ŀ
33 Universitas Kristen Petra4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1. Sejarah Pizza Hut
Gambar 4.1. Logo Pizza Hut Sumber: Website Pizza Hut (2011)
Pizza Hut merupakan restoran pizza dengan jaringan franchise internasional yang menawarkan menu pizza dengan berbagai macam variasi dan makanan pendamping seperti pasta, breadsticks, dan garlic bread. Pizza Hut merupakan salah satu anak perusahaan dari Yum! Brands, Inc., perusahaan besar yang bergerak di bidang restoran berskala dunia. Pizza Hut merupakan jaringan restoran pizza terbesar di dunia dengan lebih dari 6000 restoran pizza di Amerika dan lebih dari 5600 outlet yang tersebar di 94 negara (Wikipedia, 2011).
Pizza Hut didirikan pada tahun 1958 oleh kedua bersaudara Dan Carney dan Frank Carney di tempat kelahiran mereka Wichita, Kansas. Kedua pemuda tersebut mendirikan restoran pizza bersama seorang partner, John Bender, dengan modal awal $ 600 dan menyewa sebuah bangunan kecil di 503 South Bluff di pusat kota Wichita. Nama “Pizza Hut” dipilih karena papan nama yang dibeli hanya cukup untuk menuliskan sembilan karakter saja, sesuai dengan jumlah huruf dan spasi pada kata-kata “Pizza Hut” (Pizza Hut, 2011).
Restoran franchise pertama Pizza Hut dibuka pada tahun 1959 di Topeka, Kansas. Pizza Hut go public pada tahun 1972 dengan mendaftarkan sahamnya pada New York Stock Exchange dan menjadi perusahaan berskala internasional.
Pada tahun 1977, Pizza Hut dibeli oleh PepsiCo. Tahun 1997, setelah memisahkan diri dari PepsiCo bersama dengan KFC dan Taco Bell, dibentuk Tricon Global Restaurants, Inc yang kemudian bergabung bersama Long John Silver's dan A&W Restaurants menjadi Yum! Brands (Pizza Hut, 2011).
Pizza Hut hadir di Indonesia sejak tahun 1984 dengan sistem franchise dari Yum! yang merupakan franchisor dari Pizza Hut internasional. Di Indonesia, Pizza Hut dikelola oleh PT. Sari Melati Kencana yang dipimpin oleh Stephen McCarthy. Pizza Hut Indonesia membuka restoran pertamanya di Gedung Djakarta Theatre, daerah Thamrin, Jakarta. Sampai akhir tahun 2010 sudah berdiri 200 outlet Pizza Hut di 22 propinsi di Indonesia (Pizza Hut, 2011).
Pizza Hut Indonesia memiliki 4 nilai dasar dalam menjalankan organisasi, juga dalam membangun relasi dengan pelanggan, mitra usaha dan pemegang saham (Pizza Hut, 2011). Nilai-nilai tersebut adalah:
1. Integritas
Jujur dalam berpikir dan bekerja, dapat dipercaya, tulus dan bersikap profesional saat berhubungan dengan rekan kerja, pelanggan dan para supplier.
2. Keunggulan
Melakukan pekerjaan yang lebih dari sekedar panggilan tugas, melakukan lebih dari apa yang diharapkan orang lain. Pizza Hut terus berjuang untuk perbaikan dan teliti dalam segala hal, menjalankan tugas dengan rela dan menghadapi segala tantangan yang ada untuk mencapai standar yang tertinggi.
3. Pertumbuhan usaha
Mengembangkan diri dan memperoleh keuntungan dengan cara menjadi
‘Casual Dining Restaurant’ yang terbaik. Pizza Hut berjuang untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, berbagi keterampilan, dan belajar bersama dengan rekan kerja sehingga berkembang bersama, baik secara individu maupun organisasi.
4. Keuntungan
Selalu berusaha sedapat mungkin memberikan keuntungan kepada para pemegang saham dengan pengawasan dan peningkatan usaha penjualan.
3. Mempersilakan konsumen untuk duduk 4. Melayani pesanan
5. Memberitahu lamanya waktu tunggu pesanan 6. Mengantarkan pesanan ke meja konsumen
7. Menindaklanjuti kedatangan (menghampiri meja konsumen secara berkala tanpa diminta untuk menanyakan kebutuhan konsumen – double checked) 8. Menawarkan menu penutup
9. Menyiapkan bon tagihan
10. Mengucapkan terima kasih setiap tamu selesai makan
Pelaksanaan 10 Moment of Truths dilakukan untuk membentuk budaya pelayanan konsumen yang baik dan terstruktur sehingga konsumen merasa senang dengan pelayanan dan ketanggapan karyawan Pizza Hut (Firdanianty, 2007).
4.1.2. Lokasi Pizza Hut
Pizza Hut memiliki beberapa restoran di Surabaya, baik berupa restoran independen maupun outlet yang terletak di dalam pusat perbelanjaan. Hingga akhir Oktober 2011, terdapat 13 restoran Pizza Hut yang ada di Surabaya:
Tabel 4.1. Lokasi Pizza Hut
Outlet Pizza Hut Alamat
Pizza Hut Manyar Kertoarjo Jl. Raya Manyar Kertoarjo No. 21 - Surabaya Pizza Hut Carrefour Rungkut Carrefour Lt. Ground Floor
Jl. Rungkut Raya Industri 25 Surabaya Pizza Hut Darmo Jl. Raya Darmo No. 79 A Surabaya Pizza Hut Delta Plaza Delta Plaza Lt. Dasar
Jl. Pemuda No. 33 - 37 Surabaya Pizza Hut Galaxy Mall Galaxy Mall Lt. Dasar
Jl. Raya Kertajaya Indah No. 79 Surabaya Pizza Hut ITC Pasar Atom ITC Pasar Atom Lt. 1 Blok BT/02
Jl. Gembong 20-30 Surabaya
Tabel 4.1. Lokasi Pizza Hut (sambungan)
Outlet Pizza Hut Alamat
Pizza Hut Jemursari Jl. Raya Jemursari No. 86 Surabaya Pizza Hut Royal Plaza Royal Plaza Lt. Dasar
Jl. Ahmad Yani 16-18 Surabaya Pizza Hut Tunjungan Plaza 1 Tunjungan Plaza Lt. 5
Jl. Basuki Rahmat No. 8-12 S Surabaya Pizza Hut Pakuwon Supermall Pakuwon Supermall Lt. 1
Jl. Puncak Indah Lontar No. 2 Surabaya Pizza Hut Mulyosari Jl. Mulyosari No. AA8
Kalisari Mulyoredjo Surabaya Pizza Hut Tunjungan Plaza 3 Tunjungan Plaza 3 Lt. Dasar
Jl. Basuki Rahmat No. 8-12 Surabaya Pizza Hut Kupang Kupang Indah Raya 47-49 Surabaya
Sumber: Website Pizza Hut (2011)
4.2. Profil Responden
Jumlah kuesioner yang disebar untuk penelitian ini sebanyak 180 kuesioner namun yang memenuhi kriteria dan dapat digunakan dalam penelitian sebanyak 120 kuesioner. Kuesioner tersebut mulai disebarkan di:
1. Pizza Hut Kupang pada tanggal 26 Oktober 2011 sebanyak 30 kuesioner 2. Pizza Hut Raya Darmo pada tanggal 30 Oktober 2011 sebanyak 55 kuesioner 3. Pizza Hut Manyar pada tanggal 1 Nopember 2011 sebanyak 35 kuesioner Setelah pembagian kuesioner, penulis memulai proses pengolahan data dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 19.
Pada profil demografis responden, dijelaskan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kondisi umum responden yaitu jenis kelamin, usia,
1. Jenis kelamin responden
Gambar 4.2. Jenis Kelamin
Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa persentase terbesar adalah responden dengan jenis kelamin wanita yaitu sebanyak 70 orang (58,3%) , dan sisanya adalah responden yang berjenis kelamin pria sebanyak 50 orang (41,7%).
