• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKREDITASI PROGRAM STUDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AKREDITASI PROGRAM STUDI"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)AKREDITASI PROGRAM STUDI 2019. LAMPIRAN BUKU IIIB BORANG UNIT PENGELOLA FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA. BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI.

(2) RENCANA STRATEGIS 2016-2020 FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA.

(3) RENSTRA 2016-2020. Visi Menjadi Fakultas Vokasi yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional berdasarkan moral agama pada tahun 2025.. Misi 1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan vokasi di bidang kesehatan, teknologi, sosial dan humaniora yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional 2. Menyelenggarakan penelitian terapan yang inovatif berlandaskan nilai. kebangsaan. dan. moral. agama. untuk. menunjang. pengembangan pendidikan vokasi dan pengabdian kepada masyarakat 3. Mendharmabaktikan keahlian vokasi di bidang kesehatan, teknologi, sosial dan humaniora kepada masyarakat dalam lingkup nasional dan internasional..

(4) Nilai-Nilai Universitas Airlangga EXCELLENCE WITH MORALITY. Excellence with morality tercermin dalam 4 (empat) nilai yaitu : a. Based on Morality Setiap civitas akademika Universitas Airlangga memiliki perilaku yang selalu berdasarkan moralitas sehingga tidak menoleransi perilaku maupun sikap yang amoral dan tidak etis. b. Excellence Setiap kegiatan sivitas akademika Universitas Airlangga, baik pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan produk akademis yang dihasilkan selalu memberikan yang terbaik dan bernilai tambah bagi masyarakat, bangsa dan negara c. Strong Academic Culture Setiap perilaku dan sikap sivitas akademika Universitas Airlangga merupakan cerminan budaya akademis yang kuat dan mengakar d. Target-Oriented Setiap kegiatan sivitas akademika Universitas Airlangga merupakan sumber daya yang harus dikelola secara efisien, efektif dan akuntabel untuk mencapai prestasi dan sasaran mutu yang telah ditetapkan..

(5) Pengantar. Fakultas Vokasi Universitas Airlangga merupakan fakultas ke-14 di Universitas Airlangga berdasarkan Statuta Universitas Airlangga, yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014 tanggal 14 Mei 2014. Hal tersebut dikuatkan dengan Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 1539/UN3/2014 tentang Penyesuaian Penyebutan Sekolah Vokasi Sebagai Fakultas Vokasi Dan Penetapan Bendera Fakultas Vokasi tanggal 4 Juni 2014. Pendirian Fakultas Vokasi sesuai dengan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UndangUndang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2006 tentang Penetapan Universitas Airlangga sebagai Badan Hukum Milik Negara, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Universitas. Airlangga,. yang. menyatakan. bahwa. Universitas. Airlangga. menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk jenis pendidikan akademik, profesi dan vokasi. Sebelum didirikannya Fakultas Vokasi, maka penyelenggaraan pendidikan diploma (yang sekarang di bawah koordinasi Fakultas Vokasi) dikelola pada fakultas penyelenggara pendidikan akademik di delapan fakultas yang selama ini mengembangkan diploma yaitu: Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Sains dan Teknologi. Dengan didirikannya Fakultas Vokasi, maka jenis pendidikan vokasi di Universitas Airlangga akan lebih terfokus dan diharapkan menjadi pioner Fakultas Vokasi di Indonesia, sejajar dengan jenis pendidikan akademik dan profesi yang lebih dulu berkembang, dan menjadi motor penggerak penelitian terapan di level diploma, sarjana terapan, magister terapan, dan doktor terapan di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 12 tahun 2012 pada pasal 16 (1) Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan (2) Pendidikan vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program magister terapan atau.

(6) program doktor terapan (3) Pembinaan, koordinasi, dan pengawasan pendidikan vokasi berada dalam tanggung jawab Kementerian. Cikal bakal Fakultas Vokasi di Universitas Airlangga sudah berjalan sejak tahun 1975.. Pada tanggal 21 Juli 1975, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. menyelenggarakan program pendidikan tenaga terampil tingkat tinggi dengan nama Pendidikan Ahli Teknik dan Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) yang merupakan salah satu jenis program pendidikan yang pertama di Indonesia. PAAP didirikan dalam rangka membantu pemerintah sebagai bentuk tindak lanjut dari pelaksanaan pashing out Akademi Administrasi Niaga Negeri. Pada tahun 1983 berdiri Program Studi Analis Medis dalam lingkungan Fakultas Non Gelar Kesehatan yang berintegrasi dengan Fakultas Kedokteran pada tahun 1994 Fakultas Kedokteran menyelenggarakan program Diploma III. Analis Medis, Fisioterapi,. Radiologi dan Pengobat Tradisonal (BATTRA); Fakultas Kedokteran Gigi menyelenggarakan program Diploma III Teknik Kesehatan Gigi; Fakultas Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan program Diploma III Hiperkes dan Keselamatan Kerja; Fakultas Kedokteran Hewan menyelenggarakan program Diploma III Kesehatan Ternak; Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyelenggarakan program Diploma III Akuntansi, Perpajakan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Perbankan, Manajemen Kesekretariatan dan Perkantoran, dan Manajemen Perhotelan; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyelenggarakan program Diploma III Teknisi Perpustakaan dan Kepariwisataan/BinaWisata; Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya menyelenggarakan program Diploma III Bahasa Inggris; Fakultas Sains dan Teknologi menyelenggarakan program Diploma III Sistem Informasi dan Otomasi Sistem Instrumentasi. Pada tanggal 27 Januari 2012 Rektor menetapkan Pendirian Sekolah Vokasi Universitas Airlangga melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 983/H3/KR/2012. Pada saat itu struktur organisasi penyelenggara/pengelola Sekolah Vokasi Universitas Airlangga belum terbentuk. Pimpinan Sekolah Vokasi baru dilantik pada tanggal 28 Maret 2014 melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor. 850/UN3/2014. Menurut Surat Keputusan tersebut, Rektor. mengangkat Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si, Ak., CMA., CA. sebagai Dekan; Dr. Imam Subadi, dr., Sp.KFR sebagai Wakil Dekan 1; Dr. Heru Tjaraka, SE., MSi., Ak., BKP., CA sebagai Wakil Dekan 2 dan Dr. Retna Apsari, M.Si sebagai Wakil.

