KONSEP BISNIS
Disusun untuk memenuhi tugas mata perkuliahan EBI (Ekonomi Bisnis) yang dibimbing oleh
Drs. Rohyan Sosiadi M. Pd
Disusun oleh:
Muhammad Romario Fabasqa 201319386
MANAJEMEN TATA BOGA JURUSAN HOSPITALITY
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
Dalam mempertahankan hidupnya manusia diberi kebebasan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Kita pernah mendengar berita tentang suatu perusahaan dengan produknya yang berhasil menguasai pasar dan mampu mengeruk keuntungan yang besar dari hasil penjualan produknya. Atau suatu perusahaan yang meluncurkan suatu produk baru dan memperoleh keuntungan bisnis besar. Atau mungkin justru sebaliknya, yang menyatakan kebangkrutan suatu bisnis karena tidak mampu bersaing di pasar atau karena produknya tidak diminati oleh pasar. Pemberlakuan peraturan perundang-undangan baru yang akhirnya dapat menimbulkan turunnya daya beli masyarakat juga dapat menyebabkan lesunya suatu bisnis.
Keberhasilan dan kegagalan seperti uraian di atas merupakan kenyataan yang dapat dialami oleh suatu usaha. Dunia usaha berisi dengan persaingan, peluang, tantangan, kegairahan maupun kelesuan yang dapat menyebabkan naik turunnya suatu usaha.
2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari bisnis? 2. Apa tujuan dari bisnis?
3. Bagaimana menjadi seorang entrepreneur yang baik? 4. Bagaimana cara memulai usaha kuliner ?
Untuk menambah wawasan tentang konsep bisnis. Mengerti untuk menjadi seorang entrepreneur yang
baik dalam menjalankan bisnis.
Mengerti untuk membuka usaha dalam bidang kuliner
Untuk memahami tentang bisnis, pertama kita harus mengetahui apa yang di maksud dengan bisnis. Bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat (Skinner, 1992). “Bisnis is all those activities in providing the goods and services needed and desired by people.” Dalam pengertian ini kegiatan bisnis sebagai aktivitas yang menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen, dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki SITU dan SIUP, serta usaha informal lainnya.
Pengertian bisnis lainnya diberikan oleh Griffin dan Ebert (1966), “Business is an organization that provides goods or services in order to earn profit.” Sejalan dengan definisi tersebut, aktivitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit/laba. Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada satu periode (total revenues) lebih besar dari total biaya (total costs) pada periode yang sama.
Business actor melakukan aktivitas bisnis untuk mencapai berbagai tujuan. “Objectivities are needed in every area where performance and results directly and vitally affect the survival and prosperity of the business” (Tujuan dibutuhkan di setiap area dimana kinerja dan hasil secara langsung dan menentukan akan memengaruhi kelangsungan hidup dan kemakmuran perusahaan). Tujuan perusahaan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi/ aktivitas fungsional perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Key result area suatu perusahaan mencakup market standing, innovation, physical and financial resources, profitability, manager performance and development, worker performance and attitude, public responsibility.
Pada umunya tujuan bisnis didirikan tidak hanya profit oriented semata, namun secara keseluruhan tujuan bisnis didirikan meliputi:
1. Profit
2. Pengadaan barang atau jasa
3. Kesejahteraan bagi pemilik faktor produksi dan masyarakat
4. Full employment
5. Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang 6. Kemajuan dan pertumbuhan
7. Prestige dan prestasi
Menjadi entrepreneur di usia muda adalah dambaan sebagian besar kita. Hanya saja, proses untuk mencapai level tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Ada banyak faktor yang harus diperhatikan sejak bagaimana memulai sebuah usaha, bagaimana mengelola lalu mengembangkannya menjadi bisnis yang produktif dan kompetitif, dan hal-hal penting lainnya.
menurut Scott Gerber, ada beberapa hal penting yang harus diketahui oleh seorang entrepreneur yang baru memulai usaha. Apa saja itu?
3.1. Fokus
Seringkali seorang entrepreneur pemula seakan tidak sabar untuk ‘mengambil’ semua peluang bisnis yang ada. Padahal sebagaimana diketahui, peluang selalu tampil bak serigala berbulu domba, serba tidak pasti.
Melakukan berbagai jenis usaha pada saat bersamaan bukan hanya membutuhkan banyak sumber daya, melainkan juga akan membagi fokus Anda sehingga boleh jadi semua yang sudah Anda rintis sebelumnya akan berakhir dengan sejumlah kegagalan.
3.2. Tahu Apa yang Anda Lakukan, dan Lakukan Apa yang Anda Tahu
Jangan memulai bisnis hanya karena terlihat keren atau menawarkan margin keuntungan yang besar dan cepat balik modal. Lakukan apa yang Anda cintai bersama orang-orang yang Anda sayangi. Bisnis yang dibangun dengan kekuatan dan bakat yang Anda miliki akan memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses.
Hal ini tidak hanya penting untuk menciptakan bisnis yang menguntungkan dan tetap produktif, tetapi juga penting bahwa Anda senang mengelola dan tumbuh hari demi hari bersama bisnis Anda. Jika hati Anda tidak di dalamnya, yakin saja Anda tidak akan berhasil.
