• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mobil Listrik - BAB II LA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mobil Listrik - BAB II LA"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Thomas Edison dan mobil listriknya tahun 1913
Gambar 2.2 Mobil Listrik PT. PINDAD sebagai pengujian Motor Listrik
Gambar 2.3 Skema Solar Cell
Gambar 2.5 Prinsip Kerja Solar Cell
+7

Referensi

Dokumen terkait

Medan magnet berbentuk solenoid ialah medan magnet yang dihasilkan oleh arus dalam kumparan kawat berbentuk heliks yang panjang, tergulung rapat.. Gambar 2.2 Sebuah Kumparan

Medan magnet berbentuk Solenoid ialah medan magnet yang dihasilkan oleh arus dalam kumparan kawat berbentuk heliks yang panjang, tergulung rapat, seperti gambar

Bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor

pada kumparan tersebut akan timbul medan magnet putar dengan kecepatan.. Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor

Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan magnet.  Hal ini

Lalu akan timbul flux medan putar, karena adanya flux medan putar pada kumparan stator,mengakibatkan rotor berputar karena adanya induksi magnet dengan kecepatan

Dibandingkan dengan motor induksi, BLDC memiliki efisiensi yang lebih tinggi karena rotor dan torsi awal yang, karena rotor terbuat dari magnet permanen.. Walaupun

Prinsip kerja motor DC adalah ketika arus listrik mengalir melalui gulungan rotor, medan magnet yang dihasilkan di rotor akan berinteraksi dengan medan magnet yang dihasilkan di