(7) Dekan 3. Dengan turunnya Statuta UNAIR dan dengan Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 1539/UN3/2014 tentang Penyesuaian Penyebutan Sekolah Vokasi sebagai Fakultas Vokasi dan Penetapan Bendera Fakultas Vokasi dan Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 1530/UN3/2014 tentang Penetapan Peralihan Pengelolaan Program Diploma III dari Fakultas-Fakultas ke Fakultas Vokasi, maka Fakultas Vokasi secara legal formal sudah berjalan dan siap mewujudkan excellence with morality bersama dengan pendidikan akademik dan profesi di lingkungan Universitas Airlangga. Pada tanggal 4 Nopember 2015, melalui Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 1732/UN3/2015 diangkat Dr. H. Widi Hidayat, M.Si., Ak sebagai Dekan Fakultas Vokasi periode 2015-2020. Tanggal 5 November 2015 melalui Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 1733/UN3/2015 diangkat Wakil Dekan 1: Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si.; Wakil Dekan 2 Dr. Ari Prasetyo, SE., MSi; dan Wakil Dekan 3 Dr. Imam Subadi, dr., Sp.KFR periode 2015-2019. Pada bulan Februari 2016 dikeluarkan Keputusan Rektor Universitas Airlangga Nomor 31/UN3/2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan Wakil Dekan 3 Fakultas Vokasi Dr. H. Imam Susilo, dr., Sp.PA(K)., FISCM menggantikan Dr. Imam Subadi, dr., Sp.KFR. Dengan kepemimpinan baru tersebut Fakultas Vokasi siap mewujudkan visi dan misi fakultas yang terintegrasi dengan visi dan misi Universitas. Fakultas Vokasi dikelola sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012, yang menyatakan bahwa “pendidikan vokasi” adalah pendidikan yang menyiapkan mahasiswa menjadi profesional dengan keterampilan/kemampuan kerja tinggi. Kurikulum pendidikan vokasi menurut undang-undang tersebut harus disiapkan bersama dengan masyarakat profesi dan organisasi profesi yang bertanggung jawab atas mutu layanan profesi agar memenuhi syarat kompetensi profesinya. Dengan demikian pendidikan vokasi telah mencakup pendidikan profesinya. Mengingat peran dan tugasnya yang begitu mulia, dan relatif berat maka diperlukan. rencana. strategis. yang. digunakan. sebagai. pengembangan Fakultas Vokasi mulai tahun 2017-2020.. guide. line. dalam.

(8) A. Tujuan strategis Fakultas Vokasi UNAIR 1. Menjadi penyelenggara pendidikan vokasional berbasis ilmu terapan kesehatan, teknologi, sosial dan humaniora berdasarkan moral agama yang mampu. bersaing. di. tingkat. nasional. dan. internasional. dengan. mengedepankan jiwa kewirausahaan. 2. Menghasilkan penelitian terapan inovatif yang mendorong pengembangan di bidang kesehatan, teknologi, sosial dan humaniora dalam lingkup nasional dan internasional. 3. Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu terapan inovatif di bidang kesehatan, teknologi, sosial dan humaniora yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan kehidupan bangsa serta pemberdayaan masyarakat secara inovatif agar masyarakat mampu menyelesaikan masalah secara mandiri dan berkelanjutan. 4. Meningkatkan. kualitas. manajemen. pembelajaran. vokasi. secara. berkesinambungan untuk mencapai keunggulan dalam persaingan dan kerjasama nasional maupun internasional. 5. Mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.. B. Langkah Penyusunan RENSTRA Penyusunan RENSTRA Fakultas Vokasi Universitas Airlangga tahun 2017-2020 mengacu pada pendekatan Balanced Scorecard yang digunakan oleh Universitas Airlangga dalam menyusun Renstra UNAIR 2016-2020. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Analisis Visi dan Misi Berdasarkan analisis visi dan misi Fakultas Vokasi masih relevan digunakan sebagai visi dan misi sampai dengan tahun 2020, karena sesuai dengan visi dan misi Universitas Airlangga..

