• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAK (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAK (1)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1
Tabel 2. Hasil Pengujian Validitas Variabel Independen
Tabel 3. Validitas Tingkat Kepatuhan Pengusaha Kena Pajak
Tabel 6. Hasil regresi Linear
+3

Referensi

Dokumen terkait

Subjek yang dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Impor ialah Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang mengimpor Barang Kena Pajak Tertentu yang bersifat strategis dan

TENTANG : PENETAPAN PENGUSAHA KENA PAJAK YANG DIWAJIBKAN MEMBUAT FAKTUR PAJAK BERBENTUK ELEKTRONIK. PENGUSAHA KENA PAJAK YANG

Menimbang : bahwa dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak untuk

Keterlambatan pembuatan faktur pajak yang dikenai denda tersebut sesuai dengan Pasal 14 ayat (4) UU KUP yang berbunyi: “Terhadap Pengusaha Kena Pajak atau pengusaha

melaku-kan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenakan pajak menurut UU ini, tidak termasuk pengusaha kecil

Dalam penelitian ini respondennya adalah Pengusaha Kena Pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ilir Timur yang diminta untuk mengisi kuesiner dan

Pengusaha Kena Pajak yang melakukan transaksi penjualan ataupun penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak wajib membuat Faktur Pajak, karena transaksi tersebut maka

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh bagaimana administrasi perpajakan dilakukan, dengan substansi yang dikembangkan terbatas