• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Pemikiran Ekonomi Pra Klasik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarah Pemikiran Ekonomi Pra Klasik"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Sejarah Pemikiran Ekonomi

Materi Pertemuan 1

“ Sejarah Pemikiran Ekonomi Pra-Klasik “

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi dari Dosen Pengampu Ibu Dra. Rahmani Timorita Yulianti, M.Ag

Disusun oleh :

Bayu Nugroho ( 12423007 )

Prodi Ekonomi Islam Kelas A

Fakultas Ilmu Agama Islam

Universitas Islam Indonesia

2014

(2)

Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan Kehadiat Allah SWT, karena atas segala Rahmat & Hidayah yang telah Ia berikan, akhirnya saya dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah dan presentasi tugas mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi dengan judul “ Sejarah Pemikiran Ekonomi Pra-Klasik ” dengan sebaik-baiknya. Dalam makalah ini disebutkan tentang beberapa hal mengenai sejarah, pemikiran dan konsep ekonomi pada masa pra-klasik, yaitu masa dimana pemikiran ekonomi sebelum era klasik. Dari pembahasan ini saya berharap dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi para pembaca sekalian tentang sejarah awal mengenai pemikiran ekonomi. Namun sebelumnya dalam peyusunan makalah ini, saya selaku penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Dra. Rahmani Timorita Yulianti, M.Ag selaku Dosen Pengampu dari mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi

2. Para aktivis ekonomi yang telah menuliskan pemikirannya dalam buku dan artikel yang menjadi refrensi pembuatan makalah ini

Demikian apa yang dapat saya sampaikan sebagai salam pembuka, kiranya masukan berupa kritik dan saran sangat membantu kami apabila terdapat kesalahan atau hal yang kurang sempurna dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian yang dirahmati Allah SWT. Amin....

Yogyakarta, 17 Maret 2014

(3)

Daftar Isi

Kata Pengantar ... 2

Daftar Isi ... 3

Bab 1 : Pendahuluan ... 4

A. Latar Belakang Masalah ... 4

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan ... 5

Bab 2 : Pembahasan ... 6 - 17 Bab 3 : Kesimpulan ... 18

Daftar Pustaka ... 20

Bab. 1

(4)

Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Ekonomi adalah suatu hal yang kaitannya dalam kehidupan sehari-hari sangat erat, bahkan karena hal itu pula ekonomi dapat dikatakan tidak akan pernah lepas dari sisi kehidupan. Jika diibaratkat keduanya adalah sepasang mata uang yang saling tak terpisahkan, terlebih untuk kehidupan pada masa kini, di[astikan dimana ada kehidupan disitu ada kegiatan ekonomi.

Ekonomi adalah kegiatan yang diawali dari sebuah pemikiran tentang bagaimana mencukupi kebutuhan atau keinginan manusia yang tidak terbatas, dengan melakukan berbagai cara dan upaya agar hal tersebut dapat terpenuhi. Pemikiran ini dimulai sejak beberapa abad yang lalu dimana manusia mulai mencetuskan ide atau pemikirannya dengan lebih obyektif, efektif dan inovasi untuk mencapai sebuah tujuan untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Sejarah ini menjadi cikal bakal lahirnya pemikiran ekonomi pada masa setelahnya dan hingga kini, maka keberadaannya tidak akan pernah lepas dari pemikiran ekonomi yang ada pada saat ini dan masa yang akan datang.

Pra-Klasik, adalah masa dimana awal mula pemikiran ekonomi muncul, meskipun masih sederhana namun keberadaannya sebagai sejarah telah menjadi pedoman, pembelajaran ataupun inspirasi pemikiran ekonomi pada saat ini.

Namun apa saja yang ada dibalik pemikiran ekonomi pada masa pra-klasik ini ? Siapa saja orang atau tokoh yang ada pada masa tersebut ? dan sebenarnya apa pemikiran yang terdapat didalamnya? Dalam pembahasan makalah ini akan dijelaskan mengenai pertanyaan diatas dan beberapa hal lain yang masih berkaitan dengan sejarah pemikiran ekonomi pada masa pra-klasik.

