• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sisi lain peristiwa memandang Organisasi Perdagang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sisi lain peristiwa memandang Organisasi Perdagang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS KE-2 TEORI HUKUM

Guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Hukum yang diampu oleh Prof. Esmi Warassih, S.H., M.Hum.

Tahun Akademik 2013/2014

Disusun Oleh:

Muhammad Tizar Adhiyatma, S.H.

11010113410064

BSU HET-HKI

PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM

UNIVERSITAS DIPONEGORO

(2)

TUGAS KE-4 TEORI HUKUM

Guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Hukum yang diampu oleh Prof. Esmi Warassih, S.H., M.Hum.

Tahun Akademik 2013/2014

Disusun Oleh:

Muhammad Tizar Adhiyatma, S.H.

11010113410064

BSU HET-HKI

PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM

UNIVERSITAS DIPONEGORO

(3)

1. WTO, NAFTA, GATT merupakan perjanjian untuk keperluan siapa? Bagaimana dampak terhadap perekonomian di Indonesia? Bagaimana seharusnya hukum yang berlaku di Indonesia?

Seminar yang diselanggarakan merupakan pengamatan pada komunitas ekonomi ASEAN. Seminar tersebut membahas mengenai beberapa hal yakni WTO, NAFTA, GATT dan merupakan hasil konvensi internasional. Ada pun WTO berupa organisasi yang dibentuk sebagai hasil putaran Uruguay pada tahun 1994 dengan GATT sebagai perjanjian antar negara anggota WTO itu sendiri yang membahas mengenai perjanjian tarif dan perdagangan antar negara, bagaimana negara mengontrol harga barang yang diperdagangkan dan barang-barang apa saja yang patut untuk diperdagangkan. Sama halnya dengan WTO dan GATT disini NAFTA juga berbicara mengenai perdagangan. Baik WTO, NAFTA, GATT merupakan reaksi negara-negara maju dan berkembang dengan kesadaran yang dimiliki oleh mereka untuk mengamankan posisi perekonomian negara bersangkutan dengan memberikan perlindungan atas barang yang akan di ekspor dan/atau diimpor. Telah diketahui bahwa peningkatan perekonomian suatu negara itu sangat ditentukan oleh seberapa besarnya kah hasil ekspor dari barang yang terjual.

(4)

akhirnya memberikan suatu kepastian kepada negara pengimpor atau negara pengekspor agar kiranya barang impor mereka itu aman di negara lain begitu pula sebaliknya industri domestik pun tidak tersaingi dengan produk-produk yang diimpor ke dalam negeri. Tapi kadangkala hasil konvensi ini karena tuntutan globalisasi yang ditandai dengan adanya pasar bebas membuat negara berkembang terpaksa melakukan ratifikasi atas perjanjia tersebut secara keseluruhannya tanpa menyaring dengan menyesuaikan bagaimana situasi dan kondisi dalam negeri negara bersangkutan. Adanya dominasi negara maju menguasai perekonomian dunia menyebabkan negara-negara berkembang mau tidak mau meratifikasi perjanjian internasional tersebut.

Bila hal ini di bawah ke Indonesia dan kemudian hasil perjanjian ini diratifikasi menjadi bentuk perundangan-undangan, sebagai negara yang tahunya hanya menggunakan (Konsumtif) hal ini tidaklah begitu berpengaruh pada ekonomi Indonesia. Bahkan hanya akan menyebabkan anomali dimasyarakat. Misalnya saja aturan mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual dengan kosmologi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia maka hal ini tidaklah sesuai. Masyarakat kita adalah masyarakat yang bertipe komunal, masyarakat yang lebih menyukai hidup secara bermasyarakat ketimbang memiliki sifat yang individu. Masyarakat kita adalah masyarakat dengan penduduk muslim terbanyak di dunia yang lebih menyukai karya hasil ciptaannya digunakan oleh orang banyak tanpa imbalan sepeserpun karena keyakinan meraka bahwa apa yang telah meraka ciptakan kemudian bermanfaat bagi yang lain maka hal itu berlaku sebagai amal jahiriah buat mereka. Sedangkan konsep perlindungan Hak Kekayaan Intelektual tersebut adalah melindungi ciptaan atau inovasi yang telah menjadi karya seseorang atasnya agar tidak digunakan tanpa hak oleh orang yang tidak memiliki izin dalam penggunaannya dan tidak dieksploitasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Konsep perlindungan ini secara implisit mengabarkan bahwa negara maju seolah-olah khawatir akan karya-karya ciptaan dari warga negara mereka itu diekploitasi oleh negara lain sehingga dari eksploitasi itu menyebabkan kerugian pada penciptanya dan pada negara yang bersangkutan.

(5)

kekayaan pencipta tetapi pada pihak lain yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan hasil karya dari pencipta tersebut. Tetapi konsep perlindungan dari Hak Kekayaan Intelektual ini tidak hanya memberikan perlindungannya untuk kasus-kasus yang merugikan pencipta yang telah disebutkan di atas. Tetapi juga mengajarkan sifat individual bagi bangsa kita untuk mendaftarkan segera karya cipta biar hasil karya cipta tersebut mendapat perlindungan dari hukum sehingga hak ekonomi atas karya tersebut mutlak sepenuhnya untuk pencipta. Inilah yang menjadi kekhawatiran Penulis melihat hal ini yang namanya manusia lambat laun atau cepat akan terlena dengan namanya uang. Uanglah hal yang paling sering membuat seseorang berkonflik, membuat seseorang lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat. Dan uanglah yang paling mudah merusak moral suatu bangsa. Oleh karena itu, perjanjian-perjanjian ini apabila dibawah dan kemudian diratifikasi di negara Indonesia karena tuntutan dunia internasional sekiranya perlu adanya penyaringan-penyaringan dengan menyesuaikan nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila.

Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia, falsafah hidup bangsa ini. Nilai-nilai seluruh bangsa ini tercakup di dalamnya. Hukum Indonesia adalah hukum yang harusnya berlandaskan pancasila bukan hukum yang bersifat liberal kapitalisme. Bukanlah hukum yang tidak berketuhanan, bukanlah hukum yang tidak berkemanusiaan, bukanlah hukum yang memecah belah bangsa Indonesia, bukanlah hukum yang berkeadilan individu. Hukum kita adalah hukum yang menghormati nilai-nilai sosial. Kenapa? Karena bentuk negara kita perkembangan perekonomian Indonesia saat ini. Tidak hanya di Indonesia seluruh negara di dunia pun harus berterima kasih dengan kapitalisme di negara mereka. Bahkan negara-negara berideologi liberal kapitalis perekonomiannya jauh lebih berkembang dari negara-negara lainnya.

(6)

Referensi

Dokumen terkait

bahwa sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b diatas, maka dipandang perlu untuk menampung aspirasi masyarakat melaluiDPRD sebagai wakil rakyat untuk membentuk

Menyampaikan cara pembuatan kerangka untuk menulis dan presentasi Memperhatikan Membuat catatan Bertanya Papan Tulis Spidol Laptop Layar LCD Modul Penyajian

Pada penelitian sebelumnya telah dibuat sistem penyiraman otomatis dengan menggunakan algoritma fuzzy dan prakiraan cuaca dengan menggunakan Weather Service Provider (WSP),

Terkait dengan data yang diperlukan, maka instrumen tes terdiri dari tes prestasi belajar dan tes kemampuan berpikir kritis, sedangkan instrumen non tes terdiri

pada menu Belajar berisi semua huruf hiragana dasar yang berjumlah 80 menu huruf dengan animasi cara menulisnya, pada menu catatan ada dua tombol lagi

• Padiatapa atau FPIC (Free and Prior Informed Consent) adalah satu proses yang memungkinkan masyarakat adat dan atau masyarakat lokal untuk menjalankan hak-hak fundamentalnya

Hal ini menjadi perhatian ketika mendesain sistem proteksi busbar karena ketika terjadi arus gangguan eksternal bernilai besar dapat menyebabkan arus yang dihasilkan pada

Sejumlah persoalan terkait pembangunan Sarana-Prasarana relatif telah dapat tertanggulangi dengan baik, namun demikian t untut an kebutuhan akan gedung serba