...
ANALTS!S
.ll.JMLAH PERMJNTAAN
BAH.1\N
!~ AKn.H.M. INYAK (RRM) .JI.!:NlS
PRE!V1HJM
lH.
Sl!M.:\'t'ER,\
t!T ARA
TF.SIS
ANALIS IS J UMLAR PERM1NTAAN BAHAN DAKAR MINY AK (BBM)
JENlS PREMlUM Dl SUMATERA UTARA
J>iSIIsun d a11 d lajukan oleb :
RAMSK'l S IMANULLANG NPM: 06218863016
Telah Dip«r.;~hankan di depan Pi!nl&il!Ujan fe&i9
P~ela f anggal12 Sept.eml>er 2008 elart Dinyat:abn f elah Memenohl
S;;alt~h Satu Syt~rar.I:Jntu.l: Memperoleh Gelar Magi9ter Sahte Program Studllimu EltohOmi dan 5tudi P eml>angunan
£
Meoyetuju i Tim Pe 111bimbiog'
Ketua Progran1 $tudi
lim Ekooomi dan Studi Pembangunao
Dr. Dede Ruslan, M.SI
NlP. 131 901 408
Pembimbiog IT
Prof. Or . Sya ' ad Afifuddio,
M.Ec:
Direktur program Pa~ca sarja n a Universita· N ri Medan
PERSETUJUAN DEWAN PENGUJI
UJIAN TESIS MAGISTER SAINS
No.
Nama
;f
--;;--~
~
N~
Taoda
~\({·
.}~
1
Dr. lr. t•arulian Simanjuntak. MA
il
(Pembimbing I)
2
Prof. Dr. Sya' ad Mifuddin, M. Ec
(Pembimbing 11)
3
Dr. Dede Ruslan,
M- Si
(Penguji)
~
ll>
4
Dr- Jon ni Maourung
(Peogllji)
5
Dr, Sri Fajar Ayu, MM
(Penguji)
t.
J~
..
~-~~
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa,
karenaberkat izin-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini. Tesis ini
dimaksudkan tmtuk mcmcnuhi scbagian persyratan mcmpcroleh gclar Mllgister Sains
progrw:n sludi llmu Ekonomi dll.)1 Studi Pembanghnan, l' ro~ram Pascasmjana Uni vcrsitas Negeri Medan
Ailapun judul lesis ini adalah Analisis Jumlah Pcrruinht:m llnhao Baku
Mioyak (BBM) J~ o u Premium Di Sumatera Utafll. Dalam mcoyclc&aikan tesis ini
banyak pihak yang membantu, disebabkan karena lrorangnya ilmu, pcngetahuan,
waktu, dan dana yang pcnulis miliki, untuk ifu penulis mengucapkan terima kasih
kcpada Bapak Dr.lr.Parulian Simnnjuntak dan Bapak Prof.Dr.Sya'ad Afifuddin,
...
M.Ec. Selaku dosen pcmbimbing yang dengan sabar memberikan araban, bimbingan
dan motiVasi-'serta meluangkan waktunya kepada penulis scjak ~wal kuliah hin~~a
p..'ilyelesaian tesis
ini
Pada kescmpatan ini juga penulis tidak lupa menyw:npaikanucapan terima kasih kcpada pihak yang membantu ~h in gg a tesis ini dapat
diselesaikan dcngan baik,:
Pertama, Rektor Universitas Negeri Medan (UN!MED) Bapak Drs.Syawal
Oultom,M.Pd, Bapak Prof.Dr.Belferik Manullang sclaku Diruktur Program
Pascaswjana UNIMED. Bapak. Dr.bcde Ruslan,M.Si, selaku kctua Prodi llmu
Kedua, Bapak Or.Dedc Ruslan,M.Si, Bapak.DrJoni Manurung dan lbu Dr.Sri
Fajar Ayu, MM selaku nara sumber dan sekaligus dosen pcnguji yang telah banyak
memberikan masukan yang sangat bedlarga bagi pcnulis, sena seluruh Bapak dan Ibu
Dosen yang telah memberikan ilmu kepada pcnulis selama penulis menempuh
pendidikan di Program Pascasarjana UNIMED.
