• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak Intervensi Militer Rusia Atas Ukr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dampak Intervensi Militer Rusia Atas Ukr"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK INTE

TERHADAP HU

Diajukan untuk mem Pro

PROGRAM ST

FAKULTAS E

UNIVERSITA

TERVENSI MILITER RUSIA ATAS

HUBUNGAN BILATERAL RUSIA –

SERIKAT TAHUN 2014

SKRIPSI

emenuhi salah satu syarat memperoleh Gelar S Program Studi Ilmu Hubungan Internasional

Disusun Oleh :

KRISTMAS TAWURUTUBUN

11 831 056

STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNA

EKONOMI SASTRA DAN SOSIAL P

ITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAY

PAPUA

2015

1

S UKRAINA

AMERIKA

ar Sarjana dalam

NASIONAL

L POLITIK

(2)

2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Intervensi militer Rusia berawal ketika Presiden Vladimir Putin mengirimkan 15.000 pasukan bersenjata untuk berjaga di Simferopol Crimea, wilayah teritorial Ukraina pada Maret 2014 (Kompas.com, 2014). Rusia bahkan mengirimkan pasukan tambahan tanpa sepengetahuan Pemerintah Ukraina ketika Vladimir Putin memperoleh persetujuan dari parlemen Rusia untuk menginvasi Ukraina secara keseluruhan (Bethel, 2014 : 2).

Rusia mengirim angkatan bersenjatanya ke Ukraina karena merasa bertanggung jawab atas keselamatan etnis Rusia yang berdomisili di Crimea, dimana gedung-gedung pemerintahan serta bandara internasional di wilayah Crimea dikepung oleh militer Rusia. Tindakan ini kemudian dianggap oleh warga Ukraina sebagai invasi yang berujung pada intervensi pihak Rusia terhadap Ukraina.

(3)

3 ditambah masyarakat Crimea di Ukraina Timur yang menyuarakan untuk bergabung dengan Rusia (Ferdiansyah, 2014 : 9).

Crimea dulunya merupakan bagian dari provinsi Russian Soviet Federal Socialist Republic yang diserahkan kepada Ukraina atas dasar simbol

persahabatan oleh pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev pada tahun 1954 (Wisnu, 2014 : 8).

Gambar 1.1 Peta Wilayah Ukraina

(sumber : media.s-nbcnews.com, 2014)

Konflik yang terjadi di Ukraina pada tahun 2014 telah membuat 10.000 warga sipil kehilangan tempat tinggal. Kebanyakan keluarga yang kehilangan tempat tinggal telah pergi ke Ukraina Barat dan Tengah, meskipun sebagian juga mengungsi ke bagian Timur dan Selatan Ukraina (Republika.co.id, 2014).

(4)

4 a) Perdagangan, sejak awal Vladimir Putin menginginkan agar Ukraina masuk dalam persatuan bea cukai dengan Belarus, Kazakstan, dan Armenia. Putin terkesan gentar dengan makin meluasnya blok perdagangan Uni Eropa. Namun ambisi ini berseberangan dengan keinginan mayoritas 46 juta rakyat Ukraina yang justru ingin bergabung dengan blok Uni Eropa.

b) Sejarah, secara historis Ukraina merupakan negara pecahan Uni Soviet. Catatan sejarah panjang yang terjalin antara Rusia dan Ukraina membuat Ukraina - Rusia merupakan satu identitas.

c) Crimea, letak strategis Crimea ingin dijadikan Rusia sebagai letak kekuatan ekonomi, militer dan politiknya.

d) Energi, Rusia saat ini sangat bergantung pada penjualan gasnya ke Eropa. Dimana jalur pipa untuk mengekspor gas malalui Ukraina, jalur ini terbilang yang terbesar dalam ekspor gas Rusia (Wisnu, 2014 : 2-3).

(5)

5 Intervensi militer Rusia atas Ukraina pun berdampak kepada hubungan bilateral kedua negara, dimana terjadi Penghentian latihan militer yang perna disepakati pada tahun 2008 untuk Orientasi Kader Militer Rusia di Akademi militer Amerika di West Point. serta kerjasama ekonomi, antara lain memboikot pertemuan tingkat tinggi G-8 yang akan dilaksanakan di Sochi, Rusia. G-8 merupakan organisasi negara-negara industri besar seperti ; Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jepang, Jerman, Perancis, Rusia, dan International Monetary Found (IMF) (Wisnu, 2014 : 1).

Amerika Serikat sendiri memiliki kepentingan di Ukraina karena berkeinginan memperluas pengaruhnya di bidang produksi pangan, teknologi, dan sistem ekonomi liberal kapitalis ke Ukraina dalam hal ini, Amerika mengatas namakan Hak Asasi Manusia dengan mengikuti perkembangan global untuk dapat mengambil setiap kesempatan (Syafiie, 2009 : 152).

(6)

6 bahwa perbedaan mendasar kedua negara dengan tarik menarik kepentingan pada konflik yang terjadi di Ukraina pada tahun 2014 (Syafiie, 2009 : 152).

Alasan peneliti memilih judul “Dampak Intervensi Militer Rusia

atas Ukraina terhadap Hubungan Bilateral Rusia – Amerika Serikat

Tahun 2014” karena adanya ketertarikan peneliti terhadap perbenturan

kepentingan antara Rusia dan Amerika Serikat di Ukraina dari perspektif geopolitik dan geostrategi sehingga kedua negara memiliki pendekatan yang berbeda terhadap masalah yang terjadi di Ukraina.

1.2Batasan dan Rumusan Masalah

1.2.1Batasan Masalah

Pada penelitian ini, peneliti akan membahas intervensi militer Rusia ke Ukraina dan bagaimana intervensi tersebut mengakibatkan konflik kepentingan antara Amerika Serikat dan Rusia yang berujung pada memburuknya hubungan bilateral kedua negara pasca intervensi yang dilakukan Rusia.

1.2.2Rumusan Masalah

(7)

7

1.3Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1Tujuan Penelitian

Peneliti membagi tujuan penelitian kedalam dua bagian, yakni : a) Tujuan Umum

Untuk mengetahui intervensi militer Rusia ke Ukraina yang berdampak terhadap hubungan bilateral Rusia dan Amerika Serikat tahun 2014.

b) Tujuan Khusus

Untuk menjelaskan sejauh mana hubungan bilateral Rusia dan Amerika Serikat dan dampak apa yang sudah terjadi pasca intervensi yang dilakukan Rusia tahun 2014.

1.3.2Manfaat Penelitian

a) Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis digunakan sebagai referensi untuk mengetahui sampai dimana dampak intervensi militer Rusia atas Ukraina terhadap hubungan bilateral Amerika Serikat dan Rusia. b) Manfaat Praktis

(8)

8

1.4Kerangka Pemikiran

Intervensi militer Rusia atas Ukraina yang dilakukan dengan mengirimkan personil militer di Crimea (Ukraina) dilatarbelakangi oleh kepentingan nasional Rusia atas Ukraina, Dimana hal tersebut berdampak pada hubungan bilateral Rusia – Amerika Serikat. Tindakan campur tangan yang dilakukan Rusia dianggap oleh Amerika telah melukai kedaulatan Ukraina sehingga berdampak atas hubungan bilateral kedua negara.

Ukraina

Rusia

Konsep Intervensi Konsep

Hubungan Bilateral Konsep

Kepentingan Nasional

(9)

9

1.5Definisi Konseptual

Untuk membahas permasalahan yang di teliti, peneliti mencoba menggunakan :

1.5.1Konsep Kepentingan Nasional

Kepentingan Nasional, secara konseptual dipergunakan untuk menjelaskan politik luar negeri suatu negara dan harus bisa mempertahankan integritas wilayahnya (physical identity); mempertahankan identitas politik (political identity); mempertahankan rezim-rezim ekonomi-politiknya seperti demokratis kompetitif, komunisme, kapitalisme, sosialisme, otoriter dan totaliter, dan sebagainya dari gangguan negara lain. Demi merealisasikan atau bahkan untuk bisa dipertahankan kepentingan nasional yang dianggap sangat vital (Sitepu, 2011 : 163-165).

1.5.1.1Geopolitik

(10)

10

1.5.1.2Geostrategi

Geostrategi merupakan cara atau taktik kondisi ketahanan bangsa dan dinamik terkait dengan aspek alamiah dan sosial ; a) Aspek Alamiah (Trigatra) : letak geografis, keadaan SDA,

demografi (kependudukan).

b) Aspek Sosial (Pancagrata) : ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan (Triyanto, 2011 : 17).

1.5.2Konsep Intervensi

Campur tangan yang dilakukan oleh negara lain, yang umumnya dilakukan demi kepentingan negara terkait dan campur tangan itu selalu disertai bentuk atau implikasi tindakan untuk menganggu kemerdekaan politik negara yang bersangkutan (Rudy, 2010 : 30-31).

1.5.3Konsep Hubungan Bilateral

Adapun yang dimaksud dengan Hubungan Bilateral adalah keadaan yang menggambarkan adanya hubungan yang saling mempengaruhi atau terjadinya hubungan timbal balik antara dua pihak (Perwita dan Yani, 2005 : 42).

1.6Definisi Operasional

(11)

11

1.6.1Kepentingan Nasional

Dalam hal ini dibutuhkan indikator untuk menjabarkan konsep kepentingan nasional sebagai berikut :

1.6.1.1Rusia :

a) Geostrategis ; Laut Hitam Crimea, pipa gas alam. b) Geopolitik ; sejarah, identitas tunggal (Russians).

