16 Agt'16 Sep'16 Okt'16 Nov'16 Des'16 Jan'17 Feb'17 Mar'17 Apr'17 Mei'17 Jun'17 Jul'17

%

Searah dengan tahun sebelumnya Juli 2016 dimana Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,35

persen, pada Juli 2017 ini Kota Kupang juga mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.

(6)

6

Tabel 4.

Inflasi dan Andil Inflasi Kota Kupang Juli 2017

Kelompok Pengeluaran Juli 2017

Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3)

Umum -0.22

Bahan Makanan 1.46 0.35

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.85 0.12

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0.00 0.00

Sandang 0.02 0.00

Kesehatan -0.03 0.00

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga -0.07 -0.01

Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -3.64 -0.69

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan deflasi Kota

Kupang bulan Juli 2017 adalah kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil negatif

sebesar 0,69 persen. Sedangkan kelompok Bahan makanan dan makanan jadi memberikan andil positif

terhadap inflasi masing-masing sebesar 0,35 dan 0,12 persen.

Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil deflasi di Kota Kupang Juli 2017 antara lain

turunnya harga tarif angkutan udara, sawi putih, bawang putih, wortel, cabai merah, kangkung, bawang

merah, kol putih/kubis, kentang dan teri. Sedangkan komoditas utama yang mengalami kenaikan harga

antara lain cabai rawit, daging ayam ras, ikan tembang, ikan tongkol, kakap merah, ekor kuning, bunga

pepaya, nasi dengan lauk, kue kering dan terong panjang.

C. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Maumere

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan Juli 2017, Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 122,57 pada bulan Juni 2017 menjadi 122,94 pada Juli 2017.

Laju inflasi tahun kalender di Januari-Juli 2017 sebesar 0,89 persen dan laju inflasi “year on year” sebesar 4,71 persen.

(7)

7

Tabel 5.

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Maumere Juli 2017, Tahun Kalender 2017 danYear on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Juli 2017 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Des 2016 Juni 2017 Juli 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 121,86 122.57 122.94 0.30 0.89 4.71 1 Bahan Makanan 113,72 109.79 110.39 0.55 -2.93 6.45

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 146,00 148.25 148.73 0.32 1.87 3.39 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 120,10 123.90 123.70 -0.16 3.00 5.05

4 Sandang 113,04 116.79 118.33 1.32 4.68 6.63

5 Kesehatan 114,96 118.31 119.83 1.28 4.24 6.44

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 142,65 143.24 143.34 0.07 0.48 2.04

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 113,80 117.20 117.17 -0.03 2.96 2.14

*) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya, **) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016

***) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2017 terhadap IHK bulan Juli 2016

Pemicu inflasi bulan Juli 2017 di Kota Maumere adalah karena naiknya indeks harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran. Kelompok sandang mengalami kenaikan indeks terbesar yakni sebesar 1,32 persen dan diikuti kelompok kesehatan dan bahan makanan yang masing-masing naik sebesar 1,28 dan 0,55 persen. Sedangkan kelompok perumahan dan transpor mengalami penurunan indeks masing-masing sebesar 0,16 dan 0,03 persen.

Gambar 5.

Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Maumere Juli 2017

0.55 0.32 -0.16 1.32 1.28 0.07 -0.03 0.30 -0.40 -0.20 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 1.40 Bhn Makanan Makanan Jadi

(8)

8

Tabel 6.

Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Maumere Juli 2017

Kelompok Pengeluaran Juli 2017

Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3)

Umum 0.30

Bahan Makanan 0.55 0.16

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.32 0.05

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar -0.16 -0.04

Sandang 1.32 0.06

Kesehatan 1.28 0.06

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 0.07 0.01

Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -0.03 -0.00

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan inflasi di Kota Maumere di Juli 2017 adalah kelompok bahan makanan dengan sumbangan inflasi sebesar 0,16 persen, diikuti oleh kelompok sandang dan kesehatan dengan andil masng-masing sebesar 0,06 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi Kota Maumere antara lain naiknya harga ayam hidup,asam, pisang, rokok putih, baju kaos berkerah, pepaya, daging ayam ras, ikan tongkol, tarif gunting rambut pria dan ikan selar(diawetkan). Sedangkan komoditas dominan yang menghambat laju inflasi Juli 2017 di Kota Maumere antara lain turunnya harga sawi hijau, bawang putih, bahan bakar rumah tangga, daging ayam kampung, kangkung, tomat sayur, kol putih/kubis, kerapu, ikan selar(segar) dan jahe.

Gambar 6.

