Sekilas Tentang Keamanan Informasi
Avinanta Tarigan
Pusat Studi Keamanan Sistem Informasi
Universitas Gunadarma
institution-logo
Outline
1
Pendahuluan
2
Konsep Keamanan Informasi
3
Social Engineering
4
Akuntabilitas Elektronik
5
Analisis Keamanan Informasi
institution-logo
Outline
1
Pendahuluan
2
Konsep Keamanan Informasi
3
Social Engineering
4
Akuntabilitas Elektronik
5
Analisis Keamanan Informasi
institution-logo
Latar Belakang I
institution-logo
Latar Belakang II
institution-logo
Outline
1
Pendahuluan
2
Konsep Keamanan Informasi
3
Social Engineering
4
Akuntabilitas Elektronik
5
Analisis Keamanan Informasi
institution-logo
institution-logo
Pengertian Dasar
Vulnerability (Kelemahan)
Security Violation (Pelanggaran)
* Unauthorized Access (Cracked)
* Password Stolen * Unauthenticated Sites * Sensible Information Sniffed
Attacker who attacks
State (Keadaan)
institution-logo
Pengertian Dasar I
Keadaan-keadaan Sistem dalam konteks keamanan
1
Aman
2
Tidak Aman
(terjadi pelanggaran keamanan)
3
Berbahaya
(dapat masuk ke dalam keadaan
Tidak Aman
)
Keadaan Berbahaya diakibatkan Kelemahan sistem
(
Vulnerability
)
Vulnerability
+
Attack
(Serangan)
→
Tidak Aman
Exploit adalah teknik untuk menyerang
Tujuan Kemanan Sistem Informasi:
agar sistem
selalu
dalam keadaan
Aman
dan
tidak akan
pernah
dalam keadaan
berbahaya
atau bahkan sampai
institution-logo
Pengertian Dasar II
Langkah2 Keamanan Sistem :
Prevention
: mencegah agar sistem tidak sampai ke dalam
keadaan bahaya
Detection
: mendeteksi terjadinya
pelanggaran keamanan
Revocery
: memulihkan sistem jika terlanjur terjadi
institution-logo
Kebijakan Keamanan (Security Policy) I
Dasar: definisi keadaan
Aman
dan
Tidak Aman
Mendefinisikan juga kebijakan2 dan prosedur2 untuk
mencapai tujuan sistem keamanan
Perbedaan konteks dan cakupan organisasi, contoh:
Sebuah UKM mengharuskan penggunaan sistem operasi
Linux untuk melindungi data dari virus
Bank Federal mengharuskan pemakaian
tanda-tangan-digital untuk semua transaksi elektronik di
negara tersebut
institution-logo
Kebijakan Keamanan (Security Policy) II
Kebijakan keamanan dapat juga tidak membatasi “Sistem”
hanya pada sistem komputer yang terimplementasi dalam
suatu institusi, misalnya
Bank A mendefinisikan bahwa PC yang digunakan
nasabah internet banking masuk ke dalam sistem, oleh
karena itu Bank A mensyaratkan semua PC nasabah harus
bebas virus / trojan horse / keylogger
institution-logo
Beberapa Konsep Keamanan
Security is chain of trust. It is only as strong as its weakest
link
Setiap mata rantai adalah subsistem / elemen termasuk
pengguna
Mengabaikan keamanan satu elemen menempatkan
sistem dalam keadaan berbahaya
Security is a result of a process, not a product
Jangan percaya produk A dapat mengamankan sistem
Anda
institution-logo
institution-logo
institution-logo
Dimensi Serangan / Attack I
Pelanggaran Keamanan: eksploitasi kelemahan dalam
sistem oleh penyerang (attacker)
Serangan:
serangan fisik
mencuri data penting di flashdisk, memutuskan aliran listrik,
anti-tampering-proof
serangan sintatik
SQL injection, buffer-overflow, man-in-the-middle (MTM)
Kesalahan Algoritma ( Software / Programmable Hardware )
Kesalahan Operasi / Prosedur ( Manusia )
serangan semantik
social engineering, site phising
institution-logo
Dimensi Serangan / Attack II
Tujuan serangan tidak hanya ditujukan pada sistem
komputer:
Menjatuhkan Reputasi
deface, email spoofing, domain
Penipuan
website phising, online-scams lewat SPAM
Pelanggaran hak atas kekayaan intelektual
pembajakan film dijital, digital plagiarism
Pelanggaran privasi
hidden cam, penyadapan email
Cybercrime lebih luas daripada Serangan dan mengacu
kepada Cyberthreat
penggunaan chatting untuk menjerat korban dalam
kejahatan seksual
institution-logo
Passive Attack: Serangan Jaringan Komp. I
Tidak Mudah Dideteksi
Contoh
institution-logo
institution-logo
Attack to Network: Active Attack I
Relative not too difficult to detect
Example:
Man in the middle (modification)
Packet Spoofing
institution-logo
Attack to Network: Active Attack II
institution-logo
Attack to Network: Active Attack III
institution-logo
Kelemahan Pada Perangkat Lunak I
Perilaku sistem komputer berdasar pada:
Algoritma (Perangkat Lunak / Program / Software)
Perintah Pengguna (user input, user decision)
Penyerang memanfaakan kelemahan (vulnerabilty) akibat
BUGS pada program / perangkat lunak:
SQL Injection
Buffer Overflow (Stack Smashing)
Langkah-langkah penyerangan
Penyerang terlebih dahulu harus mengetahui kelemahan
program
institution-logo
Kelemahan Pada Perangkat Lunak II
String yang panjang “membanjiri” memori (buffer),
sehingga “luapan” string mengisi memory tempat perintah
seharusnya berada
Kode “nakal” dieksekusi oleh sistem
Bagaimana mengatasinya ? Tidak ada solusi tunggal !
Programmer: memeriksa user input / bound checking
OpenSource: Kolaborasi antara programmer, user, &
peer-review (Security by Obscurity)
Software Project Manager: Secure Programming Best
Practice
Computer Scientist: Hardening Language / Compiler
Anda tergantung dengan vendor ?:
Kontrak kerjasama / pengkinian / maintenance keamanan
Selalu update terhadap perkembangan dan melakukan
patching berkala
institution-logo
Kelemahan Perangkat Keras I
Transaksi elektronik membutuhkan sistem perangkat keras
dalam autentikasi dan otorisasi
Contoh:
Magnetic Card & Smartcard
ATM System
EDC (Electronic Data Capture) + PIN-PAD
Sebagian besar dilengkapi dengan anti-Tampering:
Mekanisme yang dapat mendeteksi “kenakalan /
keisengan” terhadap alat tsb
dan (jika lebih canggih) memusnahkan informasi sensitif
yang dikandung alat tsb
Problem:
institution-logo
Kelemahan Perangkat Keras II
institution-logo
Kelemahan Perangkat Keras III
institution-logo
Kelemahan Perangkat Keras IV
Bagaimana cara mengatasinya ?
Hardware Designer: verifikasi desain & peer-reviews
Service Provider: evaluasi & re-evaluasi
institution-logo
Kelemahan Protokol Keamanan dan API
Kelemahan pada desain Cryptographic Protocol &
Implementasinya :
Needham Schroeder & SSL v1
Padding problem dalam SSL, SSH, and WTLS
User Interface design in Browser
API Hardware Security Module IBM 4758 (2001)
akses ke HSM & software yang diimplementasikan dalam
FPA
dapat mengekstrasi key dalam 2 hari
Chip and PIN - Insecurity (2010)
institution-logo
Outline
1
Pendahuluan
2
Konsep Keamanan Informasi
3
Social Engineering
4
Akuntabilitas Elektronik
5
Analisis Keamanan Informasi
institution-logo
institution-logo
Phising I
Memanfaatkan kelemahan pengguna
Mengapa Phising terjadi ?
Kelemahan TCP/IP (IP Spoofing, Mystipo Attack, Email
Scam)
Kurangnya pengetahuan pengguna terhadap konsep
keamanan informasi
Problem User-Interface: kesulitan dalam melakukan
verifikasi
[Damija et.al.] :
Kurangnya pengetahuan tentang sekuriti indikator dan
implikasinya
institution-logo
Phising II
institution-logo
Phising III
institution-logo
Beberapa Alternatif Solusi I
Membatasi opsi keputusan pengguna .vs. kenyamanan
Edukasi terhadap pengguna (suatu keharusan)
Pemanfaatan penuh PKI, Digital Signature, dan SSL (tidak
mudah & murah):
Two Factors authentication
Memerlukan :
Smartcard-Crypto System
Sistem national-ID & CA yang terpercaya
Regulasi
institution-logo
Beberapa Alternatif Solusi II
Dynamic Security Skins
[Damija et.al., 2005]
Browser & Server agree on
a key (cryptographic
protocol)
Key
→
Image
institution-logo
Outline
1
Pendahuluan
2
Konsep Keamanan Informasi
3
Social Engineering
4
Akuntabilitas Elektronik
5
Analisis Keamanan Informasi
institution-logo
Sistem Yang Mendukung Akuntabilitas I
Transaksi elektronik: setiap perubahan yang signifikan
dalam sistem berbasikan komputer
login dan logout, menghapus file, menambah file
transfer elektronik antar rekening
pembayaran dengan kartu kredit
Akuntabilitas elektronik: sistem mendukung
pertanggungjawaban terhadap setiap transaksi elektronik
Untuk itu diperlukan:
Autentikasi (Authentication)
pihak yang berkomunikasi dapat mengidentifikasi dan
membuktikan keaslian identitas
Otorisasi (authorization)
sistem dapat menyaring transaksi yang “fahih” berdasarkan
institution-logo
Sistem Yang Mendukung Akuntabilitas II
Selain itu, juga dibutuhkan:
Integritas (Integrity)
sistem dapat mengetahui atau mencegah modifikasi oleh
yang tidak berhak
Kerahasiaan (Secrecy / Confidentiality)
sistem melindungi informasi agar tidak jatuh atau diketahui
oleh yang tidak berhak
Beberapa juga mementingkan:
Non-Repudiation
sistem memungkinkan pelaku transaksi tidak dapat
mengelak dari perbuatannya
Hal yang tak kalah pentingnya adalah sistem pencatatan
transaksi (log system) yang juga dapat
institution-logo
Sistem Yang Mendukung Akuntabilitas III
institution-logo
Autentikasi
Hal yang mendasar dan harus ada dalam sistem
keamanan untuk membuktikan keaslian identitas pihak
yang terlibat dalam transaksi elektronik
Beberapa tingkat autentikasi:
1
Username & Password
2
One-time-pad Password
3
Shared-Key Cryptography (misalnya: Pretty-Good-Privacy
[PGP])
4
Public-Key Cryptography dalam framework Public Key
Infrastructure (PKI)
5
Penggunaan SmartCard / Secure-Token untuk menyimpan
dan melindungi Key
6
Penggunaan Biometric Sistem untuk identifikasi atau
institution-logo
Security Mechanism
Way to enforce security policies
How to limit system behavior according to policies
Specification - Design - Implementation - Operation &
Maintenance - Audit (Forensic)
institution-logo
Implementation I: Access Control
aKa. Reference Monitor
Set of precise rules according to security policy,
Applied as a filter to the transition states of the system
which prevents system in entering
insecure state
Subjects
,
Objects
,
Actions
, Time, Location, and other
attributes
institution-logo
Model of Acces Control
Subj 1 Subj 2 Subj N
Obj 1 Obj 2 Obj N Obj 1 Obj 2 Obj N Discretionary
Access Control (DAC) Access Control
(MAC)
Mandatory Safe Dealing
(SD) Role Based
Access Control (RBAC)
Confident Attribute
Control
Ticket K−1 Ticket K
Ticket K+1 Enrollment Secret
Top Secret
Obj 2 Obj N
institution-logo
Firewall: AC for Network I
Firewall is a Router with Access Control capability to filter
packets
Firewall passes / drops packets from one network to
another according to Firewall Rules
institution-logo
Firewall: AC for Network II
Advanced firewall uses packet inspection technique to filter
content
institution-logo
Implementation II: Cryptography
Algorithm to protect
secrecy
of data
Also used to gain :
authentication, integrity, non repudiation
Cryptosystem:
algorithm
(CHIPER)
key(s)
Encryption: M,K
→
C
institution-logo
institution-logo
institution-logo
Protecting the key : Crypto Smartcard I
Smartcard is “small computer in a card” , it has OS and
can be programmed
Crypto-smartcard has capabilities in operating crypto
algorithm
Key is generated and stored in smartcard, never got out
from smartcard
institution-logo
Protecting the key : Crypto Smartcard II
Remember, there are two types of card :
With Contact (energy is supplied via contact)
Contactless : Chip based RFID (Radio Frequency
Identification)
powered by radio waves
institution-logo
TAPI INGAT: Security is not just Cryptography
Mengapa masih terjadi pelanggaran keamanan meskipun
Kriptografi digunakan ?
Schneier:
A Chain of Trust is only strong as the weakest
link
Anderson:
Vulnerabilities raise between two protected
technologies
Shamir:
Cryptography is not broken, it is circumvented
Needham & Lampson:
If you think that cryptography is the
answer to your problem then you don’t understand
cryptography and you don’t understand your problem
.
Kriptografi
6
=
Keamanan Informasi
institution-logo
One Time Pad I
Sequence of randomly generated secret numbers
Only both parties know these numbers
Numbers are used sequently or randomly, used number is
poped out of the list
institution-logo
Outline
1
Pendahuluan
2
Konsep Keamanan Informasi
3
Social Engineering
4
Akuntabilitas Elektronik
5
Analisis Keamanan Informasi
institution-logo
Analisis Keamanan Sistem
Untuk melakukan analisis terhadap keamanan sebuah
sistem diperlukan pisau analisis yang bekerja pada domain
masing-masing
Analisis Serangan ke dalam suatu Sistem :
Contoh: Attack Tree [Schneier]
Analisis Protokol Keamanan :
Contoh: Formal Methods (Spi Calculus, BAN Logic, etc)
Analisis Insiden Keamanan :
institution-logo
institution-logo
Analisis Insiden Keamanan
1.3 the using of Internet
Banking
1.3.1 assumption to use .com
is a must rather than local domain
1.1 unexpected user action
1.1.3 misinterpretation of user interface information
1.1.1 mistyping probability
1.1.2 user overconfidence,
less in considering the risk
1.1.3.2 language problem
1.1.3.3 cultural problem in understanding instruction
1.1.3.1 insuficient symbol to represent threat
1.2 the impersonations of Internet Banking site
1.2.1 Someone intention
1.2.2 lack of naming regulation in domain name registration
1.1.2.2.1.1.3 time to market pressure
1.1.2.1 marketing hype
1.1.2.2.1.1 insufficient preparation & registration process
1.1.2.2.1.1.1 lack of awareness in Bank’s management
1.1.2.2.1.1.2 inadequate ebanking regulation
1.1.2.2.1.1.2.1 lack of regulator awareness 1.1.2.2
lack of user awareness
1.1.2.2.1 lack of user education 1.3.1.1
hype of .com as a brand image
1 Mistypo incident and
institution-logo
Outline
1
Pendahuluan
2
Konsep Keamanan Informasi
3
Social Engineering
4
Akuntabilitas Elektronik
5
Analisis Keamanan Informasi
institution-logo
Penutup
Dimensi keamanan komputer / informasi tidak dibatasi
hanya pada teknologi
Luas dan dalamnya kebijakan keamanan menentukan
gerak dan proses keamanan sebuah sistem
Membangun sistem dengan kemampuan akuntabilitas
elektronik tidak mudah
Tidak ada “single solution” dalam mengatasi keamanan
sistem informasi
Kesadaran dan pengetahuan akan keamanan informasi
sangat penting bagi semua pihak
institution-logo