1.6.1.2Amerika Serikat :

Memperluas pengaruh dibidang produksi pangan, teknologi, dan sistem ekonomi liberal kapitalis di Ukraina.

1.6.2Intervensi “Intern” (Internal Intervention)

Dalam hal ini dibutuhkan indikator untuk menjabarkan konsep intervensi intern sebagai berikut :

a) Pengiriman 15.000 pasukan bersenjata ke Ukraina.

b) Penambahan pasukan militer tambahan tanpa sepengetahuan pemerintah Ukraina.

1.6.3Hubungan Bilateral

Dalam hal ini dibutuhkan indikator untuk menjabarkan konsep hubungan bilateral :

(12)

12

1.7Metode Penelitian

Metode Penelitian adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur yang terstandar (Arikunto, 2006 : 222).

1.7.1Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang hanya menggambarkan berbagai kondisi yang konkrit dari objek penelitian dan akan dihasilkan deskriptif tentang objek penelitian. Penelitian deskriptif adalah penelitian tentang fenomena yang terjadi pada masa sekarang. Prosesnya berupa pengumpulan dan penyusunan data, serta analisis dan penafsiran data tersebut.

1.7.2Jenis Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis data sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui buku, internet dan juga bahan bacaan lainnya.

1.7.3Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan Metode Studi Pustaka (Library Research), yaitu buku, kitab, majalah, artikel pada jurnal, koran, dan bahan tertulis lainnya.

1.7.4Metode Penulisan

(13)

13 hubungan bilateral Rusia – Amerika Serikat. Data yang terkumpul kemudian diolah kemudian dianalisa dengan pemeriksaan data secara akurat, sehingga dalam penelitian keraguan dan kesalahan akan terminimalisasi.

1.7.5Teknik Analisa Data

Bagian dari penelitian ini dimaksudkan untuk melihat intervensi militer Rusia atas Ukraina. kepentingan antara Rusia dan Amerika Serikat sebagai dua negara besar dengan pengaruh yang dimiliki ingin menguasai pergolakan politik dunia dalam hal ini perkembangan Ukraina, dimana terjadi perbenturan kepentingan kedua negara terhadap masalah yang terjadi di Ukraina sehingga berdampak buruk terhadap hubungan bilateral Rusia dan Amerika Serikat pada penelitian ini.

1.8Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan adalah salah satu isi proposal (rancangan penelitian) yang isinya memaparkan ruang lingkup penulisan karya akhir akademis sehingga antara satu bagian dan bagian lainnya saling terkait. Adapun sistematika pembahasan yang peneliti sajikan adalah sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

(14)

14 pemikiran, definisi konseptual, definisi operasional, metode penelitian, dan diakhiri dengan sistematika pembahasan.

BAB II : Telaah Pustaka

Berisikan penggambaran mengenai teori-teori atau konsep-konsep yang berkaitan dampak intervensi militer Rusia.

BAB III : Gambaran Umum

Berisi pembahasan mengenai presentase etnik Rusia di Ukraina, profil negara Rusia dan Amerika Serikat, intervensi Rusia ke Ukraina, latar belakang hubungan Rusia – Ukraina, perbedaan Crimea dari kota lain di Ukraina, Vladimir Putin dan kebijakan terkait intervensi di Ukraina, gambaran umum geopolitik dan geostrategi Rusia, dan latar belakang sejarah hubungan bilateral Rusia – Amerika Serikat.

BAB IV : Pembahasan

Berisikan pembahasan mengenai dampak intervensi militer Rusia atas Ukraina terhadap hubungan bilateral Rusia – Amerika Serikat tahun 2014.

BAB V : Penutup

(15)

15

BAB II

TELAAH PUSTAKA

2.1Konsep Kepentingan Nasional

Konsep kepentingan nasional digunakan dalam dua cara terkait, di satu sisi, kepentingan dunia menyiratkan satu kebutuhan oleh standar pembenaran dan mencapai status klaim agar dapat diterima atas nama negara. Di sisi lain, kepentingan nasional juga digunakan untuk menggambarkan dan mendukung kebijakan tertentu. Masalahnya adalah menentukan kriteria yang dapat membuat keputusan antara kepentingan nasional yang dinyatakan dalam prinsip dan sebagai negara (Callghan dan Grffith, 2002:203-205).

Kriteria yang terkait konsep kebijakan yang lebih mendalam, yang mana menjawab satu pertanyaan dari tiga cara tersebut.

a. Kepentingan nasional adalah apa yang dibuat oleh pengambil keputusan pada tingkat tertinggi pemerintahan. Mereka adalah hakim terbaik dari berbagai promosi kebijakan, oleh karena itu kepentingan nasional merupakan bagian yang secara adil ditetapkan dan dipertahankan oleh mereka yang memiliki kealihan dan otoritas yang sesuai untuk berbicara bagi seluruh negeri.

(16)

16 sebagai keamanan dimana kebijakan luar negeri yang terpenting menjadi perhatian negara. Keamanan, dalam hal ini memerlukan kemahiran dan pengelolaan yang rasional akan kekuasaan (yang secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari kekuatan militer), dan hanya kebijakan-kebijakan yang dapat diselenggarakan yang akan dijalankan dalam kepentingan nasional. Tentu saja, pendekatan ini tergantung pada kebenaran akan anggapan yang mendasar. Dalam hal menyederhanakan pendekatan yang kompleks, setidaknya terdapat dua pelaksanaan dengan pendekatan. Pertama, hal ini sering kali dikorbankan dari pengulangan akan kepentingan yang sering ditegaskan dalam hal kekuasaan dan kekuasaan dalam hal kepentingan.

c. Secara keseluruhan pada pendekatan ketiga, kepentingan nasional dapat diartikan ketika pilihan tersebut dapat memisahkan diri kedalam ungkapan yang dapat dijelaskan menurut pilihan bangsa dengan anggapan bahwa kepentingan bangsa tidak dapat diungkapkan oleh beberapa pengamat dari luar bahkan dengan standar dari bangsa itu sendiri (Callghan dan Griffith, 2002:203-205).

(17)

17 demokratis kompetitif, komunisme, kapitalisme, sosialisme, otoriter dan totaliter, dan sebagainya dari gangguan negara lain. Demi merealisasikan atau bahkan untuk bisa dipertahankan kepentingan nasional yang dianggap sangat vital (Sitepu, 2011 : 163-165).

Miroslav Nincic memperkenalkan tiga kriteria dalam atau asumsi dasar yang harus dipenuhi dalam mendefinisikan kepentingan nasional. Pertama, kepentingan itu harus bersifat vital sehingga pencapaiannya menjadi prioritas utama pemerintah dan masyarakat. Kedua, kepentingan tersebut harus berkaitan dengan lingkungan internasional. Artinya, pencapaian kepentingan nasional dipengaruhi oleh lingkungan internasional. Ketiga, kepentingan nasional harus melampaui kepentingan yang bersifat partikularistik dari individu, kelompok, atau lembaga pemerintahan sehingga menjadi kepedulian masyarakat secara keseluruhan (Jemadu, 2008 : 67).

2.1.1Kebijakan Luar Negeri

Mark R Amstutz mendefinisikan kebijakan kebijakan luar negeri sebagai explicit and emplicit actions of governmental official designed to promote national interests beyond a country’s territorial boundaries.

(18)

18 Kegley dan Wittkopt menekankan kebijakan laur negeri sebagai the decisions governing authotrities make to realise international goals.

Kedua penulis menekankan bahwa studi kebijakan luar negeri harus memperhatikan nilai-nilai yang mendasari perumusan tujuan suatu negara serta alat yang digunakannya untuk mencapai tujuan suatu negara serta alat yang digunakannya untuk mencapai tujuan tersebut (Jemadu, 2008:65).

Menurut Howard Lentner, pengertian kebijakan luar negeri harus mencakup tiga elemen dasar dari setiap kebijakan yaitu: penentuan tujuan yang hendak dicapai (selection of objectives), pengarahan sumber daya atau instrumen untuk mencapai tujuan tersebut (mobilizations of means), dan pelaksanaan (implementation) dari kebijakan yang terdiri

dari rangkaian tindakan dengan secara aktual menggunakan sumber daya yang sudah ditetapkan (Jemadu, 2008:65).

(19)

19 azasi manusia, lingkungan hidup, kesehatan gender, perburuan, perkembangan demokratisasi, dan civil society, perlakuan terhadap etnis minoritas, interfaith dialogue, dan sebagainya (Jemadu, 2008 : 66).

2.1.2Geopolitik

Geopolitik adalah sebuah hampiran untuk memahami politik luar negeri dengan menekankan upaya untuk menerangkan dan meramalkan perilaku politik serta kapabilitas militer dan terminologi lingkungan fisik manusia. Dengan demikian geopolitik mencakup berbagai peringkat determinisme historis yang didasarkan pada faktor geografi (Plano dan Olton 1999 : 81).

Geopolitik dapat juga dipakai untuk menggambarkan geografi politik dalam artian tatanan dunia dengan negara sebagai komponennya atau terpaut dengan aspek perencanaan politik luar negeri yang memperhitungkan berbagai faktor geografi (Plano dan Olton 1999 : 82).

