• Tidak ada hasil yang ditemukan

Microsoft Word ta dian m

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Microsoft Word ta dian m"

Copied!
111
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis Dian Marwahdani membahas latar belakang pentingnya ekspor bagi perekonomian Indonesia, khususnya ekspor furnitur dari Kota Surakarta. Tesis ini menekankan penurunan volume ekspor furnitur pada tahun 2009 akibat krisis global dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Penulis kemudian menjabarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian yang berfokus pada volume ekspor furnitur Surakarta ke negara-negara ASEAN pada tahun 2009, hambatan ekspor, dan upaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kota Surakarta dalam meningkatkan ekspor. Nilai akademisnya terletak pada identifikasi masalah riil dalam konteks ekonomi internasional dan pendekatan studi kasus untuk menganalisis fenomena tersebut. Secara pedagogis, bagian ini memperkenalkan pentingnya analisis ekonomi makro dan mikro dalam konteks perdagangan internasional kepada mahasiswa.

1.1 Latar Belakang Masalah

Sub-bab ini menguraikan konteks global dan nasional yang mempengaruhi ekspor furnitur Indonesia. Penjelasan mengenai ketidakmerataan distribusi sumber daya alam dan teknologi di dunia menjadi landasan argumen. Penulis juga menyoroti peran penting ekspor dalam meningkatkan devisa negara dan pertumbuhan ekonomi. Analisis penurunan volume ekspor furnitur Surakarta di tahun 2009 akibat krisis global dan dampaknya pada produsen lokal diuraikan secara detail. Bagian ini memiliki nilai akademis karena menggabungkan teori ekonomi internasional dengan data empiris. Pedagogisnya, mahasiswa diajak memahami hubungan antara faktor makro ekonomi global dan dampaknya pada kinerja sektor ekonomi spesifik.

1.2 Perumusan Masalah

Sub-bab ini merumuskan tiga pertanyaan penelitian yang spesifik dan terukur. Pertanyaan-pertanyaan tersebut difokuskan untuk mengetahui volume ekspor furnitur Surakarta ke ASEAN pada tahun 2009, mengidentifikasi hambatan ekspor, dan menganalisis upaya DISPERINDAG Kota Surakarta dalam meningkatkan ekspor. Kejelasan rumusan masalah ini menunjukkan kedisiplinan akademis. Secara pedagogis, mahasiswa dapat belajar merumuskan pertanyaan penelitian yang tajam dan terarah, sebuah keterampilan penting dalam penelitian ilmiah.

1.3 Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menjabarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, sejalan dengan rumusan masalah. Tujuan-tujuan ini diformulasikan dengan jelas dan terukur, bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Ini menunjukkan metodologi penelitian yang sistematis dan terarah. Secara pedagogis, mahasiswa belajar menyusun tujuan penelitian yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART).

1.4 Kegunaan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan manfaat penelitian bagi berbagai pihak, yaitu penulis, DISPERINDAG Kota Surakarta, dan mahasiswa/pembaca lain. Manfaat bagi penulis menekankan pengalaman praktis dan pemahaman mendalam. Manfaat bagi DISPERINDAG adalah sebagai bahan evaluasi kebijakan. Manfaat bagi pembaca lain adalah sebagai referensi tambahan. Ini menunjukan relevansi dan dampak praktis penelitian. Secara pedagogis, mahasiswa dilatih untuk memahami pentingnya relevansi penelitian dan bagaimana penelitian dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik.

1.5 Metode Penelitian

Sub-bab ini memaparkan metode penelitian yang digunakan, yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan meliputi data primer (wawancara, observasi) dan data sekunder (studi pustaka). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Bagian ini menunjukkan metodologi penelitian yang tepat dan terstruktur. Secara pedagogis, mahasiswa dapat mempelajari berbagai metode penelitian dan memilih metode yang tepat sesuai dengan jenis penelitian yang akan dilakukan.

II. Landasan Teori

Bagian ini memberikan landasan teoritis yang mendukung penelitian. Topik-topik yang dibahas meliputi pengertian ekspor, prosedur ekspor, dokumen ekspor, pengertian dan jenis Surat Keterangan Asal (SKA), serta skema dan manfaat SKA. Penulis menjelaskan berbagai jenis SKA, termasuk SKA preferensial dan non-preferensial, serta masa berlakunya. Nilai akademisnya terletak pada pemahaman menyeluruh tentang regulasi dan praktik ekspor internasional. Secara pedagogis, bagian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep kunci dalam perdagangan internasional dan dokumen-dokumen yang terkait.

2.1 Pengertian Ekspor

Sub-bab ini mendefinisikan ekspor berdasarkan berbagai sumber, menekankan aspek legal dan ekonomi internasional. Penulis menguraikan pentingnya memahami prosedur, ketentuan, dan kebijakan ekspor baik dalam maupun luar negeri. Nilai akademis terletak pada pemahaman komprehensif tentang konsep ekspor dalam konteks perdagangan internasional. Secara pedagogis, mahasiswa diperkenalkan pada terminologi dan konsep kunci dalam ekspor.

2.2 Prosedur Ekspor

Sub-bab ini menjelaskan langkah-langkah prosedur ekspor secara detail, mulai dari korespondensi dengan importir hingga pengiriman barang. Penulis menjelaskan pentingnya dokumen-dokumen seperti L/C, PEB, dan B/L. Nilai akademis terletak pada pemahaman praktis tentang proses ekspor. Secara pedagogis, mahasiswa dapat memahami alur proses ekspor dan pentingnya setiap tahapan dalam proses tersebut.

2.3 Dokumen Ekspor

Sub-bab ini menjelaskan berbagai dokumen ekspor yang diperlukan, termasuk Commercial Invoice, Packing List, Shipping Instruction, PEB, Bill of Lading, dan SKA. Penulis menjelaskan isi dan fungsi setiap dokumen. Nilai akademis terletak pada pemahaman detail tentang berbagai dokumen ekspor dan kepentingannya. Secara pedagogis, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai dokumen penting dalam kegiatan ekspor dan bagaimana cara mengisinya dengan benar.

2.4 Pengertian Surat Keterangan Asal (SKA)

Sub-bab ini mendefinisikan SKA dan menjelaskan pentingnya dalam proses ekspor, termasuk perannya dalam memperoleh fasilitas pengurangan atau pembebasan bea masuk. Penulis juga menguraikan skema SKA dan berbagai jenis SKA yang ada. Nilai akademis terletak pada pemahaman mendalam tentang peran dan fungsi SKA dalam perdagangan internasional. Secara pedagogis, mahasiswa belajar tentang pentingnya dokumen SKA dalam kegiatan ekspor.

2.5 Jenis Surat Keterangan Asal (SKA)

Sub bab ini mengklasifikasikan SKA menjadi SKA Preferensial dan Non-Preferensial, menjelaskan perbedaan dan contoh masing-masing jenis, serta negara tujuan ekspor terkait. Nilai akademis terletak pada pemahaman detail perbedaan SKA dan konsekuensinya dalam hal bea masuk. Secara pedagogis, mahasiswa belajar menganalisis perbedaan jenis SKA dan memilih jenis yang tepat berdasarkan tujuan ekspor.

2.6 Manfaat Surat Keterangan Asal (SKA)

Sub-bab ini menjelaskan berbagai manfaat SKA, baik bagi eksportir maupun bagi pemerintah. Manfaat tersebut antara lain kemudahan dalam memperoleh fasilitas bea masuk, bukti kelengkapan dokumen ekspor, dan peningkatan ekspor. Nilai akademis terletak pada pemahaman tentang dampak positif SKA terhadap perdagangan. Secara pedagogis, mahasiswa belajar menganalisis keuntungan dari penggunaan SKA dalam kegiatan ekspor.

2.7 Verifikasi SKA

Sub-bab ini menjelaskan proses verifikasi SKA dan alasan mengapa verifikasi dilakukan. Penjelasan ini meliputi penyidikan dokumen SKA atas permintaan negara tujuan ekspor. Nilai akademis terletak pada pemahaman tentang mekanisme pengawasan dalam ekspor internasional. Secara pedagogis, mahasiswa diperkenalkan pada aspek pengawasan dan akuntabilitas dalam perdagangan internasional.

