• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Profil Responden

Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner pada 100 konsumen pengguna sepeda motor Honda di Surabaya. Pada bagian berikut akan dideskripsikan profil responden penelitian yang meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan pengeluaran per bulan.

A. Profil Responden Berdasarkan Usia

Berikut disajikan deskripsi profil responden yaitu 100 orang pengguna sepeda motor Honda di Surabaya yang digolongkan berdasarkan usia:

Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia F %

17-20 Th 3 3

21-30 Th 47 47

31-40 Th 50 50

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden berusia antara 17- 20 tahun yaitu sebanyak 3 orang (3%), 21-30 tahun yaitu sebanyak 47 orang (47%), dan berusia 31-40 tahun sebanyak 50 orang (50%). Deskripsi tersebut memberikan kesimpulan bahwa sebagian besar pengguna sepeda motor Honda di Surabaya yang menjadi sampel penelitian ini berusia antara 31-40 tahun.

B. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berikut disajikan deskripsi profil responden yaitu 100 orang konsumen sepeda motor Honda di Surabaya yang digolongkan berdasarkan jenis kelamin:

Tabel 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin F %

Laki-laki 84 84

Perempuan 16 16

(2)

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa sebagian besar konsumen sepeda motor Honda di Surabaya adalah laki-laki yaitu sebanyak 84 orang (84%), sedangkan sisanya sebanyak 16% adalah perempuan.

C. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan

Berikut disajikan deskripsi profil responden yaitu 100 orang konsumen sepeda motor Honda di Surabaya yang digolongkan berdasarkan pekerjaan:

Tabel 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan F %

Mahasiswa 10 10

Swasta 55 55

Wiraswasta 35 35

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa responden mahasiswa sebanyak 10 orang (10%), swasta yaitu sebanyak 55 orang (55%), dan wiraswasta sebanyak 35 orang (35%). Deskripsi tersebut memberikan kesimpulan bahwa sebagian besar pengguna sepeda motor Honda di Surabaya yang menjadi sampel penelitian ini memiliki pekerjaan sebagai swasta.

D. Profil Responden Berdasarkan Pengeluaran Per Bulan

Berikut disajikan deskripsi profil responden yaitu 100 orang konsumen sepeda motor Honda di Surabaya yang digolongkan berdasarkan pengeluaran per bulan:

Tabel 4.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pengeluaran per bulan

Pengeluaran F %

<= Rp 3.000.000,00 47 47

Rp 3.000.001,00 – Rp 5.000.000,00 49 49

Rp 5.000.001,00 – Rp 10.000.000,00 4 4

Total 100 100

(3)

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa responden dengan pengeluaran per bulan sebesar <= Rp 3.000.000,00 yaitu sebanyak 47 orang (47%), antara Rp 3.000.001,00 – Rp 5.000.000,00 sebanyak 49 orang (49%), dan antara Rp 5.000.001,00 – Rp 10.000.000,00 sebanyak 4 orang (4%). Deskripsi tersebut memberikan kesimpulan bahwa sebagian besar pengguna sepeda motor Honda di Surabaya yang menjadi sampel penelitian ini memiliki pengeluaran antara Rp 3.000.001,00 – Rp 5.000.000,00 setiap bulan.

4.2 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian

Pada deskripsi jawaban responden akan dijelaskan jawaban responden mengenai Brand Performance (X1), Competitive Advantage (Y1), Customer Engagement (Y2) dan Repeat Purchase (Z1). Deskripsi jawaban responden dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata (mean) jawaban responden terhadap masing-masing pertanyaan dan nilai standart deviasi jawaban. Untuk mengkategorikan rata-rata jawaban responden digunakan interval kelas yang dicari dengan rumus sebagai berikut:

8 . 5 0

1 5 Kelas

Jumlah

Terendah Nilai

Tertinggi Nilai

Kelas

Interval     

Dengan interval kelas 0.8 kemudian disusun kriteria rata-rata jawaban responden yang disajikan pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.5. Kategori Rata-Rata Jawaban Responden

Interval Kategori

4.20 < a =< 5.00 Sangat Setuju (SS) 3.40 < a =< 4.20 Setuju (S)

2.60 < a =< 3.40 Ragu-ragu (R) 1.80 < a =< 2.60 Tidak Setuju (TS)

1.00 < a =< 1.80 Sangat Tidak Setuju (STS) Sumber. Hasil Perhitungan

4.2.1 Analisa Deskriptif Variabel Brand Performance

Variabel Brand Performance dalam penelitian ini meliputi tujuh dimensi pengukuran, yaitu dimensi product performance, service performance, customer

(4)

care, dan customer delight. Setiap dimensi memiliki 3 indikator, berikut analisa deskriptif mengenai Brand Performance :

Tabel 4.6 Analisa Deskriptif Dimensi Product Performance

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Suspensi motor saya

nyaman (X1.1) 1 5 26 45 123 3,84 0,873

Akselerasi motor saya

cepat (X1.2) 1 5 31 46 17 3,73 0,839

Pengamanan kunci kontak

motor saya bagus (X1.3) 1 2 32 47 18 3,79 0,795

Product Performance mencerminkan bagaimana kualitas mutu produk yang di produksi dan dijual oleh Honda kepada konsumen pengguna sepeda motor di Indonesia. Pada Tabel 4.6 dapat dijelaskan bahwa nilai mean terbesar dapat ditemui pada indikator X1.1 sebesar 3.84. Nilai ini menjelaskan bahwa mayoritas responden setuju pada pernyataan “Suspensi motor saya nyaman” yang dimaksud disini ialah motor Honda. Motor Honda dikenal mengutamakan kenyaman penggunanya dan suspensi yang terdapat pada setiap motor Honda dirancang agar dapat meredam kejut pada saat pengendara menginjak lubang atau jalanan berbatu sehingga pengendara motor dapat dengan mudah mengendalikan kestabilan motornya.

Indikator X1.2 memiliki nilai rata – rata sebesar 3.73 yang menunjukan bahwa rata – rata responden merasa “Akselerasi motor saya cepat”. Para responden sepakat bahwa akselerasi motor Honda dianggap baik. Akselerasi merupakan bagian dari motor yang berfungsi untuk menaikkan kecepatan saat berkendara. Pada indikator ini pernyataan yang memiliki nilai rata-rata terendah adalah pernyataan ini, namun nilainya masih termasuk dalam kategori baik.

Indikator X1.3 memiliki nilai mean pada angka 3.79 yang berarti responden sudah merasa tingkat pengamanan kunci kontak motor Honda bagus.

Honda melengkapi setiap motor yang mereka produksi dengan teknologi Secure Key Shutter berfungsi sebagai kunci ganda sekaligus dapat mengurangi resiko

(5)

pencurian. Setiap motor yang diproduksi oleh Honda juga dilengkapi kombinasi anak kunci dan kutub magnet yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Tabel 4.7 Analisa Deskriptif Dimensi Service Performance

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Honda memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap saat melakukan transaksi (X1.4)

1 8 30 36 25 3,76 0,955

Transaksi pembayaran mudah dan lengkap mulai dari kredit, debit, dan tunai (X1.5)

1 6 22 47 24 3,87 0,884

Pelayanan transaksi pembelian mulai dari awal hingga akhir transaksi memuaskan (X1.6)

1 7 33 43 16 3,66 0,867

Service Performance menunjukkan kemampuan Honda dalam melayani konsumen baik itu pada saat melakukan transaksi pembelian dan juga setelah terjadinya transaksi pembelian. Tabel 4.7 memberikan gambaran bahwa ketiga indikator dari dimensi Service Performance memiliki nilai mean yang tinggi. Hal ini berarti responden sudah mengakui bahwa Honda memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya.

