• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Operasional terhadap strategi (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Strategi Operasional terhadap strategi (1)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH STRATEGI OPERASIONAL

Dosen Pengampu

DISUSUN OLEH :

MANAJEMEN IIIE (pagi)

Fakultas Ekonomi

1.14 641 0328 ABDULLAH MUNIB

2.14 641 0276 PRAYOGO PERMADI

3.14 641 0297 DORES DYMAS LUKMANA

4.14 641 0306 YULIATI

5.14 641 0308 IQBAL MAULANA

6.14 641 0314 NOVANDA MUTIA EKA ANGRAENI

7.14 641 0321 FERDIAN

8.14 641 0325 RANDY RYAN DIKA

UNIVERSITAS PANCAMARGA PROBOLINGGO

Jl. Yos SudarsoY Pabean Dringu

Telp. (0335) 422715, 427923 Fax. (0335) 427923

Probolinggo

Tahun Akademik 2014/2015

Kata Pengantar

(2)

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha

Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami

dapat menyusun Makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.

Dalam makalah ini kami membahas mengenai STRATEGI

OPERASIONAL.

Makalah ini dibuat dengan cara observasi dan bantuan dari beberapa

pihak untuk membantu menyelesaikan makalah ini. Oleh karna itu

kami mengucapkan trimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua

pihak yang membantu menyelesaikan penelitian ini.

Akhir kata semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi

kita sekalian.

Probolinggo, 19 September 2015

Penulis

(3)

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pengertian manajemen menurut T. Hani Handoko (2003:3) adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Pengertian manajemen menurut Melayu S.P Hasibuan (2006:2) adalah ilmu dan seni ?efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Pengertian Manajemen Menurut Kosasih dan Soewedo (2009:1) adalah pengarahan menggerakkan sekelompok orang dan fasilitas dalam usaha untuk mencapai tujuan tertentu. Kesimpulan yang dapat kita ambil dari beberapa pendapat tersebut bahwa manajemen ialah suatu ilmu yang mempelajari tentang proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan sumber daya baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya yang lainnya agar mencapai tujuan yang sudah ditentukan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan strategi operasional? 2. Apa yang dimaksud strategi operasi

3. Apa yang dimaksud manajemen operasional?

(4)

2.1 PENGERTIIAN STRATEGI OPERASIONAL

Strategi Operasionaladalah fungsi operasional yang menentukan arah dalam pengambilan sebuah keputusan yang terintegrasikan bersama strategi bisnis. Strategi Operasional menciptakan pola pola pengambilan sebuah keputusan operasional secara konsisten.

Ada beberapa ahli yang memberikan pendapat mengenai pengertian Strategi Operasional

Skninner [1978]

Strategi adalah filosofi yang memiliki keterkaitan dengan alat dalam mencapai tujuan.

Hayes dan Wheel Wright [1978]

Mendefinisikan strategi operasional sebagai seluruh aktivitas yang berada dalam ruang lingkup perusahaan termasuk pengalokasian seluruh sumber daya perusahaan yang dimiliki

Hill [1989]

Strategi adalah sebuah cara yang memfokuskan pada suatu hal yang berkaitan dengan aktivitas manufakture dan pemasaran. Kesemuanya dilakukan untuk mengembangkan perspektif perusahaan melalui agregasi

Anderson et al [198

Strategi Operasional adalah visi jangka panjang yang terdiri dari misi, tujuan atau sasaran, kebijakan serta distintive competence dari suatu perusahaan

Melihat berbagai definisi mengenai strategi operasional diatas, benang merahnya bisa terlihat bahwa strategi operasional merupakan sebuah komitmen terhadap seluruh aktivitas yang telah direncanakan ataupun yang berada pada lingkup perusahaan. Aktivitas yang akan dijalankan oleh manajemen dengan memaksimalkan sebaik mungkin semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Kita bisa menentukan indikator dari sebuah strategi operasional:

 Komitmen terhadap aktivitas yang ada pada lingkup perusahaan

 Keadaan perusahaan yang ada saat ini dan yang masih direncanakan

(5)

Tipe tipe strategi operasional

- Strategi Produksi berbiaya rendah yang dilakukan dengan penekanan pada biaya produksi

 Tekhnologi tinggi, biaya tenaga kerja yang rendah, tingkat persediaan yang rendah, mutu terjamin

 Bagian manajemen pemasaran dan manajemen keuangan mendukung

- Strategi inovasi terhadap produk dan pengenalan sebuah produk baru

 Fleksibilitas didalam pengenalan produk baru

 Harga tidak menjadi masalah dalam hal pemasaran

Strategi Operasional memadukan semua masukan dari berbagai jenis fungsi manajemen

lainnya, semisal evaluasi terhadap informasi atau strategi terhadap audit dengan mempergunakan metode pendekatan analisa SWOT dan yang lainnya

2.2 STRATEGI OPERASI

Strategi operasi adalah suatu visi fungsi operasi yang menetapkan keseluruhan arah atau daya dorong untuk pengambilan keputusan. Visi ini harus diintegrasikan dengan strategis bisnis. Dalam hal ini terdapat generic bsusiness strategy, yaitu low-cost producer, product differntiation dan market segmentation (Michael Porter, 1980).

Strategi operasi juga dapat dikatakan sebagai suatu strategi fungsional yang berpedoman pada strategi bisnis , agar dapat menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam keputusan-keputusan operasi.

MODEL STRATEGI OPERASI

Strategi operasi merupakan penjabaran dari strategi bisnis/korporasi sehingga keempat kategori keputusan yang telah diuraikan di bawah (misi operasi, kemampuan yg berbeda, sasaran operasi, kebijakan operasi) dapat diambil secara cepat dan konsisten. Ada 4 elemen dlm model strategi operasi yg menjadi jantung dari strategi operasi yaitu :

1. Operation Mission/misi operasi

(6)

2. Distinctive Competence/kemampuan khusus operasi

Menciptakan operasi apa yang harus unggul secara relatif dari para pesaing.

3. Operation Objectives/tujuan operasi

Terdapat empat tujuan a) biaya 2) kualitas 3) fleksibelitas 4) pengiriman dan layanan.

4. Operation Policies/kebijakan operasi

Menjelaskan bagaimana tujuan operasi akan dicapai yang dibentuk untuk setiap kategori keputusan yang menyangkut proses, kapasitas, kualitas, persediaan dan barisan kerja.

1. Sensitif terhadap harga 1. Sensitif terhadap product features

2. Pasar sudah jenuh 2. Pasar baru

3. Volume tinggi 3. Volume rendah

4. Standarisasi 4. Sesuai Permintaan

Misi Operasi

Penekanan pada biaya rendah sementara mempertahankan kualitas dan pengiriman yang dapat diterima

Penekanan pada fleksibilitas sementara mempertahankan biaya, kualitas dan pengiriman yang layak

Kemampua n Khusus

Biaya rendah melalui proses dan teknologi yang superior

Cepat dan dapat dipercaya dalam mempekenalkan produk baru melalui otomatisasi yang fleksibel

(7)

Operasi

2. Pengawasan statistik 2. Reaksi yang cepat terhadap pemintaan

3. Lokasi terpusat 3. Menggunakan tim produk

6. Pengawasan inventori ketat 4. Tenaga kerja terampil rendah

5. Keterampilan tenaga kerja 5. Otomasi rendah

6. Otomasi tinggi

Strategi operasi sangat erat dengan strategi bisnis. Tabel tersebut dapat disimpulkan: Pertama, strategi bisnis biaya rendah dengan kondisi pasar seperti diatas, maka misi operasi akan ditekankan pada biayasebagai tujuan dominan, dan operasi akan menekan pada biaya melalui kebijakan-kebijakan seperti teknologi dan proses yang siperior.

