No.Daftar/FPEB/600/UN40.7.D1/LT/2014
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
IMPLEMENTASI DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU DI KABUPATEN
SUMEDANG
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari
Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
Oleh :
Muhammad Nurul Ihsan NIM. 1001632
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
ii
ii
IMPLEMENTASI DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU DI KABUPATEN
SUMEDANG
Oleh
Muhammad Nurul Ihsan 1001632
Sebuah Skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan
Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Muhammad Nurul Ihsan Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagain,
LEMBAR PENGESAHAN
IMPLEMENTASI DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU DI KABUPATEN
SUMEDANG
Skripsi ini telah disetujui dan disahkan oleh :
Pembimbing I
Dr. H. Amir Machmud, SE., M.Si. NIP. 19710411 201012 1 001
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi
Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRAK
“Implementasi Data Envelopment Analysis (DEA) untuk Mengukur Efisiensi Industri Tahu di Kabupaten Sumedang”
Dibawah bimbingan Dr. H. Amir Machmud, SE., M.Si
Oleh
Muhammad Nurul Ihsan 1001632
Penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada industri tahu di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, studi observasi dan studi literatur. Populasi penelitian ini adalah pengusaha tahu di Kabupaten Sumedang yang terdiri dari pengusaha pembuat tahu, dan pengusaha pembuat sekaligus penjual tahu. Teknik pengolahan data menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Gambaran umum variabel input industri tahu di Kabupaten Sumedang terdiri dari modal, tenaga kerja, bahan baku, bahan bakar dan bahan penolong dengan variabel output yaitu hasil produksi tahu. (2) Penggunaan faktor produksi pada industri tahu di Kabupaten Sumedang berdasarkan analisis Data Envelopment Analysis (DEA) belum mencapai efisiensi optimum, dimana berdasarkan analisis model CRS < 1 dan VRS < 1. (3) Tingkat skala produksi industri tahu di Kabupaten Sumedang dengan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) berada pada kondisi skala usaha yang menurun (Decreasing Return to Scale) dengan tingkat skala relatif sebesar 0.9583 untuk pengusaha pembuat tahu, dan 0.9371 untuk pengusaha pembuat sekaligus penjual tahu.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
“Implementing Data Envelopment Analysis (DEA) to measure the efficiency of Tofu industry in Sumedang”
Supervised by Dr. H. Amir Machmud, SE., M.Si.
By
Muhammad Nurul Ihsan 1001632
The aim of this research is to analyze the use of production factor efficiency at Tofu industry in Sumedang. It used descriptive analytic method and the data collection used questionnaire, interview, observation and literature study. The population of this research is the businessman of Tofu in Sumedang which includes the maker, and both the maker and the seller. It used data processing technique using Data Envelopment Analysis (DEA) approach.
The research shows: (1) the general picture of input variables at Tofu industry in Sumedang involve the capital, the employees, the basic materials, the fuel and the other materials with Tofu production result as the output variable. (2) Based on Data Envelopment Analysis (DEA), the use of production factor at Tofu industry in Sumedang is not achieving the maximum efficiency level, where both the CRS and VRS models < 1. (3) Production scale level at Tofu Industry in Sumedang by using Data Envelopment Analysis (DEA) is in the condition of Decreasing Return to Scale (DRTS) where the scale level of the maker is 0.9583, and both the maker and the seller is 0.9371.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
ABSTRAK... ... Error! Bookmark not defined.
ABSTRACT... ... iError! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined.
UCAPAN TERIMA KASIH ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... x DAFTAR GAMBAR ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined. 1.1 Latar Belakang... Error! Bookmark not defined.
1.2 Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.
1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1.4 Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ... Error!
Bookmark not defined.
2.1 Tinjauan Pustaka ... Error! Bookmark not defined.
2.1.1 Pengertian Produksi ... Error! Bookmark not defined. 2.1.2 Fungsi Produksi ... Error! Bookmark not defined.
2.1.3 Fungsi Produksi dengan Satu Input VariabelError! Bookmark not defined.
2.1.3.1 Law of Diminishing Return ... Error! Bookmark not defined.
2.1.3.2 Tahapan-Tahapan Produksi... Error! Bookmark not defined. 2.1.4 Fungsi Produksi dengan Dua Input VariabelError! Bookmark not
defined.
2.1.5 Return To Scale... Error! Bookmark not defined.
2.1.6 Elastisitas Produksi ... Error! Bookmark not defined.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2.1.8 Konsep Efisiensi ... Error! Bookmark not defined.
2.1.8 Data Envelopment Analysis (DEA) ... Error! Bookmark not defined. 2.1.8.1 Pengukuran Efisiensi ... Error! Bookmark not defined.
2.1.8.2 Pendekatan Parametrik dan Non Parametrik Error! Bookmark not defined.
2.1.8.3 Konsep Data Envelopment Analysis (DEA)Error! Bookmark not defined.
2.1.9 Industri Tahu... Error! Bookmark not defined.
2.1.10 Hasil Penelitian Sebelumnya ... Error! Bookmark not defined.
2.2 Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined. BAB III METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.
3.1 Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 3.7.1 Data Envelopment Analysis (DEA) ... Error! Bookmark not defined.
3.7.2 Konsep CRS Dan VRS ... Error! Bookmark not defined. 3.7.3 Orientasi dalam DEA... Error! Bookmark not defined.
3.7.4 Efisiensi Skala ... Error! Bookmark not defined.
3.7.5 Return to Scale (RTS)... Error! Bookmark not defined. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANError! Bookmark not
defined.
4.1 Gambaran Umum Mengenai Variabel Input Dan Variabel Output Pada
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4.1.1 Gambaran Variabel Output (Hasil Produksi) Industri Tahu ... Error!
Bookmark not defined.
4.1.2 Gambaran Variabel Input Industri TahuError! Bookmark not defined.
4.2 Gambaran Efisiensi Teknis Industri Tahu Di Kabupaten Sumedang
Dengan Menggunakan Pendekatan DEA. Error! Bookmark not defined.
4.2.1 Analisis Tingkat Efisiensi Teknik dengan Model Constant Return to
Scale (CRS) dan Variable Return to Scale (VRS)Error! Bookmark
not defined.
4.2.2 Tingkat Pencapaian Efisiensi dan Perhitungan Target Input Pada Industri Tahu yang Belum Efisien .... Error! Bookmark not defined.
4.3 Gambaran Skala Produksi Industri Tahu di Kabupaten Sumedang .. Error! Bookmark not defined.
4.3.1 Analisis Tingkat Skala Relatif Industri TahuError! Bookmark not
defined.
4.3.2 Efisiensi Produksi dengan Metode DEAError! Bookmark not defined.
4.3.3 Skala Hasil Produksi Berdasarkan Metode DEAError! Bookmark not defined.
4.4 Implikasi Pendidikan ... Error! Bookmark not defined. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined.
5.1 Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined. 5.2 Saran ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA ... Error! Bookmark not defined.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Beberapa Kajian Empiris dari Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Efisiensi Industri Makanan... Error! Bookmark not defined. Tabel 2.2 Beberapa Ka jian Empiris dari Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Efisiensi ...Error!
Bookmark not defined.
Tabel 3.1 Sa mpel Pengusaha Tahu di Kabupaten Sumedang... Error! Bookmark not defined. Tabel 3.2 Operasional Va riabe l ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.1 Responden Pengusaha Tahu Berdasarkan Dae rah Penelitian Error! Bookmark not
defined.
Tabel 4.2 Responden Pengusaha Tahu Berdasarkan Jenis Ke la min Error! Bookmark not
defined.
Tabel 4.3 Responden Pengusaha Pembuat Tahu Berdasarkan Usia Error! Bookmark not
defined.
Tabel 4.4 Responden Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Berdasarkan Usia ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.5 Responden Pengusaha Tahu Berdasarkan Tingkat Pendidikan Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.6 Responden Pengusaha Pembuat Tahu Berdasarkan Pengala man Usaha ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.7 Responden Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Berdasarkan Pengalaman Usaha ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.8 Hasil Produksi Pengusaha Pembuat Tahu di Kabupaten Sumedang Error! Bookmark
not defined.
Tabel 4.9 Hasil Produksi Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu di Kabupaten Sumedang ..Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.10 Modal Pengusaha Pembuat Tahu di Kabupaten SumedangError! Bookmark not
defined.
Tabel 4.11 Modal Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu di Kabupaten Sumedang ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.12 Jumlah Tenaga Kerja Pengusaha Pe mbuat Tahu ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.13 Biaya Tenaga Kerja Pengusaha Pembuat Tahu... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.14 Jumlah Tenaga Kerja Pengusaha Pe mbuat dan Penjual Tahu Error! Bookmark not
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.15 Biaya Tenaga Kerja Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Error! Bookmark not
defined.
Tabel 4.16 Biaya Bahan Baku Pengusaha Pembuat Tahu di Kabupaten Sumedang ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.17 Biaya Bahan Baku Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu di Kabupaten Sumedang ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.18 Biaya Bahan Baka r Pengusaha Pembuat Tahu di Kabupaten Sumedang ...Error!
Bookmark not defined.
Tabel 4.19 Biaya Bahan Bakar Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu di Kabupaten Sumedang ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.20 Biaya Bahan Penolong Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu di Kabupaten Sumedang... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.21 Tingkat Efisiensi Teknik Pada Pengusaha Tahu Di Kabupaten Sumedang dengan Model CRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.22 Tingkat Efisiensi Teknik Pada Pengusaha Tahu Di Kabupaten Sumedang dengan Model VRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.23 Pengusaha Tahu yang Efisien dengan Model CRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.24 Pengusaha Tahu yang Efisien dengan Model VRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.25 Pengusaha-Pengusaha Acuan bagi Pengusaha Tahu yang Inefisien dengan Model CRS
... Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.26 Pengusaha – Pengusaha Acuan bagi Pengusaha Tahu yang Inefisien dengan Model
VRS... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.27 Persentase Rata-Rata Target Perbaikan Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu dengan Model CRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.28 Persentase Rata-Rata Target Perbaikan Variabel Input Pengusaha Pembuat sekaligus Penjual TahuTahu dengan Model CRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.29 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ita...Error!
Bookmark not defined.
Tabel 4.30 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ali...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.31 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ko mar ...Error! Bookmark not defined.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.33 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Maman ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.34 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Nanang...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.35 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Nono...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.36 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Syueb ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.37 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ucup...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.38 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Jakarsih ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.39 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Atang...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.40 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Sukandar...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.41 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Wahyu...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.42 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Asep ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.43 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Aras ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.44 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Iin ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.45 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ade ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.46 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Agus ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.47 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Dian ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.48 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Engkos ...Error! Bookmark not defined.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.50 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Dadan ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.51 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Tati
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.52 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Popon
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.53 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Herman
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.54 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Mahmud ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.55 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Dede U
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.56 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Ade
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.57 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Anang
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.58 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Solihin
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.59 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Rosnah
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.60 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Udin
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.61 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Dadan
... Error! Bookmark not defined. Saepudin... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.66 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Yuyun
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.67 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Ajun ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.68 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Omo
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.69 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Aang
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.70 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Suryana
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.71 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Dede
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.72 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Daenudin ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.73 Persentase Rata-Rata Target Perbaikan Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu dengan Model VRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.74 Persentase Rata-Rata Target Perbaikan Variabel Input Pengusaha Pembuat sekaligus Penjual Tahu dengan Model VRS ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.75 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ali...Error!
Bookmark not defined.
Tabel 4.76 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Abdurrosyid ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.77 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ita...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.78 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Syueb ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.79 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ko mar ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.80 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Agus ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.81 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Nanang...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.82 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Jakarsih ...Error! Bookmark not defined.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.84 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Asep ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.85 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Atang...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.86 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat Tahu Ade ...Error! Bookmark not defined.
Tabel 4.87 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Herman ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.88 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Mahmud ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.89 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Dadan
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.90 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Tati
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.91 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Popon
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.92 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Dede U
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.93 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Jana
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.94 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Udin
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.95 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Aang
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.96 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Apep
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.97 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Saepudin... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.98 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Omo
... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.99 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Ade
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 4.101 Tabel Of Target Values Variabel Input Pengusaha Pembuat dan Penjual Tahu Dede ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4.102 Hasil Perh itungan Efisiensi Melalu i Efisiensi Ska la Re latif Pe mbuat Tahu ...Error!
