4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Hotel Novotel Surabaya 4.1.1 Sejarah Berdirinya Hotel Novotel Surabaya
Hotel Novotel Surabaya didirikan oleh PT. Ometraco Realty melalui anak perusahaannya, yaitu PT. Griyamas Mukti Sejahtera pada bulan Februari 1994. Hotel yang didirikan di atas lahan yang dibeli dari PT. Unilever berada di kawasan jalan Ngagel 173-175 Surabaya.
Hotel Novotel Surabaya beroperasi dibawah manajemen Accor Group.
Sebuah jaringan manajemen hotel yang bertaraf internasional dan berpusat di Perancis. Hotel-hotel yang berada di Indonesia yang dibawah manajemen Accor ada 59 hotel, dan di Surabaya ada 3 hotel, antara lain Novotel Surabaya, Mercure dan Ibis. Nama Hotel Novotel diambil atas kesepakatan dan kerjasama antara pemilik hotel, yakni PT. Ometraco Realty dengan Accor Group yang dipercaya sebagai pengelola manajemen Hotel Novotel Surabaya.
Pembukaan Hotel Novotel Surabaya melalui beberapa tahap sebagai berikut:
a. Trial opening : 17 Mei 1995 b. Soft Opening : 03 Juni 1995 c. Grand Opening : 12 Oktober 1995
Bentuk bangunan unik dengan gaya khas klasik dan tatanan yang rapi dan modern, membuat IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia) tergerak untuk memberikan penghargaan kepada Hotel Novotel Surabaya. Hotel Novotel Surabaya merupakan hotel pertama yang beroperasi di Indonesia yang berada di bawah naungan Accor Asia Pasifik dengan konsep resort didalam kota dan itu yang membuat Hotel Novotel Surabaya menjadi satu-satunya hotel resort di Surabaya.
4.1.2 Fasilitas Yang Dimiliki Novotel Surabaya
Untuk dapat memperlancar suatu hotel, maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung perkembangan hotel tersebut. Demikian pula dengan
Hotel Novotel Surabaya telah memiliki beberapa fasilitas yang dapat mendukung kemajuan dan perkembangan hotel serta pelayanan.
Fasilitas yang dimiliki oleh Hotel Novotel Surabaya adalah sebagai berikut:
1. Tipe kamar yang dimiliki terdiri dari 48 superior, 24 superior terrace, 34 deluxe, 22 deluxe terrace, 6 novotel suites dan 4 executive suites. Selain itu Hotel Novotel Surabaya mempunyai 71 apartemen yang terdiri dari 41 apartemen dengan 1 kamar tidur, 20 apartemen yang terdiri dari 2 kamar tidur, 10 apartemen dengan 3 kamar tidur. Fasilitas yang disediakan di setiap kamar adalah AC dengan Individual system, TV dengan National dan Internasional channel dan safe deposit box.
2. Brawijaya Room( untuk 1 room, 2 room, dan 3 room) 3. JayaBhaya room
Memiliki kapasitas 100 orang.
4. Janggala Restaurant
a. Menyediakan menu Indonesia dan Internasional
b. Menyediakan acara buffet untuk makan pagi, makan siang dan makan malam
c. Menyediakan cake shop 5. Dahana Lounge Bar
Tempat yang dirancang untuk bersantai, menikmati secangkir kopi atau minuman lain dengan makanan kecil.
6. Splash Pool Bar
Bar yang letaknya di area pool, gunanya untuk melayani tamu yang sebelum, maupun setelah selesai berenang, apakah tamu tersebut memerlukan minuman ataupun makanan kecil untuk camilan
7. Business Center 8. Drug Store 9. Rent Car 10. Parking Area
4.1.3 Visi dan Misi Hotel Novotel Surabaya
Hotel Novotel Surabaya merupakan chains dari Accor Asia Pasific maka visi dan misi Accor Asia Pasific juga merupakan visi dan misi Hotel Novotel Surabaya yaitu “Seeking the best of everything, Creating better place to be”.
4.1.4 Logo Hotel Novotel Surabaya
Gambar 4.1 Logo Hotel Novotel Surabaya Sumber: Hotel Novotel Surabaya
Makna dari logo yang terdiri dari tulisan, warna dan gambar adalah:
1. Tulisan Novotel dengan jenis huruf bercetak tebal merupakan identitas perusahaan yang eksis dan kuat
2. Tulisan Accor hotels yang ditulis dengan menggunakan huruf miring melambangkan kesan yang fleksibel serta dinamis
3. Lengkungan berbentuk senyuman dengan warna kuning magenta melambangkan keramahan, kehangatan dan keceriaan
4. Garis lurus dengan warna yang sama dengan gambar sama dengan gambar seniman merupakan garis yang memisahkan tulisan Novotel dengan Accor hotels dimana terdapat hubungan kerjasama yang hangat.
5. Warna biru yang digunakan sebagai dasar dari logo memberikan arti yang teduh, nyaman dan damai. Sesuai dengan konsepnya yaitu resort hoteli sebagai tempat peristirahatan yang nyaman.
4.1.5 Lokasi Hotel Novotel Surabaya
Hotel Novotel Surabaya berlokasi di pusat kota Surabaya dan letaknya berada di dekat dengan pusat bisnis. Untuk menempuh perjalanan ke Juanda Airport dibutuhkan waktu hanya 20 menit, dan berlokasi dekat dengan Surabaya Industry Estate Rungkut (SIER).
Gambar 4.2 Peta lokasi Hotel Novotel Surabaya Sumber: Hotel Novotel Surabaya.