Geopolitik Heartland, mengungkapkan bahwa negara yang dapat menguasai sumber daya manusia dan fisik kawasan Eurasia yang terletak diantara wilayah Jerman dan Serbia Tengah akan mampu mengendalikan dunia (Plano dan Olton 1999 : 83).

Menurut Halfford (McKinder 1904:1), dunia dipetakan kedalam beberapa bagian dan memperkenalkan teori Heartland. Dalam teori ini McKinder menjelaskan bahwa geopolitik (aktor) yang mendominasi Heartland akan memiliki potensi geopolitik dan ekonomi yang

(20)

20

2.1.3Geostrategi

Geostrategi merupakan cara atau taktik kondisi ketahanan bangsa dan dinamika terkait dengan aspek alamiah dan sosial ;

a) Aspek Alamiah (Trigatra) : letak geografis, keadaan SDA, demografi (kependudukan).

b) Aspek Sosial (Pancagrata) : ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan (Triyanto, 2011 : 17).

Boundaries : perbatasan wilayah adalah simbol kedaulatan

dan kekuasaan nasional selain sebagai sumber tradisional bagi terjadinya konflik internasional. Pentingnya perbatasan nasional bagi pertahanan nasional berbeda-beda bagi satu negara dengan negara lainnya, dan terpaut dengan tingkat teknologi militer yang dimiliki masing-masing (Plano dan Olton, 1999 : 75).

Demografi : secara historis, berbagai tahapan alur peredaran

demografis memiliki pautan timbal-balik dengan tingat perkembangan ekonomi. Ledakan penduduk, atau tahap kedua alur peredaran demografis, manakala menyatu dengan revolusi ungkapan harapan, merupakan sebuah masalah nasional dan internasional (Plano dan Olton 1999 : 76-77).

Geografi : hubungan antara letak fisik geografis dengan

(21)

21 alam. Kehadiran atau tidak adanya negara tetangga yang kuat juga ditentukan oleh lokasi geografis (Plano dan Olton, 1999 : 79).

Ideologi, merupakan nilai utama yang harus dipertahankan

dan dalam kasus tertentu, ideologi harus disebarluaskan kepada masyarakat lain (Plano dan Olton, 1999 : 65).

2.2Konsep Intervensi

Campur tangan yang dilakukan oleh negara lain, yang umumnya dilakukan demi kepentingan negara terkait dan campur tangan itu selalu disertai bentuk atau implikasi tindakan untuk menganggu kemerdekaan politik negara yang bersangkutan (Rudy, 2010 : 30-31).

Intervensi dapat dibenarkan secara hukum jika :

a. Negara yang di intervensi telah memberikan hak berdasarkan perjanjian.

b. Jika negara tersebut melanggar kesepakatan untuk menentukan kebijaksanaan bersama yang seyogianya dilakukan secara unilateral.

c. Intervensi dianggap perlu untuk melindungi warga negaranya. d. Dianggap perlu untuk mempertahankan diri.

(22)

22 dianggap melakukan tindakan agresi (Plano dan Olton, 1999 : 151-152).

2.2.1Bentuk-Bentuk Intervensi

a. Intervensi Internal (Internal Intervention). Misalnya negara A campur tangan di antara pihak-pihak yang bertikai di negara B yang mendukung pemerintah negara tersebut atau pihak pemberontak; b. Intervensi Eksternal (External Intervention). Misalnya negara A turut

campur tangan dengan mengadakan hubungan dengan negara lain, umumnya dalam keadaan bermusuhan. Contohnya ketika Italia melibatkan diri dalam perang dunia II dengan memihak Jerman dan memerangi Inggris.

c. Intervensi Penghukuman (punitive Intervention). Intervensi seperti ini merupakan suatu tindakan pembalasan melalui tindakan perang kecil sebagai pembalasan terhadap kerugian yang ditimbulkan oleh negara lainnya. Sebagai contoh adalah blokade damai yang dilancarkan terhadap suatu negara sebagai balasan atas tindakan negara tersebut yang melanggar perjanjian (Rudy, 2006 : 31-32).

Berikut ini adalah yang umumnya dinyatakan sebagai kasus-kasus kekecualian pokok, dimana menurut hukum internasional suatu negara berhak berhak melakukan intervensi sah :

(23)

23 b. Intervensi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan-kepentingan

serta keselamatan jiwa warga negara.

c. Pertahanan diri, apabila intervensi diperlukan untuk menghilangkan bahaya serangan senjata yang nyata.

d. Dalam urusan-urusan protektorat yang berada di bawah kekuasaannya.

e. Apabila negara yang menjadi subjek intervensi dipersalahkan karena melakukan pelanggaran berat atas hukum internasional menyangkut negara yang melakukan intervensi sendiri telah di intervensi secara melawan hukum (Rudy, 2006 : 32-33).

(24)

24

2.3Konsep Hubungan Bilateral

Adapun yang dimaksud dengan hubungan bilateral adalah keadaan yang menggambarkan adanya hubungan yang saling mempengaruhi atau terjadinya hubungan timbal balik antara dua pihak (Perwita dan Yani, 2005 : 42).

Hubungan bilateral adalah sebuah tindakan interaksi dengan negara lain yang hidup berdampingan maka bersama mereka membentuk sebuah sistem global. Maka pada hakikatnya hubungan antara negara satu dengan yang lain adalah sebuah keniscayaan, dan disitulah letak esensi hubungan internasional. Hubungan bilateral dibagi menjadi dua definisi, secara sempit ia khusus mempelajari hubungan politik antar negara, sedangkan dalam arti umum ia tidak hanya mencakup unsur politik saja, tetapi juga mencakup unsur-unsur ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan dan sebagainya (Ahmad, 2011 : 1).

Gambaran mengenai hubungan bilateral dijelaskan dalam Academia Edukasi (2014). Bilateral adalah suatu hubungan politik, budaya, dan ekonomi di antara dua negara. Kebanyakan hubungan internasional dilakukan secara bilateral. Misalnya perjanjian politik – ekonomi, pertukaran kedutaan besar, dan kunjungan antar negara.

Gambaran umum tentang what are bilateral relation dijelaskan dalam Wisegeek (2014). Kerjasama antar negara baik dalam lingkup bilateral,

(25)

25 baik dalam sektor ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Kerjasama bilateral dilaksanakan guna menjalin hubungan yang baik antar negara yang bertetangga, dengan semangat kerjasama dan “take and give” serta orientasi ke depan dalam membangun hubungan kedua negara.

2.3.1Bentuk-Bentuk Kebijakan luar negeri

a. Unilateral

Kebijakan unilateral adalah kebijakan yang dilakukan secara sepihak, tanpa adanya keputusan dari kedua belah pihak yang berkaitan. Contohnya seperti intervensi yang dilakukan Rusia atas Ukraina, dimana semua negara harus tunduk kepada kewajiban-kewajiban pokok menurut piagam Perserikatan Bangsa Bangsa, hal ini dijelaskan dalam pasal 2 ayat (4) dan ayat (7) piagam PBB, yang mana melarang negara anggotanya untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain dalam bentuk apapun (Bunga, 2014 : 4).

b. Bilateral

(26)

26 samping menjalankan kerjasama politik, ekonomi dan pembagunan (Government of Canada, 2014).

c. Multilateral

Kebijakan luar negeri multilateral merupakan kebijakan yang diadakan oleh lebih dari dua negara untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Contoh konkrit dari kebijakan multilateral adalah Group 8, terdapat negara-negara industri besar seperi Rusia dan

(27)

27

BAB III

GAMBARAN UMUM

3.1Peta Ukraina dan Presentase Etnik Rusia di Ukraina

Gambar 3.1 Peta Etnis Rusia yang Berdomisili di Ukraina

(Sumber : www.rusi.org/images/library.jpg)

Ukraina memiliki populasi 44 juta jiwa dan secara strategis berbatasan langsung dengan Rusia, memiliki luas wilayah 603.550 km2 dengan bentuk negara Republik, merupakan bagian dari Uni Soviet dari tahun 1919 hingga pada 1991. Ukraina sendiri menjadi negara berdaulat dan memproklamasikan kemerdekaannya pasca kejatuhan Uni Soviet, (sebelum runtuh dan berubah menjadi negara Federasi Rusia) (ferdiansyah, 2014:1).

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2001, Populasi Ukraina terdiri dari 44,291,413 jiwa, dimana terdapat :

(28)

28 - Etnis Belarusia 0.69%.

- Etnis Moldova 0.5%.

- Etnis Tatar Crimea 0.5% (woehrel, 2014:17).

Ukraina sendiri memiliki sejumlah etnis yang berdomisili di semenanjung Crimea, dimana dari data kependudukan Crimea saat ini dari sekitar 2.033.700 warga, 58% merupakan etnis Rusia, sedangkan sisahnya adalah masyarakat Ukraina 24,32% dan Muslim Tatar 12,03% (woehrel,

Bahasa Resmi : Terdapat 27 Bahasa yang dipakai

Mata Uang : Rubel

Grup Etnik : 81.0% Rusia, 3.7% Tatar, 1.4% Ukrania, 1.1% Bashkir, 1.0 Chuvash, 11.8% lainnya

Pemerintahan : Presidensil

Presiden : Vladimir Valdimirovich Putin Perdana Menteri : Dmitry Medvedev

(29)

29

Nama Negara : United States of America

Ibu Kota : Washington, D.C.

