i
KABUPATEN CIREBON
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar ( S.Pd )
Pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
Oleh :
WARNITI
NIM.2014.3.2.00318
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA IAI BUNGA BANGSA CIREBON
TAHUN 2018
ii
IAI Bunga Bangsa Cirebon di
Cirebon
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Setelah melakukan bimbingan, telaah, arahan dan koreksi terhadap penulisan skripsi dari Warniti Nomor Induk Mahasiswa 2014.3.1.00318, berjudul
“Efektifitas Media Flashcard Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin Desa Karang Sambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon”. Bahwa skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Dekan Tarbiyah untuk dimunaqosahkan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
iii
Permulaan Anak Kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin Desa Karang Sambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon.” beserta isinya adalah benar-benar karya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau menutip yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat akademik.
Atas pernyataan di atas, saya siap menanggung resiko atau sanksi apapun yang dibutuhkan kepada saya sesuai dengan peraturan yang berlaku, apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan, atau ada klaim terhadap keaslian karya saya ini.
Cirebon, Juli 2018
Yang membuat pernyataan,
WARNITI
NIM. 2014.3.2.00318
iv
PERMULAAN ANAK KELOMPOK B PAUD HIDAYATUL MUBTADIIN DESA KARANG SAMBUNG KECAMATAN
ARJAWINANGUN
Oleh :
WARNITI
NIM. 2014.3.2.00318 Menyetujui,
Pembimbing I, Pembimbing II,
Drs. Ahmad Abdul Khozim, M. A, M. Pd Ahmad Fadholi, Lc. M. H. I
NIDN. 2105047001 NIDN. 2131128502
v
Arjawinangun Kabupaten Cirebon” oleh Warniti NIM. 2014.3.2.00318, telah diajukan dalam Sidang Munaqosah Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon pada tanggal 12 September 2018.
Skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelas Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon.
Cirebon, September 2018 Sidang Munaqosah,
Ketua Sekretaris,
Merangkap Anggota, Merangkap Anggota,
H. Oman Fathurrohman, M. A Drs. Sulaiman, M. M. Pd
NIDK. 8886160017 NIDN. 2118096201
Penguji I, Penguji II,
Dr. H. Endang Saputra, M. Pd Drs. Hj. Lina Marliani, M. A
vi
DESA KARANG SAMBUNG KECAMATAN ARJAWINANGUN
KABUPATEN CIREBON.
Penelitian ini membahas Efektifitas Media Flashcard Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin Desa Karang Sambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2017/2018. Kajiannya dilatarbelakangi oleh bahwa masih banyak anak yang kesulitan dalam membaca sehingga kemampuan membacanya sangat rendah. Kemampuan membaca permulaan anak masih belum sesuai dengan indikator yang hendak dicapai dan penggunaan media yang kurang variatif (majalah) sehingga membuat anak bosan.
Penelitian di PAUD Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Arjawinangun dilakukan untuk mengetahui seberapa besar efektifitas penggunaan media flashcard terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelompok B pada tahun ajaran 2017/2018 dengan aspek pengembangan bahasa.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode tes dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar penilaian tes untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan pengguanaan media flashcard (X) dan dokumentasi untuk mendapatkan data tentang kemampuan membaca permulaan anak (Y). Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena mengambil seluruh anak kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Arjawinangun Tahun Ajaran 2017/2018 dengan subjek penelitian 20 anak. Data kemampuan dianalisis menggunakan teknik analisis data dari seluruh kegiatan menganalisis dan menarik kesimpulan dari semua data yang terkumpul menggunakan lembar penilaiam tes diperoleh dari hasil checklist yang dilihat dari rubrik yang telah dibuat peneliti untuk mengetahui dan menjawab permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan kemampuan membaca permulaan anak sebelum menggunakan media flashcard masih belum berkembang, rata-rata nilai yang diperoleh anak adalah 41.57 %, sedangkan setelah menggunakan media flashcard rata-rata nilai yang diperoleh anak adalah 86.35%. Perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan Media Kartu Huruf Bergambar dilakukan dengan uji t, diperoleh thitung (52.32) > ttabel (2.093), yang selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan ketentuan, jika thitung ≥ ttabel, maka H0 ditolak, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan dari kemampuan membaca permulaan kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin antara sebelum dan sesudah menggunakan media kartu huruf bergambar. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kemampuan membaca permulaan anak dengan menggunakan media flashcard lebih efektif.
Kata Kunci : Media, Flashcard, Membaca Permulaan
vii
Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin Desa Karang Sambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon”, dalam rangka menyelesaikan studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon.
Dalam penyusunan skripsi ini, penyusun telah menerima banyak bimbingan, dorongan dan bantuan dari berbagai pihak yang tak ternilai harganya.
Jasa baik mereka tentu tidak dapat penyusun lupakan begitu saja, pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Drs. H. A. Basuni, Ketua Yayasan Pendidikan Bunga Bangsa Cirebon.
2. Bapak H. Oman Fathurohman, M.A. Rektor Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon yang memberi kesempatan untuk dapat menuntut ilmu di IAI BBC.
3. Bapak Drs. Sulaiman, M.M.Pd. Dekan Fakultas Tarbiyah yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk mengadakan penelitian.
4. Ibu Ulfiyah, M.Pd.I, Ketua Prodi PIAUD IAI Bunga Bangsa Cirebon.
5. Bapak Drs. Ahmad Abdul Khozim, M. A, M. Pd Dosen Pembimbing I dan Bapak Ahmad Fadholi, Lc. M. H. I Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan membimbing penyusunan skripsi ini dengan sabar dan penuh perhatian.
6. Bapak/Ibu Dosen dan staff Tata Usaha Fakultas Tarbiyah PIAUD IAI Bunga Bangsa Cirebon.
7. Kepala Sekolah PAUD Hidayatul Mubtadiin dan guru-guru PAUD Hidayatul Mubtadiin yang telah bersedia memberikan ijin dan fasilitas selama penyusunan melakukan penelitian.
8. Anak didik PAUD Hidayatul Mubtadiin.
9. Suami dan anak-anakku tercinta yang selalu memberikan dukungan baik moril dan materiil sehingga terselesaikannya skripsi ini.