(5)

Dari latar belakang yang telah disinggung di atas sebagai dasar pembelajaran, maka akan diuraikan beberapa hal yang diharapkan nantinya memberi penjelasan mengenai sejarah pemikiran ekonomi pra-klasik, diantaranya :

1. Apa itu sejarah pemikiran ekonomi pra-klasik ? 2. Apa saja pemikiran ekonomi pada masa pra-klasik ?

3. Siapa saja tokoh yang hidup pada masa pemikiran ekonomi pra-klasik ? 4. Apa saja pemikiran para tokoh tersebut ?

C. Tujuan

Berdasarkan uraian rumusan masalah diatas yang bersumber dari latar belakang masalah yang telah disebutkan, saya berharap dari pembahasan ini kita dapat mengetahui :

1. Sejarah pemikiran ekonomi pra-klasik

2. Penjelasan pemikiran ekonomi pada masa pra-klasik 3. Nama tokoh-tokoh yang hidup pada masa pra-klasik 4. Beberapa pemikiran dari tokoh ekonomi pra-klasik

Bab. 2

Pembahasan

(6)

A. Pemikiran dan Ruang Lingkup Ekonomi Pra-Klasik

Pemikiran ekonomi pra-klasik adalah sesuatu yang menunjukkan suatu masa yang sudah lama terlalui, ini karena memang masanya yang dapat diketahui yaitu beberapa abad yang lalu. Durasi waktu ini sudah sangat lama bila diruntutkan dari waktu saat ini. Pada masa pra-klasik pemikiran-pemikiran ekonomi dapat dikelompokkan menjadi beberapa masa, yaitu masa Yunani Kuno atau Greece Classic, pemikiran-pemikiran ekonomi masa Skolastik, masa Merkantilisme dan masa Fisiokrat.

Dengan mempelajari sejarah pemikiran ekonomi dan sistem yang ada di dalamnya, akan diketahui teori-teori yang digunakan dalam menghadapi masalah ekonomi tertentu dan mengetahui kebaikan atau kelemahan dari tiap pendekatan yang digunakan. Semuanya diperlukan dan digunakan sebagai dasar mengambil keputusan dalam menghadapi masalah ekonomi yang dihadapi baik saat ini maupun masa yang akan datang.

B. Pemikiran Ekonomi Masa Yunani Kuno ( Greece Classic )

Sebenarnya persoalan ekonomi, sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Namun bukti-bukti yang secara nyata hanya bisa ditelusuri hanya sampai pada masa Yunani Kuno. Pada zaman ini terdapat beberapa tokoh yang ikut berperan dalam pemikiran ekonomi seperti Plato, Aristoteles dan juga Xenophon. Pada masa ini, konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ini ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama, kaidah-kaidah hukum, etika atau aturan-aturan moral. Contoh ajarannya mengingatkan bahwa cinta uang adalah akar dari segala permasalahan atau misalnya contoh lain dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 SM.

B.1. Plato ( 427 – 347 SM )

(7)

Gagasan Plato tentang ekonomi timbul dari pemikirannya mengenai keadilan dalam sebuah negara ideal. Menurutnya dalam sebuah negara ideal, kemajuan tergantung pada pembagian kerja yang dimaksudkan untuk pembangunan kualitas kemanusiaan. Plato dapat dikatakan sebagai orang yang sangat mengecam kekayaan dan kemewahan, ia berpendapat bahwa naluri manusia untuk memperoleh barang-barang dan jasa yang sangat besar namun melebihi kebutuhan wajarnya adalah tantangan utama menuju suatu masyarakat yang adil dan makmur secara merata, sehingga keinginan berlebih diatas wajar tersebut perlu diintervensi.

Agar tiap orang bisa hidup sejahtera secara merata, maka manusia perlu dan berkewajiban mengendalikan nafsu keserakahannya untuk memenuhi semua keinginan yang melebihi kewajaran. Bila nafsu keserakahan ini tidak bisa dikendalikan akan menyebabkan sebagian orang akan hidup berkemewahan namun sebagian orang yang lain akan hidup dalam kesengsaraan dan kehinaan. Ternyata gagasannya tersebut hampir sama dengan gagasan yang dibuat oleh tokoh ekonom Adam Smith. Bedanya division of labor atau pembagian kerja oleh Adam Smith dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan output dan pembangunan ekonomi, sedangkan oleh Plato dimaksudkan untuk pembangunan kualitas kemanusiaan.

