• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

38

Universitas Kristen Petra

4. LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Karakteristik responden

Berdasarkan hasil dari kuisioner yang telah dibagikan pada responden, pada tabel 4.1. sampai dengan 4.8. akan dijelaskan karakteristik responden yang pernah mengunjungi Tunjungan Plaza, Matahari department store, dan independent store di Tunjungan Plaza, yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan, status, dan pendidikan terakhir.

1. Jenis kelamin

Berdasarkan tabel 4.1. terlihat bahwa responden dari penelitian penulis terdiri dari 50% pria dan 50% wanita. Penelitian ini melibatkan 50 orang pria dan 50 orang wanita.

Tabel 4.1. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid pria 50 50.0 50.0 50.0

wanita 50 50.0 50.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

2. Usia responden

Berdasarkan tabel 4.2. sebagian besar responden penelitian berada pada kisaran usia 21-25 tahun yaitu sejumlah 28% (28 responden), sedangkan yang berusia 17- 20 tahun sebanyak 21% (21 responden), sama dengan jumlah responden yang berusia 26-30 tahun yaitu 21%. Sedangkan yang berusia 31-40 tahun sebanyak 19% (19 responden), dan yang berusia 41-50% sebanyak 11% (11 responden).

(2)

39

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.2. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 17-20 tahun 21 21.0 21.0 21.0

21-25 tahun 28 28.0 28.0 49.0

26-30 tahun 21 21.0 21.0 70.0

31-40 tahun 19 19.0 19.0 89.0

41-50 tahun 11 11.0 11.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

3. Pekerjaan

Berdasarkan tabel 4.3. responden penelitian sebagian besar merupakan pegawai swasta yaitu sebanyak 36% (36 responden), kemudian pelajar/mahasiswa sebanyak 26% (26 responden), wiraswasta 22% (22 responden), pegawai negri 2% (2 responden), dan yang memiliki pekerjaan selain yang telah disebutkan sebanyak 14%.

Tabel 4.3. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid pelajar/mahasiswa 26 26.0 26.0 26.0

wiraswasta 22 22.0 22.0 48.0

pegawai negri 2 2.0 2.0 50.0

pegawai swasta 36 36.0 36.0 86.0

lain-lain 14 14.0 14.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

4. Status

Berdasarkan tabel 4.4. responden penelitian sebagian besar belum menikah yaitu sebanyak 70% yaitu sejumlah 70 orang dan yang sudah menikah sebanyak 30%

yaitu sekitar 30 orang.

(3)

40

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.4. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Status

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid belum menikah 70 70.0 70.0 70.0

menikah 30 30.0 30.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

5. Pendidikan terakhir

Berdasarkan tabel 4.5. responden penelitian memiliki pendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 41% (41 responden) sama jumlahnya dengan responden yang berpendidikan terakhir S1. Sedangkan 17% (17 responden) dengan pendidikan akhir SMP dan 1% (1 responden) dengan pendidikan akhir SD.

Tabel 4.5. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid SD 1 1.0 1.0 1.0

SMP 17 17.0 17.0 18.0

SMA 41 41.0 41.0 59.0

S1 41 41.0 41.0 100.0

Total 100 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

6. Pernah mengunjungi Tunjungan Plaza 3 bulan terakhir

Berdasarkan tabel 4.6 menunjukan bahwa semua responden pernah mengunjungi Tunjungan Plaza dalam 3 bulan terakhir.

Tabel 4.6. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Kunjungan Tunjungan Plaza

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid ya 100 100.0 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

7. Pernah mengunjungi Matahari Department store Tunjungan Plaza

Berdasarkan tabel 4.7 menunjukan bahwa semua responden pernah mengunjungi Matahari Department store Tunjungan Plaza

(4)

41

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.7. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Kunjungan Tunjungan Plaza

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid pernah 100 100.0 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

8. Pernah mengunjungi toko-toko fashion independen / butik Tunjungan Plaza Berdasarkan tabel 4.8 menunjukan bahwa semua responden pernah mengunjungi toko-toko fashion independen / butik Tunjungan Plaza

Tabel 4.8. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Kunjungan Tunjungan Plaza

