• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Kunci: Komunikasi Massa, News of television, Opini publik, Citra. Daftar Pustaka: 8 buku ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata Kunci: Komunikasi Massa, News of television, Opini publik, Citra. Daftar Pustaka: 8 buku ( )"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Universitas Paramadina Program Studi Ilmu Komunikasi

Nama : Aldisa Rezy Nim : 209 000 093

Judul Karya Ilmiah : Pengaruh Pemberitaan Jokowi-Basuki Terhadap Citra Mereka Di Mata Anggota Kelompok Arisan (Survei Terhadap Kelompok Kepala Keluarga Anggota Arisan RT 08 RW 003, Pejaten Timur, Pasar Minggu, DKI Jakarta)

Jumlah Keseluruhan : 11 halaman

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari pemberitaan Jokowi-Basuki terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan (survei terhadap kkelompok kepala keluarga anggota arisan RT 08 RW 003, Pejaten Timur, Pasar Minggu, DKI Jakarta).

Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Peneliti tidak memakai sampel namun semua populasi peneliti pakai untuk penelitian ini, peneliti memakai sensus, karena total responden anggota kelompok arisan sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara, peneliti menyebarkan kuisioner dengan skala pengukuran dalam kuisioner ini adalah Skala Likert.

Hasil penelitian ini menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Maka diperoleh nilai koefisien korelasi variabel X (Pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV) terhadap Variabel Y (Citra) sebesar (0,585) dan tingkat nilai signifikan 0,00 yang mana niali ini tidak terlalu berpengaruh. Kemudian hasil pengujian menggunakan regresi linier sederhana, diketahui bahwa koefisien determinasi (Rsquare) sebebesar 0,343. Nilai itu menunjukkan bahwa pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV mempengaruhi citra mereka di mata anggota kelompok arisan dengan besar presentase yaitu (34,3%) sedangkan sisanya (65,7) ditentukan oleh faktor lainnya.

Kesimpulan dari peneliti bahwa pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV mempengaruhi citra mereka di mata anggota kelompok arisan. Saran dari peneliti adalah bahwa pemberitaan Jokowi-Basuki ini mempengaruhi sekali dengan citra mereka maka dari itu ini dapat menjadi masukan untuk pembaca penelitian ini agar lebih dalam lagi untuk meneliti hal lain dari seorang Jokowi-Basuki dan bukan hanya dari media televisi saja namun bisa media apa saja seperti radio, koran, atau social media.

Kata Kunci: Komunikasi Massa, News of television, Opini publik, Citra. Daftar Pustaka: 8 buku (2004-2011)

(2)

Pendahuluan

Komunikasi merupakan penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan harapan dari pesantersebut akan memberikan feedback atau timbal balik guna untuk terciptanya komunikasi yang efektif. Menurut (Moor:1993:78) dalam (Syaiful:2009:8) mengenai Komunikasi adalah:

“Komunikasi adalah penyampaian pengertian antar individu. Dikatakannya semua manusia dilandasi kapasitas untuk menyampaikan maksud, hasrat, perasaan, pengetahuan, dan pengalaman dari orang yang satu kepada orang yang lain. Pada intinya komuniksi berpusat pada minat dan perilaku dimana suatu sumber menyampaikan pesan kepada seorang penerima dengan berupaya mempengaruhi perilaku penerima tersebut”.

Jadi komunikasi bertujuan untuk menyampaikan informasi, perasaan, pengetahuan atau pengalaman dari orang yang satu kepada orang yang lain. Intinya pesan tersebut bertujuan untuk mempengaruhi komunikan yang menerima pesan dari komunikator. Komunikasi pun terbagi menjadi empat bagian, yaitu komunikasi antar personal, komunikasi massa, komunikasi kelompok dan komunikasi organisasi. Namun bukan hanya empat saja masih banyak lagi bagian dari komunikasi ada komunikasi politik, komunikasi bisnis dan yang lainnya. Namun dalam penelitian ini komunikasi yang dipakai adalah komunikasi massa. Penelitian ini berkaitan dengan media massa yaitu televisi dan berita dalam telvisi tersebut. Pemberitaan mengenai Jokowi-Basuki dipilih karena mereka merupakan tokoh baru yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di DKI Jakarta periode 2012-2017, maka dari itu penelitian ini ingin mengetahui apakah ada pengaruhnya antara pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi khususnya TV ONE dan Metro TV terhadap citra dari mereka di mata anggota kelompok arisan RT 08 RW 003 Pejaten Timur, Pasar Minggu, DKI Jakarta.

