• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESENJANGAN RAS DAN ETNIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KESENJANGAN RAS DAN ETNIS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Secara sederhana istilah

etnik dan ras

sering kita dengar. Perbedaan karena

tampilan fisik disebut perbedaan ras

Perbedaan adat istiadat seperti pakaian,

makanan khas dan lain-lain sering diartikan

(3)

Ras

Kata ras berasal dari bahasa Prancis dan Italia, yaitu

razza

. Pertama

kali istilah ini diperkenalkan Franqois Bernier, antropologi Prancis untuk

mengemukakan gagasan tentang pembedaan manusia berdasarkan

kategori atau karakteristik warna kulit dan bentuk wajah. Setelah itu,

orang lalu menetapkan manusia berdasarkan karakteristik fisik atau

biologis.

Berdasarkan karakteristik biologis, pada umumnya manusia

dikelompokkan dalam beragai ras. Manusia dibedakan menurut bentuk

wajah, rambut, tinggi badan, warna kulit, mata, hidung, dan

karakteristik fisik lainnya. Jadi, Ras adalah perbedaaan antara manusia

menurut atau berdasarkan ciri fisik biologis (bawaan yang sama). Ciri

utama pembeda antara ras yaitu ciri alamiah rambut pada badan,

warna alami rambut, kulit, dan iris mata, bentuk lipatan penutup mata,

bentuk hidung serta bibir, bentuk kepala dan muka, ukuran tinggi

(4)

Etnis (Suku Bangsa)

Etnis diartikan sesuatu yang berkaitan dengan kelompok sosial dalam

sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan

tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa dan sebagainya.

Penggunaan istilah etnis pertama kali dipakai oleh sosiolog David

Riesman Amerika pada tahun 1953. Kata "etnis", bagaimanapun, adalah

jauh lebih tua.

Kata ini berasal dari ethnos Yunani ( berasal dari kata ethnikos), yang

awalnya berarti kafir atau penyembah berhala. Itu digunakan dalam

pengertian dalam bahasa Inggris dari pertengahan abad ke-14 sampai

pertengahan abad ke-19, ketika secara bertahap mulai untuk merujuk

pada "ras" karakteristik. Di Amerika Serikat, "etnis" datang yang akan

digunakan di sekitar Perang Dunia Kedua sebagai istilah sopan

mengacu pada orang-orang Yahudi, Italia, orang Irlandia dan lainnya

dianggap lebih rendah untuk kelompok dominan sebagian besar

(5)

Terdapat faktor yang lain yaitu faktor agama/kepercayaan.

Karena faktor ras dan etnis sangat dominan pengaruhnya terhadap

masyarakat, maka masyarakat yang majemuk sering disebut “

masyarakat

multi ras

” atau “

multi etnis

”.

Terbentuknya kemajemukan masyarakat Indonesia karena :

Kondisi wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia yang terdiri kurang

lebih ± 17.058 buah pulau besar dan kecil berkembang melahirkan

keragaman budaya.

Letak wilayah Indonesia yang strategis pada posisi silang sehingga

memungkinkan terjadi kontak dengan bangsa-bangsa lain. Akibat

pertemuan dengan pendatang menyebabkan tercipta proses asimilasi

melalui perkawinan campuran (amalgamasi) sehingga terbentuk ras dan

etnis.

Perbedaan iklim dan topografi diantara daerah satu dengan daerah

(6)

Ada 6 hal yang biasa melatarbelakangi terjadinya konflik

etnis terjadi disebuah tempat.

Enam hal tersebut antara lain yakni:

1.Kepentingan yang sama diantara beberapa pihak

2.Perebutan sumber daya

3.Sumber daya yang terbatas

4.Kategori atau identitas yang berbeda

5.Prasangka atau diskriminasi

(7)

Konflik Antar Etnis di Indonesia Beragamnya suku, agama, ras, dan golongan

membuat Indonesia sebagai bangsa yang rawan konflik. Dari ujung timur sampai

ujung barat bangsa ini sering kali terdengar jerit tangis bahkan tetesan darah

menyelimuti Tanah Air. Semboyan yang terdapat di kaki kuat sang Burung Garuda

“Bhineka Tunggal Ika” nampaknya belum menjiwai seluruh warga bangsa ini.