(9) 2. Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal Tujuan analisis lingkungan eksternal dan internal untuk menentukan sasaran strategis berdasarkan analisis SWOT berikut : 2.1. Kekuatan (Strengths) :. i. Program Studi pada Fakultas Vokasi Universitas Airlangga sudah berjalan mulai tahun 1975 dan sudah memiliki brand image di wilayah timur Indonesia dengan arah pengembangan institusi untuk mandiri dan inovatif, terkemuka dan memegang teguh moral etika. ii. Masih tingginya minat calon mahasiswa pada prodi-prodi D-III dan D-IV, ditunjukkan dengan capaian tingkat iii. Sistem seleksi mahasiswa Fakultas Vokasi melalui dua gelombang mandiriUNAIR, sehingga kualitas input mahasiswa lebih bervariasi. iv. Memiliki kurikulum yang sudah terstandarisasi KKNI. Kurikulum ini telah dikembangkan dengan prinsip dasar penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan telah mengikuti hasil kesepakatan Asosiasi Profesi terintegrasi dengan program studi yang relevan. v. Hasil lulusan mempunyai daya serap tinggi, bahkan beberapa program studi D-III telah dikontrak sebelum mahasiswa lulus oleh beberapa pengguna (Stakeholder). vi. Jenis pendidikan vokasi di bawah naungan Fakultas Vokasi, sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20 (3) dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 pasal 85 (3), Peraturan Majelis Wali Amanat UNAIR Nomor 12/P/MWA-UA/2008 tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Airlangga Pasal 3a, sesuai dengan Statuta Universitas Airlangga (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2014) Bab I, Pasal 1, serta sesuai Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 Pasal 16 (1) Pendidikan Vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan (2) Pendidikan Vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program magister terapan atau program doktor terapan..

(10) vii. Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Vokasi Universitas Airlangga telah dan sedang dilakukan bekerjasama dengan berbagai stakeholder dan industri di level Nasional maupun Internasional. viii. Jejaring Fakultas Vokasi Universitas Airlangga sudah terbentuk pada tingkat Nasional maupun Internasional. ix. Telah terbentuk Lembaga Sertifikasi Profesi di Universitas Airlangga yang diinisiasi oleh Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. x. Beragamnya Program Studi yang ada di lingkungan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mendorong maksimalnya kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. xi. Prestasi mahasiswa dalam. bidang akademik, kokurikuler dan ekstra. kurikuler di level Nasional maupun Internasional. xii. Tenaga dosen muda yang dinamis dan potensial. xiii. Sembilan Program Studi di Fakultas Vokasi UNAIR sudah terakreditasi A oleh BAN-PT dan LAM-PTKes, tanpa akreditasi C. 2.2 Kelemahan (Weaknesses) : i. Belum memadainya sarana – prasaranan penunjang proses belajar mengajar termasuk sarana prasarana praktikum dan ruang baca. ii. Belum memadainya jumlah staf pengajar yang mempunyai homebase di Fakultas Vokasi. iii. Belum adanya blueprint Fakultas Vokasi yang meliputi : Standarisasi sumberdaya, sarana prasarana, keuangan dan sistem manajemen pendidikan. iv. Belum memadainya jumlah guru besar, dan staf pengajar bergelar S3. v. Belum optimalnya publikasi nasional dan internasional bereputasi. vi. Belum optimalnya karya ilmiah staf pengajar terutama dalam penerbitan buku ajar dan buku ber-ISBN. vii. Minimnya perolehan dana penelitian di level nasional dan internasional.. 2.3 Peluang (Opportunities) : i. Tingginya permintaan kerjasama dari instansi lain dalam bidang pendidikan sertifikasi keahlian. ii. Tingginya perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan Vokasi.

(11) iii. Tingginya permintaan lulusan pendidikan Vokasi di dunia Kerja. iv. Tingginya jumlah MOU institusi dan universitas dalam dan luar negeri dengan Fakultas Vokasi dan Universitas Airlangga. v. Meningkatnya minat masyarakat untuk studi pendidikan Vokasi. vi. Meningkatnya kebutuhan tenaga teknis dan inovatif di dunia industri. vii. Dinamika peraturan pendukung PTN-BH dan peraturan lain terkait Pendidikan tinggi Vokasi. 2.4 Ancaman (Threats) : i. Tingkat persaingan lulusan sangat tinggi. ii. Masuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). iii.Semakin menjamurnya penyelenggara pendidikan tinggi vokasi di Indonesia. iv. Prodi dari luar negeri bisa beroperasi di Indonesia..

(12) 3. Menyusun Tema Strategis Terdapat 3 tema dalam Renstra Fakultas Vokasi (FV) UNAIR yaitu : 3.1 Academic Excellence Sebagai institusi pendidikan maka FV UNAIR memiliki tema strategis yaitu academic excellence yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas FV UNAIR di bidang pendidikan. Berdasarkan peta strategis (Gambar 2), menjadi tema strategis academic excellence yang menjadi fokus adalah meningkatkan ketepatan waktu studi mahasiswa, meningkatkan daya serap lulusan pada institusi pengguna yang bereputasi serta meningkatkan reputasi alumni FV UNAIR. Untuk mancapai tujuan tersebut maka FV UNAIR harus memperbaiki bisnis proses, sebagai berikut : a. Meningkatkan kualitas input mahasiswa. b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas staf pengajar. c. Meningkatkan kualitas kurikulum yang sesuai dengan filosofi pendidikan vokasi dan standar hukum yang berlaku. d. Meningkatkan proses belajar mengajar yang sesuai dengan standar mutu UNAIR. e. Meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. f. Meningkatkan standarisasi kualitas tenaga kependidikan.. 3.2 Research Excellence Penelitian merupakan salah satu unsur dari tridharma perguruan tinggi, maka sudah menjadi kewajiban menjadikan research excellence menjadi salah satu tema strategis FV UNAIR. Tema research excellence adalah strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian yang dilakukan oleh dosen FV UNAIR. Berdasarkan peta strategis (Gambar 2.), yang menjadi tema strategis research excellence yang menjadi fokus adalah meningkatkan reputasi Riset FV UNAIR. Untuk mancapai tujuan tersebut maka FV harus memperbaiki bisnis proses, sebagai berikut :.

(13) a. Meningkatkan kualitas agenda riset. b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas key scienctist. c. Meningkatkan publikasi riset bereputasi dan fasilitas riset.. 3.3 Community Service Excellence Tridharma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat atau community services. Community service adalah strategi yang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial pada lingkungan sekitarnya. Berdasarkan peta strategis (Gambar 1), yang menjadi tema strategis community service excellence yang menjadi fokus adalah meningkatkan reputasi pengabdian masyarakat FV UNAIR. Untuk mancapai tujuan tersebut maka FV harus memperbaiki bisnis proses, sebagai berikut : a. Meningkatkan kualitas agenda pengabdian kepada masyarakat (dampak sosial tinggi). b. Meningkatkan kuantitas dan kualitas key fasilitator. c. Membentuk Pusat Kajian sesuai peer group yang berkembang di FV UNAIR. d. Meningkatkan manajemen alumni. e. Meningkatkan branding FV UNAIR. f. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan stakeholder dengan pengelolaan profesional.. 4. Sasaran Strategis dan Key Performance Indicator (KPI) Sasaran strategis utama FV UNAIR tahun 2020 adalah penguatan tata kelola yang meliputi: pembukaan program studi baru sesuai kebutuhan stakeholder, pemekaran departemen, pendirian program studi sarjana dan magister terapan. Key Succes Factors Universitas Airlangga disajikan pada Gambar 1. Adapun sasaran strategis dan KPI FV UNAIR disajikan pada Tabel 1..

(14) 1. Academic Reputation 40%. 4. Citations per Faculty 20%. 2. Employer Reputation 20%. 5. Ibternational Faculty Ratio. 3. Student to Faculty ratio 20%. 5% 6. Internal Student Ratio 5%. FACULTY BRANDING Gambar 1. Key Succes Factor UNAIR. Gambar 1. menunjukkan bahwa posisi Universitas Airlangga saat ini adalah 701+ pada lembaga pemeringkatan QS World University Ranking (WUR). Pada tahun 2019, UNAIR ditargetkan mencapai ranking <500 dunia oleh kemenristek Dikti. Hal ini akan tercapai melalui 4 excellence, yaitu academic excellence, research excellence, community service excellence dan university holding excellence. Sebagai target utama rektor UNAIR, tentunya indikator kinerja utama juga mengacu pada indikator yang digunakan oleh QS WUR, yakni Academic Reputation 40%, Employer Reputation 20%, Student to Faculty ratio 20%, Citations per Faculty 20%, International Faculty Ratio 5% dan Internal Student Ratio 5%..

(15) Tabel 1. Sasaran Strategis dan KPI FV UNAIR Meningkatkan Academic Excellence Peningkatan Reputasi & Kapasitas Kelembagaan. Peningkatan Kemandirian Keuangan Meningkatkan Kesiapan Modal Manusia, Modal Informasi, dan Modal Organisasi. Meningkatkan Community Service Excellence Meningkatkan Reseach Excellence. Penguatan Kelembagaan Vokasi. Critical success factors untuk mendapat academic excellence adalah : a. Input mahasiswa yang berkualitas. b. Kurikulum yang unik dan mengedepankan core. c. Proses akademis yang bagus. d. Staf pengajar yang berkualitas. e. Fasilitas proses belajar-mengajar yang memadai dan up to date. Critical success factors untuk mendapat research excellence adalah : a. Agenda strategis penelitian b. Keberadaan key scientist c. Jumlah publikasi karya ilmiah pada jurnal-jurnal ilmiah bereputasi (Scopus dan / atau ISI Thomson). d. Budaya penelitian yang berkembang. Critical success factors untuk mendapat Community service excellence adalah : a. Isu-isu strategis. b. Fasilitator-fasilitator kunci. c. Pusat-pusat studi sesuai dengan kebutuhan external stakeholder.. Universitas Airlangga mempunyai 4 (empat) tema strategis yaitu academic, research, community service dan university holding excellence. Keempat tema strategis itulah yang digunakan dasar FV untuk menentukan target strategis tahun 2016-2020..

(16) Gambar 2. Peta Strategis UNAIR. 5. Target FV UNAIR Tahun 2016 - 2020 Fakultas Vokasi UNAIR memiliki 2 target kinerja yaitu jangka menengah yang disajikan pada Tabel 2 dan jangka panjang yang disajikan pada Tabel 3. Untuk FV UNAIR menargetkan pada tahun 2020 akan memiliki 10 doktor (saat ini baru 4 Doktor dari 77 staf pengajar) dan 1 orang dosen dengan gelar guru besar (saat ini FV belum memiliki guru besar). Rasio dosen/mahasiswa ditargetkan mencapai titik ideal pada tahun 2020, yaitu rasio 1:20 untuk eksakta dan kesehatan; rasio 1:30 untuk sosial. Information capital memiliki target (sesuai dengan target Universitas Airlangga) terintegrasi dengan sistem informasi yang meliputi: akademik, sumberdaya manusia, keuangan dan manajemen kinerja mulai level staf, program studi, departemen, fakultas, direktorat/ badan/ lembaga/ pusat di lingkungan Universitas Airlangga..

(17) Target 2020 untuk organizational Capital adalah membangun budaya organisasai FV UNAIR yang menitik beratkan pada budaya akademik yang bertumpu pada tiga hal: the life of mind, participatory learning, dan interdiscipplinary inquiry. The life of mind menunjukkan bahwa ide sangat berarti, bernilai untuk didiskusikan dan fokus pada pembelajaran (learning) bukan. pada. mendapatkan. nilai. (earning).. Participatory. learning. menunjukkan bahwa dalam proses belajar mengajar, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dimulai dikelas dan dapat diperluas pada media lainnya. Interdiscipplinary inquiry berdasarkan pada keyakinan bahwa semua problem riil di masyarakat maupun permasalahan akademis tidaklah stand alone, namun saling berkaitan dan tentu pemecahannya membutuhkan integrasi antar bidang ilmu. Pondasi dari keseluruhan adalah financial perspective. Saat ini FV UNAIR dan juga Universitas Airlangga masih sangat bergantung pada pembiayaan pemerintah dan SPP mahasiswa. Dari kondisi tersebut FV UNAIR perlu meningkatkan proporsi pendapatan diluar pemerintah dan SPP. Cara yang digunakan untuk meningkatan pendapatan di luar pemerintah dan SPP diantaranya adalah dengan membangun Revenue Generating Units (RGU) di tingkat fakultas, baik yang bersifat akademik maupun non akademik..

(18) PENUTUP Rencana strategis Fakultas Vokasi Universitas Airlangga ini. diharapkan tidak hanya. menjadi dokumen organisasi, tetapi dapat direalisasikan melalui program kerja dan kegiatan tahunan yang tertuang dalam RKAT Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dan sinergi dengan dokumen RENOP Fakultas Vokasi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan. dan. kemudahan. buat. kita. semua. untuk. merealisasikannya..

(19) RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS VOKASI 2016 – 2020.

(20) Rencana Operasional (RENOP) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga merupakan penjabaran Rencana Strategis Fakultas Vokasi yang mengacu dan mengikuti Rencana Strategis Universitas Airlangga dan didasarkan atas visi, misi dan tujuan sebagai berikut :. Visi Menjadi Fakultas Vokasi yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional berdasarkan moral agama pada tahun 2025.. Misi 1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan vokasi di bidang kesehatan, teknologi, sosial dan humaniora yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional 2. Menyelenggarakan penelitian terapan yang inovatif berlandaskan nilai kebangsaan dan moral agama untuk menunjang pengembangan pendidikan vokasi dan pengabdian kepada masyarakat 3. Mendharmabaktikan keahlian vokasi di bidang kesehatan, teknologi, sosial dan humaniora kepada masyarakat dalam lingkup nasional dan internasional.. Penjabaran lengkap target kinerja jangka menengah disajikan pada Tabel 1 dan target kinerja jangka panjang disajikan pada Tabel 2. Adapun indikator kinerja tahun berjalan, jangka menengah dan jangka panjang disajikan pada Tabel 3. Sebagai salah satu upaya untuk mencapai indikator kinerja yang ditargetkan, ditampilkan kontrak kinerja Fakultas Vokasi tahun 2017 – 2019, yang ditandatangani oleh Dekan dan Rektor Universitas Airlangga. Fungsi dari kontrak kinerja tersebut sebagai salah satu upaya dalam mencapai visi dan misi Fakultas Vokasi yang terintegrasi dengan visi dan misi Universitas Airlangga. Ketercapaian kontrak kinerja tersebut didukung oleh semua stakeholder di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga..

(21) Tabel 1. Target Kinerja Jangka Menengah FV UNAIR Tahun 2016 – 2020 SASARAN. Meningkatkan academic excellence. Peningkatan kemandirian keuangan. Meningkatkan community service excellence. Meningkatkan Research Excellence. Meningkatakn kesiapan modal manusia, modal informasi dan modal organisasi. Peningkatan Reputasi &. UKURAN. Base line 2016. Target 2017. Target 2018. Target 2019. Target 2020. Akreditasi Prodi (nasional). 7. 7. 10. 10. 10. Akreditasi Prodi Internasional. 0. 0. 0. 0. 1. 100. 100. 100. 100. 100%. Ketersediaan anggaran dan Serapan anggaran. Jumlah pendampingan UKM Jumlah inkubator bisnis di kelola. Jumlah publikasi nasional terakreditasi dan internasional terindeks SCOPUS/ISI Peningkatan sitasi hasil penelitian. Jumlah guru besar Jumlah doktor Kesiapan karyawan. Indeks Persepsi Kepuasan Pengguna Lulusan. 0. 0. 1. 1. 2. Nasional : 10 Internasi onal: 7 Internasi onal scopus: 3. Nasional : 15 Internasi onal: 10 Internasi onal scopus: 3. Nasional : 15 Internasi onal: 15 Internasi onal scopus: 5. Nasional : 15 Internasi onal: 15 Internasi onal scopus: 5. Nasional : 20 Internasi onal: 15 Internasi onal scopus: 5. Doktor : 3 Guru Besar : 0. 3,25. Doktor : 5 Guru Besar : 0. 3,3. Doktor : 5 Guru Besar : 0. 3,5. Doktor : 7 Guru Besar : 0. 3,75. Doktor : 10 Guru Besar : 1. 3,75. Inisiatif. Meningkatkan program studi terakreditasi A dan Internasional Meningkatkan jumlah mahasiswa diluar jawa timur Meningkatkan kurikulum Vokasi berbasis competitive advantage UNAIR. Meningkatkan RGU dan pusat kajian Menyelenggarakan seminar nasionalinternasional yang berdampak tinggi (lokal, regional, nasional) Menyelenggarakan workshop secara berkala Membentuk dan mengaktifkan RGU dan pusat-pusat kajian serta mulai menginisiasi Incubator bisnis. Membuat pusat kajian di FV Membuat program 1 doktor 1 scopus. Mewajibkan dosen yang berpotensi untuk menjadi Guru Besar Menugaskan dosen untuk studi S3 Membuat human capital strategic planning FV Fakulty branding Melakukan survey kepuasan pengguna Meningkatkan kerjasama dengan.