2. Usia Responden
Gambar 4.3. Usia Responden
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui rentang umur responden adalah:
− 18-25 tahun sebanyak 66 responden (55%)
− 26-35 tahun sebanyak 47 responden (39.2%)
− 36-45 tahun sebanyak 6 responden (5%)
− 46-55 tahun sebanyak 1 responden (0.8%)
3. Pendidikan Terakhir Responden
Gambar 4.4. Pendidikan Responden
Berdasarkan gambar di atas, diketahui pendidikan terakhir responden adalah:
− SMA/SMK sebanyak 56 responden (46.7%)
− Strata 1 (S1) sebanyak 50 responden (41.7%)
− Diploma sebanyak 10 responden (8.3%)
− S2/S3 sebanyak 3 responden (2.5%)
− SMP/Sederajat sebanyak 1 responden (0.8%)
4. Pekerjaan Responden
Gambar 4.5. Pekerjaan Responden
Berdasarkan gambar 4.5., dapat diketahui pekerjaan responden adalah:
− Pelajar/Mahasiswa sebanyak 48 responden (40%)
− Pegawai Swasta sebanyak 41 responden (34.2%)
− Wiraswasta sebanyak 22 responden (18.3%)
− Lainnya sebanyak 5 responden (4.2%)
− Pegawai Negeri sebanyak 2 responden (1.7%)
− Profesional sebanyak 2 responden (1.7%)
5. Penghasilan Responden
Gambar 4.6. Penghasilan Responden
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui penghasilan responden adalah:
− Rp 1.500.000 – Rp 3.499.999 sebanyak 49 responden (40.8%)
− < Rp 1.500.000 sebanyak 44 responden (36.7%)
− Rp 3.500.000 – Rp 5.499.999 sebanyak 13 responden (10.8%)
− > Rp 10.000.000 sebanyak 8 responden (6.7%)
− Rp 5.500.000 – Rp 7.499.999 sebanyak 3 responden (2.5%)
− Rp 7.500.000 – Rp 10.000.000 sebanyak 3 responden (2.5%)
6. Pengeluaran Rata-rata per Orang
Gambar 4.7. Pengeluaran Rata-rata per Orang
Berdasarkan gambar di atas, diketahui pengeluaran rata-rata responden adalah:
− > Rp 75.000 sebanyak 44 responden (36.7%)
− Rp 50.000 – Rp 75.000 sebanyak 37 responden (30.8%)
− Rp 30.000 – Rp 49.999 sebanyak 28 responden (23.3%)
− < Rp 30.000 sebanyak 11 responden (9.2%)
7. Rata-rata Kunjungan per Bulan
Gambar 4.8. Rata-rata Kunjungan per Bulan Responden
Berdasarkan gambar 4.8., diketahui rata-rata kunjungan per bulan responden adalah:
− 1 kali sebanyak 72 responden (60%)
− 2 kali sebanyak 28 responden (23.3%)
− ≥ 4 kali sebanyak 12 responden (10%)
− 3 kali sebanyak 8 responden (6.7%)
4.3. Uji Validitas dan Reliabilitas 4.3.1. Uji Validitas
Uji validitas berhubungan dengan seberapa jauh alat ukur yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur. Berikut ini adalah hasil uji validitas dengan menggunakan corrected item-total corelation. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df)
= n – 2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai positif maka butir atau pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2009, p. 49).
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas
No. Pernyataan Corrected
Item-Total Corelation
r Tabel Keterangan
1 Pizza Hut menawarkan variasi menu
secara berkala 0,538 0,1509 Valid
2 Variasi menu Pizza Hut lebih banyak
dibandingkan restoran pizza lainnya 0,565 0,1509 Valid 3 Pizza Hut memiliki paket menu yang
dikemas secara menarik 0,530 0,1509 Valid
4 Menu baru Pizza Hut mendorong
saya untuk mencoba 0,514 0,1509 Valid
5 Pizza Hut menawarkan menu dengan
rasa yang beraneka ragam 0,546 0,1509 Valid
6 Menu baru mudah terlihat 0,521 0,1509 Valid
7 Rasa makanan Pizza Hut sesuai
dengan lidah saya 0,349 0,1509 Valid
8
Iklan Pizza Hut membangkitkan keinginan saya untuk mencoba menu- menu Pizza Hut
0,502 0,1509 Valid
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas (sambungan)
No. Pernyataan Corrected
Item-Total Corelation
r Tabel Keterangan
9
Diskon kartu kredit mendorong saya untuk melakukan pembelian di Pizza Hut
0,546 0,1509 Valid
10 Tampilan menu di buku menu
menarik minat saya untuk mencoba 0,635 0,1509 Valid 11
Harga yang ditawarkan Pizza Hut mampu bersaing dengan restoran pizza lain
0,624 0,1509 Valid
12 Harga yang ditawarkan Pizza Hut
sesuai dengan kualitas makanan 0,582 0,1509 Valid 13 Harga yang ditawarkan Pizza Hut
sesuai dengan besarnya porsi makanan 0,605 0,1509 Valid 14
Harga yang tertera membuat saya merasa bahwa harga tersebut tidak mahal
0,537 0,1509 Valid
15 Harga menu paket menarik 0,381 0,1509 Valid
16
Menu baru di Pizza Hut membuat saya tertarik untuk berkunjung kembali ke Pizza Hut
0,673 0,1509 Valid
17
Promosi yang dilakukan Pizza Hut membuat saya tertarik untuk berkunjung kembali ke Pizza Hut
0,607 0,1509 Valid
18
Harga yang ditawarkan Pizza Hut membuat saya tertarik untuk berkunjung kembali ke Pizza Hut
0,606 0,1509 Valid
Sumber: Data kuesioner diolah (Lampiran 4)
Berdasarkan data tabel 4.2. dapat dilihat bahwa masing-masing indikator tiap variabel memiliki hasil corrected item-total correlation yang menunjukkan angka lebih besar dari r tabel yang berarti masing-masing indikator tiap variabel valid.
4.3.2. Uji Reliabilitas
Penulis menggunakan cronbach’s alpha untuk mengukur reliabilitas tiap butir pertanyaan yang diajukan. Nilai pengukuran dapat dikatakan reliable atau dapat diandalkan apabila nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,60 (Ghozali, 2009, p. 45). Berikut perincian dari hasil uji reliabilitas menggunakan cronbach’s alpha:
Tabel 4.3. Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Pengembangan Menu 0,782 Reliable
Promosi 0,731 Reliable
Harga 0,771 Reliable
Minat Beli Ulang Konsumen 0,786 Reliable
Sumber: Data kuesioner diolah (Lampiran 4)
Berdasarkan tabel 4.3., dapat dilihat bahwa hasil uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha menunjukkan hasil yang reliable atau dapat diandalkan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai hasil olah data yang dilakukan untuk tiap variabel yang memberikan hasil > 0,60.
4.4. Analisa Statistik Deskriptif
Rentang skala (skala interval) rata-rata penilaian responden terhadap masing-masing indikator dalam penelitian ini yaitu:
Interval = nilai tertinggi- nilai terendah banyaknya kelas
= 5 – 1 3 = 1,33
1,00 – 2,33 termasuk kategori negatif (tidak baik) 2,34 – 3,66 termasuk kategori netral
3,67 – 5,00 termasuk kategori positif (baik)
Tabel 4.4. Hasil Mean Pengembangan Menu Indikator
Mean Mode
Std.
Deviation N
Variasi menu berkala 3,76 4,00 0,879 120
Variasi menu lebih banyak 3,86 4,00 0,781 120
Paket menu menarik 3,83 4,00 0,876 120
Menu baru menarik 3,39 3,00 1,071 120
Rasa beranekaragam 3,74 4,00 0,884 120
Menu baru mudah terlihat 4,04 4,00 0,864 120
Rasa sesuai lidah 3,72 4,00 0,769 120
Rata-rata 3,76 0,875
Sumber: Data kuesioner diolah (Lampiran 5)
Melalui tabel di atas terlihat bahwa nilai rata-rata mean untuk indikator- indikator di atas adalah sebesar 3,76. Dengan melihat hasil perhitungan skala interval, maka dapat diketahui bahwa rata-rata untuk variabel pengembangan menu ini mendapat respon yang positif dari para responden. Hal ini berarti responden menyetujui pernyataan-pernyataan yang ada di dalam kuesioner. Dan untuk masing-masing indikator dalam variabel pengembangan menu ini juga mendapatkan nilai yang positif dari responden karena berada diantara 3,67-5,00.