Nilai rata – rata tertinggi dimiliki oleh indikator X1.5 yaitu sebesar 3.87 artinya responden setuju transaksi pembayaran Honda mudah dan sistem pembayarannya lengkap mulai dari kredit, debit, dan tunai. Dengan banyaknya metode sistem pembayaran memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi karena ada konsumen yang lebih suka membayar secara tunai, menggunakan debit card dan melalui kredit. Sehingga konsumen tidak merasa terbebani untuk langsung melunasi motor yang mereka beli. Pembayaran cash bisa bisa dilakukan pada saat motor dikirim / COD (Cash On Delivery), atau dengan cara transfer via Bank BCA dan Mandiri. Sedangkan untuk proses kredit akan dilakukan survey dari pihak leasing, setelah survey jawabannya akan diberikan 1-2 hari apakah

(6)

diterima atau ditolak. Pembayaran DP (Uang Muka) bisa dilakukan pada saat motor dikirim / COD (Cash On Delivery), atau dengan cara transfer via Bank BCA dan Mandiri.

Selain itu, indikator X1.4 juga memiliki tingkat rata – rata yang besar yaitu 3.76 yang menjelaskan bahwa responden setuju terhadap pernyataan yang menunjukkan bahwa Honda memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap saat konsumen melakukan transaksi pembelian. Staff SPG Honda akan mendapatkan SOP dan mereka wajib untuk mengikuti SOP yang telah diberikan. Selain itu perekrutan SPG juga melalui hasil wawancara sehingga orang yang diterima menjadi pegawai telah memiliki standard yang cukup untuk melayani calon konsumen Honda.

Untuk indikator X1.6 memiliki nilai rata-rata sebesar 3,66 yang menyatakan bahwa responden setuju bahwa pelayanan transaksi pembelian mulai dari awal hingga akhir transaksi memuaskan. Sama hal-nya dengan indikator X1.4 pada indikator X1.6 berkaitan dengan staff pegawai Honda yang berhubungan langsung dengan konsumen dalam kegiatan transaksi. Keramahan, pemahaman akan produk Honda yang mereka tawarkan, kesabaran dan kecakapan SPG merupakan hal yang penting dalam menangani konsumen.

Tabel 4.8 Analisa Deskriptif Dimensi Customer Care

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Layanan customer care Honda

efektif (X1.7) 1 6 26 48 19 3,78 0,860

Mudah menemukan bengkel

resmi Honda (X1.8) 1 6 26 47 20 3,79 0,868

Kinerja teknisi Honda handal

dan ahli dalam bidangnya (X1.9) 1 5 28 48 18 3,77 0,839

Customer Care merupakan dimensi yang memperhatikan tentang kendala/masalah yang dihadapi oleh konsumen setelah melakukan transaksi pembelian, konsumen menginginkan agar mereka dapat diperhatikan dan dihargai.

Oleh sebab itu Honda membuat layanan Customer Care untuk konsumennya.

(7)

Tabel 4.8 menjelaskan bahwa ketiga indikator diatas memiliki hubungan yang kuat satu sama lain. Hal ini terbukti dengan nilai mean yang tidak jauh berbeda yaitu X1.7 sebesar 3.78, X1.8 sebesar 3.79, dan X1.9 sebesar 3.77. Ketiga indikator ini memberikan gambaran bahwa Honda memiliki layanan Customer Care yang sudah dianggap baik oleh pelanggannya.

Indikator X1.7 menjelaskan bahwa layanan Customer Care Honda efektif.

Honda membuat layanan Customer Care yang mudah diakses oleh pelanggannya (telepon, sms, dan email). Sedangkan pada indikator X1.8 menyatakan bahwa pelanggan setuju dengan pernyataan kemudahan utnuk menemukan bengkel resmi Honda, bila motor mereka mengalami kerusakan mereka tidak kesusahan mencari bengkel Honda (AHASS). Pada indikator X1.9 responden setuju bahwa teknisi Honda bekerja dengan handal dan ahli dalam bidangnya. Pelanggan yang pergi ke bengkel resmi Honda dilayani oleh teknisi yang memang ahli dalam memperbaiki motor. Sehingga pelanggan dapat merasa nyaman dan tidak khawatir motornya diperbaiki oleh teknisi itu.

Tabel 4.9 Analisa Deskriptif Dimensi Customer Delight

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Harga motor Honda setara dengan manfaat yang diperoleh (perasaan worth-it) (X1.10)

1 8 26 45 20 3,75 0,903

Saya merasa puas dengan kualitas

motor Honda (X1.11) 2 4 30 38 26 3,82 0,936

Saya merasa puas dengan keunggulan yang dijanjikan Honda (X1.12)

1 2 31 38 28 3,90 0,870

Customer Delight merupakan kemampuan Honda untuk menciptakan perasaan puas dan ketertarikan yang mempengaruhi hubungan konsumen dengan Honda. Tabel 4.9 menjelaskan pada indikator X1.12 memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 3,90 artinya responden setuju bahwa mereka merasa puas dengan keunggulan yang dijanjikan Honda.

(8)

Pada indikator X1.11 memiliki nilai rata-rata 3,82 artinya responden setuju bahwa mereka puas dengan kualitas motor Honda. Kedua indikator ini memiliki hubungan karena berkaitan dengan produk Honda pada aspek kualitas dan keunggulan. Contoh keunggulan yang dijanjikan dan terbukti secara nyata kualitas mutunya ialah motor Honda irit bensin, suspensi yang nyaman, teknologi injeksi, sistem pengereman yang membuat motor tetap stabil, penerangan lampu LED yang terang dan beberapa fitur yang terdapat pada masing-masing motor seperti matic, bebek dan sport.

Sedangkan pada indikator X1.10 memiliki nilai rata-rata 3,75 artinya responden setuju bahwa harga motor Honda setara dengan manfaat yang diperoleh (perasaan worth-it). Membahas tentang harga, penulis telah menyertakan lampiran harga (lampiran ke-6) daftar harga jual motor Honda berdasarkan jenis kategorinya. Penetapan harga sesuai dengan kemampuan daya beli konsumen dan bersaing dengan kompetitor merek motor lain.

4.2.2 Analisa Deskriptif Variabel Competitive Advantage

Variabel Competitive Advantage dalam penelitian ini meliputi tiga dimensi pengukuran, yaitu dimensi cost advantage, product advantage, dan service advantage. Setiap dimensi memiliki 3 indikator, berikut analisa deksriptif mengenai Competitive Advantage:

Tabel 4.10 Analisa Deskriptif Dimensi Cost Advantage

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Harga motor Honda sesuai dengan kemampuan daya beli (Y1.1)

1 2 33 41 23 3,83 0,842

Harga motor Honda termasuk murah jika dibandingkan pesaing (Y1.2)

2 5 26 40 27 3,85 0,947

(9)

Harga motor Honda sesuai dengan kualitas yang diberikan (Y1.3)

2 3 26 37 32 3,94 0,941

Cost Advantage merupakan keunggulan yang dimiliki Honda dalam segi biaya produksi dan distribusi sehingga harga jual motor Honda dapat sesuai dengan daya beli konsumen dan juga tergolong murah. Indikator terkuat yang mempengaruhi dimensi ini adalah indikator Y1.3 dengan nilai mean sebesar 3.94.

Konsumen Honda merasa harga motor Honda sesuai dengan kualitas yang diberikan artinya konsumen merasa bahwa nilai uang yang mereka keluarkan sebanding dengan manfaat yang mereka peroleh (reasonable).

