BAB I PENDAHULUAN
Puja dan puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT, atas karunia dan ni’matnya penulis bisa menulis tulisan ini dan para pembaca bisa membaca tulisan ini, yang semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca walaupun penulis sadari masih banyak kekurangan di sana-sini, mengutip dari tulisan Prof. Azumardi Azra “jikalau semua buku dibuat sesempurna mungkin, maka hanya akan sangat sedikit buku yang tercetak di muka bumi ini, karena tiap penulis selesai menulis tulisanya maka dia akan menemukan kekurangan di dalam tulisanya”.
Shalawat serta salam tidak lupa kita junjungkan kepada kehadirat nabi Muhammad SAW, yang telah member panutan kepada kita tentang bagaimana cara menjadi guru yang baik, benar dan dirindu oleh murid-muridnya.
Dalam tulisan ini penulis mencoba menuliskan tentang sejarah pendidikan Islam di negri syiria, sebelum membahas lebih mendalam tentang perkembangan pendidikan Islam di syiria, penulis akan mencoba menjelaskan sedikit sejarah tentang syiria di masa lalu.
BAB II PEMBAHASAN
A. Periode Masuknya Islam ke Syiria (635 M – 661 M)
Islam masuk ke syiria pada tahun 635 M atau pada masa kekhalifaan Umar bin Khattab. Syiria (atau dahulu lebih dikenal sebagai syam) jatuh ketangan kaum muslimin setelah pengepungan selama 70 hari. Jatuhnya syiria ketangan kaum muslimin, ditandai dengan adanya perjanjian damai antara kedua belah pihak.
Pada masa ini proses pendidikan yang terjadi tidak jauh berbeda dengan apa yang ada pada masa khulafaurrasyidin. Pada masa ini pendidikan lebih menitik beratkan pada hal-hal berikut :
1. Pendidikan tauhid 2. Pendidikan shalat
3. Pendidikan adab dan sopan santun dalam bermasyarakat 4. Pendidikan adab dan sopan santun dalam berkeluarga 5. Pendidikan kepribadian
6. Pendidikan kesehatan 7. Pendidikan akhlaq
Adapun metode-metode pendidikan yang diterapkan pada masa ini adalah sebagai berikut :
1. Membangun masjid sebagai sentra dakwah dan pendidikan 2. Dalam bidang keimanan : melalui Tanya jawab yang
mendalam, dan didasari dengan bukti-bukti ilmiah yang ada 3. Materi ibadah dan akhlaq : didasari dengan keteladanan dan
praktik dari seorang pemimpin.
Pada masa khalifah Utsman bin Affan system pendidikan yang ada mulai berkembang dan mulai adanya pembagian tiap-tiap tingkatan, hal ini dikarenakan para sahabat nabi yang memiliki wawasn luas mulai mengembara ke luar madinah. Dan kota damaskus menjadi salah satu pusat keilmuan. Adapun pembagian tingkatan-tingkatan pendidikanya sebagai berikut :
1. Pendidikan dasar :
a. Membaca dan menulis
c. Belajar pokok-pokok ibadah dalam agama Islam. Seperti : shalat, berwudhu, zakat dll.
2. Mengisyaratkan kepada penduduk untuk mengjarkan buah hatinya :
a. Berenang
b. Mengendarai unta c. Memanah
d. Menghapal syair-syair yang mudah dan pribahasa 3. Adapun untuk tinggkat menengah dan tinggi :
a. Al-Qur’an dan tafsirnya b. Hadist dan pengumpulanya c. Fiqh
B. Periode dinasti bani Umayyah dan dinasti bani Abbasiyah (661 M – 1258 M)
Pada zaman dinasti bani umayyah. Pendidikan islam di negri ini berkembang sangat pesat, hal ini dikarenakan. Kota damaskus ( ibu kota syiria) menjadi pusat pemerintahan dari daulah bani umayyah. Hal ini ditandai dengan berdirinya perpustakaan-perpustakaan, adanya madrasah-madrasah.