Total Luas Wilayah : 9,826,675 km2 Bahasa Resmi : English

Mata Uang : Dolar US

Pemerintahan : Presidensial, Republik Federalis, Republik Konstitusional

Presiden : Barack Obama

Wakil Presiden : Joe Biden

Legislatif : Parlemen (Kongres) - Majelis Tinggi : Senate

- Majelis Rendah : House of Representatives (HoR) Populasi Tahun 2013 : 317,234,000 Jiwa

GDP (PPP) 2013

(30)

30 tersebut akhirnya menyebabkan lebih dari 200-an orang dari warga negara Ukraina meninggal dalam pertempuran diantara kedua negara. Pemerintah Ukraina bahkan menyakini bahwa militer Rusia yang berada di Ukraina mencapai sekitar 10.000 sampai 15.000 prajurit untuk membantu separatis Ukraina. Rusia sendiri berulang kali membantah telah mengirimkan pasukan reguler ke Ukraina untuk membantu separatis Ukraina, namun beberapa indikasi memperkuat dugaan bahwa pasukan Rusia tengah bertempur di Ukraina, sebab di wilayah Crimea terdapat militer Rusia yang berjaga di gedung-gedung pemerintahan serta bandara internasional milik Crimea (Kompas.com, 2014).

Akar konflik dipicu dari pembagaian kubu, dimana bermula saat presiden Ukraina sebelumnya, Leoinid Kuchma dituduh melakukan korupsi besar-besaran sehingga rakyat Ukraina menuntutnya untuk mundur dari jabatan kepresidenan. Setelah Kuchma menyatakan mundur, terdapat dua kandidat presiden yang berbeda haluan serta masing-masing memiliki suara yang kuat dari rakyat Ukraina. Yuliana Tymoshenko yang berhaluan Barat (yang dimaksud Barat adalah Amerika Serikat, Uni Eropa dan North atlantic treaty Organization), sedangkan Viktor Yanukovych lebih berhaluan ke arah

kerjasama dengan Rusia (Ferdiansyah, 2014:2).

(31)

31 atau dengan Barat. Pada pemilihan presiden tahun 2010, Yanukovych memenangkan suara untuk menduduki kursi presiden setelah mendapat suara sebanyak 49% dibandingkan Tymoshenko yang hanya mendapat 45,5% dari total suara. Basis kedua kubu sendiri masih sama yaitu wilayah Timur yang berbatasan langsung dengan Rusia yang mendukung Yanukovych, sementara pada wilayah Barat yang mendukung Tymoshenko sebagai presiden. Setelah gagal menjadi presiden, Thymoshenko diangkat menjadi perdana menteri dengan mayoritas parlemen dibawah Yanukovych (Ferdiansyah, 2014:3).

Peta 1.3 Pembagian Wilayah Warga Pro Barat dan Pro Rusia

Keterangan :

- Kuning : basis suara Yulia Tymoshenko (Barat) - Biru : basis suara Viktor Yanukovych (Rusia)

(32)

32 yang ditawarkan Uni Eropa sendiri dimaksudkan untuk membantu perekonomian Ukraina, sebab beberapa tahun belakangan Ukraina sedang mengalami krisis, namun Yanukovych lebih memilih untuk bergabung dengan Rusia (Ferdiansyah, 2014:5).

Dari ketidakstabilan sosial dan politik yang terjadi di Ukraina maka Vladimir Putin langsung mengirimkan pasukan militer bersenjata dengan dalih menjaga etnis Rusia yang berdomisili di Crimea. Tetapi selain untuk menjaga etnisnya, ternyata Putin memiliki beberapa keinginan yang diantaranya :

a. Kawasan strategi Laut Hitam di Semenanjung Crimea, wilayah Laut Hitam merupakan salah satu pintu gerbang internasional besar yang sangat penting bagi Eropa serta untuk Asia dan Rusia, sehingga selalu menjadi daya tarik bagi kekuatan-kekuatan besar di dunia. Di negaranya, Rusia tidak memiliki pangkalan laut yang mampu memampung 338 kapal perang. Kawasan Laut Hitam di Crimea merupakan laut hangat serta memiliki kedalaman laut 30 meter yang cocok untuk dijadikan pangkalan laut militer milik Rusia, berbeda dengan laut di sebelah Utara Rusia yang dingin sehingga membutuhkan biaya operasional lebih untuk mengoperasikan kapal-kapal milik Rusia.

(33)

33 Armada laut hitam Rusia terdiri dari 388 kapal perang termasuk 14 kapal selam diesel. Selain itu, terdapat 161 jet tempur di pangkalan udara yang disewa Rusia di Gvardeiskoye sebelah Utara Simferopol dan Sevastopol. Total terdapat 25.000 personel militer Rusia di Ukraina yang belum termasuk staf sipil, jika dihitung juga keluarga mereka yang ikut tinggal di kompleks militer Crimea, total lebih dari 100.000 orang (Viva.co.id, 2014).

c. Menjaga kepentingan berjalannya pipa gas Rusia untuk memasok gas alam di Eropa. Pipa-pipa gas alam Rusia yang mengalir dan terbentang ke Eropa merupakan kekuatan utama Rusia ke depannya. Ketika Rusia menguasai seluruh Ukraina maka Rusia akan memiliki kendali tunggal atas penguasaan berjalannya pipa gas alam yang dimiliki oleh Rusia tanpa harus melalui negara-negara lain (Intan, 2014:4).

3.4Latar Belakang Hubungan Rusia – Ukraina

(34)

34 USSR (Union of Soviet Socialist Republics) yang kemudian mendeklarasikan Republik Uni Soviet. Uni Soviet sendiri adalah manivestasi dari ekspansi dan kolonialisasi Rusia selama berabad-abad, maka Rusia dapat dianggap sebagai Saudara Tua (tyomnokrasnie), sehingga derajat pengaruh nilai-nilai Rusia

menjadi dominan (Wisnu, 2014:6).

Di pertengahan tahun 1920, Uni Soviet mengeluarkan suatu kebijakan baru untuk peremajaan pertanian Ukraina sebagai dampak dari perang dunia. Rezim Soviet juga memperkenalkan Ukrainasasi, yaitu sebagai salah satu kebijakan yang mendukung penggunaan bahasa Ukraina dan pengembangan kebudayaan nasional Ukraina. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan simpati rakyat Ukraina. Tetapi akhir tahun 1920 pemimpin Soviet, Joseph Stalin dengan brutal mencabut kebijakan-kebijakan itu. Para petani telah diperas dan dipaksa untuk menyerahkan hasil pertanian. Akibatnya, terjadi kelaparan yang mengerikan di Ukraina pada tahun 1932 dan 1933 dimana diperkirakan 5 sampai 7 juta orang meninggal dunia (Wisnu, 2014:7).

(35)

35 yang dikenal “Rukh”, mulai menyuarakan kemerdekaan yang akhirnya dicapai pada tahun 1991 (Wisnu, 2014:8).

Walaupun Ukraina telah memperoleh kemerdekaannya dari Uni Soviet pada tanggal 24 Agustus 1991, Ukraina masih berada dibawah pengaruh Rusia. Pada bulan Desember 1991 para kepala pemerintahan dari Rusia, Ukraina dan Belarussia menandatangani pakta yang secara resmi membubarkan Uni Soviet dan menyatakan berdirinya Persemakmuran negara-negara Merdeka (PNM) yang diikuti oleh semua negara-negara bekas Uni Soviet kecuali tiga negara Baltik (Latvia, Estonia, Lithuania) dan Georgia. Hal ini tetap menjadikan Ukraina tetap berada dalam satu keorganisasian dengan Rusia, yang secara tidak langsung dominasi Rusia terhadap Ukraina masih tetap dipertahankan (Wisnu, 2014:8).

(36)

36 dalam sistem politik Ukraina dan pertikaian antar kedua kubu yang pro Barat dan pro Rusia (Wisnu, 2014:8).

Hubungan diantara Rusia dan Ukraina dibangun kembali sesudah Viktor Yanukovych menjadi presiden Ukraina di tahun 2010 dan kedua negara menyetujui perpanjangan penggunaan pelabuhan Laut Hitam di Crimea sampai 2042. Dengan begitu Rusia akan memberikan potongan suplai harga gas untuk 10 tahun kepada Ukraina (Nichol, 2014:46).

Selain itu, terdapat juga perjanjian kerjasama lainnya berupa Traktat Persahabatan antara Rusia dan Ukraina. Dibawah Traktat Persahabatan Kerjasama dan Kemitraan Moskow-Kiev tahun 1997, Rusia mengakui status kepemilikan Sevastopol dan kedaulatan Ukraina. Sebagai balasannya, Ukraina memberikan Rusia hak untuk terus menggunakan pelabuhan Sevastopol bagi Armada Laut Hitam Rusia sampai tahun 2017. Menurut perjanjian antara Rusia dan Ukraina tentang keberadaan Armada Laut Hitam Rusia di wilayah Ukraina, Rusia kapan pun boleh menempatkan 388 kapal Rusia di perairan Simferopol dan Sevastopol (Kompas.com, 2014).

Pada akhir 2013, Rusia menunjukan kemampuan pasukannya dibandingkan Ukraina. Dimulai pada Agustus 2013, sebagaimana hal ini memungkinkan Ukraina untuk mensepakati perjanjian dengan Uni Eropa (yang dimasukan kedalam zona bebas perdagangan), Rusia dilarang mengimpor cokelat kepada Ukraina dari perusahaan yang disponsori (AA) Association Agreement dan sementara membantu Ukraina untuk mengekspor

(37)

37 memperingatkan bahwa jika Ukraina menandatangani zona bebas perdagangan tersebut maka hal itu akan membantu mengurangi lebih banyak gangguan terhadap ekspor barang dari Ukraina ke Rusia. Dibawah tekanan seperti ini pemerintahan Ukraina mengumumkan hanya sebelum hari perencanaan penandatanganan perjanjian pada november 2013, hal itu akan menimbulkan fakta bahwa berbenturan di jalur perdagangan dengan Rusia. Pertukaran pemerintahan memicu terjadinya demonstrasi anti pemerintah di Ukraina menyebabkan runtuhnya rezim Yanukovych pada Februari 2014 (Nichol, 2014:46).

- Kesepakatan Tentang Distribusi Gas antara Rusia dan Ukraina

Pemerintah Ukraina mempunyai kesepakatan dengan pemerintah Rusia tentang distribusi gas, kesepakatan tersebut dioperasikan bersama oleh perusahaan gas Ukraina, Naftogaz dan perusahaan Rusia, RosUkrEnergo yang sebagian sahamnya dimiliki perusahaan energi Rusia, Gazprom yang mana perusahaan baru itu pada tahun ini akan mengirim hingga 40 milar kubik meter gas dari turkmenistan dan sekitar 22 miliar kubik meter gas dari Rusia pada harga US$95 juta per 1.000 meter kubik gas (Bethel, 2014:7).

(38)

38 dengan Rusia. Harga diskon gas 280 dolar per seribu meter kubik untuk Ukarina merupakan sebuah intensif besar, akan tetapi harga itu melonjak naik menjadi 485 dolar setelah Yanukovych digulingkan dan kenaikan 42 persen harga gas Rusia merupakan sebuah pukulan berat bagi ekonomi Ukraina. Pemerintah Ukraina sendiri sangat sulit untuk bisa melepaskan pengaruh dari Rusia karena karena 60 persen kebutuhan gas Ukraina dikirim dari Rusia (Bethel, 2014:8).

3.5Perbedaan Crimea Dari kota Lain di Ukraina

a. Semenanjung Crimea merupakan kota yang saat ini dijadikan basis oleh pemerintahan Rusia untuk melakukan penyerangan militer ke Ukraina. Kawasan ini dikenal sebagai wilayah pro-Rusia walaupun berada di wilayah Ukraina baik secara geografis, sejarah dan politiknya.

b. Semenanjung Crimea yang mengarah condong ke Laut Hitam, hampir berdekatan dengan negara Rusia. Kondisi Laut hitam yang hangat, berbeda dengan laut di bagian Utara Rusia yang dikenal dingin membuat Rusia harus mengeluarkan banyak biaya untuk pengoperasian kapal perang Rusia.

c. Selama 14 tahun sejak tahun 1921, Crimea berada di bawah kekuasaan Uni Soviet dengan status Otonomi, namun pada 1945 atas campur tangan Nikita Khrushchev, Crimea akhirnya menjadi bagian dari negara Ukraina. d. Pada saat Uni Soviet pecah tahun 1991, Crimea akhirnya berada di negara

(39)

39 Crimea merupakan etnis Rusia sehingga sering terjadi pertikaian antara etnis Rusia dan warga asli Ukraina (Detik.com, 2014).

3.6Vladimir Putin dan Kebijakan Terkait Intervensi Militer di Ukraina

Sejak Vladimir Putin menjadi Presiden pada periode kedua di tahun 2004 Rusia perlahan bangkit menjadi suatu kekuatan baru. Dari segi domestik hal pertama yang Putin lakukan yakni sesegera mungkin mengevaluasi kinerja ekonomi, Putin juga mulai mencegah oligarki yang sudah mengontrol sebagian besar kekuatan ekonomi Rusia, bahkan politik Rusia. Pemerintahan lebih terkonsolidasi dengan terjadinya kenaikan harga minyak dan gas dunia yang telah membantu menstabilkan ekonomi Rusia dan memberikan dana untuk melakukan modernisasi sehingga membawa Rusia kembali menjadi negara kuat dalam ekonomi maupun militer seperti yang diinginkan oleh Putin (Indriyanto, 2012:1).

Dengan kekuatan militer, senjata nuklir, sumber energi yang besar dan luasnya wilayah yang dimiliki, Rusia berusaha memainkan peran dalam keseimbangan politik dan keamanan yang sempat memudar. Betapa tidak, Putin relatif mampu memulihkan harga diri Rusia sampai jauh pada dekade 1999-an dalam tempo yang cepat. Dari negara yang hampir kehilangan kontrol atas kekayaan alam, Rusia menjadi negara kaya dan makmur, setelah menguasai kembali kekayaan yang berlimpah ruah (Indriyanto, 2012:1).

(40)

40 selalu dilancarkan Barat terhadap apa yang oleh Rusia dianggap sebagai urusan dalam negerinya. Rusia memperlihatkan kesan ingin tampil untuk bisa didengarkan di kancah perpolitikan dunia sebagai negara kuat. Putin menyadari bahwa Rusia harus terlebih dahulu menjadi sebuah negara yang memiliki eksistensi bukan saja di dalam negeri tetapi Rusia juga harus memiliki eksistensi dalam posisi internasional dan jika Crimea bergabung dengan Rusia maka selain kepentingan gas yang paling pertama adalah armada Laut Hitam Rusia yang akan semakin kuat (Indriyanto, 2012:1).

3.6.1Politik Energi Rusia

Gambar 1.4 Aliran Gas Rusia yang Dialirkan ke Ukraina dan Eropa

(Sumber :voaindonesia.com, 2014)

(41)

41 tersebut memuncak pada Januari 2006 sejak Rusia menghentikan pasokan gas ke Ukraina. Pemutusan suplai gas alam ini berdampak buruk bagi Eropa karena jaringan pipa gas yang melalui Ukraina memasok kurang lebih seperlima dari total kebutuhan gas di Eropa. Tercatat tujuh negara di Eropa Tengah dan Barat termasuk Italia dan Perancis kehilangan 14 persen dan 40 persen pasokan gas alamnya. Dimana hal inilah sebagai salah satu usaha Rusia mempertahankan pengaruhnya di negara tersebut sejak terpilihnya presiden Ukraina yang pro-Rusia, Yuschenko pada tahun 2006-2009. Setelah tiga hari menghentikan sementara pasokan, Gazprom dan perusahaan gas Ukraina yaitu Naftogaz mencapai kompromi yang menyertakan pencampuran gas Rusia dengan gas Asia Tengah yang lebih murah (Ferdiansyah, 2014:7).

(42)

42 Ukraina hanya 84 miliar m³ per tahun dan Kiev mendapat imbalan ’’hanya’’ 3 miliar dolar. Terlepas dari sumber ketegangan antar dua negara itu, jelas ada maksud tersendiri bagi Rusia untuk mempersulit impor energi gas setelah dipilihnya presiden anti Barat Yuschenko, hal tersebut membawakan hasil setelah Yanukovich terpilih menjadi presiden Ukraina dari pemilu tahun 2010, dan diakui oleh pemerintahan Rusia (Ferdiansyah, 2014:7).

Kekuatan Rusia terlihat jelas dengan cadangan minyak sekitar 5% atau 6,5 miliar ton dimana perusahaan-perusahaan industri besar yang di kontrol oleh para pemimpin Rusia merupakan subjek yang berpengaruh ke negara-negara barat. Kepribadian dan perpolitikan dari para pemimpin Rusia yang tergantung pada perusahaan-perusahaan energi tersebut di tahun 2012, setengah dari total pendapatan Rusia berasal dari minyak dan gas alam (Nichol, 2014:35).

Dibawah kepemimpinan Presiden Putin, Rusia gencar memanfaatkan kekayaan alam, dalam hal ini terutama gas sebagai senjata politik dan ekonomi, kesempatan itulah Rusia dibawah Putin mendapatkan kepercayaan diri akan kekuasaan yang lebih berkembang dan lebih luas yang berpengaruh pada kemakmuran generasi baru ekspor gas untuk Eropa (Nichol, 2014:35).

