RESUME HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU IUPHHK-HTI PT TUSAM HUTANI LESTARI (1) Identitas LVLK :
a. Nama Lembaga : PT. Transtra Permada b. Nomor Akreditasi : LVLK-009-IDN
c. Alamat : Jl. Petung No. 2 Papringan
d. Nomor telepon/faks/E-mail : 08112652998
e. Direktur : Ir. Tri Madiyono
f. Standar : Perdirjen PHPL No. P.14/PHPL/SET/4/2016
Tanggal 29 April 2016
g. Tim Audit : Suseno Djoko Suhendro, S.Hut (Lead Auditor Disupervisi)
Soelistyo Wibowo, S.Hut (Supervisor Lead Auditor)
Agus Budianto, S.Hut (Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : Ir. Tri Madiyono
(2) Identitas Auditee :
a. Nama Pemegang Izin/Hak Pengelolaan : PT TUSAM HUTANI LESTARI b. Nomor & Tanggal SK : No. SK. 325/Menhut-II/2004
Tanggal 27 Agustus 2004 tentang
Pemberlakuan Kembali Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 556/KPTS-II/1997 c. Luas dan Lokasi : 97.300 Hektar,
Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh
d. Alamat Kantor & Telepon
Kantor Pusat : Menara Bidakara Lantai 9, Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 71 – 73, Jakarta Selatan
Telp. 021 8379 3255, Fax. 021 – 8379 3155 Alamat Cabang : Jl. Syiah Utama No. 420 Dedalu, Takengon,
Aceh Tengah 24511Telp. 0852 6002 3943
e. Pengurus
Direktur Utama : Prasetyo Hadi
Direktur Operasional : Ir. Agus Toyib, MM Direktur Keuangan : M. Harrifar Syafar
Komisaris Utama : Dr. Ir. Agus Sarsito, M.For.Sc
Komisaris : Suhary Zainuddin Basyariah
(3) Ringkasan Tahapan :
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
Pertemuan Pembukaan 04 Oktober 2016, Pukul 11.00 – 12.00 WIB di Kantor PT TUSAM HUTANI LESTARI, Takengon, Aceh
Disampaikan susunan Tim Audit, Tujuan kegiatan verifikasi, ruang lingkup, rencana kerja verifikasi, metodologi, mekanisme verifikasi, kerahasiaan, Jadwal pelaksanaan, permintaan wakil manajemen dan tenaga pendamping
Verifikasi Dokumen dan
Observasi Lapangan 04 s.d 07 Oktober 2016, di Kantor PT TUSAM HUTANI LESTARI, Takengon, serta di Areal Kerja PT TUSAM HUTANI LESTARI
Dilakukan Verifikasi Dokumen:
- Legalitas perizinan,
- IIUPHHK, - RKUPHHK & Peta - RKTUPHHK & Peta - PUHH
- RKL, RPL & Laporan Kegiatan - K3 (catatan kecelakaan kerja,
Pernyataan tidak melarang pembentukan Serikat Pekerja, PP
Verifikasi Lapangan :
- Lokasi yang tidak boleh ditebang - Uji petik pengukuran hasil
tebangan
- Lokasi / Petak dari pohon yang ditebang
- Keberadaan sarana dan prasarana pemantauan lingkungan
- Peralatan K3
Pertemuan Penutupan 07 Oktober 2016 Disampaikan mengenai hasil sementara Verifikasi Dokumen dan Verifikasi Lapangan, seluruhnya terdapat 28 Verifier yang diverifikasi 5 (lima) verifier tidak diverifikasi lebih lanjut dan 23 (dua puluh tiga) verifier memenuhi.
Pengambilan Keputusan Yogyakarta,
18 Oktober 2016 PT. TUSAM HUTANI LESTARI dinyatakan LULUS dalam Penilikan 1 Verifikasi Legalitas Kayu dengan ruang lingkup IUPHHK – HTI.
(4) Resume Hasil Penilaian :
Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi Prinsip 1. Kepastian areal IUPHHK-HA, IUPHHK-HTI, IUPHHK-RE, dan Hak Pengelolaan Kriteria 1.1. Areal unit manajemen hutan terletak di kawasan hutan produksi
Indikator 1.1.1. Pemegang izin mampu menunjukkkan keabsahan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dan izin lain yang berada dalam kawasan hutan yang dikelola
IUPHHK
Verifier 1.1.1. (a) Dokumen legal terkait perizinan usaha (SK IUPHHK)
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI telah memiliki dokumen legal terkait dengan perizinan usaha yaitu SK IUPHHK-HTI dan telah dikukuhkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan SK No. SK.325/Menhut- II/2004 tanggal 27 Agustus 2004 tentang Pemberlakuan Kembali Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 556/Kpts-II/1997 tanggal 1 September 1997 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Insdustri atas Areal seluas + 97.300 Hektar di Provinsi Daerah Istimewa Aceh kepada PT TUSAM HUTANI LESTARI yang masih berlaku dan sah, dilengkapi peta areal kerja sebagai lampiran SK tersebut.