10. Semua sahabat-sahabatku yang telah memberikan motivasi dan do’a untuk terselesaikannya skripsi ini.
viii berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Amin,
Cirebon, Juli 2018
Penyusun
ix
Tabel 3.2 Data Populasi Penelitian ... 49
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Membaca Permulaan Tema : Binatang ... 50
Tabel 3.4 Data Kemampuan Membaca Permulaan Sebelum Diberi Perlakuan Media Flashcard (X1/X2) ... 53
Tabel 3.5 Tabel Nilai Persentase... 54
Tabel 3.6 Rubrik Penilaian Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Flashcard ... 54
Tabel 3.7 Tabel Penolong Kemampuan Membaca Permulaan Sebelum/Sesudah Menggunakan Media Flashcard ... 55
Tabel 3.8 Tabulasi Data Hasil Penelitian ... 58
Tabel 3.9 Tabel Penolong ... 59
Tabel 3.10 Tabel Klasifikasi Gain ... 60
Tabel 3.11 Tabel Penolong Uji Gain ... 60
Tabel 4.1 Data Hasil Tes Kemampuan Berhitung Permulaan Sebelum Menggunakan Media Flashcard Terhadap Anak Kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin ... 63
Tabel4.2 Tabel Penolong kemampuan membaca permulaan Sebelum Menggunakan media flashcard ... 65
Tabel 4.3 Tabel Skala Persentase ... 68
Tabel 4.4 Data hasil tes kemampuan membaca permulaan sesudah menggunakan media flashcard anak Kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin. ... 69
Tabel 4.5 Tabel Penolong kemampuan membaca permulaan Sesudah Menggunakan Media Flashcard ... 71
Tabel 4.6 Tabel Lilliefors untuk uji normalitas data pretest ... 74
Tabel 4.7 Tabel Lilliefors untuk uji normalitas data posttest ... 76
x
xi
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
ABSTRAK ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR ISI ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 7
C. Perumusan Masalah ... 7
D. Tujuan Penelitian………. ... 8
E. Kegunaan Penelitian ... 9
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS... 10
A. Deskripsi Teoritik ... 10
1. Kemampuan Membaca permulaan... 10
a Pengertian Membaca ... 10
b Manfaat Membaca... 14
c Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Membaca Permulaan ... 15
d Tahapan Perkembangan Membaca ... 21
e Strategi Pengembangan Kemampuan Membaca ... 22
f Kebaikan Membaca Usia Dini ... 23
g Pengetahuan Huruf dan Kata ... 24
2. Media Flash Card ... 24
a Pengertian Media ... 24
b Ciri-ciri Media ... 27
c Manfaat Media Pembelajaran ... 29
xii
h Kartu Kata Bergambar (Flashcard) ... 34
i Kelebihan Dan Kelemahan Media Flashcard ... 36
j Karakteristik Flashcard ... 37
k Langkah-langkah Yang Harus Digunakan Dengan Media Flashcard ... 38
1. Macam-macam Flashcard ... 39
B. Hasil Penelitian Yang Relevan ... 41
C. Kerangka Berfikir ... 41
D. Hipotesis Penelitian ... 43
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 45
A. Metode Dan Desain Penelitian ... 45
B. Tempat Dan Waktu Penelitian ... 46
C. Populasi Dan Sampel ... 47
D. Teknik Pengumpulan Data ... 49
E. Kontrol Terhadap Validasi Internal ... 52
F. Teknik Analisa Data ... 52
G. Hipotesis Statistik ... 61
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 62
A. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 62
B. Prasyarat Analisis Statistik ... 73
1. Uji Normalitas Distribusi Data ... 73
2. Uji Homogenitas Data ... .. 77
3. Analisis Statistik Inferensial ... 78
C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 87
D. Keterbatasan Penelitian ... 89
xiii
DAFTAR PUSTAKA…….... ………... 93 LAMPIRAN-LAMPIRAN………. 95
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Semua orang di kenai pendidikan dan melaksanakan pendidikan.
Sebab manusia tidak pernah terpisahkan dengan pendidikan. Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya terus menerus yang bertujuan mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan peserta didik dalam mempersiapkan mereka agar mampu menghadapi berbagai tantangan dan rintangan yang semakin hari semakin berat sehingga perlu disiapkan sedini mungkin untuk menghadapinya. Maka dengan pendidikan yang benar dan terarahlah ilmu pengetahuan yang akan di dapat akan memberikan manfaat yang sangat berharga untuk kehidupan yang akan datang
Menurut Ki hajjar dewantara yang di kutip oleh Abdul Rahman Shaleh mengatakan bahwa pendidikan adalah menuntut segala kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya1
Menurut Made Pidarta pendidikan adalah mencakup banyak hal,yaitu segala hal yang bertalian dengan perkembangan manusia. Mulai dari perkembangan fisik, kesehatan , keterampilan, pikiran, perasaan, kemauan, social, sampai perkembangan iman2
1 Abdul Rahman Shaleh, Pendidikan Agama dan pembangunan watak bangsa, ( Jakarta :Rajawali pers, 2005 )
2 Made pidarta, Landasan Kependidikan, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2013 ) 1
Pembelajaran merupakan suatu istilah yang memiliki keterkaitan erat dan tidak bisa di pisahkan satu sama lain Dalam proses pendidikan.
pembelajaran seharusnya merupakan kegiatan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana atau memberikan pelayanan agar peserta didik belajar.
untuk itu peserta didik harus di pahami bagaimana cara peserta didik memperoleh pengetahuan dari kegiatan belajarnya.
Dalam proses pembelajaran, ada dua unsur yang amat penting yakni metode dan media pembelajaran. Pemilihan metode tertentu akan mempengaruhi jenis media yang sesuai dengan metode di antara media pendidikan yang ada yaitu media kartu kata bergambar yang sering di pakai dalam proses belajar .
Proses pembelajaran yang baik akan memperoleh suatu hasil pembelajaran atau prestasi belajar yang baik pula. Menurut Muhibbin Syaah prestasi belajar adalah alat ukur yang digunakan yang menentukan taraf keberhasilan sebuah program pembelajaran.dengan adanya prestasi belajar yang diberikan oleh guru akan menunjukan umpan balik dalam mengetahui kesiapan juga pemahaman yang didapat oleh siswa setelah guru mengajarkan materi. jika prestasi menunjukkan baik berarti guru tidak sia – sia dalam mengajar artinya siswa dapat memahami penjelasan dari guru. Namun jika perolehan prestasi menunjukan tidak memuaskan artinya siswa kurang memahami penjelasan dari guru, maka perlu adanya peningkatan dalam
mengajar dengan cara menjelaskan melalui metode yang dapat di mengerti dan di pahami diantaranya melalui media gambar 3
Sejak tahun 1990-an dunia pendidikan mulai terbuka akan pentingnya pendidikan usia dini ( PAUD ) sebagai pendidikan yang paling awal yang di selenggarakan sejak anak dilahirkan sampai memasuki pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini ( PAUD ) yang baik diyakini dapat mencetak perkembangan anak yang lebih baik di masa emas dalam perkembangannya.Undang – undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengamanatkan bahwa ,pendidikan usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang di tunjukkan kepada anak sejak lahir sampai dengaan usia enam tahun yang dilakkukan dengan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih tinggi.
Anak usia dini mempunyai peranan penting yang menentukan berbagai pertumbuhan serta perkembangan yang pesat, contoh perkembangan pisiologik, aksara, motoric, kognitif. Maka perkembangan pada masa awal jadi penentu untuk perkembangan berikutnya, sehingga cocoklah kalo disebut masa anak kecil adalah masa emas. Dengan begitu pentinglah kiranya potensi tersebut dimaksimalkan melalui proses pendidikan khususnya belajar aksara.
Pada standar tingkat pencapaian perkembangan pendidikan anak usia dini disebutkkan bahwa salah satu standar yang harus dicapai dalam
3 Muhibbin Syaah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, ( Bandung : Remaja Rosdakarya , 2004 ), h, 147
lingkup perkembangan keaksaraan bahwa anak harus bisa mengenal symbol huruf, menyebutkan kata-kata yang mempunyai suku kata yang sama, menyebutkan benda yang diperlihatkan, membaca kata yang sederhana.