Untuk indikator Y1.2 memiliki nilai rata-rata sebesar 3,85 artinya responden setuju bahwa harga motor Honda termasuk murah jika dibandingkan pesaing. Perbandingan harga dapat dilihat pada lampiran ke-5 dan ke-6 yang penulis sertakan pada penelitian ini. Sedangkan untuk indikator Y1.1 memiliki nilai rata-rata sebesar 3,83 artinya responden setuju bahwa harga motor Honda sesuai dengan kemampuan daya beli responden. kenyamanan yang diberikan

Tabel 4.11 Analisa Deskriptif Dimensi Product Advantage

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Design motor Honda

menarik (Y1.4) 3 1 32 41 23 3,80 0,910

Motor Honda memiliki keunggulan pada mesin injeksi sehingga motor jadi lebih irit dari pesaing (Y1.5)

0 6 27 44 23 3,84 0,849

Saya puas dengan inovasi fitur motor Honda (Y1.6)

1 4 28 49 18 3,79 0,820

(10)

Product Advantage merupakan keunggulan produk yang berhasil diciptakan Honda yang merupakan kelebihan dan tidak dimiliki oleh pesaing.

Indikator yang sangat berpengaruh dalam dimensi ini adalah indikator Y1.5 dengan nilai rata – rata sebesar 3.84. Hasil jawaban responden setuju bahwa motor Honda memiliki keunggulan pada mesin injeksi sehingga motor lebih irit dari pesaing. Teknologi injeksi Honda saat ini menggunakan teknologi injeksi PGM FI. PGM FI atau Programmable Fuel Injection merupakan teknologi injeksi dari Honda yang memungkinkan efisiensi pada bahan bakar yang bisa ditingkatkan seoptimal mungkin, dan berujung pada tingkat keiritan bahan bakar yang sangat tinggi.

Indikator Y1.4 memiliki mean kedua tertinggi pada angka 3.80 yang menjelaskan bahwa responden setuju design motor Honda menarik. Konsep design motor yang menarik dari segi bentuk, dan varian warna. Contohnya pada motor vario, scoopy dan beat yang mengutamakan kesan sporty bagi remaja, big bike dan motor sport yang menonjolkan konsep maskulin dan tangguh. Indikator Y1.6 memiliki mean sebesar 3.79 artinya responden puas dengan inovasi fitur pada motor Honda. Honda melakukan pengembangan dan menambahkan fitur pada beberapa kategori motor yang baru dikeluarkan. Contohnya All New Beat eSP, New Beat Street eSP, All New Scoopy, New Vario eSP, All New CB 150R dan All New CBR 150R. Informasi mengenai tambahan fitur dan fungsinya dapat dilihat pada lampiran ke-6 yang disertakan penulis dalam penelitian ini.

Tabel 4.12 Analisa Deskriptif Dimensi Service Advantage

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Saya puas dengan layanan customer center Honda (Y1.7)

0 6 33 34 27 3,82 0,903

Saya puas dengan fasilitas servis gratis motor Honda (Y1.8)

1 6 31 39 23 3,77 0,908

(11)

Saya puas dengan fasilitas layanan kartu One Heart Honda (Y1.9)

1 6 26 46 21 3,80 0,876

Service Advantage merupakan keunggulaan pelayanan yang diberikan oleh Honda terhadap pelanggan. Pada indikator Y1.7 memiliki nilai mean tertinggi sebesar 3.82.Artinya responden merasa puas dengan layanan customer center Honda. Honda berhasil memuaskan konsumennya melalui layanan customer contact center. Tidak hanya itu Honda bahkan meraih penghargan Contact Center Service Excellence Award.

Gambar 4.1 Penyerahan Penghargaan Contact Center Service Excellence Award

Nilai rata-rata tertinggi kedua sebesar 3.80 pada indikator Y1.9 artinya responden merasa puas dengan fasilitas layanan kartu One Heart yang dikeluarkan oleh Honda. Kartu One Heart Honda mulai berlaku sejak Agustus 2011.

Konsumen yang menjadi bagian dari anggota kartu One Heart akan mendapatkan banyak manfaat. Uraian manfaat dan fasilitas dari One Heart Card dapat dilihat pada lampiran ke-7 yang disertakan penulis pada penilitian ini.

Sedangkan untuk indikator Y1.8 memiliki mean sebesar 3.77 artinya responden merasa puas dengan fasilitas servis gratis yang diberikan Honda.

Honda memberikan fasilitas layanan servis gratis pada konsumennya yang melakukan transaksi pembelian sepeda motor. Fasilitas servis itu meliputi servis

(12)

gratis untuk mesin dan oli selama 3 tahun, garansi untuk kerangka dan kelistrikan mesin selama 1 tahun, dan garansi injeksi selama 5 tahun.

4.2.3 Analisa Deskriptif Variabel Customer Engagement

Variabel Customer Engagementdalam penelitian ini meliputi lima dimensi pengukuran, yaitu dimensi attention, enthusiasm, interaction, identification dan absortion. Setiap dimensi memiliki 3 indikator, berikut analisa deksriptif mengenai Customer Engagement:

Tabel 4.13 Analisa Deskriptif Dimensi Attention

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Saya tertarik dengan penambahan

fitur inovasi motor Honda (Y2.1) 1 5 16 47 31 4,02 0,876 Saya tertarik menggunakan

fasilitas layanan yang ada pada One Heart Card (Y2.2)

1 4 20 48 27 3,96 0,852

Saya tertarik mengunjungi promo bazar yang diadakan Honda (Y2.3)

1 5 32 42 20 3,75 0,869

Attention merupakan tingkat perhatian yang diberikan oleh pelanggan terhadap Honda. Dimensi ini dapat diukur dengan tiga indikator yang terdapat pada Tabel 4.13 diatas. Indikator dengan jumlah rata - rata tanggapan tertinggi adalah Y2.1 sebesar 4.02. Responden dari konsumen Honda mengakui bahwa mereka tertarik dengan penambahan fitur inovasi pada motor mereka.

Ketertarikan pada fitur-fitur yang inovatif yang dianggap bermanfaat dan memberikan manfaat dalam berkendara seperti keamanan dan kenyamanan.

Indikator Y2.2 memiliki jumlah rata – rata sebesar 3.96 artinya responden yang menjadi konsumen Honda tertarik menggunakan fasilitas layanan yang ada pada One Heart Card. Contohnya pada saat melakukan servis motor mendapat diskon 5 persen, berbelanja di gerai yang bekerjasama dengan Honda yang

(13)

member diskon pada pemegang kartu OHC dan ikut dalam undian bagi pemegang kartu.

Dibandingkan kedua indikator tersebut, Y2.3 memiliki nilai rata – rata terendah dengan 3.75. Artinya konsumen Honda cukup tertarik mengunjungi promo bazar yang diadakan Honda. Honda mengadakan event untuk memperkenalkan produk terbaru yang mereka luncurkan ke pasar. Event terakhir yang diadakan oleh Honda yaitu di Royal Plaza Surabaya.

Gambar 4.2 Event Honda MPM Surabaya di Royal Plaza Surabaya

Tabel 4.14 Analisa Deskriptif Dimensi Enthusiasm

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Saya antusias untuk mencoba menggunakan motor baru yang dikeluarkan Honda (Y2.4)

1 5 16 47 31 3,84 0,849

Saya antusias untuk membeli motor Honda dengan tipe yang berbeda (Y2.5)

1 4 20 48 27 3,85 0,796

(14)

Saya lebih memilih servis di bengkel resmi Honda (Y2.6)

1 5 32 42 20 3,65 0,892

Enthusiasm merupakan tingkat excitement yang dimiliki oleh pelanggan terhadap Honda. Indikator 2.5 memiliki nilai setuju yang terbesar dibanding yang lain yaitu sebesar 3.85 artinya responden konsumen Honda antusias untuk membeli motor Honda dengan tipe yang berbeda. Honda memiliki beberapa jenis kategori motor yang berbeda. Masing-masing kategori memiliki fitur dengan desain dan konsep yang berbeda. Besarnya antusiasme konsumen Honda untuk membeli motor tipe berbeda dari Honda membuktikan respon positive responden terhadap dimensi ini.