(22) institusi dalam negeri dan luar negeri Eksposure positif FV melalui media massa Penguatan Kelembagaan Vokasi. Pembuatan Skema untuk LSP. 3. 7. 10. 15. 20. Mengirimkan dosen untuk pelatihan pembuatan skema dan asesor.

(23) Tabel 2. Target Kinerja Jangka Panjang FV UNAIR Tahun 2016 – 2025 SASARAN. Meningkatka n academic excellence. Peningkatan kemandirian keuangan. Meningkatka n community service excellence. Meningkatka n Research Excellence. Meningkatak n kesiapan modal manusia, modal informasi dan modal organisasi. UKURAN. Akreditasi Prodi (nasional) Akreditasi Prodi Internasional. Ketersediaan anggaran dan Serapan anggaran. Jumlah pendampinga n UKM Jumlah inkubator bisnis di kelola. Jumlah publikasi nasional terakreditasi dan internasional terindeks SCOPUS/ISI Peningkatan sitasi hasil penelitian. Jumlah guru besar Jumlah doktor Kesiapan karyawan. Base line 2016. Target 2017. Target 2018. Target 2019. Target 2020. 7. 7. 10. 10. 10. 0. 0. 0. 0. 1. 100. 100. 100. 100. 100%. Target 2025. 12. 2. 100%. 0. 0. 1. 1. 2. 3. Nasional : 10 Internasio nal: 7 Internasio nal scopus: 3. Nasion al : 15 Interna sional: 10 Interna sional scopus: 3. Nasion al : 15 Interna sional: 15 Interna sional scopus: 5. Nasion al : 15 Interna sional: 17 Interna sional scopus: 7. Nasion al : 20 Interna sional: 18 Interna sional scopus: 8. Nasion al : 20 Interna sional: 20 Interna sional scopus: 10. Doktor : 3 Guru Besar : 0. Doktor :5 Guru Besar : 0. Doktor :5 Guru Besar : 0. Doktor :7 Guru Besar : 0. Doktor : 10 Guru Besar : 1. Doktor : 12 Guru Besar : 3. Inisiatif Meningkatkan program studi terakreditasi A dan Internasional Meningkatkan jumlah mahasiswa diluar jawa timur Meningkatkan kurikulum Vokasi berbasis competitive advantage UNAIR. Meningkatkan RGU dan pusat kajian Menyelenggarakan seminar nasionalinternasional yang berdampak tinggi (lokal, regional, nasional) Menyelenggarakan workshop secara berkala Membentuk dan mengaktifkan RGU dan pusat-pusat kajian serta mulai menginisiasi Incubator bisnis. Membuat pusat kajian di FV Membuat program 1 doktor 1 scopus. Mewajibkan dosen yang berpotensi untuk menjadi Guru Besar Menugaskan dosen untuk studi S3 Membuat human capital strategic planning FV.

(24) Peningkatan Reputasi &. Indeks Persepsi Kepuasan Pengguna Lulusan. Penguatan Kelembagaan Vokasi. Pembuatan Skema untuk LSP. 3,25. 3. 3,3. 7. 3,5. 10. 3,75. 15. 3,75. 20. 3,85. 20. Faculty branding Melakukan survey kepuasan pengguna Meningkatkan kerjasama dengan institusi dalam negeri dan luar negeri Eksposure positif FV melalui media massa Mengirimkan dosen untuk pelatihan pembuatan skema dan asesor.