Alamat Hotel Novotel Surabaya adalah Jalan Ngagel 173-175 Surabaya 60286, Jawa Timur, Indonesia. Tel: (62-31)5018900. Fax: (62-31)5019117.
4.1.6 Struktur Manajemen Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya
Gambar 4.3. Struktur Manajemen Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya Sumber: Hotel Novotel Surabaya
4.1.7 Job Description Food and Beverage Manager:
1. Bertanggung jawab terhadap keseluruhan operasional servis. Termasuk restoran dan banquet.
2. Memeriksa kualitas servis di tiap area dari waktu ke waktu.
3. Menangani masalah yang terjadi dan memimpin seluruh restauran Restaurant Manager:
1. Bertanggung jawab untuk memimpin seluruh operasional restoran 2. Mengawasi pekerjaan staf servis dan kondisi kebersihan area restoran 3. Mengontrol kondisi makanan di restoran
Food & Beverage Manager
Restaurant Manager Banquet
Assistant Outlet Manager
Food &
Beverage Supervisor Food &
Beverage
Food &
Beverage Captain
Executive Chef
Assistant Pastry &
Bakery
Sous Chef
Steward Supervisor Chef De
Partie Pastry
Chef De Partie Kitchen
Senior Steward Demi Chef
Pastry
Demi Chef Kitchen
Steward Food & Beverage
Captain
Food & Beverage Attendant
Cook Pastry Cook Kitchen
Assistant Outlet Manager
1. Bertindak sebagai wakil dari restauran manajer ketika berhalangan hadir 2. Bertanggung jawab atas seluruh area restoran
Food & Beverage Supervisor
1. Memimpin seluruh operasional restoran dan event yang ada 2. Memberi pengarahan pada staf setiap awal dan akhir shift kerja
3. Memberi salam pada tamu yang masuk ke dalam restoran serta mengantarkan tamu ke tempat duduk
Food & Beverage Captain
1. Memilih staf baru dan trainee tentang keseluruhan operasional restoran 2. Inventory chinawares dan peralatan makan
3. Bertindak sebagai Aboayeur Food & Beverage Attendant
1. Mencatat pesanan tamu dengan cepat dan mengantarkannya pesanan dengan tepat pada tamu
2. Membersihkan peralatan makan chinawares yang sudah dicuci Banquet Manager
1. Bertanggung jawab mengontrol kondisi setiap event yang ada 2. Mengawasi staf yang ada di banquet
3. Mengontrol kondisi makanan di restoran Executive Chef
1. Bertanggung jawab terhadap operasional dapur dan anggaran bahan makanan (Food Cost)
2. Menyusun anggaran pembelian dan penempatan alat-alat dapur 3. Menetapkan standar dan prosedur kerja di dapur
4. Menyusun semua menu yang dibuat di dapur 5. Memesan bahan dan mengawasi penerimaan barang Assistant Pastry & Bakery Chef
1. Membuat serta mengontrol semua jenis produk pastry & bakery 2. Membuat resep untuk pastry & bakery
3. Membuat jadwal kerja untuk seluruh staf kitchen
Chef de Partie Pastry
1. Bertanggung jawab membuat menu untuk setiap event yang ada 2. Mengisi market list, menyusun dan mengecek jadwal kerja
3. Bertindak sebagai wakil dari Assistant Pastry & Bakery Chef ketika dia berhalangan hadir
Demi Chef Pastry
1. Merencanakan, mengatur dan mengawasi pekerjaan didalam dapur
2. Bertanggung jawab terhadap bahan makanan dan biaya makanan, melalui perencanaan menu pastry dan permintaan barang persediaan pastry.
3. Mengawasi staf pastry dalam pekerjaannya Cook (Pastry)
1. Mengawasi, mengkoordinasi dan berpartisipasi dengan staf pastry dalam hal kebersihan, presentasi dan memasak seluruh produk pastry & bakery
2. Mengawasi dan mencoba produk pastry & bakery yang dibuat
3. Memeriksa daftar suplai-suplai untuk menentukan kualitas dan kuantitas Sous Chef
1. Bertanggung jawab atas semua operasional dapur secara keseluruhan serta pada persiapan dan sevis makanan.
2. Memberikan tugas dan tanggung jawab terhadap staf dapur.
3. Membuat dan memberikan pelatihan (training) terhadap staf dapur yang dianggap standar.
4. Mengontrol penggunaan bahan dan alat agar tidak terjadi pemborosan.
Chef de Partie Kitchen
1. Bertanggung jawab membuat menu untuk setiap event yang ada 2. Mengisi market list, menyusun dan mengecek jadwal kerja 3. Bertindak sebagai wakil dari Sous Chef ketika berhalangan hadir Demi Chef Kitchen
1. Mengatur mise en place tiap harinya 2. Menyiapkan makan pagi, siang dan malam 3. Membantu Chef de Partie untuk membuat menu 4. Bertanggung jawab atas area yang dipegang
Cook(Kitchen)
1. Mengawasi, mengkoordinasi, dan berpartisipasi dengan staf dapur dalam hal kebersihan, presentasi, dan memasak seluruh makanan.