Teori Plato tentang fungsi uang yang dijelaskan dalam bukunya Politika, menyatakan bahwa fungsi uang adalah sebagai alat tukar, alat pengukur nilai dan alat penimbun kekayaan. Namun Plato menganggap bahwa uang tidak dapat dan tidak layak dikembangkan ( melalui bunga ).

B.2. Aristoteles ( 384 – 322 SM )

Aristoteles merupakan salah satu dari murid Plato, namun pemikirannya lebih pintar dari pada gurunya. Menurutnya ekonomi merupakan suatu bidang tersendiri yang pembahasannya harus dipisahkan dengan bidang lain. Ia juga orang yang meletakkan pemikiran dasar tentang teori nilai ( value ) dan harga ( price ) yang hingga abad ke- 19 masih dipelajari dalam teori ekonomi. Kontribusnya yang paling besar terhadap ilmu ekonomi ialah pemikirannya tentang pertukaran barang ( exchange of commodities ) dan kegunaan. Menurut pandangannya kebutuhan manusia tidak terlalu banyak, tetapi keinginannya relatif tanpa batas. Pertukaran barang dalam bentuk barter bertujuan untuk memenuhi kebutuhan alami, sebab tidak ada laba ekonomi yang diperoleh dari pertukaran barang dengan barang tersebut. Aristoteles menganggap wajar hal ini.

Aristoteles membedakan proses ekonomi ke dalam dua cabang, yaitu kegunaan ( use ) dan keuntungan ( gain ). Lebih spesifik ia membedakan oeconomic dan chrematistik.

(8)

Oeconomic atau ilmu ekonomi didefinisikan sebagai “ the art of house-hold management, the administrations of one’s patrimony, the careful hasbanding of resources “ ( seni manajemen rumah tangga, administrasi dari warisan seseorang, husbanding hati-hati sumber daya ). Sedangkan chrematistik mengimplikasikan penggunaan sumber daya alam atau keterampilan manusia untuk tujuan-tujuan yang bersifat acquisitive atau tamak, dalam chrematistic, berdagang adalah aktivitas ekonomi yang tidak didorong oleh motif faedah atau use, melainkan laba atau gain.

Dalam mengelola rumah tangga dan negara, dibutuhkan kegiatan produksi dan tukar menukar, sehingga ia tidak membenarkan kegiatan perdagangan untuk mengejar keuntungan, yang akhirnya justru tidak relevan untuk masa sesudahnya karena ia tidak melihat dampak produktif dari perdagangan. Dengan latar belakang ini, Aristoteles pada dasarnya menolak pinjam meminjam uang dengan bunga, uang memang bermanfaat sebagai alat tukar-menukar namun jika digunakan untuk mengejar keuntungan saja uang dapat menimbulkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin, korupsi dan pemborosan. Akan tetapi dalam hal hak milik bersama ia tidak sependapat dengan Plato, karena menurutnya hak milik bersama tidak praktis dan bertentangan dengan harkat manusia, ini karena tanpa hak milik, orang tidak merasa puas karena harga dirinya hilang serta tidak dapat suatu perbuatan yang baik.

B.3. Xenophon ( 440 – 355 SM )

Xenophone merupakan seorang prajurit, sejarawan dan murid Socrates yang menciptakan kata ekonomi. Menurut Xenophon kata ekonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos dan Nomos yang berarti pengaturan dan pengelolaan rumah tangga. Seperti halnya Plato dan Aristoteles, ia memandang bahwa pertanian sebagai dasar kesejahteraan ekonomi, lalu ia menganjurkan pelayaran dan perniagaan dikembangkan negara, modal patungan dalam usaha, spesialisasi dan pembagian kerja, konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama.

(9)

menunjukkan bahwa spirit merkantilisme sudah ada pada masa Yunani Kuno yang mendukung kekayaan yang melimpah dan kemenangan atas koloni sangat membantu transisi yang cepat.