Inilah pendidikan membaca awal yang bisa digali sejak dini.
Kemampuan membaca permulaan merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang study. Jika anak pada usia sekolah tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan menemui banyak kesulitan dalam memahami berbagai macam studi pada kelas – kelas berikutnya. Oleh karena itu anak harus belajar membaca agar ia dapat membaca untuk belajar.
Sebagai firman Allah SWT pada surat Al-alaq ayat 1-5 yang berbunyi :
قلخ ىذلا كبر نسابازقا (
١ ) قلع نه ناسنلااا قلخ (
٢ ) مزكلاا كبروازقا
( ٣ ) نلقلاب نلع ىذلا (
٤ ) نلعي نلاه ناسنلاا نلع (
٥ )
Artinya : ʻ ʻ …Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmu yang maha mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinyaʼ ʼ
Menurut Bormouth yang dikutip Damaianti kemampuan adalah seperangkat keterampilan yang di generalisasi yang memungkinka orang memperoleh dan mewujudkan informasi yang di peroleh dari kegiatan,meliputi pemehaman kalimat –kalimat .pemahaman tentang kalimat – kalimat itu meliputi pula kemampuan menggunakkan teori tentang hubungan structural itu berguna bagi proses pemahaman kalimat.sebab
kalimat bukanlah untaian kata – kata saja melainkan untaian kata – kata yang saling berkaitan mengikuti cara – cara yang spesifik 4
Zainal alimin Mengemukakan bahwa membaca permulaan lambang bahasa merupakan prereguistis dalam belajar membaca permulaan berkenaan dengan hal yang itu dalam hal melihat kegagalan belajar membaca harus dilihat dari dua sisi,apakah menyangkut persoalan persepsi visual atau persepsi auditri.yang berhubungan kuat antara pehaman lambang bahasa yang di transfer melalui visual memiliki hubungan dan berkontribusi terhadap kemampuan membaca anak .
Berdasarkan observasi pada tanggal 5 Maret 2018 diperoleh gambaran kemampuan membaca permulaan anak masih belum sesuai dengan indikator yang hendak dicapai. Dari hasil wawancara dengan guru setempat kami mendapat keterangan bahwa masih banyak anak yang kesulitan dalam membaca sehingga kemampuan membacanya sangat rendah. Sebab yang dilakukan dalam proses pembelajaran di PAUD tersebut guru hanya menyediakan media berupa majalah yang hanya banyak kata-kata saja dibanding gambar. Selain itu juga guru hanya menyediakan alat tulis ketika pembelajaran mengenal huruf berlangsung. Guru menulis huruf lalu anak menirukannya sehingga anak cenderung pasif dan kurang ceria. Untuk mengatasi permasalah tersebut maka solusi yang digunakan adalah dengan cara menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata bergambar.
4 Damaianti Juhdi, Membaca dalam terori dan praktek , ( Bandung :Mutiara,2003).hl.134
Media kartu kata bergambar merupakan media pembelajaran yang berisikan kata atau gambar. Media kartu bergambar mengembangkan satu kata di perkembangan aksara. kartu mainan dengan cara di perlihatkan pada anak di lantunkan secara cepat. Ukuran dari kartu kata bergambar mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan di sesuaikan juga dengan tema pada saat proses belajar berlangsung. Sehingga media ini dapat diminati oleh anak dan dapat menarik perhatian anak.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia kartu adalah kertas tebal berbentuk persegi panjang. Sedangkan kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. Gambar merupakan media yang paling umum dipakai dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Jadi, kartu kata bergambar adalah kartu yang berisi kata-kata dan terdapat gambar. 5
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis tertarik
untuk membahas permsalahan tersebut dengan mengangkat judul
"Efektifitas Media Flashcard Dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B PAUD Hidayatul Mubtadiin Desa Karang Sambung Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon
".
5 Badan pengembangan dan pembinaan Bahasa, kamus Bahasa Indonesia untuk pelajar (Jakarta : Badan pengembangan dan pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2011 ),hl. 290
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat di identifikasikan permasalahan-permasalahan sebagai berikut :
1. Kemampuan membaca masih kurang maksimal di karenakan kurang nya media yang efektif terhadap proses pembelajaran
2. Kegiatan belajar mengajar masih kurang bervariasi karena kurang tersedianya sarana dan prasarana di sekolah sehingga mengakibatkan rendahnya kemampuan membaca pada anak
3. Metode pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak yang di gunakan oleh guru kurang bervariasi sehingga anak kurang aktif dan terlihat pasif dalam proses pembelajaran di sekolah
C. Perumusan Masalah 1. Pembatasan masalah
Dalam penelitian ini dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut : a. Dalam mengembangkan kemampuan membaca permulaan anak dalam
penelitian ini menggunakan media flashcard.
b. Aspek yang diteliti adalah efektifitas flashcard terhadap kemampaan membaca permualaan anak usia dini.
c. Subjek peneliti adalah di kelompok B.
d. Tempat penelitian di lakukan di PAUD Hidayatul Mubtadiin.
2. Pertanyaan penelitian
a. Seberapa tinggi kemampuan membaca permulaan anak usia dini di kelompok B sebelum menggunakan media flashcard di PAUD Hidayatul Mubtadiin?
b. Seberapa tinggi kemampuan membaca permulaan anak usia dini di kelompok B sesudah menggunakan media flashcard di PAUD Hidayatul Mubtadiin?
c. Seberapa besar perbedaan kemampuan membaca permulaan anak usia dini di kelompok B sebelum dan sesudah menggunakan media flashcard di PAUD Hidayatul Mubtadiin?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pertanyaan penelitian disusun tujuan penelitian sebagai berikut . a. Mendeskripsikan seberapa tinggi kemampuan membaca permulaan anak
usia dini di kelompok B sebelum menggunakan media flashcard di PAUD Hidayatul Mubtadiin.
b. Mendeskripsikan seberapa tinggi kemampuan membacan permulaan anak usia dini di kelompok B sesudah menggunakan media flashcard di PAUD Hidayatul Mubtadiin.
c. Mendeskripsikan seberapa besar perbedaan kemampuan membaca permulaan anak usia dini di kelompk B sebelum dan sesudah menggunakan media flashcard di PAUD Hidayatul Mubtadiin.
E. Kegunaan Penelitian 1. Manfaat teoritis
Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan ide / gagasan tentang pengaruh media gambar terhadap minat membaca anak usia dini di PAUD Hidayatul Mubtadiin.
2. Manfaat praktis
a. Pengalaman Dalam penelitian 1) Syarat menyelesaikan studi 2) Memperkaya referensi
b. Manfaat bagi PAUD Hidayatul Mubtadiin
1) Memberikan / memperkaya referensi pembelajaran 2) Meningkatkan kualitas pembelajaran
3) Meningkatkan kompetensi guru c. Bagi IAI BBC
1) Sumbangan referensi di bidang PAUD 2) Menambah koleksi hasil penelitian
BAB II
KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritik
1. Kemampuan Membaca Permulaan
a. Pengertian Kemampuan Membaca Permulaan
Kemampuan Menurut Bormouth yang dikutip Damaianti Juhdi adalah seperangkat keterampilan yang di generalisasi yang memungkinkan orang memperoleh dan mewujudkan informasi yang di peroleh dari kegiatan, meliputi pemahaman kalimat-kalimat.
pemahaman tentang kalimat-kalimat itu meliputi pula kemampuan menggunakkan teori tentang hubungan structural itu berguna bagi proses pemahaman kalimat.Sebab kalimat bukanlah untaian kata-kata saja melainkan untaian kata–kata yang saling berkaitan mengikuti cara –cara yang spesifik.6
Kemampuan dapat diartikan kesanggupan, kecakapan, kekuatan untuk menapai sesuatu. Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hannya sekedar melafalkan tulisan tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan symbol tulis ( huruf ) kedalam kata- kata lisan. Sebagai suatu proses berfikir, membaca mencakup aktifitas
6 Damaianti Juhdi, Membaca dalam teori dan praktek, ( Bandung : Mutiara, 2003 ),hl, 134
10
pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi, membca kritis, dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata bisa berupa aktifitas membbaca kata-kata dengan menggunakan kamus.
Sedangkan Klein,dkk. mengemukakan bahwa definisi membaca mencakup (1) membaca merupakan suatu proses , (2) membaca adalah strategis,dan (3) membaca merpakan interaktif.
Membaca merupakan suatu proses yang di maksudkan informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna.7
Podek dan saracho dalam Rofi’uddi dan juhdi mengungkapkan bahwa membaca merupakan proses memperoleh dari barang cetak. Menurutnya, ada dua cara yang dapat di lakukan oleh pembaca dalam memperleh makna dari barang cetak (1) langsung, yaitu menghubungkan ciri penanda visual dari tulisan dengan makna, (2) tidak langsung, yaitu mengidentifikasi bunyi dalam kata dan menghubungkan dengan makna. Cara pertama digunakan oleh pembaca lanjut dan cara kedua digunakan pembaca pemula.8
Menurut Anderson dkk. memandang membaca sebagai suatu proses untuk memahami makna suatu tulisan. Proses yang dialami dalam membaca adalah berupa penyajian kembali dan penafsiran suatu kegiatan dimulai dari mengenali huruf, kata, ungkapan, frasa, kalimat
7Fariada Rahim, pengajaran membaca di sekolah Dasar ( Jakarta : PT Bumi Aksara,2008), hl, 2
8 Samsu Somadoy, strategi dan tehnik pembelajaran membaca ( Yogyakarta : Graha Ilmu, 2011 ), hl,4
dan wacana serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya.
Kridalaksana mengemukakan bahwa membaca adalah keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengajaran keras-keras.9
Membaca permulaan sering disebut dengan istilah membaca lugas atau membaca dalam tingkat elementer. Kegiatan membaca pada tingkat ini belum sampai pada pemahan secara komplek.
Dalam kegiatan membaca permulaan,materi yang dibicarakan juga masih sangat sederhana. Biasanya materi meliputi sekitar pengalaman anak serta aktifitas kehidupan sehari–hari dalam keluarga maupun lingkungan.
Membaca permulaan merupakan tahapan proses membaca bagi siswa kelas awal. Menurut darmianti juhdi dan budi asih, kemampuan membaca yang diperoleh pada membaca permulaan akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan memaca lanjut. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya maka kemampuan membaca permulaan benar benar memerlukan perhatian guru, membaca permulaan merupakan pondasi bagi pengajaran selanjutnya. Sebagai pondasi haruslah kuat dan kokoh, oleh karena itu harus dilayani dan dilaksanakan secara berdaya guna dan sungguh-sungguh. Kesabaran dan
9 Nurbiana Dhieni, Lara Fridana, Azizah Muiz, Gusti Yasmi, Sei Wulan, Metode Pengembangan Bahasa, (UT : Tanggerang Selatan, 2014), Edisi 1 / 4 SKS/ Modul 1-12, h.5.3-5.4
ketelitian sangat diperlukan dalam melatih dan membimbing serta mengarahkan anak demi tercapainya tujuan yang diharapkan.
Menurut supriyadi dkk. dalam mengajarkan membaca permulaan seorang guru dalam mengajarkannya adalah sebagai berikut : 1) Latihan lafal,baik fokal maupun konsonan
2) Latihan nada atau lagu ucapan
3) Latihan penguasaan tanda – tanda baca
4) Latihan pengelompokkan kata atau frase kedalam satuan ide 5) Latihan kecepatan mata
6) Latihan ekspresi ( membaca dan perasaan )
Menurut Darmiyati dan Budiasi membaca permulaan di berikan secara bertahap yakni sebagai berikut.
1) Pramembaca, pada tahap ini siswa diarahkan : (1) sikap duduk yang baik (2) cara meletakan atau menempatkan buku di meja (3) cara memegang Buku (4) cara membalikan halaman buku yang tepat, dan (5) melihat atau Memperhatikan gambar atau tulisan.
2) Membaca pada tahap ini siswa diajarkan : (1) lafal dan intonasi kata dan kalimat sederhana ( menirukan guru ) (2) huruf – huruf yang banyak diguna kan dalam kata dan kalimat sederhana yang sudah di kenal siswa ( huruf- huruf di perkenalkan secara bertahap sampai pada 14 huruf )
b. Manfaat Membaca
Menurut Syafi’ie bahwa sebagai bagian keterampilan berbahasa, keterampilan membaca mempunyai kedudukan yang sangat penting trategis karena melalui membaca orang dapat memahami kata yang diutarakan seseorang. Selain itu, melalui membaca seseorang dapat mengetahui berbagai peristiwa secara cepat yang terjadi di tempat lain, misalnya peristiwa-peristiwa yang terjadi di daerah dapat diketahui melalui membaca buku, surat kabar, majalah, dan internet. Karena itu program pembelajaran membaca perlu disajikan.
Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan, cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai tujuan. Dalam kegiatan membaca dikelas, guru seharusnya menyusun tujuan membaca dengan menyediakan tujuan khusus yang sesuai atau dengan mmbantu mereka menyusun tujuan membaca itu sendiri.
Tujuan membaca memang sangat beragam, bergantung pada situasi dan berbagai kondisi pembaca. Secara umum tujuan membaca dapat dibedakan sebagai berikut :
1) Untuk mendapatkan informasi. Informasi tentang fakta dan kejadian sehari-hari sampai teori serta temuan ilmiah.
2) Meningkatkan citra diri untuk memberikan nilai positif terhadap dirinya sendiri.
3) Untuk melepaskan diri dari kenyataan, misalnya saat jenuh dengan membaca dapat merupakan submitasi atau penyaluan yang positif.
4) Untuk mendapatkan kesenangan atau hiburan.
5) Untuk mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman estetis dan nilai-nilai kehidupan lainnya.10
Menurut Rahim tujuan membaca sebagai dasar kemampuan membaca permulaan pada anak adalah sebagai berikut:
1) Memperbarui pengetahuan tentang suatu topik.
2) Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui.
3) Memperoleh informasi yang menunjang bagi pengembangan diri.
4) Mengkonfirmasi fakta yang ada di lingkungan sekitar.11
c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca Permulaan
Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, baik membaca permulaan maupun membaca lanjut ( membaca pemahaman ). Faktor-faktor yang mempengaruhi membaca permulaan
menurut lambe dan Arnold ialah factor
fisiologis,intelektual,lingkungan,dan psikologis.
10 Nurbiana Dhieni, Lara Fridana, Azizah Muiz, Gusti Yasmi, Sei Wulan, Metode Pengembangan Bahasa, (UT : Tanggerang Selatan, 2014), Edisi 1 / 4 SKS/ Modul 1-12, h.5.4
11https://agroedupolitan.blogspot.co.id/2017/02/tujuan-kemampuan-membaca-permulaan.html, diakses tanggal 21 Maret 2018
1) Faktor fisiologis
Factor fisiologis mencakup kesehatan fisik, pertimbangan neurologis, dan jenis kelamin. Kelelahan juga merupakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi anak untuk belajar, khususnya belajar membaca. Beberapa ahli mengemukakan bahwa keterbatasan neurologis ( misalnya berbagai cacat otak) dan kekurangmatangan secara fisik merupakan salah satu factor yang dapat menyebabkan anak gagal dalam meningkatan kemampuan membaca mereka. Gangguan pada alat bicara, alat pendengaran, dan alat penglihatan bisa memperlambat kemajuan belajar anak.
Analisis bunyi, misalnya, mungkin sukar bagi anak yang mempunyai masalah pada alat bicara dan alat pendengaran. Guru harus waspada terhadap beberapa kebiasaan anak yang sering menggosok-gosok matanya. Dengan kata lain guru harus menyarankan orangtua untuk membawa anak kepada yang lebih ahli
2) Faktor intelektual
Istilah intelegensi oleh Heinz sebagai suatu kegiatan berpikir yang terdiri dari pemahaman yang esensial tentang situasi yang diberikan dan meresponnya secara tepat. Terkait penjelasan Heinz diatas, Wechster mengemukakan bahwa intelegensi ialah kemampuan global individu untuk bertindak sesuai dengan tujuan, berpikir rasional, dan berbuat secara efektif untuk lingkungan.
Penelitian Ehansky dan Muehl dan Forrell yang dikutip oleh Haris dan Sipay menunjukkan bahwa secara umum ada hubungan positif ( tetapi rendah ) antara kecerdasan oleh IQ dengan rata-rata peningkatan remedial membaca. Pendapat ini sesuai yang dikemukakan oleh Rubin bahwa banyak hasil penelitian memperlihatkan tidak semua siswa yang mempunyai intelegensi tinggi menjadi pembaca yang baik.
Secara umum, intelegensi anak tidak sepenuhnya mempengaruhi berhasil atau tidaknya anak dalam membaca pemulaan. Factor metode mengajar guru, prosedur, dan kemampuan guru juga turut mempengaruhi kemampuan membaca permulaan anak
3) Faktor lingkungan
Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi kemajuan kemampuan membaca anak. Factor lingkungan itu mencakup : a) Latar belakang dan pengalaman dirumah
Lingkungan dapat membentuk pribadi, sikap, nilai, dan kemampuan bahasa anak. Kondisi dirumah mempengaruhi pribadi dan penyesuaian diri anak dalam masyarakat. Kondisi itu pada gilirannya dapat membantu anak, dan dapat juga menghalangi anak belajar membaca. Anak yang tinggal dalam rumah tangga yang harmonis, rumah yang penuh cinta kasih,yang orang tua memahami anak–anaknya,dan
mempersiapkan mereka dengan rasa harga diri yang tinggi, tidak akan menemukan kendala yang berarti dalam membaca . Rubin mengemukakan bahwa orang tua yang hangat ,demokatis bisa mengarahkan anak – anak mereka pada kegiatan yang berorientasi pendidikan, suka menentang anak untuk berfikir,dan suka mendorong anak untuk mandiri merupakan orang tua yang mempunyai sikap yang di butuhkan anak sebagai persiapan yang bbaik untuk belaajar di sekolah.
Kualitas dan luasnya pengalaman anak di rumah juga penting bagi kemajuan belajar membaca. Membaca seharusnya seharusnya suatu kegiatan yang bermakna. Pengalaman masa alu anak- anak memungkinkan anak- anak untuk lebih memahami apa yang mereka baca.
b) Faktor sosial ekonomi
Faktor sosial ekonomi rang tua,dan lingkungan tetangga merupakan faktr yang membentuk liingkungan rumah anak.
Bebrapa penelitian memperlihatkan bahwa social ekonmi anak mempengaruhi kemampuan ferbal anak.semakintinggi setatus social anak semakin tinggi kemampuan ferbal anak. Anakk- anak yang mendapat contoh bahasa yang baik dari rang dewasa dan orang tua yang berbicara dan mendorrongg anak-anak mereka berbicara akan mendukung perkembangan bahasa dan intelegensi anak. Begitu juga dengan kemampuan membaca
anak yang berasal dari rumah memberikan banyak kesempatan membaca,, dalam linggkungan yang penuh dengan bahan bacaan yang beragam akan mempunyai kemampuan membaca yang tinggi .
4) Faktor fisikologis
Faktor lain juga mempengaruhi kemajuan kemampuan membaca anak adalah faktor fisikologis. Faktor ini mencakup:
a) Motivasi, ialah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorong untuk berbuat sesuatu.
Motivasi di bedakan menjadi dua macam; (a). Motivasi interistik yaitu hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mendorngnya melakukkan tindakan belajar, ( b ) motivasi extrinstik yaitu hal dan keadaan yang berasal dari luar individu siswa sendiri yang juga dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar .
b) Minat, adalah keinginan yang kuat disertai usaha. Orang yanag mempunyai minat membaca yang kuat akan di wujudkannya dalam kesediaanya untuk mendapat bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadarannya sendiri .prymer dalam crawuli dan mountain berpendapat bahwa seorang guru harus berusaha memotivasi siswanya. Siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap membbaca, akan mempunyai minat yang tingggi pula terhadap kegiatan membaca .
c) Kematangan sosial dan emosi dan penyesuaian diri Ada dua aspek kematangan emosi dan social yaitu;
(1) Stabiilitas emosi ,seorang siswa harus mempunyai pengontrolan emosi pada tingkat tertentu anak – anak yang mudah marah, menangis, dan bereaksi secara berlebihan ketika mereka tidak mendapat sesuatu, atau menarik diri, atau mendngkol akan mendapat kesulitan dalam pelajaran membaca. Sebaliknya, anak–anak yang lebih mudah mengontrol emosinya, akan lebih muda memusatkan perhatiannya pada tex yang di bacanya. Pemusatan perhatian pada bahan bacaan memungkinkan kemajuan kemampuan anak – anak dalam memahami bacaan akan meningkat.
(2) Kepercayaan diri, percaya diri sanagat di butuhkan anak – anak. Anak-anak yang kurang percaya diri dalam kelas, tidak akan bisa mengerjakan tugas yang di berikan kepadanya walaupun tugas itu sesuai dengan kemampuannya. Mereka sangat bergantung kepada orang lain sehhingga tidak bisa mengikuti kegiatan mandiri dan selalu meminta untuk di perhatikan guru .
d. Tahapan Perkembangan Membaca
Tahapan perkembangan membaca anak dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1) Tahap Magical Stage (tahap fantasi)
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang- kadang anak membawa buku kesukaannya.
2) Self Concept Stage (Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca) Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan
diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan.
3) Bridging Reading Stage (Tahap Membaca Gambar)
Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad.
4) Take Off Reader Stage (Tahap Pengenalan Bacaan)
Anak tertarik pada bacaan, mulai mengingat kembali cetakan pada konteksnya, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan
serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu,pasta gigi atau papan iklan
5) Independent Reader Stages (Tahap Membaca Lancar)
Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca.12
e. Strategi Pengembangan Kemampuan Membaca
Menurut Bromley, strategi yang digunakan harus menyediakan dengan tepat sesuai dengan minat yang dibutuhkan anak, melibatkan anak kedalam situasi berbeda dalam kelompok kecil, kelompok besar atau secara individual.13
Melaksanakan permainan pengembangan membaca, peran lingkungan sangat menetukan strategi pembelajaran, antara lain perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Menciptakan suasana kondusif, cocok serta memotivasi minat baca anak.
2) Mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi anak.
12 Depdiknas, Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Membaca dan Menulis Permulaan di Taman Kanak-Kanak, Jakarta, 2007, h. 4-6
13 Nurbiana Dhieni, Lara Fridana, Azizah Muiz, Gusti Yasmi, Sei Wulan, Metode Pengembangan Bahasa, (UT : Tanggerang Selatan, 2014), Edisi 1 / 4 SKS/ Modul 1-12, h.5.16
3) Menciptakan ruangan di luar maupun di dalam kelas yang dapat menumbuhkan kreativitas, rasa aman, nyaman, menyenangkan serta kebebasan.
4) Ruang gerak anak dapat dilakukan dilantai.
5) Papan pajangan yang dipasang dapat meningkatkan budaya baca, tulis misalnya abjad dengan benda-benda, gambar yang dimulai huruf awal tertentu.
f. Kebaikan Dan Kebaikan Membaca Usia Dini
Pembelajaran membaca usia dini memiliki beberapa keunggulan yaitu sebagai berikut :
1) Memenuhi rasa ingin tahu
2) Situasi akrab dan informasi di rumah ,di paud merupakan faktor yang kondusif bagi anak untuk belajar.
3) Anak – anak pada usia dini umumnya perasa ,sukar meniru,mudah terkkesan serta mudah di atur
4) Anak di usia dini dapat mempelajari sesuatu dengan mudah dan cepat.
5) Secara umum pembelajaran membaca usia dini akan mendatangkan dampak terhadap peningkatan pendidikan anak-anak dalam semua bidang pengetahuan, sehingga masyarakat akan mendapat faedah yang besar. (Sukewi sugito, kustion, bambang hartono metode
pengembangan kemampuan motoric dan bahasa UNESSA 2005.h.22)
g. Pengetahuan huruf dan kata
Anak yang belajar membaca harus memahami bahwa huruf – huruf mewakili suatu bunyi dalam bahasa dimana huruf – huruf di rangkai menjadi kata dan kata memiliki makna .dari pada anak sekedar menghafal urutan alphabet atau mengenali huruf, akan lebih berarti jika anak mengenali tulisan dari bunyi yang di ucapkan selanjutnya anak akan berkembang lebih jauh dengan mengenali kata – kata yang ada dilingkungan mereka sampai mereka memiliki kesiapan untuk menulis nama diri sendiri dan kata – kata yang ada dilingkungan sehari – hari.
2. Media Flash Card a. Pengertian media
Kata Media berasal dari bahasa Latin Medius, dan merupakan bentuk jamak dari Medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab,media adalah perantara atau pembawa pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gerlach & Ely , media bila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan keterampilan, atau sikap. Dalam
pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran cendrung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi-informasi vizual atau verbal.14
Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium.
Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi kepada pengirim menuju penerima. Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.15
Ada beberapa pengertian “media” yang dikemukakan para ahli, diantaranya sebagai berikut.
1) Menurut Heunich, Molenda dan Russell, media merupakan saluran komunikasi.
2) Menurut Schramm, media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
3) Mnurut Briggs, media merupakan sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran seperti buku, film, video dan sebagainya.
14 Mukhtar Latief Dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini,Teori dan Aplikasi, (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup,2012), h.151
15 Daryanto, Media Pembelajaran, (Bandung ; 2010 : 4)
4) Menurut NEA, media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat kerasnya.16
Jadi media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
Menurut Khadijah juga disebutkan bahwa media juga dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media digunakan untuk perorangan atau kelompok atau kelompok besar yaitu :
1) Minat atau tindakan 2) Menyajikan informasi 3) Memberi instruksi,
Untuk memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan, hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang siswa atau pendengar untuk bertindak.
16 Badru Zaman, Asep Hery Herawan, Cucu Eliyawati, Media dan Sumber Belajar TK, (Universitas Terbuka, Edisi !), h.4.4
Dengan demikian, dalam proses pembelajaran media memiliki manfaat sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (anak). Fungsi Media dalam proses pembelajaran ditunjukkan pada gambar. 1 berikut :17
Gambar. 1
Fungsi Media dalam Proses Pembelajaran
b. Ciri-ciri media pembelajaran
Gerlach & Ely mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu ( atau kurang efisien ) melakukannya.18
1) Ciri fiksatif ( fixative property )
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan mereknstruksi suatun peristiwa atau objek dapat dituruti dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket computer, dan film. Suatu
17 Khadijah,Khadijah, Media Pembelajaran Anak Usia Dini, (Medan : Perdana Publishing, 2015), h. 23
18 Mukhtar Latief Dkk, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini,Teori dan Aplikasi, (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup,2012), h.153-155
METODE
GURU MEDIA PESAN SISWA
objek yang telah diambil gambarnya ( direkam ) dengan kamera atau video kamera dengan mudah dapat direproduksi dengan mudah kapan saja diperlukan. Dengan ciri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian atau objek yang terjadi pada satu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.
Ciri ini amat penting bagi guru karena keadian-kejadian atau obek yang telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada dapat digunakan setiap saat.
2) Ciri manipulatif ( manipulative property )
Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan tehnik pengambilan gambar time lapse recording. Misalnya, bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dapat dipercepat dengan tehnik rekaman fotografi tersebut. Di samping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kemballi hasil suatun rekaman video. Msalnya, proses loncat galah atau rekreasi kimia dapat diamati melalui bantuan kemampuan manipulatif dari media. Demikian pula, suatu aksi gerakan dapat direkam dengan foto kamera untuk foto. Pada rekaman gambar hidup ( video, motion film ) kejadian dapat diputar mundur. Media ( rekaman video atau audio ) dapat diedit sehingga guru hanya
menampilkan bagian-bagian penting / utama dari ceramah, pidato, atau urutan suatu kejadian dengan memotong bagian-bagian yang tidak diperlukan. Kemampuan media dari ciri manipulatif memerlukan perhatian sungguh-sungguh karena apabila terjadi kesalahan dalam pengaturan kembali urutan kejadian atau pemotongan bagian-bagian yang salah, maka akan terjadi pulla kesalahan penafsiran yang tentu saja akan membingungkan dan buhkan menyesatkan sehingga dapat mengubah sikap mereka kearah yang tidak diinginkan.
3) Ciri distributif ( distributive property )
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepadasejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relative sama mengenai kejadian itu. Dewasa ini, distribusi media tidak hanya terbatas pada satu kelas atau beberapa kelas pada sekolah-sekolah didalam suatu wilayah tertentu, tetapi juga media itu misaknya rekaman video, audio, disket computer dapat disebar ke seluruh penjuru tempat yang diinginkan kapan saja.
c. Manfaat media pembelajaran
Adapun manfaat dari media pembelajaran yaitu : 1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalitas
2) Mengatasi ketrbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra 3) Menimbulkan gairah/ semangat belajar
4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.
5) Member ransangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
6) Proses pembelajarann mengandung lima komponen komunikasi, yaitu guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, peserta didik (komunikan), dan tujuan pembelajaran.
Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton adalah sebagai berikut :
1) Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar.
2) Pembelajaran dapat lebih menarik.
3) Pembelajaran lebih interaktif.
4) Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat bdiperpendek.
5) Kualitas pembelajaran dapat di tingkatkan.
6) Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan.
7) Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat di tingkatkan.
8) Peran guru mengalami perubahan kearah yang positif.19
19 Daryanto, Media Pembelajaran, (bandung : 2010), h.5-6
d. Macam – macam media
1) Dilihat dari jenisnya, media dibagi menjadi tiga sebagai berikut.
(a) Media auditif, adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder dan sebagainya. media ini tidak cocok untuk orang yang mempunyai kelainan pendengaran.
(b) Media Visual, adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media visual ada yang menampilkan gambar diam dan ada yang menampilkan gambar atau symbol bergerak.
(c) Media Audiovisual, adalah media yang mempunyai unsure suara dan unsu gambar.
2) Dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi tiga sebagai berikut.
(a) Media dengan daya liput luas dan serentak, penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama.
(b) Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat.
(c) Media untuk pengajaran individual, penggunaan media ini hanya untuk seorang diri.
3) Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi menjadi dua sebagai berikut.
(a) Media sederhana, bahan dasar media ini mudah didapat dan harganya murah, cara pembuatan muda dan penggunaan tidak sulit..
(b) Media kompleks, media yang bahan dan alat pembuatannya suli diperoleh serta mahal harganya, sulit pembuatannya dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.20.
e. Pemiihan penggunaan media
Nana Sudjana mengemukakan prinsip-prinsip pemilihan media yaitu: (1) menentukan jenis media dengan tepat, artinya memilih media sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran, (2) menetapkan atau mempertimbangkan subyek dengan tepat, artinya penggunaan media sesuai dengan kematangan anak didik, (3) menyajikan media dengan tepat, artinya teknik dan metode penggunaan media disesuaikan dengan tujuan,bahan, metode, waktu, dan sarana, (4) menempatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat, artinya kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan.21
20 Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar mengajar, (Rineka Cipta:
Jakarta, 2013), h. 124-126
21 Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar mengajar, (Rineka Cipta:
Jakarta, 2013), h. 127-128
f. Kegunaan media
Dalam skripsi Nesthl Ari Estuti yang mengutip pendapat Abu bakar Muhammad daam buku Ilmu pendidikan islam karya Ramayulis berpendapat bahwa keguanaan media adalah :
1) Mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit. Misalnya, mempelajari materi tentang bakteri dengan menggunakan mikrosof
2) Mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebbih hidup dan menarik
3) Merangsang anak untuk bekerja dan menggerakan naluri kecintaan menelaah ( belajar ) dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu
4) Membbantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat, memperhatikan dan memikirkan suatu pelajaran
5) Menimbulkan kekuatan perhatian ( ingatan ) mempertajam indera, melatihnya, memperhalus perasan dan cepat belajar
g. Media dalam pembelajaran membaca permulaan
Menurut Khadijah macam-macam media pembelajaran anak usia dini untuk Pengembangan Bahasa baik dalam mendengar, berbicara, persiapan menulis dan membaca permulaan anak usia dini adalah :22 1) Poster Alphabet
22 Khadijah,Khadijah, Media Pembelajaran Anak Usia Dini, (Medan : Perdana Publishing, 2015), h. 132
2) Buku dan Kaset Bercerita 3) Kartu bergambar
4) Lotto
5) Objek dan gambar yang dilengkapi dengan kata,sajak atau inisial bunyi
6) Gambar Domino
7) Permainan menebak gerakan (pantomim) atau gambar melalui permainan jari, syair dan bercerita
8) Pertunjukan wayang 9) Puzzle Huruf
10) Rekaman suara 11) Tanda atau label
h. Kartu Kata Bergambar (Flashcard)
Kartu kata bergambar (flashcard) adalah kartu kata yang bergambar yang di lengkapi dengan kata – kata,yang di perkenalkan oleh glenn doman, pada kartu kata bergambar di kelompokkan kelompokkan antara lain seri binatang,buah – buahan,pakaian ,warna,bentuk –bentuk angka,dan sebagainya tujuan metode adalah melatih kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata sehingga perbendaraan kata dan kemampuan membaca anak dapat dilatih dan ditingkatkan.
Pemilihan kartu adalah sarana yang berguna membantu siswa mempersempit rangkaian opsinya,menjelaskan kriterianya atau menetapkan perioritasnya..sedangkan huruf alfabet adalah sebuah sistem tulisan yang berdasarkan lambang fonem fokal dan konsonan yang terdiri dari huruf ( a – z )
Jadi kartu kata bergambar adalah kartu yang berisi kata kata yang terdapat gambar contoh :
Gambar Mobil
Kartu kata bergambar ini akan menjadi media yang nantinya saat pembelajaran ,siswa akan menemui macam – macam kartu yang berbeda tulisan serta gambarnya .dan dalam penggunaanya bisa di fariasikan dengan kartu kalimat dan kartu huruf.
Jadi berdasarkan pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media kartu kata bergambar adalah media peraga pada pembelajaran baca tulis huruf alphabet yang bberbentuk kartu gambar yang berfungsi untuk menyampaikan informasi pada siswa yang berupa
huruf fokal dan konsonan dan bbagaimana cara membaca yang baik dan benar serta menstimulasi siswa,memperkuat daya ingat dan kemampuan berfikir siswa.
i. Kegunaan Dan Kelebihan Kartu Kata Bergambar (Flashcard) Masing – masing media mempunyai kegunaan dan kelebihan.
Begitu juga dengan mediayang digunakan dalam pembelajaran baca tulis huruf alphabet. Media kartu kata bergambar juga mempunyai kegunaan dan kelebihan. Kegunaan dan kelebihannya sebagai berikut : 1) Kegunaan daripada media kartu kata adalah :
a) Dapat membaca pada usi dini
b) Mengembangkan daya ingat otak kanan c) Melatih knsentrasi balita
d) Memperbanyak perbendaharaan kata dari balita 2) Sedang kelebihannya adalah :
a) Mudah di bawa kemana-mana dengan ukuran yang kecil sehingga membuat kartu dapat disimpan dimanapun, sehingga tidak membutuhkan tempat yang luas dan digunakan dimana saja b) Praktis dalam membuat dan menggunakannya, sehingga kapanpun anak didik bisa belajar dengan baik menggunakan media ini. Ketika kita akan menggunakan tinggal menyusun urutan kata sesuai keinginan kita. Selain itu biaya pembuatan
media ini juga sangat murah, karena dapat menggunakan barang- barang bekas seperti kardus sebagai kartunya
c) Gampang diingat karena kartu ini bergambar sangat menarik perhatian sehingga kartu ini akan memudahkan siswa untuk mengingat dan menghafal bentuk huruf-huruf tersebut
d) Menyenangkan sebagai media pembeajaran, bahkan bisa digunakan dalam permainan. Misalnya siswa secara berlomba- lomba mencari satu kartu kata yang disusun secara acak yang kemudian harus dipasangkan sesuai antara tulisan ( kata ) dengan gambarnya. Cara seperti ini juga bisa mengasah aspek kognitif dan motorik kasar anak
Dengan adanya kegunaan dan kelebihan yang telah disebutkan diatas diharapkan anak menjadi pintar dalam memahami huruf alphabet sehingga dijadikan sebagai metedo cara belajar membaca permulaan yang tepat
j. Karakteristik Media Kartu Kata (Flashcard)
Menurut Rahadi Ansto daam bukunya media pembeajaran menyebbutkan ada beerapa karakteristik media kartu kata :
1) Harus otentik, artinya dapat menggambarkan objek atau peristiwa seperti jika siswa melihat langsung misanya, siswa akan mempelajari gunung meletus, setelah diberi gambaran bagaimana gunung meletus, maka akan tahu bahwa peristiwa gunung meletus
meneluarkan larva dan debu panas dari kawahnya, dan hal tersebut dbisa berbahaya
2) Sederhana, kompsisinya cukup jelas menunjukkan bagian-bagian pokok dalam gambar tersebut
3) Ukuran gambar profsional, sehingga siswa mudah membayangkan ukuran yang sesungguhnya benda atau objek yang digambar
4) Memaduhkan antara keindahan dengan kesesuaian untuk mencapai tujuan pembelajaran
5) Gambar harus message tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
k. Langkah-Langkah Yang Harus Digunakan Dengan Media Kartu Kata Bergambar (Flashcard)
Dalam menggunakan kartu kata ergambar sebagai media pembelaajaran baca tulis ,ada langkah-langkah khusus yang harus dilakukan ,secara umum di kelompkkan menjadi empat langkah,yaitulangkah pertama mengenal huruf alfabbet yaitu menunukkan satu persatu kartu huruf atau poster antara huruf A sampai Z yang diacak dan diajari bagaimana bunyinya .langkah kedua
;meengenal perbedaan antara huruf knsonan dan huruf vokalbbagaimana cara membacanya jika ada huruf konsonan di gabung dengan huruf
vocal dengan menggunakan kartu huruf.langakah ketiga;anak membaca huruf alpabetyang sudah dirangkai menjadi kata oleh peneliti .langkah ke empat; anak merangkai huruf menjadi katayang sesuai dengan gambar
Agar proses pembelajaran lebih efektif,tiap tiap huruf di aplikasikan dengan benda benda yang ada di sekitar kita dan di sesuaikan dengan tema pembellajaran yang sedang berlangsung
l. Macam –Macam Kartu Kata Bergambar (Flashcard)
Kartu kata bergambar yang bisa di gunakan sebagai media pembeljaran baca tulis banyak macam dan bentuknya berikut ini beberapa macam kartu kata bergambar diantaranya adalah :
1) Flash card benda
Perkenalkan gambar – gambar benda, mulai dari yang ada di sekitar kita, seperti hewan, buah–buahan, dan sebagainya, sehingga perbendaharaan benda semakin banyak contoh :
2) Flash card abjad
Pada bagian ini anak diperkenalkan dengan 26 huruf sejak dini contoh:
Masih anyak lagi kata bergamar yang perlu di perkenalkan seperti huruf hijaiyya ( dasar dasar huruf arab ,huruf cina) dan jenis gambar yang lain kartu bergambar bisa dibuat sendiri , seperti contoh dibawah ini, dengan cara memotong gambar kemudian di tempelkan diatas kertas
B. Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian ini penulis mengacu pada penelitian terdahulu yang relevan yaitu penelitian skripsi oleh Muawanah, dengan judul " upaya meningkatan kemampuan membaca permulaan penerapan media kartu kata bergambar pada anak kelompok A kecamatan pangarengan kabupaten Cirebon". Penulis mengangkat judul ini karena pada saat observasi awal menemukan masalah bahwa dalam sistem pembelajaran anak kelompok A dalam kemampuan mengenal huruf masih rendah sehingga kemampuan membacanya kurang. Ketika dalam pembelajarannya media yang digunakan kurang efektif sehingga dari masalah tersebut penulis meneliti mengenai upaya peningkatan kemampuan membaca permulaan menggunakan penerapan media kartu kata bergambar dalam pembelajarannya.
C. Kerangka Berfikir
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih sala satu media dalam kegiatanya dikelas. Sehingga pada proses pembelajaran pada anak usia dini tidak bisa diberikan hanya demngan pembarian materin saja, akan tetapi anak anak usia tiga sampai enam tahun haruslah
mengggunakan media, dengan media anak – anak akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali setiap informasi dikemudian hari.
Terutama dalam hal membaca permulaan, anak-anak kurang antusias dalam pembelajaran membaca karena, masih sedikit anak belum mengenal huruf kata dan gambar seringkali gambar dan kata tertukar dengan demikian tehnik atau setartegi yang digunakan para pendidik dalam mengajar harusnya lebih mengutamakan media ( alat peraga )
Pembelajaran membaca permulaaan telah diterapkan di lembaga pendidikan taman kanak-kanak khususnya di PAUD Hidayatul Mubtadiin dengan menggunakan media buku paket bergambar ataupun lembar kerja anak (LKA)
Dengan demikian media pembelajaran membaca permulaan akan lebih efektif dan efisien dengan menggunakan Flash Card, karena media Flash Card akan memberikan manfaat kepada anak untuk berfikir secara nyaman serta untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan membaca permulaan. Selanjutnya penulis akan membuat kerangka pemikiran dalam bentuk bagan seperti yang tertera di bawah ini
Gambar 2.1
Gambar Bagan Kerangka Berfikir
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis menurut Sugiyono adalah di artikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah tersebut bisa berupa pernyataan tentang hubungan dua variabel atau lebih, pebandingan ( komparasi), atau variabel mandiri (deskripsi ). Hipotesis dalam penelitian ini disusun sebagai berikut :
HO : Tidak terdapat efektifitas media kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia dini di kelompok B
Kondisi awal Guru belum
menggunakann media flash card dalam
pembelajaran membaca permuaan
penelitian Guru sudah
menggunakan media flash card dalam
pembelajaran membaca permulaan
Anak mulai tertarik dalam pembelajaran ketika
menggunakan media flash card Anak kurang antusias dalam pembelajaran membaca permulaan karena masih banyak ngobrol
Kondisi akhir Melalui media
flash card diharapkan anak mudah mengenal huruf kata dan gambar
Terjadi perubahan yang sangat baik bagi anak untuk mengenal kata dan gambar dengan sangat menarik
Ha : Terdapat efektifitas media kartu kata bergambar terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia dini di kelompok B