Kctiga, ucapan terimaksih buat istri tcrcinta Christina Tampubolon, S.Kep. Ns
dan kedua putri tersayang Grace Patricia Manullang dan Gebi Pricilia Manullang
yang selalu setia memberikan dukungan semangat dan scnanliasa mendukung di
dalam doa yWJg hidup.
Keempat, Bapak Ev. Sl M. Manullang dan lbu R.Silalahi, orang tua ku yang
senantiasa berdoa, memberikan oasehat
dan
bimbingan sehingga dapat menyelesaikankuliah di Program PascasrujWJn UN IMED.
Kelima, Rekan-rekan mahasiswali Prodi !ESP Angkatan I, khususnya Edison
Parulian Hutauruk,SE, ~ . Si
dan
Drs. HarkiiTI Sill}arnora, M.Si yang banyakmembantu penulis dengan memberik.an masukan kcpada peotulis dalarn
mc0yelesaikan tesis ini.
Hendakhya semua kebaikan dan bantuan yang diberikan kcpada pcnulis
menjadi arnal kebajikan. Akhimya, penulis mengakui bahwa karya ini masihj auh dari
kesempuman. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Medan, September 2008
Penulis
Ramses Simallullang
ANAL VSIS TOTAL DEMAND OF O lL BASED FUEL OF PREMIUM
TYPE IN NORTH SUMA TERA Author : Ramses Simanullang
Co•aselor I : Dr.lr. Parulln Simaajuatak, MA.
Couuelor D : Prof.Dr.Sya' ad Afifiddin,M.Ec.
ABSTRACT
Premium is one type Oil based fuel (OBF) OBF product which is strategic commodity in intemal c:onswnption as well as its relation with SUite Nveoue. Refering that, the author interest to analyze the premium demand function and also to know the characteristic demand of Oil based fuel (OBF) premium type cspt."Cially in North Sumatera.
The main problem fonnulatcd if) this research is to analyze the in!luencc of premium price, solnr price, premix. price, regional GOP and total number of
vehicles toward the total demand of premium type in North Sumatera. The objective of this research is align with the problem that has been formulated that is
to fmd out how the influence variable of premium, solar price, premix price, regional GOP and total number of vehicles toward the total demand of premium, an\1 also to know the variable elasticity coefficient of each independent variables.
i~opefull y this research can be useful for scientific development aspects mainly
those related with microecooomic especially aboot consumer behavior of premium dema11d in Nort Sumatera and can be used as
a
reference for the g"Ovemmentas
bhsicframe
work in 11ilaking eco1.omic policy related with premium \ Oil based fuel (OBF). Based on the problem objective and previous research that is described above, the - ~thesis in this researches those arc price of OBF premium type has negative influence towards premium demand. m l:' .ln~ .• ile price of solar, pmnix, regionaf GOP and total number of vehicles have positive influence towW the demand ofOBF prem ium type_The result of estimation show s that premium price has a negative effect to
demand of premium, solar price, premix price, regional GDP have a positive effect to demand of premium. The estimation has the same sign with the hypothesis.
Based on the result, the author makes same recommendation, such as the economic policy regarded the demand of premium in North Sumntera should consider the above independent variables. The government sb<>uld reali1~ that in general premium becomes one of the luxirous good, therefore the government sb<>uld consider the policy that wiil be taken in futuro as the result
Key Words :
OBf,
Regional GDP ~ v'eblcles, Premiumv,.,
0-ANALISIS JUMLAH PERMINTAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) JEN1S PREMIUM 01 SUMA TERA
ur
ARANama Peaalls : Ramses Simanulluc Pembimblag I : Dr.lr. Pa"llaa Slmanjuatak, MA Pemblmblng D : Prof. Dr. Sya 'ad Aflfaddln, M.Ec
AB S TRAK
Premium adalab salah satu jenis produk BBM dan merupakan komoditi strategis konsumsi dalam negeri dan hubungannya dengan penerimaan Negara. Mengacu padu hal diatas, maka penulis tcrurik untuk me ngan ali~is fungsi pennintaan premium bi la dikaitkan dcngan tingkat harga Bf3M jenis l:oin seperti harga solar, harga premix. PDRB dan jumlnh kendaraan bermotor serta mengetahui karakteristik permimaan BBM jenis premium khususnya Ji Sumatera Utara.
'
Masalah pok;ok yang dapat dirumuslwn dalarn pcnelitian ini adalah bagaimana pengaruh harga premium, harga solar, barga premix. ~> OR B. dan
jumlah kendaraan berm<>!Or terhadap jumlah permintaan jenis premium di Sumatera Utara. Adapun tujuan penelitian sesuai dengan pcrmasalahan yang telah dirumuskan adalab untuk mengetahui bagaimana pcngaruh harga premium, barga solar. harga premix,
PDRB
dan jumlah kendaraan bennotor terhadap jumlah pcrmlntaan premium dan juga untuk mengetahui nilai koefisien elastisitas "-ariabel bebas terhadap jumlah permintaan premium di Sumatera Utara. l'enelitian ini ditiarapkan dapat berguna bagi aspek pengembangan ilmu ekonomi mikro khususnya tentang perilaku konsumen dalarn permintaan premium di Sumatera Utara da.1 dapat digunak'an sebagai bahan referensi b<11;i pWterintahsebagai kerangka dasar untuk membuat kebijakan ekonomi yang berhubungan dcngan BBM jenis premium. Bertolak dari masalah dan tujuan serta penclitian tcrdahulu. malta hip<>tesis yang akan ditelaah dalan1 penelilian ini adulah harga BBM jenis premiwn berpenr,aruh ncgalif terhadap perminlaan premium, sedangkan variabel bebas be.rpen&aruh positif tcrhadap pennintaan BI3M jenis Jlremium.
Hasil dari estimasi .menunjukkan bahwa barga pr~mium bcrpen!J31Uh negatif terhadap permintaan premium, scdangkan harga solar. barga premix,
PDRB dan jumlah kcndnraan bcnnotor mcmiliki pen!J31Uh posit1f terhadap OBM Jenis premium, hasil estimasi ini sesuai dengan hipotesis dari penelitian.
Bedasarkan basil penelitian penulis memberikan rekomendasi yang sama
untuk kebijakan ekonomi mengen-i permintaan BBM jenis premium di Sumatera Utara. Sehaiknya pemerintal:unempcrtimbangkan variabel bebas diatas mcnyadari babwa1<ondisi umum BBM jenis premium adalah barang mewah oleb karena itu pcmerintah mempertimbangkan kondisi ini dalarn mengambil kebijakun dimasa yang akan datang.
A. Latar Belakang
BAB I
PENDAHULUAN
Sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang relatif sangat
besar, pemerintah lndonesia dihadapkan_pada berbagai masalah-masalah ti{'ikal
yang melekat di negara-negara dengan jumlah penduduk yang besar. Masalah
penyediaan kcbutuhan-kebutuban pokok, perumahan. pendidikan, energi dan
sebagainya merupakan konsekuensi dati karakteristik negara ini. Khusus untuk
masalah encrgi, bagi fndonesia kebijakan energi yang terpadu dan_ meny.;lunlh
sangat diperlukan, unlllk iiu, penyediaan encrgi terutarna bahan bakar minyak
(BDM), gas dan listrik dalam jumlah yang cukup untuk scktor scktor seperti
scktor transportasi, sektor industri, sektor pcrt;mirul
aan
sektor rumah lungga merupakan kebijakan stratcgis yang mempengaruhi arah pembangunan ekonomil!]donesia. Bcrbicara mcngenai BBM. tidak bisa dilepas mengapa komoditas yang
satu ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia, dimana komoditas ini
merupakan komoditas strategis dan bahkan sering dikailkan dcngan aspek politis
diberbagai negara termasuk Indonesia.
Kebanggrum Indonesia :;ebagai produsen minyak sejak scrams tahun lulu.
kini dengan berat hati harus diberikan perhatian yang lebih serius. kan:na
kcbutuhap nasional ak.an minyakjauh di atas ke!llampuan produ~si dalam ncgeri,
sehingga kebijlam impor yang dilakukan pemcrintah merupakan pilihan yang sulit
dan tidak mungkin dapat terbindarkan. Tingginya permintaan terhadap BBM
merupakan akibat dari perubahan pola masyarakat dalam menjalani hidup dan
sektor, terutama pada sektor industri, sektor transportasi, dan kebutuhan rumah
tangga, sebingga ketergantungan tehadap encrgi fosil yang tak terbarukan ini
sangat tinggi, akibatnya, Indonesia sudah mengalami pergescran peran yang
semula sebagai negara pengekspor, sekarang sudah menjelma menjadi sebuah
negara pengimpor rninyak.
Ketergantungan terbadap BBM dalam konsumsi energj final nasional
sudah mencapai kim-kira 6()-70 perscn dan terus mefiunjukkan tren yang
meningkat,
hal
ini jika tlilak dicermati akan menjadi "penyakit" ya1,1g akanmendatangkan kesulitan di
masa
y ang akan datang bagi seluruh sektor terutamaperekonomian. Pada tabcl 1.1. disajikan data mcngenai perkcmbangan konsumsi
e nergi Jinal Jndonesia selama periode 1999-2003 yang mempcrlihatkan sangat
besarnya ketergantungan konsumsi energi final BBM dil)andingkan dengan energi
lain seperti gas bumi, batu
bara,
listrik danLPG.e
Tabcl 1. 1. Perkembu gan KoMomsi Energi Fin1llodonesia 1999-2003
350~ --~~~~~-- --- ~ --~ ~~~~-7~~~
300
250
200
150
100
5 0
0 '' '
-Sumber: Ditjeo Lisuik dan Peogembangan Energ~ Statistik Energi 2005
Kekhawatiran lain dari sangat tergantungnya Indonesia dengan konsumsi
BBM adalah sangat flukt uati fn ya harga minyak mentah di pa;;ar dunia. Fenomena
gunjang-ganjing harga minyak di tahun 2008 membuktikan bahwa harga minyak
dunia tidak terkendali dan sulit untuk diprediksi, hal ini tcntu saja akan
.berdampak terhadap kinerja perekonoQlian Indonesia. Misalnya pad a kondisi
naiknya harga minyak mentah akan berdampak pada hatga asumsi APBN yang
sudah ditentukan pemerintah, sehingga beban anggaran pendapatan dan belanja
negara (t\PBN) akan menjadi sangat berat, di satu sisi
anggaran
ini bertujuanur;ttuk menscjahterokan masyarakat, di sisi lain kebijakan subsid i untuk 'bllhan
bakar minyak sangat
besar,
hal ini dapat mengakibatkan tidak efcktifnya anggarandan berdasarkan fenomena ten;ebut pencarian swnber bahan bakar minyak
altemati f merupakan k~bu t uhan yang sangat mcndesak dilakukan.
Sumbcr energi fosil altematif yang masih mungkin mampu menggerakkan
roda pcrckonomian Jndonesi<L adalah terdiri c'ari batu bar.l dan gas, karena
cadangan batu
bara
dan gas diIndonesia
masih tcrstdia eukup banyak danberdasarkan informasi dari Departemen Encrgi Sumber
Daya
dan Mineral(ESDM) deposit batu
bara
kita masih mwnpu untuk mcmenuhi kebutuhannasional selama 146 tahun, sedangkan gas mampu untuk 62 tahun, namun jika
kebijakan penggunaan energi terlalu dititikbcratkan ter;hadap kedua komoditas
fosil tersebut, berarti gent:rasi kita mewarisknn kesalahan yang snma kepada
genetaSi mendatang, kanma
padasaat tertentu krisis energi
akan tcrulang kembalidan apabila pemetiljltah tidak cepat meogambil langkah perbaikan maka kondisi
mengenai krisis energi botch jadi akan lcbih parah dibandingkan k.risis yang kita
alami sekarang, selain hal tersebut, proses eksplorasi dan eksploitasi bahan energi
fosil sangat kompleks dan memiliki tingkat kcsulitan serta ketidakpastian ) Bng
tinggi, sehingga memerlukan investasi yang sangat besar dan memerlukrm
teknologi tinggi. sehingga keterlibatan masyarakat dalum penycdi2an sumber
energi ini dapat diatasi dengan baik.
Seperti telah diuraikan di atas, BBM jenis Jlremium adalah sebagai salah
satu jenis produk BBM merupakan komoditas strategis konsurnsi dalarn negeri
dan dalam hubungannya denga11 peQerirnaan negara. J>emberian subsidi,
mcnyebabkan harga jual BBM meojadi relatif murah, sehiogga mengakibat.kan
tingkat pemakuian yWlg tidak efisien, disatu pihak subsiui BBM uibcrikun untuk
menjaga stab1litas perekonomian dengan terpenuhinya kebutuhan bahan bakar
minyak pada harga yWlg mampu dibayar oleb rnasyarakat, namun dilain pihak,
pem.berian subsidi merupakan bebWl bagi anggaran negara dalarn menycdiakan
dana pembangunan.
Tabel J .l. Perkembangan PDRB Sumatera Utara Tahu n 2000-2006
.
- PORB ATAS DASAR HARGA--
.
TAHUN BERLAK U KONSTAN 2000 •
(1) (2]
'
[3);
2000 - 69,154,1 12
.
69,154.1122001 79,33 1,335 71 ,908.359
2002 89,670,148 75,189.141
2003 103,401,370 78,805,609
2004 118,100,512 83,328,949
2005 139,6 18,314 87,897,791
2006 1§0,033,7 1 ~ 93,330,1 ()6
Sumber: BPS Provans1 Sumatera Utara
Kenaikan pendapatan masyarakat juga mempunyai andil yang tidak sedikit
dalarn tingkat mengkonsumsi suatu barang, karena dengan mcningkatnya
pendapatan sescorang, semcntara harga suatu produk (dalam hal ini premium)
[image:11.595.117.528.66.700.2]tetap, menyebabkan daya belinya 'meningkat, akibat peningkatan ini , seseorang
akan cenderung mengkonsumsi premium secara tidak ekonomis. Scbagai barang
komplcmcnter, mcningkatnya jwnlah lkendarnan yang mengunakan bahan bakar
jenis premium, aknn mcningkatkan pemakaian premium itu scndiri (ko nsumsi
premium meningkat). Unruk Sumatern Utara sendiri, peningkatan pendapatan
masyarakat direfleksikan dari tiogkat perkcmbangan PORB Sumatera Utara yang
setiap tahunnya sejak tahun 2000 mengalami peninglmtan yang cukup
[image:12.595.108.510.137.730.2]menggembimkwl scperti.yang tersaji pada Tabcl 1.2.
Tabel 1.3. Koos umsi lnergi Final berdua rkan Jeois dan .Pemakai
3 60 320 280 ~ 0 >-240 5
E 200
tl
-..8
16 00
-_g
1 2 0Gl
..
0:;
80-
4 0 0BBM Gas
....
_.
--<:: I N DUSTR I
~ RT
- TRA ORT AS I
Us1rlk
Sumber: Ditjen Lisaik dan Pengembangan Energi. Suotistik Energi 2005
Peningkatan pendapatan masyarakat merupakan salah salu fakto r
naiknya j umlah kendaraaan bermotor dan menyebabkan sektor lr-<~n~ portasi
menjadi sektor YUIJ8 paling besar mengko nsumsi BBM dibandingkan dengan
sektor-sektor lain. Pada tahuo 2004 saja, berdasarkan data yang dihimpun Diyen
LPE sepeni yang tersaji pada Tabel 1.3, jumlab konsumsi BBM sektor
transportasi telah mclebihi tingkat 50 persen scna lebih besar hingga 3 kali lipat
penggunaan dibanding sektor industri dan rumah tangga yang hanya sekitar 65-70
julll setara bare! minyak per tahun. Oleb karena itu analisis konswnsi BBM di
sektor transportasi melalui pengrunatan perkembangan jumlah kendaraan
bcrmotor adalah sangat penting, karena dampak besar dari permintaan konsumsi
BBM di sektor ini, apalagi di seklor transportasi sendiri sebesru- 88 persen
penggunaan BBM tcll>Cdot untuk transportasi angkutan jalan. dimana 66 persen
merupakan mobil pribadi dan angkutan barang. Hal ini berdasarkan data
mengenai proporsi konsumsi BB~ pada tahun 2004 yang dirilis oleh Ditjen
Listrik dan Pen&er\lbangan Energi seperti yang tersaji pada Gambar 1.1. bcrikut.
Cambar 1. 1. Proporsi Kpnsumsi BBM Sektor T ranportasi dan Angkutan Jalan Tabun 2004
Bus 9,_
Moh<t Pribodi 34%
Sumber. Oiyen Listrik dan Pengembenpn Ellergi. swisril: Enetgi 2005
Untuk Swnatera
Utara
sendiri Jika dilihat perkembangan distribusipersentase jwnlah kendaraan bcrmotor (mobil penumpang, mobil bus, mobil
gerobak, sepeda motor) dari tahun ke tahun secara umwn mcngalami peningkatan
sangat besar, hal
ini
dapat dilibnt pada tabel I .2. Khusus untuk jenis kendaraansepeda motor distribusi persentasenya sangat besar jika dibandingkan dengan
jenis kendaraan lainnya, terutwna pada tahun 2006 pertumbub:ln jenis sepeda
motor sekitar 13,35
persen,
hal
ini
disebabkan juga olch tingginya tingkat kreditkendaraan beunotor dan selera masymakat akan transportasi yang..relatif murah,
hemal, cepat dan diraslikan yang semakin tinggi.
Tabel 1.4 JumiMh Kendaraan Bermot or di S umatera Utara 1988-2006
Tabun Mobil Mobil Bus Mobil Sepeda :vtotor J• nlah
Penumpang Gerob3k
1988 64,482 32,437 72,039 439,213 608, 171
1989 72,824 33,335 76,917 474,005 657,081
1990 61,401 35,550 83,386 509,081 689,418
1991 71 ,787 28,498 72,785 457,498 630,568
1992 80,974 18, 81 3 93,290 508,064 701,141
1993 89,380 22,8 16 97,516 534.311 744,023
1994 99,658 23,635 101,055 569,609 793,957
1995 111,7 16 24,388 105,643 61 9,346 861,093
1996
e
123,618 24,994 105,643 689,868 944,1231997 135,550 25,361 11 4,202 769,759 1.044,871
1998 139,745 25,435 115.625 798,828 1.079,633
1999 147.157 25,512 118,620 82 1,862 J,ll3,151
2000 159.?41 25,679 123,307 87 ~. 452 1,182,179
2001 to9,76 1 26,035 128.985 952,361 1,277,142
2002 180.521 26 ~5 66 135,838 1,084,051 1,426,976
2003 192.596 27, 106 144,233 1,300,995 1,664,930
2004 207 , ~14 27,621 154,420 1.568,048 I 957703
2005 22 ,043 28,160 166,221 1,864,980 2 285404
2006 240,066 28,616 172,999 2, 113,772 2,555,453
Sumber ~ Ditlanuos Pold<Uu
Dilandatimganinya letter of intent (nota kescpakatan) antara pemerintah
Indonesia dengan JMF dimana salah satu b utir kesepakatannya adalah dicabutnya
subsidi sebingga diperoleh suatu harga pasar yang e lisien. memaksa pemerintah
Indonesia mencabut kebijakan subsidi bahan bakar minyak m~lalui peningkatan
harga jual BBM dalam negeri, premium satu dari tujuh produk BBM yang juga
mengalami kenaikan, bahkan kenai:kan komoditi yang satu ini mencapai 71,43
persen (Pertamina). Mengacu pada hal hal diata. ~ . maka penulis tcrtarik untuk
menganalisis fungsi pennintaan premium bila didihubungkan dengan tingkat
barga dan tingkat harga BBM jenis. lain s.eperti harga solar dan harga premix,
tingkat pendapatan mssyarakat dan jumlah kedaraan hennotor serta untuk
mengetahui karakteristik pennintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium
khususnya di Sumatera I!Jtara.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang Ielah dikemukakan di atas, maka masalah pokok
yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
• Bagaimana pengaruh barga premium, harga solar, harga premix, tingkat
pendapatan domestik produk bnlto (PDRB), dan jumlah kendaran bcrmotor
terbadap j umlah permintaan premium di Sun\81era Utara s.elarna periode
1986 -2006.
C. Tujuan PeneHtian
A dapun tujuan dari penelitian ini sesuai dengan permas.alahan yang telah
dirumuskan, yaitu :
• Untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel harga premium, harga solar,
barga-premix, tingkat PDRB dan jumlah kendaraan bcrmotor terhadap jumlah
permintaan premium di Sumateat Utara.
