• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Air Rebusan Kucai (Allium odorum) Terhadap Tekanan Darah.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Air Rebusan Kucai (Allium odorum) Terhadap Tekanan Darah."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

PENGARUH AIR REBUSAN KUCAI (Allium odorum)

TERHADAP TEKANAN DARAH

Lydiana Parmadi, 2012

Pembimbing I : Ellya Rosa Delima, dr., MKes.

Pembimbing II : Dr. Iwan Budiman, dr., MS, MM, MKes, AIF.

Latar belakang Hipertensi adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi masalah utama dalam kesehatan dimana tekanan darah melebihi normal. Tujuan pengobatan hipertensi selain untuk mengendalikan tekanan darah juga menurunkan komplikasi kardiovaskular. Sudah banyak pengobatan tradisional untuk mengobati hipertensi yang telah menjadi pilihan masyarakat saat ini, antara lain kucai yang sudah teruji secara empiris terhadap mencit.

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui efek air rebusan kucai dalam penurunan tekanan darah.

Metode Tipe penelitian ini adalah design eksperimental sungguhan. Subjek penelitian terdiri atas 25 orang dengan jenis kelamin laki-laki usia 18-25 tahun. Data yang diukur adalah tekanan darah, sesudah dan sebelum minum air rebusan kucai. Pengukuran menggunakan metode gabungan auskultasi dan palpasi.

Analisis data menggunakan uji “t” berpasangan dengan α = 0,05.

Hasil Rata-rata tekanan darah sistolik setelah minum air rebusan kucai sebesar 105,0 mmHg lebih rendah dari sebelum air rebusan kucai sebesar 122,1 mmHg (p<0,01), sedangkan hasil rata-rata tekanan diastolik setelah minum air rebusan kucai sebesar 71,9 mmHg lebih rendah dari sebelum minum air rebusan kucai sebesar 79,0 mmHg (p<0,01). Terdapat perbedaan selisih penurunan tekanan darah yang sangat signifikan antara setelah dan sebelum minum air rebusan kucai. Kesimpulan Air rebusan kucai menurunkan tekanan darah.

(2)

ABSTRACT

THE EFFECT OF CHIVES BOILING WATER (Allium odorum)

ON BLOOD PRESSURE

Lydiana Parmadi, 2012

Supervisor I : Ellya Rosa Delima, dr., MKes.

Supervisor II : Dr. Iwan Budiman, dr., MS., MM., MKes., AIF.

Backgrounds Hypertension is one of the cardiovascular disease that became one of the most common health problem where blood pressure exceeding the normal. The objective of hypertension therapy in addition to control blood pressure also to lower cardiovascular complication. Alternative treatment of

hypertension has been mostly chosen by today’s society, such as chives. Chives

has been tested empirically to rat.

Objectives To observe the effect of chives boiling water on decreasing blood pressure.

Methods The research use true experimental design. The subjects of this research consists of twenty five people aged 18-25 years old men test subjects. The data measured were blood pressure, after and before consuming chives boiling water. The data were measured using the auscultation and palpation methods. The analysis using paired “t” test with α = 0,05.

Results The average systolic blood pressure after consuming chives boiling water was 105.0mmHg; it was lower than before consuming chives boiling water which was 122,12mmHg (p<0,01), whereas the average diastolic blood pressure after consuming chives boiling water was 71,9mmHg; it was lower than before consuming chives boiling water which was 79,0mmHg (p<0,01). There was a very significant difference in blood pressure decrease after and before drinking chives boiling water.

Conclusions Chives boiling water lower the blood pressure.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

ABSTRAK ... iv

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tekanan Darah ... 6

2.2.1.5 Elastisitas Dinding Pembuluh Darah ... 9

2.2.2 Faktor Tambahan yang Mempengaruhi Tekanan Darah ... 9

2.2.2.1 Usia ... ... 9

(4)

2.2.2.3 Sikap atau Posisi Tubuh... ... 10

2.2.2.10 Peranan Sistim Renin-Angiotensinogen ... 12

2.2.2.11 Reflex Baroreseptor ... ... 14

2.3. Pemeriksaan Tekanan Darah ... 15

2.3.3.3 Metode Gabungan Palpasi-Auskultasi ... ... 18

2.3.3.5 Metode Oscilometri... ... 18

(5)

3.4.3.1 Prosedur Pengukuran Tekanan Darah ... 34

3.4.3.2 Prosedur Penelitian ... 35

BAB IV HASIL, PEMBAHASAN DAN PENGUJIAN HIPOTESIS 4.1. Hasil Penelitian ... 36

4.2. Pembahasan ... 38

4.3. Hipotesis Penelitian ... 39

4.4. Pengujian Hipotesis Penelitian ... 39

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 41

5.2. Saran ... 41

DAFTAR PUSTAKA ... 42

LAMPIRAN ... 45

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Klasifikasi Hipertensi Usia Diatas 18 Tahun Menurut JNC VII ... 22

Tabel 2.2 Kandungan zat non-gizi kucai ... 29

Tabel 2.3 Kandungan zat gizi kucai ... 29

Tabel 4.1 Karakteristik Subjek Penelitian ... 36

Tabel 4.2 Rata-Rata Tekanan Darah Rata-rata Sistolik Setelah dan Sebelum Minum Air Rebusan Kucai ... 36

Tabel 4.3 Hasil Pengolahan Data Tekanan Darah Sistolik Setelah Minum Air Rebusan Kucai ... 37

Tabel 4.4 Rata-Rata Tekanan Darah Rata-rata Diastolik Setelah dan Sebelum Minum Air Rebusan Kucai ... 37

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran ... 4

Gambar 2.1 Sistem Renin Angiotensin Aldosteron ... 13

Gambar 2.2 Refleks Baroreseptor ... 14

Gambar 2.3 Kucai ... 28

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

LAMPIRAN 1 DATA HASIL PERCOBAAN ... 45

LAMPIRAN 2 SURAT PERSETUJUAN ... 47

LAMPIRAN 3 ANALISIS STATISTIK ... 48

LAMPIRAN 4 DOKUMENTASI PENELITIAN ... 49

(9)
(10)

LAMPIRAN 1

DATA HASIL PERCOBAAN

Tabel L1.1 Tekanan Darah Sistolik Subjek Penelitian Sebelum dan Sesudah Minum Air Rebusan Kucai

(11)

46

Tabel L1.2 Tekanan Darah Diastolik Subjek Penelitian Sebelum dan Sesudah Minum Air Rebusan Kucai

(12)

Email:

ethic.fkukmrsi@ med.maranatha.

edu

KOMISI ETIK PENELITIAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UK MARANATHA - R.S. IMMANUEL

BANDUNG UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN

(INFORMED CONSENT)

Yang bertanda tangan dibawah ini:

N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya:

Dengan sesungguhnya menyatakan bahwa:

setelah mendapat keterangan sepenuhnya menyadari, mengerti, dan memahami tentang tujuan, manfaat dan risiko yang mungkin timbul dalam penelitian, serta sewaktu-waktu dapat mengundurkan diri dari keikut sertaannya, maka saya

setuju ikut serta dalam penelitian yang berjudul:

Pengaruh Air Rebusan Kucai Terhadap Tekanan Darah

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya dan tanpa paksaan.

Bandung,

Mengetahui, Yang menyatakan

Penanggung jawab penelitian, Peserta penelitian,

( Lydiana Parmadi ) ( )

(13)
(14)

49

LAMPIRAN 4

(15)

50

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Lydiana Parmadi

Nomor Pokok Mahasiswa : 0910027

Tempat dan Tanggal Lahir : Bandung, 09 Mei 1991

Alamat : Kopo Permai I 55A No.23, Bandung

Riwayat Pendidikan :

TK Santa Angela Bandung, lulus tahun 1997 SD Santa Angela Bandung, lulus tahun 2003 SLTP Santo Aloysius Bandung, lulus tahun 2006 SMA Santo Aloysius Bandung, lulus tahun 2009

(16)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hipertensi adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi masalah utama dalam kesehatan dimana tekanan darah melebihi normal yang jika tidak mendapat pengobatan dan pengontrolan secara teratur, dapat menyebabkan penderita mengalami komplikasi sehingga dapat terjadi kematian. Hipertensi juga menyebabkan jantung bekerja lebih keras, sehingga akhirnya menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal otak dan mata (Armilawaty; Husnul Amalia; Ridwan Amiruddin, 2007).

Berdasarkan pengukuran tekanan darah, prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 32,2%, sedangkan prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis oleh tenaga kesehatan dan atau riwayat minum obat hanya 7,8% atau hanya 24,2% dari kasus hipertensi di masyarakat. Berarti 75,8% kasus hipertensi di Indonesia belum terdiagnosis dan terjangkau pelayanan kesehatan (Ekowakti Rahajeng ; Sulistyowati Tuminah, 2009).

Saat ini tujuan pengobatan hipertensi selain untuk mengendalikan tekanan darah juga menurunkan komplikasi kardiovaskular. Ada pilihan tanaman obat agar penderita hipertensi tidak tergantung pada obat farmakologis. Sudah banyak obat tradisional yang mengandung fitofarmaka untuk mengobati hipertensi yang telah dikonsumsi oleh masyarakat saat ini. Ada satu lagi jenis bahan alami yang sudah dikenal sebagai sayuran yaitu kucai yang memiliki kasiat antihipertensi (Soehardji Tj, 2011).

Kucai merupakan spesies bawang-bawangan terkecil dari famili Alliaceae, tumbuhan asli di Eropa, Asia dan Amerika Utara. Aroma kucai lebih dekat ke bawang putih daripada daun bawang, sehingga dalam bahasa Inggris disebut

Garlic chives, karena kucai banyak digunakan pada makanan yang terpengaruh

(17)

2

Pada zaman dahulu, masyarakat memakan kucai dengan alasan enak. Selama ini orang mengenal kucai sebagai penyedap masakan. Aromanya sedap, membuat kucai jadi salah satu bumbu masakan favorit. Sayuran itu digunakan untuk menambah rasa pedas dan menyeimbangkan rasa asam cuka pada asinan. Tidak demikian halnya dengan zaman sekarang. Masyarakat memakan kucai untuk mendukung kesehatan, salah satunya adalah sebagai antihipertensi (Soehardji Tj, 2011).

1.2 Identifikasi Masalah

Apakah air rebusan kucai menurunkan tekanan darah

1.3 Maksud dan Tujuan

Ingin mengetahui apakah air rebusan kucai menurunkan tekanan darah

1.4 Manfaat Penelitian

1. Manfaat Akademis

Untuk menambah wawasan mengenai efek air rebusan kucai terhadap tekanan darah.

2. Manfaat Praktis

Untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kegunaan air rebusan kucai terhadap tekanan darah.

1.5 Kerangka Pemikiran

Kucai memiliki zat aktif antara lain quersetin, kaempferol, saponin dan allicin (Irda Fidrianny, 2002). Kucai juga mengandung vitamin C (Rachmat, 2009).

(18)

sub-3

group dari flavonoid (Balasuriya; Rupasinghe, 2011).

Flavonoid merupakan antioksidan dan juga memiliki efek seperti ACE inhibitor (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor) sehingga angiotensin I tidak dapat diubah menjadi angiotensin II. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah tidak mengalami vasokonstriksi namun justru vasodilatasi sehingga tahanan perifer total menurun dan juga menimbulkan berkurangnya sekresi hormon aldosteron dan ADH (Anti Diuretic Hormone) yang menyebabkan peningkatan sekresi air dan garam, serta retensi kalium, sehingga terjadi penurunan volume darah yang mengakibatkan menurunnya Cardiac Output (Balasuriya; Rupasinghe, 2011).

Saponin memiliki khasiat diuretik yaitu dapat menurunkan volume plasma dengan pengeluaran air dan natrium yang mempengaruhi resistensi perifer / resistensi yang dapat menurunkan tekanan darah (Rachmat, 2009).

Allicin memiliki efek seperti prostaglandin, yaitu dapat menurunkan tahanan resistensi perifer yang berefek sebagai vasodilator, berespon pada 2 vasodilator biasa tubuh, yaitu aseitilkolin and adenosin. Allicin juga menginhibisi enzim yang mendegradasi adenosine (Hall, 2008).

(19)

4

Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran

1.6 Hipotesis Penelitian

Air rebusan kucai menurunkan tekanan darah Angiotensinogen

Renin

Angiotensin I

Anti diuretic hormon 

Nitric Oxide 

Vasodilatasi Saponin

Quercetin, Komperol

Aldosteron 

Reabsorbsi natrium dan air 

Absorpsi air  TPR 

Angiotensin II

ACE

BP  CO 

Volume darah 

(20)

5

1.7 Metodologi Penelitian

Eksperimental sungguhan dengan data yang diukur adalah tekanan darah sistol dan diastol.