Definisi Komunikasi massa menurut Rakhmat dalam (Ardianto, Komala, Karlinah: 2009: 6) mengatakan bahwa komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Jika dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa itu komunikasi yang melibatkan dengan orang banyak melalui media-media massa seperti televisi, koran, radio dan internet. Maka dari itu penelitian ini memakai media massa untuk mengetahui mengenai pemberitaan.

Media massa merupakan alat komunikasi yang bekerja dalam berbagai skala, mulai dari skala terbatas hingga dapat mencapai dan melibatkan siapa saja di masyarakat. menurut McQuail dalam (Morissan, Wardhani, Hamid: 2010: 1) mengatakan bahwa

(3)

“media massa memiliki sifat atau karakteristik yang mampu menjangkau massa dalam jumlah besar dan luas (universality of reach), bersifat publik dan mampu memberikan popularitas kepada siapa saja yang muncul di media massa. Dari perspektif budaya, media massa menjadi acuan utama mennetukan definisi-definisi terhadap suatu perkara, dan media massa memberikan gambaran atas realitas sosial. Media massa juga menjadi perhatian utama masyarakat untuk mendapatkan hiburan dan menyediakan lingkungan budaya bersama bagi semua orang”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa media massa merupakan alat komunikasi yang dipakai oleh individu itu sendiri untuk memberikan infromasi kepada publik. sifat dari media massa adalah dapat menjangkau massa atau publik dengan jumlah yang besar dan luas. Serta mampu memberikan popularitas kepada siapa saja yang muncul di media massa. Dalam penelitian ini Jokowi-Basuki juga merupakan sosok yang populer dengan pemberitaannya di media massa. Pasca ia terpilih atau pun belum menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, popularitas mereka dikenal oleh orang banyak dengan keberhasilannya menjadikan Kota Solo dan Bangka Belitung menjadi Kota yang aman, rapi dan dikenal oleh masyarakat luas hingga ke dunia internasional. Maka dari itu setelah ia terpilih sebagai pemimpin Kota DKI Jakarta, peneliti ingin mengetahui adakah pengaruh pemberitaan Jokowi-Basuki di media massa yaitu televisi terhadap citranya di mata anggota kelompok arisan.

Berita merupakan salah satu artikel yang dihadirkan di dalam media cetak, baik koran majalah, tabloid dan media cetak lainnya. Berita menjadi penting untuk dibaca apabila berita tersebut mengandung nilai yang berarti untuk pembacanya. Seperti yang dikutip oleh Juwito (2008: p43) Micthel V. Charnley mengemukakan pengertian berita yang lebih lengkap dan untuk keperluan praktis layak kita jadikan acuan. la mengatakan bahwa "Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, Serta menyangkut kepentingan mereka".

Dari pengertian tersebut dapat dilihat bahwa sebuah berita itu memiliki terdapat empat unsur yang harus dipenuhi oleh sebuah berita, sekaligus menjadi "karakteristik utama" sebuah berita dapat dipublikasikan di media massa (layak muat). Keempat unsur ini pula yang dikenal dengan nilai-nilai berita (news values) atau nilai-nilai jurnalistik.

unsur seperti.

Cepat, yaitu aktual atau ketepatan waktu unsur ini terkandung makna harfiah berita (news) yakni sesuatu yang baru (new).