Namun, untuk indikator menu baru menarik hanya mendapat respon yang netral dari responden dengan nilai mean sebesar 3,39. Hal ini berarti sebagian besar responden berpikir bahwa menu baru yang dikeluarkan oleh Pizza Hut tidak terlalu menarik sehingga responden cenderung untuk memilih nilai netral dan hal ini ditunjukkan dengan nilai modus sebesar 3,00.
Tabel 4.5. Hasil Mean Promosi Indikator
Mean Mode
Std.
Deviation N
Iklan 3,54 3,00 0,916 120
Diskon kartu kredit 3,11 3,00 1,091 120
Buku menu 3,41 4,00 0,884 120
Rata-rata 3,35 0,964
Sumber: Data kuesioner diolah (Lampiran 5)
Melalui tabel 4.5. terlihat bahwa nilai rata-rata mean untuk indikator- indikator di atas adalah sebesar 3,35. Dengan melihat hasil perhitungan skala interval, maka dapat diketahui bahwa rata-rata untuk variabel promosi ini mendapat respon yang netral dari para responden termasuk juga indikator iklan yang meskipun memiliki nilai mean yang paling tinggi untuk variabel promosi namun tetap masih berada di dalam range 2,34 - 3,66. Hal ini berarti responden berpikir bahwa kegiatan promosi yang dilakukan oleh Pizza Hut tidak terlalu bisa membangkitkan keinginan konsumen dalam mengonsumsi menu-menu Pizza Hut (ditunjukkan dengan nilai mode 3,00).
Tabel 4.6. Hasil Mean Harga Indikator
Mean Mode
Std.
Deviation N
Harga bersaing 3,34 3,00 0,903 120
Harga sesuai kualitas 3,58 4,00 0,795 120
Harga sesuai porsi 3,56 4,00 0,896 120
Harga tidak mahal 3,07 3,00 0,976 120
Harga menu paket menarik 3,70 4,00 0,856 120
Rata-rata 3,45 0,885
Sumber: Data kuesioner diolah (Lampiran 5)
Melalui tabel di atas terlihat bahwa nilai rata-rata mean untuk indikator- indikator di atas adalah sebesar 3,45. Dengan melihat hasil perhitungan skala interval, maka dapat diketahui bahwa rata-rata untuk variabel harga ini mendapat respon yang netral dari para responden. Hal ini berarti responden berpikir bahwa harga menu-menu Pizza Hut biasa-biasa saja bila diukur berdasarkan porsi, kualitas, dan harga yang ditawarkan restoran pizza yang lain. Namun untuk indikator harga menu paket memperoleh respon yang positif dari responden. Hal ini berarti bahwa responden menyetujui bahwa harga paket jauh lebih menarik dibandingkan dengan harga produk satuan.
Tabel 4.7. Hasil Mean Minat Beli Ulang Indikator
Mean Mode
Std.
Deviation N Menu baru membuat berkunjung kembali 3,38 3,00 0,861 120 Promosi membuat berkunjung kembali 3,55 4,00 0,754 120 Harga membuat berkunjung kembali 3,39 3,00 0,882 120
Rata-rata 3,44 0,832
Sumber: Data kuesioner diolah (Lampiran 5)
Melalui tabel di atas terlihat bahwa nilai rata-rata mean untuk indikator- indikator di atas adalah sebesar 3,44. Dengan melihat hasil perhitungan skala interval, maka dapat diketahui bahwa rata-rata untuk variabel minat beli ulang ini mendapat respon yang netral dari para responden termasuk juga indikator promosi yang meskipun memiliki nilai mean yang paling tinggi namun tetap masih berada di dalam range 2,34 - 3,66. Meskipun hasil mean variabel promosi memiliki nilai terendah apabila dibandingkan dengan rata-rata dari variabel pengembangan menu dan harga namun sebenarnya hasil tersebut tidak bertentangan dengan hasil mean indikator empirik promosi pada variabel minat beli ulang karena masih termasuk dalam kategori yang sama yaitu kategori netral. Hal ini kemungkinan terjadi karena pada hasil mean variabel promosi, masing-masing indikator empiriknya lebih fokus mempertanyakan pendapat responden mengenai media-media promosi yang digunakan Pizza Hut dapat menarik minat beli atau tidak. Sedangkan hasil mean pada variabel minat beli ulang ini mempertanyakan mengenai variabel apakah yang membuat responden berkunjung kembali ke Pizza Hut.