Kedua, strategi bisnis inovasi produk dan pengenalan produk yang baru, dipergunakan menumbuhkan pasar dimana keunggulan dapat diraih dengan membuat produk baru yang benar-benar superior pada waktu yang tepat. Dalam hal ini, operasi harus diarahkan fleksibelitas dan pengenalan produk baru yang tepat dan efektif yang merupakan tujuan utama misi operasi.

MENGINDEFIKASI MISI DAN STRATEGI

a. Misi

Mengindenfikasikan misi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah untuk keberhasilan ekonomi dan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Kita mengidentifikasikan misi organisasi sebagai sasarannya “apa yang akan perusahaan sumbangkan pada masyarakat”. Pernyataan ini memberikan batasan dan fokus untuk organisasi dan konsep yang akan menjadi landasan organisasi . Misi juga bisa dianggap sebagai inti strategi, apa yang ingin dicapai strategi.

(8)

akuntansi dan produksi/operasi. Misi untuk masing-masing fungsi ditetapkan untuk mendukung misi keseluruhan perusahaan.

b. Strategi

Strategi adalah rencana aksi organisasi untuk mencapai misi. Setiap bidang fungsional memiliki strategi untuk mencapai misinya dan untuk membantu organisasi untuk mencapai seluruh misinya.

Michael Porter menegaskan bahwa perusahaan mencapai misi dalam tiga cara konseptual : 1) diferensiasi 2) kepeloporan biaya 3) respon yang cepat. Atau denagn kata lain, pelanggan menginginkan barang dan jasa yang 1) lebih baik atau setidaknya berbeda 2) lebih murah 3) lebih cepat. Manajer-manajer operasi menerjemahkan konsep stratejik ini menjadi tugas-tugas berwujud yang harus dituntaskan. Salah satu atau kombinasi dari ketiga konsep stratejik ini bisa menghasilakn sebuah sistem yang memiliki keunggulan unik atas perusahaan-perusahaan pesaingnya.

KEPUTUSAN MANAJEMEN OPERASI

Diferensiasi, kepeloporan biaya, dan tanggapan yang cepat paling baik dicapai apabila manajer operasi membuat keputusan yang efektif berdasarkan sepuluh bidang pengaruh. Inilah yang dikenal dengan keputusan-keputusan opersional. Sepuluh keputusan manajemen operasi yang mendukung misi dan menerapkan strategi adalah:

a. Mutu. Harapan mutu pelanggan harus ditentukan dan kebijakan dan prosedur dibangun untuk mengindetifikasikan serta mencapai mutu yang ditetapkan.

b. Desain barang dan jasa. Merancang barang dan jasa mendefinisikan sebagian besar proses tranformasi. Keputusan mutu, biaya dan sumber daya manusia sangat berinteraksi dengan desain. Desain sering kali menetapkan batas bawah biaya dan batas atas mutu.

(9)

d. Seleksi lokasi. Keputusan lokasi fasilitas baik untuk perusahaan manufaktur maupun jasa bisa menentukan keberhasilan perusahaan. Kesalahan yang dibuat pada saat ini dapat menghambat efisiensi.

e. Desain tata letak. Kebutuhan fasilitas, tingkat personel, keputusan pembelian, dan kebutuhan persediaan mempengaruhi tat letak. Selain itu, proses dan bahan baku harus ditempatkan dengan memperhatikan keterkaitan satu sama lain.

f. Manusia dan sistem kerja. Manusia adalah bagian integral dan mahal dari desain sistem total. Oleh karena itu, kehidupan mutu-kerja disediakan, bakat dan keahlian yang dibutuhkan, dan biayanya harus ditentukan.

g. Manajemen dan rantai pasokan. Keputusan ini menetukan apa yang akan dibuat dan apa yang perlu dibeli. Pertimbangan juga diperlukan untuk mutu, pengiriman dan inovasi, dengan harga yang memuaskan. Suasana saling menghormati antara pemasok dan pembeli dibutuhkan untuk pembelian yang efektif.