3.6.2Politik Luar Negeri Rusia

(43)

43 yaitu sebuah konsep yang menekankan kedaulatan dan kemandirian Rusia dari Barat dan menyatakan bahwa Rusia memiliki demokrasi yang setara namun berbeda dengan demokrasi sebagaimana yang di definisikan dan di terapkan di Barat. Pada era Vladimir Putin, Rusia membuat prinsip kebijakan luar negeri yang berdasarkan pada lima prinsip ketika mewujudkan kebijaksanaan luar negeri Federasi Rusia, yakni :

a. Rusia mengakui prioritas prinsip-prinsip dasar hukum internasional, yang menentukan hubungan antara

rakyat-rakyat beradab. Rusia akan memajukan hubungan dengan

negara-negara lain pada prinsip-prinsip dan konsepsi hukum

internasional tersebut.

b. Dunia harus tetap menjadi multipolar. Unipolaritas tidak dapat di terima. Dominasi tidak dapat diberi izin. Rusia tidak

dapat menerima tata tertib dunia dimana semua keputusan

diambil oleh satu negara saja, bahkan kalau Rusia terlalu

begitu serius dan berwibawa seperti Amerika Serikat, Rusia

menganggap dunia seperti tidak stabil dan diancam

sengketa.

c. Rusia tidak ingin mengkonfrontasi dengan negara apapun juga. Rusia tidak ingin mengasingkan diri. Rusia akan

(44)

44 Rusia dengan Eropa, Amerika Serikat dan dengan

negara-negara lain di dunia.

d. Prioritas Rusia yang pasti adalah pembelaan hidup dan martabat manusia warga negara Rusia dimanapun mereka

berada. Inilah dasar kebijaksanaan luar negeri Rusia. Rusia

juga akan melindungi usahawan Rusia diluar negeri. Dan

semua harus paham kalau siapapun yang membuat serangan

agresif, pastilah akan dibalas.

e. Rusia seperti negara-negara dunia lain, menentukan kawasan-kawasan dimana dan Rusia mempunyai

kepentingan istimewa. Di kawasan-kawasan itu terletak

negara-negara yang secara tradisional berdekatan dengan

Rusia dengan hubungan bersahabat dan baik hati, hubungan

sejarah istimewa. Rusia akan bekerja di kawasan-kawasan

seperti itu dengan penuh perhatian dan akan memajukan

hubungan demikian dengan negara tetangga ini. Inilah dasar

politik luar negeri Rusia (Kedutaan Federasi Rusia untuk

Republik Indonesia, 2008:1-2).

3.7Gambaran Umum Geopolitik dan Geostrategi Rusia

3.7.1Geopolitik Rusia

Istilah geopolitik di artikan sebagai :

(45)

45 fisik manusia. Dengan demikian geopolitik mencakup berbagai peringkat determinisme historis yang didasarkan pada faktor geografi” (Plano dan Olton, 1999:81).

Dari pengertian di atas dapat dilihat bahwa geopolitik merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh negara-negara di dunia dalam rangka memperebutan kekuasaan dan eksistensi negaranya di dunia yang dilihat dari posisi letak geografis negaranya dalam peta dunia.

Sebagaimana yang dirumuskan oleh Halford McKinder pada tahun 1904 tentang teori Heartland. Dalam teori ini McKinder menjelaskan bahwa : “geopolitik (aktor) yang mendominasi heartland akan memiliki potensi geopolitik dan ekonomi yang diperlukan untuk

akhirnya mengendalikan dan menguasai dunia ” (McKinder, 1904:1).

Kawasan ini dianggap demikian karena memiliki banyaknya kekayaan gas alam dan minyak bumi yang luar biasa. Heartland terdiri dari kawasan Asia Tengah dan sebagian kawasan Timur Tengah. Pada kenyataannya kawasan tersebut merupakan negara bekas eks-Uni Soviet dimana Rusia menjadi pecahan terbesar dan saat ini bahwa Rusia merupakan sebuah negara supplier gas alam terbesar di Eropa.

3.7.2Geostrategi Rusia

(46)

46 kepentingannya sebagai sebuah kekuatan baru di Eropa secara keseluruhan maka harus dilakukan dari tempat yang paling dekat dengan negaranya yaitu Crimea, Ukraina (Intan, 2014:3).

Selain itu, Kedekatan antara Vladimir Putin dan Viktor Yanukovych serta kepemimpinannya yang diakui oleh pemerintahan Rusia merupakan strategi yang jalankan untuk bisa melarang Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa, yang akan menguntungkan Rusia karena Ukraina akan berpihak kepada Rusia dan bukanlah dengan Barat, sehingga lebih mudah untuk menjalankan kepentingan Rusia untuk menjadikan Rusia sebagai sebuah kekuatan baru (Intan, 2014:4).

Ke depannya, kekayaan alam yang dimiliki oleh Rusia dapat digunakan sebagai sebuah senjata tersendiri bagi Rusia ketika banyak negara yang akan menentang usaha perealisasian geopolitik yang dilakukan Rusia melalui Crimea. Kepentingan geostrategi Rusia yaitu untuk menjaga kepentingan berjalannya pipa gas Rusia untuk memasok gas alam ke Eropa, ketika Rusia menguasai seluruh wilayah Crimea maka Rusia akan memegang kendali utama atas penguasaan berjalannya pipa gas alam yang dimiliki oleh Rusia tanpa harus melalui negara-negara lain salah satunya Ukraina (Intan, 2014:4).

3.8Latar Belakang Sejarah Hubungan Bilateral Rusia – Amerika Serikat

(47)

47 khususnya untuk mencegah proliferasi senjata pemusnah massal. Dimasa lalu, ketegangan Amerika – Rusia berada pada masalah seperti pembesaran NATO (North Atlantic Treaty Organization) dan pembesaran rudal Amerika yang diusulkan di Eropa Timur, serta di dampingi oleh beberapa kerjasama antara kedua negara di bidang terorisme dan nonproliferasi. Konflik kedua negara kembali terjadi setelah Rusia berkonflik dengan Georgia, namun kedua negara kembali mengatur ulang hubungan dan memuji langkah-langkah penandatanganan perjanjian strategis pada Agustus 2012: dan perusahaan Rusia di Afganistan sebagai penanda sukses kembalinya penetapan hubungan bilateral kedua negara (Graham, 2008:5).

(48)

48 antara Amerika – Rusia (diikuiti dengan deklarasi bersama janji kemitraan strategis) (Graham, 2008:5).

Sebaliknya, sekarang Amerika dan Rusia berbagi sekumpulan tantangan strategis yang umum. Rusia berdasarkan peran globalnya harus membangun hubungan baru dengan Eropa yang luas dan mendalam: kedua negara harus menemukan cara untuk mengatasi meningkatnya ketidakstabilan di Timur Tengah, tantangan untuk keamanan energi yang menyiratkan. Selain itu, kedua negara juga harus berurusan dengan sisi gelap dari pemerintahan global seperti Perserikatan Bangsa Bangsa, Grup-8, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (Graham, 2008:5).

Terdapat beberapa perbedaan mendalam dalam cara Amerika Serikat dan Rusia berpikir dalam globalisasi (misalnya, memperhitungkan peran demokrasi atau Perserikatan Bangsa-Bangsa). Tapi masing-masing negara perlu bertanya betapa pentingya mencapai tujuan strategis, sebagai contoh :

a. Kedudukan mereka sebagai dua negara terkemuka tenaga nuklir di dunia, Amerika Serikat dan Rusia masing-masing sangat diperlukan untuk berurusan dengan masalah proliferasi senjata pemusnah massal, terorisme, dan stabilitas nuklir.

(49)

49 c. Dinamika ekonomi global memerlukan untuk menggambungkan Rusia, Cina, India, dan lain-lain ke peran yang lebih penting dalam mengelola ekonomi global.

d. Di Asia Timur, untuk menciptakan keseimbangan baru yang menguntungkan, Rusia memiliki minat pada kekuatan negara untuk bertindak sebagai moderator yang berpengaruh terhadap Cina, dan Amerika Serikat memiliki kepentingan tanpa kehadiran Rusia yang lemah di Serbia dan Timur Rusia, wilayah yang kaya sumber daya alam, bahan bakar ekonomi modern.

e. Di Timur Tengah, Amerika Serikat dan Rusia memiliki tuas yang dapat membantu mempromosikan stabilitas.

f. Di Eropa, energi Rusia sangat penting untuk kesejahteraan ekonomi, dan Amerika Serikat tetap penting untuk keamanan dan stabilitas.

g. Pada berbagai isu-isu seperti energi nuklir, sipil, penyakit pendemi, perubahan iklim, masing-masing negara mampu membuat kontribusi besar dalam bakat ilmiah yang luas oleh masing-masing negara.

h. Dalam negara-negara bekas Uni Soviet, kedua negara akan saling membangun keamanan yang terus berlangsung dan srtuktur ekonomi (Graham, 2008:5).

(50)

50 pasca kekalahan dalam perang dingin, keadaan internal Rusia mengalami kondisi politik yang tidak stabil dan terdapat ketidakpastian. Sedangkan Amerika Serikat sebagai pemenang perang perlu merumuskan kebijakan yang mampu memberikan pengaruh kepada internal kepemimpin politik di Rusia. Interaksi yang terjalin menjadi sebuah kemampuan kedua belah pihak untuk mencegah krisis yang serius dalam hubungan bilateral, meskipun begitu, selalu terdapat potensi bahaya dan resiko yang mengancam kedua negara. Selama lebih dari 200 tahun, Rusia dan Amerika Serikat telah berbagi hubungan diplomatik multi-faceted, pada satu titik bahkan berbagai perbatasan Barat ketika Rusia memiliki pemukiman di Fort Ross, California. Selama periode ini, kedua negara telah bersaing untuk mempengaruhi politik dan ekonomi, dan bekerjasama untuk memenuhi tantangan global secara bersama (state.gov).

(51)

51

3.8.1Kerjasama di Bidang Militer

Basis keamanan di suatu negara seringkali dirujuk kepada pertahanan dan kekuatan militer negara tersebut, Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara pemenang perang muncul menjadi kekuatan raksasa. Amerika Serikat dan Rusia dalam waktu singkat memang pernah menjalin persahabatan diantara keduanya, namun kemudian muncul antagonisme diantara mereka. Dimana terdapat dua karakter pada periode ini, Pertama, adanya keprihatinan akan ambisi rivalnya yang menimbulkan pesimisme. Kedua, Amerika Serikat dan Uni Soviet memiliki kekuatan militer yang sangat kuat. Bubarnya Uni Soviet ini menandai berakhirnya perang dingin dengan kemenangan di pihak Amerika Serikat (Nirzana, 2014:1).

Rusia sebagai salah satu negara pecahan Uni Soviet merupakan negara yang berhasil menjadi raksasa militer dunia menyusul Amerika Serikat. Walaupun anggaran militer Amerika Serikat jauh lebih banyak dari Rusia, yakni rata-rata 524 juta dolar untuk Amerika dan 42,5 juta dolar untuk Rusia setiap tahunnya antara 2000-2008 yang menjadikan Amerika Serikat berada diperingkat pertama negara yang mengeluarkan anggaran militer terbesar di dunia, namun Rusia yang berada diperingkat ketiga mampu mewarnai dinamika keamanan global dengan kebijakan pertahanan yang diberlakukan (Nirzana, 2014:1).

(52)

52 tempur, angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara dengan jumlah yang mendominasi dengan teknologi yang mutakhir. Rusia sebagai negara yang pernah mendapatkan predikat super power masih memiliki kekuatan militer besar dan menjadi ancaman nyata bagi Amerika. Oleh karena itu perilaku keduanya menjadi sorotan dunia internasional dan dinamika hubungan mereka masih signifikan terhadap keamanan global (Nirzana, 2014:1-2).

Secara kusus, pada hubungan militer kedua negara, Laksamana Mullen, Ketua Gabungan Kepala Staf Umum dan Makarov Kepala Pertahanan untuk Federasi Rusia menandatangani kerangka kerja strategis baru untuk keterlibatan milter ke militer antara Amerika Serikat dan Federasi Rusia. Perjanjian ini akan memungkinkan dimulainya kembali kegiatan bilateral yang telah ditanggukan sejak Agustus 2008. Kerangka baru ini akan mengatur kondisi yang meningkatkan kerjasama militer ke tingkat yang baru dan memperdalam saling pengertian antara pasukan bersenja Amerika Serikat dan Federasi Rusia (whitehouse.gov).

(53)

53 Fakultas Rusia Akademi Angkatan Darat di Amerika Serikat di Ft. Leavenworth, dan pelatihan perang angkatan laut yang dilakukan oleh Akademi Angkatan Laut Kuznetsov dan Naval War College milik Amerika Serikat. Selain itu, Komando Eropa – Amerika Serikat dan Departemen Pertahanan Rusia telah sepakat bertemu guna merencanakan rencana kerja yang kuat dan lebih ambisius untuk tahun 2010 (whitehouse.gov).

Hubungan bilateral Rusia – Amerika Serikat di bidang pertahanan dan keamanan yang sudah dibangun akhirnya rusak karena disebabkan oleh intervensi yang dilakukan Rusia pada tahun 2014, dimana sebelumnya kedua negara sudah bersepakat untuk menjalin kerangka kerja untuk keterlibatan militer ke militer, namun gagal setelah Obama mengambil keputusan untuk mengakhiri kerjasama tersebut (whitehouse.gov).

3.8.2Kerjasama di Bidang Ekonomi

(54)

54 mempunyai pasar yang besar di Amerika dengan nilai ekspor mencapai $26,96 pada tahun lalu (Tempo.co,2014).

Amerika Serikat adalah salah satu mitra dagang utama Federasi Rusia, meskipun hubungan komersial yang tidak sesuai dengan potensi ekonomi kedua negara. Pada tahun 2012 perdagangan bilateral kedua negara mencapai $39,9 milyar. Sedangkan pada tahun 2011 perdagangan bilateral kedua negara mencapai $42,9 miliar, sehingga pada tahun 2012 terjadi penyusutan perdagangan kedua negara sebesar $3 miliar. Ekspor Rusia mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2012 (Embassy Russian Federation Washington DC, 2014:1).

(55)

55

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

4.1Pembahasan

4.4.1Kepentingan Rusia di Ukraina

a. Kepentingan Geopolitik

Faktor geografis dalam hubungan antar negara menjadi sangat penting di dalam stabilitas politik, terutama jika menyentuh ranah strategi kebijakan luar negeri. Faktor ini tentu tidak terlepas dari nilai-nilai yang ada pada sebuah geografis yang dapat mendorong pembentukan arah kebijakan luar negeri yang bergantung pada aktifitas diplomasi dan strategi militer jika terdapat ketidakstabilan politik yang dapat memicu lahirnya sebuah konflik. Perubahan nilai geografis yang diikuti kepentingan-kepentingan politik dapat memicu arah kebijakan strategi sebuah negara dan diikuti oleh negara-negara lain sebagai bentuk perimbangan atau respon atas manuver geostrategi negara lain. Kondisi ini tentu tidak terlepas dari cara pandang pembuat kebijakan dan perencana strategi di dalam menganalisa lingkungan fisik tempat negaranya berada.

(56)

56 sumber daya alam, rute perdagangan dan bahkan perebutan wilayah teritori. Dengan kata lain dapat dijelaskan sebagai berikut;

“Geopolitik, merupakan sebuah hampiran untuk memahami politik luar negeri dengan menekan upaya untuk menerangkan dan meramalkan perilaku politik serta kapabilitas militer dalam terminologi lingkungan fisik manusia. Dengan demikian geopolitik mencakup berbagai peringkat determinisme historis yang didasarkan pada faktor geografi” (Plano dan Olton, 1999 : 81).

Berdasarkan konsep diatas dapat dilihat bahwa geopolitik merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh negara-negara di dunia dalam rangka perebutan kekuasaan dan eksistensi negaranya yang dilihat dari posisi letak geografis dalam peta dunia.

Menurut peneliti, Rusia yang dulunya disebut sebagai Uni Soviet, maka kepentingan geopolitik Rusia akan melihat kembali kepada masa kejayaan Uni Soviet dulu, dimana Uni Soviet sendiri terpecah menjadi 15 negara merdeka sampai saat ini. Disini peneliti melihat sejarah dari bangsa Rusia tidak dapat dilepaskan dari masa Soviet serta terdapat aktor-aktor yang tidak dapat mereka lupakan begitu saja seperti Lenin dan Stalin.

(57)

57 Jika dilihat dari apa yang dilakukan oleh Rusia di Ukraina maka peneliti dapat mengatakan bahwa dengan melihat kepentingan politik pada masa Soviet, Rusia merasa bahwa Ukraina seharusnya kembali menjadi bagian dari Rusia yang dahulu terpecah. Dengan berkaca dari teori McKinder mengenai heartland maka Rusia sedang mengusahakan untuk menguasai Eropa dengan cara melebarkan sayapnya dengan melihat kepentingan geopolitik yang dikatakan oleh McKinder. Rusia juga melakukan hal ini untuk menjaga eksistensinya dan menjadi negara yang memiliki hegemoni di kawasan tersebut, selain untuk menghalau hegemoni Amerika Serikat.

b. Kepentingan Geostrategi

Tahap kedua adalah geostrategi, dimana merupakan faktor-faktor apa saja yang dapat diperhitungkan dalam menentukan strategi untuk mencapai kepentingan geopolitik. karena kedekatan geografis dan demografi merupakan faktor yang sangat penting dalam rangka menentukan kebijakan geostrategis. Rusia sangat memperhitungkan, jika ingin menguasai Eropa secara keseluruhan maka harus dilakukan dari tempat yang paling dekat dengan negaranya, yaitu Crimea, Ukraina.

(58)

58 a. Dimulai dari kedekatan Rusia dengan Crimea serta wilayah tersebut yang didominasi oleh etnis Rusia, menjadi perhitungan pertama yang dilakukan oleh Rusia untuk mendapatkan Crimea dan menjadi bagian dari Rusia.

b. Kedekatan presiden terguling Ukraina Viktor Yanukovych dengan presiden Rusia Vladimir Putin membuat Ukraina lebih cenderung dekat dengan Rusia dibandingkan negara-negara Barat. Dimana Yanukovych membatalkan kerjasama ekonomi dengan Uni Eropa sehingga menimbulkan pro-kontra bagi masyarakat Ukraina. Terlepas dari tindakan membatalkan kerjasama dengan Uni Eropa serta konflik internal yang dialami Ukraina, tindakan yang dilakukan Yanukovych sangat menguntungkan Rusia sehingga lebih mudah untuk menjalankan geopolitik yang telah dirusmuskan.

(59)

59

4.4.2Pentingnya Mempertahankan Dominasi atas Ekspor Gas ke Eropa

Tabel 1.5 Profil Gas Alam Rusia Tahun 2000-2008

Sumber : www.EIA.gov

Politik energi digunakan sebagai jalan bagi Rusia untuk mencegah meluasnya pengaruh Amerika Serikat dan Uni Eropa di Kawasan Eropa. Sekaligus sebagai sumber ekonomi yang potensial bagi Rusia. Hal tersebut menjadikan politik energi menjadi hal yang penting untuk sebagai bentuk instrumen dalam politik luar negeri Rusia.