Nyata (faktual), yakni informasi tentang sebuah fakta, bukan fiksi atau karangan. Fakta dalam dunia jurnalistik terdiri dari kejadian nyata (real event), pendapat (opini), dan pernyataan (statement) sumber berita. Dalam unsur ini berita merupakan informasi

(4)

tentang sesuatu yang sesuai dengan keadaan sebenarnya atau laporan mengenai fakta sebagaimana adanya.

Penting, yaitu menyangkut kepentingan orang banyak. Berita tersebut setidaknya akan banyak berpengaruh pada kehidupan masyarakat secara luas, atau dinilai perlu untuk diketahui dan diinformasikan kepada orang banyak.

Menarik, artinya mengundang orang untuk membaca berita yang kita tulis. Berita yang menarik perhatian pembaca, disamping yang aktual dan faktual serta menyangkut kepentingan orang banyak, juga berita yang bersifat menghibur (lucu), mengandung keganjian atau keanehan, atau berita human interest.

Jadi dapat disimpulkan bahwa berita di televisi harus memberikan empat unsur tersebut, yaitu cepat, faktual, penting dan menarik. Dalam penelitian ini pun keempat unsur tersebut diapaki untuk memberikan informasi kepada peneliti mengenai pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi yaitu TV ONE dan Metro TV. TV ONE dan Metro TV merupakan dua stasiun televisi nasional yang menyajikan berita-berita selama 24 jam. Maka dari itu TV ONE dan Metro TV dipakai untuk memberikan informasi kepada peneliti untuk mengetahui pemberitaan dari Jokowi-Basuki. Dalam hal ini agenda setting juga dipakai untuk mengetahui bahwa persepsi dari individu di media massa mengenai apa yang dianggap penting atau tidak itu mempengaruhi sekali bagi publik. Maka Agenda Setting adalah Menurut Cohen (1963) dalam (Ardianto, Lukiati, & Siti: 2009: 76) asumsi dasar teori ini adalah.

“The press is significantly more than a surveyor of information and opinion.it may not be succesful much of the time in telling the people what to think, but it is stunningly succesful in telling readers what to think about. To tell what to think about (membentuk persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting. Dengan teknik pemilihan dan penonjolan, media memberikan test case tentang isu apa yang lebih penting)”.

Oleh karena itu, model agenda setting menekankan adanya hubungan positif antara penilaian yang diberikan media pada suatu persoalan dengan perhatian yang diberikan khalayak pada persoalan tersebut. dengan kata lain, apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting juga bagi masyarakat. apa yang dilupakan oleh media akan luput juga dari perhatian masyarakat.

Dari berita yang disajikan di media massa, maka akan membentuk sebuah opini publik. opini itu berupa pendapat dari publik atau tanggapan bisa jadi opini tersebut menjadikan seseorang baik atau buruk di depan publik. Menurut (Morissan, Andy & Farid: 2010; 116) mengatakan bahwa definisi opini publik yaitu “ opinion publicly expressed, opinion regarding public affairs, and opinions of the public as a group rather than smaller groups of individuals” (pendapat yang dinyatakan secara terbuka, pendapat mengenai

(5)

masalah-masalah publik, dan pendapat masyarakat sebagai suatu kelompok dan bukan pendapat kelompok-kelompok yang lebih kecil yang terdiri atas beberapa individu).

Jadi opini publik merupakan pendapat dari publik mengenai masalah-masalah apa saj ayang sedang terjadi. Oleh karena itu opini publik dipakai karena untuk mengetahi sejuah apa responden memberikan informasi kepada peneliti mengenai pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi. Dari opini tersebut akan membentuk sebuah citra. Citra berasal dari bahasa Jawa yang berarti gambar. Kemudian, citra dikembangkan menjadi gambaran sebagai padanan kata image dalam bahasa Inggris. Kenneth E. Boulding (1957:6) dalam Ardial menjelaskan bahwa citra dibentuk sebagai hasil dari pengetahuan masa lalu pemilik citra, dan sejarah citra itu sendiri. Berdasarkan penjelasan Boulding tersebut, dapat disimpulkan bahwa citra merupakan serangkaian pengetahuan, pengalaman, dan perasaan maupun penilaian yang diorganisasikan kedalam sistem kognisi manusia; atau pengetahuan pribadi yang sangat diyakini kebenarannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa citra adalah penilaian dari suatu objek yang diorganisasikan kedalam sistem persepsi, kognisi, motivasi dan sikap dari manusia itu sendiri. Menurut Nova (2011:304-306) citra dibentuk dari :