Lembaga-lembaga pendidikan pada masa dinasti umayyah adalah sebagai berikut : Shuffah, Kuttab, Halaqoh, Majlis, Masjid, Khan, Ribath, Rumah-rumah ulama, Toko buku dan perpustakaan, Rumah sakit, Badiah (padang pasir dan pedesaan)
Pada masa ini pendidikan Islam berkembang lebih maju dari pada masa sebelumnya dan islam menjadi mercusuar peradaban dunia, pusat-pusat pengembangan keilmuan tersebar diberbagai penjuru kota-kota besar, seperti Damaskus, Cordova, Baghdad, Kairo, dll.
Adapun kurikulum pada masa itu lebih dikenal dengan maddah atau yang dipahami para ulama pada masa itu adalah, serangkaian pelajaran yang harus diberikan dan dikuasai peserta didik pada tingkatan tertentu.
Kurikulum yang berkembang pada masa ini adalah sebagai berikut : 1. Kurikulum pendidikan rendah
keputusan sang guru dalam menentukan, pantas atau tidaknya muridnya untuk melanjutkan ke level yang lebih tinggi.
2. Kurikulum pendidikan tinggi
Pada kurikulum tingkat tinggi, pelajaran-pelajaran yang diberikan mulai lebih spesifik dan lebih terperinci seperti. Pelajaran nahwu, balaghah, tafsir, hadist, biologi, geografi, matematika atau al-hisab, logika dll. Pada tingkat ini kurikulum terbagi menjadi dua, jurusan ilmu agama (al-ulum naqliyah) dan jurusan ilmu pengetahuan (al-ulum aqliyah).
Pada masa dinasti Abbasiyah pamor damaskus sebagai pusat peradaban mulai redup, hal ini disebabkan dinasti Abbasiyah memindahkan pusat pemerintahannya ke Baghdad. Tapi hal ini tidak menyurutkan minat belajar di syiria pada umumnya dan damaskus khususnya. Hal ini terlihat makin berkembangnya sitem pendidikan yang ada. Dengan ditandai mulai munculnya madrasah-madrasah. Hal ini terjadi karena ketika masa transisi dari dinasti Umayyah ke dinasti Abbasiyah tidak terjadi genosida dan pemusnahan total. Seperti apa yang dilakukan bangsa mongol di Baghdad.
C. Periode dinasti Seljuk, dinasti Mamluk dan dinasti Ottoman (1250 M – 1869 M).
Sepertti yang penulis ungkapkan sebelumnya, perpindahan pusat pemerintahan maka akan berubah pula pusat peradaban suatu bangsa. Pada masa-masa ini. Syiria berpindah pindah kekuasanya, dari dinasi Seljuk di Baghdad lalu berpindah ke dinasti mamluk di Mesir dan terakhir dinasti ottoman (turki utsmani) di islambul (Istanbul).
Pada masa dinasti Seljuk mulai adanya pemisahan antara masjid dan madrasah. Hal ini didasari karena, jika masjid dijadiakn pusat pendidikan, maka hal tersebut akan mengurangi kesucian masjid sebagai tempat ibadah. Dan masjid menjadi bising dan menggangu kekhusyuan ibadah. Hal ini dipelopori oleh Nizam Al-Mulk. Maka mulailah dibangun madrasah-madrasah yang terpisah dari masjid. Hal ini dilakukan Nizam sebagai tempat pendoktrinisasi pemahaman politinya agar bangsa Seljuk terhindar dari serangan-serangan dinasti fatimiyah di mesir.
juga disebut sebagai masa pembuatan matan-matan pendek dan mengarang syarah-syarahnya.