h. Persediaan. Keputusan persediaan bisa dioptimalkan hanya bila keputusan pelanggan pemasok, jadwal produksi, dan perencanaan sumber daya manusia dipertimbangkan.

i. Penjadwalan. Jadwal produksi yang layak dan efesien yang dikembangkan, permintaan terhadap sumber daya manusia dan fasilitas harus ditentukan dan dikendalikan.

j. Pemeliharaan. Keputusan harus dibuat berkaitan dengan tingkat pemeliharaan yang diinginkan. Rencana untuk implementasi dan pengawasan sistem pemeliharaan adalah perlu.

ISU-ISU STRATEGI OPERASI

Setelah perusahaan menetapkan misi, mengembangkan dan menetapkan strategi tertentu menuntut manajer operasi untuk mempertimbangkan sejumlah isu. Kita kaji isu-isu dalam tiga cara yaitu :

(10)

Wawasan strategi bisa diperoleh dari Strategic Planning Institute. Hal ini sebagai ukuran keberhasilan program pengaruh laba dan strategi pasar (Profit Impact of Market Strategy, PIMS) mampu mengidentifikasi beberapa karakteristik dari perusahaan yang memiliki pengembalian investasi (Return On Investment, ROI) yang tinggi. Diantara karakteristik yang mempengaruhi keputusan MO strategic adalah :

1) Mutu produk yang tinggi ( relative terhadap persaingan)

2) Pemanfaatan kapasitas yang tinggi.

3) Efektifitas operasi yang tinggi (rasio produktivitas pekerjaan yang diha rapkan terhadap aktualisasinya).

4) Intensitas investasi yang rendah (jumlah modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan dalam pejualan).

5) Biaya langsung per unit yang rendah ( relative terhadap persaingan).

2.3 MANAJEMEN OPERASIONAL

Manajemen Operasional adalah suatu usaha pengelolaan secara maksimal penggunan semua faktor produksi yang ada baik itu tenaga kerja (SDM), mesin, peralatan, raw material (bahan mentah) dan faktor produksi yang lainnya dalam proses tranformasi untuk menjadi berbagai macam produk barang atau jasa.

Orientasi manajer operasional adalah mengarahkan hasil output dalam kuantitas, kwalitas, harga, waktu serta tempat tertentu yang sesuai dengan permintaan user atau konsumen.

Tanggung Jawab Manajer Operasional :

Menghasilkan barang atau jasa.

Mengambil sebuah keputusan mengenai fungsi operasi serta sistem transformasi.

Mengkaji pengambilan sebuah keputusan dari suatu fungsi operasinal. Fungsi Produksi dan Operasional

Proses produksi serta operasional

Jasa penunjang dalam pelayanan produksi

Planning (Perencanaan)

(11)

Lingkup Manajemen Operasional :

1. Perancangan desain system produksi dan operasional

 Seleksi serta perancangan desain produk

 Seleksi serta perancangan proses dan peraalatan

 Pemilihan site dan lokasi perusahaan serta unit produksi

 Rancangan tata letak serta arus kerja

 Rancangan atas tugas pekerjaan

 Strategi produksi dan operasional serta pemilihan kapasitas

2. Pengoperasian sistem produksi dan operasional

 Menyusun rencana produk dan operasional

 Perencanaan dan pengendalian atas persediaan serta pengadaan bahan

 Pemeliharaan utilitas mesin dan juga peralatan

 Pengendalian atas mutu

 Manajemen sumber daya manusia (tenaga kerja)

Pengambilan Keputusan

Dilihat dari sudut pandang kondisi atas keputusan yang harus ditempuh, ada empat (4) macam pengambilan keputusan :

 Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang pasti

(12)

 Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang tak pasti

 Pengambilan keputusan mengenai peristiwa yang muncul akibat pertentangan dengan kondisi yang lain.

