• Tidak ada hasil yang ditemukan

Khotbah di Atas Bukit Antara Aku dan Tuh (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Khotbah di Atas Bukit Antara Aku dan Tuh (1)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Khotbah di Atas Bukit: Antara Aku dan Tuhan Oleh: Kartika N. Nugrahini

Judul : Khotbah di Atas Bukit Pengarang : Kuntowijoyo

Penerbit : Yayasan Bentang Budaya

Tahun : 1997

Tempat : Yogyakarta Ukuran : 266 halaman ISBN : 979-8793-33-1

Barman yang tua pergi ke gunung bersama Popi, perempuan muda cantik yang memang sudah disediakan oleh anaknya. Hidup menampilkan sepotong demi sepotong rahasianya. Sunyi menjadi bermakna dan pencarian akan hakikat hidup menyebabkan liburan Barman menjadi perburuan spiritual yang indah. Tanpa ada latar belakang sebagai seorang kiai atau lulusan pesantren, ketika orang-orang pasar memintanya untuk berkhotbah, Barman bingung ingin menyampaikan apa.

Desakan masih terus berdatangan. Dia berusaha untuk menghindar, tapi selalu tak bisa.Akhirnya dia meminta ingin berkhotbah di suatu tempat. Dengan menaiki kuda, Barman berjalan memimpin pengelanaan yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu di mana tujuan perjalanan itu. Semakin jauh perjalanan ditempuh, semakin banyak pula orang-orang yang mengekor di belakangnya. Ketika dirinya sudah merasa lelah, si tua berhenti di atas bukit, bersama para pengikutnya. Dengan bahasa yang lembut dan penuh makna, Kuntowijoyo membuka mata hati melalui rangkaian cerita yang pada akhirnya bernilai spiritualitas.

Tak ada kata pengantar, baik dari penulis maupun pengarang dalam buku Khotbah di Atas Bukitini. Ceritanya begitu saja masuk, tak ada keraguan sedikit pun. Seolah seperti itulah seharusnya sebuah karya sastra. Lahir ke dunia tanpa ayah maupun ibu.

Apa yang dicari dalam Hidup

Orang diberi Tuhan anugerah, salah satunya adalah nafsu. Namun, bagaimana cara kita menyikapi nafsu? Ya, Barman yang tua memiliki hasrat kepada Popi. Usia yang sudah sampai kepada akar, tidak dapat memuaskan dirinya, juga si perempuan cantik yang dikaguminya. Malam-malamnya selalu dilalui dengan kekesalan sekaligus kekecewaan: mengapa dia bertemu Popi ketika sudah tua?

(2)

hiburan. Kesadarannya atas usia, membuat lelaki tua berusaha mencari hiburan. Dia pergi berkuda untuk melihat pemandangan. Siangnya pulang, untuk menikmati masakan Popi.

Suatu ketika, dia bertemu dengan seorang lelaki yang membuat dirinya merasa berbeda. Humam. Perubahan itu dilihat oleh Popi, dan kemudian kata lelaki itu:

“... Kalau hidup itu selesai bereslah. Tetapi ia tak selesai-selesai. Seperti keabadian berada di depanku. Waktu, waktu, sekarang memenjarakanku. Sementara aku tak ingin apa-apa dalam hidup, ia meminta aku untuk berpikir... ”

(Kuntowijoyo, 1997:103)

Barman Tua tidak tahu untuk apa dia hidup. Untuk apa usia tua ini? Bertemu dengan Humam, membuatnya iri. Hingga kemudian di suatu ketika Humam telah ditemukan meninggal dalam ketenangan yang semakin membuat Barman cemburu: kapan hidupnya selesai? Perenungan membuat dirinya tidak seperti manusia. Mengasingkan diri adalah cara yang lebih tepat bagi Barman. Dia semakin mengacuhkan Popi, si mainan cantik.

Ketika telah lama dia merenung, akhirnya dia menunggangi kuda dan berjalan ke arah pasar. Di sana, dia bertemu dengan beberapa orang yang sedang tertidur—karena dia datang saat malam hari. Kepada mereka, dia tanyakan: Berbahagiakah engkau? Barman mencari kebahagiaan, namun berbondong-bondong orang kemudian mencari Barman karena pertanyaan itu membuat mereka terteror, meskipun sebenarnya tanpa alasan. Mulailah rombongan itu mengikuti kemanapun langkah lelaki yang seolah menjelma Jesus. Setiap ada orang yang dilewati rombongan pengikut Pangeran Barman, tak mungkin mereka hanya berdiam diri. Meskipun tanpa banyak pertanyaan, mereka ikuti saja rombongan itu. Mereka merasa senang dan tenang ketika mengikuti Barman. Padahal, pemimpin dadakan itu tak punya tujuan!

Ketika mencapai puncak sebuah bukit, mereka mempertanyakan apa yang bisa membuat mereka bahagia. Mereka meminta Barman mengatakan apapun, karena apa yang dia katakan pasti akan membuat mereka bahagia. Karena Barman tak memiliki pengetahuan apa pun tentang kebahagiaan, maka berserulah ia “Bunuhlah dirimu!”. Barman terjun ke jurang bersama kudanya!

Referensi

Dokumen terkait

Buku Jurnal Khusus Belanja Langsung (SP2D-LS). Penyesuaian nilai aset tetap dilakukan dengan berbagai metode yang sistematis sesuai dangan masa manfaat aset. Nilai penyusutan

 Untuk ujian wawancara: waktu wawancara dengan tim 1 (satu) jam, hari dan tanggal akan menyesuaikan dengan kesediaan waktu tim pewawancara. Harap calon mahasiswa

englanninkielinen lähtöteksti, ja suomennos on siirretty sarjakuvaan. Koska kuitenkin alaviitekäännetyn sarjakuvakirjan määritelmän edellytyksenä on vain se, että joko

Skripsi yang berjudul Representasi “Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia Dalam Lirik Lagu Iwan Fals” (Analisis Semiotika Lirik Lagu Iwan Fals yang berjudul ‘Ujung Aspal

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan kontekstual metode guided – inquiry yang

Pada kunjungan ke- 2, tidak ada subjek dengan skor = 2; 5 subjek (14,3%) dengan skor = 1 dan 30 subjek (85,7%) dengan skor = 0; 3) Satu (1) subjek mengalami skuamasi pada

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi ini. Dari analisis diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh

Taman Pendidikan Al-Qur‟an (TPA) merupakan salah satu lembaga pendidikan agama yang memberikan pendidikan Al Qur‟an dan pengetahuan sebagai dasar orang Islam