Romawi memiliki salah satu sistem mata uang yang paling maju di dunia saat itu. Koin-koin dari kuningan, perunggu, tembaga, perak dan emas, yang dicetak dan diedarkan berdasarkan peraturan-peraturan ketat untuk bobot, ukuran dan komposisi logamnya. Koin-koin ini sangat popular di dunia saat itu, ini karena koinnya sangat indah, penuh detail dan memiliki nilai seni yang cukup tinggi.

Jatuhnya romawi diiringi dengan kehancuran ekonomi, meningkatkan inflasi dan keadaan yang tidak terkendali. Banyak pendapat tentang runtuhnya kekaisaran Romawi, pendapat-pendapat tersebut ialah tanah yang tidak subur lagi, penurunan populasi di Italia, meluasnya perbudakan serta faktor politik. Keruntuhan Romawi yang disebabkan perselisihan yaitu karena gangguan kaum Barbar. Hukum dan UU tidak ada pengaruhnya bagi keendudukan kaum Barbar yang terletak diluar Roma.

Stoicsm yaitu keturunan cynicsm, ajarannya hanya satu yaitu kebaikan yang menjamin kebahagiaan. Gravitas adalah karakteristik yang dimiliki stoics, salah satu konsepnya ialah tentang hukum alam yang digunakan sebagai ujian. Hukum Romawi sangat unggul saat ini dan sumber penting dalam memberikan inspirasi pada pembuat UU hukum perdata di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin. Dibandingkan hukum lain, hukum Romawi lebih bersifat absolut dalam perlindungan terhadap kepemilikan dan hak pemiliknya.

(10)

C. Pemikiran Ekonomi Masa Skolastik

(11)

khusus dari para penulis abad pertengahan terhadap teknik teori ekonomi lemah. Pada saat itu pendidikan diserahkan pada tokoh-tokoh gereja yang dikenal dengan nama

" The Scholastics ", sehingga periode ini disebut dengan masa skolastik. Para filosof aliran skolastik menerima doktrin gereja sebagai dasar pandangan filosofisnya dimana mereka berupaya memberikan pembenaran apa yang telah diterima dari gereja secara rasional.

Asumsi yang dipakai adalah kepentingan ekonomi adalah sub-ordinat dari pengorbanan, serta perilaku ekonomi adalah salah satu aspek perilaku abadi yang terikat dengan aturan-aturan moralitas. Orang pada zaman tersebut menganggap kekayaan materi sangat perlu sebab tanpa materi tidak bisa menghidupi diri sendiri apalagi menolong orang lain. Akan tetapi bagaimanapun juga motif ekonomi sangat dikecam, ini digambarkan dengan kalimat “ The merchant can scarcely or never be pleased to God ” ( Pedagang itu hampir atau tidak pernah dapat senang kepada Tuhan ) . Tokoh-tokoh yang dari aliran ini antara lain Peter Abaelardus, St. Albertus Magnus, St. Thomas Aquinas, William Ockham, dan Nicolas Cusasus.

Diantara filosof pada masa skolastik yang paling terkenal adalah Augustinus ( 354 – 430 SM ). Menurutnya dibalik keteraturan dan ketertiban alam semesta ini pasti ada yang mengendalikan, yaitu Tuhan, yang kebenaran mutlak ada pada ajaran agama, dan aksioma bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan dari yang tidak ada menjadi ada

( creatio ex nihilo ). Kehidupan yang terbaik adalah bertapa, dan yang terpenting adalah cinta pada Tuhan. Namun menghadapi abad ke-12, bangsa Eropa membuka kembali kebebasan berpikir yang dipelopori oleh Peter Abelardus (1079 – 1142 ) yang menginginkan kebebasan berpikir dengan membalikan sebuah pernyataan yang dilontarkan Augustinus dengan pernyataan anselmuscredo ut intelligam dan merumuskan pandangannya sendiri menjadi

intelligo ut credom ( saya paham supaya saya percaya ). Peter Abelardus memberikan status yang lebih tinggi tentang arti iman.