Beberapa Jenis Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Operasi :

- Proses : Keputusan tentang proses fisik serta fasilitas yang dipakai

- Kapasitas : Keputusan dalam menghasilkan jumlah, waktu serta tempat yang sesuai - Persediaan : Keputusan mengenai persediaan meliputi apa yang yang di pesan,

kualitas, kuantitas dan kapan raw material (bahan baku) dipesan. - Tenaga Kerja : Meliputi proses seleksi, rekruitmen, peng-gajian, PHK, pelatihan,

supervisi, kompensasi serta promosi kepada karyawan dan penggunaan atas tenaga spesialis

- Kualitas : Keputusan dalam penentuan mutu barang atau jasa yang diproduksi,

penetapan standart, desain peralatan, karyawan terampil, serta pengawasan atas produk

Keputusan didalam manajemen Sistem Produksi

 Keputusan perencanaan strategis jangka panjang didalam sumber daya

 Desain sistem produktif : pekerjaan, alur proses, tata arus, serta susunan atas saran fisik

 Keputusan implementasi operasinal : harian, mingguan serta bulanan.

Keputusan Perencanaan Strategik :

 Pemilihan desain rangkaian produk atau jasa

 Keputusan perencanaan atas kapasitas, site lokasi gudang, dan rencana ekspansi

(13)

Pengertian Sistem Produksi :

Instrumen yang dipakai dalam mengubah semua sumberdaya untuk menghasilkan barang atau jasa.

Ada 3 macam sistem didalam proses produksi :

1. Proses produksi yang berkelenjutan

2. Proses produksi yang terputus putus

3. Proses produksi yang bersifat proyek

Ruang Lingkup Manajemen Operasional

meliputi tiga bagian utama, Tiga bagian itu adalah Perencanaan Sistem Produksi, Pengendalian Produksi dan Sistem Informasi Produksi

Perencanaan Sistem Produksi

Pada lingkup perencanaan sistem produksi, perencanaan sistem produksi dimulai dari proses perencanaan produksi, Tujuannya adalah untuk menghasilkan barang atau jasa yang

dikehendaki yang sesuai dengan kebutuhan para konsumen, baik itu mengenai kuantitas, kwalitas, harga dan waktu

Dalam lingkup perencanaan sistem produksi, ada beberapa hal yang patut diperhatikan:

 Penentuan Lokasi Pabrk

 Penentuan Tata Letak Fasilitas Pabrik

 Perencanaan Lingkungan Kerja

 Persoalan Persoalan Standar

(14)

Proses Produksi yang dijalankan oleh Manajemen Operasional adalah pengendalian yang berdasar pada perencanaan yang sudah diputuskan sebelumnya. Perencanaan produksi adalah dasar dalam melakukan pengendalian produksi, Didalamnya mencakup berbagai kebijakan dan standar yang harus dipenuhi. Tapi, proses produksi yang sedang dijalankan harus diawasi suapaya tidak melenceng dari perencanaan yang telah disusun, terkendali seperti yang

diharapkan. Dan perlu diingat, semua langkah pengendalian adalah untuk memaksimalkan keuntungan yang bisa diperoleh oleh perusahaan dengan mengurangi kesalahan kesalahan yang bisa merugikan.

Pengendalian Bahan Baku

Bagaimana cara memindahkan barang didalam proses produksi dari bagian satu kebagian yang lain sehingga tidak mengganggu aktivitas produksi itu sendiri adalah suatu masalah yang umum terjadi pada proses produksi. Proses produksi bagaimana caranya tidak terganggu oleh keterlambatan bahan baku yang akan diproses untuk suatu produk.

Pengendalian bahan baku adalah ilmu dalam mengatur pemindahan, membungkus, serta menyimpan bahan baku pada berbagai macam bentuk.