(25) Tabel 3. Indikator Kinerja Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Indikator 1. Base line (2016). 2017. 2020. 2025. 2. 3. 4. 5. Target. Cara Pengukuran 6 Proporsi jumlah guru besar (termasuk guru besar emeritus dan guru besar universitas) dibanding jumlah total dosen tetap pada tahun terakhir Jumlah guru besar WNA yang ditetapkan dengan SK Rektor Proporsi jumlah dosen tetap dengan pendidikan S3 (tidak termasuk Sp2) dibanding jumlah total dosen tetap pada tahun terakhir Rerata beban dosen per semester dihitung dari beban riil kegiatan tridharma dan manajemen. Untuk pendidikan dihitung untuk seluruh prodi pada seluruh jenjang (bukan D IV saja) Jumlah judul buku yang ada di ruang baca prodi/departemen dibagi jumlah student body pada tahun terakhir. Proporsi Guru Besar (%). 0. 0. 1. 3. Jumlah Guru Besar Asing (orang). 0. 0. 0. 1. Proporsi dosen dengan kualifikasi S3 (%). 14,29. 25,00. 30. 40. Beban riil dosen per semester (sks). 12,00. 12,00. 12. 12. Jumlah judul buku per mahasiswa (judul buku/ orang). 6. 8. 10. 12. Persentase lama studi 33,5 th (%). 89,30. 90,48. 100. 100. Rerata proporsi masa studi lulusan 44,5 tahun dalam tiga tahun terakhir. Persentase lama tugas akhir ≤6 bulan (%). 44,29. 69,30. 80. 85. Rerata proporsi lama tugas akhir ≤ 6 bulan dalam tiga tahun terakhir. Proporsi lulusan tepat waktu (%). 89,30. 90,48. 95. 100. Rerata proporsi masa studi lulusan ≤ 4,5 tahun dalam tiga tahun terakhir. Proporsi lulusan dengan IPK ≥3 (%). 63,25. 84,76. 90. 95. Rerata proporsi lulusan dengan IPK ≥ 3 dalam tiga tahun terakhir. Proporsi penyelesaian tugas akhir tepat waktu (%). 89,30. 95,48. 100. 100. Proporsi lulusan dengan masa tunggu ≤6 bulan (%). 70. 90. 95. 100. Proporsi lulusan dengan masa tunggu ≤3 bulan (%). 50. 52. 60. 70. 100. 100. 100. 100. 3,0 jt. 3,5 jt. 4jt. 4.5jt. 45. 55. 60. 65. Proporsi lulusan dengan ELPT≥400 (%) Rerata gaji pertama lulusan (Rp) Proporsi lulusan yang bekerja pada multinational enterprises (%). Rerata masa penyelesaian tugas akhir ≤ 1 semester dalam tiga tahun terakhir Rerata proporsi lulusan dengan masa tunggu ≤ 6 bulan dalam tiga tahun terakhir Rerata proporsi lulusan dengan masa tunggu ≤ 3 bulan dalam tiga tahun terakhir Rerata proporsi lulusan dengan nilai ELPT ≥ 450 dalam tiga tahun terakhir Rerata gaji pertama lulusan dalam tiga tahun terakhir Rerata proporsi lulusan yang bekerja pada multinational enterprises dalam tiga tahun terakhir.

(26) Proporsi lulusan yang berwirausaha (%). 30. 50. 60. 70. Akreditasi Prodi (%A). 61,1. 75. 80. 100. Proporsi mahasiswa DO (%). 0. 0. 0. 0. Indeks kepuasan kinerja dosen (Skala 1-4). 3,15. 3,2. 3,4. 3,5. Indeks kepuasan kinerja layanan akademik (Skala 1-4). 3,28. 3,28. 3,3. 3,5. Indeks kepuasan mahasiswa tahun pertama (Skala 1-4). 3. 3,1. 3,3. 3,4. Jumlah staff exchange ke Luar Negeri (orang). 10. 10. 12. 15. Jumlah staff exchange ke Unair (orang). 2. 3. 4. 5. Jumlah student exchange ke Luar Negeri. 5. 6. 20. 30. Jumlah student exchange ke Unair (orang). 3. 4. 20. 15. AEE (%). 22. 23. 33. 33. Keketatan mahasiswa baru (%). 5. 4. 4. 4. Proporsi mahasiswa baru dari luar Jawa Timur (%). 16. 18. 20. 25. Proporsi mahasiswa asing (%). 2. 3. 3. 4. Proporsi mahasiswa tidak mampu secara ekonomi (%). 7. 5. 5. 5. Rerata proporsi lulusan yang berwirausaha dalam tiga tahun terakhir Akreditasi prodi menurut SK BAN-PT pada tahun terakhir Jumlah mahasiswa yang DO dibanding jumlah student body pada tahun terakhir Rerata indeks kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen (pada kuliah dan praktikum) yang diukur dengan menggunakan instrumen standar dari PPM dalam tiga tahun terakhir Rerata Indeks kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik yang diukur dengan menggunakan instrumen standar dari PPM dalam tiga tahun terakhir Rerata indeks kepuasan mahasiswa tahun pertama yang diukur dengan menggunakan instrumen standar dari PPM dalam tiga tahun terakhir Jumlah dosen Unair yang melakukan magang atau pelatihan, sandwich, penelitian di PT luar negeri pada tahun terakhir Jumlah dosen dari PT di LN yang melakukan magang atau pelatihan, sandwich, penelitian di Unair pada tahun terakhir Jumlah mahasiswa Unair yang melakukan magang/ pelatihan, sandwich, penelitian di PT luar negeri pada tahun terakhir Jumlah mahasiswa dari PT di LN yang melakukan magang atau pelatihan, sandwich, penelitian di Unair pada tahun terakhir Rerata jumlah mahasiswa yang lulus dibanding jumlah student body dalam tiga tahun terakhir Rerata jumlah mahasiswa baru yang diterima dibanding jumlah pendaftar dalam tiga tahun terakhir Rerata jumlah mahasiswa baru yang berasal dari luar Provinsi Jawa Timur dibanding jumlah mahasiswa baru yang diterima dalam tiga tahun terakhir. Jumlah mahasiswa asing yang mengambil degree program dibanding jumlah student body pada tahun terakhir. Rerata proporsi mahasiswa aktif dengan pendapatan orang tua per bulan < Rp 1,5 juta dalam tiga tahun terakhir.

