• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEMNYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEMNYA"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN

EKOSISTEMNYA

Kemarin, Saat ini dan Esok

Oleh:

Wahjudi Wardojo ([email protected])

-Senior Advisor for Terrestrial Policy, The Nature Conservancy -Member of Advisory Board SITH-ITB

-Chairman of Senior Advisor Team to the Minister of Environment and Forestry on Climate Change

-Expert on Natural Resources to the World Heritage Committee (WHC) UNESCO

Ditjen KSDAE 10 April 2017

(2)

OUTLINE

1. BASIC PHILOSOPHY

2. PERAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

3. TANTANGAN DAN PELUANG

(3)

WHY

CONSERVATION ?

TIDAK SAMA DENGAN

(4)

VALUING NATURE

SANGAT SEDIKIT

PENGETAHUAN KITA TENTANG

(5)

TIADA MAKHLUK HIDUP DI DUNIA

YANG TIADA

BERMANFAAT

(6)
(7)

MENGAPA HARUS MELAKUKAN KONSERVASI KEHATI ?

1. Alasan Keyakinan dan Kepercayaan

2. Alasan Pemenuhan Kebutuhan Utama (Pangan, Sandang, Papan, Energi, Obat Obatan jangka

menengah dan panjang

3. Alasan Kepentingan Generasi yang akan Datang (anak-cucu dan keturunan) Bequest Value

4. Alasan Sosial-Budaya, dan Ekonomi

5. Alasan Keseimbangan Alam, Kenyamanan, Keindahan, Kepemilikan

(8)
(9)

Heritage Values: • ‘Preservation’ • Land-focused • Independent groups • Activism • ‘Living museum’ • Private action 1950’s Today

Changes in the Concept of

Conservation Over Time

(10)

Changes in the Concept of Conservation Over Time Heritage VALUES: • Land’s ecological and environmental services • Endangered species • International focus Preserving Natural Diversity 1950’s Today J. Renzi, 2015

(11)

Changes in the Concept of Conservation Over Time

Heritage

• Not just about preserving land

separate from society • Good natural

management should also help communities • Support for public

projects Preserving Natural Diversity Communities 1950’s Today J. Renzi 2015 VALUES:

(12)

INDONESIA

SUPER POWER

DALAM KERAGAMAN HAYATI

DUNIA

NOMOR DUA KERAGAMAN HAYATI DI DARATAN (TERRESTRIAL)

NOMOR SATU KERAGAMAN HAYATI DI LAUT

(13)

12 NEGARA DUNIA DENGAN KERAGAMAN HAYATI TERRESTRIAL DAN ENDEMISM

TINGGI 1. Brazil 2. Indonesia 3. Colombia 4. Australia 5. Mexico 6. Madagascar 7. Peru 8. China 9. Philippines 10.India 11.Equador 12.Venezuela

(14)

KERAGAMAN POHON

1.ASIA TENGGARA : 19.000 - 25.000 SPECIES

2.AMERIKA LATIN : 16.000 - 19.000 SPECIES

3.AFRIKA

: 4.500 – 6.000 SPECIES

4.EROPA : 124 SPECIES

(15)

KERAGAMAN HAYATI LAUTAN

Global biodiversity of zooxanthellate corals. Colours indicate total species richness

www.coralreefresearch.org

75% dari seluruh jenis (species) coral di muka bumi;31% coral reefs di dunia;

3,000 species ikan;

Bentang hutan mangrove terluas di dunia;

Wilayah pembiakan dan pertumbuhan untuk tuna

(16)

PERAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

KEANEKARAGAMAN HAYATI ADALAH

SISTEM PENYANGGA KEHIDUPAN

YANG

ESSENSIAL BAGI

KEPENTINGAN INDONESIA DAN DUNIA

TAPI

TIDAK MEMPEROLEH PERHATIAN

SEMESTINYA

(17)

FUNGSI KERAGAMAN HAYATI

DAN EKOSISTEMNYA SEBAGAI PENYANGGA SISTEM KEHIDUPAN

1.Provisioning Services

:

• penyedia jasa dan produk : pangan

(termasuk peran mikroba),

• obat- obatan (bio medicine) , kayu

dan non-kayu, pulp, dll

• penyedia air bersih, udara bersih,

• bio-energy, dll

(18)

If we lose biodiversity…

We lose undiscovered medical opportunities and drugs

In the past 30 years nearly ¾ of the drugs in the US market came from natural sources

In developing countries natural sources provide medicine for

approximately 80% of the population

(19)

Peran Mikroba

Pada tahun 2050 : Manusia di bumi diperkirakan

mencapai lebih dari 9 Milliar, yang membutuhkan

peningkatan produksi pangan sebesar 70 sd 100%. ‘Producing more food with fewer resources may seem

too good to be true, but the world’s farmers have

trillions of potential partners that can help achieve that ambitious goal. Those partners are

microbes

’.

How Microbes Can Help Feed The World (American

(20)

TIGA BESAR MIKROBA

Bacteria

100 Milliard cell/gram tanah

Fungi:

10 -100 juta cell/gram tanah

Virus

(21)

BIO-ENERGY

Mikroba penghuni perut serangga penggerek batang pohon hutan sebagai sumber enzim penghasil bioethanol

Fungi yang diisolasi dari perut serangga di uji kemampuannya

untuk merombak gula kompleks menjadi gula sederhana yang bisa dikonversi menjadi bioethanol. Uji pada media, zona clear di media dan warna media yang berubah menjadi biru tua mengindikasikan adanya enzim pada fungi .

Sumber : Irna Yuli Sitepu, 2013

(22)

Contoh Provisioning Services: BIO MEDICINE

Menurut US National Cancer Institute:

- 70% kandungan aktif untuk treatment

kanker berasal dari hutan alam tropika.

- Lebih dari 2.000 jenis tumbuhan tropika

mengandung sifat anti kanker (anti-cancer

properties).

- Sayangnya, saat ini masih kurang dari 1%

yang sudah di analisis peran dan nilai

pengobatan (medicinal values) nya.

(23)

FUNGSI………

2. Regulating Services

:

• penyaring (filtration) polutant, siklus

carbon terkait perubahan iklim, (186-192

Miliar tons carbon terserap oleh

ecosystem daratan sejak pertengahan

abad 20),

• pengatur tata air,

• penyerbukan, penyebar biji

(24)

FUNGSI……….

3. Cultural Services

:

• Sumber Inspirasi (Kereta

Shinkansen di Jepang; formasi

burung migrasi

– eg. Flamingo;

rekreasi, spiritual, edukasi, dll)

• keindahan, kenyamanan/ammenity,

dll.

(25)

Contoh Cultural/Inspirational Services: KINGFISHER (RAJA UDANG)

(26)

Contoh Cultural/inspirational Services: LEADERSHIP PATTERN

Greater Flamingo

(27)

OWA JAWA

Javan Gibbon

Owa Jawa

(Hylobates moloch)

• Primata Endemik Jawa • Monogami

• Territorial • Frugivor

• Sistim keluarga • Arboreal

• Distribusi Jawa bagian Barat dan Sebagian Jawa Tengah

(28)

FUNGSI………

4. Supporting Services

:

• pembentukan tanah,

• fotosyntesa, siklus nutrisi, dll

• fungsi natural infrastructure

(29)

Different spatial scales of degradation based on ecosystem services

(30)

KARAKTER KERAGAMAN HAYATI YANG HARUS DIPERHATIKAN

• Sangat Tergantung dengan Habitatnya

• Tidak mudah dipindahkan

• Sensitive terhadap Perubahan

Lingkungan

• Pada tingkat ‘gangguan’ tertentu menjadi

tidak bisa dipulihkan -

IRREVERSIBLE

(31)

HUTAN ALAM TROPIKA

Hutan alam tropika basah adalah

the richest natural capital on earth.

UNEP (2014): nilai ekonomi hutan alam tropika

mencapai angka sekitar US $ 6.120/ha/tahun

Bjorn Lomborg (2015): Proteksi Hutan US $ 1

 benefits US $ 10,

(32)

hutan-INDONESIA IUCN

1. Cagar Alam I a Strict NR

2. Suaka Margasatwa I b Wilderness Area

3. Taman Nasional II National Park

4. Taman Wisata Alam III Natural Monument 5. Taman Buru IV Habitat/Sp mgt area 6. Taman Hutan Raya V Protected landscape 7. Hutan Lindung VI PA with Sust use of

NR

KATEGORI PA/KAWASAN

LINDUNG

(33)

Kategori PA vs Derajat Intervensi Manusia (IUCN, Dudley, 2008)

(34)

DRIVERS

DEGRADASI SD KEHATI

• Failure in Valuing Nature, Failure to Account Full

Economic Values of Biodiversity and Natural Capital and Natural Infrastructures,

• Kebijakan yang tidak tepat

• Desentralisasi masih mementingkan kewenangan

(authority) dari pada kewajiban (responsibility)

• Rencana Tata Ruang Wilayah yang tidak

mempertimbangakan sensitivitas keragaman hayati dan kurang science-based.

• Governance di Pemerintah, Swasta, maupun

(35)

TANTANGAN, PELUANG dan ISU ISU PENTING

I. TINGKAT GLOBAL: - Geo Politics

- FEWS : Food, Energy, Water Scarcity, Plus Bio-Medicine

- Good Governance - Climate Change II. TINGKAT NASIONAL

- Rencana Tata Ruang - Demokratisasi

- Pembangunan Infrastruktur - Populasi penduduk

- Good Governance (Transparansi, Partisipasi, Tanggung Gugat, dan Tanggung Jawab)

(36)

TANTANGAN………..