Pengendalian Biaya Produksi

Umumnya analisis biaya digunakan dalam mencari tingkat keuntungan yang maksimal sehingga pada proses produksi ada penggolongan biaya produksi menjadi biaya variabel dan biaya tetap

Biaya variabel terbagi lagi menjadi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sedangkan biaya overhead perlu dilihat lebih teliti lagi karena pada biaya overhead terdapat didalamnya biaya variabel dan biaya tetap dan bahkan juga biaya semi variabel, Dalam pengendalian biaya produksi, jenis jenis biaya tersebut harus dengan jelas diketahui karena pengaruhnnya terhadap keuntungan atau laba perusahaan sangat besar.

Pengendalian Tenaga Kerja

(15)

Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas adalah alat bagi manajemen operasional dalam memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas produk barang atau jasa yang dihasilkan, dan mengurangi kuantitas barang yang gagal atau rusak dari proses produksi yang tentunya akan merugikan.

Pengawasan terhadap kualitas dalam menentukan ukuran, cara ataupun persyaratan fungsional dari suatu produk dan spesifikasinya juga memerksa apakah prosedur dalam proses produksi telah sesuai standar mutu yang telah ditetapkan dalam menjaga kualitas.

Pemeliharaan

Diperlukan upaya dalam pemeliharaan alat produksi untuk mencegah hasil produk dari proses produksi yang cacat tau tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan akibat alat

produksi yang rusak. Tapi jika apabila produk yang dihasilkan masih juga ada produk cacat, mungkin pergantian alat produksi adalah opsi berikutnya yang perlu dipertimbangkan. Maintenance sangat penting, masalah teknis mengenai alat alat hendaknya ada bagian khusus yang mengaturnya.

Sistem Informasi Produksi

Sistem Informasi Produksi umumnya terdiri dari tiga bagian, Struktur Organisasi, Produksi Atas Dasar Pesanan dan Produksi Untuk Pasar

Struktur Organisasi

Pengorganisasian adalah suatu proses didalam membangun hubungan antara komponen organisasi dengan tujuan organisasi agar seluruh aktivitas diarahkan menuju pencapaian sasaran tujuan dari organsasi. Komponen yang maksud adalah pekerjaan apa yang harusnya dijalankan, siapakah yang harus menjalankan pekerjaan tersebut dan apa saja alat yang nantinya akan dipergunakan dalam menjalankan pekerjaan itu

Produksi Atas Dasar Pesanan

(16)

produksi yang dimiliki ternyata masih jauh kuantitasnya daripada yang diminta oleh para konsumen

Produksi Untuk Pasar

Umumnya, perusahaan yang sudah mempunyai basis pasar yang baik akan melakukan aktivitas produksi secara regular. Produksi untuk pasar biasanya ditentukan oleh permintaan oleh konsumen, ntah itu konsumen yang sudah ada sebelumnya ataupun konsumen baru yang potensial.

BAB III

KESIMPULAN

(17)

Model konseptual sistem operasional merupakan hal paling utama yang harus ditentukan oleh manajer untuk diterapkan pada perusahaan. Agar tujuan yang diinginkan oleh perusahaan dapat segera dicapai.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini peneliti mencoba mengkaji penggunaan Macromedia Flash sebagai media pembelajaran yang akan memberikan gambaran tentang cara kerja jantung

Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang” pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi secara statistik tidak berpengaruh terhadap opini audit, sedangkan kualitas audit secara statistik

Di daerah kecamatan ciampea, kesulitan dalam melihat peta sebaran pasien Covid -19, dalam melihat sebaran covid masih menggunakan data tabel yang berisi nama dan titik koordinat

Metode ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai

tetap berlangsung, polimer membentk rangkaian 3 dimensi yang sangat kompleks dan menjadi resin thermosetting. Resin thermosetting memiliki sifat tahan terhadap asam,

Nama ini berdasarkan aturan dari IUPAC, yaitu bahwa semua senyawa merupakan turunan dari alkana1.