Tabel 1

Proses Pembentukan Citra

Dari pembentukan citra tersebut disimpulkan bahwa citra dibentuk dari adanya stimulus yang meransang pikiran lalu didalam pikiran tersebut akan teransang untuk mengambil tindakan dengan keyakinan untuk memberikan dorongan lalu terakhir akan mengambil tindakan dengan menerima atau menolak dari pesan tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketika ada pemberitaan di TV ONE dan Metro TV mengenai Jokowi-Basuki maka apakah responden teransang dengan berita tersebut untuk meyakinkan pikiran untuk mau menonton tayangan berita dari Jokowi-Basuki di kedua stasiun televisi tersebut. Lalu jika iya maka ia

(6)

pun akan terdorong untuk mengambil sikap yang akan mempengaruhi juga ke perilaku responden tersebut.

Seperti pemberitaan Jokowi-Basuki yaitu mengenai KJS (Kartu Jakarta Sehat) dan PRJ yang dipindahkan ke Monas maka sebagian responden ada yang mengambil sikap untuk ikut langsung turut hadir ke Monas untuk memeriahkan perayaan ulang tahun dari Kota Jakarta. Maka dari pemberitaan tersebut pun Jokowi-Basuki memberikan dampak yang positif karena masayrakat turut hadir ke acara tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan dari Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV itu mempengaruhi citra mereka di mata anggota kelompok arisan.

Permasalahan

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, peneliti merumuskan permasalahan yaitu “Seberapa besar pengaruh pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi TV ONE dan Metro TV terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan” (suvei kepada anggota kelompok arisan kepala keluarga RT 08 RW 003 Pejaten Timur, Pasar Minggu, DKI Jakarta). tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui seberapa cepat pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TV ONE dan Metro TV terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan.

2. Untuk mengetahui seberapa faktual pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TV ONE dan Metro TV terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan.

3. Untuk mengetahui seberapa penting pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TV ONE dan Metro TV terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan.

4. Untuk mengetahui seberapa menarik pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TV ONE dan Metro TV terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan.

5. Untuk mengetahui seberapa besar persepsi pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TVONE dan Metro TV di mata anggota kelompok arisan.

6. Untuk mengetahui seberapa besar kognisi pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TVONE dan Metro TV di mata anggota kelompok arisan.

(7)

7. Untuk mengetahui seberapa besar sikap pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TVONE dan Metro TV di mata anggota kelompok arisan.

8. Untuk mengetahui seberapa besar motivasi pemberitaan Jokowi-Basuki di televisi melalui channel TVONE dan Metro TV di mata anggota kelompok arisan.

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitiannya adalah survei. Sifat dalam penelitian ini adalah eksplanatif, penelitian eksplanatif adalah “Penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel lain” (Sugiyono,2009 :10-11).

Variabel X atau variabel independent dalam penelitian ini adalah Pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV yang terdiri dari 4 (empat) dimensi, yaitu : cepat, faktual, penting dan menarik. Variabel Y atau variabel dependet dalam penelitian ini adalah citra Jokowi-Basuki di mata anggota kelompok arisan. Variabel ini terdiri dari empat dimensi, yaitu : persepsi, kognisi, motivasi dan sikap.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok arisan dengan total 40 orang. Jadi peneliti pun memakai sensus karena peneliti meneliti keseluruhannya dari responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner, dan skala pengukuran dalam kuesioner menggunakan Skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah metode statistik agar dapat memberikan hasil yang objektif. Kemudian, data diolah dengan bantuan program SPSS versi 20.0 for Windows. Teknik analisis data yang 8 digunakan dalam penelitian ini adalah analis korelasi Pearson Product Moment dan analisis regresi linier sederhana. Analisis data dilakukan pada taraf signifikansi 0,05 dan 0,01.

Hasil Penelitian

Berdasarkan dari rumusan masalah dan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan (survei kepada anggota kelompok arisan kepala keluarga RT 008 RW 003 Pejaten Timur, Pasar Minggu, DKI Jakarta) dan peneliti pun memperoleh hasil penelitian, yaitu berdasarkan empat (4) dimensi variabel X dengan nilai skor “Tinggi” yaitu sebesar 95%, dimensi dalam variabel X adalah Cepat. Cepat merupakan salah satu unsur penting dalam pemberitaan. Pemberitaan terdiri dari empat unsur yakni cepat,

(8)

faktual, penting dan menarik. Dimana dari keempat itu dapat dijadikan sebuah berita yang akhirnya dapat di publikasikan kepada khalayak. Dalam hal ini peneliti memakai media elektronik dari televisi untuk membantu penelitian ini agar dapat memberikan informasi kepada penonton. Setelah dilakukan perhitungan nilai pada dimensi ini adalah 90% ini dinyatakan tinggi. Kesimpulannya adalah responden menilai bahwa pemberitaan Jokowi-Basuki ini cepat di terima oleh masyarakat mengenai Kota Jakarta yang diberitakan oleh TV ONE dan Metro TV.

Dimensi berikutnya adalah Faktual, ini merupakan pemberitaan yang diberikan oleh media massa yakni TV ONE dan Metro TV dalam pemberitaan Jokowi-Basuki sesuai dengan berita yang terjadi pada saat itu juga, itu artinya media memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Berdasarkan hasil penelitian faktual dinyatakan tinggi dengan besar presentase yaitu 95%. Menurut peneliti, ini berarti responden yakin untuk menonton berita di TV ONE dan Metro TV yang mana responden yakin media memberikan informasi sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

Selanjutnya adalah dimensi penting, peneliti mengambil kesimpulan bahwa penting dalam pemberitaan disini adalah berita yang disajikan adalah mengandung informasi yang berguna untuk kepentingan publik. Jadi banyak responden yang setuju akan hal ini, berdasrkan hasil penelitian dimensi penting ini dikatakan tinggi dengan presentase 97,5%. Ini merupakan hasil yang tinggi karena menurut peneliti berarti pemberitaan Jokowi-Basuki ini dapat dikatakan penting karena responden memberikan nilai yang tinggi itu terjadi karena Jokowi-Basuki merupakan orang penting untuk dinantikan beritanya di media massa. Dimana harapan dari warga Kota Jakarta adalah dapat memberikan dan membangun Kota Jakarta menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

Dimensi yang terakhir dari variabel X adalah dimensi menarik. Dimensi ini penting sekali dalam pemberitaan, dimana diharapkan dalam pemberitaan itu ada berita yang dapat menarik perhatian dari pembaca dan penontonya untuk melihat. Maka dari itu hasil penelitian untuk dimensi menarik itu tinggi karena presentasenya sebesar 95%. Menurut peneliti ini menjadi ketertarikan bagi responden karena berita yang menarik juga dapat menarik perhatian dari khalayak dimana itu bisa menjadi acuan bagi publik untuk menonton berita Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV.

(9)

Dalam penelitian ini, variabel yang selanjutnya digunakan adalah citra dengan nilai skor variabel “Tinggi” yaitu 75%. Variabel ini terbagi menjadi empat dimensi, pertama adalah persepsi. Dalam persepsi ini berhubungan dengan stimulasi dari responden untuk memberikan ransangan agar menonton berita Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV. Persepsi diartikan yaitu sebagai informasi yang dianggap oleh kita untuk mewakili suatu objek tertentu yang kita tangkap melalui panca indera kita. Ketika melihat suatu pesan di media maka setiap individu memiliki persepsi yang berbeda dengan individu lainnya. Jadi persepsi disini ditujukkan kepada responden untuk meransang mereka apakah mereka ketika melihat berita Jokowi-Basuki teransang untuk menonton beritanya di TV ONE dan Metro TV. Dengan nilai 80% responden mmenyatakan teransang atau tertarik untuk menonton berita dari Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV.