Puncak kejayaan skolastik dicapai pada pemikiran Albertus Magnus ( 1206 – 1280 ) dan Thomas Aquinas ( 1225 – 1274 ). Tokoh A. Magnus adalah seorang filusuf religius dari Jerman, satu pandangannya yang sangat baik adalah pemikirannya tentang harga yang adil dan pantas, yaitu harga yang sama besarnya dengan biaya dan tenaga yang dikorbankan untuk menciptakan barang tersebut. Patokannya adalah harga yang adil dan pantas, yaitu dalam aktivitas tukar-menukar barang harus menggunakan unsur etis. Seseorang yang menetapkan harga melebihi biaya dan pengorbanan lain untuk menciptakan barang, berarti ia telah melanggar etika dan tidak pantas dihormati.

(12)

Tokoh kedua yang sangat dikenal adalah Thomas Aquinas. Ia mendapat gelar

" The Angelic Doctor " karena banyak pikirannya yang tak terpisahkan dari gereja. Menurutnya pengetahuan berbeda dengan kepercayaan, pengetahuan didapat melalui indera dan diolah akal. Namun, akal tidak mampu mencapai realitas tertinggi yang ada pada daerah adikodrati. Ini merupakan masalah keagamaan yang harus diselesaikan dengan kepercayaan. Semua dalil-dalil akal atau filsafat harus dikembangkan dalam upaya memperkuat dalil-dalil agama dan mengabdi kepada Tuhan.

Dalam bukunya yang sangat terkenal “ Summa Theologica “, Aquinas menjelaskan bahwa memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil, sebab ini sama dengan menjual sesuatu yang tidak ada. Dengan pola pikir seperti inilah ekonomi etis berkembang karena pemikiran ekonomi mereka erat dengan ajaran agama. Pemikiran Thomas Aquinas menjadi semakin berkembang hingga pada abad ke-13 menjadi zaman kejayaan Skolastik. Hal ini dikarenakan adanya tiga faktor penentu yang muncul pada akhir abad ke-12, salah satu faktor penting tersebut adalah ditemukannya karya-karya filsafat Yunani. Faktor-faktor tersebut membuat pemikiran ekonomi berkembang pesat, sehingga teori dari St. Albertus Magnus dan St. Thomas Aquinas kemudian dikembangkan oleh tokoh-tokoh lain seperti Scotus dan Ockham.

D. Pemikiran Masa Merkantilisme

Perkembangan pemikiran ekonomi sebelum abad ke-17 kegiatan ekonomi pada umumnya masih bersifat kecil-kecil yang hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri ( subsisten ). Tetapi pada abad ke-17 ini kegiatan ekonomi mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam organisasi kegiatan ekonomi masyarakat.

Istilah Merkantilisme berasal dari kata merchant yang berarti pedagang. Menurut paham merkantilisme tiap negara yang berkeinginan untuk maju harus melakukan perdagangan denagn negara lain. Paham merkantilisme banyak dianut di negara-negara Eropa pada abad ke-16, negara diantaranya Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Belanda. Masa merkantilisme ditandai sebagai periode dimana setiap orang masing-masing menjadi ahli ekonomi bagi dirinya sendiri.

(13)

D.1. Jean Boudin ( 1530 – 1596 )

Jean Boudin merupakan seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis yang dapat dikatakan sebagai orang pertama yang secara sistematis menyajikan teori tentang uang dan harga yang terdapat dalam bukunya “ Reponse aux Paradoxes de Malestroit” pada tahun ( 1568 M ). Menurut Jean Boudin tambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dapat menyebabkan naiknya harga barang-barang, alasan secara rincinya adalah :

- Bertambahnya logam mulia seperti perak dan emas

- Praktek monopoli yang dilakukan oleh dunia swasta maupun peran negara

- Jumlah barang dalam negeri menjadi langka karena sebagian hasil produksi di ekspor

- Pola hidup mewah kalangan bangsawan dan raja-raja

- Menurunnya nilai mata uang logam karena isi karat yang terkandung di dalamnya dikurangi atau dipermainkan

Teori Boudin tentang uang dinilai sangat maju dan kira-kira 3,5 abad kemudian Irving Fisher mengembangkan teori kuantitas uang.

D.2. Thomas Mun ( 1571 – 1641 )

Thomas Mun adalah seorang saudagar kaya yang berasal dari Inggris. Dia banyak menulis tentang perdagangan luar negeri, dan buku yang ditulisnya sempat menjadi karya yang terkenal, buku berjudul “ England’s Treasure by Foreign Trade “ ( Harta Inggris oleh Perdagangan Luar Negeri ), adalah salah satu sumbangan besar terhadap teori perdagangan luar negeri. Thomas Mun mengecam kaum bullion yang melarang mengalirnya emas keluar negeri.

