PENDAHULUAN Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Frekuensi Kejang Pada Pasien Epilepsi Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Teks penuh
Dokumen terkait
Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis obat anti epilepsi dengan gangguan kognitif ( p =0,003) sedangkan terhadap behavior diperoleh hubungan yang signifikan antara
HUBUNGAN LAMA MENDERITA EPILEPSI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DI RSUD
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kualitas tidur antara pasien asma dengan pasien PPOK.. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional analitik
sehingga maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara stroke dan angka kejadian epilepsi sebesar 0,028 %. Tidak diterimanya hipotesis ini kemungkinan bisa disebabkan jumlah sampel
Besar sampel untuk melihat pengaruh usia onset, lama bangkitan, frekuensi bangkitan, kesadaran saat bangkitan, dan etiologi epilepsi terhadap
Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengontrol variabel perancu yaitu paparan asap rokok, penggunaan kontroler, umur dan jenis kelamin, pasien asma
Skor MMSE probable penurunan fungsi kognitif didapatkan pada 14 orang 38,9% pasien epilepsi dengan onset usia 19-60 tahun, tidak didapatkan skor MMSE definite pada pasien kategori ini..
Karakteristik pasien dua kelompok pengobatan seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tipe bangkitan, etiologi epilepsi, dan durasi epilepsi pada penelitian Jokelainen dan