Indikator Y2.4 memiliki nilai mean tidak jauh dari indikator diatas dalam dimensi ini yaitu sebesar 3.84. Menunjukkan bahwa pelanggan merasa antusias untuk mencoba menggunakan motor baru yang dikeluarkan Honda. Jawaban responden menunjukkan respon yang positive terhadap dimensi ini, mereka memiliki antusiasme tidak hanya pada keinginan untuk mencoba tipe kategori jenis yang berbeda melainkan juga antusias untuk mencoba pengembangan produk baru dari tipe jenis motor yang dikeluarkan oleh Honda. Contohnya dari Honda Beat diperbarui menjadi All New Beat eSP, dan berbagai produk pembaruan Honda lainnya.

Sedangkan, indikator Y2.6 memiliki nilai mean sebesar 3.65 yang menunjukkan responden cukup antusias untuk melakukan servis di bengkel resmi Honda. Antusias konsumen Honda untuk melakukan servis di bengkel resmi menunjukkan bahwa Honda tidak hanya berfokus pada penjualan produknya, Honda juga memerhatikan fasilitas yang dapat menambah kepuasan konsumennya melalui penyebaran bengkel resmi yang cukup banyak sehingga memudahkan konsumennya. Di Surabaya sendiri gerai AHASS tersebar sekitar 105 gerai.

Jumlahnya masih dapat bertambah tergantung pada perencanaan dan keputusan MPM Surabaya.

(15)

Tabel 4.15 Analisa Deskriptif Dimensi Interaction

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Saya ikut dalam komunitas

grup motor Honda (Y2.7) 2 4 29 41 24 3,81 0,918 Saya menjadi anggota One

Heart Card Honda (Y2.8) 1 3 24 54 18 3,85 0,783 Menyebarkan kesan positif

tentang Honda pada orang lain (Y2.9)

1 7 29 42 42 3,75 0,903

Interaction memiliki arti bahwa pelanggan ikut berpartisipasi serta menjalin hubungan dengan Honda atau dengan konsumen Honda lainnya diluar melakukan kegiatan transaksi jual beli. Indikator terkuat dalam dimensi ini adalah indikator Y2.8 dengan jumlah rata – rata sebesar 3.85 yaitu pelanggan ingin ikut serta menjadi anggota One Heart Card Honda. Jawaban responden menunjukkan respon positive, karena konsumen memiliki keinginan untuk mengambil bagian dalam anggota One Heart Card. Melalui keikutsertaan konsumen, perusahaan dapat lebih mudah melakukan interaksi dengan konsumennya yang akan berakibat pada timbulnya rasa percaya pelanggan terhadap integritas Honda.

Untuk indikator Y2.7 memiliki mean sebesar 3.81 yang berarti responden yang ikut dalam komunitas grup motor Honda cukup banyak. Meskipun Honda tidak secara khusus membuat program komunitas grup biker namun kegiatan seperti acara-acara motor yang diselenggarakan Honda secara tidak langsung mempertemukan orang-orang pecinta motor yang menggunakan motor Honda dan hal ini membuat mereka membentuk grup-grup motor dalam kelompok.

Sedangkan untuk indikator Y2.9 memiliki mean sebesar 3.75 artinya responden konsumen Honda yang menyebarkan kesan positif tentang Honda pada orang lain cukup banyak. Hal ini merupakan keuntugan bagi perusahaan, karena konsumen bersedia memberikan komentar positive-nya terhadap produk Honda artinya konsumen membantu perusahaan menimbulkan reputasi image yang baik.

Selain itu konsumen ini juga dapat mempengaruhi penilaian orang terhadap brand Honda.

(16)

Tabel 4.16 Analisa Deskriptif Dimensi Identification

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Motor Honda seperti saya yang tangguh (Y2.10)

2 4 27 49 18 3,77 0,863

Motor Honda seperti saya yang dinamis (Y2.11)

1 1 25 46 27 3,97 0,810

Motor Honda seperti saya yang energik (Y2.12)

1 6 27 42 24 3,82 0,903

Identification yaitu tingkat kesatuan yang dimiliki oleh pelanggan terhadap Honda, sejauh apa pelanggan merasa perusahaan menjadi bagian dalam dirinya.

Hal ini bisa dilihat dari Tabel 4.16 diatas yang menunjukkan tingkat perasaan pelanggan terhadap Honda. Indikator Y2.11 memiliki nilai rata – rata tertinggi yaitu 3.97. Tingkat identification yang dirasakan oleh konsumen terkuat adalah konsumen merasa bahwa Honda mampu menjadi gambaran sebuah pribadi yang dinamis seperti konsumen tersebut. Honda mencoba memunculkan perasaan ini melalui media pemasaran Honda yang menunjukkan motor Honda gesit dan lincah saat dikendarai.

Indikator Y2.12 memiliki mean kedua tertinggi dengan angka 3.82 yang mengambarkan bahwa Honda mampu menggambarkan pribadi konsumen yang energik. Honda mencoba memunculkan perasaan ini dilihat dari media pemasaran yang sering kali menggunakan sosok anak muda yang riang dan energik.

Sedangkan untuk indikator Y2.10 memiliki mean sebesar 3.77 artinya responden konsumen Honda setuju bahwa mereka merasakan Honda mampu menggambarkan pribadi konsumen yang tangguh. Honda mencoba memunculkan perasaan ini dilihat dari media pemasaran yang menunjukkan bagaimana motor Honda yang kuat menjangkau medan yang berat dan berbatu serta tidak mudah rusak meskipun dipakai untuk menempuh jarak yang jauh.

(17)

Tabel 4.17 Analisa Deskriptif Dimensi Absortion

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Saya merasa bangga menggunakan motor Honda (gengsi) (Y2.13)

3 5 26 42 24 3,79 0,967

Saya lebih merasa nyaman bila menggunakan motor Honda (Y2.14)

1 4 21 44 30 3,98 0,876

Saya lebih merasa aman

bila menggunakan (Y2.15) 1 6 23 40 30 3,92 0,929

Absortion merupakan keadaan psikologis yang mempengaruhi pelanggan terhadap Honda. Nilai rata – rata dari ketiga indikator pembentuk dimensi ini menunjukkan bahwa dalam pikiran konsumen, Honda menempati predikat dengan image dan reputasi yang bagus. Terutama pada indikator Y2.14 yang memiliki nilai rata – rata 3.98. Artinya responden merasa nyaman bila menggunakan sepeda motor Honda. Hal ini berkaitan dengan kondisi psikologi dimana pemikiran setiap orang berbeda-beda dan tidak dapat diukur secara pasti. Perasaan ini muncul dan dipengaruhi dari pengalaman konsumen setelah menggunakan produk Honda selama ini.

Untuk indikator Y2.15 nilai mean sebesar 3.92 menjelaskan bahwa sebagian besar konsumen Honda merasa aman bila mengendarai sepeda motor Honda. Fitur keamanan dan kenyamanan merupakan dua hal yang sangat diutamakan oleh Honda. Oleh sebab itu Honda menambahkan fitur-fitur double protectct pada motornya. Contohnya seperti secure key shutter untuk kunci kontak, side-stand switch agar mesin tidak menyala saat standar samping dalam posisi turun, combi break system untuk memudahkan keseimbangan pengereman roda depan dan belakang dan panel brake lock untuk mencegah mesin loncat saat dinyalakan dan membuat lebih nyaman saat berhenti di tanjakan atau turunan.

Sedangkan indikator Y2.13 memiliki nilai mean 3.79 artinya konsumen Honda merasa bangga menggunakan motor Honda (gengsi). Hal ini berkaitan

(18)

dengan perasaan, Honda berusaha menghadirkan perasaan ini melalui media pemasaran yang mereka buat yaitu dengan menggandeng artis-artis terkenal.

4.2.4 Analisa Deskriptif Variabel Repeat Purchase

Variabel Repeat Purchase dalam penelitian ini meliputi tiga dimensi pengukuran, yaitu dimensi committed customers, trust, dan loyal. Setiap dimensi memiliki 3 indikator, berikut analisa deksriptif mengenai Repeat Purchase :

Tabel 4.18 Analisa Deskriptif Dimensi Committed Customers

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Merek yang pertama kali muncul dalam benak saya saat membeli motor adalah Honda (Z1.1)

1 4 25 51 19 3,83 0,817

Saya akan mencoba jenis tipe motor

Honda yang lain (Z1.2) 1 6 20 55 18 3,83 0,829

Saya akan mengatakan hal-hal yang positif mengenai produk Honda kepada teman-teman (Z1.3)

1 3 31 41 24 3,84 0,861

Dimensi pertama dari Repeat Purchase adalah committed customers yang berarti responden memiliki komitmen dalam diri mereka untuk terus menggunakan motor Honda. Dari hasil pada Tabel 4.18 diatas dapat dilihat bahwa nilai mean dari Z1.3 sebesar 3.84 lebih besar dari Z1.1 dan Z1.2 sebesar 3.83 yang berarti konsumen Honda lebih suka mengatakan hal-hal yang positif mengenai motor Honda kepada teman-teman mereka. Namun nilai mean Z1.1 dan Z1.2 juga tidak jauh berbeda dari indikator Z1.3 artinya konsumen Honda setuju mencoba jenis tipe motor Honda yang lain dan mengingat merek Honda ketika hendak membeli motor.

Keunggulan dan reputasi Honda dipasar mempengaruhi persepsi penilaian orang-orang. Honda yang selalu mengukuhkan dirinya sebagai merek yang dapat diandalkan dalam industri sepeda motor Indonesia akan terus unggul bila dapat mempertahankan pengaruh dalam dimensi ini pada konsumen mereka.

(19)

Tabel 4.19 Analisa Deskriptif Dimensi Trust

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Saya yakin dengan semua kualitas motor Honda (Z1.4)

1 6 26 42 25 3.84 0.907

Saya yakin dengan kualitas layanan Honda (Z1.5)

1 3 25 47 24 3.90 0.835

Saya yakin dengan janji yang ditawarkan Honda (Z1.6)

1 3 22 54 20 3.89 0.790

Dimensi kedua dari adalah Repeat Purchase adalah trust yang berarti komsumen memiliki perasaaan yakin dan tidak ada keraguan saat memilih untuk membeli motor Honda. Nilai mean pada indikator Z1.5 menunjukkan nilai rata- rata tertinggi yaitu 3,90 artinya responden sepakat untuk yakin dengan kualitas layanan Honda. Sedangkan tidak jauh berbeda dari idikator diatasnya nilai rata- rata Z1.6 sebesar 3,89 menunjukkan jawaban responden yang yakin dengan janji yang ditawarkan Honda. Sedangkan untuk indikator Z1.4 memiliki mean sebesar 3.84 artinya responden yakin dengan semua kualitas motor Honda.

Pada indikator ini berhubungan dengan apa yang dijanjikan Honda kepada konsumennya, hal ini akan berdampak positive selama Honda dapat merealisasikan janji-janjinya secara nyata di dalam pasar.

Tabel 4.20 Analisa Deskriptif Dimensi Loyal

Indikator Jawaban

Mean Std.

Dev.

STS TS N S SS

Saya tidak terpengaruh oleh promo diskon dari merek motor pesaing Honda (Z1.8)

1 7 26 47 19 3.76 0.878

(20)

Saya akan melakukan

pembelian ulang (Z1.9) 1 7 22 51 19 3.80 0.865

Loyal merupakan indikator yang berhubungan dengan perilaku konsumen yang akan berdampak hingga ke masa depan. Pada Tabel 4.20 dapat dilihat bahwa Z1.7 memiliki nilai rata – rata yang tinggi dengan nilai 3.85 yang berarti konsumen Honda tidak memiliki keinginan untuk berpindah ke merek motor lain.

Hal ini dapat dipengaruhi oleh kepuasan yang konsumen terima selama menggunakan motor Honda. Pengalaman transaksi hingga berkendara yang Honda berikan terbukti berhasil membuat responden merasakan hal tersebut.

Untuk indikator Z1.9 memiliki mean sebesar 3.80 artinya responden setuju untuk melakukan pembelian ulang. Keunggulan dari segi produk hingga pelayanan yang memudahkan konsumen membuat konsumen tidak ragu dalam memutuskan untuk kembali memilih motor merek Honda.

Indikator Z1.8 memiliki nilai mean sebesar 3.76 artinya responden setuju dengan pernyataan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh promo diskon dari merek motor pesaing Honda. Bila pelanggan sudah merasa sangat yakin dan menjadi bagian dari customer yang loyal Honda, maka meskipun merek kompetitor mengadakan promo dan diskon konsumen tersebut tidak akan terpengaruh untuk membelinya.

4.3 Partial Least Square

Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan analisis Partial Least Square (PLS) dengan program SmartPLS 2.0. Model struktural untuk memvisualisasikan hubungan antar variable dalam penelitian ini disajikan pada gambar di bawah ini:

(21)

Gambar 4.3.1. Model Struktural PLS Sumber : Output SmartPLS 2.0

4.3.1 Evaluasi Outer Model a. Convergent Validity

Evaluasi pertama pada outer model adalah convergent validity. Untuk mengukur convergent validity yaitu dengan melihat nilai dari masing-masing outer loading. Suatu indikator dikatakan memenuhi convergent validity jika memiliki nilai outer loading > 0.5. Berikut adalah nilai outer loading masing- masing indikator pada variabel penelitian:

Tabel 4.21. Nilai Outer Loading Indikator Brand

Performance

Competitive Advantage

Customer Engagement

Repeat Purchase

X1.1 0.762

X1.2 0.789

X1.3 0.721

X1.4 0.787

X1.5 0.785

(22)

Indikator Brand Performance

Competitive Advantage

Customer Engagement

Repeat Purchase

X1.6 0.729

X1.7 0.721

X1.8 0.818

X1.9 0.753

X1.10 0.743

X1.11 0.738

X1.12 0.718

Y1.1 0.783

Y1.2 0.778

Y1.3 0.809

Y1.4 0.755

Y1.5 0.802

Y1.6 0.778

Y1.7 0.791

Y1.8 0.815

Y1.9 0.793

Y2.1 0.767

Y2.2 0.762

Y2.3 0.827

Y2.4 0.803

Y2.5 0.742

Y2.6 0.825

(23)

Indikator Brand Performance

Competitive Advantage

Customer Engagement

Repeat Purchase

Y2.7 0.781

Y2.8 0.750

Y2.9 0.768

Y2.10 0.756

Y2.11 0.738

Y2.12 0.768

Y2.13 0.774

Y2.14 0.785

Y2.15 0.813

Z1.1 0.752

Z1.2 0.795

Z1.3 0.789

Z1.4 0.817

Z1.5 0.741

Z1.6 0.755

Z1.7 0.751

Z1.8 0.860

Z1.9 0.812

Berdasarkan Tabel 4.21 dapat diketahui bahwa keseluruhan indikator memiliki outer loading yang nilainya di atas 0.5. Hal ini berarti indikator- indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi convergent validity yang diharapkan. Convergent validity juga dapat dilihat dari nilai AVE, dimana jika nilai AVE yang dihasilkan di masing-masing variabel lebih besar dari 0.5,

(24)

maka dikatakan bahwa convergent validity telah terpenuhi. Berikut ini tabel nilai AVE:

Tabel 4.22. Nilai AVE

Variabel AVE

Brand Performance 0.572

Competitive Advantage 0.623

Customer Engagement 0.605

Repeat Purchase 0.619

Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai AVE yang dihasilkan masing- masing variabel nilainya di atas 0.5. Dengan demikian convergent validity dikatakan terpenuhi.

b. Discriminat Validity

Evaluasi kedua pada outer model adalah discriminant validity. Untuk mengukur discriminant validity dapat digunakan nilai cross loading. Suatu indikator dikatakan memenuhi discriminant validity jika nilai cross loading indikator terhadap variabelnya adalah yang terbesar dibandingkan terhadap variable yang lainnya. Berikut ini disajikan tabel nilai cross loading:

Tabel 4.23. Nilai Cross Loading Indikator Brand

Performance

Competitive Advantage

Customer Engagement

Repeat Purchase

X1.1 0.762 0.524 0.639 0.527

X1.2 0.789 0.528 0.559 0.477

X1.3 0.721 0.450 0.507 0.453

X1.4 0.787 0.599 0.627 0.511

X1.5 0.785 0.530 0.550 0.488

X1.6 0.729 0.490 0.623 0.547

(25)

X1.7 0.721 0.515 0.452 0.379

X1.8 0.818 0.638 0.583 0.513

X1.9 0.753 0.601 0.525 0.491

X1.10 0.743 0.572 0.539 0.491

X1.11 0.738 0.528 0.482 0.410

X1.12 0.718 0.535 0.444 0.394

Y1.1 0.542 0.783 0.598 0.539

Y1.2 0.605 0.778 0.632 0.469

Y1.3 0.552 0.809 0.618 0.564

Y1.4 0.456 0.755 0.593 0.514

Y1.5 0.566 0.802 0.621 0.539

Y1.6 0.542 0.778 0.488 0.508

Y1.7 0.574 0.791 0.593 0.581

Y1.8 0.647 0.815 0.604 0.654

Y1.9 0.608 0.793 0.570 0.523

Y2.1 0.565 0.554 0.767 0.607

Y2.2 0.584 0.617 0.762 0.600

Y2.3 0.557 0.602 0.827 0.711

Y2.4 0.548 0.600 0.803 0.696

Y2.5 0.558 0.536 0.742 0.583

Y2.6 0.547 0.608 0.825 0.597

(26)

Berdasarkan nilai cross loading, dapat diketahui bahwa setiap indikator yang menyusun masing-masing variabel dalam penelitian ini (nilai yang dicetak tebal) telah memenuhi discriminant validity karena memiliki nilai outer loading terbesar untuk variabel yang diukurnya dan tidak pada variabel yang lain. Dengan

Y2.7 0.561 0.517 0.781 0.569 Y2.8 0.546 0.560 0.750 0.499 Y2.9 0.548 0.554 0.768 0.587 Y2.10 0.479 0.462 0.756 0.501 Y2.11 0.560 0.569 0.738 0.504 Y2.12 0.499 0.555 0.768 0.558 Y2.13 0.643 0.628 0.774 0.605 Y2.14 0.664 0.672 0.785 0.640 Y2.15 0.558 0.652 0.813 0.647

Z1.1 0.442 0.464 0.515 0.752

Z1.2 0.534 0.634 0.537 0.795

Z1.3 0.479 0.600 0.584 0.789

Z1.4 0.521 0.597 0.582 0.817

Z1.5 0.464 0.525 0.540 0.741

Z1.6 0.472 0.479 0.631 0.755

Z1.7 0.487 0.518 0.515 0.751

Z1.8 0.548 0.561 0.749 0.860

Z1.9 0.504 0.517 0.726 0.812

(27)

demikian semua indikator di tiap variabel dalam penelitian ini telah memenuhi discriminant validity.

Metode lain yang dapat digunakan untuk mengetahui discriminant validity adalah dengan membandingkan nilai dari akar AVE tiap variabel dengan korelasi yang melibatkan variabel yang bersangkutan dengan variabel yang lainnya di dalam model. Jika nilai dari akar AVE lebih besar dibandingkan korelasi-korelasi antar variabel, maka dapat disimpulkan bahwa discriminant validity telah terpenuhi. Berikut adalah pengujian discriminant validity dengan menggunakan perbandingan antara akar AVE dan korelasi antar variabel:

Tabel 4.24. Akar AVE dan Korelasi Antar Variabel Variabel AVE Akar

AVE

Korelasi Brand

Performance

Competitive Advantage

Customer Engagement

Repeat Purchase Brand

Performance 0.572 0.756 1

Competitive

Advantage 0.623 0.789 0.720 1

Customer

Engagement 0.605 0.778 0.724 0.747 1

Repeat Purchase 0.619 0.787 0.629 0.691 0.768 1 Berdasarkan Tabel 4.24 dapat diketahui bahwa variabel Brand Performance , Competitive Advantage , Customer Engagement dan Repeat Purchase memiliki nilai akar AVE (cetak tebal) lebih besar jika dibandingkan dengan nilai korelasi antara variabel dengan variabel lainnya di dalam model, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Brand Performance , Competitive Advantage , Customer Engagement dan Repeat Purchase valid karena, telah memenuhi discriminant validity.

c. Composite Reliability

Evaluasi terakhir pada outer model adalah composite reliability.

Composite reliability menguji nilai reliabilitas indikator-indikator pada suatu konstruk. Suatu konstruk atau variabel dikatakan memenuhi composite reliability

(28)

jika memiliki nilai composite reliability > 0.7. Berikut adalah nilai composite reliability masing-masing konstruk atau variabel:

Tabel 4.25. Composite Reliability

Variabel Composite Reliability

Brand Performance 0.941

Competitive Advantage 0.937

Customer Engagement 0.958

Repeat Purchase 0.936

Tabel 4.25 menunjukkan bahwa nilai composite reliability dari setiap variabel penelitian nilainya lebih dari 0.7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel telah memenuhi kriteria composite reliability yang diharapkan.

4.3.2 Evaluasi Inner Model

Model struktural untuk mengevauasi Inner Model yaitu hubungan antar variabel dalam penelitian ini disajikan pada gambar di bawah ini:

Gambar 4.3.2. Model Struktural PLS

(29)

a. Nilai R-Square

Evaluasi pertama pada inner model dilihat dari nilai R-Square.

Berdasarkan pengolahan data dengan SmartPLS, dihasilkan nilai R-Square sebagai berikut:

Tabel 4.26. Nilai R-Square

Variabel R Square

Competitive Advantage 0.519

Customer Engagement 0.524

Repeat Purchase 0.621

Nilai R-Square untuk Competitive Advantage sebesar 0.519, memiliki arti bahwa presentase besarnya keragaman data di variabel Competitive Advantage yang dapat dijelaskan oleh variabel Brand Performance adalah sebesar 51.9%, sedangkan sisanya yaitu 48.1% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Dengan kata lain juga dapat di interpretasikan bahwa Brand Performance dapat mempengaruhi Competitive Advantage sebesar 51.9%.

Nilai R-Square untuk Customer Engagement sebesar 0.524, memiliki arti bahwa presentase besarnya keragaman data di variabel Customer Engagement yang dapat dijelaskan oleh variabel Brand Performance adalah sebesar 52.4%, sedangkan sisanya yaitu 47.6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Dengan kata lain juga dapat diinterpretasikan bahwa Brand Performance dapat mempengaruhi Customer Engagement sebesar 52.4%.

Nilai R-Square untuk Repeat Purchase sebesar 0.621, memiliki arti bahwa presentase besarnya keragaman data di variabel Repeat Purchase yang dapat dijelaskan oleh variabel Competitive Advantage dan Customer Engagement adalah sebesar 62.1%, sedangkan sisanya yaitu 37.9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Dengan kata lain juga dapat diinterpretasikan bahwa Competitive Advantage dan Customer Engagement dapat mempengaruhi Repeat Purchase sebesar 62.1%.

Pada model PLS, penilaian goodness of fit diketahui dari nilai Q2. Nilai Q2 menunjukkan kemampuan prediksi model yang dikembangkan dalam penelitian ini. Jika nilai Q2 > 0, berarti model memiliki relevansi prediksi yang baik.

(30)

Berdasarkan nilai R Square pada Tabel 4.15 dapat dihitung nilai Q2 sebagai berikut:

Nilai Q2 = 1 – (1 – 0.519) x (1 – 0.524) x (1 – 0.621) = 0.913

Dari hasil perhitungan diketahui nilai Q2 sebesar 0.913, artinya besarnya keragaman dari data penelitian yang dapat dijelaskan oleh model struktural adalah sebesar 91.3%. Berdasarkan hasil ini, model struktural pada penelitian dapat dikatakan telah memiliki goodness of fit yang baik.

b. Uji Hipotesis (T-Statistic)

Hipotesis penelitian dapat diterima jika nilai t-statistic > t tabel pada tingkat kesalahan (α) 5% yaitu 1.96. Berikut adalah nilai koefisien (original sample estimate) dan nilai t-statistic pada struktural model:

Tabel 4.27. Nilai Path Koefisien dan T -Statistic Hipotesis

Path Koefisien

T –

Statistic Keterangan 1 Brand Performance  Competitive Advantage 0.720 13.963 Diterima 2 Brand Performance  Customer Engagement 0.724 12.697 Diterima 3 Competitive Advantage  Repeat Purchase 0.266 2.277 Diterima 4 Customer Engagement  Repeat Purchase 0.569 5.794 Diterima

Nilai T-statistic pada Tabel 4.27 diperoleh dari prosedur bootstrapping, dimana nilai ini digunakan untuk menarik kesimpulan pada uji hipotesis.T- statistics yang memiliki nilai di atas 1,96 memiliki pengaruh Nilai path koefisien pada Brand Performance terhadap Competitive Advantage sebesar 0.720 (bernilai positif), hal ini menunjukkan bahwa Brand Performance memiliki hubungan searah dengan Competitive Advantage, artinya semakin baik Brand Performance, maka Competitive Advantage akan semakin meningkat. Sedangkan biala dilihat dari nilai T-statistic yang diperoleh menunjukkan hasil sebesar 13.963 (> 1.96), hal ini menunjukkan bahwa Brand Performance memiliki pengaruh yang

(31)

signifikan terhadap Competitive Advantage. Dari hasil ini maka hipotesis pertama dari penelitian dapat diterima.

Untuk menguji hipotesis kedua dapat dilihat dari nilai path koefisien pengaruh Brand Performance terhadap Customer Engagement sebesar 0.724 (bernilai positif), hal ini menunjukkan bahwa Brand Performance memiliki hubungan searah dengan Customer Engagement, artinya semakin baik Brand Performance, maka Customer Engagement akan semakin meningkat. Nilai t statistik yang dihasilkan sebesar 12.697 (> 1.96), hal ini menunjukkan bahwa Brand Performance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Customer Engagement. Dari hasil ini maka hipotesis kedua dari penelitian dapat diterima.

Untuk menguji hipotesis ketiga dapat dilihat dari peolehan nilai path koefisien pengaruh Competitive Advantage terhadap Repeat Purchase sebesar 0.266 (bernilai positif), hal ini menunjukkan bahwa Competitive Advantage memiliki hubungan searah dengan Repeat Purchase, artinya semakin baik Competitive Advantage, maka Repeat Purchase akan semakin meningkat. Nilai t statistik yang dihasilkan sebesar 2.277 (> 1.96), hal ini menunjukkan bahwa Competitive Advantage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Repeat Purchase. Dari hasil ini maka hipotesis ketiga dari penelitian dapat diterima.

Untuk menguji hipotesis keempat dapat dilihat dari perolehan nilai path koefisien pengaruh Customer Engagement terhadap Repeat Purchase sebesar 0.569 (bernilai positif), hal ini menunjukkan bahwa Customer Engagement memiliki hubungan searah dengan Repeat Purchase, artinya semakin baik Customer Engagement, maka Repeat Purchase akan semakin meningkat. Nilai t statistik yang dihasilkan sebesar 5.794 (> 1.96), hal ini menunjukkan bahwa Customer Engagement memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Repeat Purchase. Dari hasil ini maka hipotesis keempat dari penelitian dapat diterima.

c. Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung

Berikut ini disajikan tabel pengaruh langsung (direct effect) dan pengaruh tidak langsung (indirect effect) pengaruh Brand Performance terhadap Repeat Purchae melalui Competitive Advantage dan Customer Engagement:

(32)

Tabel 4.28 Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung

Pengaruh Direct

effect

Indirect effect

Total Effect Brand Performance  Competitive

Advantage 0.720 -

Brand Performance  Customer

Engagement 0.724 -

Competitive Advantage  Repeat

Purchase 0.266 -

Customer Engagement  Repeat

Purchase 0.569 -

Pengaruh Brand Performance terhadap Repeat Purchase melalui Competitive Advantage

- 0.720 x 0.266 = 0.292

0.603 Pengaruh Brand Performance terhadap

Repeat Purchase melalui Customer Engagement

- 0.724 x 0.569 = 0.311

Berdasarkan tabel di atas maka, kesimpulan hasil uji hipotesis ini sebagai berikut:

1. Brand Performance memiliki pengaruh yang lebih tinggi terhadap Customer Engagement dibandingkan pengaruh terhadap Competitive Advantage, yaitu dengan path koefisien sebesar 0.724.

2. Customer Engagement memiliki pengaruh yang lebih tinggi terhadap Repeat Purchase bila dibandingkan dengan pengaruh Competitive Advantage, yaitu dengan path koefisien sebesar 0.569.

3. Dilihat dari nilai path koefisien pengaruh tidak langsung (Indirect Effect), maka disimpulkan bahwa pengaruh Brand Performance terhadap Repeat Purchase melalui Customer Engagement lebih besar jika dibandingkan dengan pengaruh melalui Competitive Advantage.

4.3.3 Pembahasan

a. Brand Performance terhadap Competitive Advantage

Pada hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa Brand Performance memiliki pengaruh pada Competitive Advantage yang dibuat oleh Honda dengan nilai uji T- statistic > 1,96 yaitu 13.963. Hasil tersebut membuktikan bahwa Brand

(33)

Performance memiliki dampak signifikan bagi keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan.

Untuk membentuk Brand Performance yang unggul di pasar persaingan industry sepeda motor Honda memerlukan inovasi yang dapat menonjolkan kecanggihan, keunikan dan kehandalannya agar dapat bersaing dengan perusahaan merek sepeda motor lain yang menjadi kompetitornya.

Keunggulan reputasi dan penempatan posisi brand performance yang kuat dan bagus dalam pasar tetap membutuhkan competitive advantage agar dapat membedakan produk yang mereka tawarkan dengan perusahaan kompetitor. Tidak hanya itu keunggulan dan keunikan ini dapat membuat perusahaan memperoleh kesuksesan yang sifatnya jangka panjang dan profit lebih banyak bila competitive advantage mereka sama sekali tidak dapat ditiru oleh kompetitornya. Ketika Honda mampu mengambil posisi yang unggul dalam pasar industry sepeda motor, Honda harus tetap memperhatikan kondisi persaingan yang terjadi dan mengevaluasi diri sendiri agar dapat mempertahankan keunggulan yang telah diraih saat ini dan juga terus mengembangkan diri melalui inovasi dan perkembangan teknologi agar dapat meningkatkan performa brand mereka di dalam pasar sehingga konsumen tetap memandang Honda sebagai perusahaan yang berkualitas dan berintegriditas.