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid pernah 100 100.0 100.0 100.0

Sumber: lampiran 2

Dari tabel-tabel karakteristik responden di atas dapat disimpulkan bahwa responden dari penelitian ini terdiri dari 50 orang pria san 50 orang wanita dengan usia paling banyak berikisar antara 21-25 tahun. Responden paling banyak bekerja sebagai pegawai swasta, dengna pendidikan akhir SMA dan S1, dan status belum menikah. Seluruh responden pernah mengunjungi Tunjungan Plaza Surabaya dalam 3 bulan terakhir, dan seluruhnya juga pernah mengunjungi Matahari department store di Tunjungan Plaza dan juga toko/ butik independen di Tunjungan Plaza Surabaya.

4.2. Uji Validitas dan Realibilitas

Hasil perhitungan uji validitas dan realibilitas pada 100 responden (Lampiran 3), dapat dilihat pada Tabel 4.9, tabel 4.10, tabel 4.11, dan tabel 4.12

4.2.1. Uji Validitas

Menurut Ghozali (2005), “uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur olehkuisioner tersebut” (p. 45). Pada tabel 4.9. dan tabel 4.10., dapat dilihat hasil uji validitas

(5)

42

Universitas Kristen Petra

pertanyaaan mengenai atribut sebuah toko. Semua koefisien korelasi (Corrected item – total correlation) bersifat positif dan lebih besar dari 0.3 sehingga dianggap valid.

Tabel 4.9. Uji Validitas Anchor tenant

Item pertanyaan

Corrected item-Total Correlation

Keterangan Lokasi dan ukuran toko

1 0.528 Valid

2 0.528 Valid

Sifat dan kualitas keragaman

1 0.497 Valid

2 0.486 Valid

3 0.527 Valid

4 0.603 Valid

5 0.519 Valid

6 0.653 Valid

Harga

1 0.451 Valid

2 0.451 Valid

Iklan dan promosi

1 0.535 Valid

2 0.535 Valid

Personil penjualan

1 0.421 Valid

2 0.554 Valid

3 0.42 Valid

Pelayanan yang diberikan

1 0.571 Valid

2 0.571 Valid

Atribut fisik toko

1 0.461 Valid

2 0.382 Valid

3 0.410 Valid

4 0.608 Valid

5 0.507 Valid

6 0.433 Valid

7 0.444 Valid

(6)

43

Universitas Kristen Petra

Atmosfer toko

1 0.561 Valid

2 0.612 Valid

3 0.478 Valid

Pelayanan kepuasan sesudah transaksi

1 0.436 Valid

2 0.436 Valid

Sumber: Lampiran 3, diolah

Tabel 4.10. Uji validitas Non anchor tenant Item pertanyaan

Corrected item-Total Correlation

Keterangan Lokasi dan ukuran toko

1 0.449 Valid

2 0.449 Valid

Sifat dan kualitas keragaman

1 0.508 Valid

2 0.329 Valid

3 0.438 Valid

4 0.456 Valid

5 0.449 Valid

Harga

1 0.443 Valid

2 0.443 Valid

Iklan dan promosi

1 0.467 Valid

2 0.467 Valid

Personil penjualan

1 0.367 Valid

2 0.549 Valid

3 0.406 Valid

Pelayanan yang diberikan

1 0.375 Valid

2 0.533 Valid

3 0.378 Valid

Atribut fisik toko

1 0.590 Valid

2 0.425 Valid

3 0.359 Valid

(7)

44

Universitas Kristen Petra

4 0.596 Valid

5 0.547 Valid

6 0.538 Valid

7 0.516 Valid

Atmosfer toko

1 0.700 Valid

2 0.726 Valid

3 0.550 Valid

Pelayanan kepuasan sesudah transaksi

1 0.528 Valid

2 0.528 Valid

Sumber: lampiran 3, diolah

4.2.2. Uji Reliabilitas

Uji alat ukur berikutnya adalah reliabilitas, yaitu alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Untuk mengetahui sejauh mana reliabilitas kuisioner dalam penelitian ini digunakan pendekatan konsitensi internal dengan menghitung koefisien Cronbach‟s Alpha.

Tabel 4.11. uji reliabilitas anchor tenant Variabel Cronbach's

Alpha Keterangan lokasi dan ukuran toko 0.691 Reliabel

sifat dan kualitas

keragaman 0.789 Reliabel

harga 0.621 Reliabel

iklan dan promosi 0.696 Reliabel personil penjualan 0.655 Reliabel

pelayanan yang

diberikan 0.726 Reliabel

atribut fisik toko 0.746 Reliabel atmosfer toko 0.724 Reliabel Pelayanan kepuasan

sesudah transaksi 0.606 Reliabel Sumber: lampiran 4, diolah

(8)

45

Universitas Kristen Petra

Tabel 4.12. uji realibilitas non-anchor tenant Variabel Cronbach's

Alpha Keterangan lokasi dan ukuran toko 0.611 Reliabel

sifat dan kualitas

keragaman 0.680 Reliabel

harga 0.611 Reliabel

iklan dan promosi 0.635 Reliabel personil penjualan 0.627 Reliabel

pelayanan yang

diberikan 0.603 Reliabel

atribut fisik toko 0.781 Reliabel atmosfer toko 0.804 Reliabel Pelayanan kepuasan

sesudah transaksi 0.652 Reliabel Sumber: lampiran 4, diolah

Pada tabel 4.3 dan 4.4. terlihat nilai cronbach‟s alpha dari semua variabel lebih besar dari 0,6 (Ghozali, 2005). Hal ini menunjukan bahwa instrument tersebut cukup reliabel dan layak digunakan.

4.3. Hasil Analisis

Dalam penelitian ini penulis memakai uji analisis one way anova unutk mengetahui adanya perbedaan persepsi antara pria dan wanita terhadap anchor tenant yaitu Matahari Departement Sotre dan non-anchor tenant berupa toko/butik fashion di Tunjungan Plaza Surabaya. Penulis juga menggunakan multidimensional scalling untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap anchor tenant yaitu Matahari Departement Sotre dan non-anchor tenant berupa toko/butik fashion di Tunjungan Plaza Surabaya

4.3.1. One Way Anova

ANOVA digunakan untuk menguji rata-rata lebih dari dua sampel berbeda secara signifikan atau tidak. Jika angka signifikansi kurang dari 0.05 maka terdapat perbedaan pada dua group sampel. Dan jika lebih besar dari 0.05 maka tidak terdapat perbedaan pada dua group sampel.

(9)

46

Universitas Kristen Petra

Pada lampiran 5 terdapat tabel deskriptif one way anova di mana terdapat mean masing-masing group. Pada tabel terdapat group 1 yang merupakan anchor tenant (Matahari department store) dan group 2 yang merupakan non-anchor tenant (butik/toko fashion independen). Dari hasil deskriptif ini dapat dilihat bahwa lebih banyak item indikator dari group 1 yaitu anchor tenant Matahari department store yang mendapat nilai mean yang lebih tinggi daripada nilai mean group 2 yaitu butik/toko fashion independen. Hal ini menunjukkan bahwa skor untuk atribut-atribut Matahari department store mendapat nilai yang lebih bagus daripada toko fashion independen. Dengan melihat mean ini juga dapat dilihat bahwa persepsi konsumen terhadap anchor tenant yaitu Matahari department store lebih baik daripada terhadap toko fashion independen.

Selain melihat hal mean, one way anova juga melihat adanya perbedaan persepsi antara atribut-atribut pada anchor tenant dan non-anchor tenant dengan melihat hasil tabel di bawah ini.

Tabel 4.14 Hasil One Way Anova

Item Sig. keterangan

Lokasi dan ukuran toko

besar 0.000 terdapat perbedaan persepsi lokasi 0.341 tidak terdapat perbedaan persepsi

Sifat dan kualitas keragaman

lengkap 0.003 terdapat perbedaan persepsi trend 0.000 terdapat perbedaan persepsi banyak 0.000 terdapat perbedaan persepsi kualitas 0.001 terdapat perbedaan persepsi ukuran 0.000 terdapat perbedaan persepsi Produk bersaing 0.034 terdapat perbedaan persepsi

harga

harga sesuai kualitas 0.807 tidak terdapat perbedaan persepsi harga bersaing 0.142 tidak terdapat perbedaan persepsi

Iklan dan Promosi

iklan 0.433 tidak terdapat perbedaan persepsi diskon 1 tidak terdapat perbedaan persepsi

personil penjualan

penampilan 0.000 terdapat perbedaan persepsi informasi 0.000 terdapat perbedaan persepsi

(10)

47

Universitas Kristen Petra

bantuan 0.100 tidak terdapat perbedaan persepsi pelayanan yang diberikan

ramah 0.001 terdapat perbedaan persepsi cekatan 0.001 terdapat perbedaan persepsi pembayaran 0.941 tidak terdapat perbedaan persepsi

atribut fisik toko

tampilan 0.170 tidak terdapat perbedaan persepsi kebersihan 0.000 terdapat perbedaan persepsi kamarganti 0.000 terdapat perbedaan persepsi

etalase 0.513 tidak terdapat perbedaan persepsi manekin 0.317 tidak terdapat perbedaan persepsi interior 0.499 tidak terdapat perbedaan persepsi penempatan 0.000 terdapat perbedaan persepsi

atmosfer toko

temperatur 0.033 terdapat perbedaan persepsi cahaya 0.178 tidak terdapat perbedaan persepsi

musik 0.010 terdapat perbedaan persepsi Pelayanan kepuasan sesudah transaksi

voucher 0.000 terdapat perbedaan persepsi keluhan 0.000 terdapat perbedaan persepsi

Sumber: lampiran 5, diolah

Tabel di atas merupakan hasil dari analisis one way anova untuk melihat adanya perbedaan persepsi antara anchor tenant yang dalam penelitian ini menggunakan Matahari department store sebagai studi kasus, dan non-anchor tenant fashion yaitu butik/toko fashion independen di Tunjungan Plaza Surabaya.

Dari hasil ini dapat diliat bahwa terdapat beberapa variabel yang memiliki perbedaaan persepsi antara anchor tenant dan non-anchor tenant.

Dari variabel „lokasi dan besar toko‟, dapat terlihat bahawa terdapat perbedaan persepsi konsumen untuk item indikator besar toko. Anchor tenant memang memiliki ukuran yang lebih besar dari pada independen store seperti yang telah dijabarkan pada Bab 2. Hal ini yang membuat perbedaan persepsi mengenai besar toko. Sedangkan untuk item indikator lokasi toko yang strategis, konsumen tidak memiliki perbedaan persepsi. Lokasi anchor tenant dan non- anchor tenant fashion yang berada di shopping center yaitu Tunjungan Plaza sama-sama memiliki lokasi yang bagus dan strategis dikarenakan penataan tenant

(11)

48

Universitas Kristen Petra

mix dari Tunjungan Plaza yang memungkinkan para pengunjung untuk menemukan dengan mudah Matahari department store serta toko fashion independen yang telah dikumpulkan dalam satu kawasan.

Dari variabel „sifat dan kualitas keragaman‟, terlihat bahwa konsumen memiliki perbedaan persepsi terhadap seluruh item indikatornya, mulai dari produk yang lengkap, produk yang mengikuti trend, produk yang tersedia dalam jumlah banyak, produk yang sesuai kualitas, produk yang memilki banyak ragam ukuran, serta produk yang lebih dipilih konsumen. Produk jelas menjadi factor utama seseorang mengunjungi anchor tenant Matahari department store atau non- anchor toko fashion independen. Sifat dan kualitas keragaman ditawarkan masing- masing store. Produk yang lengkap di mana jika di Matahari department store dapat ditemukan beragam merk yang berbeda dalam satu tempat, sedangkan toko fashion independen terpatok pada satu merk tertentu. Sedangkan unutk jumlah yang tersedia maka dapat dilihat bahwa terkadang toko fashion independen menjual produknya dengan jumlah yang sedikit dengan ukuran yang all size, berbeda dengan department store yang banyak menyediakan stok dengan berbagai ukuran. juga dengan produk yang mengikuti trend. Dua tipe toko ini memiliki cara yang berbeda dalam mengikuti trend untuk produknya. Department store cenderung memiliki produk yang sepanjang masa dapat digunakan, sedangkan toko fashion independen akan mengikuti trend yang sedang ada saat ini walaupun mungkin beberapa saat lagi produk yang trend itu sudah habis masanya dan tidak diminati konsumen lagi dan akan berganti trend yang baru.

Sedangkan dari variabel „harga‟, tidak terlihat adanya perbedaan persepsi antara anchor tenant dan non-anchor tenant baik itu dalam hal harga produk yang sesuai kualitas maupun harga dibandingkan antara anchor dan non-anchor tenant.

Dalam hal harga, Matahari department store memiliki range harga yang cukup variatif yang juga sesuai dengan kualitas yang diberikan. Begitu juga dengan toko fashion independen. Konsumen menganggap harga yang ada pada Matahari department store cenderung sama dengan toko fashion independen karena range harga yang tidak terlalu jauh bedanya.

Dari variabel „iklan dan promosi‟ juga terlihat tidak adanya perbedaan persepsi antara anchor dan non anchor tenant. Indikator iklan yang digunakan

(12)

49

Universitas Kristen Petra

serta diskon yang diterapkan pada anchor dan non anchor tenant diangap tidak memiliki perbedaan signifikan di mata konsumen. iklan dan berbagai macam jenis promosi seperti diskon atau voucher sering digunakan di berbagai toko-toko fashion. Matahari sendiri memiliki MMC dan tidak jarang juga memberikan voucher diskon pada koran serta iklan di TV. Begitu juga dengan toko fashion independen, mereka menggunakan diskon terutama pada event-event yang sangat ramai pengunjung yaitu salah satunya saat Surabaya Hot Sale. Banyak dari toko- toko tersebut memasang tulisan „SALE‟ di toko mereka untuk menarik pengunjung.

Variabel „personil penjualan‟ memiliki 3 indikator di mana 2 diantaranya yaitu penampilan dari pegawai toko dan pemberian informasi kepada konsumen dinilai konsumen berbeda antara anchor tenant dan non anchor tenant. Hal ini jelas berbeda jika melihat pegawai Matahari yang rapi dengan baju seragam dan dengan rambut yag ditata rapi, selain itu mereka juga dibekali pengetahuan mengenai produk yang ada dibandingkan dengan pegawai toko fashion independen yang memakai pakaian bebas dan terkadang justru kehadirannya tidak membuat konsumen nyaman. Sedangkan untuk indikator pemberian bantuan dari pegawai toko tidak memilki perbedaan persepsi. Hal ini dapat dilihat dari pegawai yang selalu ada di dekat anda dan anda pun bisa bertanya dan mencari apa yang anda butuhkan.

Variabel berikutnya adalah „pelayanan yang diberikan‟ di mana di variabel ini terlihat adanya perbedaan persepsi pada 2 indikatornya yaitu pelayanan yang ramah serta pelayanan kasir yang cekatan. Pelayanan yang ramah sangat dijunjung tinggi oleh Matahari department store begitu juga kasir yang banyak terdapat di beberapa spot di Matahari department store. Pada toko fashion independen hanya memiliki 1 kasir yang membuat konsumen terkadang harus menunggu giliran.

Sedangkan untuk berbagai macam cara pembayaran tidak terdapat perbedaan persepsi. Rata-rata system pembayaran yang disediakan relative sama yaitu menggunakan cash maupun kredit atau debeit. Tidak terdapat perbedaan dalam hal ini.

Untuk variabel „atribut fisik toko‟, terdapat beberapa indikator yang memiliki perbedaan persepsi antara anchor tenant dan non anchor tenant antara

(13)

50

Universitas Kristen Petra

lain dari kebersihan toko, jumlah kamar ganti yang memadai, dan penempatan produk-produk. Matahari dapat dinilai lebih dalam kebersihan karena tempatnya yang besar dan terlihat lapang memberi kesan yang lebih nyaman bagi pengunjung. Dilihat dari jumlah kamar ganti, Matahari juga memiliki jumlah kamar ganti yang lebih banyak dan juga penempatan produk. Matahari sebagai anchor tenant yang memiliki ukuran yang lebih besar maka penempatannya pun dapat lebih longgar jaraknya antara barang satu dan yang lain sehingga memberi kesan bahwa penempatannya dapat memudahkan konsumen dalam melihat-lihat produk yang mereka cari. Sedangkan untuk indikator mengenai tampilan depan toko, etalase dalam toko, manekin yang dipasang dalam toko, serta interior pada toko tidak memilki perbedaan dari segi persepsi konsumen. Indikator yang tidak memiliki perbedaan ini jika dilihat karena memilki kesamaan antara satu dan yang lain. Tampilan depan maupun etalase Matahari dan toko fashion kurang lebih walaupun berbeda namun mereka menggunakan kedua hal ini sebaik mungkin untuk menarik minat pengunjung. Begitu juga manekin yang dipasang pun dapat memberikan minat bagi pengunjung untuk membeli pakaian yang terpasang pada manekin tersebut.

Atmosfer toko juga merupakan salah satu variabel dari atribut retail store di mana terdapat 3 indikator di dalamnya. Temperatur dalam toko dan musik yang diperdengarkan dalam toko dilihat memiliki perbedaan dari hal persepsi konsumen dilihat dari hasil analisis anova di atas. Tiap store tersebut memiliki pengaturan tersenditi mengenai temperatur dan musik yang mereka pakai.

Terkadang pengunjung tidak menyukai toko dengan musik yang berirama keras yang membuat orang menjadi tidak betah berada di dalamnya. Sedangkan untuk indikator cahaya, tidak memiliki perbedaan persepsi. Pencahayaan yang ada pada suatu toko kurang lebih sama disesuaikan dengan penataan dan interior dalam toko itus sendiri.

Variabel yang terakhir adalah „pelayanan kepuasan sesudah transaksi, pada variabel ini terlihat bahwa tidak adanya perbedaan persepsi konsumen pada dua indikatornya yaitu pemberian voucher serta penanganan keluhan konsumen sesudah pembelian. Pelayanan sesudah transsaksi jelas penting untuk dilakukan mengingat konsumen gampang sekali untuk berpindah ke toko lain yang

(14)

51

Universitas Kristen Petra

menawarkan produk yang lebih menarik dengan artibut-atribut toko yang lebih baik. Pemberian voucher untuk menjaga konsumen merupakan ide yang baik untuk dilakukan. Dan yang wajib dilakukan juga adalah bagaimana menangani konsumen yang memiliki keluhan terhadap produk toko tersebut. Karena hal ini menciptakan shopping experience bagi konsumen tersebut, jika keluhan para konsumen tidak ditangani dengan baik maka konsumen tersebut akan kecewa dan memiliki persepsi yang tidak baik terhadap toko tersebut.

4.3.2. Multidimensional Scalling / Pemetaan Persepsi Konsumen

Berikut pemetaan persepsi konsumen terhadap atribut anchor tenant

Gambar 4.1. Pemetaan Persepsi Konsumen Terhadap Anchor Tenant Matahari Department store

(15)

52

Universitas Kristen Petra

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa factor yang membentuk persepsi positif konsumen pada anchor tenant yaitu Matahari department store adalah

- Lokasi - Besar - Lengkap - Ukuran - Banyak - Kualitas

Lokasi dan besar merupakan item dari variabel „ukuran dan lokasi toko‟.

Hal ini menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap variabel ini sangat positif. Konsumen melihat besar anchor tenant yaitu Matahari department store serta lokasinya yang strategis di Tunjungan Plaza yang membuat konsumen berkunjung ke Matahari department store.

Sedangkan item lengkap, ukuran, banyak, dan kualitas adalah item item dari variabel „sifat dan kualitas keragaman‟. Dari 6 item, variabel ini memiliki 4 item yang dalam persepsi konsumen memiliki hasil positif. Konsumen melihat bahwa produk di Matahari department store memiliki macam-macam produk yang lengkap, serta ukuran yang beragam, produk yang disediakan dalam jumlah banyak, serta dengan kualitas yang bagus.