4.5. Uji Asumsi Klasik 4.5.1. Uji Multikolinieritas
Tabel 4.8. Perhitungan Nilai Toleransi
Model T Sig.
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) 0,000 1,000
MENU 4,388 0,000 0,663 1,508 PROMOSI 1,792 0,076 0,560 1,786 HARGA 3,971 0,000 0,602 1,661
Sumber: Hasil Perhitungan Uji Multikolinieritas (Lampiran 6)
Berdasarkan tabel 4.8., diketahui bahwa tidak terdapat multikolinieritas pada model regresi yang digunakan dalam penelitian karena memiliki nilai VIF <
10 (atau Tolerance > 0,10). Dengan demikian dapat diketahui bahwa pada model regresi ini tidak terjadi korelasi antar variabel independen.
4.5.2. Uji Heteroskedastisitas
Gambar 4.9. Scatterplot untuk Uji Heteroskedastisitas
terdapat pola yang jelas pada gambar tersebut dan titik-titik menyebar secara acak baik di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y.
4.5.3. Uji Normalitas
Gambar 4.10. Normal Plot untuk Uji Normalitas Sumber: Hasil Analisa Normalitas dengan SPSS 19
Pada grafik normal plot-nya, terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonalnya sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi ini telah memenuhi asumsi normalitas.
4.6. Analisis Regresi
4.6.1. Regresi Linier Berganda
Analisis regresi mengukur hubungan antara variabel dependen yang bersifat metrik dengan satu atau lebih variabel independen yang juga bersifat metrik. Analisis regresi berganda berfungsi untuk menguji seberapa besar pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variasi nilai variabel dependen (Cooper & Schindler, 2008, pp. 546-547).
Tabel 4.9. Hasil Regresi Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
Collinearity Statistics B
Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1,964E-16 0,065 0,000 1,000
MENU 0,353 0,080 0,353 4,388 0,000 0,663 1,508 PROMOSI 0,157 0,088 0,157 1,792 0,076 0,560 1,786 HARGA 0,335 0,084 0,335 3,971 0,000 0,602 1,661
Sumber: Hasil Perhitungan Regresi Linier (Lampiran 6)
Rumus regresi linier berganda adalah sebagai berikut : Y= α +ß1X1+ß2X2+ß3X3
Keterangan:
Y = minat beli ulang konsumen α = konstanta
X1 = variabel pengembangan menu X2 = variabel promosi
X3 = variabel harga
β = koefisien regresi variabel (X)
Maka dari itu didapat persamaan sebagai berikut :
Y = 1,964E-16+ 0,353. X1 + 0,157. X2 + 0,335. X3
Untuk dapat memberikan sebuah gambaran dari masing-masing parameter tersebut maka berikut ini adalah penjelasannya:
1. α = 1,964E-16
Konstanta (α) sebesar 1,964E-16 menunjukkan besaran variabel dependen Y,
2. β1 = 0,353
Koefisien regresi variabel pengembangan menu (β1) sebesar 0,353 menunjukkan bahwa jika variabel independen pengembangan menu (X1) naik sebesar satu satuan, maka variabel dependen (Y) yaitu minat beli ulang konsumen akan meningkat sebesar 0,353 satuan. Sedangkan variabel independen yang lainnya yaitu variabel promosi (X2), dan variabel harga (X3) dianggap konstan sehingga apabila pengembangan menu semakin baik maka minat beli ulang konsumen akan semakin meningkat.
3. β2 = 0,157
Koefisien regresi variabel promosi (β2) sebesar 0,157 menunjukkan bahwa jika variabel independen promosi (X2) naik sebesar satu satuan, maka variabel dependen (Y) yaitu minat beli ulang konsumen akan meningkat sebesar 0,157 satuan. Sedangkan variabel independen yang lainnya yaitu variabel pengembangan menu (X1), dan variabel harga (X3) dianggap konstan sehingga apabila kegiatan promosi yang dilakukan semakin baik maka minat beli ulang konsumen akan semakin meningkat.