Bookmark not defined.
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kurva Produksi Total, Produksi Rata-rata dan Produksi Marginal
... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.2 Tahap-Tahap Produksi... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.3 Kurva Isoquant ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.4 Kurva Isocost ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.5 Persinggungan Kurva Isoquant dan Isocost Kurva Keseimbangan Produsen ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.6 Kemungkinan Skala Produksi ... Error! Bookmark not defined. Gambar 2.7 Metode Pengukuran Efisiensi ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.8 Kerangka Pemikiran ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 3.1 Efisiensi Frontier Model CCR ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 3.2 Efisiensi Frontier Model BCC ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 3.3 Proyeksi Frontier Orientasi Input Model CCRError! Bookmark not defined.
Gambar 3.4 Proyeksi Frontier Orientasi Output Model CCRError! Bookmark
not defined.
Gambar 4.1 Grafik Hasil Perhitungan Efisiensi Pengusaha Pembuat Tahu
... Error! Bookmark not defined. Gambar 4.2 Grafik Hasil Perhitungan Efisiensi Pengusaha Pembuat dan Penjual
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kabupaten Sumedang merupakan salah satu Kabupaten yang berada di
Provinsi Jawa Barat yang tepat berada di tengah-tengah provinsi yang
menghubungkan kota dan Kabupaten yang akan menuju ke ibukota provinsi Jawa
Barat yaitu Kota Bandung. Dengan adanya hal tersebut, Kabupaten Sumedang
merupakan daerah penyangga bagi pengembangan daerah Bandung Raya. Dalam
perkembangannya, Kabupaten Sumedang tumbuh dan mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu faktor pendorong perubahan tersebut adalah tumbuhnya
sektor industri di Kabupaten Sumedang yang di dominasi oleh industri mikro dan industri kecil. Industri mikro dan industri kecil ini bersifat padat karya yang
merupakan salah satu alternatif dalam membangun perekonomian daerah dan
dapat tahan terhadap dampak krisis ekonomi.
Potensi industri mikro dan industri kecil yang menjadi unggulan Kabupaten
Sumedang terdiri dari industri senapan angin, industri meubeul kayu, industri
anyaman bambu, industri wayang golek, industri tahu, industri opak ketan,
industri ubi cilembu, industri sale pisang dan masih banyak lagi. Namun, berbagai
komoditas tersebut belum ada komoditas yang menembus pasar ekspor dan hanya menjadi primadona di pasar lokal. Hal ini memberi indikasi bahwa sektor ini
masih perlu dikembangkan dan dioptimalkan, sehingga dapat menopang aktivitas perekonomian dan pembangunan.
Menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang
(2013:5), sektor industri mikro dan industri kecil di Kabupaten Sumedang terbagi ke dalam lima sektor yaitu industri pangan atau agro, industri kimia dan bahan
bangunan, industri kerajinan, industri sandang dan kulit, dan industri logam dan elektronika. Di antara kelima industri tersebut, yang menjadi fokus pemerintah
Sumedang adalah industri pangan terutama makanan. Hal ini dikarenakan
2
sehingga memunculkan banyak peluang yang bisa dijadikan sebagai sebuah
usaha. Hal ini didorong oleh kondisi sumber daya alam di Kabupaten Sumedang yang memiliki potensi besar dalam menyediakan bahan baku yang dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu makanan. Potensi tersebut menjadi
acuan bagi pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengembangkan sektor
makanan sebagai salah satu unggulan daerah yang dapat meningkatkan kondisi
ekonomi warganya. Selain itu, semakin berkembangnya kreativitas yang dimiliki
sumber daya manusia menimbulkan dampak yang positif bagi perkembangan
industri makanan di Kabupaten Sumedang. Hal ini terbukti dengan
berkembangnya berbagai jenis produk makanan yang berkembang dan menjadi ciri khas dari Kabupaten Sumedang salah satunya adalah industri tahu.
Tahu merupakan suatu makanan olahan dari kedelai yang digumpalkan dan
mengandung protein. Kata ”Tahu” berasal dari bahasa Cina yaitu tao-hu atau
teu-hu. Tao atau teu berarti kedelai, sementara hu berarti lumat atau menjadi bubur.
Di Jepang, tahu dikenal dengan nama tohu sedangkan dalam bahasa inggris
disebut soybean curd atau juga Tofu. Dalam perkembangannya, tahu memiliki
banyak nama dan mempunyai ciri khas seperti tahu sumedang, tahu cina, tahu
kuning dan tahu sutera.
Keberadaan usaha tahu di Kabupaten Sumedang dipelopori oleh Ong Bung
Keng (Tahu Bungkeng) sejak tahun 1917, telah mampu menciptakan peluang usaha yang serupa dan menyerap banyak tenaga kerja. Pada saat ini industri tahu
sudah berkembang, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengusaha tahu di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Sumedang tahun 2013, jumlah pengusaha tahu di
Kabupaten Sumedang adalah sebanyak 282 pengusaha dan telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1031 orang. Total kapasitas produksi tahu per
tahun sebesar 12,745,704 ton dengan nilai investasi sebesar Rp 1,358,967,000. Pada industri tahu ini ada tiga pelaku usaha tahu yaitu pengusaha pembuat tahu
yang khusus memproduksi tahu, pengusaha penjual tahu yang menjajakan tahu
yang sudah matang, dan pengusaha pembuat sekaligus penjual tahu. Hal ini
3
andalan masyarakat untuk menopang perekonomian keluarga pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya karena mampu menyerap tenaga kerja yang banyak dan masih menggunakan teknologi yang sederhana dalam proses produksinya.