1.8 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat : Penelitian dilakukan di ruang kelas Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Waktu : Desember 2011 - Juli 2012

1.9 Tahap Rencana Kegiatan

RENCANA KEGIATAN BULAN KE

PERSIAPAN Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul 1 - Penentuan topik dan judul

- Penelusuran pustaka dan teori - Pembuatan usulan penelitian - Uji lapangan 3 PENGOLAHAN DATA

- Analisis data

- Konsultasi pembimbing 4 PENYUSUNAN LAPORAN

(21)

41

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Air rebusan kucai menurunkan tekanan darah.

5.2 Saran

Kucai dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan untuk menurunkan tekanan darah .

 Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan :

(22)

42

DAFTAR PUSTAKA

ACCN. 2002. Baroreceptor Reflex.

http://acccn.net/Bio/book/Bio50/LecNotes/lecnot21a.html. 5 Maret 2012

A. P. Bangun. 2002. Terapi Jus dan Ramuan Tradisional Untuk Hipertensi. Jakarta: Argo Media Pustaka. Hal 2-7, 22-26, 31-32, 42-43.

Aram V,dkk. 2003. The Seventh Report of the Joint National Committee on

Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure.

http://www.jama.ama-assn.org./., 22 Desember 2011

Armilawaty., Husnul Amalia., Ridwan Amiruddin. FKM UNHAS. 2007.

Hipertensi dan Faktor Risikonya dalam Kajian Epidemiologi.

http://www.ridwanamiruddin.wordpress.com/2007/12/08/hipertensi-dan-faktor-risikonya -dalam-kajian-epidemiologi./., 22 Desember 2011

Bakris, G.L. 2007. High Blood Pressure.

http://www.hypertensionline.org/slide2/slide01. 14 Mei 2012.

Balasuriya N.B.W., Rupasinghe V.H.P. 2011. Plant flavonoids as angiotensin converting enzyme inhibitors in regulation of hypertension. In : Rupasinghe, editor: Functional Foods in Health and Disease. Canada: Department of Environmental Sciences, 5 : 172, 175

Brewster, J.L. & H.D. Rabinomitch. 1990. Onions and Allied Crops. Vol 3. CRC Press, Bosa Raton. p. 220-230.

Cory, Iskandar & Sudigdo. 2003. Diagnosis Fisis Pada Anak. Edisi2, Jakarta : CV Sagung Seto. p. 175.

De Padma, L.S., N. Bunyapraphatsara, dan R.H.M.S. Lemmens. 1999. Plant Resources of South East Asia 12, Medicinal and Poisonous Plants 1. Bogor : Prosea. Hal. 99-100.

Ekowakti Rahajeng., Sulistyowati Tuminah. 2009. Prevalensi hipertensi dan determinannya di Indonesia. Majalah Kedokteran Indonesia, 59 : 580-581

Fisher, N. D. L. & Williams, G. H. 2005. Hypertensive Vascular Disease. In : Braunwald et al., Editors : Harrison’s Principles of Internal Medicine. 16th ed. Volume 2. New York : McGraw-Hill. p. 1463-1468, 1470-1475.

(23)

43

Gardner, F.S. 2007. Smart Treatment for High Blood Pressure. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher. Hal 1, 53, 60, 103-172.

Guyton & Hall. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta : EGC. Hal 137-140, 144-148, 205-212, 221-222, 224-225, 234, 259, 261-268, 282-294, 299-306, 320, 965-966.

Hall E.J. 2008. Natural Remedies for hypertension.

http://www.wildwoodlsc.org/index.php/natural-treatments/177-natural-remedies-for-hypertension./., 8 Januari 2012

Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid 1. Jakarta : Yayasan Sarana Wana Jaya. Hal 72

Higdon J. 2006. Vitamin C. Linus Pauling Institute, Oregon State University. http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/vitamins/vitamin C/. 2 September 2010.

Houssay. 1955. Human Physiology. New York, Toronto, London : McGraw-Hill Book Company, Inc. p. 182-185, 497.

I Ibnu Masud. 1989. Human Physiology. New York, Toronto, London : McGraw-Hill Book Company, Inc. p. 182-185, 497, 1113-1114.

Irda Fidrianny. 2002. Uji Efek ANtihipertensi Umbi Lapis Kucai (Allium

schoenoprasum L., Liliceae) pada Tikus Wistar Jantan, Isolasi dan

Karakterisasi Senyawa Aktif. Bandung : Departemen Farmasi FMIPA Institut

Teknologi Bandung. Hal. 14

L. Amalia, E.Y. Sukandar, R.M.A. Roesli and J.I. Sigit. 2008. The Effect of Ethanol Extract of Kucai (Allium schoenoprasum L.) Bulbs on Serum Nitric Oxide Level in Male Wistar Rats. International Journal of Pharmacology, 6(4): 487-491

Mohammad Yogiantoro. 2006. Hipertensi Esensial. Dalam Aru W Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi, Marcellus Simandibrata K, Siti Setiadi : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 4. Jakarta : Pusat Penerbitan

Departemen Ilmu Penyakit Dalam akultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal 610-614.

Mohrman, D. E. & Heller, L. J. 2003. Cardiovascular Psysiology. 5th Ed. New York : Lange Medical Books / McGraw-Hill. p. 8, 11, 48-50, 54-59, 64-66, 110-114, 165-167, 185-197, 213-214.

(24)

44

Perry, L.M. 1980. Medicinal Plant of East & Siuthest Asia, MIT Press. London. P. 232-233.

Rachmat H. 2009. Identifikasi Senyawa Flavonoid pada Sayuran Indigenous Jawa Barat. Bogor : Institut Pertanian Bogor. Hal 54, 91.

Rubatzky, V.E., M. Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia 2. Edisi 2. Terjemahan C. Herison. Bandung : Penerbit ITB. Hal 61.

Semple, P. 1996. Tekanan Darah Tinggi. Jakarta : Arcan. Hal 27, 29, 30-32, 49-65, 77-86

Sharma. 2007. Hypertension.

http://hyper.ahajournals.org/cgi/content/full/42/6/1206#TBL3. 14 Mei 2012.

Soehardji Tj. 2010. Tanaman obat.

http://kiathidupsehat.com/tanaman-obat-khasiat-manfaat-kucai-allium-schoenoprasum./.,16 Januari 2012

Tang, W. 1992. Chinese Druugs of Plant Origin. Berlin : Springerverlag. P. 79-85

Trubus. 2009. Kucai. Dalam Karjono : Herbal Indonesia Berkhasiat. Vol 8. Depok : PT Trubus Swadaya. Hal 359.

USDA. 2011. Allium odorum (Chinese Chives) Plant.

http://plants.findthedata.org/l/3358/Allium-odorum#tabs-1/., 22 Desember 2011

Wikipedia. Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia. 2009.

Renin-Angiotensin-Aldosterone System.

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Renin-angiotensin-aldosterone_system.png. 3 Maret 2012

WHO. 2001. Pengendalian Hipertensi, Laporan Komisi Pakar WHO. Bandung : ITB. Hal 20-21, 66-70, 76-90.

Whsseeds. Garlic Chives.

Gambar

Tabel L1.1 Tekanan Darah Sistolik Subjek Penelitian Sebelum dan Sesudah Minum Air Rebusan Kucai
Tabel L1.2 Tekanan Darah Diastolik Subjek Penelitian Sebelum dan Sesudah Minum Air Rebusan Kucai
Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

Jika Anda sanggup memahami program kali ini, maka Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat aplikasi yang mampu mem-parse masukan dari QLineEdit menjadi isi dari berkas teks..

In the second model (which also included fibrinogen and serum metabolic parameters, such as uric acid, albumin, total bilirubin, and ferritin) strong associations were evident

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitianBasri (2014) yang hanya menguji religiusitas dan gender sebagai variabel yang ikut mempengaruhi hubungan etika

Hasil penelitian dapat meningkatkan keterampilan berbicara khususnya dalam pembelajaran menceritakan tokoh idola pada materi Bahasa Indonesia serta dapat memperoleh

 System flowchart (Diagram alir sistem) atau block chart adalah diagram yang menggambarkan struktur program atau deskripsi program untuk setiap modul program suatu sistem

Mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan penelitian dan penyusunan tesis dengan penuh tanggungjawab,memenuhi ketentuan Pedoman Bimbingan Tesis dan prosedur administrasi

Untuk merancang suatu system yang dapat mengurangi kadar asap rokok.

pintoi sebagai biomulsa memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan pertumbuhan (tinggi tanaman dan jumlah ruas) dan hasil produksi cabai merah keriting