4. β3 = 0,335
Koefisien regresi variabel harga (β3) sebesar 0,335 menunjukkan bahwa jika variabel independen harga (X3) naik sebesar satu satuan, maka variabel dependen (Y) yaitu minat beli ulang konsumen akan meningkat sebesar 0,335 satuan. Sedangkan variabel independen yang lainnya yaitu variabel pengembangan menu (X1), dan variabel promosi (X2) dianggap konstan sehingga apabila metode penetapan harga semakin baik maka minat beli ulang akan semakin meningkat.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, dapat dilihat bahwa ketiga variabel independen yaitu variabel pengembangan menu, variabel promosi, dan variabel harga memberikan pengaruh yang positif terhadap minat beli ulang konsumen. Berdasarkan perhitungan β pada regresi linier berganda, diketahui varibel pengembangan menu memberikan pengaruh paling dominan terhadap minat beli ulang konsumen dengan nilai β sebesar 0,353.
4.6.2. Koefisien Determinasi (R2) dan Adjusted R2
Tabel 4.10. Koefisien Determinasi (R2) dan Adjusted R2 Model Summaryb
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Change Statistics R
Square Change
F
Change df1 df2
Sig. F Change 1 0,708a 0,501 0,489 0,7151198 0,501 38,899 3 116 0,000 a. Predictors: (Constant), HARGA, PRODUK, PROMOSI
b. Dependent Variable: MINAT
Sumber: Hasil Perhitungan Uji R2 dan Adjusted R2 (Lampiran 6)
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat, bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,489 yang berarti variabel independen mampu menerangkan variabel dependen sebesar 48,9%. Penulis berasumsi bahwa kemungkinan hal ini terjadi dikarenakan variabel atau faktor lain yang tidak dibahas yang mungkin lebih dapat menerangkan variabel dependen.
4.6.3. Korelasi Produk Momen (R)
Tabel 4.11. Korelasi Produk Momen (R)
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Change Statistics R
Square Change
F
Change df1 df2
Sig. F Change 1 0,708a 0,501 0,489 0,7151198 0,501 38,899 3 116 0,000 a. Predictors: (Constant), HARGA, PRODUK, PROMOSI
b. Dependent Variable: MINAT
Sumber: Hasil Perhitungan Uji R (Lampiran 6)
kedua variabel yang diteliti bersifat searah, maksudnya jika nilai X naik maka nilai Y juga naik atau sebaliknya (Sugiyono, 2008, p. 216).
4.6.4. Analisa Korelasi Parsial
Tabel 4.12. Korelasi Parsial
Model
Correlations Partial (r) r2 1 (Constant)
MENU 0,377 0,142129
PROMOSI 0,164 0,026896
HARGA 0,346 0,119716
a. Dependent Variable: MINAT Sumber: Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.12. dapat dilihat bahwa:
1. Korelasi parsial antara variabel pengembangan menu terhadap minat beli ulang konsumen Pizza Hut sebesar 0,142129 atau 14,21%
2. Korelasi parsial antara variabel harga terhadap minat beli ulang konsumen Pizza Hut sebesar 0,119716 atau 11,97%
3. Korelasi parsial antara variabel promosi terhadap minat beli ulang konsumen Pizza Hut sebesar 0,026896 atau 2,68%
4.7. Uji Hipotesa 4.7.1. Uji F
Tabel 4.13. Hasil Uji F ANOVAb
Model
Sum of
Squares Df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 59,678 3 19,893 38,899 0,000a
Residual 59,322 116 0,511
Total 119,000 119
a. Predictors: (Constant), HARGA, PRODUK, PROMOSI b. Dependent Variable: MINAT
Sumber: Hasil Perhitungan Uji F (Lampiran 6)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa variabel pengembangan menu, promosi, dan harga secara serempak memberikan pengaruh signifikan terhadap variabel minat beli ulang konsumen. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai signifikan 0,000, yang mana nilai signifikan adalah kurang dari 0,05 dan nilai F lebih besar dari 4.
4.7.2. Uji t
Tabel 4.14. Hasil Uji t
Model T Sig.