III. TINGKAT DAERAH

- Pemahaman tentang Konservasi masih rendah - Rencana Tata Ruang

- Good Governance - Pemekaran Wilayah

- Pembangunan Infrastruktur, Tambang, dll - Peningkatan Populasi

- Isu Landscape dan Jurisdiksi IV. TINGKAT TAPAK

- Sumber Daya Terbatas - Informasi

- Kelembagaan - Kolaborasi

(37)

PEMBANGUNAN ADALAH KEHARUSAN PEMBANGUNAN VS KEBERLANJUTAN KEBERLANJUTAN ADALAH KENISCAYAAN Dimensi KEADILAN: 1. Spatial 2. Volume/nilai 3. Antar Generasi.

(38)
(39)

Heritage VALUES: • Plants, animals, and communities • Connections to economics • Foundation in science • Worldwide • Corporate and government partnerships Preserving Natural Diversity 1950’s Today Communities Whole Systems Ecosystems; Climate and Waters

Changes in the Concept of

Conservation Over Time

J. Renzi, 2015

(40)

REKOMENDASI KEBIJAKAN

1. Penerapan Strategi Save-Study-Use bagi KEHATI secara paralel.

2. Review Peraturan Perundang Undangan (UU, PP, Perda, Permen, Pergub, Perbup) terkait KEHATI

3. Pertimbangan Total Economic Values harus menjadi pedoman pada setiap pengambilan keputusan yang terkait dengan KEHATI.

4. Penerapan Rencana Tata Ruang berdasarkan

pendekatan Ekosistem (Ecosystem-based Spatial

Planning)

5. Review Rencana Tata Ruang Wilayah dengan KLHS (UU no 32/2009)

(41)

REKOMENDASI KEBIJAKAN

6. Reklasifikasi kawasan hutan dan non hutan sesuai dengan derajad sensitivitas KEHATI nya.

7. Pengarus utamaan isu Kehati di RPJMN maupun RPJMD, terkait dengan strategi save-study-use. 8. Penerapan Kabupaten/Kota dan Provinsi sebagai

wilayah Jurisdiksi yang diberi wewenang sekaligus yang bertanggung jawab.

9.Terapkan Insentif dan Disinsentif Melalui

Mekanisme Fiskal bagi Pemda (sampai Desa) terkait dengan kondisi Kehatinya.

(42)

REKOMENDASI KEBIJAKAN

10. Prinsip kehati hatian dalam pemberian Kredit

Perbankan yang berdampak terhadap KEHATI.

11. Semaksimal mungkin hindarkan konversi hutan alam (natural forests) baik yang masih intact maupun

yang sudah degraded. Pembangunan diarahkan pada kawasan atau wilayah yang sudah tidak

(43)

REKOMENDASI TINGKAT TAPAK

1. SCIENCE BASED:

- Gunakan Technologi

- Terapkan Methodologi yang Kredible

- Lakukan Peer Review untuk proses proses yang sensitive. 2. DETAILED MAPPING: - Bio-physical information - Sosial-ekonomi-politik 3. KOLABORASI - Pemetaan Partners

- Kolaborasi didasarkan atas design yang telah disahkan - Prinsip 3 MMutual Respect, Mutual Trust, Mutual

(44)

C O N S E R V I N G T H E L A N D S A N D W AT E R S O N W H I C H A L L L I F E D E P E N D S

ONE WORLD

(45)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan bahwa pelaksanaan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya terhadap penangkaran rusa di Universitas Lampung,

Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2004 – 2014 , masalah tersebut tidak menjadi isu penting/strategis sebagai faktor kekuatan lingkungan yang dimiliki

Ada perbedaan mencolok antara beberapa pemikiran tentang pemanfaatan sumber daya alam. Bagi sebagian orang yang sangat ekologis, dengan pemikiran bahwa lingkungan

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana huruf a dan huruf b, perlu ditetapkan Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tentang

(6) Nota Kesepahaman sebagaimana dimaksud pada ayat (5), ditindaklanjuti oleh para Kepala Unit Pengelola dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama, rencana pelaksanaan

Upaya pelaksanaan perencanaan penataan ruang yang bijaksana adalah kunci dalam pelaksanaan tata ruang agar tidak merusak lingkungan hidup, dalam

Pengaruh konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjadi tanggung jawab dan kewajibanpemerintah serta

Balai Perbenihan Tanaman Hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana, sertifikasi perbenihan dan pembibitan, pengelolaan sumber benih