• Tidak ada hasil yang ditemukan

TULISAN PERHITUNGAN PENENTUAN AWAL BULAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TULISAN PERHITUNGAN PENENTUAN AWAL BULAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

TULISAN

PERHITUNGAN PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIYA ( Hisab Hakiki)

Mata Kuliah ILMU FALLAK

Dosen Pengampu: Bapak Basthoni

Disusun oleh

Siti Faila Sighnorina

(1602036172)

PRODI HUKUM EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM WALISONGO

SEMARANG

(2)

1. AWAL BULAN R. AWAL 1443 H

3. KONVERSI TANGGAL

29 Shafar 1443 H

Anggaran Gregorius 13 Hari

JUMLAH 738.085 Hari

Waktu yang berjalan =

(3)

5. FIB terkecil tanggal = 7 Oktober 2021 M = 0,25763

12. Perkiraan Matahari terbenam di pantai Moro Demak pada 7 Oktober 2021 M -tan (lintang) 1,162402057

tan (deklinasi) -0,09820749 sin (h) -0,01646059 cos (lintang) 0,652164561 cos (deklinasi) 0,995212249 cos t -0,13951794

(4)

12 - e = 11 47 49

t : 15 = 6 32 4,7886646 +

18 19 53,788665

bujur : 15 = 5 19 49,866667 -

Perkiraan Matahari terbenam 13 0 3,9219979 GMT 13. Data dari Ephemeris pada jam 13 : 0 : 3,92 GMT

Deklinasi Matahari jam 13:0:3,92

GMT -12° 57 37,054472 Semi Diameter Matahari (SDm)

SDm jam 13 0° 16’ 5,64” Equation of time (e)

e jam 13 0° 16’ 12” 14. Tinggi Matahari (hm)

hm = - (SDm + 34' 30'' + Dip)

SDm 0° 16’ 5,6399891’’

0° 34’ 30’’

Dip 0° 6’ 5,3934384’’ +

hm = -0° 56’ 41,033427’’ 15. Sudut Waktu Matahari (tm)

cos tm = - tan (lintang) tan (deklinasi) + sin (ho) : cos (lintang) : cos (deklinasi)

-tan (lintang) 1,162402057

tan (deklinasi) -0,23013835

sin (hm) -0,016487928

(5)

cos (deklinasi) 0,974525726

cos tm -0,293456016

tm = 107° 3’ 53,915102’’

Ghurub sebenarnya = 13° 32’ 13,727673” GMT

Koreksi WIB 7° 0’ 0” +

20° 32’ 13,727673” WIB

17. Asensiorekta Matahari (ARm)

ARm jam 13 212° 3’ 49”

ARm jam 14 212° 6’ 14” -

-0° 2’ 25”

Menit Matahari terbenam 0° 32’ 13,727673” X

-0° 1’ 17,886254”

ARm jam 13:32:13,73 GMT 212° 5’ 6,8862535” 18. Asensiorekta Bulan (ARb)

ARb jam 13 24° 2’ 11” 19. Deklinasi Bulan (Db)

Db jam 13 7° 3’ 9” 20. Semi Diameter Bulan (SDb)

(6)

21. Horisontal Parallax Bulan (HPb)

HPb jam 13 0° 55’ 54’’

HPb jam 14 0° 55’ 52’’ -

0° 0' 2"

Menit Matahari terbenam 0° 32'

13,727673"

23. Tinggi Bulan/Hilal hakiki (hb)

(7)

27.

Parallax Nishful Fudlah Bulan (PNFb) = cos NFb x HPb

Setengah Busur Siang Bulan Hakiki (SBSH) = 90 + NFb

NFb -8 24 46,418551

90 0 0 +

SBSH = 81 35 13,581449 31. Setengah Busur Siang Bulan b (SBSb)

(8)

Lm_b = -14 13 10,618314

33.

Terbenam Hilal (Terb_b) = Ghurub + Lm_b Arah Matahari = di Selatan titik Barat

Arah Hilal = di Selatan titik Barat

36. Posisi Hilal (PH) = Ab – Am

Ab -23 49 47,50331

Am -21 17 28,593656

PH = -2 32 18,909654 Posisi Hilal = di Selatan Matahari

(9)

cos (lintang) 0 39 7,7924198

tan (Db) 0 7 33,11375

sin (SBSb) 0 59 21,045124

tan (ATb) 0 11 43,50674

ATb = 11 3 26,313288 38. Luas Cahaya (Fraction Illumination) Hilal = FIb

FIb jam 13 0,30705

FIb jam 14 0,31092 -

-0,00387

Menit Matahari terbenam 0 32 13,727673 x

-0,002078757

FIb jam 13:32:13,73 GMT 0,309128757

(10)
(11)

Referensi

Dokumen terkait

al-Falaky, Sriyatin Shadiq, Perhitungan Awal Bulan Sistem Ephemeris al- Falakiyah, makalah dalam Pelatihan dan Pendalaman Ilmu Falak dan Hisab Rukyat di

Sedangkan hisab hakiki dapat digunakan untuk menetapkan awal bulan Qamariyah yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah umat Islam karena metode ini menggunakan data-data

Skripsi ini membahas tentang penentuan hisab awal bulan qamariyah. Salah satu konsep yang biasa digunakan dalam penentuan hisab awal bulan qamariyah adalah konsep

Pada dasarnya, para pegiat ilmu falak FPI yang terkumpul dalam Lajnah Falakiyah FPI sudah mengenal berbagai metode hisab rukyat penentuan awal bulan Kamariah,

Hisab pada awal bulan Kamariah yang digunakan oleh Syamsul Anwar adalah menggunakan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal yang dalam penggunaannya tanpa

Dalam skripsi tersebut menjelaskan bahwa metode dalam penentuan hisab awal bulan dalam kitab Muhktashar Al-Awqat Fi Ilmi Al-Miqat merupakan hisab urfi yang keunggulanya ada

Untuk Penentuan awal bulan kamariyah di Makassar hisab digunakan sebagai pedoman teknis dengan muatan beberapa data mengenai posisi bulan, matahari dan bumi, hal ini diperlukan

Dalam penentuan awal bulan Qamariyah dengan metode rukyat al hilal, perukyah tidak akan terlepas dari hisab (perhitungan) untuk menentukan di mana posisi hilal, baik