Pada masa Ottoman (Turki Utsmani) metode yang digunakan tidak jauh berbeda dengan masa dinasti mamluk. Yaitu dengan menghafal matan-matan, walaupun peserta didik tidak memahami arti dan makna dari matan tersebut. setelah hafal barulah sang guru mulai menenrangkan makna dan kandungan dari matan-matan tersebut. system pengajaran ini masih ada hingga sekarang terutama di pesantren-pesantren klasik.
Hal ini berubah ketika di masa sultah Ahmad III dan dilanjutkan oleh sultan Mahmud II. Pembelajaran yang ada tidak hanya didasari pada matan-matan yang ada, tetapi mulai mengadopsi system pendidikan yang berkembang di Eropa. Hal ini didasari karena kekuatan Turki Utsmani mulai menurun sehingga menyebabkan merosotnya sitem pendidikan yang ada.
Pada masa ini pula pamor Damaskus sebagai pusat peradaban kian meredup, jika kita membuka lembaran-lembaran sejarah hanya akan terlihat pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan. Hal inilah yang menyebabkan kurang berkembangnya system pendidikan yang ada jika dibandingkan ketika masa dinasti umayyah.
D. Syiria modern (1901 M – saat ini)
Pada masa syiria modern, yang ditandai dengan mandate perancis untuk syiria dan Lebanon pada tahun 1920. System pendidikan di syiria. Damskus pada umumnya mulai menunjukan titik terang kembalinya peradaban-peradaban tinggi pada masa lampau. Tetapi hal ini tidak bisa konsisten karena pada masa-masa tersebut dunia digoncangkan oleh perang besar (perang dunia I dan perang dunia II). Pada akhirnya system pendidikan di syiria benar-benar menampakkan jati dirinya setelah kemerdekaan republic syiria pada tanggal 17 April 1946.
System pendidkan syiria pada saat ini terbagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu :
1. Early Chillhood and Care Education (ECCE)
2. Basic education
Tingkat ini adalah pendidikan bagi anak berusia 6-14 tahun, dan terbagi menjadi Sembilan tingkatan, dari kelas 1-9. Pada tingkat ini para peserta didik diajarkan berbagai macam pengetahuan seperti, nasionalisme yang kuat terhadap bangsa dan negaranya, pendidikan industri dan pertanian bagi siswa laki-laki, kesenian dan ketrampilan bagi siswa putri, dan ilmu pengetahuan umum serta computer bagi keduanya
3. Secondary education
Tingkat ini adalah pendidikan bagi anak usia 15-17 tahun, dan terbagi menjadi tiga tingkatan, dari kelas 10-12. Pada tingkat ini para peserta didik mulai dikelompokan ke pelajaran-pelajaran yang disukainya dan mulai adanya pengkhususan (system penjurusan di Indonesia). Hal ini akan berkelanjutan dan berkesinambungan pada tingkat univesitas atau perguruan tinggi.
4. Technical Vocational Education and Training (TVET)
Tingkat ini adalah tingkatan pendidikan yang sama pada secondary education. Perbedaanya tingkatan ini lebih dikhususkan untuk para peserta didik yang siap untuk masuk ke dunia kerja setelah lulus dari TVET. Pelajaran yang diajarakan di TVET lebih menkhususkan kepada empat bidang, yaitu : bisnis, industry, pertanian, dan ketrampilan.
Pendidikan TVET bisa juga disebut sebagai pendidikan informal, dan kekurangan dari TVET adalah ketika siswa memutuskan untuk melanjutkan ke TVET, maka akan sulit baginya untuk kembali ke pendidikan formal.
5. University education
Tingkat pendidikan ini adalah diperuntukkan bagi siswa lulusan secondary education yang ingin lebih memperdalam ilmu mereka, dan meningkat ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pada saat ini di syiria telah banyak bermunculan universitas dan institute yang dikelola oleh pemerintah dan swasta.
6. Virtual university 7. Computer literacy E. Penutup
Akhir dari penulisan makalah ini, penulis hanya bisa berharap semoga konflik kemanusiaan yang terjadi di syiria segera berakhir. Karena hal tersebut sangat mempengaruhi maju mundurnya pendidikan di syiria. Semoga dengan adanya tulisan ini para pembaca bisa mengetahui seklumit sejarah panjang pendidikan di syiria.
F. Daftar pustaka
Abudin Nata. 2012. Sejarah Sosial Intelektual Islam dan Institusi Pendidikannya. PT. Rajagrafindo Persada.
Kumpulan artikel harian Republika. 2011. Menyusuri Jejak Kota Kebudayaan Islam. Republika
Syamsul Munir Amin. 2010. Sejarah Peradaban Islam. Sinar Grafika offset.
Musthafa Husni As-siba’I. 2002. Min Rawaa’I Hadaaratina. Daarul Irsyad
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Syria .diakses pada tanggal 11 november 2013.
http://en.wikipedia.org/wiki/French_Mandate_for_Syria_and_Lebanon . diakses pada tanggal 11 november 2013.
http://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Syria#Challenges. diakses pada tanggal 11 november 2013.
HISTORY ABOUT SYIRIA
Pre-history
Archaeological finds proves that Syria was inhabited deep into the Stone Age. Ca. 10,000 BCE: Permanent settlements alongEuphrates river, the earliest of man. Ca. 6500 BCE: Ugarit is first settled.
4th millennium BCE: Earliest traces of urban settlement near Damascus. Ca. 2900: A mercantile centre in eastern Syria emerges, at Mari.
Ca. 2600: A mercantile centre in north-central Syria emerges, at Ebla, becoming a rival of Mari.
Mesopotamians and Hittites
Around 2240: Ebla destroyed by the Akkadian dynasty of Sumer.
19th century: Qatna in central Syria emerges as a new regional power, ruled by Amorites.
Around 1830: In Northern Syria, the Amorite kingdom, Yamkhad, is established with Aleppo as its capital.
Around 1800: Assyrian capital of Shubat Enlil is established by King Shamsi-Adad 1 in the northeastern corner of Syria.
1759: Mari destroyed by the Babylonians, under the command of Hammurabi. Around 1700: Assyria is conquered by Hammurabi of Babylonia.
Around 1600: Yamkhad and other lands of northern Syria are conquered by the Hittites. Around 1500: The kingdom of Mitanni is established in the south of today's Syria. First half 15th century: Qatna is subjected to Mitanni.
1375 BCE: Qatna is destroyed by Hittite king, Suppiluliumas. About 1350: Mitanni is conquered by the Hittites.
1276-1275: The famous battle at Kadesh (near modern Homs) between Ramses 2 and the Hittites.
Around 1200: Immigration of Arameans. They establish petty kingdoms in central and northern Syria. Their principal city, Aram, is located to an area near modern Damascus. Around 1180: The Sea People sacks the city of Ugarit and other coastal strongholds. The destruction was so complete that Ugarit would be abandoned forever.
Around 1000: Assyrians take control over northern Syria. 732: Assyria conquers Damascus.
612: Assyria collapses, Syria comes under the rule of Nebuchadnezzar 2 of Babylonia.
Persians and Hellenism
539: With the decline of Babylonia, Syria falls under the control of the Persian Achaemenid king, Cyrus 2 the Great.
333-332: Alexander the Great includes Syria into his empire.
(modernAntakya, Turkey).
About 200: While governed by the major Seleucid kings, Antiochus 3 and Antiochus 4, the name of Syria is being used for the first time.
198: Southern Syria is conquered by the Seleucids.
1st century: Bosra and Damascus in southern Syria is conquered by the Nabateans from the south; Bosra is extensively developed.
Romans and Byzantines
64: Selucid Syria is made into a Roman province by Pompey the Great, and a period of great prosperity begins.
2nd century: Christianity grows into a strong religion in Syria.
106 CE: As a Roman province, Syria absorbs the Nabatean kingdom. At this
time Antioch(now in Turkey), is one of the greatest cities, while Bosra of southern Syria becomes capital of Roman province of Arabia.
267: Zenobia, widow of the prince of Palmyra, launches attack on Roman stronghold Antioch, even launching a campaign on Egypt.
272: Zenobia's army is defeated outside Homs by the army sent by Roman emperor, Aurelian.
273: Palmyra is destroyed by the Romans.
313: Christianity is officially recognized by the Roman Empire, and grand building projects for churches are carried out in Syria.
395: With the division of the Roman empire, Syria falls to Byzantine (the eastern part of the Roman empire). Syria remained a region of prosperity.
616: Occupied by Persian Sassanid ruler Khosrau 2. 622: Taken back by the Byzantines.
The Umayyads
636: After years of war, Syria is easily conquered by the Arabs, and included in theCaliphate of Islam.
661: Damascus becomes the new capital of the Caliphate, under the Umayyads.
750: End to Damascus' position as the capital of the Caliphate, with the takeover by the Abbasids. The move of the Caliphate made Syria an insignificant region in the Middle East.
As a province
877: Syria is annexed by Egypt.
929: Northern Syria becomes the central part of the Hamdanid domain. 1023: Establishment of the Mirdasid Dynasty ruling form Aleppo. 1060's: Northern Syria is conquered by the Turkish Seljuqs. 1075: Damascus is taken by the Seljuqs.
1095: Seljuq territory divides into two lands, one with Damascus as capital, the other with Aleppo.
The Crusades
1097 October: Christian Crusader siege of Antioch. 1098 June: Antioch surrenders.
1099: Western parts of Syria is incorporated in the Latin Kingdom of Jerusalem.
Mamluks
About 1250: Egyptian Mamlukes take control over most of Syria.
About 1300: The last crusaders are driven out of Syria. A well organized state is established, and run by local officials. Strong persecution of local sects.
1401: Tamerlane devastates Syria.
Ottomans and prosperity
1516: Syria is incorporated into the Ottoman Empire. The following 4 centuries become a period of economic growth. Many parts of Syria had governors exercising great
independence from the Ottoman sultan. 1831: Syria and Jordan is conquered by Egypt.
1840: With pressure from Britain and Austria, Egypt withdraws from Syria as well as Jordan.
1860: A massacre of Christians in Damascus.
1869: The opening of the Suez Canal leads to a decline in Syria's economic importance.
Towards the modern Syria
1916 May: The Sykes-Picot Agreement between Britain and France, violating British guarantees on Arab independence that had been given to Hussayn Ibn Ali, the
grandsharif of Mecca, in January. Today's Syria and Lebanon became a French area of influence, while today's Israel, Palestine, and Jordan became British area.
1920: Local armed rebellion is suppressed by the French. 1925-1927: Uprising, this time better organized than in 1920.
1938: Agreement between Syrian leaders and the French on substantial Syrian independence. The French refused to ratify this agreement.
1939: The area of Alexandretta, with the ancient Syrian capital of Antioch, is ceded to the Turkey.
Independence
1941: Syria, since 1940 under the administration of Vichy France, is occupied by British and Free French forces. Later the same year, both of these parties recognized Syrian independence.
1943: Elections. A government is organized under the presidency of Shukri al-Kuwatli. 1945: With the end of World War 2, the French tries to uphold their influence over Syria. Syria becomes a charter member of United Nations.
1946: British intervenes, and takes control over anti-French demonstrations.
1948: Syria participates in the joint Arab warfare against the establishment of the state of Israel, and shared the defeat (see First Palestinian War).
1949 March 30: The Kurdish leader, General Husn az-Zaim, and his junta take power. August 14: Zaim is overthrown by Syrian officers. Shortly after he is executed. 1950 September: A new constitution. Hashim al-Attasi is elected president.
1951: Border clashes with Israel, provoked by a Israeli drainage project in the zone between the two countries.
November 29: A new military coup, where Shishakli takes control. President Atasi resigned soon after.
1953: A new constitution puts heavy limitations on civil liberties.
1957: Tensed relations with Turkey, as Syria asserts that Turkey is preparing for an US-backed attack. UN attention helps solve the crisis.
— Syria receives increased economic help from the Soviet Union.
1958 February 21: Establishment of the United Arab Republic, a union with Egypt. Gamal Abu l-Nasser becomes president of the union.
March: Nasser dissolves all political parties of Syria. He also introduces regulations on the size of land property.
October 7: The union introduces joint ministers, and all becomes stationed in Cairo. 1960 March 18: Several Syrians are appointed to the cabinet in Cairo.
1961 August 16: Introduction of a single UAR cabinet. But the opposition has increased in Syria, much coming irritation over the modernization efforts taken by Nasser.
September 28: Army takes control over Damascus, and declares new independence for Syria. Nasser did not take any measures.
December: A provisional constitution is approved through a referendum, and a national government is set up. This new government made a few concessions to the important Ba'th party as well as to pan-Arabists.
1963 March 8: A military coup, which puts central Ba'th leaders in power without bloodshed. A national council is set up, and headed by Major General Amin el-Hafez. There were attempts to unite Iraq and Egypt with Syria, but soon the discussions came down to only Iraq and Syria.
November: With the overthrow of the Iraqi branch of the Ba'th party, the discussions on unity between Iraq and Syria comes to an end.
1964 May: A presidency council is put up, replacing the national council. The national council is made up of 5 members, 3 civilian and 2 military.
1966 February: A new coup ends the influence of foreign Ba'th intellectuals over Syrian politics. From this time on, Syria is governed through the Syrian Ba'th. Nuur ad-Din al-Attasi becomes the deputy prime minister of Syria.
Assad Dynasty
1967 June: Syria participates in the Six-Day War against Israel, and comes out defeated with the loss of territory: Golan Heights in the southwestern corner of the country, near the border to Israel.
— The military defeat is followed by a quarrel inside the government on who is to be blamed for the Syrian inadequacy. The so-called nationalist wing is headed by Defence Minister Hafez al-Assad, while the socialist wing is headed by Salah Jadid.
1970 November: Assad comes out as the victor of the political struggle, and forms government.
1971 March 14 Assad becomes president of Syria after a referendum.
1973 October: Syria participates with success in the beginning in the Yom Kippur Waragainst Israel. Syria loses its gains towards the end of this war.
1976: As a reaction to Syria's participation on Christian side in the Lebanese Civil War, the Muslim Brotherhood gains more support all over Syria.
1980 March: Rebellion staged by the Muslim Brotherhood in Hama and Aleppo. June: Attempt on Assad's life.
1981: Membership in the Muslim Brotherhood is made into a capital offence, and a period with hard and violent actions against the members start.
1982 February: Governmental attacks on members of the Muslim Brotherhood, leaving thousands of dead. Estimates vary between 5,000 and 25,000 killed in Hama.
joins in. Both countries recall their ambassadors.
1987 September: US ambassador returns to Syria, after that Syria closes the training camps of Abu Nidal.
1990: Syrian control over Lebanon is assured after that Syrian-friendly forces get control over Lebanon.
1991: Syria participates with troops on the international side in the Gulf War against Iraq. 2000 June 10: President Assad dies, and his son Bashar al-Assad is quickly put into the position has heir to the presidency. The formal recognition takes place one month later, on July 10.
2003 October 5: Israel bombs a site near Damascus, claiming that it was a training ground for Islamic Jihad. Syrian authorities claimed that the area was used entirely for civilian purposes.
2004 September 21: Syria begins dismantling troops in Lebanon, following international pressure. This is the beginning of the end of the strong Syrian influence over Lebanese politics and economy.