2. Mengawasi dan mencoba makanan yang telah dimasak, mencicipi semua makanan yang telah disiapkan..
3. Memeriksa daftar suplai-suplai untuk menentukan kesegaran, kualitas dan kuantitas.
Steward Supervisor
1. Membuat jadwal kerja steward dan bertanggung jawab untuk inventory alat- alat yang dipakai untuk operasional restoran dan dapur termasuk event yang ada
2. Membersihkan area dapur dan semua peralatan dapur 3. Mencuci chinawares dan peralatan makan
Senior Steward
1. Membantu pekerjaan supervisor steward
2. Melatih steward yang baru masuk tentang operasional di dapur 3. Membersihkan area dapur dan peralatan dapur
4. Mencuci chinawares dan peralatan makan Steward
1. Membersihkan area dapur dan peralatan dapur 2. Mencuci chinaware dan peralatan makan 3. Membuang sampah dapur
4. Mengeluarkan peralatan yang dipakai untuk operasional restaurant dan event termasuk membersihkannya
4.2 Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
Pengujian terhadap validitas dan reliabilitas suatu alat ukur (kuesioner) mutlak diperlukan agar data yang digunakan dalam mendeskripsikan masing- masing variabel dan pengujian terhadap hipotesis betul-betul dapat diandalkan kebenarannya.
4.2.1 Validitas
Validitas menunjukkan seberapa baik suatu instrumen dapat mengukur suatu konsep tertentu. Uji validitas dilakukan terhadap masing-masing item pertanyaan (indikator) yang membentuk variabel penelitian yaitu faktor lingkungan, faktor organisasi, faktor individu dan stres kerja. Untuk mengukur validitas digunakan korelasi product moment pearson. Jika korelasi product moment pearson antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menghasilkan koefisien korelasi (r hitung) > r tabel (df=n-2, α=5%) dan nilai signifikansi < 0.05 (α=5%), maka item pertanyaan tersebut bisa dikatakan valid.
Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 13.0.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel faktor lingkungan:
Tabel 4.1. Hasil Uji Validitas Variabel Faktor Lingkungan Item
Pertanyaan r hitung r tabel Signifikansi Keterangan X1.1 0.758 0.301 0.000 Valid X1.2 0.765 0.301 0.000 Valid X1.3 0.597 0.301 0.000 Valid X1.4 0.789 0.301 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.1, diketahui bahwa semua item pertanyaan pada variabel faktor lingkungan mempunyai nilai r hitung > r tabel 0.301 dan nilai signifikansi < 0.05. Dengan demikian empat item pertanyaan yang membentuk variabel faktor lingkungan adalah valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel faktor organisasi:
Tabel 4.2. Hasil Uji Validitas Variabel Faktor Organisasi Item
Pertanyaan r hitung r tabel Signifikansi Keterangan X2.1 0.776 0.301 0.000 Valid X2.2 0.843 0.301 0.000 Valid X2.3 0.562 0.301 0.000 Valid X2.4 0.585 0.301 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.2, diketahui bahwa semua item pertanyaan pada variabel faktor organisasi mempunyai nilai r hitung > r tabel 0.301 dan nilai signifikansi < 0.05. Dengan demikian empat item pertanyaan yang membentuk variabel faktor organisasi adalah valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel faktor individu:
Tabel 4.3. Hasil Uji Validitas Variabel Faktor Individu Item
Pertanyaan r hitung r tabel Signifikansi Keterangan X3.1 0.845 0.301 0.000 Valid X3.2 0.762 0.301 0.000 Valid X3.3 0.777 0.301 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.3, diketahui bahwa semua item pertanyaan pada variabel faktor individu mempunyai nilai r hitung > r tabel 0.301 dan nilai signifikansi < 0.05. Dengan demikian tiga item pertanyaan yang membentuk variabel faktor individu adalah valid.
Berikut adalah hasil pengujian validitas untuk masing-masing item pertanyaan pada variabel stres kerja:
Tabel 4.4. Hasil Uji Validitas Variabel Stres Kerja Item
Pertanyaan r hitung r tabel Signifikansi Keterangan
Y1 0.671 0.301 0.000 Valid Y2 0.813 0.301 0.000 Valid Y3 0.771 0.301 0.000 Valid
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.4, diketahui bahwa semua item pertanyaan pada variabel stres kerja mempunyai nilai r hitung > r tabel 0.301 dan nilai signifikansi
< 0.05. Dengan demikian tiga item pertanyaan yang membentuk variabel stres kerja adalah valid.
4.2.2 Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat diandalkan.
Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban yang diberikan responden terhadap pertanyaan dalam kuesioner adalah konsisten. Untuk mengukur reliabilitas digunakan koefisien cronbach alpha. Jika nilai cronbach alpha > 0.60, maka item-item pertanyaan yang membentuk variabel penelitian dikatakan reliabel. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 13.0.
Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas pada masing-masing variabel penelitian:
Tabel 4.5. Hasil Uji Reliabilitas Masing-Masing Variabel Variabel
Penelitian
Cronbach
Alpha Nilai Kritis Keterangan Faktor Lingkungan (X1) 0.698 0.60 Reliabel Faktor Organisasi (X2) 0.650 0.60 Reliabel
Faktor Individu (X3) 0.705 0.60 Reliabel
Stres Kerja (Y) 0.611 0.60 Reliabel
Sumber: Lampiran 4
Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui bahwa besarnya cronbach alpha pada variabel faktor lingkungan, faktor organisasi, faktor individu dan stres kerja semuanya lebih besar dari 0.60, hal ini berarti item-item pertanyaan yang membentuk keempat variabel penelitian dinyatakan reliabel.
4.3 Data Penelitian
Data mengenai variabel penelitian diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya yang berjumlah 43 orang. Selanjutnya 43 kuesioner yang telah berisi jawaban responden, dikoding menjadi skala numerik yang hasilnya dapat dilihat pada Lampiran 2. Setelah dilakukan pengkodingan data hasil penyebaran kuesioner ke dalam skala numerik, data tersebut selanjutnya dideskripsikan agar didapatkan informasi yang relevan dan berguna. Deskripsi data penelitian dimulai dengan mengidentifikasi profil responden, selanjutnya akan dideskripsikan tanggapan responden mengenai variabel-variabel penelitian.
4.3.1 Deskripsi Profil Responden
Berikut adalah deskripsi profil responden yang meliputi departemen, jenis kelamin, usia, pendidikan, lama bekerja dan pengeluaran tiap bulan.
1. Departemen
Tabel 4.6. Profil Responden Berdasarkan Departemen
Departemen Frekuensi Prosentase
F&B Hot and Cold Kitchen 13 30.2 F&B Pastry and Bakery Kitchen 13 30.2
F&B Service 17 39.5
Total 43 100.0
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa responden yang berasal dari departemen F&B Hot and Cold Kitchen sebanyak 13 orang atau 30.2%, responden yang berasal dari departemen F&B Pastry and Bakery Kitchen juga sebanyak 13 orang atau 30.2%, sedangkan yang berasal dari departemen F&B Service sebanyak 17 orang atau 39.5%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya yang menjadi responden penelitian berasal dari departemen F&B Service.
2. Jenis Kelamin
Tabel 4.7. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Prosentase
Laki-laki 34 79.1
Perempuan 9 20.9
Total 43 100.0
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa responden laki-laki sebanyak 34 orang atau 79.1%, sedangkan responden perempuan hanya sebanyak 9 orang atau 20.9%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya yang menjadi responden penelitian adalah laki-laki.
3. Usia
Tabel 4.8. Profil Responden Berdasarkan Usia
Usia Frekuensi Prosentase
< 20 tahun 0 0.0
20 – 30 tahun 8 18.6
31 – 40 tahun 30 69.8
41 – 50 tahun 5 11.6
Total 43 100.0
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa responden yang berusia antara 20 hingga 30 tahun yaitu sebanyak 8 orang atau 18.6%, yang berusia antara 31 hingga 40 tahun sebanyak 30 orang atau 69.8%, dan sebanyak 5 responden atau 11.6% berusia antara 41 hingga 50 tahun, sedangkan responden yang berusia kurang dari 20 tahun tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya yang menjadi responden penelitian adalah berusia antara 31 hingga 40 tahun.
4. Pendidikan
Tabel 4.9. Profil Responden Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan Frekuensi Prosentase
SD 0 0.0
SMP 0 0.0
SMA/SMK 31 72.1
Perguruan Tinggi 12 27.9
Total 43 100.0
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa responden yang berpendidikan SMA/SMK sebanyak 31 orang atau 72.1%, dan sebanyak 12 orang atau 27.9% berpendidikan Perguruan Tinggi, sedangkan yang berpendidikan SD atau SMP tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya yang menjadi responden penelitian mempunyai pendidikan SMA/SMK.
5. Lama Bekerja
Tabel 4.10. Profil Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama Bekerja Frekuensi Prosentase
< 1 tahun 2 4.7
1 - 2 tahun 2 4.7
3 - 4 tahun 18 41.9
> 4 tahun 21 48.8
Total 43 100.0
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai lama bekerja kurang dari 1 tahun sebanyak 2 orang atau 4.7%, responden yang mempunyai lama bekerja antara 1 hingga 2 tahun juga sebanyak 2 orang atau 4.7%, sebanyak 18 responden atau 41.9% mempunyai lama bekerja antara 3 hingga 4 tahun, sedangkan yang mempunyai lama bekerja lebih dari 4 tahun sebanyak 21 orang atau 48.8%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya yang menjadi responden penelitian mempunyai lama bekerja lebih dari 4 tahun.
6. Pengeluaran Tiap Bulan
Tabel 4.11. Profil Responden Berdasarkan Pengeluaran Tiap Bulan Pengeluaran Tiap Bulan Frekuensi Prosentase
< Rp. 1.000.000 7 16.3
Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 26 60.5 Rp. 2.000.001 – Rp. 3.000.000 7 16.3 Rp. 3.000.001 – Rp. 4.000.000 3 7.0 Rp. 4.000.001 – Rp. 5.000.000 0 0.0
> Rp. 5.000.000 0 0.0
Total 43 100.0
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa responden yang mempunyai pengeluaran kurang dari 1 juta rupiah perbulan sebanyak 7 orang atau 16.3%, yang mempunyai pengeluaran antara 1 hingga 2 juta rupiah perbulan sebanyak 26 orang atau 60.5%, sebanyak 7 responden atau 16.3% mempunyai pengeluaran antara 2 hingga 3 juta rupiah perbulan, dan sebanyak 3 responden atau 7%
mempunyai pengeluaran antara 3 hingga 4 juta rupiah perbulan, sedangkan responden yang mempunyai pengeluaran antara 4 hingga 5 juta rupiah perbulan tidak ada, responden yang mempunyai pengeluaran di atas 5 juta rupiah perbulan juga tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas karyawan Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya yang menjadi responden penelitian mempunyai pengeluaran tiap bulan antara 1 hingga 2 juta rupiah.
4.3.2 Deskripsi Tanggapan Responden
Deskripsi tanggapan responden mengenai variabel penelitian dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata (mean) jawaban responden terhadap masing- masing pertanyaan dan secara keseluruhan. Untuk mengkategorikan rata-rata jawaban responden digunakan interval kelas yang dicari dengan rumus sebagai berikut:
Kelas
dah NilaiTeren nggi
NilaiTerti Kelas
Interval = −
33 . 3 1
1 5− =
=
Dengan interval kelas 1.33 kemudian disusun kriteria penilaian rata-rata jawaban responden yang disajikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.12. Tabel Kategori Penilaian Rata-Rata Jawaban Responden
Interval Kategori Penilaian Nilai
3.66 < a =< 5.00 Tinggi 3
2.33 < a =< 3.66 Sedang 2
1.00 < a =< 2.33 Rendah 1
Berikut adalah deskripsi tanggapan responden mengenai variabel bebas penelitian yaitu faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu, serta mengenai stres kerja sebagai variabel terikat.
1. Faktor Lingkungan (X1)
Tabel 4.13. Tanggapan Responden Mengenai Faktor Lingkungan
Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean 1 2 3 4 5
X1.1 Perubahan situasi bisnis 4 13 1 20 5 138 3.21 X1.2 Perubahan situasi politik 5 21 1 12 4 118 2.74 X1.3 Kemajuan teknologi 3 13 3 12 12 146 3.40
X1.4 Terorisme 3 11 1 19 9 149 3.47
Total 15 58 6 63 30 551 3.20
Sumber: Lampiran 5 dan 6
Berdasarkan Tabel 4.13 dapat dijelaskan deskripsi tanggapan responden mengenai variabel faktor lingkungan sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan X1.1 rata-rata jawaban responden adalah 3.21. Nilai ini termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan kenaikan harga barang kebutuhan pokok kadang membuat karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya menjadi tidak nyaman dalam bekerja.
b. Pada item pertanyaan X1.2 rata-rata jawaban responden adalah 2.74 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan perubahan dalam situasi politik seperti pemilu kadang membuat karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya menjadi tidak nyaman dalam bekerja.
c. Pada item pertanyaan X1.3 rata-rata jawaban responden adalah 3.40 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan teknologi mutakhir dalam pelayanan, kadang menuntut karyawan Food & Beverage Hotel Novotel untuk mempelajarinya.
d. Pada item pertanyaan X1.4 rata-rata jawaban responden adalah 3.47 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan dari keempat faktor yang mendukung faktor lingkungan, faktor keempat yaitu terorisme menjadi faktor penyebab stres paling besar. Karena memiliki nilai mean yang paling besar dari ketiga faktor yang lainnya dengan indikator empirik: adanya teror bom di hotel berbintang. Hal ini kadang membuat karyawan Food & Beverage Hotel Novotel menjadi cemas dan tidak tenang dalam bekerja.
Secara keseluruhan faktor lingkungan yang bisa menimbulkan stres pada karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya tergolong sedang, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata total faktor lingkungan sebesar 3.20.
2. Faktor Organisasi (X2)
Tabel 4.14. Tanggapan Responden Mengenai Faktor Organisasi
Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean 1 2 3 4 5
X2.1 Tuntutan tugas 4 11 4 14 10 144 3.35
X2.2 Tuntutan peran 8 17 2 8 8 120 2.79 X2.3 Tuntutan antar pribadi 5 4 2 23 9 156 3.63 X2.4 Struktur organisasi 4 27 1 7 4 109 2.53
Total 21 59 9 52 31 529 3.08
Sumber: Lampiran 5 dan 6
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dijelaskan deskripsi tanggapan responden mengenai variabel faktor organisasi sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan X2.1 rata-rata jawaban responden adalah 3.35 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan beban kerja yang berlebihan kadang membuat karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya menjadi tidak nyaman.
b. Pada item pertanyaan X2.2 rata-rata jawaban responden adalah 2.79 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan tanggung jawab pekerjaan yang
dilakukan karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya dirasa masih agak sesuai dengan jabatan yang dipegang, artinya belum sepenuhnya sesuai.
c. Pada item pertanyaan X2.3 rata-rata jawaban responden adalah 3.63 termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa dari keempat faktor pendukung, faktor tuntutan antar pribadi menjadi faktor penyebab stres paling besar karena memiliki nilai mean yang paling tinggi. Dengan indikator empiriknya: konflik antar sesama karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya. Hal ini kadang membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman.
d. Pada item pertanyaan X2.4 rata-rata jawaban responden adalah 2.53 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan struktur organisasi yang berlaku di Departemen Food & Beverage dirasa masih agak sesuai dengan harapan karyawan.
Secara keseluruhan faktor organisasi yang bisa menimbulkan stres pada karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya tergolong sedang, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata total faktor organisasi sebesar 3.08.
3. Faktor Individu (X3)
Tabel 4.15. Tanggapan Responden Mengenai Faktor Individu
Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean 1 2 3 4 5
X3.1 Masalah keluarga 6 25 0 7 5 109 2.53 X3.2 Masalah ekonomi 4 32 1 4 2 97 2.26
X3.3 Kepribadian 5 26 2 8 2 105 2.44
Total 15 83 3 19 9 311 2.41
Sumber: Lampiran 5 dan 6
Berdasarkan Tabel 4.15 dapat dijelaskan deskripsi tanggapan responden mengenai variabel faktor individu sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan X3.1 rata-rata jawaban responden adalah 2.53 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan masalah keluarga kadang menjadi kendala bagi karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya untuk bekerja secara maksimal. Dan dari ketiga faktor pendukung faktor individu,
ternyata masalah keluarga menjadi faktor yang paling dominan. Hal ini dapat dilihat dari nilai mean yang paling tinggi dari kedua faktor yang lainnya.
Dengan indikator empiriknya: masalah keluarga yang dialami oleh karyawan.
b. Pada item pertanyaan X3.2 rata-rata jawaban responden adalah 2.26 termasuk dalam kategori rendah, hal ini menunjukkan gaji dan tunjangan yang diterima karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya sudah sesuai dengan harapan.
c. Pada item pertanyaan X3.3 rata-rata jawaban responden adalah 2.44 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan pola berpikir individu kadang mempengaruhi karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya ketika sedang menghadapi masalah.
Secara keseluruhan faktor individu yang bisa menimbulkan stres pada karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya tergolong sedang, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata total faktor individu sebesar 2.41.
4. Stres Kerja (Y)
Tabel 4.16. Tanggapan Responden Mengenai Stres Kerja
Item Indikator Skor Jawaban
Total Mean 1 2 3 4 5
Y1 Physiological 7 10 1 18 7 137 3.19
Y2 Psychological 5 7 1 21 9 151 3.51
Y3 Behavior 7 14 1 13 8 130 3.02
Total 19 31 3 52 24 418 3.24
Sumber: Lampiran 5 dan 6
Berdasarkan Tabel 4.16 dapat dijelaskan deskripsi tanggapan responden mengenai variabel stres kerja sebagai berikut:
a. Pada item pertanyaan Y1 rata-rata jawaban responden adalah 3.19 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan menurunnya kondisi kesehatan kadang membuat karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya bekerja tidak maksimal.
b. Pada item pertanyaan Y2 rata-rata jawaban responden adalah 3.51 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan hubungan kerja yang tidak baik antara karyawan dengan atasan, kadang membuat karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya bekerja tidak nyaman. Dari ketiga gejala stress kerja yang ada, gejala stres secara psychological menjadi paling dominan. Hal ini dapat dilihat dari nilai mean yang paling tinggi daripada dua gejala yang lainnya.
c. Pada item pertanyaan Y3 rata-rata jawaban responden adalah 3.02 termasuk dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan perubahan perilaku pada karyawan akibat masalah yang dihadapi kadang mempengaruhi tingkat kehadiran dan kedisiplinan karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya.
Secara keseluruhan stres kerja yang dialami karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya tergolong sedang, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata- rata total stres kerja sebesar 3.24.
4.4 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah model regresi yang dihasilkan tidak bias untuk diintepretasikan. Asumsi klasik yang harus dipenuhi untuk mendapatkan model regresi yang baik adalah non multikolinieritas, non autokorelasi, non heteroskedastisitas dan normalitas. Dari keempat asumsi tersebut tidak dilakukan pengujian terhadap gejala autokorelasi.
Pengujian gejala autokorelasi merupakan korelasi antar data yang dihitung atau disusun berdasarkan data time series, sedangkan data yang digunakan pada penelitian ini adalah data diperoleh hasil penyebaran kuesioner. Berikut akan dijelaskan hasil pengujian asumsi klasik.
4.4.1 Multikolinieritas
Multikolinieritas menunjukkan adanya korelasi (hubungan) antara variabel bebas dalam model regresi. Model regresi yang baik tidak menunjukkan adanya multikolinieritas. Pendeteksian ada atau tidaknya multikolinieritas
dilakukan dengan melihat nilai VIF. Jika nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas. Berikut adalah nilai VIF yang dihasilkan model regresi:
Tabel 4.17. Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Bebas VIF
Faktor Lingkungan 1.102
Faktor Organisasi 1.073
Faktor Individu 1.038
Sumber: Lampiran 7
Berdasarkan Tabel 4.17 dapat dilihat bahwa nilai VIF variabel faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu semuanya kurang dari 10, hal ini mengindikasikan tidak terjadi multikolinieritas sehingga asumsi non multikolinieritas terpenuhi.
4.4.2 Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas menunjukkan dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian antara residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Model regresi yang baik tidak menunjukkan adanya heteroskedastisitas.
Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) sebagai sumbu X dengan nilai residual (SRESID) sebagai sumbu Y. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastis. Berikut adalah grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan nilai residual (SRESID):
3 2
1 0
-1 -2
-3
Regression Standardized Predicted Value
3
2
1
0
-1
-2
-3
Regression Studentized Residual
Dependent Variable: Stres Kerja Scatterplot
Gambar 4.4. Grafik Plot Antara ZPRED dengan SRESID
Grafik plot pada Gambar 4.4, menunjukkan tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y.
Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga asumsi non heteroskedastisitas terpenuhi.
4.4.3 Normalitas
Untuk melihat apakah variabel terikat dan variabel bebas dalam model regresi mengikuti sebaran normal atau tidak, digunakan grafik normal probability plot. Apabila residual menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Berikut adalah grafik normal probability plot yang dihasilkan dari model regresi:
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob
1.0
0.8
0.6
0.4
0.2
0.0
Expected Cum Prob
Dependent Variable: Stres Kerja
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Gambar 4.5. Grafik Normal Probability Plot
Berdasarkan Gambar 4.5 dapat dilihat bahwa residual menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, dan diambil kesimpulan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
4.4.4 Analisa Regresi Linier Berganda
Hasil pengujian asumsi klasik analisis regresi menunjukkan bahwa asumsi-asumsi yang mendasari analisis regresi telah terpenuhi, sehingga hasil analisis tidak bias untuk diintepretasikan. Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan, organisasi dan individu terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya baik secara simultan (bersama-sama) maupun secara parsial, serta untuk mengetahui manakah di antara faktor lingkungan, organisasi dan individu yang berpengaruh dominan terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya. Pengolahan data dilakukan dengan alat bantu komputer program SPSS 13.0.
4.4.4.1 Model Persamaan
Dari pengolahan data diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 0.232 + 0.198 X1 + 0.317 X2+ 0.580 X3
Penjelasan dari masing-masing koefisien regresi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Nilai konstanta adalah sebesar 0.232, artinya jika variabel bebas X1, X2, X3
= 0, maka nilai variabel terikat adalah 0.232. Dengan kata lain jika faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu tidak memberikan pengaruh, maka stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya adalah sebesar 0.232.
2. Nilai koefisien regresi variabel faktor lingkungan (X1) adalah sebesar 0.198, artinya jika X1 berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.198 dengan anggapan variabel X2 dan X3 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X1 dan Y, artinya apabila faktor lingkungan yang bisa menimbulkan stres semakin meningkat, maka stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya akan mengalami peningkatan sebesar 0.198.
3. Nilai koefisien regresi variabel faktor organisasi (X2) adalah sebesar 0.317, artinya jika X2 berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.317 dengan anggapan variabel X1 dan X3 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X2 dan Y, artinya apabila faktor organisasi yang bisa menimbulkan stres semakin meningkat, maka stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya akan mengalami peningkatan sebesar 0.317.
4. Nilai koefisien regresi variabel faktor individu (X3) adalah sebesar 0.580, artinya jika X3 berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.580 dengan anggapan variabel X1 dan X2 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X3 dan Y, artinya apabila faktor individu yang bisa menimbulkan stres semakin meningkat, maka stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya akan mengalami peningkatan sebesar 0.580.
Dari hasil analisis regresi diperoleh nilai korelasi (R) sebesar 0.593, hal ini menunjukkan korelasi (hubungan) yang cukup kuat antara faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu terhadap stres kerja karyawan Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel berikut:
Tabel 4.18. Nilai Korelasi (R) dan Nilai Koefisien Determinasi (R Square)
Model R R Square Adjusted
R Square
Std. Error of the Estimate
1 0.593 0.351 0.302 0.86855
Sumber: Lampiran 8
Tabel 4.18 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) yang diperoleh sebesar 0.351, hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu memberikan kontribusi terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya sebesar 35.1%, sedangkan sisanya sebesar 64.9% merupakan kontribusi dari faktor lainnya.
4.4.4.2 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Untuk mengetahui apakah variabel bebas secara simultan (bersama- sama) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat digunakan uji F. Jika F hitung > F tabel atau nilai signifikansi F < 0.05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H1
diterima, artinya variabel bebas secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Sedangkan jika F hitung < F tabel atau nilai signifikansi F > 0.05 (α=5%), maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya variabel bebas secara simultan (bersama-sama) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Hasil uji F antara variabel faktor lingkungan (X1), faktor organisasi (X2) dan faktor individu (X3) terhadap variabel stres kerja (Y) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.19. Hasil Uji F Model Sum of
Squares df Mean
Square F Sig.
Regression 15.945 3 5.315 7.046 0.001 Residual 29.421 39 0.754
Total 45.366 42
Sumber: Lampiran 8
Uji F antara variabel faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu terhadap variabel stres kerja menghasilkan F hitung sebesar 7.046 > F tabel 2.845 (α = 0.05; df regression=3; df residual=39), dengan nilai signifikansi F sebesar 0.001 < 0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya.
Berdasarkan hasil uji F di atas, maka hipotesis pertama penelitian yang menduga bahwa faktor lingkungan, organisasi dan individu berpengaruh secara bersama-sama terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya terbukti kebenarannya, seperti terlihat pada gambar bawah ini.
Gambar 4.6. Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Secara Simultan
Daerah penerimaan Ho
F hitung
= 31.134 F tabel
= 3.117
Daerah penolakan Ho
= 2.845 = 7.046
4.4.4.3 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial (individual) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat digunakan uji t. Jika t hitung >
t tabel atau nilai signifikansi t < 0.05 (α=5%), maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel bebas secara parsial (individual) berpengaruh signifikan terhadap variable terikat. Sedangkan jika t hitung < t table atau nilai signifikansi t > 0.05 (α=5%), maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya variabel bebas secara parsial (individual) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Hasil uji t antara variabel faktor lingkungan (X1), faktor organisasi (X2) dan faktor individu (X3) terhadap variabel stres kerja (Y) adalah sebagai berikut:
Tabel 4.20. Hasil Uji t
Model
Unstandardized
Coefficients t Sig.
B Std. Error
Konstanta 0.232 0.730 0.318 0.752
Faktor Lingkungan 0.198 0.150 1.317 0.196 Faktor Organisasi 0.317 0.152 2.081 0.044 Faktor Individu 0.580 0.157 3.691 0.001
Sumber: Lampiran 8
Uji t antara variabel faktor lingkungan (X1) dengan variable stres kerja (Y) menghasilkan t hitung sebesar 1.317 < t table 2.023 (α/2=0.025; df residual=39). Dengan nilai signifikansi t sebesar 0.196 > 0.05, maka H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial (individual) faktor lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya, seperti terlihat pada gambar bawah ini.
Gambar 4.7. Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Faktor Lingkungan Terhadap Stres Kerja
Uji t antara variabel faktor organisasi (X2) dengan variable stres kerja (Y) menghasilkan t hitung sebesar 2.081 > t table 2.023 (α/2=0.025; df residual=39). Dengan nilai signifikansi t sebesar 0.044 < 0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial (individual) faktor organisasi berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya, seperti terlihat pada gambar bawah ini.
Gambar 4.8. Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Faktor Organisasi Terhadap Stres Kerja
Uji t antara variabel faktor individu (X3) dengan variable stres kerja (Y) menghasilkan t hitung sebesar 3.691 > t table 2.023 (α/2=0.025; df residual=39). Dengan nilai signifikansi t sebesar 0.001 < 0.05, maka H0 ditolak
Daerah penolakan Ho Daerah
penolakan Ho Daerah penerimaan Ho
t tabel = -1.992
t tabel = 1.992
t hitung = 6.895
‐2.023 2.023 2.081
Daerah penolakan Ho Daerah
penolakan Ho Daerah penerimaan Ho
t tabel = -1.992
t tabel = 1.992
t hitung = 6.895
‐2.023 2.023 3.152
t hitung =
dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial (individual) faktor individu berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya, seperti terlihat pada gambar bawah ini.
Gambar 4.9. Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Faktor Individu Terhadap Stres Kerja
Berdasarkan hasil uji t di atas, maka hipotesis kedua penelitian yang menduga bahwa faktor lingkungan, organisasi dan individu berpengaruh secara parsial terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya hanya terbukti pada faktor organisasi dan faktor individu, sedangkan pada faktor lingkungan tidak terbukti kebenarannya.
Untuk mengetahui manakah di antara faktor lingkungan, organisasi dan individu yang berpengaruh dominan terhadap stres kerja karyawan Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya, maka dilihat nilai koefisien determinasi parsial (r2). Variabel yang memiliki nilai r2 terbesar adalah variabel yang mempunyai pengaruh dominan. Berikut adalah nilai r2 masing-masing variabel bebas:
Daerah penolakan Ho Daerah
penolakan Ho Daerah penerimaan Ho
t tabel = -1.992
t tabel = 1.992
t hitung = 6.895
‐2.023 2.023 3.691
Tabel 4.21. Koefisien Determinasi Parsial Variabel Bebas
Variabel
Koefisien Korelasi Parsial
(r)
Koefisien Determinasi
Parsial (r2)
Faktor Lingkungan 0.206 0.0424
Faktor Organisasi 0.316 0.0999
Faktor Individu 0.509 0.2591
Sumber: Lampiran 8
Berdasarkan Tabel 4.21 dapat dilihat bahwa koefisien determinasi parsial (r2) variabel faktor individu paling besar yaitu sebesar 0.2591 atau 25.91%, sedangkan r2 variabel faktor organisasi sebesar 0.0999 atau 9.99%, dan r2 variabel faktor lingkungan sebesar 0.0424 atau 4.24%. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel faktor individu paling dominan dalam mempengaruhi stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya. Karena selain memiliki nilai koefisien yang paling besar, yang menentukan bisa stres atau tidak stres seseorang berasal dari individu itu sendiri. Dan dari faktor individu, masalah keluarga yang dialami oleh karyawan itu sendiri yang menjadi penyebab paling besar. Dengan demikian hipotesis ketiga penelitian yang menduga bahwa faktor yang berpengaruh secara dominan terhadap stres kerja karyawan adalah faktor individu, terbukti kebenarannya.
4.5 Pembahasan
Berdasarkan hasil uji F dapat diketahui bahwa faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan departemen Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 7.046 yang lebih besar daripada nilai F tabel sebesar 2.845. Dan nilai signifikasi sebesar 0.001.
Dengan demikian hipotesis pertama penelitian yang menduga bahwa faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu berpengaruh secara simultan terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya terbukti.
Dari hasil uji regresi di dapati bahwa Koefesien Determinasi (R²) sebesar 0.351 memiliki arti bahwa faktor lingkungan, faktor organisasi dan faktor individu memberikan kontribusi terhadap stres kerja karyawan departemen Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya sebesar 35.1% sedangkan sisanya 64.9%
merupakan kontribusi dari faktor lainnya.
Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa faktor lingkungan (X1) mempunyai t hitung sebesar 1.317 yang nilainya lebih kecil daripada t tabel yang sebesar 2.023 dengan nilai signifikasi sebesar 0.196. Hal ini menandakan bahwa faktor lingkungan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya. Sedangkan kedua faktor lainnya yaitu faktor organisasi (X2) dan faktor individu (X3) mempunyai nilai signifikasi masing-masing sebesar 0.044 dan 0.001 yang lebih kecil daripada nilai signifikasi sebesar 0.05. Ini berarti dua faktor ini secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap stres kerja (Y) karyawan departemen Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya yang ditunjukkan dengan t hitung masing- masing sebesar 2.081 dan 3.691. Dengan demikian hipotesis kedua penelitian yang menduga bahwa faktor lingkungan, faktor organisasi, dan faktor individu berpengaruh secara parsial terhadap stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya hanya terbukti di faktor organisasi dan faktor individu saja.
Sedangkan faktor lingkungan tidak terbukti mempengaruhi.
Berdasarkan nilai koefisien determinasi parsial, faktor individu berpengaruh paling dominan terhadap stres kerja karyawan departemen Food &
Beverage Hotel Novotel Surabaya yaitu sebesar 25.91% daripada dua faktor lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel faktor individu paling dominan dalam mempengaruhi stres kerja karyawan Food & Beverage Hotel Novotel Surabaya. Dengan demikian hipotesis ketiga penelitian yang menduga bahwa faktor yang berpengaruh secara dominan terhadap stres kerja karyawan adalah faktor individu.