Universitas Kristen Maranatha i
PENGUAT DERAU RENDAH PADA FREKUENSI 1800 MHz
Disusun Oleh:
Nama : Fauzan Helmy
Nrp : 0622131
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung, Indonesia,
email : [email protected]
ABSTRAK
Redaman dan derau akan selalu muncul pada setiap informasi yang
dikiriman yang umumnya tidak dapat dihilangkan. Oleh karena itu, pada sistem
penerima diperlukan penguat sinyal yang berderau rendah (low noise amplifier),
yang disebut LNA.
Pada Tugas Akhir ini, direalisasikan sebuah prototipe Penguat Derau
Rendah yang bekerja pada frekuensi tengah 1800 MHz. Pada penguat ini,
digunakan transistor BFR96TS sebagai komponen utama yang mempunyai
penguatan (gain) maksimum 4.275 dB. Besarnya penguatan juga ditentukan oleh
rangkaian prategangan, karena rangkaian ini menentukan titik kerja transistor agar
dapat bekerja dan menghasilkan penguatan yang stabil. Untuk penyesuai
impedansi digunakan saluran mikrostrip tunggal seimbang.
Besarnya penguatan dari realisasi alat ini sebesar 1.55 dB terjadi pada
frekuensi 1.78 GHz, bergeser 20 MHz dari perancangan. Nilai VSWR input
sebesar 1.96, lebih kecil daripada nilai VSWR output yaitu sebesar 2,59. Hal ini
terjadi karena adanya redaman yang diakibatkan tidak tepatnya penyesuaian
impedansi input ataupun impedansi output dari transistor, atau tidak tepatnya
dimensi dari saluran mikrostrip yang digunakan untuk penyesuaian impedansi.
Universitas Kristen Maranatha ii
LOW NOISE AMPLIFIER AT 1800 MHz FREQUENCY
Composed by:
Nama : Fauzan Helmy Nrp : 0622131
Electrical Engineering, Maranatha Christian University,
Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung, Indonesia,
email : [email protected] ABSTRACT
The attenuation and noise always appear when information is transmitted
and it generally can not be eliminated. Therefore a low noise amplifier (LNA) is
needed in the receiving system to amplify a low noise signal.
For this final project, a prototype of the Low Noise Amplifier which is
operated at centre frequency of 1800 MHz was developed. This amplifier uses
BFR96TS transistor as the main component which has maximum gain of 4.275
dB. The DC biasing circuit is used because it determines the working point of the
transistor and produced a stable gain. The single stub microstrip line is used for
the matching impedance.
The prototype produced a gain of 1.55 dB at a frequency of 1.78 GHz
which was 20 MHz different from the design value. The VSWR input of 1.96 was
smaller than VSWR output of 2.59. An explanation for this is either the input
impedance or the output impedance of the transistor not exactly matching the
impedance of the microstrip used.
v Universitas Kristen Maranatha
I.8 Sistematika Pembahasan ... 3
BAB II DASAR TEORI II.1 Transistor Bipolar ... 4
II.2 Parameter S untuk Kutub-4 ... 6
II.3 Penguatan daya ... 8
II.4 Kestabilan Penguat ... 9
II.4.1 Sifat - Sifat Lingkaran Penguatan ... 11
II.4.1.1 Sifat - Sifat Lingkaran Penguatan ... 11
II.4.2 Transistor Stabil Bersyarat ... 12
II.5 Saluran Mikrostrip ... 12
vi Universitas Kristen Maranatha
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT
III.1 Perancangan ... 15
III.1.1 Spesifikasi ... 15
III.1.2 Perancangan Diagram Blok Sistem ... 15
III.2 Pengecekan Kestabilan ... 16
III.3 Perhitungan Penguatan Maksimum Transistor ... 17
III.4 Perancangan Rangkaian Pra-tegangan ... 17
III.5 Perancangan Penyesuai Impedansi ... 21
III.6 Pembuatan Layout PCB ... 27
III.7 Pembuatan Mika Film ... 27
III.8 Pembuatan PCB ... 27
III.9 Pembuatan Chasing ... 28
BAB IV HASIL DAN ANALISA IV.1 Peralatan yang Digunakan ... 29
IV.2 Pengukuran Tegangan dc ... 29
IV.2.1 Prosedur Pengukuran Tegangan dc ... 29
IV.2.2 Hasil Pengukuran ... 30