Selanjutnya adalah dimensi kognisi. Disini hubungan ini untuk menyakinkan ke responden apakah responden ini yakin untuk menonton berita TV ONE dan Metro TV. Dalam penelitian ini, hasilnya adalah 82,5% nilai dari presentase dimensi ini. ini dikatakan tinggi karena responden yakin untuk menonton berita dari Jokowi-Basuki melalui tanyang berita di TV ONE dan Metro TV. Responden yakin untuk menonton berita dari mereka karena responden ingin mengetahui sejauh apa peran Jokowi-Basuki untuk menajukan Kota Jakarta menjadi lebih baik lagi.

Dimensi selanjutnya adalah dimensi motivasi. Dimensi ini adalah adakah dorongan dari responden untuk menonton berita dari Jokowi-Basuki. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebesar 85% ini menjadikan untuk motivasi bagi responden untuk menonton berita Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV. Menurut peneliti, hal ini menjadikan motivasi bagi responden untuk mengetahui berita apa saja yang terjadi dengan Jokowi-Basuki untuk menjadikan Kota Jakarta menjadi lebih baik lagi.

Terakhir dalam dimensi pada variabel Y adalah dimensi sikap dengan nilai skor tinggi, yaitu sebesar 80%. Sikap merupakan tindakan dari seseorang dalam mengahadapi objek dengan cara-cara tertentu. Sikap disini berarti responden ketika melihat berita Jokowi-Basuki akan langsung melakukan tindakan seperti ketika ada berita PRJ akan dipindahkan ke Monas, maka ada salah satu responden yang langsung pergi ke Monas untuk melihat langsung PRJ yang dibuat oleh Jokowi-Basuki.PRJ yang sering kita ketahui adalah berada di daerah Kemayoran dan cenderung penjualnya adalah pembisnis yang bisa dibilang orang mampu. Maka Jokowi-Basuki langsung berinisiatif untuk mengadakan PRJ (Pekan Raya Jakarta) yang

(10)

ada di Monas untuk warga Jakarta. Dengan harga tiket masuk yang murah maka dapat menarik perhatian dari warga DKI Jakarta.

Selanjutnya adalah Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dibagikan kepada warga Jakarta untuk yang kurang mampu. Di daerah penelitian ini ada warga kelompok arisan yang tergolong yang kurang mampu, jadi ketika KJS dibagikan kepada warga maka ketika ada anggota keluarga mereka yang sakit maka mereka langsung pergi berobat ke rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Pemprov DKI. Maka ini menjadikan responden untuk bertindak langsung untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan dari Jokowi-Basuki. Dari hasil penelitian ini, nilai dimensi ini adalah 80% ini dikatakan tinggi ini berarti responden berhasil untuk bertindak langsung ketika berita dari Jokowi-Basuki ini hadir di TV ONE dan Metro TV. Ini berarti responden tertarik untuk memanfaatkan fasilitas dari kedua pimpinan Kota Jakarta ini.

Hasil penelitian menggunakan korelasi pearson’s product moment, diperoleh nilai koefisien korelasi variabel X (Pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV) terhadap variabel Y (Citra) sebesar 19,814 dengan tingkat signifikan 0,000. Artinya hubungan kedua variabel tersebut menunnjukkan ada hubungannya antara pemberitaan dengan citra dari Jokowi-Basuki. Nilai probabilitas dibawah 0,05 maka dapat dipakai untuk mengetahui pemberitaan dengan citra dari Jokowi-Basuki.

Kemudian hasil pengujian diuji dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana, diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,343. Menurut peneliti hasil penelitian Pemberitaan Jokowi-Basuki memiliki pengaruh sebesar 34,3% selebihnya adalah 65,7% ditentukan oleh faktor lainnya.

