*-BERNASJOGJA
i WACANA
sabtu
Kriwon,
15
Februari2ol4
"t--t'-*----,
Mengkaji
tllang
Film
Soekarno
Oleh:
Hendra
Kurniawan
MESKIPUN
film
Soekarnosu-dah
tidak
tayanglagi
di
bio$op-bioskop, namun polemik soal
film
tersebut
belum usai.
Film
yangditayangkan perdana pada tanggal
11 Desember 2013 sejak awal
dirilis
sudah menuai permasalahan. Selisih paham muncul antara salah seorang
putri
Soekarnoyaitu
RachmawatiSoekarnoputri yang
mewakili
Ya-yasan Pendidikan Soekarno (YPS)selaku
pemilik
gagasan denganpihak
PT
Tripar Multivision
plus(TTvfV) yang menj adi rumah produksi
film
tersebut.Salah satu penyebab munculnya perselisihan
ini
karena Rachmawati mer:rsa kurang sreg apabila sosokSoekarno diperankan
oleh Ario
Bayu. Setelah syuting berakhir dan melihat trailernya, Rachmawati juga
memsa
film
ini
sarat dengankepen-tingan komersil dan banyak adegan
yang
dianggap
melecehkan Soe-karno. Maka Rachmawati bersikerasuntuk
menghentikan prosespro-duksi
dan
melarangfilm
ini
di-tayangkan untuk publik. Sementara itu, pihak TMVjuga terap bersikukuh
untuk meneruskan penayangan
film
tersebut. Pada akhirnya
film
yangdisutradarai oleh Hanung
Braman-tyo
ini
tetap tayang mesliipun terusmenuai kecaman.
Terlepas
dari
berbagai polemikyang terjadi,
film
ini
menuai pujiansekaligus kritikan.
Tid.ak
dapatdipungkiri sebagai
film
bertemakansejarah,
maka
film
berjudul
Soe-karno:
Indonesia Merdekalini
di-kemas sangat menarik dan mampu membawa penonton turut menjiwai
suasana pada masa itu. Pada bagian pembuka
film
ini
penonton dimintauntuk berdiri
dan
bersama-samamenyanyikan lagu
kebangsaan.Barangkali
inilah
satu-satunyafilm
bertemakan sejarah yan-e memberi kesempatan
klusus
bagi
parape-nontonnya
untuk
meneguhkankembali
rasacinta
pada tanah airdan
bangsa dengan menyanyikanlagu Indonesia Raya sebelum
film
diputar.
fatah
satufungsi
penting darifilm
bertemakan sejarah ialah bukan saja sebagai sarana hiburan namunj uga menjadi sarana pendidikan.
Film
bertemakan
sejarah
perjuanganbangsa
perlu
mengupayakanpena-naman
nilai
nasionalisme,patriot-isme,
kebarrgsaan,dan
kecintaan pada tanah air.Nilai-nilai
ini sangatpenting
khususnyabagi
generasimuda.
Apabila
film
berremakan sejarahtidak
memperhatikannilai-nilai
kesejarahandan
kebangsaantentu menjadi kehilangan
arti
pen-ting.
Bahkan lebih parahlagi
akan menjadi tontonan yang memberikan tuntunan keliru dalam upayapening-katan kesadaran sejarah.
Memang
dalam
beberapa segitertentu,
film
Soekarnoini
patutdi-acungi jempol. Upaya menampilkan
peran
dan
keterlibatan
orangTionghoa dalam perjuangan bangsa di masaitujugatelah memberi warna
lain
yang selamaini
tidak
banyakdiungkap.
Akan
tetapitidak
salahpula
penilaian
Rachmawati Soe-karnoputri tentang hal lain darifilm
ini
yang perludikritisi.
Dalamfilm
ini,
sang
sutradara
sebenarnyacukup berhasil menampilkan sosok Soekarno dari dua sisi yaitu sebagai
negarawan
dan
politisi
sekaligus seorang pria flamboyan. Sisi flam-boyandari
Soekamo memangdi-gambarkan dengan
sangat apik, namuntidaklah demikian
densansisi
Soekarno sebagai n"-euru-in.Kisah cinta Soekanro dalam
film
ini
diawali dengan Soekarno remajayagg
berusaha menaklukkan hatigadis Belanda meskipun
harusberhadapan
dengan
sikap
kasarayah
si
-eadis. Pernikahan pertama Soekarno denganSiti
Oetari, anak dari H.O.S.lokroaminoto,
tidakdi-kisahkan.
Film
ini
langsung menyoroti perjalanancinta
Soekarno denganInggit
Garnasih,
seorang janda,yang
menjadi
istri
keduanya.Klimaks dari
kisah cinta Soekarnoterjadi
saat
Soekarnoberada di
antara dua wanita, yaitu
Inggit
dan Fatmawati. Berbagai perasaan yang mewarnai hati Inggit dan Fatmawatiberhasil diungkap
dengan sangbaik.
Pengorbanan yan-etelah
dberikan oleh Inggit dalarn srenrlan
pingi
perjuangan Soekarno handiakhiri dengan kenyataan percEJa
an,
Soekarno kemudian menikal Fatmawati yang kemudian membernya
keturunan.Melecehka
Hal
yang cukup
meng-eanggdan mengusik keyakinan akan ni
sionalisme Soekarno sebagai ne-er
rawan dalam
film
tersebut tampasaat
masa pendudukan
JepanlAdanya jugunianfu memang sebua
fakta
yan-e terjadi saatitu.
Tenrar Jepang mengambil gadis--eadis de: sebagai pemuas nafsu.Tentu
kirsemua sepakat bahwa Soekarnojel:
tidak menyctujui praktik seperti in Akan tetapi dalam film itu diceritaka
b4hEq.$ge\uftp
kemudian menprakarsai
untuk
menyediakan p,lacur agar tentara Jepang tidak la
menculik
gadis-gadis desa. Paralnya lagi ada adegan Soekarno mer
dengarkan sendiri rintihan-rintihz
para
perempuan yangdigilir
ok
tentara Jepang saat mengantarkz
serombongan
pelacur
ke
mark: tentara Jepang.Meskipun Soekarno menerapka strategi perjuangan yang kooperat dengan Jepang namun. hal
ini
sudaterlalu
jauh
danjelas
merupaka suatupelecehan.
*++Hendra Kurniawan MPd,
DosrP'endidikan
Sejarah
(Jniversitt
NAS
JOGJA
WACANA
Senin Pahing,
17
Februari2Ol4
HALATAX
'
rx%
Mengkaji
Ulang
Film
Soekarno
i:-:a:.::::;:;.ri:..,.::.t1 :i;;:;.::.,Lit];i:::fiatliiiiiiiiij:
====-:
,.,d#ua
Tulisal!,,,..,1
khif;ij:ii,ii-il
:,:,iSUATU kenyataan sejarah
apa-bila Soekamo memilih menunj ukkan
sikap.kerja
sama dengan Jepangdemi
meraih kemerdekaan. Hatta kemudian sependapat denganSoe-karno. Mereka
berdua
bersamabeberapa pemimpin
dari
kaum tuatampil
sebagai tokoh-tokoh organi-sasi bentukan Jepang. Sjahrir, TanMalaka,
Amir
Sjarifudin
bersama kaum muda lainnya memilih gerakanbawah tanah.
Meskipun
demikiansikap Soekarno dan Hatta tidak dapat diartikan bahwa mereka tunduk dan
tidak
berdayadi
hadapan Jepang. Dalam film ini ditemukan adeganyang
menempatkan Soekarnose-akan
menjadi
antek
Jepang.Di-kisahkan sebagai tokoh yang dapdt memikat hati rakya! maka Soekarno
diminta
mempromosikan berbagaikebijakan Jepang seperti
pemben-tukan
tentaraPETA,
pelaksanaan Romusha dan lainnya. Untuk itu Soe-karno harus menjalani sesi pemotretandi antara pekerj a romusha yang tengah
mentalami penyiksaan dan
pende-ritaan.
Memangterlihat
Soekarnomerasa
sangatiba
menyaksikanpenderitaan rakyatnya dan menjadi canggung dalam bergaya saat
juru
foto mengambil gambar. Akan tetapi
adegan ini
jusfu
menimbulkan kesan yang kurang baik.Penggambaran
sikap
Soekarnodalam menghadapi Jepang terlihat
sangat berlawanan dengan Sjahrir
yang
sejak awal teguh
memper-tahankan pendapatnya menolak
untuk bekerja sama dengan Jepang.
Sj ahri r di gambarkan sebagai pribadi keras yang sangat bersemangat anti
Jepang
dan
menentang pemikiranSoekarno dan Hatta, Maka kefnudian ada yang menilai bahwa dalam
film
ini justru peran Sjahrir terlihat lebih menonjol. Meskipun ada sisi
positif
karena Sjahrir
juga
mengakuipo-pularitas Soekarno
dan Hatta
ke-timbang dirinya. Sjahrir
sangatmarah
ketika
mende.rlgar para pemuda mena\*'an Soekarno danHatta
di
Rengasdengklok. Sosok Soekarno dan Hatta memang sangatluar biasa
di
mata rakyat dan tidakdapat tergantikan
oleh
siapa pun.Memberi bumbu dalam sebuah
cerita
sejarahyang
difilmkan
se-benarnya sah saja sepanjang tidak
rnengaburkan fakta dan makna dari
suatu peristiwa sejaralr. Tidak
dipungkiri
dalam
sejarah sebagaikisah maka unsur
artistik
dan ke-menarikan, termasuk dalam sebuahfilm,
sangat diperlukan. Akan tetapi kekeliruan dalammenginterpretasi-kan sejaratr akan menimbulkan
pe-mahaman sejarah
yang
menyim-pang. Sutradara dan penulis naskrh
hendaknya dapat
lebih
jeli
dalm
memilih sumbei sejarah yangakm
dijadikan referensi
saatmempfi>
duksi suatu
film
bertemakansejarah-Perlu juga menghadirkan sejarahwan
maupun narasumber
terpercayauntuk membantu mengkritisi adegru
demi ade-ean agar tidak melenceag
dari fakta sejarah.
Maka lebih
bijak
apabilafitm
Soekarno
ini
dikaji ulang meskipmsudah terlanjur tayang.
Bagaimaa-pun Soekarno adalah
BapakBagsa,
the
founding
father,
yang
sudah semestinya mendapat tempatt€rhtr-mat bagi bangsa
ini.
Denganfuni-kian generasi muda memiliki
pema-haman
yang baik
tentang
sosokSoekarno
sbhing-eadapat
reag-hayati pengorbanan dan meneladani perjuangannya bagi bangsa
ini.
*++Hendra Kuruiawan
VIPd- DoscaPendidikan Sejarah
(Jniversitas SanataDharma