1 (Constant) 0,000 1,000
MENU 4,388 0,000
PROMOSI 1,792 0,076
HARGA 3,971 0,000
Sumber: Hasil Perhitungan Uji F (Lampiran 6)
Berdasarkan tabel 4.14. tampak bahwa hanya variabel pengembangan
4.8. Analisa dan Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian pada profil demografi responden, ditemukan bahwa dari 120 responden, usia 18-25 tahun merupakan usia paling dominan yang menjadi pengunjung di Pizza Hut, yaitu sebesar 55%. Rata-rata kunjungan konsumen Pizza Hut adalah 1 kali tiap bulan yaitu sebesar 60% dari total responden dengan pengeluaran rata-rata tiap orang > Rp 75.000,- (36,7% dari total responden).
Pada tabel 4.10. tampak bahwa adjusted R square sebesar 0,489 atau 48,9%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 48,9%. Ketidakmampuan variabel independen untuk menjelaskan keseluruhan variabel dependen mungkin dikarenakan adanya variabel atau faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Meskipun hanya menjelaskan 48,9% dari variabel dependen, nampak adanya hubungan yang kuat antara variabel independen dan variabel dependen yaitu sebesar 70,8% yang ditunjukkan pada tabel 4.11. Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier, dapat diketahui bahwa β untuk masing-masing variabel independen memiliki nilai yang positif dan searah dengan variabel dependennya sehingga setiap kenaikan satu satuan untuk setiap variabel independen akan menghasilkan peningkatan yang positif untuk variabel dependennya. Hal ini berarti bahwa semakin menarik variasi menu yang dikembangkan baik dari segi rasa dan penampilan, semakin efektif kegiatan promosi yang dilakukan, serta harga yang ditetapkan semakin memenuhi keinginan konsumen maka minat beli ulang yang semakin tinggi.
Hipotesa penulis mengenai pengembangan menu, promosi, dan harga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen Pizza Hut tidak terbukti karena dalam tabel 4.14. variabel promosi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,076. Hal ini diduga terjadi karena media-media promosi yang digunakan Pizza Hut (baik berupa iklan, diskon kartu kredit, dan buku menu) tidak terlalu menarik minat konsumen dan tidak terlalu berpengaruh bagi konsumen dalam keputusan melakukan pembelian menu-menu Pizza Hut.
Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai rata-rata untuk tiap indikator promosi berada di dalam skala interval kategori netral (tabel 4.5.). Namun
berdasarkan hasil uji mean pada variabel minat beli ulang konsumen, promosi memiliki nilai rata-rata yang paling tinggi dibandingkan yang lainnya. Hal ini diduga terjadi karena hasil perhitungan uji mean hanya menggambarkan kecenderungan konsumen saja, sedangkan untuk melihat apakah variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi minat beli ulang atau tidak, dapat diketahui dari uji t. Dengan demikian, berdasarkan uji mean tersebut, responden cenderung berpikir bahwa promosi cukup menarik atau biasa saja, namun promosi bukan merupakan variabel yang memberikan pengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen.
Dalam penelitian ini, hipotesa penulis mengenai pengembangan menu, promosi, dan harga secara serempak berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen Pizza Hut dapat terbukti melalui tabel 4.13. yang menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan menu merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi minat beli ulang konsumen Pizza Hut. Hal ini terlihat dari besarnya β yaitu sebesar 0,353.
Hasil ini diduga terjadi karena responden berpendapat bahwa rasa setiap menu Pizza Hut sesuai dengan lidah tiap responden, hal ini didukung dengan banyaknya variasi menu yang dimiliki Pizza Hut serta kemudahan untuk mengetahui menu baru dengan adanya menu stand yang diletakkan di tiap meja. Hal ini dapat terlihat dari hasil perhitungan rata-rata untuk setiap indikator termasuk dalam kategori skala interval yang positif.
Hasil perhitungan uji multikolinieritas yang dilakukan, membuktikan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas karena nilai nilai VIF <
10 atau Tolerance > 0,10. Hal ini membuktikan bahwa tidak terjadi korelasi antar variabel independen dalam penelitian ini. Uji heteroskedastisitas juga menunjukkan bahwa model regresi mewakili model homoskedastisitas karena pada grafik scatter plot tidak terdapat pola yang jelas, titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Uji normalitas menunjukkan dalam model