Konsumen Honda akan memiliki perasaan, disaat mereka mengendarai motor Honda mereka akan merasa lebih aman, nyaman dan bangga (gengsi) dimana perasaan ini tidak muncul disaat mereka mengendarai sepeda motor dengan brand lain, selain itu dari segi harga juga Honda menetapkan harga yang bersaing dengan kompetitornya dan pelayanan yang mengutamakan keramahan dan kecakapan dari staf yang bekerja sehingga konsumen dapat merasakan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan dan memuaskan.

Apabila melihat pada nilai path coefficient, hubungan dari Brand Performance menuju Competitive Advantage memiliki nilai sebesar 0,720 yang menunjukkan hubungan positif. Hal ini berarti keberadaan Brand Performance Honda mampu berperan dalam menciptakan keunggulan bersaing dalam industry sepeda motor.

(34)

b. Brand Performance terhadap Customer Engagement

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Brand Performance dari Honda memiliki pengaruh terhadap Customer Engagement dengan hasil nilai uji T-statistic > 1,96 yaitu sebesar 12.697.

Langkah Honda menciptakan One Heart Card menandakan bahwa Honda menyadari akan pentingnya membangun customer engagement dengan konsumennya. One Heart Card ini bertujuan untuk menjalin hubungan dengan konsumennya dengan memerhatikan dan memantau bagaimana respon dari konsumennya. Dengan adanya One Heart Card perusahaan dapat lebih mudah untuk mempertahankan pelanggannya, selain itu perusahaan dapat memasukkan daftar pelanggannya menjadi data base.

Jalinan hubungan ini akan meningkatkan kepuasan dan kenyamanan pada pelanggan Honda karena fasilitas ini diberikan oleh Honda setelah berlalunya transaksi beli, artinya Honda berada di posisi dimana mereka tetap memberikan fasilitas dan pelayanan meskipun konsumen tidak lagi melakukan transaksi pembelian. Berbagai fasilitas itu dapat diwakilkan melalui satu kartu yang praktis dan multi fungsi. Tidak heran Brand Performance Honda yang unggul dipasar dapat dipertahankan terus-menerus bahkan mampu mengungguli kompetitornya

Kesuksesan itu dibuktikan melalui perolehan pangsa pasar dan jumlah tingkat penjualan dengan perbedaan yang cukup jauh dari tahun ke tahun dibandingkan kompetitornya. Keterikatan hubungan dengan konsumen dalam Customer Engagement yang berhasil dibangun oleh Honda menimbulkan hubungan perasaan yang lebih dekat terhadap perusahaan.

Brand Performance memiliki nilai path positif terhadap Customer Engagement sebesar 0,724 dimana merupakan hubungan yang paling kuat dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa Brand Performance memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk Customer Engagement dari konsumen Honda.

c. Competitive Advantage terhadap Repeat Purchase.

Dari hasil analisa penelitian ini juga dapat dibuktikan bahwa Competitive Advantage memiliki pengaruh terhadap Repeat Purchase. Pada hubungan ini,

(35)

sikap pelanggan untuk melakukan Repeat Purchase timbul dari hasil keunggulan bersaing yang sudah terbentuk dengan membandingkan nilai yang ditawarkan perusahaan dengan pesaing lainnya. Jadi konsumen akan terus melakukan pembelian berulang pada sepeda motor Honda selama memiliki keunggulan bersaing yang dapat memberikan manfaat pada konsumennya.

Pada hasil penelitian ini ditemukan bahwa hubungan pengaruh tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai hasil uji T-statistic 2,277 > 1,96. Yang artinya, Competitive Advantage mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan Repeat Purchase.

Keunggulan bersaing yang dimiliki oleh Honda mampu memberikan daya tarik bagi pengguna sepeda motor untuk menjadi konsumen yang loyal sehingga tidak ragu untuk memilih dan melakukan pembelian ulang terhadap sepeda motor Honda. Jaminan kualitas mutu produk, harga yang bersaing, varian dan fitur yang canggih dan jaminan pelayanan yang mengutamakan kepuasan dan kenyamanan konsumen menjadi beberapa faktor utama dalam membentuk sebuah karakter pelanggan untuk mencapai tahap yakin dan setia terhadap Honda.

d. Customer Engagement terhadap Repeat Purchase

Nilai Customer Engagement terhadap Repeat Purchase pada konsumen Honda memiliki nilai T-Statistic di atas 1,96, yaitu 5,794. Nilai ini menunjukkan bahwa hubungan antara Customer Engagement dan Repeat Purchase memiliki nilai yang signifikan.

Customer Engagement merupakan suatu hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak (konsumen dan perusahaan).

Hubungan ini dapat menstimulasi rasa saling percaya yang mempengaruhi perasaan emosional yang mereka rasakan sehingga brand Honda dipersepsikan baik di pikiran konsumen. Dari adanya hubungan dan perasaan tersebut, konsumen akan memiliki keinginan dan niat untuk melakukan pembelian berulang atau mencoba jenis produk berbeda dari motor yang di jual oleh Honda hingga akhirnya timbul aktivitas konsumen yang mencerminkan loyalitas secara berkelanjutan melalui interaksi pembelian secara berulang – ulang.

(36)

Nilai path coefficient dari Customer Engagement terhadap Customer Loyalty adalah 0,569. Nilai ini menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari Customer Engagement terhadap Repeat Purchase. Konsumen Honda yang memiliki rasa engage dengan perusahaan memiliki peluang yang sangat besar untuk memiliki komitmen jangka panjang dengan perusahaan dengan menjadi seorang customer yang setia.

Secara keseluruhan pembahasan hipotesis diatas mampu menjawab rumusan masalah pada penelitian ini. Hubungan antar konsep dapat diterima dengan diperkuat oleh data hasil observasi. Keseluruhan variabel memiliki hubungan signifikan. Hal ini membuktikan bahwa Customer Engagement dan Competitive Advantage sudah menjadi variabel dengan nilai invervening sempurna dalam industry sepeda motor untuk bisa menciptakan keputusan Repeat Purchase. Perusahaan tidak dapat hanya mengandalkan Brand Performance-nya untuk menarik konsumennya melakukan Repeat Purchase. Perusahaan memerlukan variabel lain untuk mendukung variabel Brand Performance seperti Competitive Advantage dan Customer Engagement agar dapat memperbesar pengaruh keputusan konsumen dalam melakukan Repeat Purchase untuk membeli motor Honda.

Gambar

Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Tabel 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Tabel 4.6 Analisa Deskriptif Dimensi Product Performance
Tabel 4.7 Analisa Deskriptif Dimensi Service Performance
+7

Referensi

Dokumen terkait

 Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan seluruh Daerah dan bersifat Pelayanan Dasar untuk memenuhi

Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan diatur dengan peraturan Kepala

Biaya proyek diantaranya adalah Biaya analisis sistem, seperti biaya untuk mengumpulkan data, biaya dokumentasi, biaya rapat, biaya staf analis, biaya manajerial dalam tahap

Teknik analisis data meggunakan regresi untuk mencari besarnya kontribusi tingkat kebugaran jasmani terhadap kapasitas paru-paru dan tekanan darah.Hasil penelitian

Berdasar penelitian sintesis dan karakterisasi material magnet Barium M-Hexaferrit Doping Ion Zn (BaFe 12- x Zn x O 19 ) yang telah dilakukan, dapat diketahui pengaruh

Jika gambar 4.28 dibandingkan dengan gambar 4.22 terlihat bahwa semakin besar percepatan (semakin besar gaya eksitasi yang diberikan kepada multilayer

Melalui pembelajaran online peserta didik mampu menentukan nilai variabel pada sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi dan substitusi dalam

Pada kegiatan konfirmasi, guru meminta tiap kelompok untuk maju secara bergantian mempresentasikan hasil pekerjaannya secara singkat. Kemudian guru membandingkan beberapa