Menurutnya untuk meningkatkan kekayaan negara, cara yang biasa dilakukan adalah lewat perdagangan. Dia berpedoman bahwa nilai ekspor keluar negeri harus lebih besar dibandingkan dengan yang diimpor oleh negara itu. Tambahnya, perdagangan masih tetap akan menguntungkan sekalipun tidak memiliki emas dan perak. Suatu negara yang memiliki terlalu banyak uang justru tidak baik karena menaikkan harga-harga, dan meskipun kenaikan tersebut akan meningkatkan pendapatan para pengusaha, namum kenaikan tersebut secara umum langsung merugikan dan mengurangi volume perdagangan, karena harga yang tinggi akan mengurangi konsumsi dan permintaan.

D.3. Sir William Petty ( 1623 – 1687 )

(14)

Sir William Petty merupakan seorang pengajar di Oxford University yang banyak menulis tentang ekonomi politik. Ia juga dikenal sebagai inonator, ahli bahasa, dokter, ahli musik, pelaut dan wakil direktur di suatu akademi. Dalam bukunya “ Political Aritmetic ”

tahun 1676 ia telah menggambarkan bidang metodologi ekonomi. Dengan terbitnya buku ini maka studi statistika semakin berkembang di Inggris. Dialah orang yang menggemukakan pertama sekali tentang nilai tenaga kerja yang kurang dimengerti oleh ahli-ahli berikutnya, sampai tokoh aliran klasik Ricardo.

Menurut Petty ada dua faktor yang menciptakan kekayaan yakni lahan dan tenaga kerja. Semboyan “ Labour is the father and active principle of wealth, as lands are the mother ” ( Buruh adalah ayah dan sebagai prinsip aktif kekayaan dan tanah adalah ibu ). Baginya bukan jumlah hari kerja yang menentukan nilai suatu barang, melainkan biaya yang diperlukan untuk menjaga agar para pekerja tersebut tetap bekerja. Selain itu dalam hal uang, menurutnya “ Money is the Fat of the Body-Politick, where of too much doth as often hinder its Agility, as too little makes it sick ! “. Yaitu uang diperlukan dalam jumlah secukupnya, tetapi lebih atau kurang dari yang diperlukan dapat mendatangkan kemhudaratan. Harga untuk uang adalah bunga modal, dengan demikian, semakin besar jumlah uang beredar, maka bunga modal turun, hal ini akan mendorong kegiatan usaha. Ia juga berpendapat bahwa tingkat harga yang bervariasi proporsionalnya dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu tidak heran apabila Freidrich Engels memberinya gelar “ The Founder of Modern Political Economy ”.

D.4. Jean Baptis Colbert ( 1619 – 1683 )

J.B. Colbert adalah seorang pejabat negara Perancis dengan kedudukan sebagai Menteri Utama di bidang ekonomi dan keuangan dalam pemerintahan Louis XIV. Tujuan yang dibuat olehnya lebih mengarah pada kekuasaan dan kejayaan negara dari pada untuk meningkatkan kekayaan idividu.

(15)

J.B. Colbert menjamin hak monopoli yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan guna mendorong timbulnya perusahaan baru khususnya untuk perdagangan antar negara. Ia melakukan rangsangan terhadap penemuan-penemuan baru serta membangun industri percontohan dan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dengan mendirikan akademi-akademi, perpustakaan dan memberikan subsidi ke setiap sektor ekonomi. Dalam praktik ekonomi banyak terjadi aliansi antara para saudagar dengan penguasa. Kaum saudagar disini memperkuat dan mendukung kedudukan dari penguasa dan penguasa pun memberi bantuan dan perlindungan berupa monopoli, proteksi dan keistimewaan-keistimewaan lainnya. Pada abad tersebut Eropa dianggap sebagai kapitalisme komersial, yang kadangkala disebut sebagai kapitalisme saudagar karena kaum saudagarlah yang memegang kendali perekonomian.