Perkembangan Inflasi Kota Maumere Juli 2016 – Juli 2017

-0.05 -0.34 1.20 0.26 0.98 1.65 0.40 -0.05 -0.23 -0.17 0.38 0.25 0.30 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00

Jul'16 Agt'16 Sep'16 Okt'16 Nov'16 Des'16 Jan'17 Feb'17 Mar'17 Apr'17 Mei'17 Jun'17 Jul'17

(9)

9

Berbeda arah dengan kondisi bulan Juli tahun 2016 dimana Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,05 persen, pada Juli 2017 ini Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,30 persen.

D. Perbandingan Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi

Year on Year

Dalam lima tahun terakhir, tercatat di bulan Juli Nusa Tenggara Timur tiga kali mengalami inflasi dan dua kali mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi tahun 2013 yang sebesar 4,63 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 0,32 pesen.

Tabel 7.

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender,

Year on year

di Maumere, Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur Juli 2013 – Juli 2017

Tahun Maumere Kupang Nusa Tenggara Timur

(1) (2) (3) (4)

Inflasi Bulanan (Juli)

2013 2,83 4,98 4,63

2014 0,13 1,08 0,96

2015 1,33 1,02 1,06

2016 -0,05 -0,35 -0,32

2017 0,30 -0,22 -0,16

Inflasi Tahun Kalender (Januari-Juli) 2013 4,23 8,00 7,39 2014 2,04 3,63 3,42 2015 1,53 1,89 1,85 2016 -0,16 0,65 0,55 2017 0,89 0,65 0,68

Inflasi Year on Year

2013 4,86 9,24 8,51

2014 3,83 4,80 4,67

2015 3,48 6,50 6,11

2016 2,16 3,79 3,59

2017 4,71 2,32 2,61

E. Inflasi Beberapa Kota di Kawasan Timur Indonesia (KTI)

Dari 24 kota sampel IHK Nasional di Kawasan Timur Indonesia pada bulan Juli 2017 ini, terdapat 21 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau yang sebesar 2,44 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Palu dan Palopo yang sebesar 0,05 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kota Merauke sebesar 1,50 persen.

(10)

10

Tabel 8.

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota di Kawasan Timur Indonesia Juli 2017 (2012=100)

Kota IHK Inflasi

(%) Inflasi Tahun Kalender (%) 1 2 3 4 BAU-BAU 134.83 2.44 4.62 TUAL 154.37 2.29 10.16 MAKASSAR 131.15 1.05 3.73 GORONTALO 127.44 1.03 4.65 PARE-PARE 125.74 0.91 2.99 MANADO 129.88 0.86 3.37 AMBON 130.75 0.86 3.89 TERNATE 134.56 0.80 3.29 BULUKUMBA 135.86 0.75 4.32 SORONG 129.60 0.53 2.18 MATARAM 127.66 0.50 2.71 MANOKWARI 124.94 0.50 2.12 KENDARI 128.76 0.46 5.82 WATAMPONE 126.53 0.37 5.20 MAUMERE 122.94 0.30 0.89 DENPASAR 125.72 0.12 2.13 SINGARAJA 136.59 0.10 1.10 MAMUJU 129.00 0.06 2.77 BIMA 131.89 0.05 2.15 PALU 132.16 0.05 3.99 PALOPO 127.47 0.05 2.98 KUPANG 129.91 -0.22 0.65 JAYAPURA 129.59 -1.13 0.73 MERAUKE 133.53 -1.50 1.07

F. Inflasi Kota-kota Sampel IHK Nasional

Dari 82 kota sampel IHK Nasional, 59 kota mengalami inflasi dan 23 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,44 persen dan terendah terjadi di Kota Maulaboh dengan inflasi sebesar 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di kota Merauke, sebesar 1,50 persen.

(11)

11

Tabel 9.

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi di 82 Kota Juli 2017 (2012=100)

Kota

IHK Inflasi Th

Kalender*) Kota IHK Inflasi

Th Kalender*) BAU-BAU 134.83 2.44 4.62 TEGAL 126.42 0.15 3.21 TUAL 154.37 2.29 10.16 BANYUWANGI 125.26 0.15 2.25 MAKASSAR 131.15 1.05 3.73 SURABAYA 129.76 0.15 3.17 GORONTALO 127.44 1.03 4.65 BOGOR 130.13 0.14 3.22 CIREBON 125.96 0.94 3.96 SINGKAWANG 130.07 0.14 3.61 PARE-PARE 125.74 0.91 2.99 PALEMBANG 127.56 0.13 2.08 MANADO 129.88 0.86 3.37 DENPASAR 125.72 0.12 2.13 AMBON 130.75 0.86 3.89 SURAKARTA 126.01 0.10 2.94 TERNATE 134.56 0.80 3.29 SINGARAJA 136.59 0.10 1.10 BULUKUMBA 135.86 0.75 4.32 BUKITTINGGI 125.88 0.09 -0.32 SERANG 138.48 0.60 4.10 JEMBER 125.87 0.07 2.70 SAMARINDA 133.25 0.60 3.43 MAMUJU 129.00 0.06 2.77 PEKANBARU 131.00 0.58 2.38 DUMAI 131.95 0.05 3.38 SAMPIT 131.62 0.57 3.65 BIMA 131.89 0.05 2.15 CILEGON 136.30 0.55 4.05 PALU 132.16 0.05 3.99 PADANG 134.73 0.54 0.94 PALOPO 127.47 0.05 2.98 SORONG 129.60 0.53 2.18 TASIKMALAYA 127.93 0.03 2.81 MATARAM 127.66 0.50 2.71 MEULABOH 127.99 0.01 1.72 MANOKWARI 124.94 0.50 2.12 METRO 136.49 -0.07 1.80 BANJARMASIN 130.40 0.48 3.26 PROBOLINGGO 126.10 -0.07 2.45

BUNGO 128.58 0.47 3.40 BANDAR LAMPUNG 130.50 -0.09 2.51

KENDARI 128.76 0.46 5.82 KEDIRI 125.92 -0.11 2.74

YOGYAKARTA 127.18 0.43 3.22 TANJUNG PANDAN 138.91 -0.12 3.49

TANJUNG PINANG 128.47 0.41 1.95 BATAM 129.49 -0.12 1.99

DKI JAKARTA 129.71 0.40 2.72 TANGERANG 136.45 -0.13 2.13

DEPOK 128.83 0.38 3.60 BEKASI 125.93 -0.14 2.32

WATAMPONE 126.53 0.37 5.20 SUKABUMI 129.04 -0.17 3.16

BENGKULU 138.59 0.35 2.64 LUBUKLINGGAU 127.07 -0.20 2.63

LHOKSEUMAWE 124.32 0.34 -0.50 KUPANG 129.91 -0.22 0.65

BANDA ACEH 122.60 0.32 2.22 SIBOLGA 131.61 -0.23 -0.68

MEDAN 132.46 0.31 -0.35 PONTIANAK 139.61 -0.24 3.57

SEMARANG 128.24 0.31 2.93 BANDUNG 127.99 -0.27 2.16

JAMBI 128.23 0.30 0.80 TARAKAN 141.45 -0.27 3.55

MALANG 130.75 0.30 3.48 PANGKAL PINANG 135.94 -0.32 1.90

MAUMERE 122.94 0.30 0.89 KUDUS 135.60 -0.33 3.35

TANJUNG 130.11 0.28 2.07 PALANGKARAYA 126.94 -0.39 2.91

PEMATANG SIANTAR 133.06 0.26 0.75 CILACAP 132.09 -0.44 3.35 TEMBILAHAN 132.90 0.21 2.32 PADANGSIDIMPUAN 126.96 -0.50 1.28 PURWOKERTO 127.47 0.19 3.44 BALIKPAPAN 134.08 -0.52 1.90 MADIUN 127.76 0.18 4.09 JAYAPURA 129.59 -1.13 0.73 SUMENEP 126.16 0.17 2.56 MERAUKE 133.53 -1.50 1.07 *) IHK Januari-Juli 2017

Published by:

BPS-Statistics Indonesia contact details

Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh Undang-Undang, hak cipta melekat pada Badan Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Jl. R. Suprapto No. 5, Kupang NTT - 85111

Maritje Pattiwaellapia, SE, M.Si

Kepala

Telepon: (0380) 826289 E-mail: [email protected] Website : www.ntt.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan untuk menggolongkan mangga Gedong gincu berdasarkan rasio kandungan gula asam dengan

( pada bagian ini auditor perlu mengukapkan tindak lanjut dari hasil temuan sebelumnya , termasuk tindak lanjut dari audit yang dilaporkan dalam laporan ini

Menurut pandangan “whole language” membaca tidak diajarkan sebagai suatu pokok bahasan yang berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan dalam

berhubungan dengan materi yang sebelumnya telah di rancang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4) Guru memberikan waktu untuk memikirkan jawaban dari

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran Fisika berupa permainan Gasik pada pokok materi Cahaya untuk siswa SMP kelas VIII dengan kriteria

Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Batang Napier untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVC siklus.. I menunjukkan adanya peningkatan

KU-Kesalahan Utama, KP-Kesalahan Pindaan, KA-Kesalahan Alternatif Catatan Keputusan T-Tertuduh, K-Kesalahan 15 MA-83D-2661- 10/2020 Pendakwa Raya. ( Polis Diraja Malaysia