3.3. Kuasai 100% Konsep Bisnis Anda
Kuasailah konsep bisnis Anda. Hal ini sangat penting, terutama jika bisnis Anda membutuhkan bantuan investor atau kerja sama dengan pihak lain. Jika Anda tidak bisa memaparkan bisnis Anda secara gamblang, yakinlah tidak akan ada investor yang tertarik berinvestasi bersama Anda. Scott berkata: “Say it in 30 seconds or don’t say it at all!“
Tidak ada bisnis atau rencana bisnis yang dapat memprediksi masa depan atau sepenuhnya mempersiapkan Anda untuk menjadi pengusaha sukses. Tidak ada rencana yang sempurna.
Jangan melompat langsung ke bisnis baru tanpa pikiran yang matang atau perencanaan yang baik, tetapi jangan pula menunggu terlalu lama untuk mengeksekusi sebuah peluang bisnis. Yang paling penting yang dapat Anda lakukan adalah belajar dari kesalahan Anda dan jangan pernah membuat kesalahan yang sama dua kali.
3.5. Jangan Terlalu Banyak Mengumbar Kata
Yang paling penting adalah action, bukan kata-kata. Jangan terlalu sering mengumbar rencana bisnis tanpa tindakan yang nyata. Jangan terlalu membangga-banggakan prestasi yang diraih sementara ini, saat tujuan bisnis Anda masih sangat jauh di depan. Intinya, siapkan segala sesuatunya dengan baik, tidak perlu banyak bicara.
Bisnis kuliner merupakan salah satu jenis bisnis yang paling banyak peminatnya. Namun tidak semua orang yang menggeluti bisnis ini dapat bertahan lama. Hanya orang-orang yang bekerja keras yang dapat bertahan. Namun tidak hanya itu, kreativitas dan inovasi juga diperlukan dalam menggeluti usaha ini. Beberapa hal di bawah ini harus Anda perhatikan untuk dapat sukses di dalam memulai usaha kreasi dalam pembuatannya dan cara penyajiannya. Inovasi ini juga harus disesuaikan dengan target pasar. Inovasi produk kuliner yang kita jual juga sangat penting agar konsumen tidak bosan untuk mengkonsumsi produk kita, selalu berikan variasi baru kepada jenis makanan yang kita jual.
4.3. Supplier
terjamin. Memilih supplier pun harus berhati-hati. Pilihlah supplier yang konssisten menjaga kualitas.
4.4. Pengetahuan dan keahlian
Anda harus memiliki pengetahuan dan keahlian di bidang kuliner jika Anda ingin membuka usaha di bidang kuliner. Walaupun Anda memilih untuk menggunakan juru masak atau chef, anda tetap harus mengetahui lebih dalam lagi mengenai bisnis Anda.
4.5 Jaga reputasi
Usaha kuliner yang sanggup bertahan dalam jangka waktu yang lama adalah yang mampu menjaga reputasinya di mata konsumen, sedikit saja mengecewakan mereka akan dapat berakibat buruk kepada reputasi usaha kita. Mulai dari kebersihan makanan, tempat, hingga rasa menu masakan dan pelayanan harus diteteapkan dengan standar operasi yang ketat.
4.6. Sabar di awal usaha
Usaha di bidang kuliner ini akan sedikit membutuhkan waktu pengenalan kepada konsumen terlebih untuk bisnis yang baru dibuka, maka jangan heran jika pada awal usaha mungkin terjadi sepi pengunjung. Namun untuk selanjutnya jika menu masakn kita cocok di lidah konsumen, maka akan sangat mudah tersiar kabarnya kepada konsumen lain.
Kesimpulan
Bisnis adalah pertukaran barang, jasa, atau uang yang
saling menguntungkan atau memberikan manfaat
Aktivitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa
bertujuan untuk menghasilkan profit/laba
Key result area suatu perusahaan mencakup market
standing, innovation, physical and financial resources, profitability, manager performance and development, worker, performance and attitude, public responbility.
tujuan bisnis didirikan meliputi profit, pengadaan
barang atau jasa, kesejahteraan bagi pemilik faktor produksi dan masyarakat, full employment, eksistensi perusahaan dalam jangka panjang, kemajuan dan pertumbuhan, dan juga prestige dan prestasi.
Poin-poin penting dalam menjadi entrepreneur yang
baik adalah fokus, mengetahui apa yang anda lakukan dan lakukan apa yang anda ketahui, kuasai 100% konsep bisnis anda, belajarlah dari kegagalan, dan jangan mengumbar kata.
Yang harus Anda perhatikan untuk dapat sukses di
dalam memulai usaha kuliner adalah target pasar, inovasi, supplier, pengetahuan dan keahlian, reputasi, dan kesabaran Anda dalam menjalani bisnis di dalam bidang kuliner.
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis
http://makalahpaijo.blogspot.com/2013/04/konsep-bisnis.html
http://www.asritadda.com/enterpreneurship/tips/10-tips-penting-untuk-entrepreneur-pemula.htm
http://www.pengertianpakar.com/2015/01/pengertian-manfaat-dan-tujuan-bisnis.html#_