(27) Rerata proporsi mahasiswa aktif yang memperoleh beasiswa dalam tiga tahun terakhir Jumlah sumber beasiswa dalam tiga tahun terakhri Jumlah penelitian mahasiswa (selain tugas akhir) yang dipublikasikan baik dalam jurnal ilmiah atau seminar nasional/ internasional. Proporsi mahasiswa penerima beasiswa (%). 25. 40. 50. 60. Jumlah sumber beasiswa. 6. 8. 10. 12. Jumlah penelitian mahasiswa (selain tugas akhir) yang dipublikasikan. 25. 40. 45. 50. Penelitian/dosen/tahun dengan dana nasional (judul/dosen/tahun). 3,0. 3,25. 4. 10. Rerata jumlah penelitian/dosen aktif dengan sumber dana nasional dalam tiga tahun terakhir. Penelitian/dosen/tahun dengan dana internasional (judul/dosen/tahun). 0,2. 1. 2. 4. Rerata jumlah penelitian/dosen aktif dengan sumber dana internasional dalam tiga tahun terakhir. Publikasi /dosen/tahun dalam jurnal nasional (judul/dosen/tahun). 0,50. Publikasi /dosen/tahun dalam jurnal internasional (judul/dosen/tahun). 0,50. 0,75. 4. 10. Rerata jumlah publikasi/dosen aktif pada jurnal internasional dalam tiga tahun terakhir. Publikasi/dosen/tahun dalam prosiding nasional (judul/dosen/tahun). 1,5. 2. 4. 5. Rerata jumlah publikasi/dosen aktif pada prosiding seminar nasional dalam tiga tahun terakhir. Publikasi/dosen/tahun dalam prosiding internasional (judul/dosen/ tahun). 0,5. 0,75. 2. 5. Rerata jumlah publikasi/dosen aktif pada prosiding seminar internasional dalam tiga tahun terakhir. 4. 6. 7. 10. Rerata jumlah pengabdian kepada masyarakati/dosen aktif dalam tiga tahun terakhir. Pengabdian kepada masyarakat/dosen/tahun (judul/dosen/tahun). 1,2. 3. Rerata jumlah publikasi/dosen aktif pada jurnal nasional dalam tiga tahun terakhir. 5. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat dosen (mahasiswa/tahun). 20. 50. 55. 60. Rerata jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen dalam tiga tahun terakhir. Jumlah proyek akhir mahasiswa yang terintegrasi dengan penelitian pembimbing (judul/tahun). 20. 40. 45. 50. Rerata jumlah skripsi yang terintegrasi dengan penelitian pembimbing dalam tiga tahun terakhir. Jumlah tugas akhir yang dipublikasikan (judul/tahun). 20. 23. 25. 30. HKI (paten/hak cipta) yang didaftarkan (buah). 0. 0. 1. 3. Penghargaan di tingkat nasional yang diterima dosen (buah). 12. 15. 16. 20. Rerata jumlah skripsi yang dipublikasikan dalam jurnal nasional atau internasional dalam tiga tahun terakhir Jumlah kumulatif HKI (paten/hak cipta) yang didaftarkan dalam 3 tahun terakhir Jumlah kumulatif penghargaan/pengakuan atas prestasi yang diperoleh dari kegiatan tri dharma yang diterima dosen yang.

(28) dibuktikan dengan dokumen yang sah dari lembaga nasional dalam 3 tahun terakhir Jumlah kumulatif penghargaan/pengakuan atas prestasi yang diperoleh dari kegiatan tri dharma yang diterima dosen yang dibuktikan dengan dokumen yang sah dari lembaga internasional dalam tiga tahun terakhir Jumlah dosen yang menjadi reviewer pada jurnal nasional terakreditasi pada tahun terakhir Jumlah dosen yang menjadi reviewer pada jurnal internasional yang mempunyai impact factor pada tahun terakhir. Penghargaan di tingkat internasional yang diterima dosen (buah). 1. 1. 2. 5. Jumlah dosen yang menjadi reviewer jurnal nasional (orang). 4. 8. 10. 122. Jumlah dosen yang menjadi reviewer jurnal internasional (orang). 2. 2. 3. 5. Jumlah HKI (paten/hak cipta) atas hasil penelitian yang diperoleh (buah). 2. 2. 3. 4. Jumlah kumulatif HKI (Paten/Hak Cipta) atas hasil penelitian dosen yang diperoleh dalam tiga tahun terakhir. 20. Rerata jumlah pengmas yang merupakan aplikasi penelitian dosen yang sudah dilaksanakan dalam tigatahun terakhir. Jumlah pengmas berbasis penelitian (judul/tahun). 5. 10. 15.

(29)

(30)

(31)

(32)

(33)

(34)

(35)

(36)

(37)

(38)

(39)

(40)

(41)

Gambar

Gambar 1. Key Succes Factor UNAIR
Gambar 2. Peta Strategis UNAIR
Tabel 1. Target Kinerja Jangka Menengah FV UNAIR Tahun 2016 – 2020
Tabel 2. Target Kinerja Jangka Panjang  FV UNAIR Tahun 2016 – 2025  SASARAN  UKURAN  Base line
+2

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun

Undang-undangRepublik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 44 yang menyatakan bahwa penilaian pendidikan mencakup

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,

Menimbang : a. Bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 60 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 1 Ayat 33 Peraturan Pemerintah

Di Indonesia kesadaran akan pendidikan karakter telah ada di dalam tujuan pendidikan nasional, dalam Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2003 tentang sistem

UU No 20 tahun 2003 Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka

Fungsi pendidikan menurut UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta

Dalam UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 tentang Pendidikan Nasional menyatakan bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana