• Tidak ada hasil yang ditemukan

NH Daily February 15 2019 (Bahasa)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "NH Daily February 15 2019 (Bahasa)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Morning Brief

Daily | Feb 15, 2019

IHSG ditutup flat kemarin di tengah berlanjutnya aksi profit taking oleh investor

asing dan tren penguatan harga minyak global. Top Gainers: Infrastructure

(+1.82%), Agriculture (+0.62%), Consumer (+0.29%) Daily Foreign & Domestic Sector Movement

Investor asing masih terus melanjutkan aksi net sell di pasar saham Indonesia

kemarin sebesar Rp964 miliar. Sektor perbankan menjadi sasaran utama net sell hingga Rp586 miliar. Namun kemarin IHSG mampu naik tipis sebesar 0,01%

akibat dari net buy asing di sektor rokok sebesar Rp28 miliar. Sektor rokok

menjadi pemberat kedua terbesar terhadap IHSG hingga 8,4%.

Investor domestik tercatat masih melakukan net sell hingga sebesar Rp10 miliar terhadap sektor semen. Investor domestik terlihat masih khawatir terhadap rilis

data penjualan industri semen untuk yang turun 1% y-y pada Januari 2019.

Today’s Outlook: Sektor IHSG Bergerak

Mixed

Untuk hari ini kami mengestimasi IHSG bergerak sideways dengan support range

6360-6400 dan resistance range 6475-6500. Sektor perbankan diperkirakan masih mengalami tekanan jual dari asing akibat tingginya valuasi sektor bank. Selain itu, sektor otomotif diperkirakan juga akan mengalami tekanan setelah rilis data penjualan kendaraan bermotor untuk bulan Januari 2019 mengalami

penurunan 15,4% y-y menjadi 81.218 unit. Angka penjualan ini merupakan

penjualan di bulan Januari terendah sejak 2012. Hal ini setidaknya akan menyebabkan pelemahan jangka pendek untuk sektor otomotif. Kami melihat

untuk saat ini sektor CPO masih menjadi andalan trading untuk jangka pendek

(2)

Company News

Domestic & Global News

Neraca Dagang Diperkirakan Kembali Defisit

Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2019 diperkirakan mengalami defisit. Impor sebenarnya melambat, tetapi ekspor pun demikian sehingga neraca perdagangan hasilnya defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data perdagangan internasional pada hari ini. Konsensus pasar memperkirakan ekspor turun atau

terkontraksi 0,61% y-y sementara impor juga turun 0,78% y-y. Sementara neraca perdagangan diperkirakan defisit

USD925,5 juta. (CNBC Indonesia)

Kemerosotan Terdalam Penjualan Ritel Sejak September 2009

Penjualan ritel AS pada Desember mencatatkan penurunan terbesar selama lebih dari 9 tahun. Hal tersebut menunjukkan penurunan tajam kegiatan ekonomi pada akhir 2018. Departemen Perdagangan mengatakan penurunan 1,2% di penjualan ritel merupakan penurunan terbesar sejak September 2009 ketika ekonomi bangkit dari resesi. Data November direvisi turun dari 0,2% menjadi 0,1%. (CNBC)

PTBA : Optimis Melampaui Kewajiban DMO

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan optimis untuk memenuhi kewajiban DMO batu bara pada 2019. Pada 2018, volume penjualan PTBA di pasar domestik mencapai 14 juta ton batu bara, jauh melebihi kuota kewajiban sebesar 6 juta ton. PTBA memproyeksikan bahwa kinerja penjualan 2018 dapat mencapai 25,88 juta ton yang ditopang oleh ekspansi ke batu bara kalori tinggi. (Bisnis Indonesia)

AKRA : Menargetkan 350 SPBU Dalam 10 Tahun

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan penambahan 350 SPBU baru dalam 10 tahun ke depan. Hingga kini, AKRA dan BP telah memiliki 4 SPBU dan akan menambah 20 SPBU baru pada 2019. AKRA menganggarkan belanja

modal sebesar Rp600-700 miliar pada 2019, yang juga

dialokasikan untuk penambahan kapasitas tank storage di Tanjung Priok dan Tanjung Perak sebesar 100.000 dan 40.000 kiloliter. (Kontan)

MNCN : Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 7%-10%

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) menargetkan

pertumbuhan pendapatan sebesar 7%-10% pada 2019,

terkait proyeksi tren pemulihan ekonomi Indonesia. Pangsa pasar pemirsa MNCN pada Januari mencapai 38%

dan pangsa pasar iklan sebesar 42%-45%. MNCN juga

berencana untuk meluncurkan aplikasi advertising video on demand (AVOD) bernama MNC Plus yang dapat diakses secara gratis pada Maret 2019. (Bisnis Indonesia)

HOKI : Memulai Proyek Pabrik Ogan Ilir

(3)
(4)

Global Economic Calendar

Source: Bloomberg

Domestic Economic Calendar

Date Hour Event Period Actual Consensus Prev.

Date Country Hour

Jakarta Event Period Actual Consensus Previous

Monday UK 16:30 Manufacturing Production MoM Dec -0.70% 0.30% -0.30%

11 - Feb UK 16:30 Industrial Production MoM Dec -0.50% 0.30% -0.40%

UK 16:30 GDP YoY 4Q P 1.30% 1.40% 1.50%

UK 16:30 GDP QoQ 4Q P 0.20% 0.30% 0.60%

Tuesday JPN 11:30 Tertiary Industry Index MoM Dec -0.30% -0.10% -0.30% 12 - Feb

Wednesday JPN 06:50 PPI YoY Jan 0.60% 1.00% 1.50%

13 - Feb UK 16:30 PPI Output NSA YoY Jan 2.10% 2.10% 2.50%

UK 16:30 PPI Output NSA MoM Jan 0.00% -0.10% -0.30%

UK 16:30 CPI Core YoY Jan 1.90% 1.90% 1.90%

UK 16:30 CPI MoM Jan -0.80% -0.60% 0.20%

UK 16:30 CPI YoY Jan 1.80% 2.00% 2.10%

USA 19:00 MBA Mortgage Applications 8-Feb -3.70% -- -2.50%

USA 20:30 CPI MoM Jan 0.00% 0.10% -0.10%

Thursday JPN 06:50 GDP Deflator YoY 4Q P -0.30% -0.40% -0.30%

14 - Feb JPN 06:50 GDP Annualized SA QoQ 4Q P 1.40% 1.40% -2.50%

JPN 06:50 GDP SA QoQ 4Q P 0.30% 0.40% -0.60%

GER 14:00 GDP SA QoQ 4Q P 0.00% 0.20% -0.20%

EU 17:00 GDP SA YoY 4Q P 1.20% 1.20% 1.20%

EU 17:00 GDP SA QoQ 4Q P 0.20% 0.20% 0.20%

USA 20:30 PPI Final Demand MoM Jan -0.10% 0.10% -0.20%

USA 20:30 Retail Sales Advance MoM Dec -1.20% 0.10% 0.20%

USA 20:30 Initial Jobless Claims 9-Feb 239k -- 234k

Friday CHN 08:30 PPI YoY Jan -- 0.90%

15 - Feb CHN 08:30 CPI YoY Jan -- 1.90%

JPN 11:30 Industrial Production MoM Dec F -- -0.10%

USA 20:30 Empire Manufacturing Feb 7.5 3.9

USA 21:15 Industrial Production MoM Jan 0.10% 0.30%

(5)

Corporate Calendar

Date Event Company

Monday Extraordinary Shareholder Meeting CPIN, BCIC

11 - Feb Stock Split MARK

Tuesday Extraordinary Shareholder Meeting ARTO, DNET, MTFN 12 - Feb

Thursday Extraordinary Shareholder Meeting BTPS 14 - Feb

Friday Extraordinary Shareholder Meeting BTPN

15 - Feb Cash Devidend XISB

(6)

DISCLAIMER

This report and any electronic access hereto are restricted and intended only for the clients and related entities of PT NH Korindo Sekuritas Indonesia. This report is only for information and recipient use. It is not reproduced, copied, or made available for others. Under no circumstances is it considered as a selling offer or solicitation of securities buying. Any recommendation contained herein may not suitable for all investors. Although the information hereof is obtained from reliable sources, its accuracy and completeness cannot be guaranteed. PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, employees, and agents are held harmless form any responsibility and liability for claims, proceedings, action, losses, expenses, damages, or costs filed against or suffered by any person as a result of acting pursuant to the contents hereof. Neither is PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, its affiliated companies, employees, nor agents are liable for errors, omissions, misstatements, negligence, inaccuracy contained herein.

All rights reserved by PT NH Korindo Sekuritas Indonesia

PT. NH Korindo Sekuritas Indonesia

Member of Indonesia Stock Exchange

Head Office :

Wisma Korindo 7th Floor

Jl. M.T. Haryono Kav. 62 Pancoran, Jakarta 12780 Indonesia

Telp: +62 21 7976202

Branch Office BSD:

ITC BSD Blok R No.48 Jl. Pahlawan Seribu Serpong Tangerang Selatan 15322 Indonesia

Telp : +62 21 5316 2049

Branch Office Solo :

Jl. Ronggowarsito No. 8 Kota Surakarta

Jawa Tengah 57111 Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, defisit neraca perdagangan sepanjang 2018 tercatat sebesar USD8,57 miliar.. Defisit tahun 2018 disebabkan defisit migas USD12,4

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan terus meningkatkan porsi penjualan ekspor dalam dua tahun ke depan, hingga mencapai 5% dari total

Pada pekan ini IHSG diperkirakan akan mampu melanjutkan penguatan. Perhatian utama pasar pada pekan ini adalah rilis data neraca perdagangan September. Pasar memperkirakan

Laporan laba salah satu perusahaan ritel terbesar Wal-Mart mengalami penurunan dan penjualan yang stagnan, disertai harga minyak yang kembali turun membuat indeks kembali