Verifier 1.1.1. (b) Bukti pemenuhan kewajiban Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IIUPHHK).
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI telah melaksanakan kewajiban berkaitan dengan Iuran Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri sesuai dengan Surat Perintah Pembayaran (SPP) Iuran Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri No. 1591/IV- PPHH/1995 tanggal 12 Juni 1995. Selain itu terdapat bukti setor Iuran Pengusahaan Hutan Tanaman Industri yang jumlahnya sesuai dengan SPP.
Verifier 1.1.1. (c) Penggunaan kawasan yang sah di luar kegiatan IUPHHK (jika ada)
Memenuhi Hasil Verifikasi penilaian awal, menunjukkan terdapat penggunaan kawasan yang sah di luar kegiatan HPHTI PT TUSAM HUTANI LESTARI berupa area peternakan masyarakat seluas 4.166 Ha.
Berdasarkan norma penilaian adanya data dan informasi penggunaan kawasan yang sah di luar kegiatan HPHTI, berarti PT TUSAM HUTANI LESTARI melakukan identifikasi terhadap penggunaan kawasan di luar kegiatan IUPHHK.
Prinsip 2. Memenuhi sistem dan prosedur penebangan yang sah
Kriteria 2.1. Pemegang izin memiliki rencana penebangan pada areal tebangan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang
Indikator 2.1.1. RKUPHHK/RPKH dan Rencana Kerja Tahunan (RKT/Bagan Kerja/RTT) disahkan oleh yang berwenang
2.1.1. (a) Dokumen RKUPHHK/ RPKH, RKT/
Bagan Kerja/ RTT/beserta
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI telah memiliki dokumen RKUPHHK yang sah (ditandatangani oleh Direktur Bina
lampirannya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang, meliputi :
Dokumen RKUPHHK/
RPKH & lampirannya yang disusun berdasarkan IHMB/ risalah hutan dan dilaksanakan oleh Ganis PHPL Timber Cruising dan/atau Canhut
Dokumen RKT/RTT yang disusun berdasarkan RKU/
RPKH dan disahkan oleh pejabat yang berwenang atau yang disahkan secara self approval
Peta rencana penataan areal kerja yang dibuat oleh Ganis PHPL Canhut
Pengembangan Hutan Tanaman Dr.Ir. Bedjo Santosa, M.Si a.n Menteri Kehutanan dengan Surat Keputusan No. SK.87/VI- BPHT/2010 tanggal 18 Agustus 2010) dan dilengkapi dengan peta lampiran berupa Peta Areal Kerja.
PT TUSAM HUTANI LESTARI juga memiliki Dokumen RKT tahun 2014 dan 2015 beserta peta lampirannya yang sah ditandatangani oleh pejabat berwenang yaitu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh.
Verifier 2.1.1. (b) Peta areal yang tidak boleh ditebang pada RKT/ Bagan Kerja/ RTT dan bukti implementasinya di lapangan
Memenuhi Pada Dokumen RKUPHHK dan RKT, tersedia peta areal kerja yang di dalamnya memuat lokasi yang tidak boleh ditebang berupa Sempadan Sungai. Hasil observasi lapangan, keberadaannya teridentifikasi.
Verifier 2.1.1. (c) Penandaan lokasi blok tebangan/ blok RKT / petak RTT yang jelas di peta dan terbukti di lapangan
Memenuhi Pada peta RKT yang diverifikasi yaitu Peta Blok RKT 2014 dan RKT 2015, blok RKT sudah disahkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Aceh. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa lokasi/posisi blok RKT cocok dengan peta Blok RKT yang telah disyahkan, penanda lokasi petak tebangan berupa cat merah yang dipoles pada pohon.
Kriteria 2.2. Adanya rencana kerja yang sah
Indikator 2.2.1. Pemegang izin mempunyai rencana kerja yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku
Verifier 2.2.1. (a) Dokumen Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKUPHHK) (bisa dalam proses) dengan lampiran- lampirannya
Memenuhi Dokumen RKUPHHK-HT PT TUSAM HUTANI LESTARI dan peta lampirannya, lengkap dan sah ditandatangani oleh Direktur Bina Pengembangan Hutan Tanaman Dr.Ir. Bedjo Santosa, MSi, a.n Menteri Kehutanan.
Verifier 2.2.1. (b) Kesesuaian lokasi dan volume pemanfaatan kayu hutan alam pada areal penyiapan lahan
Tidak diaplikasikan
Pada Dokumen RKT PT TUSAM HUTANI LESTARI tahun 2014 dan 2015, tidak terdapat rencana penyiapan lahan pada areal hutan alam. Berdasar hasil
yang diizinkan untuk pembangunan hutan tanaman industri
wawancara, penyiapan lahan hanya pada tanah kosong dan areal bekas pemanenan Pinus, sehingga verifier ini tidak diaplikasikan.
Prinsip 3. Keabsahan perdagangan atau pemindahtanganan kayu bulat
Kriteria 3.1. Pemegang izin menjamin bahwa semua kayu yang diangkut dari tempat penimbunan kayu (TPK) hutan ke TPK antara dan dari TPK antara ke industri primer hasil hutan (IPHH)/pasar mempunyai identitas fisik dan dokumen yang sah
Indikator 3.1.1. Seluruh kayu bulat yang ditebang / dipanen atau yang dipanen / dimanfaatkan telah di LHP-kan
Verifier 31.1. (a) Dokumen LHP yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang
Memenuhi a. Hasil verifikasi terhadap dokumen LHP menunjukkan bahwa LHP dibuat oleh petugas yang berwenang dan teregister berdasarkan Keputusan Plt. General Manager PT TUSAM HUTANI LESTARI.
Demikian juga dengan Petugas Pengesah LHP (P2LHP) adalah petugas yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Aceh.
b. Hasil pengecekan menunjukkan kesesuaian antara dokumen LHP dengan fisik kayu yang berada di TPn petak 38 blok RKT 2015.
c. Keberadaan sisa tumpukan kayu bulat dari dokumen LHP nomor: LHP- 13/THL/BDN/VIII/2016 ditelusuri bahwa kayu bulat tersebut berasal dari lokasi tebangan blok RKT 2015 (blok bidin) petak 38, karena pada dokumen LHP tersebut termuat keterangan lokasi tebang, lokasi TPn, kelompok jenis dan volume.
3.1.2. Seluruh kayu yang diangkut keluar areal izin dilindungi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan
Verifier 3.1.2. (a) Surat keterangan sahnya hasil hutan dan lampirannya dari:
TPK hutan ke TPK Antara,
TPK hutan ke industri primer dan/atau penampung kayu terdaftar,
TPK Antara ke Industri primer hasil hutan
Memenuhi Seluruh kayu yang diangkut ke luar dari TPn dan TPK IUPHHK-HT PT. TUSAM HUTANI LESTARI ke TPK Industri (pembeli) dilengkapi dengan dokumen angkutan yang sah yaitu dokumen FAKB dan SKSHH yang diterbitkan oleh petugas penerbit dokumen FAKB dan SKSHH-KB.
dan/atau penampung kayu terdaftar.
3.1.3. Pembuktian asal usul kayu bulat (KB) dari Pemegang IUPHHK – HA
Verifier 3.1.3. (a) Tanda-tanda PUHH / barcode pada kayu bulat dari pemegang IUPHHK- HA bisa dilacak balak.
Tidak Diaplikasikan
PT. TUSAM HUTANI LESTARI selama periode audit system pengukurannya menggunakan metode staple meter dan tidak menerapkan penandaan ukuran per- batang tetapi per- tumpukan.
Verifier 3.1.3. (b) Identitas kayu diterapkan secara konsisten oleh pemegang izin.
Tidak Diaplikasikan
PT. TUSAM HUTANI LESTARI selama periode audit system pengukurannya menggunakan metode staple meter dan tidak menerapkan penandaan ukuran per-batang tetapi per-tumpukan.
3.1.4. Pemegang Izin mampu membuktikan adanya catatan angkutan kayu ke luar TPK Verifier 3.1.4. (a) Arsip SKSKB
dan dilampiri Daftar Hasil Hutan (DHH) untuk hutan alam, dan arsip FAKB dan lampirannya untuk hutan tanaman.
Memenuhi Hasil Verifikasi terhadap dokumen FA-KB dan SKSHH pada periode Oktober 2015 s.d September 2016 didapatkan hasil bahwa dokumen FA-KB dan SKSHH adalah sah, serta diterbitkan dan dibuat oleh petugas yang berwenang.