(16)

53

Universitas Kristen Petra

Berikut adalah pemetaan persepsi konsumen terhadap atribut dalam non anchor tenant fashion di Tunjungan Plaza Surabaya adalahsebagai berikut:

Gambar 4.2. Pemetaan Persepsi Konsumen Terhadap Non-Anchor Tenant Toko Fashion Independen

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa factor yang membentuk persepsi positif konsumen pada non anchor tenant fashion yaitu

- Harga sesuai kualitas - Penampilan

- Informasi - Ramah - Cekatan - Etalase - Kebersihan - Cahaya

(17)

54

Universitas Kristen Petra

Harga merupakan salah satu dari 2 item dalam variabel „harga‟. Dari hasil di atas menunjukkan bahwa konsumen memiliki persepsi bahwa harga yang ada di butik/toko independen sebagai non anchor tenant sudah sesuai dengan kualitas yg ditawarkan.

Item penampilan dan informasi merupakan item dari variabel „personil penjualan‟. Dari hasil ini menunjukkan bahwa konsumen berpersepsi bahwa pada butik/toko fashion independen di Tunjungan Plaza, para personil penjualannya memiliki penampilan yang menarik, selain itu juga mereka memiliki informasi yang membantu konsumen dalam memilih produk yang diinginkan.

Item ramah dan cekatan merupakan item dari variabel „pelayanan yang diberikan‟.

Konsumen memiliki persepsi bahwa pelayanan pada butik/toko independen sydah baik, dalam arti para pegawai telah melayani dengan ramah dan juga kasir menangani dengan cekatan. Hal ini memberi persepsi yang positif pada konsumen yang datang.

Untuk item etalase dan kebersihan, item ini masuk dalam variabel „atribut fisik toko‟. Dari gambar di atas terlihat bahwa dua item ini termasuk dalam factor persepsi yang positif dari konsumen terhadap toko/butik independen. Hal ini berarti bahwa konsumen memiliki persepsi bahwa butik/toko fashion independen memiliki desain etalase yang bagus yang membuat konsumen tertarik saat berkunjung ke butik/toko tersebut. Selain itu juga konsumen memiliki persepsi bahwa kebersihan pada toko/butik independen tersebut selalu terjaga.

Item cahaya merupakan item dalam variabel „atmosfer toko‟. Item ini meberi persepsi konsumen bahwa penataan cahaya di toko/butik independen di Tunjungan Plaza menambah kenyamanan konsumen untuk berbelanja.

Gambar

Tabel 4.1. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 4.3. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 4.4. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Status
Tabel 4.7. Tabel Distribusi Responden Berdasarkan Kunjungan Tunjungan Plaza
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian kedua, dimana mencakup 2 tahun dan 9 bulan setelah peraturan diberlakukan, terjadi 6 persen pengurangan kejadian kecelakaan kendaraan bermotor

diantara ketiga pria didalam gambar tersebut memiliki kesamaan, dapat kita lihat pada gambar mereka memiliki kesamaan dalam hal menyukai olahraga, pada gambar

radiasi sinar gamma dimana rataan jumlah polong hampa per tanaman tertinggi terdapat pada P3 yang berbeda tidak nyata dengan Argomulyo sedangkan yang terendah

Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat dengan memerlukan pengujian hipotesis dengan uji statistik.. Penelitian ini

Adanya sifat identik dalam hal sifat fungsional dari produk gelatin yang diuji memberikan indikasi bahwa gelatin yang diproduksi dari bahan baku kulit kambing melalui

Bil Bil Nama Pelajar Unit No Kp Major Minor Nama Sekolah Alamat Sekolah Poskod Bandar Negeri PPD No Telefon No Fax Tag 291 1 AHMAD KHAIRUL SYAH BIN AHMAD SAININ K14

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PARTICIPANT CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX (CGPI) YANG.. LISTING

perintah Allah SWT secara keseluruhan dengan penuh ketulusan sesuai dengan perintah syari’at Islam ketika hendak melaksanakan ibadah haji”80 sebenarnya sekian para ulama’