D.5. Sir Dudley North ( 1641 – 1691 )

Sir Dudley North adalah salah satu tokoh yang mendukung adanya perdagangan bebas tanpa adanya campur tangan dan intervensi dari pemerintah melalui perundang-undangan dan segala peraturannya. Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak perlu lagi mencegah larinya emas keluar negeri selama emas tersebut digunakan sebagai keperluan perdagangan.

Dalam pernyataanya, fungsi uang dalam perekonomian suatu negara adalah sebagai alat untuk memajukan perdagangan dan bukan untuk simbol kekayaan negara. Negara akan jatuh miskin apabila uangnya digunakan untuk peperangan dan kepentingan pembayaran untuk negara lain. Lalu menurutnya bunga uang yang rendah akan mendorong perdagangan dan kemudian akan memperkaya negara.

D.6 David Hume ( 1711 – 1776 )

Dalam teorinya, David Hume sangat memperhatikan fakor keadilan dan beranggapan bahwa ketidakadilan akan memperlemah suatu negara. Setiap warga negara harus menikmati hasil kerjanya sesuai dengan kesempatan yang diperolehnya. Apabila tidak terjadi keadilan maka kekayaan yang dimiliki oleh kaum kaya akan didistribusikan lagi bagi kaum miskin, dengan cara ini maka dapat terlaksanakan keadilan yang diinginkan oleh Hume tersebut. Teori Hume yang terkenal adalah “ Price Specie-flow Mechanism “. Dalam teorinya ini David Hume membahas tentang hubungan antara neraca perdagangan dengan jumlah uang dan tingkat harga barang-barang umum pada suatu negara.

E. Pemikiran Ekonomi Masa Fisiokrat

(16)

Kaum Fisiokrat menganggap bahwa sumber kekayaan adalah alam. Aliran ini dinamai aliran physiocratism, yaitu penggabungan dari dua kata physic ( alam ) dan cratain atau

cratos ( kekuasaan ), yang berarti mereka yang percaya pada hukum alam ( believers in the rule of nature ). Hukum alam yang penuh dengan keselarasan dan keharmonisan berlaku kapan saja dimana saja dan dalam situasi apapun.

Sistem perekonomian dianggap mirip dengan alam yang penuh harmoni. Setiap tindakan manusia dalam memenuhui kebutuhan masing-masing akan selaras dengan kemakmuran masyarakat banyak, dengan tidak ada campur tangan pemerintah dan alam mengatur semua pihak. Untuk itu muncullah doktrin laissez faire-laissez passer yang arti secara garis besarnya biarkan semua terjadi, biarkan semua berlalu ( let do, let pass ). Tanpa andanya intervensi atau campur tangan dari pemerintah maka semua tindakan manusia akan berjalan secara harmonis, otomatis dan bersifat self regulating. Inilah yang nanti bakal menjadi cikal bakal doktrin perekonomian bebas yang dikembangkan oleh Adam Smith.

Tokoh utama aliran fisiokrat adalah Francis Quessnay ( 1694 – 1774 ). Profesi awal Quessnay adalah sebagai dokter dan ahli bedah, lalu ia diangkat sebagai anggota “ Academie des Sciences ”, sebuah lembaga ilmiah tertinggi pada masa itu di Prancis. Pada tahun 1758 Quessnay menulis buku “ Tableau Economique “. Dalam buku tersebut Quessnay menggambarkan sistem perekonomian suatu negara seperti layaknya kehidupan biologis tubuh manusia, yaitu antara satu bagian tubuh dengan bagian lain membentuk suatu kesatuan yang harmonis. Begitu pula proses dan gejala kehidupan ekonomi jika dilihat dalam hubungan antara bagian yang satu dengan yang lain membentuk suatu keseluruhan dengan hukum-hukum tersembunyi. Ada 4 golongan dalam masyarakat, yaitu :

- Kelas masyarakat produktif,yaitu masyarakat yang aktif mengolah tanah seperti pertanian dan pertambangan

- Kelas tuan tanah

- Kelas yang tidak produktif atau kelas steril, terdiri dari saudagar dan pengrajin - Kelas masyarakat buruh atau labor yang menerima upah dan gaji dari tenaganya.

