• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Perbandingan Ekonomi Moneter Islam Dan Ekonomi Moneter Konvensional Di Indonesia - Repository UIN Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Perbandingan Ekonomi Moneter Islam Dan Ekonomi Moneter Konvensional Di Indonesia - Repository UIN Sumatera Utara"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan dari hasil analisis VAR dengan bantuan program eviews 4.1. menunjukkan bahwa variabel suku bunga dan bagi hasil yang mampu mempengaruhi PDB. Berikut rincian dari masing – masing variabel :

1. Permintaan Uang Islam (PYDS) tidak berpengaruh terhadap PDB sedangkan variabel bagi hasil mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap PDB yang berarti perubahan tingkat bagi hasil mempengaruhi peningkatan PDB, dengan nilai probabilitas sebesar 0,008 (α = 0,10).

2. Permintaan Uang Konvensional (PYDK) dan variabel suku bunga tidak mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap PDB yang berarti setiap perubahan tingkat permintaan uang konvensional dan bagi hasil tidak mempengaruhi peningkatan PDB.

3. Permintaan Uang Islam (PYDS) tidak berpengaruh terhadap Inflasi sedangkan variabel bagi hasil mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi yang berarti perubahan tingkat bagi hasil mempengaruhi peningkatan Inflasi, dengan nilai probabilitas sebesar 0,073 (α = 0,10).

4. Permintaan Uang Konvensional (PYDK) tidak berpengaruh terhadap Inflasi sedangkan variabel suku bunga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi yang berarti perubahan tingkat bagi hasil mempengaruhi peningkatan Inflasi, dengan nilai probabilitas sebesar 0,004 (α = 0,10).

(2)

pada periode ke-24, suku bunga pada periode ke-15 sedangkan bagi hasil pada periode ke-23.

B. Saran

1. Pada penelitian ini, variabel independen belum sepenuhnya mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen. Dengan demikian pada penelitian selanjutnya dapat digunakan variabel independen lainnya yang secara teori berpengaruh terhadap PDB dan Inflasi.

2. Periode dalam penelitian ini adalah 2001-2011 yaitu dalam jangka 11 tahun, pada penelitian selanjutnya dapat digunakan jangka waktu yang lebih lama sehingga lebih terlihat pengaruh jangka panjang dari penelitian tersebut. 3. Bagi pihak Bank Indonesia selaku pengatur kebijakan moneter diharapkan

menerbitkan rate bagi hasil. Sehingga memudahkan para pelaku ekonomi dalam menentukan rate bagi hasil.

4. Bagi bank syariah diharapkan mampu meningkatkan kinerja yang lebih baik, mengingat bank syariah tidak begitu jauh bedanya dengan bank konvensional dalam keseimbangan PDB.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Penanaman Modal Asing Langsung di Indonesia, sedangkan variabel suku bunga dalam dan luar negeri , serta inflasi

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KURS berpengaruh positif dan signifikan terhadap laju Inflasi danjumlah uang beredar dan suku bunga tidak

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, investasi dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia

Hipotesis pertama dari penelitian ini adalah variabel Produk Domestik Bruto, suku bunga deposito, kurs, dan inflasi diduga berpengaruh positif terhadap permintaan

Hasil analisis dari uji OLS yaitu jumlah uang beredar, suku bunga, giro wajib minimum berpengaruh positif terhadap inflasi di Inflasi di Indonesia sedangkan indeks harga

Instrumen moneter konvensional yang diwakili oleh suku bunga SBI dan instrumen moneter syariah yang diwakili oleh bonus SBIS secara signifikan berpengaruh terhadap

Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa subsidi BBM, kurs, GDP, dan suku bunga secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap inflasi di Sumatera

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam jangka pendek dan jangka panjang inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, suku bunga SBI dalam