Kriteria 3.2. Pemegang izin telah melunasi kewajiban pungutan
3.2.1 Pemegang Izin menunjukan bukti pelunasan Dana Reboisasi (DR) dan/atau Provisi Sumber daya Hutan (PSDH)
Verifier 3.2.1. (a) Dokumen SPP (Surat Perintah Pembayaran) DR dan / atau PSDH telah diterbitkan.
Memenuhi Pada periode Oktober 2015 s.d September 2016 PT. TUSAM HUTANI LESTARI telah menerbitkan sebanyak 12 dokumen LHP dan kesemuanya telah diterbitkan dokumen BPT-PNBP, berikut data dokumen LHP yang diterbitkan dokumen BPT-PNBP melalui Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI).
Verifier 3.2.1. (b) Bukti Setor DR dan / atau PSDH
Memenuhi PSDH PT. Tusam Hutani Lestari telah dibayarkan lunas dan sesuai dengan dokumen Bukti Pembuatan Tagihan yang melalui SIMPONI BNPB.
Verifier 3.2.1. © Kesesuaian tariff DR dan PSDH atas kayu hutan alam (termasuk hasil kegiatan penyiapan lahan untuk pembangunan hutan tanaman) dan kesesuaian tariff PSDH untuk kayu hutan tanaman.
Memenuhi Pembayaran PSDH PT. Tusam Hutani Lestari telah sesuai dengan persyaratan ukuran dan dibayar sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan pada Permenhut P.68/Menhut-II/2014.
Kriteria 3.3. Pengangkutan dan perdagangan antar pulau
Indikator 3.3.1. Pemegang Izin/Hak Pengelolaan yang mengirim kayu bulat antara pulau memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).
Verifier 3.3.1. (a) Dokumen PKAPT
Tidak diaplikasikan
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa PT TUSAM HUTANI LESTARI hasil kayunya hanya akan dijual untuk kebutuhan lokal Provinsi Aceh dan dijual ke Medan sehingga tidak membutuhkan PKAPT karena tidak mengirim kayu bulatnya keluar pulau, dengan demikian verifier ini tidak dilakukan verifikasi lebih lanjut
Indikator 3.3.2. Pengangkutan kayu bulat yang menggunakan kapal harus kapal yang berbendera Indonesia dan memiliki Izin yang sah
Verifier 3.3.2. (a) Dokumen yang menunjukkan identitas kapal
Tidak diaplikasikan
Berdasarkan hasil verifikasi dokumen dan wawancara diketahui bahwa PT TUSAM HUTANI LESTARI tidak melakukan pengangkutan hasil hutannya keluar pulau sehingga tidak akan pernah menggunakan kapal untuk mengirim kayu bulat keluar pulau, dengan demikian verifier ini tidak dilakukan verifikasi lebih lanjut.
Kriteria 3.4. Pemenuhan Penggunaan Tanda V-Legal Indikator 3.4.1. Implementasi Tanda V-Legal
Verifier 3.4.1. (a) Tanda V- Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan
Memenuhi Berdasarkan hasil verifikasi penilikan I PT.
THL telah menggunakan tanda V-legal yang sesuai ketentuan Perdirjen No.
P.14/PHPL/Set/4/2016 Lampiran 6 dan implementasi atau penggunaan dapat ditemui pada dokumen SKSHH-KB online yang secara otomatis telah mencantumkan tanda / logo V-Legal dengan nomor 192/LVLK-009/X/2015 serta pada kayu pada saat pengangkutan ke lokasi industry ditempel label logo v- legal.
Prinsip 4. Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan penebangan
Kriteria 4.1. Pemegang izin telah memiliki dokumen lingkungan (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)/ Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (DPPL)/ Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dan melaksanakan kewajiban yang dipersyaratkan dalam dokumen lingkungan tersebut.
Indikator 4.1. Pemegang Izin telah memiliki Dokumen Lingkungan yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya
Verifier 4.1.1. Dokumen AMDAL/DPPL/UKL- UPL/RKL- RPL
Memenuhi Secara substansi materi verifier pada Penilikan I ini sama dengan materi pada Penilaian Awal.
Tersedia dokumen AMDAL, berupa dokumen Buku I Ringkasan Eksekutif Analisis Dampak Lingkungan Hak Pengusahaan
Hutan Tanaman Industri PT TUSAM HUTANI LESTARI di Kabupaten DATI II Aceh Tengah dan Kabupaten DATI II Aceh Utara, Buku II Laporan Utama Analisis Dampak Lingkungan Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri PT TUSAM HUTANI LESTARI di Kabupaten DATI II Aceh Tengah dan Kabupaten DATI II Aceh Utara, Buku III Lampiran Analisis Dampak Lingkungan Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri PT TUSAM HUTANI LESTARI di Kabupaten DATI II Aceh Tengah dan Kabupaten DATI II Aceh Utara, Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) telah disahkan oleh Komisi Pusat AMDAL Departemen Kehutanan No. 96/DJ- VI/AMDAL/96 tanggal 03 Juni 1996.
Indikator 4.1.2. Pemegang Izin memiliki laporan pelaksanaan RKL dan RPL yang menunjukkan penerapan tindakan untuk mengatasi dampak lingkungan dan menyediakan manfaat sosial
Verifier 4.1.2. (a) Dokumen RKL dan RPL
Memenuhi Secara substansi materi verifier pada Penilikan I ini sama dengan materi pada Penilaian Awal.
Terdapat dokumen RKL dan RPL PT TUSAM HUTANI LESTARI yang telah disahkan oleh Komisi Pusat AMDAL Departemen Kehutanan yang penyusunannya mengacu pada dokumen AMDAL. Dokumen RKL &
RPL telah memuat bentuk pengelolaan lingkungan fisik-kimia, biologi dan sosial untuk mengatasi dampak lingkungan dan manfaat social.
Verifier 4.1.2. (b) Bukti pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan dampak penting aspek fisik- kimia, biologi dan social
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI memiliki dokumen Laporan Pelaksanaan RKL dan RPL Semester II tahun 2014 yang telah didaftarkan di BAPEDAL Provinsi Aceh dengan Nomor Surat : 110.A/THL/X/2016 Tanggal 3 Oktober 2016 dan Semester I tahun 2015 yang telah didaftarkan di BAPEDAL Provinsi Aceh dengan Nomor Surat : 116.A/THL/X/2016 Tanggal 5 Oktober 2016. Dokumen dan Tanda Terima Surat ini diterima oleh Munir di Sekretariat BAPEDAL Aceh Tanggal 7-10-2016.
Dokumen Laporan Pelaksanaan RKL dan
RPL tersebut dilaksanakan sesuai dengan rencana dan dampak penting dalam bentuk pengelolaan lingkungan aspek fisik-kimia, biologi dan sosial.
Prinsip 5. Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan
Kriteria 5.1. Pemenuhan Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Indikator 5.1.1. Prosuder dan Implementasi K3
Verifier 5.1.1. (a) Pedoman/
Prosedur K3
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI telah memiliki Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan tersedia penanggungjawab Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Verifier 5.1.1. (b) Ketersediaan peralatan K3
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI telah memberlakukan penggunaan peralatan K3 kepada seluruh pekerja sesuai dengan SOP K3 yang ada dan didukung dengan tersedianya peralatan K3 yang memadai.
Verifeir 5.1.1. (c) Catatan kecelakaan kerja
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI telah memiliki catatan dalam setiap kejadian Kecelakaan Kerja dan ada upaya untuk menekan kecelakaan kerja melalui berbagai kegiatan dalam bentuk program K3.
Kriteria 5.2. Pemenuhan hak – hak tenaga kerja Indikator 5.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja Verifier 5.2.1. Serikat pekerja
atau kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja
Memenuhi PT TUSAM HUTANI LESTARI telah memberikan pernyataan tertulis tentang kebebasan membentuk Serikat Pekerja dan di dalam Peraturan Perusahaan PT TUSAM HUTANI LESTARI Pasal 6 juga menerangkan tidak adanya larangan untuk membentuk organisasi serikat pekerja.
Indikator 5.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) Verifier 5.2.2. Ketersediaan
Dokumen KKB atau PP
Memenuhi Terdapat dokumen Peraturan Perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama dan Perwakilan Pekerja serta telah didaftarkan di Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh dengan bukti berupa Surat Tanda Terima Pendaftaran Peraturan Perusahaan untuk Nomor Surat:
114/THL/X/2016 tanggal 4 Oktober 2016.
Verifier 5.2.3. Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur
Memenuhi Berdasarkan dokumen Daftar Nama dan Data Karyawan PT. Tusam Hutani Lestari Kantor Operasional Takengon per Tanggal 30 September 2016 dan hasil wawancara dengan Ir. Ivan Astavan M selaku Plt General Manager, tidak terdapat karyawan yang masih di bawah umur.
Yogyakarta, 18 Oktober 2015
Ir. Tri Madiyono Direktur