Rasa satu kesatuan sebagai warga negara bukanlah hal yang utama, melainkan arti

kata semboyan bangsa ini hanya sekedar wacana belaka. Beberapa peristiwa akibat

konflik setelah lengsernya otoritas orde baru dan lahirnya era reformasi

adalahsebagai berikut :

a. Krisis Aceh dengan adanya Gerakan Aceh merdeka (GAM).

b. Krisis Ambon yang memicu perpecahan bangsa karena keyakinan.

c. Krisis Poso di Sulawesi Tengah.

d. Gerakan Papua Merdeka

e. Peristiwa Dayak-Madura di Kalimantan Tengah.

f. Peristiwa Ketapang di Jakarta.

g. Peristiwa Bom Bali.

h. Peristiwa seputar Jemaah Ahmadiyah.

i. Peristiwa Monas di Jakarta.

(8)

Sebenarnya masih banyak peristiwa lain yang terjadi akibat konflik, seperti

adanya tindak anarkis antara karyawan dan perusahaan, warga masyarakat

dan perusahaan, dan aksi preman yang hampir di setiap kota besar terjadi.

Di balik konflik antar etnis di Indonesia yang memecahkan satu kesatuan

bangsa jika ditelisik lebih mendalam terdapat sumbu yang membuat satu

etnis dengan etnis lainnya hanya memperlihatkan rasa

keaku-akuannya

,

rasa

“kami”, dan “mereka”,

mereka melihat etnis lain adalah kelompok

luar darinya, dan etnis luar melihat etnis lain sebagai musuh baginya. Setiap

konflik yang berujung SARA bermula dari konflik individu yang kemudian

mengarah ke konflik kolektif yang mengatasnamakan etnis. Kasus konflik

Tarakan, Kalimantan Timur, berawal dari salah seorang pemuda Suku

Tidung yang melintas di kerumunan Suku Bugis, lantas di keroyok oleh lima

orang hingga tewas karena sabetan senjata tajam. Konflik Tarakan menjadi

memanas nyatanya tersimpan dendam ke Suku Bugis yang lebih maju

menguasai sektor ekonomi. Faktor ekonomi juga menjadi penyebab utama

konflik di bangsa ini, dalam kasus sebuah klub kafe di Bilangan Jakarta

Selatan “Dari Blowfish Ke Ampera” antara Suku Ambon dan Suku Flores

yang berawal dari perebutan jasa penjaga preman hingga konflik tersebut

mengarah ke konflik etnis. Sampai pada Sidang Pengadilan masing-masing

(9)
(10)
(11)

•roses penyelesaian konflik dengan transormasi sebelum konflik itu terjadi, dimana masyarakat pada saat itu hidup dengan damai.[12] Adapun cara lain dalam menyelesaikan konflik yang ada, yakni: 1. Konflik Itu Harus di Management Menuju Rekonsiliasi Konflik memang bukan sesuatu yang diharapkan oleh setiap orang yang hidup di dunia ini. Apa lagi konflik yang bernuansa karena perbedaan agama yang dianut dan pebedaan etnis. Konflik yang demikian itu memang suatu konflik yang sangat serius. Untuk meredam wajah bahaya dari konflik itu, maka konflik itu harus dimanagement agar ia berproses ke arah yang positif. Dr. Judo Poerwowidagdo, MA. Dosen Senior di Universitas Duta Wacana Yogyakarta menyatakan bahwa proses konflik menuju arah yang positif itu adalah sbb: Dari kondisi yang “Fight” harus diupayakan agar menuju Flight. Dari kondisi Flight diupaykan lagi agar dapat menciptakan kondisi yang Flaw. Dari Flaw inilah baru diarahkan menuju kondisi Agreement, terus ke Rekonsiliasi. Karena itu, masyarakat terutama para pemuka agama dan etnis haruslah dibekali ilmu Management Konflik setidak-tidaknya untuk tingkat dasar. 2. Merobah Sistem Pemahaman Agama. Konflik yang bernuansa agama bukanlah karena agama yang dianutnya itu mengajarkan untuk konflik. Karena cara umat memahami ajaran agamanyalah yang menyebabkan mereka menjadi termotivasi untuk melakukan konflik. Keluhuran ajaran agama masing-masing hendaknya tidak di retorikakan secara berlebihan. Retorika yang berlebihan dalam mengajarkan agama kepada umat masing-masing menyebabkan umat akan merasa dirinya lebih superior dari pemeluk agama lain. Arahkanlah pembinaan kehidupan beragma untuk menampilkan nilai-nilai universal dari ajaran agama yang dianut. Misalnya, semua agama mengajarkan umatnya untuk hidup sabar menghadapi proses kehidupan ini. Menjadi lebih tabah menghadapi berbagai AGHT (ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan) dalam menghadapi hidup ini. Rela berkorban demi kepentingan yang lebih mulia. Tidak mudah putus asa memperjuangkan sesuatu yang benar dan adil. Tidak mudah mabuk atau lupa diri kalau mencapai sukses. Orang yang sukses seperti menjadi kaya, pintar, menjadi penguasa, cantik, cakep, memiliki suatu power, merasa diri bangsawan. Semuanya itu dapat menyebabkan orang menjadi mabuk kalau kurang waspada membawa diri. Hal-hal yang seperti itulah yang sesungguhnya lebih dipentingkan oleh masyarakat bangsa kita dewasa ini. 3. Mengurangi Penampilan Berhura-Hura dalam Kehidupan Beragama. Kegiatan beragama seperti perayaan hari raya agama, umat hendaknya mengurangi bentuk perayaan dengan penampilan yang berhura hura. Hal ini sangat mudah juga memancing konflik. Karena umat lain juga dapat terpancing untuk menunjukan existensi dirinya bahwa ia juga menganut agama yang sangat hebat dan luhur. 4. Redam Nafsu Distinksi Untuk Menghindari Konflik Etnis. Setiap manusia memiliki nafsu atau dorongan hidup dari dalam dirinya. Salah satu nafsu itu ada yang disebut nafsu Distinksi. Nafsu Distinksi ini mendorong seseorang untuk menjadi lebih dari yang lainya. Kalau nafsu ini dikelola dengan baik justru akan membawa manusia menjadi siap hidup bersaing. Tidak ada kemajuan tanpa persaingan. Namun, persaingan itu adalah persaingan yang sehat. Persaingan yang sehat itu adalah persaingan yang berdasarkan noram-norma Agama, norma Hukum dan norma-norma

kemanusiaan yang lainya. Namun, sering nafsu Distinksi ini menjadi dasar untuk mendorong suatu etnis bahwa mereka adalah memiliki berbagai kelebihan dari etnis yang lainya. Nafsu Distinksi ini sering membuat orang buta akan berbagai kekuranganya. Hal inilah banyak orang menjadi bersikap sombong dan exlusive karena merasa memiliki kelebihan etnisnya. Untuk membangun kebersamaan yang setara, bersaudara dan merdeka mengembangkkan fungsi, profesi dan posisi, maka dalam hubungan dengan sesama dalam suatu masyarakat ada baiknya kami sampaikan pandangan Swami Satya Narayana sbb: “Agar hubungan sesama manusia menjadi harmonis, seriuslah melihat kelebihan pihak lain dan remehkan kekuarangannya. Seriuslah melihat kekurangan diri sendiri dan remehkan kelebiihan diri”. Dengan demikian semua pihak akan mendapatkan manfaat dari hubungan sosial tersebut. Di samping

Referensi

Dokumen terkait

2) mengkaji aktivitas masyarakat yang mempengaruhi kerusakan hutan mangrove dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas masyarakat terhadap kerusakan hutan mangrove di

Dalam dunia akademik, prinsip wasatiyyah ini boleh digunakan sebagai salah satu alat untuk menilai, menganalisa dan menerima sesuatu pandangan yang dikemukakan oleh pihak lain,

Penambahan ketiga jenis auksin (IBA, NAA dan IAA) serta kombinasinya tidak memberikan respon yang berbeda nyata terhadap panjang akar kopi Arabika klon AS 2K

En este punto se tienen problemas cuando los clientes cuentan con un producto que tiene varios sustitutos en el mercado o que puede llegar a tener un costo más alto que

Pada umumnya kawasan garis pantai utara maupun selatan pulau Adonara memiliki bentang alam yang landai, walaupun demikian ada kawasan pesisir yang bertebing curam di pantai utara

Hal ini dikarenakan banyak siswa yang tidak memperhatikan guru dan asik berbicara dengan teman sebangkunya dan siswa juga belum aktif dalam hal menjawab pertanyaan

Dalam ulasan beliau, ditinjau dari segi aspek sumber, tasawuf dikategorikan sebagai salah satu dari ilmu syariah , yakni bersumber dari syariat al- qur’an dan

Setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana