• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Produksi & Operasi Syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Manajemen Produksi & Operasi Syariah"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Segala puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.

Shalawat serta salam tak lupa pula kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW serta para pengikutnya sampai akhir zaman.

Buku Manajemen Produksi & Operasi Syariah ini disusun agar bisa menjadi pedoman praktis bagi pelaku usaha, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah, dalam bermuamalah mengkuti syariah. Syariah merupakan pedoman kita dalam berhubungan dengan Allah, sesama, dan lingkungan hidup.

Seperti bisnis konvensional yang bertujuan mendapatkan keuntungan materi, prinsip bisnis syariah juga demikian adanya.

Namun tetap menekankan pentingnya menggapai ridha Allah SWT dalam setiap berusaha.

Buku kecil ini dikemas sangat praktis dengan penyampaian menggunakan bahasa semudah mungkin untuk dipahami. Kalau pun ada kosa kata yang masih menggunakan terminologi baku, tentu itu bertujuan agar tidak terjadi kehilangan makna kosa kata itu yang sesungguhnya.

Semoga buku ini bisa bermanfaat untuk para pembaca.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 1 November 2021

Penulis

(3)

BAB I PENDAHULUAN DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB II KEWIRAUSAHAAN SYARIAH

BAB IV KEMASAN DAN LABEL KEMASAN

BAB V LEGALITAS USAHA DAN IZIN EDAR PRODUK BAB III SARANA DAN PRASARANA

BUKU KERJA

D AF TAR ISI

A. Deskripsi B. Tujuan C. Waktu

1 1 1

A. Proses Produksi / Operasi

B. Standar Operasional Prosedur (SOP) C. Harga Pokok Produksi (HPP)

A. Kemasan

B. Label Kemasan

A. Legalitas Usaha B. Izin Edar Produk

2 2 2

4 4

5 5 A. Lokasi Usaha

B. Bangunan

C. Fasilitas Sanitasi D. Mesin dan Peralatan E. Bahan

3 3 3 3 3

I II

6

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Manajemen produksi dan operasi ( MPO ) adalah kegiatan menciptakan barang dan jasa melalui pengubahan faktor produksi dengan memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen agar produktifitas dapat dicapai secara efisien dan efektif.

Dalam setiap bisnis, produksi dan operasi merupakan kegiatan yang pasti ada baik outputnya berupa produk maupun jasa. Namun, tanpa manajemen yang baik, terukur, dan terdokumentasi dengan baik, kegiatan bisnis berjalan dengan tidak efektif dan efisien. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah proses produksi, standar operasional prosedur ( SOP ), perhitungan harga pokok produksi ( HPP ), sarana dan prasarana, kemasan dan label kemasan, serta legalitas usaha dan produk.

B. Tujuan

Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat memahami, menumbuhkembangkan kompetensi wirausaha, meliputi mengambil inisiatif, menjadi pro-aktif, menghadapi risiko dan implementasi ide.

Selain itu, peserta pelatihan diharapkan mampu:

(5)

1. Mengidentifikasi alur proses bisnis mulai awal / permintaan/pembelian bahan baku hingga produk dikemas / siap dijual / pelayanan berakhir

2. Membuat SOP untuk salah satu proses dari alur proses bisnis 3. Menghitung HPP

4. Mengetahui dan memahami pentingnya sarana dan prasarana produksi dan operasi 5. Mengetahui dan memahami jenis-jenis kemasan, fungsi, serta peraturan label kemasan 6. Mengetahui dan memahami jenis-jenis ijin edar produk.

C. Waktu

(6)

BAB II

MANAJEMEN PRODUKSI

Ada 3 kategori dalam manajemen produksi/

operasi:

A. Proses produksi / operasi

Untuk kegiatan yang menghasilkan produk / barang, proses produksinya adalah: pem- belian bahan baku -> proses -> produk jadi -> pengemasan -> pelabelan. Sedangkan untuk kegiatan jasa, prosesnya adalah: peny- iapan sarana-> pemesanan jasa-> pelayanan/

perawatan.

B. Standar Operasional Prosedur ( SOP )

Ini merupakan acuan dalam bekerja, sekaligus

untuk mengukur kinerja karyawan. Dengan adanya SOP, maka produk yang dihasilkan akan sama meskipun dikerjakan oleh orang yang berbeda.

C. Harga Pokok Produksi ( HPP )

Ini penting bagi Anda untuk menghitung berapa biaya yang dikeluarkan untuk meng- hasilkan suatu produk atau jasa. Dari situ, Anda bisa menentukan berapa harga jual dari produk / jasa tersebut. Selisih dari HPP dan harga jual itulah yang disebut dengan keuntungan.

(7)

BAB III

SARANA DAN PRASARANA

Dalam menjalankan usaha, Anda butuh sarana dan prasarana guna mendukung aktifitas bisnis Anda.

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan bisnis.

Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya suatu proses khususnya produksi dalam bisnis. Ada 5 sarana dan prasarana yang harus Anda miliki:

A. Lokasi usaha

Anda harus jeli dan teliti dalam menentukan lokasi usaha. Sebisa mungkin lokasi usaha Anda dekat dengan sumber bahan baku, dekat dengan pasar, dekat dengan ketersediaan tenaga kerja, fasilitas dan teknologi yang leng- kap seperti jaringan listrik, telepon, internet, dan air bersih, harga tanah, perizinan, dll.

Pastikan juga lokasi usaha Anda tidak meng- ganggu lingkungan sekitar.

B. Bangunan

Bangunan usaha Anda, baik itu kantor ataupun pabrik haruslah memenuhi beberapa per- syaratan, antara lain lokasi yang strategis, jauh dari habitat hewan pencemar, luas bangunan memadai, aman, nyaman dan memenuhi syarat keselamatan kerja.

(8)

C. Fasilitas Sanitasi

Usaha Anda harus memiliki fasilitas sanitasi yang memadai, seperti sarana penyediaan air bersih, sarana pembuangan limbah, sarana pembersihan, sarana toilet, dan sarana kebersi- han untuk karyawan (wastafel, loker pakaian, tempat sampah, dan masker).

D. Mesin dan Peralatan

Gunakan mesin yang bisa bekerja dalam kapasitas optimum. Jangan terlalu kecil dan jangan pula terlalu besar. Lakukan evaluasi terhadap mesin yang sudah usang. Jika masih bisa diperbaiki, lakukan perbaikan. Jika tidak, sebaiknya belilah mesin baru.

E. Bahan

Bahan baku yang digunakan, terutama bahan olahan makanan, harus segar, tidak busuk, tidak berbahaya bagi kesehatan, memenuhi standar mutu.

Di samping itu, perhatikan juga kualitas air yang dipakai untuk proses produksi bahan tersebut. Air harus dalam keadaan bersih.

(9)

BAB IV

KEMASAN DAN LABEL KEMASAN

A. Kemasan

Kemasan produk sangat penting untuk melindungi dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Jenis kemasan beragam, bergantung pada peruntukannya. Kemasan umumnya terbuat dari berbagai jenis bahan seperti logam, kayu, gelas, kertas, plastik, film, foil, karung goni dan kain.

B. Label Kemasan

Kemasan biasanya dilengkapi dengan label yang berfungsi sebagai sarana promosi dan petunjuk atau informasi kepada konsumen. Label kemasan berisi merek produk, tanggal produksi dan kadaluarsa, nama produsen, kandungan gizi, petunjuk pemakaian, berat bersih, dan QR code atau barcode.

(10)

BAB V

LEGALITAS USAHA

DAN IZIN EDAR PRODUK

A. Legalitas Usaha

Bisnis Anda harus memiliki legalitas usaha yang merupakan jari diri usaha Anda, sehingga diakui oleh masyarakat dan sah menurut undang- undang dan peraturan. Legalitas usaha ini juga akan menjadi salah satu persyaratan dalam mengurus ijin edar produk ke depannya.

Beberapa jenis legalitas usaha / izin usaha yang berlaku di Indonesia antara lain CV atau PT, Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Izin Usaha Industri (IUI).

B. Izin Edar

Dokumen lain yang harus Anda miliki agar produk dan jasa Anda bisa sampai ke konsumen adalah izin edar. Dokumen ini dikeluarkan oleh instansi yang berbeda, sesuai dengan kewenangannya. Untuk produk makanan / minuman dan obat-obatan misalnya, izin edarnya dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

Untuk produk halal, sertifikasinya dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagai Muslim dan pengusaha yang bergerak di bidang usaha berbasis syariah, Anda wajib memiliki sertifikat

(11)

BUKU KERJA

Manajemen Produksi :

Sarana dan Prasarana

Bangunan

(12)

Fasilitas Sanitas

Legalitas Usaha (Perijinan)

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Bidang Prasarana dan Sarana mempunyai tugas pokok mengkaji bahan kebijakan teknis operasional dan fasilitasi bidang prasarana dan sarana peternakan meliputi penataan kawasan,

Perusahaan telah menyesuaikan kebijakan dan prosedur maupun strategi bisnis dengan regulasi yang berlaku melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) pada setiap Unit

(3) Pencatatan inventarisasi sarana dan prasarana merupakan tahapan pertama dalam prosedur inventarisasi sarana prasarana yang dilakukan oleh SMP Negeri 255 Jakarta

Prasarana kantor digunakan manusia untuk membimbing orang-orang sesuai dengan aturan yang berlaku seperti SOP (Standar Operasional Operasional). Hubungan antara sarana dan

Dengan adanya Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur SOP Dalam Meningkatkan Kualitas Produksi,

Makalah ini menganalisis cara penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP)

Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) UMKM Zulfa Drink yang menjadi faktor kunci keberlanjutan dan keuntungan

Prosedur Operasional Standar SOP: Organisasi perlu merancang prosedur yang memastikan bahwa setiap kegiatan yang menggunakan energi dilakukan dengan cara yang efisien dan sesuai dengan