Tahu menjadi produk yang potensial untuk dikembangkan karena konsumen
tahu sangat luas, mencakup semua strata sosial. Tahu tidak hanya dikonsumsi oleh
masyarakat kelas bawah dan menengah saja, akan tetapi juga kelas atas. Ini
terlihat dengan telah masuknya produk tahu di pasar swalayan. Selain itu, tahu
dapat dikonsumsi dengan aman oleh semua golongan umur termasuk mereka yang
mengalami gangguan pencernaan. Tahu juga dapat diolah menjadi aneka masakan
siap saji. Tahu seringkali disebut sebagai ”daging tak bertulang” karena
kandungan gizinya yang setara dengan daging hewan. Peranan tahu sebagai
makanan yang menyehatkan dan mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk memperbaiki gizi masyarakat, maka diperlukan usaha pengembangan industri
tersebut. Usaha tersebut harus didukung oleh pemerintah daerah sehingga industri
tersebut makin bermanfaat, tidak hanya berguna bagi konsumen tetapi juga
memberikan keuntungan bagi para pengusaha tahu. Begitu halnya dengan industri
tahu di Kabupaten Sumedang yang bermanfaat bagi masyarakatnya.
Dibalik semua itu ternyata industri tahu sendiri mengalami beberapa
kendala dalam proses produksinya. Keluhan dari para pengusaha tahu yaitu dari
faktor bahan baku utama pembuat tahu yakni kedelai yang harganya masih tinggi. Adapun sekarang harga kedelai di pasar berkisar antara Rp 7,500-Rp 8,500 per
kilogram untuk kedelai impor, dibandingkan pada saat krisis bisa mencapai Rp 11,000 per kilogramnya. Kedelai lokal cenderung kurang dilirik pengusaha karena
kurangnya ketersediaan di pasar dan kualitas yang masih kalah bersaing. Namun,
naik turunnya harga kedelai ini tidak merubah harga Output yang dihasilkan oleh pengusaha tahu.
Selain itu, harga faktor bahan bakar dan bahan penolong yang menyebabkan naiknya ongkos produksi apabila harga di pasarannya ikut naik. Biaya tenaga
kerja yang dihitung per gilingan kedelai cenderung berubah-ubah tergantung
dengan jumlah produksi. Kenaikkan harga input produksi dapat berakibat juga
4
semakin tinggi, namun pertimbangan persaingan pasar menjadi alasan pengusaha
tidak dapat secara signifikan menaikkan Output. Akibat kenaikan ini, para pengusaha tahu merugi, banyak pengusaha tahu pun lebih memilih menurunkan
bahkan menghentikan produksi.
Tekanan kedelai impor terhadap pengusaha tahu dapat terasa ketika
pemerintah menghapus tata niaga kedelai yang semula dilakukan oleh Bulog lalu
dialihkan kepada importir umum. Dengan bebasnya impor kedelai dan tidak
adanya proteksi (bea masuk nol persen) mengakibatkan harga kedelai di pasar
domestik mengalami tekanan. Kondisi ini berpengaruh terhadap produksi tahu
yang mengakibatkan terjadinya inefisien, yang dalam jangka panjang akan mengalami kerugian dari jumlah penerimaan yang diperoleh, hasil produksinya
lebih kecil dari pengeluaran untuk proses produksinya.
Efisiensi merupakan indikator penting dalam mengukur kinerja keseluruhan
aktivitas suatu perusahaan. Pengukuran efisiensi dapat memberikan penilaian
terhadap baik buruknya operasi sebuah perusahaan atau organisasi. Semakin
efisiennya sebuah organisasi ditunjukan dengan semakin minimalnya penggunaan
sumber daya input untuk menghasilkan Output. Banyak alat pengukuran efisiensi
yang lazim digunakan, misalnya menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas
dengan penyelesaian melalui model ekonometrika, model Constant Elasticity Of
Substitution (CES), dan dalam perkembangan terakhir pengukuran efisiensi
dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA).
Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan suatu alat untuk mengukur
tingkat efisiensi yang mengukur efisiensi operasional suatu industri berdasarkan
masing-masing perusahaan dalam suatu industri. Dengan adanya metode analisis
efisiensi maka dapat mengetahui pengusaha mana yang telah efisien dalam hal penggunaan input dan pengeluaran Output. Pendekatan DEA lebih menekankan
pendekatan yang berorientasi kepada tugas dan lebih memfokuskan kepada tugas yang penting, yaitu mengevaluasi kinerja dari unit pembuat keputusan / UPK
(decision making units). Semenjak tahun 1980-an, pendekatan ini banyak
digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dari industri perbankan secara
5
makanan, maka dari itu penulis tertarik menggunakan pendekatan ini. Pendekatan
DEA ini merupakan pendekatan non parametric. Oleh karena itu, pendekatan ini tidak memerlukan asumsi awal dari fungsi produksi, selain itu pendekatan ini
dapat mengidentifikasi unit yang digunakan sebagai referensi bagi unit yang tidak
efisien. Ada dua model yang sering digunakan dalam pendekatan ini, yaitu model
Constant Return to Scale (CRS) dan Variable Return to Scale (VRS). DEA
merupakan sebuah metode optimasi program matematika yang mengukur efisiensi
teknik suatu unit kegiatan ekonomi (UKE) dan membandingkan secara relatif
terhadap UKE yang lain (Charnes et, al. 1978; Banker et, al. 1984; dalam Aam S.
Rusydiana 2013:25).
Berdasarkan uraian, penulis tertarik untuk meneliti permasalahan diatas.
Adapun judul penelitian yang penulis ambil adalah “Implementasi Data
Envelopment Analysis (DEA) Untuk Mengukur Efisiensi Industri Tahu Di
Kabupaten Sumedang”.
1.2 Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah, maka dirumuskanlah perumusan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran umum mengenai variabel input (modal, tenaga kerja,
bahan baku, bahan bakar dan bahan penolong) dan variabel Output (hasil produksi) pada industri tahu di Kabupaten Sumedang?
2. Apakah penggunaan faktor-faktor produksi pada industri tahu di Kabupaten Sumedang dengan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis
(DEA) sudah mencapai efisiensi optimum?
3. Apakah skala produksi industri tahu di Kabupaten Sumedang menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) berada pada tahap produksi
Decreasing return to scale, Constant return to scale atau Increasing return
6
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan permasalahan sebelumnya, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis hal-hal berikut
ini:
1. Gambaran umum mengenai variabel input (modal, tenaga kerja, bahan baku,
bahan bakar dan bahan penolong) dan variabel Output (hasil produksi) pada
industri tahu di Kabupaten Sumedang.
2. Penggunaan faktor-faktor produksi pada industri tahu di Kabupaten
Sumedang dengan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis
(DEA) sudah mencapai efisiensi optimum.
3. Tingkat skala produksi industri tahu di Kabupaten Sumedang dengan
menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) berada pada tahap produksi Decreasing return to scale, Constant return to scale atau
Increasing return to scale.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi aspek teoritis
(pengembangan ilmu) maupun aspek praktis (guna laksana).
Bagi aspek teoritis (pengembangan ilmu) penelitian ini diharapkan dapat
menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan mikro ekonomi dan pengukuran efisiensi menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis
(DEA). Disamping itu, penelitian ini pun diharapkan dapat menjadi referensi bagi yang tertarik dan ingin mengkaji lebih dalam tentang penelitian ini.
Bagi aspek praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi input atau
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan
dari suatu penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2010:161), “objek penelitian
adalah variabel atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian”. Penelitian
ini menggunakan variabel-variabel input yang meliputi modal, tenaga kerja, bahan
baku, bahan bakar dan bahan penolong. Adapun variabel Outputnya adalah hasil
produksi. Subjek penelitian ini adalah para pelaku industri tahu di Kabupaten Sumedang yaitu pengusaha pembuat tahu, dan pengusaha pembuat sekaligus
penjual tahu.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian adalah metode yang digunakan peneliti untuk
mengumpulkan data. Hal ini sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto
(2010:203) yang menyatakan bahwa, “metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya”.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan metode deskriptif analitik. Metode deskriptif menurut M. Nazir
(2005:54) adalah ”suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu
objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa
pada masa sekarang”. Metode ini menekankan pada studi untuk memperoleh
informasi mengenai gejala yang muncul pada saat penelitian berlangsung yaitu
51
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:173), “Populasi adalah keseluruhan
subjek penelitian.” Populasi ini bisa berupa sekelompok manusia, nilai-nilai, tes,
gejala, pendapat, peristiwa-peristiwa, benda dan lain-lain. Adapun yang menjadi
populasi dalam penelitian ini para pengusaha tahu di Kabupaten Sumedang yang
berjumlah 159 orang, yang terdiri dari 75 pengusaha pembuat tahu, dan 84
pengusaha pembuat sekaligus penjual tahu.
3.3.2 Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:174), “sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.” Oleh karena itu, sampel yang diambil dari populasi
harus betul-betul representatif atau mewakili.
Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Proportionate
Stratified Random Sampling ialah pengambilan sampel dari anggota populasi
secara acak dan berstrata secara proporsional, dilakukan sampling apabila anggota
populasinya heterogen (tidak sejenis). Karena banyaknya jumlah populasi,
keterbatasan waktu dan tenaga, maka untuk sampel diambil dengan menggunakan
rumus perhitungan sampel yang dikemukakan oleh Taro Yamane (Riduwan,
2012:44). Adapun bentuk rumusnya seperti dibawah ini:
1
menggunakan rumus tersebut, didapat sampel pengusaha tahu sebagai berikut:
N =
N=
N =
52
Sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 61 orang
pengusaha tahu yang tersebar di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan temuan yang diperoleh dilapangan, bahwa pengusaha tahu dikelompokkan menjadi tiga, yaitu
pengusaha yang hanya memproduksi tahu, pengusaha yang hanya menjual tahu
matang, dan pengusaha yang memproduksi sekaligus menjual tahu matang.
Namun, untuk pengusaha penjual tahu tidak akan dijadikan sampel karena tidak
melakukan produksi dan sulit untuk dilakukan perhitungan efisiensi.
Selanjutnya, pengambilan sampel dilakukan secara proporsional random
sampling memakai rumusan alokasi proportional sebagai berikut:
ni = (Riduwan, 2012 : 45) Dimana :
N = Jumlah populasi seluruhnya. Ni = Jumlah populasi menurut stratum.
ni = Jumlah sampel menurut stratum.
n = Jumlah sampel seluruhnya.
Adapun hasil penarikan sampel pengusaha tahu yang dilakukan secara
proporsional dapat dilihat pada Tabel 3.1 ini :
Tabel 3.1
Sampel Pengusaha Tahu di Kabupaten Sumedang
No. Kelompok Jumlah Kelompok Sampel Kelompok
1 Pembuat Tahu 75
ni =
ni = 29
2 Pembuat dan Penjual Tahu 84
ni =
ni = 32
Jumlah 159 Orang 61 Orang
53
3.4 Operasional Variabel
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah hasil produksi
tahu (O1), sedangkan variabel independennya terdiri dari modal (I1), tenaga kerja
(I2), bahan baku (I3), bahan bakar (I4) dan bahan penolong (I5). Adapun
operasional variabelnya adalah sebagai berikut.
Tabel 3.2 Operasional Variabel
Variabel Konsep Teoritis Konsep Empiris Konsep Analitis Skala
Ukuran dimiliki pengusaha tahu seperti lahan pabrik, baik milik pribadi maupun sewa atau gerobak (dalam satuan rupiah).
2. Jumlah mesin dan peralatan
produksi yang dimiliki selama
bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan 1. Jumlah seluruh tenaga kerja selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan 2014 (dalam satuan rupiah).
54 1. Biaya keseluruhan kacang kedelai yang digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah).
Rasio
Sumber: Berbagai sumber penelitian terdahulu
Sambungan Tabel 3.2
1. Biaya keseluruhan bahan bakar
yang digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah).
1. Biaya keseluruhan minyak goreng
yang digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah).
2. Biaya keseluruhan garam yang
digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah).
3. Biaya keseluruhan keresek yang
digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah). 4. Biaya keseluruhan kertas nasi yang
digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah).
5. Biaya keseluruhan bongsang yang
digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah). 6. Biaya keseluruhan cabai rawit yang
digunakan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan rupiah).
55
dihasilkan selama bulan Mei-Juli 2014 (dalam satuan ancak).
Sumber: Berbagai sumber penelitian terdahulu
3.5 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelelitian ini yaitu bersumber dari data primer yang diperoleh melalui penyebaran angket kepada pengusaha tahu di
Kabupaten Sumedang yang dijadikan sampel. Data sekunder yang diperoleh dari
penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perdagangan dan
Perindustrian Kabupaten Sumedang, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten
Sumedang, jurnal dan artikel dalam internet.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dengan teknik tertentu sangat diperlukan dalam analisis,
karena teknik-teknik tersebut dapat menentukan lancar tidaknya suatu proses
penelitian. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, maka teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Angket, yaitu pengumpulan data melalui penyebaran seperangkat pertanyaan maupun pernyataan tertulis yang telah disusun dan disebar
kepada responden yang menjadi anggota sampel dalam penelitian.
2. Wawancara, adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian
dengan cara tanya jawab antara pewawancara dengan responden yang
menggunakan alat panduan wawancara.
3. Studi observasi, yaitu penelitian melakukan pengamatan secara langsung ke
objek penelitian yaitu pada pengusaha tahu di Kabupaten Sumedang.
4. Studi literatur, yaitu teknik pengumpulan data dengan memperoleh data dari buku, laporan ilmiah, media cetak dan lain-lain yang berhubungan dengan
56
3.7 Teknik Analisis Data
Alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan
bantuan program komputer, pendekatan frontier non-parametrik menggunakan
metode Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur dan menganalisis
efisiensi teknik industri tahu. Penelitian ini akan menggunakan software
DEAWIN untuk pengolahan datanya.
3.7.1 Data Envelopment Analysis (DEA)
Data Envelopment Analysis (DEA) adalah suatu metodologi yang
digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dari suatu unit pengambilan keputusan
(unit kerja) yang bertanggungjawab menggunakan sejumlah input untuk memperoleh suatu Output yang ditargetkan. DEA merupakan model
pemrograman fraksional yang bisa mencakup banyak input dan Output tanpa
perlu menentukan bobot tiap variable sebelumnya, tanpa perlu penjelasan eksplisit
mengenai hubungan fungsional antara input dan Output (tidak seperti regresi).
DEA menghitung ukuran efisiensi secara scalar dan menentulan level input dan
Output yang efisien untuk unit yang dievaluasi.
Sebuah model matematis menggunakan variable keputusan (decision
variables) untuk menggambarkan keputusan kuantitatif yang akan dibuat.
Sementara fungsi tujuan (objective function) akan mengekspresikan ukuran
kinerja dari tiap decision variable dalam model. Kendala (constraint) dalam model menggambarkan pembatasan terhadap nilai yang akan dimasukan ke dalam
variable keputusan. Parameter dari sebuah model konstanta yang akan muncul
dalam fungsi tujuan dan kendala.
Metode DEA ini diciptakan sebagai alat evaluasi kinerja suatu aktivitas dari
sebuah unit entitas (organisasi) yang selanjutnya disebut DMU (Decision Making Unit) atau Unit Pembuatan Keputusan (UPK). Secara sederhana pengukuran
dinyatakan dengan rasio: Output / input yang merupakan suatu pengukuran
efisiensi atau produktivitas yang bisa dinyatakan secara parsial (misalnya: Output
57
dsb) atau secara total (melibatkan semua Output dan input suatu entitas kedalam
pengukuran) yang dapat membantu menunjukan faktor input (Output) apa yang paling berpengaruh dalam menghasilkan suatu Output (penggunaan suatu input).
Hanya saja perluasan pengukuran produktivitas dari parsial ke total akan
membawa kesulitan dalam memilih input dan Output apa yang harus disertakan
dan bagaimana pembobotannya. Adapun beberapa asumsi yang terdapat dalam
DEA adalah sebagai berikut :
1. Entitas yang dievaluasi menggunakan set input yang sama untuk
menghasilkan set Output yang sama pula.
2. Data bernilai positif dan bobot dibatasi pada nilai positif. 3. Input dan Output bersifat variabel.
DEA merupakan pendekatan non parametrik dengan menggunakan teknik linear programming sebagai dasar. Langkah kerja penelitian dengan metode DEA
ini meliputi :
1. Identifikasi UPK atau unit yang akan diobservasi beserta input dan Output
pembentukannya.
2. Menghitung efisiensi tiap UPK untuk mendapatkan target input dan Output
yang diperlukan untuk mencapai kinerja optimal.
DEA menghitung efisiensi dari suatu UPK dalam satu kelompok observasi
relatif kepada UPK dengan kinerja terbaik dalam kelompok observasi tersebut. DEA mempunyai beberapa keuntungan relatif dibandingkan dengan teknik
parametrik. Dalam mengukur efisiensi, DEA mengidentifikasi unit yang digunakan sebagai referensi yang dapat membantu untuk mencari penyebab dan
jalan keluar dari ketidakefisienan, yang merupakan keuntungan utama dalam
aplikasi manajerial.
DEA tidak memerlukan hubungan fungsi tertentu antara Output dan input
produksi ataupun asumsi dari distribusi error. DEA membolehkan penggunaan banyak input dan Output. DEA menghasilkan informasi detail nilai efisiensi unit,
tidak hanya relatif terhadap garis frontier efisiensi, tetapi juga terhadap unit
efisiensi tertentu yang lebih spesifik yang bisa dijadikan role model atau
58
Menurut Victor Siagian (2002:10), bahwa dalam analisis DEA pada
dasarnya ada tiga tahapan yang dilakukan yang dapat mempermudah dalam melakukan analisis terhadap hasil keseluruhan dari penelitian yaitu :
1. Table of Efficiencies (Radial) : Efisiensi Teknik
Analisis ini menunjukan unit pengambil keputusan (UPK) mana yang paling
efisien. Efisiensi ditunjukan dengan nilai optimal dari fungsi tujuan yang
dikembangkan dari Linear Programming (LP). Nilai fungsi tujuan 100 (100%)
berarti bahwa UPK tersebut efisien, sementara yang kurang dari 100 berarti tidak
efisien.
2. Table of Peer Units
Tabel ini digunakan untuk menentukan jika suatu UPK tidak efisien maka
akan ditunjukan bagaimana cara mencapai tingkat efisiensi (mencapai angka 100)
dengan melihat peer (UPK yang menjadi acuan/pedoman untuk mencapai tingkat
efisiensi).
3. Table of Target Values
Analisis ini digunakan untuk menentukan berapa persen efisiensi sudah
terjadi untuk setiap UPK baik dari setiap struktur input maupun struktur Output.
Dalam Tabel ini akan ditunjukan nilai aktual dari target yang harus dicapai dari setiap input maupun setiap Output. Jika besarnya nilai aktual sudah sama dengan
nilai targetnya maka efisiensi untuk setiap input atau Output sudah terjadi. Sebaliknya jika nilai antara aktual dengan target tidak sama maka efisiensi belum
tercapai.
Dalam DEA, konsep yang digunakan dalam mendefinisikan hubungan input Output dalam tingkah laku dari institusi finansial pada metode parametrik maupun
non parametrik adalah:
1. Pendekatan Produksi (Production Approach)
Pendekatan produksi mendefinisikan Output sebagai jumlah dari akun-akun
tersebut atau dari transaksi-transaksi yang terkait. Input dalam kasus ini dihitung
59
material lainnya. Adapun dalam penelitian kali ini menggunakan pendekatan
produksi karena sesuai dengan objek penelitian yaitu industri tahu yang dapat memproduksi tahu.
2. Pendekatan Intermediasi (Intermediation Approach)
Pendekatan ini memandang sebuah institusi sebagai intermediator, yaitu
merubah atau mentransfer asset-aset dari unit-unit surplus kepada unit-unit defisit.
Dalam hal ini input dan Output institusional seperti biaya tenaga kerja dan modal
dengan Output yang diukur dalam bentuk investasi.
3. Pendekatan Asset (Asset Approach)
Yang terakhir adalah pendekatan asset yang menvisualisasikan fungsi
primer sebuah institusi, ini dekat sekali dengan pendekatan intermediasi, dimana
Output benar-benar didefinisikan dalam bentuk asset-aset.
3.7.2 Konsep CRS Dan VRS
Model Constant Return to Scale (CRS) dikembangkan oleh Charnes,
Cooper dan Rhodes (Model CCR) pada tahun 1978. Model ini mengasumsikan
bahwa rasio antara penambahan input dan Output adalah sama (constant return to scale). Artinya, jika ada tambahan input sebesar x kali, maka Output akan
meningkat sebesar x kali juga. Asumsi lain yang digunakan dalam model ini adalah bahwa setiap perusahaan atau unit pembuat keputusan (UPK) beroperasi
pada skala yang optimal. Rumus dari constant return to scale dapat dituliskan
60
(Aam Slamet Rusydiana,2013:21)
Dimana:
ykj = jumlah Output k yang diproduksi oleh pengusaha j
xij = jumlah input i yang digunakan oleh pengusaha j
µk = bobot yang diberikan kepada Output r, (r = 1 ,..., t dan t adalah jumlah
Output)
vi = bobot yang diberikan kepada input i, (i = 1, ..., m dan m adalah jumlah
input)
n = jumlah pengusaha
i0 = pengusaha yang diberi penilaian
Nilai efisinesi selalu kurang atau sama dengan 1. UPK yang nilai
efisiensinya kurang dari 1 berarti inefisiensi sedangkan UPK yang nilai
efisiensinya sama dengan 1 berarti UPK tersebut efisien.
Gambar 3.1
Efisiensi Frontier Model CCR
61
Model Variable Return to Scale (VRS) ini dikembangkan oleh Banker,
Charnes, dan Cooper (model BCC) pada tahun 1984 dan merupakan pengembangan dari model CCR. Model ini beranggapan bahwa perusahaan tidak
atau belum beroperasi pada skala yang optimal. Asumsi dari model ini adalah
bahwa rasio antara penambahan input dan Output tidak sama (variable return to
scale). Artinya, penambahan input sebesar x kali tidak akan menyebabkan Output
meningkat sebesar x kali, bisa lebih kecil atau lebih besar dari x kali. Rumus
variable return to scale (VRS) dapat dituliskan dengan program matematika
seperti berikut ini:
(Aam Slamet Rusydiana, 2013:22)
Dimana:
ykj = jumlah Output r yang diproduksi oleh pengusaha j,
xij = jumlah input i yang digunakan oleh pengusaha j,
µk = bobot yang diberikan kepada Output r, (r = 1 ,..., t dan t adalah jumlah
Output),
vi = bobot yang diberikan kepada input i, (i = 1, ..., m dan m adalah jumlah
input),
n = jumlah pengusaha,
i0 = pengusaha yang diberi penilaian
Nilai dari efisiensi tersebut selalu kurang atau sama dengan 1. UPK yang nilai efisiensinya kurang dari 1 berarti inefisiensi sedangkan UPK yang nilainya
62
Gambar 3.2
Efisiensi Frontier Model BCC
(Banker, Charnes, dan Cooper dalam Aam Slamet Rusydiana, 2013:22)
3.7.3 Orientasi dalam DEA
Terdapat dua orientasi yang digunakan dalam metodologi pengukuran efisiensi, yaitu:
1. Orientasi Input
Prespektif yang melihat efisiensi sebagai pengurangan penggunaan input meski memproduksi Output dalam jumlah yang tetap. Cocok untuk industri
dimana manager memiliki kontrol yang besar terhadap biaya operasional.
Gambar 3.3
Proyeksi Frontier Orientasi Input Model CCR (Cooper dalam Yuli Indrawati (2009))
2. Orientasi Output
Prespektif yang melihat efisiensi sebagai peningkatan Output secara
63
unit pembuat keputusan diberikan kuantitas resource dalam jumlah yang fix dan
diminta untuk memproduksi Output sebanyak mungkin dari resource tersebut. Perbedaan antara orientasi input dan Output model DEA hanya terletak pada
ukuran yang digunakan dalam menentukan efisiensi (yaitu dari sisi input dan
Output), namun semua model (apapun orientasinya), akan mengestimasi frontier
yang sama.
Gambar 3.4
Proyeksi Frontier Orientasi Output Model CCR (Cooper dalam Yuli Indrawati (2009))
3.7.4 Efisiensi Skala
Pada umumnya suatu bisnis atau unit pengambil keputusan (UPK) atau
decision making unit (DMU), seperti industri tahu, mempunyai karakteristik
yang mirip satu sama lain. Namun, biasanya tiap industri tahu bervariasi dalam
ukuran dan tingkat produksinya. Hal ini mengisyaratkan bahwa ukuran industri
tahu memiliki peran penting yang menentukan efisiensi atau inefisiensi
relatifnya. Model CCR mencerminkan (perkalian) efisiensi teknis dan efisiensi
skala, sedangkan model BCC mencerminkan efisiensi teknis saja, sehingga efisiensi skala relatif adalah rasio dari efisiensi model CCR dan model BCC.
Sk = qk,CCR / qk,BCC
(Aam Slamet Rusydiana, 2013:23)
Jika nilai S = 1 berarti bahwa UPK tersebut beroperasi pada ukuran
efisiensi skala terbaik. Jika nilai S kurang dari satu berarti masih ada inefisiensi
64
skala dari UPK tersebut. Jadi, UPK yang efisien dengan model CCR berarti juga
efisien skalanya. Sedangkan, UPK yang efisien dengan model BCC tapi tidak efisien dengan model CCR berarti memiliki inefisiensi skala. Hal ini karena
UPK tersebut efisien secara teknis, sehingga infisiensi yang ada adalah berasal
dari skala.
3.7.5 Return to Scale (RTS)
Return to Scale (RTS) adalah suatu ciri dari fungsi produksi yang
menunjukkan hubungan antara perbandingan perubahan semua input (dengan
skala perubahan yang sama) terhadap perubahan Output yang diakibatkannya. Terdapat tiga kondisi keadaan Return To Scale ini, yaitu (Soekartawi, 1994: 42) :
1. Decreasing Returns to Scale, bila ∑bi < 1. Kondisi berarti bahwa proporsi penambahan masukan produksi melebihi proporsi penambahan produksi.
2. Constant Returns to Scale, bila ∑bi = 1. Kondisi ini berarti bahwa
penambahan masukan produksi akan proporsional dengan penambahan
produksi.
3. Increasing Returns to Scale, bila ∑bi > 1. Kondisi ini berarti bahwa proporsi
penambahan masukan produksi akan menghasilkan tambahan produksi yang
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara/i Pengusaha Industri Tahu
Di Kabupaten Sumedang
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Dalam rangka penyelesaian tugas akhir penyusunan Skripsi sebagai salah satu syarat menempuh
ujian sarjana pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan
Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, penulis bermaksud mengadakan
penelitian yang berjudul “Implementasi Data Envelopment Analysis (DEA) untuk Mengukur Efisiensi Industri Tahu di Kabupaten Sumedang”.
Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis mohon kepada Bapak/Ibu/Saudara/i
untuk mengisi angket yang telah penulis sediakan dengan jujur dan apa adanya. Kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i dalam mengisi angket ini sangat membantu kelancaran penelitian ini.
Semua keterangan dan informasi semata-mata hanya untuk kepentingan dalam penulisan karya
ilmiah/ skripsi ini.
Perlu Bapak/Ibu/Saudara/i ketahui pula bahwa segala bentuk dan isi angket ini sepenuhnya
merupakan tanggungjawab penulis.
Atas segala perhatian, bantuan dan kerjasamanya penulis ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Hormat Saya,
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ANGKET PENELITIAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1. Mohon Bapak/Ibu/Saudara/i membaca dengan teliti setiap pertanyaan yang diajukan hingga anda mengerti.
2. Mohon Bapak/Ibu/Saudara/i menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jujur
dan sebenar-benarnya.
3. Jika ada yang tidak mengerti silahkan tanyakan pada peneliti.
IDENTITAS RESPONDEN
1. No Responden :... (Kosongkan) 2. Nama :...
3. Jenis Kelamin : (L / P) (Coret yang tidak perlu)
4. Umur :...Tahun
5. Alamat :...
6. Pendidikan Terakhir : (Berilah tanda checklist)
1. Tidak tamat SD
2. SD
3. SMP / MTs
4. SMA / MA / SMK
5. Perguruan Tinggi 6. Lainnya ...
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
INSTRUMEN PENELITIAN
1. Modal Tetap
A.Kepemilikan Lahan Usaha yang digunakan untuk proses produksi selama 3 bulan terakhir Kepemilikan Lahan Usaha Milik Pribadi (harga asset) Sewa
Pabrik / Gerobak Rp... Rp.../bulan
B.Kepemilikan Peralatan Usaha yang digunakan untuk proses produksi selama 3 bulan terakhir
No. Jenis Peralatan Usaha Jumlah (Unit) Harga Alat per Unit
1. Mesin pemecah kedelai ...unit Rp...
2. Dinamo/Diesel ...unit Rp...
3. Cetakan tahu ...unit Rp...
4. Kompor ...unit Rp...
5. Tangok ...unit Rp...
6. Tahang ...unit Rp...
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
8. Katel ...unit Rp...
9. Kompor ...unit Rp...
10. Susuk dan Serok ...unit Rp...
2. Tenaga Kerja yang digunakan untuk proses produksi selama 3 bulan terakhir
No. Tenaga Kerja Mei Juni Juli
1. Jumlah Tenaga Kerja ...orang ...orang ...orang
2. Besar Upah /bulan Rp... Rp... Rp...
3. Hari Efektif Kerja ...hari ...hari ...hari
3. Bahan Baku yang digunakan untuk proses produksi selama 3 bulan terakhir
No. Bahan Baku Mei Juni Juli
Satuan Harga (Rp) Satuan Harga (Rp) Satuan Harga (Rp)
Muhammad Nurul Ihsan, 2014
IMPLEMENTASI D ATA ENVELOPMENT ANALYSIS (D EA) UNTUK MENGUKUR EFISIENSI INDUSTRI TAHU D I KABUPATEN SUMED ANG
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Asam Cuka /liter
3. Garam /kg
4. Tahu Mentah
4. Bahan Bakar yang digunakan untuk proses produksi selama 3 bulan terakhir
No. Jenis Bahan Bakar Mei Juni Juli
Satuan Harga (Rp) Satuan Harga (Rp) Satuan Harga (Rp)
1. Serutan Kayu
2. Kayu Bakar
3. Gas Elpiji
5. Bahan Penolong yang digunakan untuk proses produksi selama 3 bulan terakhir
No. Jenis Bahan Penolong Mei Juni Juli
Satuan Harga (Rp) Satuan Harga (Rp) Satuan Harga (Rp)