• Untuk mengetahui nilai koefisien elastisitas variabel barga p1.:;n!um, harga
solar, harga premix, tingkat PDRB dan j umlah kendaraan bermotor tcrhadap
jumlah permintaan premium di Sumatera Utara
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini dibarapkan dapat berguna bagi aspek pengembangan ilmu
pengetahuan terutama yang berkaitan dengan aspek ilmu ekonomi mi.kro
khususnya tentang perilaku konswnen dalam pcrmintaan premium di. Sumatera
Utara dan dapat digunakan sebagai baban referensi .bagi pemerintah sebagai
kerangka dasar untuk membuat kebijakan ekonorni yang berbubungan dcngan
baban bak.ar rninyak (BBM) j enis premium. Sebagai refcrensi untu.l( penelitian
lebih lanjut mengenai pennintaan bahan bakar energi khususnya permintaan jenis
premium di Sumatera Utara.
DAFTAR PUSTAKA
Alimun (2000), Modul Ek01wme1rika Terapan, Disampaikfm pada pelatihan Melodologi Empiris Ekonometrika Model Dlnamis, I' AU Studi
Ekond\ni, UGM, Yoillukarta.
Abimayu Anggito ( 1998), Dampak Pef!l;urangan Sub.vidi Seklor 8DM : Tinjauan Makro dcm Sektoral Elmnomi, IIEE Bimasena, Jukot10
I
Cusc K.L dan Hair R.C(2005), l'rln.fip.-prit"lfJ h:konomi Mikro, cdisi 7. J ukMta, IND£KS kelompok Gramedia.
Ouhl and Sterner (1994) ,J7~e Pricing of and Demand for Ca.rofinc : A Survey (lfodels dalam1Jen/te.n, An Emplr/c(ll .tjna(Jisi.s ofCasofine in 0<'111/Wk,
Energy Economics. vol. l6, N'o.2, hal.l39- 144.
Domowits, I. And I. Elbadawi ( 1987),.And Error-CorecJion Approach IC> M..nry
Demand ; the Case of sudan, Journal of Development F.conomics,26.hal.257 - 275
Dow its, R.F.and C. W.J. Granger ( 1987), Co-lnJegraJian a1ul En-or-Correction: Represemmion, Estimalion aJu/ Testing, Econometrica,55,hal.251-276.
Granger, C. W.J. and P.Newbold ( 1974), Spourious Rcgrcs .rion ~ in Econumdtrics,
Journal of Econometrics, 2 , hal.! II - 120.
O!'L>ene, W.H.(1997)Economtric Analysis. 3'd.ed.New York: Prentice-Hall International Eaitions.
Gould J.P. and Ferguson C.E. ( 1990)MicroecoiW111iCS titeori.
s!h ''"
Ho me wood. ilionois.GuJnrati, :0.(2003), Basic Econometrics, 4111 ed.New York :Me Oruw-Hill Companies
Hal wan~ A.R.H. (1982). Dunia Mi11yakDan Masalahnya di lndone,•ia: Persoalan
Kenaikan Harga BBM, EKL
~Jartono, Jogianto (2004). Teori Efconor/ri Mikro : Analisis Matematis .:d 3, Andy Yogyakarta
lnsukindro, ( 1990), Models Korehi K.tsalahan untult Permintaan lmpor B11han
Bakal
Minyak di lndonr,via, JEB I. No.I.Tahun V, ha1.39 -5 1.;.,
, - --=-...,....· (
1991 ), Rcgrt!si Linier Lallcrmg tlalam Ana/isis t:kuiHJmt . SuatuKhosal, R.K and Bradfild. J.,( l 975), World Demand for Gasoline : Some Empirical Findings. Second Annual Convention of the Fastcm Economics Association.
Kuncoro, M (200 I). Metode Kuantitatif : Teori dan ApliiuL•i untuk bisnis dun Ek.ooomi Yogyakarta: Ul'P- AMP YKPN.
Ko mpas Cyh<.'\f Media (2008), hrtm//www.k o mpa.~.com,beberap a cdi>i
Lains, A., F'r:mgsi I?ermintaan BBM versi Model Rolferdam di Indonesia.relama Pemerinlalum Orde Bani, EKI, 37.
Manurung, J, Manunlpg1f'\.H, Saragih P1) (200$), Ekonometrika Teori dan Aplikasi, ed t.Alex media komputindo, Jakarla.
Mankiw, NG-(2006), Princip/els qfec<momics, J"'.ed.Salemba Empat, Jakat1a
Nicholson, Walter (l998), Microeconomi,· 71reory, Basic l' rirll:iples and Extensions, Seventh Edition, Dryden Pn.-ss, Orlando.