(17)

dan para saudagar selama ini dinikmati dibawah pemerintahan merkantilisme. Pemikiran fisiokrat menerapkan single tax, yaitu pajak yang hanya dikenakan kepada pemilik tanah. Pajak yang dianjurkan tinggi supaya orang tidak mempunyai keinginan untuk menguasai tanah secara berlebihan.

Dibandingkan dengan pemikiran-pemikiran ekonomi yang sudah disebutkan terdahulu, pemikiran Quessnay adalah yang jauh lebih maju. Pola dan garis pemikiran yang dikemukakan oleh Quessnay sudah tersusun dalam suatu kerangka dasar analisis tertentu mengenai gejala-gejala, peristiwa-peristiwa dan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat.

Tokoh selanjutnya adalah Jacques Turgot ( 1721 – 1781 ). Ia ialah seorang ahli filsafat dan ekonomi yang menjabat Menteri keuangan Prancis dalam pemerintahan Raja Lois XVI. Pemikirannya tentang ekonomi sejalan dengan F. Quesnay, bahwa sumber kemakmuran berasal dari alam terutama usaha bidang pertanian. Oleh karena itu, J. Turgot memberikan dorongan agar usaha pertanian dapat ditingkatkan. Sumbangan pemikirannya yang sangat berharga untuk pengembangan ilmu ekonomi tersebut antara lain teori pembentukan modal dan teori hukum hasil lebih yang makin berkurang.

Bab. 3 Penutup

Kesimpulan

Di zaman Yunani Kuno dimana saat itu di Athena masih mencerminkan pola berpikir tradisi kaum ningrat, para tokoh ekonomi ( Plato, Aristoteles, dan Xenophone ) sependapat bahwa pertanian merupakan dasar dari kesejahteraan ekonomi. Selain itu pada dasarnya

(18)

mereka menolak pinjam meminjam uang dengan bunga. Pemikiran mereka yang dituangkan dalam buku, nantinya bakal dijadikan rujukan oleh para ahli ekonomi selanjutnya seperti halnya teori division of labour Adam Smith yang terinspirasi dari pemikiran Plato.

Di era kerajaan Romawi Kuno perkembangan ekonomi menjadi lebih maju hal itu ditandai mata uang Romawi yang telah memiliki standar mata uang yang diedarkan berdasarkan peraturan-peraturan ketat untuk bobot, ukuran, dan komposisi logamnya.Seperti halnya pemikiran dari Plato dan Aristoteles serta kerajaan Romawi Kuno juga melarang keras setiap pungutan atas bunga dan pada perkembangan selanjutnya mereka membatasi besarnya suku bunga. Kerajaan Romawi adalah negara pertama yang menerapkan peraturan tentang bunga untuk melindungi para konsumen.

Setelah kerajaan Romawi runtuh, kegiatan ekonomi mulai menyesuaikan dengan struktur masyarakat yang baru, dimana saat itu muncul pemikiran pemikiran ekonomi dari kaum skolastik. Kedua tokoh di era skolastik ( St. Albertus Magnus dan Thomas Aquinas ) pemikiran mereka mendapat pengaruh kuat ajaran gereja. Adapun ciri utama pemikiran mereka berdua adalah hubungan antara ekonomi masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan.

Kemudian pada era merkantilisme berlangsung tidak hanya perdagangan dan perekonomian saja yang maju pesat, kemajuan literatur pun juga berkembang seiring dengan munculnya persoalan-persoalan ekonomi yang berhubungan dengan bisnis para pedagang. Adapun di era ini terdapat beberapa seumbangsih pemikiran yang bakal dijadikan rujukan oleh ahli ekonomi setelahnya, diantaranya adalah teori nilai tenaga kerja yang dikemukakan oleh Sir William Petty, lalu ada teori perdagangan luar negeri yang dikemukakan oleh Thomas Mun, dan juga tidak ketinggalan teori uang dan harga yang dikemukakan oleh Jean Boudin.

(19)

Daftar Pustaka

- Deliarnov. 2009. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta : Raja Wali Press -

http://sejarahpemikiranekonomipraklasik.blogspot.com/2013/04/sejarah-pemikiran-ekonomi-praklasik.html

- http://thisismeandmyloyalty.blogspot.com/2013/06/aliran-pra-klasik-dan-klasik-sejarah.html

Referensi

Dokumen terkait