Produksi gas alam Rusia cenderung meningkat. Dari tabel di atas terlihat jelas dari tahun 2000-2008 produksi Rusia stabil di atas 19000 billion cubic feet. Bahkan, meningkat hingga kisaran angka 21000

billion cubic feet pada tahun 2008. Hal ini mengakibatkan konsumsi gas

(60)

60 billion cubic feet. Angka tersebut menempatkan Rusia sebagai negara

dengan konsumsi gas alam terbesar ketiga di dunia.

Meskipun dengan konsumsi yang besar, Rusia tetap mampu menjadi negara dengan nilai ekspor terbesar di dunia. Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa ekspor gas alam Rusia sepanjang tahun 2000-2008 stabil diatas angka 6000-8000 billion cubic feet. Bahkan, data yang ada menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun.

Adapun tujuan ekspor utama dari gas alam Rusia ialah negara-negara di kawasan Eropa. Hal ini dikarenakan faktor kebutuhan Eropa terhadap gas alam yang sangat tinggi untuk kebutuhan rumah tangga dan juga industri. Kondisi iklim juga sangat berpengaruh terhadap tingginya kebutuhan Eropa terhadap gas alam serta faktor yang menjadi penentu kebijakan mempertahankan politiknya gasnya ke Eropa karena negara-negara Eropa umumnya adalah negara-negara industri dengan konsumsi energi fosil yang besar. Namun, hal itu tidak diikuti oleh ketersediaan sumber daya alam yang cukup.

(61)

61 Eropa merupakan konsumen terbesar gas alam Rusia. Bahkan beberapa negara seperti di Kawasan Skandinavia menggantungkan 100% kebutuhan gas alamnya pada Rusia. Selain itu, Pemerintah Rusia mampu menguasai keseluruhan pengelolaan industri gas alamnya dari tahapan eksplorasi, produksi, distribusi hingga konsumsi. Pemerintah melalui Gazprom BUMN yang khusus menangani industri gas berhasil menyelaraskan kepentingan politik sekaligus motif ekonomi dalam pengelolaan industri gas alam Rusia. Berikut adalah daftar negara konsumen gas alam Rusia di Eropa menurut Gazprom (2011).

Tabel 1.6 Nilai Impor Negara-negara Konsumen Gas Alam Rusia

(62)

62 Sumber :

http://uk.reuters.com/article/2012/01/30/russia-gas-table-idUKL5E8CU1NX20120130.

4.4.3Perbedaan Politik Rusia dan Hubungan Dengan Amerika Serikat

Untuk pertama kalinya Rusia melakukan pencaplokan wilayah dengan mengatasnamakan etnis Rusia di Crimea, sama halnya dengan cara yang dilakukan oleh Barat (Amerika Serikat) untuk melakukan intervensi ke Afganistan dan Irak serta negara lainnya, namun disini terdapat perbedaan, dimana Amerika Serikat menyatakan melindungi Hak Asasi Manusia sedangkan Rusia untuk melindungi Etnisnya. Putin sudah cukup mempelajari kesalahan yang dilakukan oleh Uni Soviet dimasa lalu, dan sekarang Putin melakukan cara Rusia dengan gaya Barat.

Amerika menyadari bahwa Rusia bertindak seperti apa yang dianggap sesuai dan dikehendaki Rusia, tanpa menyisakan kesempatan untuk berkompromi, sebab begitu pentingnya Ukraina bagi Rusia membuat Putin tidak mau mengambil tindakan lama. Sebaliknya Amerika tidak terbiasa dengan sikap yang dilakukan Rusia, Amerika pun berusaha untuk membuat Rusia menjadi lunak dengan sejumlah sanksi tegas.

(63)

63 sendiri dianggap berharga dan dirasa penting. Sebab Amerika adalah negara kuat dan paling maju di dunia serta memiliki banyak pengaruh dan sumber daya. Dalam prakteknya Rusia tidak pernah menggunakan sumber daya Amerika untuk keuntungannya sendiri, dan pada kenyataanya, hal itu tidak mungkin terjadi, sebab bagaimanapun Amerika tidak siap bekerjasama dengan Rusia sebagai mitra setara sementara Rusia tidak jelas akan pernah bersedia mengakui Supremasi Amerika Serikat.

Rusia memiliki batasan untuk hal-hal yang dianggap penting, termasuk Ukraina dan tindakan Rusia terkait pengiriman militer di Crimea tidak dapat dinegosiasikan. Tujuan tindakan Rusia bukan hanya untuk menentang Eropa dan Amerika, namun yang dilakukan memungkinkan Rusia mengingatkan pihak lain tentang garis batas-batas tersebut dalam arti bekas negara pecahan Rusia yang tidak ingin dilepas begitu saja oleh Rusia serta sifatnya yang mengayomi negara-negara yang berada sekitarnya. Dalam hal lain, Rusia tidak otomatis menjadi lawan Amerika.

(64)

64 Washington tetap menjadi anggota utama dan memanggul tanggung jawab utama. Tetapi Rusia tidak menyerah untuk mempertahankan sikap dalam hal yang kepentingannya yang berbeda. Model ini dirasa normal untuk hubungan antar dua kekuatan besar yang tidak bersekutu.

Dari sisi militer, terdapat kemampuan pada mitra lainnya sebagai segitiga negara adidaya: Cina - Amerika Serikat - Rusia. Kekuatan setiap titik dari segitiga ini tergantung pada hubungan dengan negara lainnya, dimana sudut yang kehilangan hubungan dengan salah satu sudut lain akan menjadi lemah serta lebih bergantung pada sudut lain. Dalam hal ini, Rusia harus mempertahankan hubungannya dengan Amerika sebagai cara untuk menjaga keseimbangan dengan China serta meningkatkan mitra Cina terhadap Rusia.

(65)

65 Hal ini terlihat jelas dari data yang diterbitkan oleh Bank Dunia pada bulan Juli 2012, Rusia jauh berhasil dari pada sebagian besar negara maju dalam memerangi krisis ekonomi global. Berdasarkan PDB yang disesuaikan dengan daya beli (PPP), Rusia berada diatas semua negara Uni Eropa pada tahun 2012 (www.EIA.gov).

Di lain sisi, jika dilihat tujuan utama Rusia tidak lain adalah ingin menguasai dengan memberikan pengaruh kepada negara-negara Eropa bahkan Amerika Serikat. Rusia secara tidak langsung memposisikan diri sebagai negara yang mendominasi dengan memiliki pengaruh yang besar di bekas negara-negara pecahan Uni Soviet (Rusia berusaha mengangkat citranya sebagai negara adidaya/super power).

4.4.4Kepentingan Amerika Serikat

Selain Rusia, Amerika Serikat memiliki kepentingan tersendiri di Semenanjung Crimea. Tentunya sangat menguntungkan bagi Amerika, sebab jika dapat menguasai Laut Crimea maka akan dengan mudah bagi Amerika untuk berkuasa sebagai negara yang memiliki hegemoni global dan mempertahankan eksistensinya dengan memperluas pengaruh di bidang produksi pangan, teknologi, dan sistem ekonomi liberal kapitalis di Eropa, khususnya Ukraina.

(66)

66 ketersediaan energi bagi Eropa dan Amerika Serikat dapat terjamin. Penggunaan energi menjadi salah satu kebijakan yang kemudian diambil untuk mempertahankan stabilitas perekonomian Amerika, sebab tingkat kebutuhan energi yang tinggi akan mengakibatkan tingginya harga minyak, membuat diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan energi terhadap suplai minyak menjadi kepentingan Amerika Serikat (Rosenberg, 2014:1).

Seperti yang di katakan (Elisabeth, dkk, 2011:68). Kepentingan Amerika diperkuat setelah datangnya krisis ekonomi global akhir September 2008 yang dipicu oleh bangkrutnya sejumlah institusi keuangan Amerika sebagai akibat kegagalan kredit perumahan standar rendah (subprime mortgage) sebesar US$6 triliun. Krisis ekonomi tersebut tidak saja menyebabkan kesulitan besar bagi ekonomi Amerika, tetapi juga memunculkan kemenangan atas kebenaran klaim kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal Amerika atas ideologi-ideologi lainnya di dunia pasca perang dingin.

(67)

67

4.4.5Hubungan Bilateral Rusia – Amerika Serikat Pasca Intervensi yang

Dilakukan Rusia

Aksi sepihak yang dilakukan Rusia dengan mengintervensi Ukraina dikecam oleh negara-negara Barat dan khususnya Amerika Serikat, karena tindakan tersebut dianggap telah melanggar kedaulatan Ukraina dan Hukum Internasional. Hal ini dijawab oleh Vitaly Churkin, utusan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahwa intervensi militer Rusia di Crimea dilakukan atas permintaan Yanukovych. Yanukovych yang menganggap dirinya masih sebagai presiden sah Ukraina meminta bantuan Rusia untuk menjaga keamanan dan ketertiban negaranya (Intelac.info). Tetapi apapun alasannya, tetap saja Amerika menganggap intervensi militer tidak dibenarkan mengingat bahwa aksi ini bukan hanya membahayahkan Ukraina tetapi juga Crimea sebagai wilayah yang masih masuk kedalam teritorial Ukraina.

Gambar

Gambar 1.1 Peta Wilayah Ukraina
Gambar 3.1 Peta Etnis Rusia yang Berdomisili di Ukraina
Gambar 1.4 Aliran Gas Rusia yang Dialirkan ke Ukraina dan Eropa
Tabel 1.5 Profil Gas Alam Rusia Tahun 2000-2008
+2

Referensi

Dokumen terkait