Persamaan regresi linier yang didapat adalah Ŷ = 19,669 + 0,577X. Persamaan di atas bermakna bahwa tanda (+) menyatakan arah hubungan yang searah, dimana angka koefisien sebesar 0,577 memiliki arti bahwa setiap penambahan nilai pemberitaan (X) Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV sebesar 1 satuan, maka Citra (Y) meningkat sebesar 0,430 satuan. Sebaliknya, jika nilai pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV menurun sebesar 1 satuan, maka Citra juga diprediksi mengalami penurunan sebesar 0,577.

Maka hasil penelitian tersebut termasuk berpengaruh bahwa pemberitaan Jokowi-basuki di TV ONE dan Metro TV berpengaruh sekali terhadap citranya di mata naggota kelompom arisan.

(11)

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberitaan Jokowi-Basuki di TV ONE dan Metro TV terhadap citra mereka di mata anggota kelompok arisan sebesar 34,3% selebihnya adalah 65,7% ditentukan oleh faktor lainnya. Saran dari peneliti adalah

1. Memahami teori yang kita gunakan merupakan modal utama untuk memulai penelitian.

2. Dalam membuat kuesioner harus tepat dan tidak terlalu luas harus sesuai dengan alur atau acuan yang digunakan.

3. Untuk melakukan penelitian sejenis, maka Peneliti menyarankan untuk mempertimbangkan waktu tenaga dan biaya yang lebih besar karena akan sangat menguras. Namun dibalik itu semua dapat memberikan kepuasan tersendiri yang dirasakan oleh peneliti.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi penelitian yang dapat bermanfaat bagi pembacanya, bagi masayrakat Kota Jakarta untuk lebih mengetahui dan terlibat langsung untuk kemajuan Kota DKI Jakarta agar lebih baik lagi. Serta agar terciptanya pengaruh yang lebih besar lagi terhadap apa yang ingin disampaikan dari peneliti. Selain itu mungkin pemilihan media massa bisa diperluas lagi untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi mengenai Jokowi-Basuki untuk Kota Jakarta.

(12)

Daftar Pustaka

Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala dan Siti Karlinah (2009), Komunikasi Massa, Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Ishwara, Luwi (2011), Jurnalisme Dasar, Jakarta: PT Kompas Media Jefkins, Frank (2004), Public Relations, Jakarta: Erlangga

Kriyantono, Rachmat (2006), Riset Komunikasi, Jakarta: Prenada Media Group

Morissan, Andy Wardhani dan Farid Hamid (2010), Teori Komunikasi Massa, Bogor: Ghalia Indonesia

Nova, Firsan (2011), Crisis Public Relations, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Syamsul, Asep (2006), Jurnalistik Praktisi Untuk Pemula, Bandung: PT Remaja Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D, Bandung: Alfabeta

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu, sekolah perlu memanfaatkannya sebaik-baiknya, paling tidak bahwa pendidikan harus dapat mempergunakan sumber-sumber pengetahuan yang ada di masyarakat

It is therefore interesting to look how to apply SECI model by using cultural elements of indigenous community local wisdom and indigenous knowledge (IK) to

Skor yang tinggi pada variabel ini mencerminkan bahwa sebagian besar guru yang sudah bersertifikasi di Kabupaten Jepara memiliki karakteristik kepribadian yang baik

Perkawinan cross cousin bukan hanya merupakan bentuk perkawinan yang populer dalam lingkungan yang sempit dari para sanak kerabat melainkan merupakan pernyataan

inakurasi dari sensor sebesar 1 bisa merepresentasikan 2 titik nilai tegangan 3,68 V, bisa antarmuka air dan minyak 14 c disebut dengan histeresis. Histeresis yang

Di bawah ini yang bukan merupakan bahan dasar limbah lunak anorganik yang dapat.. dijadikan

Hendro Gunawan, MA Pembina Utama Muda

[r]