III. Deskripsi Objek Penelitian dan Pembahasan

Bagian ini memberikan deskripsi detail tentang objek penelitian, yaitu DISPERINDAG Kota Surakarta, serta pembahasan mengenai volume ekspor furnitur Surakarta ke negara-negara ASEAN pada tahun 2009. Penulis menganalisis data realisasi ekspor, mengidentifikasi hambatan ekspor, dan mengkaji upaya DISPERINDAG dalam meningkatkan ekspor. Nilai akademisnya terletak pada pendekatan studi kasus yang spesifik dan mendalam. Secara pedagogis, mahasiswa belajar menganalisis data empiris dan menarik kesimpulan berdasarkan data tersebut.

3.1 Deskripsi Objek Penelitian

Sub-bab ini mendeskripsikan DISPERINDAG Kota Surakarta secara komprehensif, meliputi sejarah, lokasi, tugas pokok dan fungsi, susunan organisasi, uraian tugas, tata kerja kepegawaian, dan visi misi. Deskripsi ini memberikan konteks yang penting untuk memahami peran DISPERINDAG dalam proses ekspor. Nilai akademis terletak pada pemahaman detail tentang institusi yang menjadi objek penelitian. Secara pedagogis, mahasiswa belajar menganalisis suatu institusi dan perannya dalam konteks tertentu.

3.2 Pembahasan

Sub-bab ini membahas hasil analisis data, meliputi volume ekspor furnitur Surakarta ke negara-negara ASEAN, hambatan ekspor, dan upaya DISPERINDAG Kota Surakarta dalam meningkatkan ekspor. Penulis menganalisis data secara deskriptif kualitatif, menghubungkannya dengan teori yang telah dibahas sebelumnya. Nilai akademis terletak pada interpretasi data dan analisis yang mendalam. Secara pedagogis, mahasiswa belajar bagaimana menganalisis data secara kualitatif dan menarik kesimpulan berdasarkan data tersebut.

IV. Penutup

Bagian penutup tesis ini berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan merangkum temuan penelitian, sedangkan saran memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan di masa mendatang. Nilai akademis terletak pada sintesis temuan penelitian dan implikasinya. Secara pedagogis, mahasiswa belajar menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran yang konstruktif.

4.1 Kesimpulan

Sub-bab ini merangkum temuan utama penelitian mengenai volume ekspor furnitur Surakarta ke ASEAN, hambatan ekspor, dan upaya DISPERINDAG dalam meningkatkan ekspor. Kesimpulan dihubungkan dengan tujuan penelitian dan landasan teori. Nilai akademis terletak pada sintesis temuan penelitian. Secara pedagogis, mahasiswa belajar merangkum temuan penelitian secara sistematis dan ringkas.

4.2 Saran

Sub-bab ini memberikan saran-saran yang konstruktif berdasarkan temuan penelitian, baik bagi DISPERINDAG maupun bagi pihak lain yang terkait. Saran ini memberikan rekomendasi untuk mengatasi hambatan ekspor dan meningkatkan volume ekspor di masa mendatang. Nilai akademis terletak pada implikasi praktis temuan penelitian. Secara pedagogis, mahasiswa belajar memberikan saran yang relevan dan bermanfaat berdasarkan temuan penelitian.

V.Daftar Pustaka

Daftar pustaka memuat seluruh sumber rujukan yang digunakan dalam penulisan tesis. Kelengkapan daftar pustaka menunjukkan integritas akademis. Secara pedagogis, mahasiswa belajar tata cara penulisan daftar pustaka yang sesuai dengan standar akademis.

VI.Lampiran

Bagian lampiran berisi dokumen-dokumen pendukung yang digunakan dalam penelitian, seperti surat-surat izin, data mentah, dan contoh dokumen ekspor. Kelengkapan lampiran menunjukkan transparansi dan kredibilitas penelitian. Secara pedagogis, mahasiswa belajar tentang pentingnya transparansi dan dokumentasi dalam penelitian.

Gambar

Gambar 2.1
Gambar 3.2 Data Realisasi Jumlah SKA Form D yang Dikeluarkan
Gambar 4.2 430,237.50Grafik Volume Ekspor Furniture
Grafik Nilai FOB Furniture Kota Surakarta th 2009 Nilai FOB

Referensi

Dokumen terkait