IV.2.3 Analisis hasil pengukuran ... 30
IV.3 Pengukuran Respons Frekuensi dan Gain ... 31
IV.3.1 Prosedur Pengukuran Respon Frekuensi dan Gain ... 31
IV.3.2 Hasil Pengukuran ... 32
IV.3.3 Analisis hasil pengukuran ... 34
IV.4 Pengukuran Return Loss ... 35
IV.4.1 Prosedur Pengukuran Return Loss ... 35
IV.4.2 Hasil Pengukuran ... 36
IV.4.3 Analisis hasil pengukuran ... 38
IV.5 Analisis Alat Secara Keseluruhan ... 4
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1 Kesimpulan ... 41
vii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA ... 42
LAMPIRAN – A Data Book Transistor BFR96TS
viii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Halaman
ix Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Gambar 2.1 Model rangkaian ekivalen Transistor Bipolar ... 4
2. Gambar 2.2 (a) pra-tegangan pasif (b) pra-tegangan aktif ... 6
3. Gambar 2.3 Parameter S kutub-4 ... 7
4. Gambar 2.4 Penguat satu tingkat dengan penyesuai impedansi MN1 dan MN2 ... 8
5. Gambar 2.5 Kutub-4 dengan sumber dan beban ... 10
6. Gambar 3.1 Gambar 3.1 Diagram Blok Penguatan... 15
7. Gambar 3.2 Grafik Titik Kerja Transistor ... 17
8. Gambar 3.3 Rangkaian Pra-tegangan ... 18
9. Gambar 3.4 Rangkaian Penguat Derau Rendah ... 20
10. Gambar 3.5 Matching Stub Tunggal Seimbang ... 21
11. Gambar 3.6 Matching Input (ZS) ... 24
12. Gambar 3.7 Matching Output (ZL) ... 25
13. Gambar 3.8 Layout PCB ... 27
13. Gambar 3.9 Bagian dalam Alat ... 28
15. Gambar 3.10 Bagian Luar Alat ... 28
16. Gambar 4.1 Rangkaian pengukuran dc ... 30
17. Gambar 4.2 Rangkaian Pengukuran Gain ... 31
18. Gambar 4.3 Kurva respons gain pada frekuensi tengah 1.7 GHz ... 32
19. Gambar 4.4 Kurva respons gain pada frekuensi tengah 1.7 GHz ... 33
20. Gambar 4.5 Kurva respons gain pada frekuensi tengah 640 MHz dan 1.78 GHz ... 33
21. Gambar 4.6 Rangkaian pengukuran return loss ... 35
22. Gambar 4.7 Return Loss input pada frekuensi 1.63 GHz ... 36
23. Gambar 4.8 Return Loss output pada frekuensi 1.63 GHz ... 37
24. Gambar 4.9 Return Loss input pada frekuensi 1.8 GHz ... 37
LAMPIRAN A
LAMPIRAN - B
A-1
Respon Frekuensi
A-2
Return Loss
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang, identifikasi masalah, perumusan
masalah, tujuan, pembatasan masalah, metodologi, spesifikasi alat, serta
sistematika pembahasan.
I.1 Latar Belakang
Jaringan GSM tradisional telah dirancang dan dioperasikan pada spektrum
tunggal. Walaupun konsep original untuk 900MHz band, sekarang formatnya
telah beroperasi untuk 1800MHz yang disebut sebagai DCS 1800 (Digital
Communication System 1800) sistem.
Masalah utama dalam sistem komunikasi, terutama untuk komunikasi
radio adalah kemungkinan terjadinya redaman propagasi dan dari sinyal yang
ditransmisikan oleh suatu sistem Base Station, menyebabkan penerimaan sinyal
menjadi lemah. Untuk itu diperlukan suatu perangkat yang berfungsi sebagai
penguat sinyal sehingga sinyal tersebut mencapai level yang diinginkan dan dapat
diproses lebih lanjut oleh sistem selanjutnya.
Satu hal yang penting sebagai pertimbangan untuk perancangan penguat
daya tinggi adalah Dynamic Range, yang didefinisikan sebagai range dari input
atau output dengan penguatan linier. Pada saat level daya rendah, dynamic range
dibatasi oleh noise figure atau sinyal minimum yang terdeteksi. Dan pada saat
level daya tinggi, dynamic renge dibatasi oleh level daya yang sinyal kecilnya
telah ditekan oleh daya 1dB.
I.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah Tugas Akhir ini adalah sinyal yang telah melewati
saluran transmisi (khususnya udara pada komunikasi seluler) akan memudahkan
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha 2
untuk dihilangkan sehingga apabila sinyal tersebut dikuatkan maka deraupun akan
ikut serta.
I.3 Perumusan Masalah
Perumusan masalah Tugas Akhir ini adalah bagaimana Membuat Penguat
Derau Rendah untuk menguatkan sinyal – sinyal daya rendah yang dapat menekan
derau sehingga tidak ikut menguat ?
I.4 Tujuan
Tujuan Tugas Akhir ini adalah merancang dan merealisasikan, serta
menganalisa penguat derau rendah untuk menguatkan penerimaan sinyal daya
kecil.
I.5 Pembatasan Masalah
Masalah yang dibahas tentang hal-hal yang terkait dengan perancangan
dan realisasi penguat derau rendah, diantaranya :
1. Perancangan biasing dari transistor bipolar yang dipakai.
2. Perancangan penyesuai impedansi.
3. Pengukuran tegangan dc.
4. Pengukuran respon frekuensi dan gain.
5. Pengukuran return loss.
I.6 Metodologi
Langkah-langkah yang diambil pada Tugas Akhir ini adalah eksperimental
dengan cara realisasi sistem dan uji coba.
I.7 Spesifikasi Alat
Spesifikasi alat adalah sebagai berikut :
1. Transistor yang digunakan adalah BFR96TS sebagai komponen utama.
2. Frekuensi kerja pada frekuensi 1800 MHz.
3. Gain maksimum gpmax = 4.275 dB
BAB I PENDAHULUAN
Universitas Kristen Maranatha 3
I.8 Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan laporan Tugas Akhir ini disusun menjadi lima
bab, yaitu sebagai berikut :
Bab I PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang, identifikasi masalah, perumusan
masalah, tujuan, pembatasan masalah, metodologi, spesifikasi alat, serta
sistematika pembahasan.
Bab II DASAR TEORI
Bab ini membahas tentang landasan teori mengenai teori-teori yang
berkaitan dengan Penguat Derau Rendah, diantaranya adalah transistor
bipolar, penguatan daya, kestabilan penguat, serta noise figure.
Bab III PERANCANGAN DAN REALISASI
Bab ini membahas perancangan dan realisasi yang dilakukan mulai dari
perancangan biasing dari transistor bipolar yang dipakai, mengetahui jenis
kestabilan dari transistor tersebut, menghitung matching network dengan
menggunakan Smith Chart dan pembuatan casing.
Bab IV DATA PENGAMATAN DAN ANALISA
Pada bab ini akan dibahas hasil pengukuran yang dilakukan dan mendata
parameter-parameter penting yang berhubungan dengan spesifikasi yang
telah dirancang, serta melakukan analisis tentang hasil pengukuran
tersebut.
Bab V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dari Tugas Akhir dan saran-saran yang perlu
Universitas Kristen Maranatha 41
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini berisi kesimpulan dari Tugas Akhir dan saran-saran yang
perlu dilakukan untuk perbaikan di masa mendatang.
V.1 Kesimpulan
Setelah merealisasikan dan menganalisis diperoleh beberapa
kesimpulan diantaranya :
1. Penguatan sebesar 1.55 dB terjadi pada frekuensi 1.78 GHz, bergeser 20
MHz dari perancangan.
2. Nilai VSWR input lebih kecil yaitu VSWR input sebesar 1,96 dan VSWR
output sebesar 2,59.
3. Redaman yang masih terjadi diakibatkan tidak tepatnya penyesuaian
impedansi input ataupun output.
V.2 Saran
Saran-saran yang dapat diberikan untuk perbaikan dan pengembangan dari
Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Sebelum merealisasikan sebuah penguat, terutama penguat pada frekuensi
tinggi, perancangan harus dilakukan setepat mungkin karena sangat
mempengaruhi kerja sistem yang akan dibuat.
2. Untuk konektor, sebaiknya menggunakan konektor yang khusus untuk
PCB untuk meminimalkan redaman yang terjadi.
3. PCB yang digunakan mempunyai nilai koefisien relative yang besar untuk
Universitas Kristen Maranatha 42
DAFTAR PUSTAKA
1. Over view or wireless system, www.ee.sc.edu
2. Liao, Samuel Y., Microwave Circuit Analysis and Amplifier Design,
Prentice-Hall, Inc., New Jersey, 1987.
3. Collin, R. E., Foundation for Microwave Engineering, 2nd Edition, Mc
Graw-Hill, Inc., 1996.
4. Ir. Enceng Sulaeman, MT., Diktat Teknik HF dan Gelombang Mikro,
Program Studi Teknik Telekomunikasi, Politeknik Negeri Bandung, Juni