• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telematika XIII Recent site activity teeffendi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Telematika XIII Recent site activity teeffendi"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Permasalahan Pembuktian

Jika yurisdiksi adalah permasalahan

umum dalam membicarakan tindak

pidana mayantara, maka terdapat

permasalahan khusus yang bagi

sebagaian negara bukan menjadi

permasalahan utama dalam tindak

(3)

Pembuktian

Pembuktian adalah proses utama dalam

persidangan, dimana dalam proses ini merupakan usaha untuk mempertahankan kebenaran. Melalui proses pembuktian akan ditentukan nasib terdakwa apakah akan ditentukan bersalah, diputus bebas

atau diputus lepas dari segala tuntutan hukum. Oleh karena itu, dibutuhkan kecermatan dalam menilai setiap bukti yang diajukan untuk

(4)

Sistem Pembuktian

Sistem pembuktian merupakan cara untuk menilai alat bukti terhadap perkara yang sedang diperiksa di persidangan.

1. Conviction in time (berdasarkan keyakinan belaka);

2. Conviction rasionee (berdasarkan keyakinan yang didukung dengan alasan yang jelas);

3. Pembuktian menurut undang-undang secara

positif;

4. Pembuktian menurut undang-undang secara

(5)

Macam-macam alat bukti

1. Oral evidence (alat bukti yang disampaikan

secara lisan berbentuk keterangan, keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa);

2. Documentary evidence (alat bukti yang bersifat

dokumen, surat);

3. Material evidence (alat bukti material yang

berkaitan dengan tindak pidana, barang bukti);

4. Electronic evidence (alat bukti elektronik yang

(6)

Sistem Pembuktian dalam UU ITE

Menurut Ketentuan Pasal 44 UU ITE, alat bukti dalam tingkat penyidikan, penuntutan dan

pemeriksaan persidangan adalah:

1. Alat bukti sebagaimana dimaksud dalam

ketentuan perundang-undangan;

2. Alat bukti lain berupa informasi elektronik

(7)

Alat Bukti dalam UU ITE

1.

Alat bukti sesuai dengan ketentuan

perundang-undangan (Pasal 184 KUHAP,

alat bukti keterangan saksi, keterangan

ahli, surat, petunjuk, keterangan

terdakwa)

2.

Informasi dan/ atau Dokumen elektronik

(8)

Alat bukti elektronik sebagai alat

bukti di Indonesia

Jauh sebelum berlakunya UU ITE, Mahkamah Agung melalui Surat Menteri Kehakiman RI tanggal 14

Januari 1988 Nomor 39/ TU/ 88/ 102/ Pid

berpendapat, bahwa microfilm atau microchip

dapat dipergunakan sebagai alat bukti yang sah

dalam perkara pidana di pengadilan menggantikan alat bukti surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 ayat (1) huruf c KUHAP dengan catatan kedua hal tersebut sebelumnya dijamin otentifikasinya yang dapat ditelusuri kembali dari registrasi

(9)

Alat bukti elektronik sebagai alat

bukti di Indonesia

1. UU 8/ 1997 tentang Dokumen Perusahaan

dalam Pasal 12;

2. UU 7/ 1971 tentang Sistem Kearsipan;

3. UU 25/ 2003 tentang Pencucian Uang dalam

Pasal 38;

4. UU 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak

Pidana Korupsi dalam Pasal 26A;

5. UU 30/ 2002 tentang KPK dalam Pasal 12

huruf a dan Pasal 44 ayat (2)

6. UU 15/ 2003 tentang Pemberantasan Tindak

(10)

Alat bukti elektronik sebagai perluasan

dari alat bukti yang sah menurut KUHAP

Pasal 5 ayat (2) UU ITE menyebutkan, bahwa alat bukti informasi dan/ atau dokumen

elektronik tersebut merupakan perluasan dari alat bukti yang ada di dalam KUHAP.

Hal ini dapat ditafsirkan, bahwa jenis-jenis alat bukti tetap mengacu pada Pasal 184 KUHAP,

hanya saja diperluas dalam hal bentuknya, yaitu dalam hal ini berupa informasi dan/ atau

(11)

Alat bukti elektronik sebagai perluasan

dari alat bukti yang sah menurut KUHAP

Contoh perluasan dalam alat bukti yang sah menurut KUHAP dalam tindak pidana

mayantara:

1. Keterangan saksi, keterangan saksi tidak

perlu hadir di ruang persidangan, dapat dilakukan secara online;

2. Keterangan ahli, keterangan ahli digunakan

(12)

Alat bukti elektronik sebagai perluasan

dari alat bukti yang sah menurut KUHAP

3. Surat, alat bukti surat tidak semata-mata

bersifat tertulis, tetapi dapat juga berupa dokumen;

4. Petunjuk, jika di dalam KUHAP diatur secara

khusus, bahwa petunjuk hanya dapat

diperoleh dari keterangan saksi, surat dan keterangan terdakwa, maka di dalam

perkara tindak pidana elektronik petunjuk disimpulkan dari alat bukti dokumen

(13)

Omnium Rerum Principia Parva Sunt

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Apa makna istiqomah bagi santri Hamilil Qur’an dan (2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi istiqomah

Hasil analisis data menunjukkan bahwa keadilan prosedural berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, yang berarti bahwa semakin pegawai

Judul : Penerapan Model CTL Dengan Memanfaatkan Media Audio Visual Tipe "Kuis Gallileo" untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sains di SD. Program : Dosen Muda Tahun : 2007

kelengkapan organisasi BPIP yang memiliki tugas melaksanakan penegakan Kode Etik dan Kode Perilaku sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Pegawai..

Untuk tahap dream, pada kelompok ini berharap dengan mempunyai kemampuan yang meningkat dalam pencatatan keuangan usaha, maka dapat bersinergi dengan Lembaga Keuangan

Pada gambar 3.1 mengambarkan proses bisnis dari AKPER Adi Husada didalamnya terdapat 5 proses yang maintanance data, input jadwal atau pencatatan mata kuliah,

Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan sistem informasi yang dapat mengelola kehadiran mahasiswa dan membantu proses perkuliahan, dimana sistem ini dibuat